Cast: EXO (mungkin akan ada beberapa cameo)

Rated: M O.O

Genre: Was was

Warning: BL, YAOI,TYPO, ANEH, ABSURD, BIKIN PUYENG

Halooo semuaaaaa \^o^/... JiJi kembali setelah bertapa, mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudraaa..walah malah nyanyi! Maaff..hehe #bow

FF ini jadi lagi lagi di waktu yang nggak tepat karna munculnya pas JiJi lagi dirumah sodara -" untung nggak ketauan nulis beginian walaupun para mahluk kecil (adik) JiJi pada KEPO! Nah yang jelas ENJOY yaaaa... Ayo baca...baca... :O hehehee udah lanjut nii WOIIII/

DON'T LIKE DON'T READ

By LeeJINNI

Kai mengeram marah saat melihat posisi Luhan dan Sehun dihadapannya. Dengan kasar Kai menarik Luhan dan membawanya ke dalam kamar mereka. Sehun hanya bisa terdiam entah apa yang harus ia lakukan jika bertemu Kai nanti, dan apa yang ia lakukan tadi? Berusaha mencium Luhan? Oh DAMN! Pikiran Sehun sudah mulai kacau sekarang.

SEMINGGU KEMUDIAN

Sejak kejadian seminggu yang lalu itu, Kai dan Sehun sama sekali tidak bicara. Mereka saling menatap sinis satu sama lain, jika bisa, mereka mungkin ingin mengeluarkan laser panas dari kedua mata mereka dan membakar satu sama lain. Hari ini jadwal EXO tidak terlalu padat maka mereka bisa kembali ke dorm lebih awal, Kristao dan Sulay memilih untuk keluar mencari makan malam untuk perut mereka, lalu Chanbaek juga memilih untuk kencan dimalam hari di sungai Han dengan bersepeda. Tidak mau kesempatan emas ini hilang Chen pun membujuk Xiumin untuk mengantarnya jalan jalan sebentar dengan alasan klise yaitu, mencari udara segar. Yah..alhasil kini dorm lebih sepi dibandingkan kuburan, Luhan dan D.O pergi sebentar ke mini market dekat dorm mereka untuk membeli beberapa snack, sedangkan Kai dan Sehun hanya tinggal berdua di dorm mereka. Sehun masuk kedalam kamarnya meninggalkan Kai yang sedang menonton acara TV. Sehun benar benar malas hanya berdua dengan Kai, padahal Kai adalah sahabat dekatnya dulu sebelum Kai merebut Luhan darinya. Sekarang Sehun benar benar tidak tahu bagaimana harus bersikap dengan Kai, ia merindukan masa masa dimana mereka benar benar kompak dan akrab. Tiba tiba pintu kamar Sehun terbuka dan menampilkan sosok Kai di ujung pintunya, Kai masuk dan mendekat kearah tempat tidur Sehun dimana Sehun sedang berbaring diatasnya.

"Aku ingin bicara." Suara Kai terdengar dingin.

"Apa? Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?" Sahut Sehun ketus sambil berdiri menghadap Kai.

"Apa yang kau lakukan kemarin? Kau ingin mengambilnya dariku?" Sinis Kai.

"Hahaahaa..bukankah kau yang merebutnya dariku? Kau tahu aku mencintainya, kau tahu aku sangat memujanya, tapi dengan mudahnya kau merebutnya!"Sehun berkata emosi dan mencengkram kerah baju Kai erat.

"Cih...aku tahu Sehun, aku tahu dengan pasti maka dari itu aku merebutnya!" Kai mendorong Sehun keras hingga cengkraman Sehun terlepas.

"Lalu, kenapa kau melakukannya Kai?" Sehun memukul keras wajah Kai hingga terjatuh. Kai bangun dengan segera dan mencengkram kerah baju sehun dengan penuh emosi..

"Karna aku iri dengan mu! Semua orang peduli padamu, dari dulu aku selalu kalah dari mu! Aku muak, sangat muak. Aku selalu berusaha lebih keras dari mu tapi kau selalu menang. Sekarang aku menang darimu, Luhan lebih memilih ku dibandingkan kau! Hahaha...walaupun aku harus merelakan perasaan ku yang sesungguhnya, hingga aku harus meninggalkan Kyungsoo orang yang aku cintai dan mematahkan hatinya!"Kai berkata penuh emosi dengan tangannya yang masih mencengkram erat kerah baju Sehun.

Bruukk...

Terdengar suara orang jatuh dari luar kamar Sehun, dengan refleks Kai dan Sehun menoleh ke satu titik dimana Kyungsoo kini tengah terduduk lemas dengan wajah yang terlihat sangat syok, belum lagi Luhan yang berdiri disampingnya mulai terlihat menjatuhkan air matanya. Kai membulatkan matanya saat melihat mereka berdua ada di depan pintu kamar Sehun yang pintunya tidak tertutup. Kai langsung berjalan dengan tergesa ingin merengkuh tubuh itu, hatinya sakit melihat mata itu menatapnya dengan air mata. Kyungsoo tidak percaya melihat apa yang dilakukan Kai, ini benar benar membuatnya mengalirkan air matanya semakin deras. Kai memeluknya.

Luhan benar benar merasa sakit hati melihat Kai memeluk Kyungsoo dengan khawatir dan sama sekali tidak memikirkan hatinya yang juga patah kini. Tatapannya kosong seolah dunia menghitam, dengan lunglai Luhan berjalan kekamarnya dan menguncinya dari dalam, Sehun yang masih terpaku segera tersadar dan mengejar Luhan yang sudah masuk kekamarnya. Kai memapah Kyungsoo untuk duduk di sofa dan mengambilkannya segelas air, Kai meminumkan air yang ada ditangannya mencoba membuat Kyungsoo tenang. Diletakkannya gelas itu di meja dan Kai kembali duduk di samping Kyungsoo yang masih menatap ke arah lantai dengan tatapn kecewa yang sangat terlihat jelas.

"Itu alasan kau meninggalkan ku?" Kyungsoo menatap Kai dan kembali terisak kecil.

"..." Kai tidak menjawab pertanyaan Kyungsoo yang menatapnya seperti penjahat.

"Hanya karna rasa iri mu pada Sehun kau mengorbankan ku? Apa kau tidak sungguh sungguh mencintaiku?"

"..." Kai masih enggan membalas semua pertanyaan Kyungsoo yang menohok hatinya.

"Kau jahat Kai...kau meninggalkanku setelah aku memberikan semuanya pada mu! Ini sangat menyakitkan Kaii!" Teriak Kyungsoo sambil memukul mukul tubuh Kai dengan frustasi.

Kai hanya bisa pasrah saja saat Kyungsoo terus memukulnya dan menarik narik kaosnya seperti orang kesetanan, di peluknya tubuh Kyungsoo yang terus mengamuk dan perlahan lahan pukulan dan rontaan Kyungsoo melemah dan berganti dengan tangisan keras.

Pintu dorm terbuka dan menampakkan pasangan Sulay dan Kristao masuk kedalam dorm. Suho yang melihat Kyungsoo yang tertidur dipelukan Kai mengernyit heran. Ada apa ini? Pikir Suho. Lay pun duduk di samping Kyungsoo yang terlihat pucat, menatap Kai dan Kyungsoo bergantian. Sehun berjalan gontai menuju sofa yang sedang di duduki oleh Kai, Kyungsoo dan Lay wajahnya terlihat tak jauh berbeda dari Kai dan Kyungsoo. Terlihat pucat dan lelah.

"Kai?" Lay menepuk lengan Kai yang memeluk Kyungsoo.

"..." Kai sama sekali tidak bicara. Matanya kosong dan bibirnya tidak mau terbuka.

Lay menoleh kearah Sehun yang kini tengah menumpukan kepala berambut putih itu pada pundak sebelah kanannya. Lay mengusap lembut rambut Sehun, Lay benar benar bingung, apa yang sebenarnya terjadi. Suho yang melihat keanehan ini segera menyuruh Kristao untuk membawa Kai dan Kyungsoo ke kamar, agar mereka bisa beristirahat. Kris pun menggendong tubuh Kyungsoo yang sudah terlelap dan sepertinya sangat nyenyak, Tao memapah Kai dibelakangnya walaupun sedikit kerepotan karna Kai sepertinya tidak punya tenaga bahkan untuk berdiri.

"Sehun, apa yang terjadi?" Suho mengacak rambut Sehun pelan untuk mendongak melihatnya yang berdiri di hadapan Sehun. Sehun pun mendongak melihat Suho yang masih berdiri di depannya, Sehun mengangkat kepalanya dari pundak Lay dan mengacak rambutnya frustasi, Sehun mengarahkan Suho untuk ikut duduk dan dianggukan oleh Suho. Sehun memulai semua ceritanya sampai semua member kembali ke dorm dan menunjukan ekspresi yang sama seperti Sulay dan Kristao. Mereka semua bisa merasakan ada hawa yang tidak menyenangkan disini dan benar saja cerita Sehun membuat mereka semua kaget. Kai? Benarkah? Semua member menggeleng pelan dan kembali mendengarkan cerita Sehun. Xiumin bangkit pertama kali untuk melihat keadaan Luhan di ketuknya pintu itu sambil memanggil Luhan dengan khawatir, suara pintu terbuka pun membuat semua yang ada di ruangan TV pun menoleh penasarn dan hanya tangan Luhan yang terlihat menarik Xiumin untuk masuk dan pintu terkunci kembali. Semua member menghembuskan nafas kecewa secara bersamaan dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamar masing masing untuk istirahat, karna besok mereka masih ada jadwal dan pasti akan melelahkan.

KESOKAN PAGINYA

Pagi ini tepatnya pukul 09.00 pagi, semua member terlihat tengah sibuk di dorm mereka. Semuanya mulai bersiap siap dirj untuk jadwal hari ini yang bisa dibilang cukup padat. Ada yang baru berganti baju, ada yang masih mengantuk dan merebahankan dirinya di sofa, ada pula yang sedang asyik memilih mau memakai sepatu yang mana. Lay kini memanggil semua member untuk makan dan terlihatlah gerombolan serigala kelaparan yang langsung duduk manis di depan makanan yang ada di atas meja. Chanyeol menghirup aroma masakan Lay dengan mata yang ditutup menikmati aromanya apalagi rasanya nanti. Luhan yang datang dengan Xiumin membuat semua member menolehkan pandangan mereka pada Luhan yang terlihat sedikit berantakan.

"Kau tidak apa apa?" Lay menaruh semangkuk sup hangat di hadapan Luhan dan menaruh tangannya di kening Luhan.

"Nee.." Luhan memaksakan sebuah senyum untuk menenangkan Lay yang terlihat khawatir.

Kini Kyungsoo yang datang ke meja makan dan sekali lagi semua member menoleh kearahnya kecuali Luhan yang sedang mengaduk aduk isi supnya dengan tidak minat. Kyungsoo menarik salah satu kursi kosong dan mulai mengambil sumpitnya, melahap apa pun yang ada di depannya tanpa bicara. Semua member menatap aneh kelakuan Kyungsoo yang seperti kesetanan itu dan melihat betapa pucat wajah kecil Kyungsoo. Baekhyun menyenggol lengan Chanyeol untuk berhenti menatap Kyungsoo, Chanyeol pun mengalihkan pandangannya pada makanan di depannya dan kembali memakannya dengan masih sesekali memperhatikan Luhan dan Kyungsoo.

"Kai mana?" Nama keramat itu keluar dari mulut Suho yang di tujukan pada Kyungsoo. Semua member masih tetap sibuk dengan makanannya tapi mereka sudah memasang kuping mereka baik baik.

"Di kamar" Kyungsoo menjawab dingin dan terus melahap makanannya.

Suho bangkit dari tempat duduknya berencana untuk melihat Kai, namun tangannya ditahan terlebih dahulu oleh Lay. Suho menoleh kearah Lay yang menggelengkan kepalanya terlihat sangat khawatir, Suho melepaskan perlahan tangan Lay dari tangannya dan tersenyum seolah meyakinkan Lay bahwa semuanya akan baik baik saja. Dia leader dan sudah seharusnya ia menjaga dan melindungi para membernya, itu tanggung jawabnya sebagai leader dan sebuah tanggung jawab didirinya sendiri untuk apapun yang terjadi pada membernya. Itukan alasan kenapa dirinya diberi nama Suho?.

Di dalam kamar kini terlihat Kai dengan wajahnya yang kacau entah apa yang kini sedang ia pikirkan. Suho duduk di samping Kai menepuk nepuk pelan punggung Kai untuk memberinya semangat, ini pasti berat untuk Kai dan kemarin Suho juga sudah memperingati member yang lain untuk tidak terlalu ikut campur dalam hal ini, biar mereka ber4 yang menyelesaikannya. Kai menoleh ke arah Suho dengan wajah bersalah membuat Suho kembali menepuk nepuk pundak Kai seolah mengatakan tidak apa apa. Dengan lemah Kai memeluk Suho erat, di peluknya leader groupnya itu dan menangis sejadinya menyesali semua yang dia lakukan dan merasa bersalah pada semua member karna membuat masalah seperti ini. Suho pun membalas memeluk Kai, seolah merasakan penyesalan besar yang ada di diri Kai. Suho mendengar Kai berucap maaf dengan sangat lirih dan itu terus di ulanginya dengan suara yang makin menghilang, Suho menganggukkan kepalanya dan mengatakan gwenchana berulang ulang agar Kai tenang dan berhenti mengatakan maaf.

"Suho, sudah waktunya kita pergi" Ucap Kris diambang pintu.

Suho mengangguk ke arah Kris dan menyuruh mereka untuk turun lebih dulu. Kembali Suho menoleh ke arah Kai yang masih menyeka air matanya.

"Kau mau ikut atau diam di dorm? Biar aku nanti yang buatkan alasan." Tanya Suho sambil mengelus punggung Kai sayang.

"Aku akan ikut. Tunggu sebentar hyung, aku mau cuci muka dulu" Kai berjalan gontai ke arah kamar mandi. Suho mempersiapkan barang barang yang biasa Kai bawa ke dalam tas milik Kai dan tanpa sengaja Suho menemukan foto Kyungsoo di dalam buku yang biasa Kai baca. Di sana terlihat wajah bahagia Kyungsoo dengan sebuah kotak musik kecil yang unik, Suho tersenyum membayangkan betapa dekatnya Kai dan Kyungsoo dulu walaupun tiba tiba saja Kai malah berpacaran dengan Luhan. Suho membalik foto itu dan menemukan sebuah tulisan kecil di bawah foto itu. "DO KYUNGSOO SARANGHAE" -BE MY LOVE 4EVER. Lagi lagi Suho tersenyum dan memasukkan kembali foto berharga Kai itu ke dalam buku milik Kai. Tepat setelah itu Kai keluar dan menatap aneh ke arah Suho yang tersenyum sangat cerah.

"Kenapa hyung? Senyummu kenapa begitu?" Kai membuka lemarinya dan mengambil salah satu di dalamnya dan memakainya dengan segera lalu beranjak ke arah cermin untuk merapikan rambutnya.

"Tidak, sudah ayo cepat kita bisa terlambat" Ucap Suho sambil memberikan tas milik Kai. Kai menerimanya dan memeriksa isinya sepertinya semua sudah ada di dalam tasnya. Suho pun menarik tangan Kai untuk segera menyusul yang lainnya yang sudah lebih dulu ada di bawah. Kai terlihat kikuk saat masuk ke dalam mobil, disana ada Kyungsoo dan Sehun membuatnya ingat dengan kejadian kemarin. Kai memilih untuk duduk di belakang bersama Chanyeol dan Baekhyun, dan dengan ekor matanya ia masih bisa melihat wajah dingin Kyungsoo sama seperti saat mereka bangun tadi dan Kai masih ingat jelas perkataan Kyungsoo tadi pagi saat mereka terbangun yang membuatnya benar benar hancur.

"Aku membencimu." Hanya kata itu namun berefek besar pada diri Kai. Hancur sudah hatinya bahkan mungkin tidak ada apa apanya dibanding Kyungsoo selama ini.

MALAM HARI

Malam ini Chen berniat untuk tidak tidur dia ingin menonton film yang sudah lama ingin dia tonton dan karna besok libur jadi beruntunglah untuk dirinya. Malam sudah semakin larut semua member sudah bubar jalan menuju kamar mereka masing masing kecuali Xiumin yang masih sibuk di dapur entah apa yang dia lakukan. Chen menyetel kaset film yang ingin dia tonton itu dan mulai menyamankan posisinya dan memeluk semangkuk kripik kentang di lengan sebelah kirinya. Diliriknya Xiumin yang datang dari arah dalur dengan 2 gelas di tangannya.

"Ini untukmu." Xiumin tersenyum pada Chen sembari meletakkan satu gelas di meja. Xiumin ikut duduk di sebelah Chen dengan segelas teh hangat ditangannya. Sesekali di tiupnya pelan teh itu dan di sesapnya perlahan, Chen yang berada di sampingnya merasa sedikit tergoda dengan cara Xiumin meminum tehnya. Beberapa kali Chen menggelengkan kepalanya pelan dan berusaha kembali fokus pada filmnya, namun sayang kini Chen melihat bagaimana Xiumin melahap kripiknya dengan lucu. Dengan gugup di letakkannya mangkuk kripik itu di sebelahnya yang langsung jadi pembatas untuk mereka ber2. Chen berdehem sebentar lalu meminum teh yang dibuatkan Xiumin tadi, menoleh sebentarbke arah Xiumin dan mata Xiumin tepat menatap matanya. Hatinya kini benar benar kacau ingin sekali Chen memeluk Xiumin sepanjang film namun ia sadar itu hal yang beresiko tinggi.

"Kau kenapa?" Xiumin meminum tehnya lalu menghadapkan tubuhnya ke arah Chen.

"Aku mencintaimu. Aku tidak bisa seperti ini, kita hanya berdua saja tapi bahkan untuk menyentuh mu saja aku tidak bisa. Padahal kau sedekat ini." Ujar Chen sambil menundukkan wajahnya.

Xiumin kembali membalik posisinya ke arah TV, tiba tiba film di depannya sama sekali tidak menarik bahkan tangannya kini terasa ucapan cinta itu lagi.

"Kita tidak bisa seperti ini terus. Aku tersiksa, aku juga ingin memiliki orang yang aku cintai! Atau cintamu mungkin sudah hilang?" Chen menekankan kalimat terakhirnya lalu mematikan TV dan berjalan melewati Xiumin menuju ke kamarnya.

Xiumin membeku di tempatnya. "Tidak itu tidak benar! Aku sangat mencintai Chen tapi kenapa aku sangat takut untuk menjadi miliknya!" Xiumin berdialog kecil dengan hatinya.

~~~~~~TBC~~~~~~

Yah maaf deh ini kepotongnya sampe sini...soalnya ini keterusan ampe panjang banget makanya jadi update 2 chap, hehehee...

Dan maaf banget karna FF ini lama banget lanjutnya, soalnya JiJi lagi nggak nemu jalan bwt ni FF...

Teruss, JiJi juga baru selesai ujian...huaahhh bahagiaaa dehhh...#tepuktangandepandosen.. Nah, makanya otaknya baru kebuka lagi bwt lanjutin FF...

AYO DI REPIEW YAA...DAN MAKASIH BWT REPIEW KALIAN YANG KEMARIN #bow

Saranghaeee!