Title: Our Destiny

Cast: Taehyung, Yoongi, Namjoon, Jimin, (figuran/? : Jungkook, Jin, Hoseok) #TaeGi

Genre: Love, Friendship

Lenght: Chapter Part

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]

Semua cerita ini adalah berdasarkan sudut pandang Yoongi. ( YOONGI POV )

Semua kata "aku" disini adalah Yoongi.
Dan lupakan usia asli mereka ya readers. Di cerita ini, usia para member bangtan tidak sesuai dengan usia asli mereka :)
Happy reading :)


Dan diluar dugaanku, ia bukanlah sosok yang sulit untuk kudekati. Sejak sapaanku sore itu kami sering sesekali berbincang ketika sedang tidak ada pelanggan yang memesan.

Kami mulai bertukar nomor handphone. Ternyata ia mengambil kuliah jurusan ekonomi di kampus yang tidak jauh dari kampusku.

Dan aku memberanikan diri untuk membahas masa-masa SMA kami. Saat itu kafe sudah tutup dan kami memutuskan untuk berbincang sejenak di depan kafe. Kami menyandarkan tubuh kami ke tembok kafe dan berdiri berdampingan.

"Kita tidak pernah saling berbicara selama di SMA, ya kan Tae?"

Taehyung menatapku, lalu menganggukkan kepalanya. "Benar, aku rasa aku tidak pernah berbicara denganmu..."

"Apa begitu sulit bagimu dulu untuk mengajakku bicara?" tanyaku, memberanikan diri.

Taehyung menatapku dengan bingung. Tak lama kemudian ia berkata, "Bukankah kau yang tidak mau berbicara denganku?"

Kini giliran aku yang menatapnya dengan terkejut.

"Aku sering melihatmu bermain basket..." sahut Taehyung sambil menundukkan kepalanya, memainkan gelas kopi di tangan kanannya.

Taehyung sering melihatku? Bermain basket? Aku pasti terlalu sibuk fokus pada pertandingan hingga aku tak pernah menyadarinya!

"Kau ingat Jimin? Sahabatku yang pernah berbincang denganmu di UKS waktu itu?" tanyanya lagi, masih sambil menatap tanah di bawah kakinya.

Ah! Ia ingat kejadian UKS itu! Hatiku melonjak kegirangan. Aku mengangguk. "Iya, aku tahu Jimin. Ada apa?"

"Jimin yang pertama kali mengajakku melihat pertandinganmu. Ia bilang kau begitu keren saat bermain basket. Aku melihatnya sekali hanya untuk memastikan perkataannya..." Taehyung terdiam sejenak kemudian melanjutkan ucapannya, "Namun setelah sekali melihat mu bermain basket... Aku... Uhm... Tertarik... Sehingga tanpa kusadari, aku berkali-kali mengajak Jimin menonton... Pertandinganmu..."

Kali ini kurasa aku akan mati! Aku tidak bisa bernafas! Jantungku rasanya berhenti berdetak! Taehyung? Teratrik padaku? Apa aku salah dengar? Apa aku sudah gila?

Kini Taehyung menatapku. "Hanya saja... Kau begitu sulit untuk didekati..."

Aku menatapnya sambil menahan nafasku.

"Aku... Uhm... Mencoba untuk berbicara denganmu... Tapi aku malu..." Taehyung kembali menundukkan kepalanya. Aku kembali bernafas. Taehyung melanjutkan ucapannya, "Dan sepertinya... Kau tidak menyukaiku..."

Aku memiringkan kepalaku. Aku? Mana mungkin aku tidak menyukainya?

Taehyung mengangkat kepalanya, meminum kopi di tangannya, kemudian menatap langit. "Beberapa kali aku mencoba melihat ke arahmu, tapi kau selalu membuang pandanganmu dariku... Kau terlihat... Seolah... Menjauhiku..."

Sedetik.

Dua detik.

Tiga detik.

Aku terdiam dan terus menatap wajah Taehyung.

"Aku... Menyukaimu... Sejak awal berpapasan denganmu di lorong kelas... Waktu kita masih kelas 1 SMA..." Akhirnya ucapan itu keluar dari mulutku. Setelah lima tahun memendamnya sendiri, akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutku.

Taehyung langsung menatap tepat di kedua bola mataku. "Bukankah kau berpacaran dengan Namjoon? Si einstein dari SMA kita?"

HAH? Kedua mataku kecilku terbuka sedikit lebih lebar, dan tanpa sadar aku tertawa sangat keras. "Namjoon? Aku dan Namjoon? Hahahahaha..."

"Ada yang salah?" Kini Taehyung menatapku dengan penuh tanda tanya.

"Aku dan Namjoon bersahabat sangat dekat. Kami sama-sama suka musik, dan ia seorang yang sangat baik. Tapi kami benar-benar hanya sekedar sahabat. Kami tidak bernah berpacaran."

Kedua bola mata Taehyung membulat dengan sempurna.

"Selama lima tahun ini, sejak aku jatuh cinta padamu di hari pertama kelas dimulai saat kita kelas 1 SMA itu, hanya kau yang ada di pikiranku. Aku selalu diam-diam menatapmu dari kejauhan." sahutku, kali ini dengan penuh keberanian.

"Lalu mengapa kau selalu menghindari tatapanku?" sahut Taehyung.

"Tentu saja aku malu, bodoh..." sahutku sambil mengerucutkan bibirku.

Tiba-tiba Taehyung mengatakan sesuatu yang membuatku ingin segera terbang ke surga! "Aku menyukaimu, Min Yoongi... Sejak melihatmu bermain basket untuk pertama kalinya.. Aku rasa awalnya aku hanya tertarik pada kemampuanmu bermain basket... Tapi tanpa kusadari, kau sudah memasuki pikiranku sepenuhnya... Bahkan hingga saat ini..."

Kali ini kedua bola mata kami saling bertatapan. "Aku bahkan sudah menyukaimu jauh sebelum kau tertarik padaku... Bahkan hingga saat ini..." sahutku pelan.

CUP!

Bibir Taehyung mendarat sekilas di bibirku! Kecupan singkat itu cukup membuat nafasku terhenti dan jantungku berhenti berdetak!

"Apa yang kita lakukan selama ini? Bodohnya kita, hahaha..." sahutnya sambil tersenyum manis menatapku. Sangat manis.

"Maukah kau menjadi kekasihku, Min Yoongi?"

Aku langsung memeluknya erat dan berbisik, "Tentu saja, bodoh!"

I try to approach you but we keep missing each other
I'm still unable to say that I like you
When I see you hesitate
I guess we are still too young

Aku teringat lirik sebuah lagu. Aku rasa memang benar, saat itu kami masih terlalu muda untuk bisa saling mendekat dan menyatakan perasaan kami. Kami saling mencoba mendekat, namun justru kami semakin saling menjauh karena ketidak dewasaan yang ada pada diri kami saat itu.

I wasn't able to tell you but I liked you
Like a dream from the younger days, like a miracle
If I could run through time and become an adult
I will hold your hand in this cruel world

Kini kami sudah semakin dewasa. Inilah saatnya bagi kami untuk saling menggenggam erat tangan kami. Saling menggenggam erat dan berjanji agar tidak saling melepaskan.

Taehyung melepaskan pelukanku lalu menatapku dengan lembut. Ia membungkukkan sedikit tubuhnya, kemudian mengecup bibirku. Aku membalas ciumannya.

Kami terus melumat satu sama lain. Setelah lima tahun kami saling menahan perasaan kami, inilah saatnya bagi kami untuk melepaskan semua yang tertahan selama ini diantara kami.

-END-

.

.

.

.

.

.

Note: Chukkae Gfriend buat 1st win nya :) Lagu Rough enak banget. Sekali denger ini lagu, langsung keinspirasi deh bikin FF TaeGi ini :) Thanks udah sempetin buat baca :) Jangan lupa reviewnya, readers :) /bows/