Title: My (Boy)Friend
Author: Yuuka Shim
Rate:T
Main Cast: ChangKyu, slight ChangToria, KhunKyu
Genre: Romance, Friendship
WARNING! Typo(s), Genderswitch for Kyu! alur aneh dan kecepetan, cerita pasaran, OOC!
Disclaimer: Kyuhyun and Victoria are yours but Changmin forever MINE! Huahaha. Just kidd. They're belong to God. Saya Cuma minjam nama haha.
Balasan review:
Hey readers! Yuu kembali update kilat hahaha. Soalnya lagi liburan sih terus ide ngalir jadi semangat ngetik hehehe. Buat yang minta ChangKyu moment, nanti ya agak di belakang kekeke ~ Yuu mau nistain mereka berdua dulu baru dipersatukan, well itu baru cinta sejati kan *ecieehh* wkwk. Ohya Yuu mau tanya kalo pas puasa bkin ff yg ada kissing boleh gak sih? Hehe. Maklum Yuu bukan Muslim jd gk ngrti :p
Yasudah segini aja ngebacotnya.
.
.
CHAPTER 4
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
"Aku menyukaimu, Kyu.." kata Nichkhun yang sukses membuat Kyu membulatkan kedua matanya sempurna karena terkejut.
Kyuhyun menundukkan kepalanya tidak berani menatap Nichkhun, sementara itu Nichkhun masih saja menatap Kyuhyun dengan penuh harap.
"Sudah sejak lama aku memperhatikanmu, Kyu. Kau tidak pernah menyadarinya. Hampir setiap hari ketika di kampus aku mengikutimu, namun aku tidak berani untuk mendekatimu. Aku sudah mengagumimu sejak lama.." kata Nichkhun melanjutkan pernyataan cintanya yang terkesan mendadak itu.
"Tapi aku.. Bukankah kau mengetahui bahwa aku menyukai Changmin?" tanya Kyuhyun masih menundukkan kepalanya, membiarkan Nichkhun menggenggam tangannya.
"Ya.. Aku tau.." jawab Nichkhun singkat, masih menatap Kyuhyun penuh harap.
"Kau mengetahuinya, tapi mengapa kau tidak berusaha melupakanku?" tanya Kyuhyun lagi yang kini mulai berani menatap mata Nichkhun secara langsung.
"Kau sendiri mengapa tidak berusaha melupakan Changmin? Aku tidak bisa, Kyu.. Hal itu tidak mudah. Kau tau? Terkadang cinta dapat membuatmu menjadi orang bodoh. Yah.. Mungkin seperti aku dan kau. Kita berdua sama-sama bodoh, mencintai orang yang tidak mencintai kita. Namun tidak sanggup melupakannya." Jawab Nichkhun panjang lebar.
"Aku.. Aku akan berusaha membuatku mencintaku, Kyu. Aku mohon, beri aku waktu satu bulan, jika saat itu kau belum mencintaiku, aku mundur." Lanjut Nichkhun seraya mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Kyuhyun.
Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya ragu. Ini bukanlah yang pertama kali ia mendapatkan pernyataan cinta dari seorang pria tampan seperti Nichkhun, hanya saja kali ini berbeda. Sebelumnya orang-orang yang menyatakan cinta padanya tidak mengetahui tentang perasaannya pada Changmin, sementara Nichkhun mengetahuinya dan tetap nekad untuk menyatakan cintanya.
"Beri aku waktu, Khun.." jawab Kyuhyun pada akhirnya. Kyuhyun rasa untuk hal ini sepertinya ia harus memikirkannya lagi.
Nichkhun berpikir sejenak sebelum pada akhirnya menyetujui keputusan Kyuhyun. Ia tetap tidak bisa memaksa Kyuhyun, ia hanya bisa berharap untuk yang terbaik.
'Ini rumit..' ucap Kyuhyun dalam hati.
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
"Aiiisshhh.. Kemana anak itu!" kesal Changmin membanting buku di mejanya. Sudah waktunya pulang namun Kyuhyun masih belum juga menampakkan batang hidungnya, terlebih lagi Nichkhun juga tidak menghadiri kelas.
"Min, tenanglah! Tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada Kyuhyun, ia sudah dewasa!" kata Victoria yang ikut kesal karena melihat kelakuan Changmin sekarang.
"Ya! Bagaimana bisa aku tenang jika ia bolos bersama Nichkhun? Kau... Arrgghh!" kata Changmin sambil mengacak rambutnya frustasi.
Kesal, marah, emosi, semua bercampur aduk di dalam pikiran Changmin. Yang ia tau Kyuhyun sudah pasti membolos bersama Nichkhun, pria yang Changmin pikir ingin mengambil Kyuhyun darinya.
"Shim Changmin sadarlah! Kau pikir siapa sebenarnya yeojachingu-mu! Aku atau Kyuhyun!" kesal Victoria membentak Changmin. Sudah cukup hari ini Changmin uring-uringan karena seharian ini Kyuhyun membolos dengan Nichkhun sehingga dirinya seperti tidak dianggap oleh kekasihnya sendiri.
Changmin terdiam sesaat, memikirkan kembali perkataan Victoria. Benar, yeojachingu-nya adalah Victoria, bukan Kyuhyun. Lalu mengapa ia harus marah pada Kyuhyun jika benar ia membolos bersama Nichkhun?
Tapi.. Changmin tetap tidak bisa merelakan Kyuhyun berdekatan dengan Nichkhun..
"Kau tidak mengerti, Vict.." jawab Changmin memelankan suaranya.
Suasana hening pun mendominasi percakapan mereka, Changmin tengah duduk di salah satu bangku di kelas yang mulai sepi, sementara itu Victoria berdiri di samping bangku yang Changmin duduki.
Mereka terlalu terlarut dalam pikiran mereka masing-masing hingga tidak sadar bahwa kini Kyuhyun dan Nichkhun telah kembali ke kampus untuk sekedar mengambil tas mereka.
"Kyu!" panggil Changmin namun tidak dihiraukan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya menatap Changmin sekilas lalu segera pergi ke bangkunya untuk mengambil tasnya. Setelahnya ia berniat untuk langsung pulang ke rumahnya. Tidak ada senyuman sedikit pun yang ditunjukkan Kyuhyun pada Changmin, sungguh ia masih kesal dengan perkataan Changmin tadi pagi.
"Mau kuantar?" tawar Nichkhun pada Kyuhyun.
"Tidak perlu, gomawo.." jawab Kyuhyun seraya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis.
"Baiklah kalau begitu, kau berhati-hatilah.." kata Nichkhun mengacak rambut Kyuhyun pelan seraya menunjukkan killer smile-nya yang sejauh ini dapat membuat para yeoja mendadak mengaguminya.
Mereka hanya bercakap-cakap berdua seolah tidak ada lagi orang di ruang kelas tersebut. Tidak memperdulikan tatapan sedih dari Changmin, dan tatapan Victoria yang menatap mereka dengan.. bahagia?
Changmin juga memilih untuk diam, ia tau Kyuhyun masih marah padanya. Ia sadar ia sudah keterlaluan pada Kyuhyun. Jadi, bukankah lebih baik menuruti kemauan Kyuhyun daripada memaksanya dan membuatnya lebih emosi?
.
.
'Sungguh aku tidak pernah menyangka hari ini adalah hari yang begitu rumit. Changmin yang membuatku emosi, dan Nichkhun yang menyatakan perasaannya padaku. Ini bukan yang pertama bagiku mendapatkan pernyataan cinta dari seorang namja tampan seperti Nichkhun, hanya saja aku masih mencintai Changmin. Selama ini aku menolak mereka karena aku masih mencintai Changmin, bukan karena aku keras kepala. Aku hanya tidak ingin memberikan harapan palsu bagi mereka. Namun untuk yang satu ini, Nichkhun mengetahui semuanya, ia tau bagaimana perasaanku pada Changmin. Apa yang harus kupilih? Menerimanya? Atau menolaknya seperti aku menolak namja-namja yang lain?'
Kyuhyun menutup buku diary-nya dan segera merebahkan dirinya di ranjang berukuran queen size-nya. Memejamkan matanya dan membiarkan pikirannya menerawang entah kemana.
Jauh dalam lubuk hatinya, Kyuhyun masih sangat mencintai Changmin. Namun di sisi lain, ia juga merasa nyaman jika berada di dekat Nichkhun. Hanya saja perasaan nyaman itu tidak bisa dikatakan sebagai cinta, Kyuhyun hanya menganggap Nichkhun sebagai teman, hanya teman, tidak lebih.
Benar apa yang dikatakan Nichkhun, cinta dapat membuat seseorang menjadi bodoh. Kyuhyun sendiri pun merasakannya, ia tau jika Changmin dan Victoria sedang memiliki masalah, ia bisa saja menghasut Changmin dan membuatnya berpisah dengan Victoria. Namun Kyuhyun malah membuat mereka bersatu kembali.
Yang terpenting bagi Kyuhyun hanyalah kebahagiaan Changmin seorang. Ia tidak peduli seperti apa sakit yang ia rasakan, asal itu membuat Changmin bahagia, ia menerimanya dengan lapang dada.
"Haahh.. Lebih baik aku tidur.." kata Kyuhyun berdialog sendiri seraya memejamkan matanya berusaha berlabuh ke alam mimpi.
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
Changmin masih tidak melepaskan padangannya pada Kyuhyun. Entah sejak kapan Kyuhyun menjadi objek pandang yang menarik di mata Changmin. Ingin sekali rasanya sekarang juga ia menghampiri Kyuhyun dan meminta maaf, namun hal itu masih diurungkannya. Ia tidak mau Kyuhyun memaafkannya dalam keadaan emosi, seperti terkesan tidak ikhlas.
"Annyeong, Kyu.." sapa Nichkhun yang baru memasuki kelasnya.
"Ah.. Annyeong, Khun.." kata Kyuhyun balas menyapa Nichkhun.
Nichkhun segera menaruh tasnya dan langsung menghampiri Kyuhyun, ia memilih untuk duduk di bangku depan Kyuhyun dan menghadap belakang agar mudah berbicara dengannya.
"Jadi.. Apa jawabanmu?" tanya Nichkhun yang dibalas keterdiaman oleh Kyuhyun.
DEG.
Mendadak perasaan tidak enak mulai menjalari Changmin, rasa takut pun mulai mendominasi pikirannya. Jawaban? Jawaban apa yang dimaksud Nichkhun? Apa yang mereka bicarakan sebenarnya?
"Aku tau selama ini kau terganggu dan selalu diacuhkan oleh 'mereka', Kyu.. Aku mohon pertimbangkanlah.." lanjut Nichkhun lagi seraya menyindir Changmin dan Victoria. Menatap sekilas kedua orang itu dengan tatapan meremehkan.
Brakk!
"Apa maksudmu Kyuhyun terganggu denganku dan Victoria! Dan aku tidak pernah mengacuhkan Kyuhyun!" bentak Changmin penuh emosi, wajahnya memerah menahan marah, tangannya yang baru ia gunakan untuk menggebrak meja pun ia kepalkan hingga terlihat buku-buku jarinya memutih.
"Seingatku aku tidak pernah menyebut namamu, Tuan Shim Changmin." Jawab Nichkhun tenang masih menyindir Changmin dengan nada tidak suka.
"Ya! SHUT UP YOU F*CKING BITCH! JAUHI KYUHYUN!" pekik Changmin menaikkan nada suaranya satu oktaf. Mau tak mau hal tersebut membuat mereka menjadi pusat perhatian di kelasnya.
"Min.. Tenanglah, Min.." kata Victoria berusaha menenangkan Changmin. Jujur saja rasanya Kyuhyun juga sangat ingin membantu Victoria menenangkan amarah Changmin, namun perasaan kesalnya pada Changmin yang belum hilang membuatnya hanya diam tidak berbuat apa-apa.
"DIAM KAU!" bentak Changmin pada Victoria yang berusaha menenangkannya. Tak ayal hal tersebut membuat Victoria terperanjat.
"Dan kau, jauhi Kyuhyun. JAUHI DIA!" lanjut Changmin yang benar-benar sudah tersulut emosi.
"Bagaimana jika aku tidak mau? Mau apa kau memangnya?" tanya Nichkhun menantang Changmin seraya melipat kedua tangannya di depan dada hingga menampilkan kesan menyebalkan di mata Changmin.
BUAGHH!
Tinjuan itu melayang begitu saja di pipi kiri Nichkhun, membuatnya jatuh tersungkur dan menimbulkan bekas memar di pipinya serta menyisakan darah di sudut bibirnya. Nichkhun hanya menyeka darahnya dan kembali menatap Changmin dengan tatapan sengit.
"YA! Changmin apa yang kau lakukan padanya!" pekik Kyuhyun yang refleks menolong Nickhun. Membantunya untuk berdiri yang dibalas tatapan tidak percaya dari Changmin.
'Apakah kau mencintainya, Kyu? Disaat seperti ini pun kau membelanya.' batin Changmin seperti orang yang terluka.
"Kau bahkan menolongnya, Kyu.. Sepertinya kau sudah tidak menganggapku sahabatmu lagi.." kata Changmin memelankan suaranya. Terdengar suara Changmin sedikit bergetar, seperti menahan tangis. Tapi, hey! Yang benar saja? Changmin seorang laki-laki!
"Changmin.. Aku mohon jangan seperti ini." Victoria kembali membuka suara, menyentuh pundak Changmin untuk menenangkannya. Namun Changmin malah menghempaskan tangan Victoria dengan kasar. Ia tidak butuh perhatian Victoria saat ini, yang inginkan hanyalah Kyuhyun menjauhi Nichkhun.
"Kuperingatkan kau untuk tidak pernah menyentuh namjachingu-ku lagi! Atau aku akan benar-benar menjauhimu!" kata Kyuhyun yang mengakui Nichkhun sebagai kekasihnya.
Baik Changmin maupun Nichkhun sama-sama membulatkan matanya tidak percaya. Jantung mereka sama-sama berdetak kencang, namun yang dirasakan mereka sangatlah berbeda.
Sungguh saat ini Nichkhun seperti merasakan kebahagiaan yang entah bagaimana tidak dapat ia ekspresikan. Jantungnya berdetak bahagia, darahnya berdesir hebat, seakan-akan membawa begitu banyak oksigen hingga ia dapat bernafas dengan mudah dan sangat ringan.
Sangat berbanding terbalik dengan Changmin. Setiap detakan jantungnya seakan-akan menikam dirinya sendiri dari dalam, sangat sakit, perasaan sedih dan kecewa yang mendominasinya. Darahnya berdesir cepat namun seperti membawa karbondioksida hingga membuat nafasnya sesak dan tercekat.
"Kita pergi, Khun. Kita tinggalkan mereka." Kata Kyuhyun membantu Nichkhun berdiri dan menatap Changmin sengit.
Sesungguhnya hati Kyuhyun menolak Nichkhun, namun entah mengapa mulutnya tiba-tiba berkata demikian. Ruang di hatinya sudah dipenuhi dengan nama Changmin, tidak ada lagi ruang kosong yang dapat menempatkan nama Nichkhun disana. Kyuhyun ingin menangis, menangis karena dirinya yang begitu bodoh telah mencintai Changmin.
Kata-kata itu sudah terlanjur terlontar dari mulutnya, mau tidak mau, Kyuhyun harus menjalaninya selama satu bulan dengan Nichkhun. Lagipula.. Siapa tau Nichkhun benar-benar bisa membuatnya melupakan Changmin?
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
"Tinggalkan aku sendiri, Vict.." kata Changmin pada Victoria yang sedari tadi membujuknya untuk melupakan pertengkarannya dengan Nichkhun dan Kyuhyun tadi.
"Jika kau seperti ini seakan-akan yeoja yang kau cintai itu bukanlah aku, Min.. Hiks.. Kau seperti mencintai Kyuhyun, bukan aku. Hiks.." kata Victoria dalam isakannya, sedari tadi ia sudah berusaha membujuk Changmin agar tidak emosi dan melupakan kejadian tadi.
Changmin sedikit tersentak mendengar pernyataan Victoria, bukan tersentak karena tangisnya. Benarkah ia terlihat seperti mencintai Kyuhyun?
'Tidak.. Tidak mungkin aku mencintai Kyuhyun..' batin Changmin menolak pemikirannya sendiri.
"Changmin.. Aku mohon, Min.. Jangan seperti ini.. hiks.." kata Victoria lagi masih berusaha membujuk Changmin. Namun tetap saja usahanya sia-sia, Changmin tidak mendengarkannya dan malah terlarut dalam pikirannya sendiri.
'Kau merebut Changmin dariku, Kyu..' batin Victoria yang kini menyimpan dendam pada Kyuhyun.
.
.
"Apa kau serius, Kyu?" tanya Nichkhun pada Kyuhyun yang sedang menyiapkan berbagai perlengkapan P3K untuk mengobati Nichkhun.
"Hmm.." kata Kyuhyun tanpa memberikan jawaban yang pasti. Dengan lincah tangan Kyuhyun mengambil perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengobati luka di sudut bibir Nichkhun.
"Kyu, apa kau serius? Berikan aku jawaban yang jelas, Kyu.." tanya Nichkhun lagi seraya menahan tangan Kyuhyun yang baru akan mengobati luka di sudut bibirnya.
Kyuhyun menurunkan tangannya kembali dengan perlahan, kepalany ia tundukkan. Sebenarnya ia masih bingung dan ragu dengan keputusannya. Namun, jika tidak dicoba mana mungkin Kyuhyun akan tau?
"Ne..." jawab Kyuhyun pada akhirnya dan membuat Nichkhun mengulas senyum lebarnya.
Tidak pernah ia merasakan perasaan sebahagia ini, kini Kyuhyun sudah resmi menjadi kekasihnya. Yang tinggal ia lakukan hanyalah membuat Kyuhyun mencintainya. Nichkhun tau bahwa pasti melakukan hal itu tidak mudah, tapi ia akan berusaha. Ia akan berusaha semampunya untuk membuat Kyuhyun mencintainya dalam jangka waktu satu bulan.
"Gomawo, Kyu.." kata Nichkhun seraya membawa Kyuhyun ke pelukannya.
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
"Kyu.. Cho Kyuhyun.. Mengapa kau seperti itu? Haha. Kau sangat bodoh, Kyu.. hik.." gerutu Changmin tidak jelas sambil meneguk soju-nya lagi. Entah sudah berapa botol yang ia habiskan, namun kini keadaannya benar-benar mabuk.
"Hik.. Kau membenciku, Kyu?" gerutu Changmin lagi yang hampir kehilangan kesadarannya.
Kini Changmin sedang berada di salah satu bar yang terdapat di kota besar Seoul ini, menghabiskan waktunya dan berusaha mengusir Kyuhyun dari pikirannya dengan mabuk.
"Kyuhyun.. Aku.."
Brughh..
Belum sempat Changmin meneruskan kalimatnya, kini ia telah tak sadarkan diri karena menegak soju terlalu banyak.
Sang bartender yang melihat Changmin hanya menggelengkan kepalanya, ia mengambil smartphone milik Changmin dan mencari nama seseorang yang sedari tadi Changmin gumamkan ketika mabuk.
'Yeoboseyo.. Ada apa meneleponku? Aku sedang sibuk.' Beruntung Kyuhyun masih mau menjawab panggilan dari Changmin meskipun ia berbicara dengan nada tidak suka.
"Maaf apa anda teman dari pemilik ponsel ini? Datanglah ke Bar Mirotic, teman anda sedang mabuk." Kata sang bartender yang sebenarnya sedikit kesal karena Kyuhyun menyapanya dengan sedikit kasar.
'MWO?' pekik Kyuhyun di seberang sana.
.
.
"Aisshh.. Changmin mengapa kau mabuk?" kesal Kyuhyun sambil berusaha memapah Changmin masuk ke kamarnya. Sementara itu Changmin yang mulai sedikit tersadar namun masih dalam pengaruh alkohol terus bergumam tidak jelas.
"Kyu.. Mianhae.." kata Changmin terus bergumam dalam pengaruh alkohol.
"Kyu, sebenarnya apa yang terjadi pada Changmin?" tanya Shim ahjumma pada Kyuhyun dan menatap Changmin khawatir.
"Nanti saja aku jelaskan, ahjumma. Aku ingin membawa Changmin ke kamarnya dulu." Jawab Kyuhyun yang hanya dibalas anggukan dari Shim Ahjumma.
"Mengapa wajahmu mirip Kyunnie?" kata Changmin ketika Kyuhyun berusaha menidurkannya di ranjangnya.
"Aku memang Kyuhyun!" cibir Kyuhyun sedikit kesal karena sedari tadi Changmin tidak berhenti bergumam tidak jelas.
Baru saja Kyuhyun ingin melangkahkan kakinya keluar dari kamar Changmin, namun Changmin menarik tangannya dan menangkupkan wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya sehingga kini wajah Kyuhyun tepat berada di depan wajah Changmin dengan jarak yang sangat dekat.
"Benar-benar mirip Kyunnie.." gumam Changmin lagi masih menatap intens wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengan wajahnya.
Kyuhyun yang melihat wajah Changmin dalam jarak sedekat ini pun merasa jantungnya berdetak sangat kencang hingga mungkin ia sendiri dapat mendengarnya. Semburat merah muda singgah di pipinya ketika ia merasakan darah berdesir hangat ke kedua pipinya.
"Ch.. Changmin.." kata Kyuhyun gugup menatap wajah Changmin dengan jarak kurang dari 5 cm.
CHU ~
Changmin mengecup bibir Kyuhyun dan spontan membuat Kyuhyun membelalakkan matanya sempurna.
Changmin.. Menciumnya?
Tidak hanya sekedar sebuah kecupan, bahkan kini Changmin sudah melumat bibir Kyuhyun. Bergantian melumat bibir atas dan bawah Kyuhyun. Kyuhyun yang tidak tau harus berbuat apa pun akhirnya memilih untuk membiarkan Changmin melumat bibirnya. Perlahan Kyuhyun mulai menikmati lumatan Changmin dan pada akhirnya Kyuhyun ikut membalas setiap lumatan yang Changmin berikan.
Cukup lama mereka saling memberikan lumatan hingga kini Kyuhyun merasa paru-parunya memberontak untuk segera diisi oksigen. Kyuhyun memukul-mukul dada bidang Changmin untuk melepaskan tautan di bibirnya.
"Haah.. Haahhh.." setelah tautan bibir mereka terlepas pun Kyuhyun langsung berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-parunya.
"Saranghae, Kyu.." gumam Changmin sebelum dirinya kembali pingsan yang terdengar jelas di telinga Kyuhyun.
"Nado, Min.." jawab Kyuhyun seraya meneteskan air matanya. Ia tau setelah ini Changmin tidak akan mengingat apa yang telah dikatakannya, tidak akan mengingat apa yang telah diakuinya.
Perasaan itu akan tertutup kembali setelah Changmin sadar nanti. Ah.. Sementara ini biarkanlah Kyuhyun mengikuti alurnya. Biarkanlah semuanya kembali tertutup.
Kyuhyun hanya dapat berharap jika suatu saat nanti Changmin dapat mengatakannya dengan kesadaran, bukan dalam pengaruh alkohol.
"Aku mencintaimu, Min.. Sangat.. hiks.." kata Kyuhyun yang semakin terlarut dalam isakan tangisnya.
.
.
TBC
Kekek ~ tadinya ff ini mau Yuu update besok aja. Tapi mengingat besok modem habis, jadinya Yuu update hari ini hehehe. Gimana menurut pendapat readers? Yuu udah usahakan ada sedikit ChangKyu moment-nya nih walau Yuu merasa kurang gregetttttt hahaha. Tapi yang penting ada ChangKyu moment-nya kan? Kekeke *ngakak nista*
Mian ne kalau gak sesuai harapan readers? Heheh. Sepertinya Yuu sering bgt ketik kata2 ini, habisnya Yuu merasa banyak bgt kekurangan sebagai author hehe
Sudahlah segini saja dari Yuu :D
ALWAYS KEEP THE FAITH!
