Yaaakk.. Tiba tiba aja Ginger pengen nulis ini. Besok pagi, semua akan berjalan seperti biasa. Untuk para reviewers dan readers yang besok senin menjalani aktifitasnya lagi, fighting, ne?!
.
.
Cast : Kai (EXO-K), Lee Taemin (SHINee)
Support Cast : EXO Member, Greg (SM Choreographer), Choi Dong Wook (Se7en), Gong Minzy
Genre : Romance, Comedy, Drama,
Disclaimer : Tuhan. Tuhan. Semuanya punya Tuhan. Saya cuma pinjem.
that continue to be..
"Cukup latihannya. Kalian boleh kembali ke dorm sekarang." ketika Greg seongsaenim berkata begitu, serta merta formasi penutup untuk lagu baru EXO memudar menjadi 6 anak muda yang tengah terlentang dengan dada naik turun karena terlalu lelah.
Diikuti oleh 6 orang lainnya, jadilah semua member EXO merebahkan dirinya di lantai. Tidak terkecuali Kai yang nafasnya memburu gara gara lelah. Matanya terpejam dan keringatnya mengucur deras dari rambut hingga jemari kakinya yang tertutup sepatu kets.
"Kkamjong, minum ini dulu." seseorang meletakkan botol di dahinya, Kai membuka satu matanya dan tersenyum lebar. Lee Taemin sedang berjongkok di sebelahnya dengan senyum yang manis.
"Gomawo, Taemin-ah." katanya pelan, perlahan mulai duduk dan menghadap sahabat karibnya selama bertahun tahun ini. Ia meraih air mineral yang ada di tangan Taemin dan meneguknya cepat.
"Lelah ya?" tanya Taemin pada Sehun yang berbaring di sebelahnya. Sehun mengatakan sangat dan Taemin hanya tertawa. Sebagai sunbae, ia mencoba mengatakan hal hal yang menghibur.
"Ada apa? Tumben main kesini?" tanya Kai, menyeka air yang menetes melewati bibirnya. Taemin hanya menggidikkan bahunya.
"Main saja. Malas di dorm. Aku juga kan ingin ketemu denganmu, Kkamjong. Kau tak ingin bertemu denganku?"
Kai tertawa pelan, "aku sudah pernah bertemu denganmu, kenapa aku harus bertemu lagi?"
PLETAK.
"YA! Taeminniee~ Sakit tahu!"
"Kau juga, Kkamjong!"
Pertama hening, tapi kemudian kedua sahabat itu tertawa lagi. Taemin melirik jam tangannya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul satu siang.
"Kkamjong, makan siang di luar yuk."
"Boleh, dimana?"
"Di sekitar sini. Bagaimana? Aku yang traktir!" Taemin bersemangat. Kai hanya mengangguk meng-iya-kan. Tidak ada yang bisa ditolak kalau sudah menyangkut seorang Lee Taemin.
.
.
.
Taemin dan Kai mengobrol menghabiskan waktu sampai makanan mereka datang. Meskipun banyak fans yang berjalan kesana kemari mengambil foto mereka, Kai dan Taemin tidak ambil pusing. Asal mereka bisa menjaga jarak, maka dua sahabat ini akan menjaga senyumnya.
"Aku tidak tahu bakal sekangen ini denganmu, Kai. Padahal biasanya, kau gampang ditemui di ruang latihan." kata Taemin mengaduk kopinya. Kai hanya tersenyum.
"Kau tidak suka kalau aku keluar dari ruang latihan?" goda Kai. Taemin memutar matanya malas.
"Tidak. Aku lebih suka kau keluar darisana, jadi tidak tiap kali aku latihan, tiap kali juga aku melihatmu."
"Tapi, Taem. Kau kangen padaku."
PLETAK.
"Ya! Apa yang kubilang soal jangan-pukul-aku?!" kata Kai berdesis protes dan memegangi kepala depannya melihat Taemin yang memandangnya jengkel.
"Kau tidak bilang apa-apa." ujarnya. Kai hanya menggeleng menghadapi kelakuan sahabat karibnya ini. Tapi, itu sudah biasa untuk Kai. Bahkan di dalam hati kecilnya yang paling dalam, ia juga rindu untuk ngobrol dengan seorang Lee Taemin, magnae SHINee ini.
"Taem. Kutinggal sebentar, aku mau cuci tangan." kata Kai sembari berdiri dan berjalan menuju ke belakang restauran. Taemin hanya mengangguk dan mengaduk kopinya sampai ponsel yang ada di depannya bergetar keras. Ponsel milik Kai.
Pertamanya, Taemin hanya sekilas memandangnya. Tapi, kilasan pandangan itu membuat Taemin memandangnya lagi. Sebuah foto. Ada sebuah foto yang dipasang Kai jadi wallpapernya. Taemin segera mengambil ponsel itu, membuka kunci layarnya dan melihat pesan yang masuk.
My Mingkki.
Taemin menoleh kebelakang, melihat tanda tanda kehadiran Kai atau semacamnya. Tidak ada. Taemin menutup pesan yang belum terbuka itu dan menjelajah masuk ke dokumen pribadi Kai di ponselnya.
Nafas Taemin seperti ditarik, dadanya sesak.
Gong Minzy. Kai pacaran dengan Gong Minzy, magnae 2NE1 itu.
Tidak ada yang perlu diklarifikasi lagi. Ia menemukan banyak foto Mingkki dengan Kai yang berpose lucu di Image, dan menemukan segala macam soal Mingkki. Belum lagi saat melihat kotak masuk di ponselnya.
Separo dari penuhnya inbox itu bernama My Mingkki.
Taemin buru buru menaruh ponsel di tempatnya lagi. Mengatur nafas dan emosinya. Mingkki.. Mingkki...
Kai pacaran dengannya?
Saat Kai kembali ke tempat duduknya, ia berpura seolah tidak ada yang terjadi, dan tidak ada yang memegang ponsel Kai. Mengaduk kopinya kaku dan menyesapnya pelan.
Merasakan kopinya lebih pahit dari beberapa menit yang lalu.
"Makanannya belum datang?" tanya Kai saat duduk dan mengambil ponselnya. Taemin menggeleng kaku dan menggidikkan bahunya.
Ia terlalu terkejut. Gong Minzy.. Nama itu berputar lagi di pikirannya.
Saat Kai membuka ponselnya, ia mengetikkan sesuatu disana seolah olah tidak ada yang terjadi. Tapi, itu semua berubah saat ia menaruh ponsel dan menatap Taemin dengan tatapan serius.
"Taem."
"Kai."
Ucap mereka bersamaan. Tapi tidak ada yang tertawa. Kedua sahabat ini memandang satu sama lain dengan tatapan tajam. Kai melirik sedikit ke ponselnya sendiri dan beralih ke Taemin.
"Kau duluan." kata Kai pelan, ia sudah tahu kemana jalan pembicaraan ini. Ia tahu, suatu saat, dan itu kini, rahasia kecilnya akan terungkap.
Tapi, satu yang tidak terpikirkan olehnya adalah, sahabatnya sendiri yang akan membuka rahasia kecilnya tersebut. Lee Taemin. Sahabat sekaligus orang yang pernah menyukai Gong Minzy, aish, tidak, masih menyukainya. Taemin masih menyukainya sampai sekarang.
"Kau.. Berpacaran dengannya." kata Taemin pelan. Kai menghembuskan nafas pelan, berhati hati memilih kata agar tidak menyakiti Taemin.
"Iya." kata Kai. Sejujurnya, Kai memang tidak pernah tahu perihal Taemin masih menyukai Gong Minzy atau tidak. Taemin tidak pernah terbuka soal yang satu itu. Kalau waktu itu Dong Wook sunbaenim tidak mengatakannya, maka Kai tidak akan pernah tahu perasaan sahabatnya.
"Kau tidak mau jujur padaku." kata Kai, "dulu saat aku dengar berita kau menyukai Minzy, kau tidak mengatakan apapun padaku..," tuntutnya. Taemin masih terdiam, mengaduk aduk kopi dengan pelan.
"..sampai sekarang."
Taemin terperangah dengan kata kata Kai yang terakhir. Ia mengernyit, benar apa kata Kai. Ia memang menyembunyikannya.
"Dan, kau. Juga tidak mengatakan apapun padaku, Kai. Soal hubunganmu dengan Ming.. Minzy." kata Taemin tegas. "Kau tahu aku bisa mengatakan ini pada seongsaenim karena kau telah melanggar kontrak."
Keheningan menelan mereka berdua kembali, sedikit cair saat pelayan membawakan pesanan makanan mereka. Tapi, saat makanannya datang, Kai bahkan tidak ingin menyentuh sendok dan garpunya.
Rasanya mual. Ketika ia tahu sahabatnya menghakimi dirinya. Tapi, itu bukan salah Taemin. Kai mencoba untuk mengerti, tapi gagal.
"Kau berkata begitu, hanya karena kau cemburu, Taemin."
"Aku. Tidak cemburu padamu, Kai."
"Ya. Kau. Mencoba mengancamku?"
"Aku sunbaemu Kim Jongin!"
"Dan aku, sahabatmu, hyung."
Entah Taemin atau Kai mencoba mengatur nafas mereka, meneguk air putih yang ada di meja. Menetralkan perasaan mereka masing masing. Sial, sial! Harusnya Kai tidak boleh kacau begitu kalau menyangkut Minzy. Ia sudah berjanji.
Ia sudah berjanji.
"Sejak kapan?" tanya Taemin.
"Sebulan lebih 4 hari." kata Kai berhati hati. Taemin menghembuskan nafasnya, memandang Kai lagi.
"Kau tahu, kau bertindak terlalu jauh. Bagaimana jika ada orang yang tahu dan melaporkan ini pada seongsaenim?" Taemin tiba tiba melunak, "..Kau tidak bisa menjalani ini, Kai."
"Maka aku percaya padamu kalau kau tidak akan melaporkanku, Taeminnie." kata Kai, ia menghembuskan nafas,"..meskipun kau melaporkanku, aku juga tidak akan melepaskannya."
Taemin tersentak, ia memandang liar jendela yang berada di luar. Menampakkan mobil mobil yang berlalu lalang di jalan raya. Sepertinya, meskipun ada perasaan terluka, ia harus merelakan Mingkkinya.. Bukan, dia milik Jongin sekarang.
"Darimana kau tahu soal aku menyukainya?" ucap Taemin mulai memasukkan lilitan spagheti ke mulutnya. Ia tidak bisa bertengkar dengan Jongin, apalagi masalah wanita. Tidak, tidak boleh. Kalau ada yang berbahagia, memang harus ada yang menangis karena kehilangan.
"Dong Wook sunbaenim." kata Kai. Tanpa sadar, Taemin tersenyum lemah. Ia kenal orang itu, sangat mengenalnya. Bukan karena hubungan sunbae-hoobae saja. Lebih dari itu.
"Kau pernah ada di posisiku, 'kan? Kau pernah mengalami semuanya..," kata Kai, suaranya lalu berubah lemah dan bergetar, "..tapi kau meninggalkannya."
Taemin mencengkeram erat cangkir kopinya. Tapi, itu dulu. Beberapa waktu yang lalu ketika Taemin masih takut kehilangan mimpinya. Ketika Taemin bukan Taemin yang dewasa seperti sekarang. Matanya beradu lagi dengan mata kelam milik Kai.
"Tapi, itu dulu..,"
"Dengar, Taemin." sela Kai, ia tidak suka dengan suasana seperti ini, "..aku tidak mau kita bertengkar hanya gara-gara seorang Gong Minzy, mengerti?" katanya.
"Kau sahabatku dan aku tidak mau kehilangan sahabatku. Lagi." ucap Kai. Matanya dipenuhi ketegasan.
Disisi lain, Taemin merasakan segalanya. Ia senang Kai bisa punya hubungan dengan Minzy, marah karena ia yang pertama kali menyukai Mingkki, cemburu karena Minzy dan Kai.. Dan yang paling ia rasakan adalah..
Iri.
Ia iri dengan Jongin yang berani mempertaruhkan segalanya hanya untuk seorang gadis. Harusnya.. Harusnya kalau ia dulu berani mengambil resiko. Mungkin saja..
"Arasso." kata Taemin tenang, ia memandang Kai dengan senyum tipisnya, "aku tidak akan bicara apa apa dan kau tidak akan kehilangan sahabatmu, lagi, Kim Jongin."
Kai tertawa pelan. Ia lalu mengaduk spaghetti yang sama seperti milik Taem di piringnya.
"Kau mau ceritakan padaku soal Dong Wook hyung?" ujar Taemin tiba tiba. Dadanya terasa sesak kalau teringat kekasih Park Hanbyul noona tersebut.
"Tidak." dan Taemin mengernyitkan keningnya terganggu.
"Tidak?"
"Tidak sampai aku menghabiskan makan siangku, oke? Aku lapar."
Dan Taemin tertawa lepas bersama Kai. Kai benar, tidak hanya Kai yang merasa tidak nyaman dengan suasana tadi. Ia juga merasakannya.
Hanya saja, di sisi Taemin, ada tambahan rasa cemburu yang mendalam di hati.
To be continued...
Anneyooongg... Whoaaa.. Ternyata kemaren sudah ada yang review! Oh, omong omong. Anneyong, 2NE1 magnae, Gong Minzy imnidaaaaa! *ngalah ngalahin Daebak Song-nya Daesung oppa.*
Hahaha... Terimakasih yang sudah meninggalkan jejak disini! Omong omong, terus tunggu updatenya FFnya Ginger ya
Reply
Julie Namikaze : Gomawoo.. Iya sih, kalo Mingkki sih setujunya Kkamjong aja yang keren. Hehehe.. Terus dukung FF ini ya! Kalo didukung pasti dilanjut kok! ^^
Shim Agassi : Ehh.. Terimakasih... hehehe. Ha? KaiZy.. Kai.. sama Suzy? Eh.. beneran? *teary eyes* J-jadi... Kkamjong selingkuh sama Suzy selama 2NE1 tur keluar negeri?
Kai : Mingkki... *backhugging*
Minggki : Kai... Kamu selingkuh sama Suzy, eoh? *hampir nangis*
Kai : aniya, Mingkki.. Gosip aja, kok. Nggak beneran.
Mingkki : Jinjja?!
Kai : *nod nod* Mingkki-ah.. bogoship..
PLAK!
Kai : YAA! *ngelepasin pelukan. Nyari yang mukul kepala* GINGER! KAMU NGAPAIN!
Ginger : Jangan mesra mesraan di depan orang! Sana pergi!
Kai : Makanya, kalo bikin FF, biasnya jangan dipasangin sama orang lain.
Ginger : eh?
Kai : Itu.. Si Jiyong hy..
PLAK!
Kai : YA!
Ginger : Mingkki, bawa nih orang item satu kemana gitu kek. Risih gue liatnya.
Anyway, lupakan kejadian yang tadi. This is me, Ginger. Terimakasih Read dan Reviewnya. Tetap setia baca, kalo bisa numpang promosiin yah. HAHAHA.. Terimakasiihh...
