Crazy Love
Naruto disclaimer: Masashi Kishimoto
M
Sasuke Uchiha & Sakura Haruno
Warning!
OOC, AU, Kiss Scene, Typo, Romance, Drama, Friendship. Etc
DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
.
.
Crazy Love ch 4
.
.
.
Happy Reading…
.
.
.
Sakura kini berada didapur, sedangkan Sasuke diruang tamu. Jadi, Sakura bisa agak leluasa untuk memulai acara memasaknya, karna tak ada yang mengganggunya lagi. Sakura menggosok-gosokkan telapak tangannya kemudian berseru "Yosh! Waktunya memasak!" yeah, karna asal kalian tahu, bahwa Sakura sangat suka memasak –walaupun masakkannya tidak terlalu enak
Greb!
"Biar aku saja yang masak, Sakura"
Sebuah tangan yang menggenggam tangannya dan suara baritone tiba-tiba menghentikan gerakan Sakura saat gadis pink ini hendak memulai acara masaknya. Sakura menoleh kebelakang kemudian tersenyum meremehkan
"Memangnya kau bisa memasak, heh?"
Sasuke tersenyum –lebih tepatnya menyeringai "Tentu saja bisa!" tantangnya. Sedangkan Sakura hanya bisa melipat kedua tangannya didepan dada. Tak percaya Sasuke bisa memasak? Tentu saja! Mana ada mafia bisa memasak bukan? Konyol sekali. "Mau bertaruh?" tawar Sasuke
Keduanya kini saling berhadapan, saling melipat kedua tangannya didepan dada, dan saling memandang penuh satu sama lain. Sakura mengernyitkan dahinya bingung, bertaruh katanya?
"Bertaruh maksudmu?"
Sasuke menggidikkan bahunya "Jika masakkanku enak. Kau harus menuruti semua permintaanku. Bagaimana?" ucapnya diakhiri tawa devil dan nada penekanan pada kata 'semua'
DEG!
Permintaan katanya? Oh baiklah!
"Ba –baik! Karna ku yakin masakkanmu itu tak akan enak!" seru Sakura penuh keyakinan. Tanpa Sakura ketahui Sasuke kini berteriak kegirangan dalam hati
"Baiklah. Bisa kumulai sekarang?"
"Te –tentu!"
Sakura mundur menuju kursi yang berada dimeja makan. Sedangkan Sasuke maju dan melipat lengan bajunya sampai siku –keduanya kini telah ganti baju dengan baju rumahan biasa. Sakura memandang kearah Sasuke yang kini telah menyalakan api dengan tatapan takut-takut. Bagaimana ini? Bagaimana jika masakkan Sasuke ternyata benar enak? Ah, tak mungkin. Dia itu tak mungkin bisa memasak. Tapi, jika masakkan Sasuke benar enak, apa yang akan dia pinta dari Sakura? Semoga saja bukan hal-hal yang mesum
Yah, semoga
Akhirnya tak sampai 20 menit, masakkan Sasuke sudah tersedia diatas meja makan. Bukan masakkan yang mewah dan rupa-rupa, hanya dua piring nasi goreng dan juga satu gelas jus tomat dan jus strawberry. Entah enak atau tidak, yang pasti Sakura meneguk salivanya sendiri dengan susah payah saat melihat asap halus yang menggepul diatas nasi goreng itu
"Cepat makan!" perintah Sasuke. Sakura diam, tapi perlahan tangannya mulai bergerak mengambil sendok untuk menyuapkan nasi goreng itu kedalam mulutnya. Sasuke menyeringai, kemudian duduk dikursi sebelah Sakura, memperhatikan Sakura yang terus menerus menatap lurus kearah nasi goreng buatannya "Sampai kapan kau mau melihatnya terus?"
Sakura mendelik "Aku yakin masakkanmu ini tak akan enak!" Sasuke terkekeh. Ah, difikirannya kali ini sudah terbayang macam-macam hal yang bisa dia lakukan dengan Sakura setelah acara memakan ini selesai. Dengan percaya diri yang tinggi Sakura dengan cepat melahapkan sesendok nasi goreng itu kedalam mulutnya dan-
-Wow
Masakkan ini bahkan lebih enak dari masakkannya! Gila! Sakura bahkan lupa bernafas untuk beberapa saat –bukan karna masakkan, tapi karna ingat taruhannya dengan Sasuke. Ah dirinya benar-benar terancam saat ini
"Jadi? Bagaimana rasanya, Nona?"
Sakura menoleh kesebelahnya dan mendapati Sasuke sedang bertompang dagu dengan tangan kirinya dan menatap penuh introgasi kearahnya. Sakura tak menjawab namun segera memalingkan wajahnya yang memerah. Dari reaksinya saja Sasuke sudah tahu apa jawaban Sakura. Dan itu membuatnya benar-benar senang saat ini
Sasuke bersiul kecil "Enak ya?" Sakura diam, tak menjawab. Namun mulutnya kini menyunyah perlahan makanan yang Sasuke buat. Yeah Sakura akui, bahwa makanan Sasuke itu enak dan yang Sakura takuti adalah permintaan Sasuke.
"Be –berisik!"
Sasuke tersenyum penuh kemenangan "Aku harap kau orang yang benar-benar dapat menepati janji, Sakura" bulu kuduk Sakura berdiri saat Sasuke menyebutkan namanya dengan sedikit mendesah. Ah, dari roman-romannya saja Sakura sudah bisa menebak apa yang diinginkan oleh ayam mesum disebelahnya "Sekarang makanlah dulu, permintaan baru akan kuajukan saat kita selesai makan."
Sasuke mengambil sendok dan memulai ritual makannya. Keduanya makan dalam keadaan sepi, hanya terdengar bunyi benturan sendok dengan piring, juga jam dinding yang berdetak dengan nyaring.
"Kita ini.." Sasuke mulai angkat bicara "Seperti sepasang suami – istri yang baru menikah ya?"
BLUSH!
"Ja –jangan bicara macam-macam baka!" ah, wajahnya memanas. Dapat Sakura pastikan kini wajahnya merah sampai telinga. Sasuke terkekeh kemudian kembali melanjutkan makannya seolah tak terjadi apa-apa.
Sakura mendengus, apa yang difikirkan oleh Sasuke sih? Otaknya itu sudah terkontaminasi oleh fikiran-fikiran mesum yang sudah tingkat akut. Belum lagi sekarang mereka adalah sepasang –kekasih?
BLUSH!
Mengingatnya saja sudah dapat membuat pipi Sakura merona, ckck~
oOo
Sasuke menyimpan kembali sendok yang ia pakai, dan meminum jus tomat sampai tandas setengah "Nah, sekarang waktunya permintaanku."
Jantung Sakura berdetak dengan cepat saat menunggu Sasuke melanjutkan kata-katanya. Keduanya kini sudah menghabiskan makanan mereka. "A –apa yang inginkan dariku?"
"Apa yang kuinginkan?" Sasuke menggidikkan bahunya "Tentu saja.. kau"
DEG!
"Ma –maksudmu?"
Sasuke menyeringai dan itu membuat Sakura mau tak mau mundur satu langkah kebelakang "Aku menginginkanmu, disini, sekarang."
BLUSH!
Benar dugaan Sakura. Dia harus lari kekamar dan segera menguncinya, jika tidak..
"Jangan berfikir mau mengingkari janjimu, Sakura" seolah bisa membaca fikiran Sasuke berucap seperti itu sambil mendekat kearah Sakura yang kini sedang berada dipinggir meja. Melihat Sasuke mendekat kearah sontak membuat Sakura mengambil ancang-ancang lari namun kalah cepat oleh Sasuke yang kini sudah menghimpitnya diantara meja dan tubuhnya
"Sa –Sasuke"
"Panggil aku dengan embel-embel –kun, Sakura.."
"Ta –tapi, Sasuke.. –kun"
Sasuke mengelus pelan pipi Sakura dengan jari telunjuknya. Sedikit tak tega juga sih melihat Sakura tegang begini. "Baiklah, permintaan ku ringankan" Sakura mendesah lega "Tapi, aku ingin bagian dalam mulutmu. Bagaimana?"
HAH?!
"A –ap –mnnh!"
Tanpa menunggu persetujuan Sakura, Sasuke sudah terlebih dahulu mengangkat dagu gadis pink itu dan menciumnya tepat dibibir. Melumatnya dan menekan bibirnya dalam-dalam pada bibir Sakura. Sakura tak merespon namun sedikit berontak, pasokan udaranya menipis saat ini. Tak perduli keadaan Sakura, Sasuke terus menerus menyerangnya dengan ciuman ganas.
"Sash –tung –mmnn!"
Tak mendapat respon, Sasuke dengan gemas mengigit bibir bagian bawah Sakura dan sontak membuat gadis berumur 16 tahun ini membuka mulutnya. Sasuke memasukkan lidahnya, mengabsen setiap deretan gigi-gigi rapih Sakura dan mengajak lidah Sakura bergulat. Saliva mengalir melalui dagu Sakura dan menetes kebawah –entah saliva milik siapa itu
Wajah gadis ini sekarang sudah sangat memerah. Sakura menutup kelopak matanya rapat-rapat, merasakan ciuman Sasuke yang semakin lama semakin merambat halus. Tak seperti pertama, penuh nafsu dan juga paksaan.
Hanyut dalam keadaan, Sakura perlahan mulai membalas ciuman Sasuke. Kedua tangan mungilnya meremas kaos biru dongker milik Sasuke erat sehingga membuatnya kusut. Dalam sela-sela ciuman itu Sasuke tampak menyeringai puas. Tangan pemuda itu perlahan bergerak menuju pinggang Sakura dan menariknya sehingga tubuh depannya menempel dengan tubuh depan Sakura.
"Engh~ Sa –suke"
Jamahan Sasuke kini turun menuju leher jenjang milik kekasihnya. Dihisap, dijilat, dan juga ada gigitan kecil disana –dan tentu saja akan meninggalkan kissmark nantinya.
"Ber –henti Ugh!"
Dengan sekuat tenaga yang masih dia punya, Sakura mendorong bahu Sasuke dan pemuda itu sukses sedikit menjauh dan menghentikan permintaannya pada Sakura. "Hah.. hah, Aku butuh oksigen baka!" Sasuke mendengus dan melirik kearah leher Sakura yang terdapat bercak merah disana
"Hmm~ tanda ini bagus juga." Sasuke mengelus bekas kissmarknya "Kapan-kapan akan kubuat lebih banyak yaa, Sayang"
BLUSH!
Sakura mendorong Sasuke dengan kencang hingga membuat Sasuke mundur dua langkah, dan kesempatannya untuk kabur saat ini "TIDAK AKAN PERNAH!" teriaknya sambil berlari menuju kamar dan menutup pintu kamar dengan kencang
Sedangkan Sasuke tampak anteng sambil mengusap rambutnya kebelakang "Cherry-ku yang manis," ucapnya diakhiri dengan seringaian
oOo
"Enghh~"
Gadis berambut merah muda itu tampak menggeliat diatas tempat tidurnya. Kedua kelopak matanya mengejap-ejap perlahan hingga sepenuhnya terbuka dan memperlihatkan bola mata emeraldnya yang memukau. "Hm? Sudah siang rupanya." Sakura bangkit dari tidurnya dan menoleh kearah samping. Seketika emeraldnya terbelalak "APA YANG KAU LAKUKAN DISINI AYAM?!"
BUG!
Satu tendangan super keras ala Nona Haruno berhasil mendarat diperut pemuda raven yang sedang tertidur pulas disebelahnya dan membuat pemuda itu jatuh kebawah. Sejak kapan Sasuke tidur bersamanya?! Ah gila! Sakura lupa mengunci pintu kamar sehingga Sasuke bisa masuk kesini. Dan, apa yang dilakukannya pada Sakura saat dia tidur? Jangan-jangan…
Dengan cepat Sakura melihat penampilannya. Sakura mendesah lega, ternyata dirinya masih berpakaian lengkap. Tapi? Bagaimana kalau dia digrepe-grepe saat tidur?!
"KYAAAAA!" Sakura spontan memeluk dirinya sendiri dengan lutut yang ditempelkan didepan dada
Sasuke bangkit dari tempat tersungkurnya dan mengelus perut datarnya perlahan. Sial, Sakit sekali "Ck! Berisik pink!" Sasuke mengernyitkan dahinya bingung saat melihat Sakura yang sudah berkaca-kaca dengan memeluk dirinya sendiri "Ada apa denganmu?"
"Kau.. brengsek! Berani-beraninya kau berbuat mesum padakuuu!" lirih Sakura
Sasuke cengo. Memangnya dia melakukan apa pada Sakura?
"Apa maksudmu?"
"Kau pasti berbuat macam-macam padaku 'kan?!"
Seketika tawa Sasuke terdengar menggelengar, sambil memegang perutnya Sasuke berkata "AHAHA! Kau gila! Aku masih punya akal untuk tidak memperkosa gadis yang sedang tertidur" Sakura memalingkan wajahnya yang sudah sangat memerah "Lagi pula bercinta dengan orang tidur itu kurang nikmat kau tahu?"
BLUSH!
"Ja –jangan bicara vulgar seperti itu ayam!"
Sasuke terkekeh. Ah, kekasihnya ini memang benar-benar lugu entah idiot atau apa. "Sudahlah ayo kita sekolah. Lagi pula ini sudah siang"
Sakura terhenyak, ah dirinya lupa bahwa hari ini sekolah "Memangnya sekarang jam berapa?"
Sasuke menunjuk jam dinding "Jam tujuh kurang lima belas" ucapnya enteng dengan ekspresi innocent
HEE?!
"AKU KESIANGAAANNNN!"
oOo
Sekumpulan lelaki tampak sedang serius membicarakan sesuatu. Jika dihitung jumlah pemuda yang kini berada dalam ruangan yang bisa disebut penting itu ada 10 orang. Diantaranya ada Naruto. Para lelaki itu tampak duduk melingkari sebuah meja yang berbentuk bulat. Semuanya memiliki kesibukan masing-masing. Ada yang sedang berkutat dengan laptopnya, ada yang iseng bermain gitar, dan ada yang sekedar merokok sambil memainkan ponselnya
"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Itachi?" Pemuda berambut merah kini mulai angkat bicara. Sebelah tangannya mengambil gelas yang berisi bir dan meminumnya hingga tandas
Itachi –lelaki berambut raven dikucir satu itu tampak terdiam. Kedua bola mata onyxnya sesekali menutup dan kembali terbuka. Fikirannya kini sedang terfokus pada sosok adik satu-satunya itu. "Entahlah Sasori. Aku bingung, Sasuke semakin lama semakin susah diatur. Apalagi kedatangan gadis dimasalalunya itu membuatnya semakin lupa akan tujuan utama misi yang dia emban"
Sasori –lelaki berambut merah itu menghela nafas. Dia memang yang paling mengerti tentang masalah yang sedang dilanda teman satu kelompoknya ini. Uchiha Sasuke –adik Itachi, anak lelaki berumur 16 tahun itu malah berbalik melindungi gadis pink yang seharusnya dibunuh olehnya. Karna dalam misi yang diberikan oleh Orochimaru memang begitu.
Sasuke itu seharusnya membunuh Sakura.
Namun saat Sasuke menyadari bahwa Sakura adalah cherry-nya dimasalalu. Dia malah berbalik melindungi gadis itu –dan mungkin bisa dibilang kembali mencintainya.
Jika kalian bertanya, Sasuke itu seorang mafia tapi kenapa tak ada satupun yang mengenalinya saat Sasuke dengan bebas berkeliaran tanpa tertangkap oleh polisi? Jawabannya sederhana. Karna saat Sasuke melaksanakan misinya Sasuke selalu menggunakan topeng. Hingga tak ada satupun polisi yang sanggup mengenalinya, bahkan sebagai seorang mafia sekalipun. Sesudah membunuh targetnya Sasuke langsung membuang semua alat-alat yang dia gunakan untuk menghabisi para korbannya.
"Mungkin kau harus memisahkannya, Itachi" Hidan –salah satu anggota kelompok itu angkat bicara saat melihat Itachi tampak memijat-mijat pelipisnya "Kalau perlu biar aku saja yang membunuh gadis itu"
"Jangan!" sergah Itachi cepat "Kalau kau melakukan itu. Kau yang akan kubunuh Hidan!" kedua mata Itachi memicing kearah Hidan yang tampak biasa-biasa saja mendengar ancamannya
Hidan tampak menggidikkan bahunya acuh "Kenapa kau perduli pada gadis itu heh? Jangan-jangan kau malah jatuh cinta padanya lagi"
Itachi mendengus "Bukan begitu. Hanya saja.." Itachi menggantungkan ucapannya "Aku sangat tahu, bahwa Sasuke sangat mencintainya"
Deidara yang sedari tadi berkutat dengan laptopnya kini ikut mendengarkan ucapan Itachi "Kenapa begitu hn?"
Seluruh orang yang berada disana terdiam. Menunggu Itachi melanjutkan ceritanya "Sasuke sangat menggilainya. Dia adalah anak perempuan yang ditolongnya sepuluh tahun yang lalu. Namun, gadis itu malah meninggalkannya saat Sasuke mau mengungkapkan perasaannya. Dan itu membuat sifat Sasuke yang dulunya ceria, berubah menjadi pemurung"
Naruto tertunduk. Diantara semuanya –terkecuali Itachi hanya Narutolah yang sangat dekat dengan Sasuke. Pada saat Naruto pertama kali melihat Sakura, Naruto tercengang. Ternyata benar, gadis yang menjadi sasaran Orochimaru kali ini adalah orang yang dicintai oleh Sasuke. Jika Naruto berada diposisi Sasuke saat ini pastilah sangat sulit, memilih pekerjaan dan keluarganya atau gadis yang sangat dicintainya? Tak ada pilihan
Seandainya sejak pertama kali Sasuke tak bergabung dengan kakaknya dan menjadi mafia. Pasti keadaan tak akan seperti ini. Sasuke pasti dengan leluasa akan kembali menjadi manusia yang mempunyai kehidupan normal. Tak dibebani oleh misi yang ditugaskan pada para anggota mafia ini
Jika tugas tidak dilaksanakan. Maka, orang yang ditugaskanlah yang harus mati.
oOo
Sakura menghentak-hentakkan kakinya kelantai dengan tumpukkan buku-buku ekstra tebal yang harus dibereskannya kali ini, Sakura menggeram "Jika bukan karna kau yang lama! Kita pasti tak akan terlambat dan dihukum seperti ini! Dasar ayam mesum sialan!" gerutunya dengan nada yang sedikit tinggi
Sasuke menoleh kesamping –kearah Sakura yang kini tampak membereskan buku-buku perpustakaan kedalam rak buku "Sudah jangan berisik dan terus bereskan! Agar kita bisa cepat kekelas"
Sakura mendengus kesal, dengan gemas dia menginjak kaki Sasuke yang memakai sepatu dengan kakinya dan sukses membuat pemuda bermata onyx itu memekik kesakitan. Sakura mengangkat sebelah halisnya saat Sasuke memberi deathlarge andalannya, namun itu sama sekali tak berpengaruh pada Sakura
"Ck! Dasar"
Sakura mendengus menahan tawa saat mendengar Sasuke menggerutu tak jelas sambil sesekali melihat kebawah –kearah kakinya yang tadi diinjak oleh Sakura. Sakura heran, Sasuke itukan mafia? Tapi kenapa tak ada yang mengenalinya saat dia bebas keluar dari tempat persembunyiannya. Dan lagi, kenapa Sasuke menumpang tinggal dirumahnya? Padahal masih banyak apartemen lain yang mungkin belum berpenghuni
"Sasuke-kun"
Sasuke menghentikan aktifitasnya sesaat lalu menoleh kearah Sakura yang kini sedang mengetuk-etukkan jari telunjuknya pada dahinya sendiri –pose berfikir. "Apa cherry?"
Bertanya jangan? Oke bertanya sajalah "Kenapa kau memilih tinggal diapartemenku?"
Hm?
Sasuke mengernyitkan dahinya bingung, namun sesaat kemudian dia mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini. Sakura tampaknya sudah mulai curiga, namun tetap saja Sasuke bertanya "Apa maksudmu?" raut wajah Sasuke berubah menjadi serius, dan itu membuat Sakura meneguk salivanya sendiri dengan gugup
"Ma –maksudku.. ke –kenapa kau memilih tinggal diapartemenku? Pa –padahal masih banyak apartemen ditempat lain yang kosong" bicara tersedat-sedat Sakura berusaha kembali melanjutkan ucapannya "Apa.. kau tak punya maksud lain, selain mencari tempat sembunyi? Tapi jika kau sembunyi, kenapa kau bisa sekolah?"
Yeah, pertanyaan Sakura masuk akal juga. Waktu pertama kali bertemu, Sasuke memaksa tinggal diapartemen Sakura dengan alasan mencari tempat sembunyi. Tapi sekarang, Sasuke malah dengan entengnya berkeliaran. Sebenarnya, Sasuke bisa saja memberitahu misinya pada Sakura. Namun entah mengapa, pemuda raven itu malah menyembunyikan semua itu
Sasuke diam. Tak menjawab, juga tak bergerak. Fikirannya kini berkelana untuk mencari jawaban untuk pertanyaan Sakura. Masa iya dirinya harus bilang alas an dia tinggal diapartemen Sakura karna memang Sakura-lah target dalam misinya? Tidak. Terlalu bodoh untuk menjawab seperti itu
Sasuke menghela nafas panjang, membuat Sakura menoleh padanya. Manik onyx dan emerald itu berpandangan tajam. Saling mencari jawaban didalam tatapan "Itu karena.."
Sakura menajamkan indra pendengarannya saat Sasuke mulai berbicara
"Aku.."
BRAK!
"Baiklah Haruno dan Uchiha. Kalian boleh kembali kekelas" suara berat khas orang dewasa memotong pembicaraan Sasuke dan Sakura yang sedang berada diambang final "dan ingat! Jangan terlambat lagi" guru lelaki yang sering disebut Ibiki-sensei itu bicara dengan nada ketus
Sakura menggeram kesal, hampir saja Sakura mengetahui alasan Sasuke. Gurunya yang killer itu tiba-tiba datang dan menghancurkan semuanya. Ah, sepertinya Sakura harus mencari moment lain untuk menanyakannya lagi pada Sasuke
"Terimakasih sensei" sekilas dapat Sakura lihat raut wajah Sasuke yang terlihat lega "Kami pamit"
oOo
"Sakura-chan!"
Sakura dan Sasuke spontan menghentikan langkahnya saat mendengar suara halus memanggil nama gadis berambut pink disebelah Sasuke. Sakura membalikkan tubuhnya dan tersenyum pada sahabatnya. Hinata –orang yang tadi memanggil Sakura ikut tersenyum pada Sakura juga pada Sasuke
"Ada apa Hinata-chan?"
"A –ano" Hinata melirik kecil kearah Sasuke. Paham akan maksud Hinata, Sakura memberi kode pada Sasuke agar dia duluan berjalan kekelas. Sasuke mendengus namun akhirnya dia pergi duluan setelah memberikan kecupan kecil dikening gadis bermata emerald itu dan sukses membuat Sakura blushing "Jadi begini Sakura-chan. Pihak manager menyuruh kita untuk datang sore nanti"
"Ohh.." Sakura menggangguk "Jadi? Ada perlu apa mereka memanggil kita?"
Hinata menggeleng "Entahlah Sakura-chan. Tapi.." Hinata menggantungkan ucapannya, membuat Sakura mengernyitkan dahinya bingung "kurasa, itu ada hubungannya tentang gosip perihal hubungan Sakura-chan dengan Sasuke-san"
Sakura tercengang. Dirinya baru ingat, bahwa ada peraturan dimana para personil Girly dilarang keras memiliki kekasih. Itu karena pihak manager takut akan reportasi Girly yang akan menurun jika para personilnya yang sudah mempunyai kekasih
DEG!
Sedangkan dirinya kini memiliki kekasih –yah walaupun tak saling mencintai mungkin. Tapi tetap saja "A –ah. Baiklah" Hinata tersenyum sedikit prihatin akan posisi sahabat pinknya saat ini. Jika jadi Sakura dirinya pasti akan bingung memilik karrir atau kekasih?
Pilihan yang sulit? Memang
Namun sepertinya Hinata tak mengetahui. Bahwa Sasuke hanyalah seorang Mafia yang tak diketahui asal usulnya.
"Yasudah. Aku hanya mau memberi tahu itu saja." Hinata tersenyum sambil memiringkan sedikit kepalanya "Sampai jumpa Sakura-chan" Sakura menggangguk dan juga membalas Hinata dengan senyumannya
Kini apa yang harus dilakukannya? Walaupun Sakura bisa dengan mudah meninggalkan Sasuke dan fokus pada karrirnya. Namun entah mengapa, hatinya berkata lain. Hati kecilnya berkata:
Pertahankan dia
Jangan lepaskan dia
Tetaplah bersamanya
Sakura mengigit bibir bawahnya sendiri. Kedua tangannya mengepal erat disamping tubuhnya
oOo
"Kau lama sekali Cherry"
Sakura menghempaskan bokongnya tepat disebelah Sasuke kemudian menompang dagu dengan tangan kirinya. Ekspresinya saat ini benar-benar kacau, Sakura saat ini benar-benar enggan untuk berbicara. Bahkan, semua murid yang menyapanya tak dibalas olehnya. Entahlah, perasaannya saat ini sedang berkecamuk. Terlalu malas untuk banyak bicara saat ini, Sakura hanya bisa memandang malas kearah Sasuke yang menunggu jawabannya
Sasuke menggidikkan bahunya acuh lalu kembali melanjutkan acara menulisnya yang sempat tertunda saat kedatangan kekasih pinknya. Tanpa Sasuke sadari, Sakura sedang memandang sendu kearahnya dengan mengigit bibir bawahnya sendiri
Ah, melihat wajahnya saja sudah membuat hati Sakura sakit.
Walaupun baru beberapa hari Sakura kenal dengan Sasuke, tapi rasanya Sakura telah lama kenal dengan pemuda raven disebelahnya. Dan itulah yang membuat Sakura susah untuk melepasnya
Dan tanpa Sakura sadari, Sasuke juga sesekali melirik kearah Sakura dengan ekor matanya. Kata hati dan fikirannya saat ini sedang bergelut.
Hatinya berkata lindungi dia, tetaplah bersamanya, jangan biarkan dia terluka
Tapi fikiran berkata bunuh dia, ingat misi utamamu, jangan buat kau semakin mencintainya
"Sasuke" / "Sakura"
Keduanya memanggil secara bersamaan. Saling berpandangan, dan saling salah tingkah satu sama lain
"Kau duluan" sela Sasuke
"T –tidak. Kau saja duluan"
"Ladies first" Sasuke tersenyum, dan itu membuat Sakura semakin gelagapan.
Dengan gugup Sakura mulai berbicara "I –itu. Nanti saat pulang sekolah. Aku ada urusan dengan pihak manager. Jadi kau bisa pulang duluan. Kunci ku simpan ditempat biasa" Sasuke tersenyum maklum, tangannya terangkat menuju kepala gadis itu, dan mengelus perlahan kepala Sakura
"Hati-hati dijalan" Sakura menggangguk dan tersenyum.
Hei sadarkah kalian?
Bahwa kalian berdua sudah mulai saling mencintai..
oOo
"Cepatlaaah foreheaadd!"
Sakura mendengus kemudian mempercepat larinya "Hah.. sabar sedikit Pig!" Ino melancak pinggang sambil menunjuk wajah Sakura dan mulai mengomelinya karna ketelambatannya datang. Sedangkan Hinata hanya bisa tersenyum maklum melihat kelakuan dua sahabatnya, Ino dan Sakura –yang saat ini sudah seperti Ibu memarahi anaknya sendiri
"Hei sudahlah Ino-chan. Kasihan Sakura-chan. Mungkin dia punya alasan sendiri datang terlambat" Ino menoleh pada Hinata dengan tatapan garang –membuat Hinata tertawa kaku
Ino menghela nafas "Hinata, kau ini selalu saja membela si forehead." Hinata menggaruk pipinya menggunakan telunjuk dan tersenyum sedikit dipaksakan "Ah, sudahlah~ ayo kita masuk. Bapak mesum itu sudah menunggu kita dari tadi"
"Justru kau yang sedari tadi membuat bapak mesum itu menunggu Pig!" sergah Sakura dengan ekspresi meremehkan dan lidah yang dijulurkan. Ino menggeram bersiap mengejar Sakura, namun Sakura sudah terlebih dahulu masuk kedalam gedung yang sering dibicarakan dengan nama Hatake Corp
oOo
TOK! TOK! TOK!
Lelaki berumur sekitar 24 tahunan itu menggaruk kepala belakangnya sendiri saat mendengar suara ketukan pintu lengkap dengan suara riuh khas suara perempuan diluar ruangannya. Lelaki bermasker itu sudah tentu tau siapa yang ada diluar. Para Personil Girly. Pikirnya
"Masuk!" ucapnya setengah berteriak. Tak lama kemudian tiga gadis dengan warna rambut berbeda menerobos masuk tanpa permisi
"Waaa Kakashi. Sudah lama tak bertemu"
"Kau ini agak sopan sedikit Forehead!"
"Ka –kalian ini jangan terlalu heboh. Maaf Kakashi-san"
Kakashi –lelaki bermasker itu tersenyum miris, terlihat dari ujung matanya yang sedikit menyipit. Sudah seperti biasa para personil Girly ini berisik –terutama Sakura dan Ino yang selalu berargumen sedangan Hinata tampak selalu kalem "Duduklah" Kakashi mempersilahkan. Ketiga gadis itu menggangguk dan langsung duduk disofa yang telah disediakan diruangan Kakashi
"Jadi? Ada perlu apa kau memanggil kami, Kakashi-san?" Hinata mulai bertanya
Raut wajah Kakashi berubah menjadi serius dan itu membuat suasana yang tadinya tenang menjadi lebih tegang. "Aku akan membicarakan suatu hal. Terutama padamu Sakura" Kakashi menunjuk Sakura dengan dagunya
GLEK
"A –apa?"
"Kalian pasti sudah mendengar perihal Sakura mempunyai kekasih bukan?" Kakashi berdiri lalu mendekati mejanya dan mengambil sesuatu diatas meja "Lihatlah"
DEG!
Apa-apaan itu? Majalah dengan sampul foto Sakura yang tertera jelas disana lengkap dengan tulisan 'HARUNO SAKURA PERSONIL GIRLY YANG SEDANG NAIK DAUN KINI MEMPUNYAI KEKASIH' tulisan itu ditulis dengan huruf kapital yang ekstra tebal
"K-kenapa bisa?" Sakura berkata lirih. Meski tau pertanyaannya itu bodoh karna sebagai public figure sudah pasti apapun yang dialami oleh mereka akan dengan mudah diketahui oleh masyarakat. Terutama para fans mereka yang bisa dibilang sangat fanatik itu. Dan itu pasti ulah para wartawan yang sering memburunya
Kakashi kembali duduk ketempat sebelumnya dan menaruh majalah itu diatas meja yang berada diantara sofa "Kau sudah tau tentunya Sakura" Ino dan Hinata bergerak gelisah, meskipun bukan mereka yang mengalami ini. Tapi mereka sebagai sahabat Sakura sudah pasti bisa merasakan apa yang dialami oleh sahabat pinknya ini "Kalau semua personil Girly dilarang mempunyai kekasih" ucap Kakashi sambil menatap serius kearah Sakura yang kini tampak mengigit bibir bawahnya sendiri
Sakura menundukkan kepalanya. Membuat wajah cantiknya tertutupi oleh poninya yang membingkai sisi kanan kiri wajahnya. "Jadi.. apa yang harus kulakukan?"
Kakashi tampak memijat pelipisnya dan berkata "Tak ada cara lain. Kau harus memutuskannya, Sakura"
DEG!
Sakura spontan mendongkakkan kepalanya "A –apa?"
.
.
Apa yang akan dilakukan Sakura?
Memutuskan Sasuke.. atau tetap mempertahankannya?
.
.
TBC
.
.
.
Em.. Hai minna-san(^.^)/ Mila bawain Crazy Love chapter 4 nih :D. Hehe, gomen updatenya telat banget ya? T.T maaf, sebagai permintaan maaf Mila kali ini buat lebih panjang ceritanya XD ini udah lebih panjang belum? *lirikkeatas maaf kalau belum T.T dan dichapter ini udah kerasa belum masalah diantara SasuSaku? Mudah-mudahan udah kerasa yaaa XD. Dan ratenya udah naik nih:D berhubung banyak yang request minta rate naik yaudah deh :3
Cieee pada penasaran sama ceritanya yaaa? Wkwkwk #ditimpukbatubata. Oh ya. Mungkin setelah ini Mila bakal update telat lagi-_- dikarenakan Mila lagi Ujian Sekolah :D maklum masih kelas 3 SMP kak :3 #gaknanya. Tapi Mila bakai usahain buat ngetik cepat (^w^)9. Semoga readers ga kecewa atas chapter ini yaaa:D
Oke Balasan beberapa review:
Krystaljung13: em soal berapa chapternya Mila gatau juga mungkin sekitar 7 -8. Itupun gatau juga sih XD arigatou reviewnya :D
Arum Junnie: ah kamu me-review sampe tiga kali ya?XD Arigatou reviewnya :D
Chichak deth: wah iya? Ahaha, iyaa tak apa-apa. Kamu review dua kali ya? waah tak akan bosan, itumalah buat aku bahagia /plak/ terimakasih atas reviewnya yaaa :D
Sasara-chan: sama? :o *bacaficitu wah iya-_- ceritanya hampir sama. Sumpah deh aku gatauuu T.T tapi alur ceritanya beda iya kan, iya kan? *puppyeyes. Ah gomen jika sama T.T tapi makasih sudah menyukai fic ini :D makasih juga reviewnyaa *peluk* #dijitak
Spesial Thanks To:
Caesarpuspita, mantika mochi, sjxjs, Manda Vvidenarint, YOktfNavy, undhott, NikeLagi, KuroNeko10, hanazono yuri, , suket alang alang, Luca Marvell, Rizka scorpiogirl, Lyra, Aihara Kotoko, D, Kimmy ranaomi, Mizuki-chan, Nurulita as Lita-san, Lynn
Buat para readers makasih ya udah baca fic ini *nangisbombay /plak/ makasih juga buat yang udah pada review dan kasih aku semangat untuk melanjutkan fic ini. Makasih buat kalian yang udah nge-fave dan mem-follow fic ini aku berterimakasih sekalii..
Okelah sekian dari Mila. Sampai ketemu dichapter depaaann #ngilang
.
.
RnR?
