Title : Together We Can
Author : Park Min Chan
Cast : Lee DongHae ( Super Junior )
Super Junior Members
Park Hyemi ( Other Cast )
Kim Jiyoon ( OC )
Kim Yongjoon ( OC )
Genre : Romance ( Maybe )
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Summary : "Mwo? Mengapa aku perhatian padamu? Karena… Karena aku…" / "Dia? Aku suka padanya?" / "Mollayo. Ia lemas sekali, aku bertanya ia hanya diam."
Chapter 4
"Ini enak Hyemi-ssi."
Heechul hyung mengeluarkan suaranya. Semua langsung memandang Hyemi dan Hyemi membalas dengan lembut.
"Ah terima kasih"
"Kau hebat sekali. Ini memang sangat enak."
Leeteuk hyung memujinya lagi.
"Hyemi-ssi apa kau tidak membuatkanku jus strawberry lagi?"
"Ah aku lupa. Mianhae oppa. Besok akan kubuatkan."
Mataku masih mencuri pandangan untuk menatapnya. Ia tidak ikut makan, ia duduk di dekat dapur agar cepat mengambil yang dibutuhkan. Sebenarnya aku masih bingung mengapa ia memanggil member lain dengan panggilan oppa sedangkan ke aku tidak.
"Aku mau belajar masak padamu Hyemi-ah"
Ryeowook meminta agar Hyemi mau mengajarkannya memasak.
"Baiklah. Tapi malam ini tidak bisa"
"Wae?"
"Aku harus ke tempat kerja."
Two Month Later
At Bread Love
Yongjoon POV
"Kau terlihat lelah akhir-akhir ini Hyemi-ah?"
"Ne."
"Wae? Kau tidak apa-apa?"
"Gwaenchana Yongjoon-ah. Aku kuliah, bekerja disini, memasak dirumah, dan kadang ke dorm Super Junior untuk membantu dan mengajar Ryeowook memasak"
"Jangan terlalu lelah Hyemi-ah. Aku khawatir padamu"
"Ne Yongjoon-ah. Mengapa kau perhatian sekali padaku?"
"Mwo? Mengapa aku perhatian padamu? Karena… Karena aku…"
"Annyeong!"
Jiyoon datang dan mengalihkan perhatian Hyemi yang tadinya fokus padaku.
"Terima kasih karena kau perhatian padaku Yongjoon-ah! Aku ke belakang dulu ne?"
Aku mengangguk pelan. Ia benar-benar yeoja yang hebat. Walaupun lelah masih bisa tersenyum dan bekerja dengan baik. Apa dia tidak sadar bahwa aku cinta padanya? Aku benar-benar tidak bisa sehari melewatkan senyuman dan candanya itu. Ia selalu membuatku rindu jika kuliah sampai tidak bisa datang ke toko.
Park Hyemi. Aku cinta padamu.
Hyemi POV
Pagi aku kuliah, siang aku jaga di toko roti dan sore ini aku harus ke dorm Super Junior untuk mengajari Ryeowook memasak. Sudah satu bulan lebih aku mengajarnya memasak dan sering datang ke dorm Super Junior, bertemu dengan member Super Junior dan Donghae. Entah mengapa jika aku datang kesana aku selalu ingin bertemu dengan Donghae.
"Annyeong. Apa kabar?"
"Ah annyeong. Aku baik. Mari masuk Hyemi-ah"
Ryeowook membuka pintu untukku dan aku heran mengapa dandanannya rapi sekali. Tapi ia tetap mempersilahkanku untuk masuk. Dan saat aku masuk semua dandanan member sangat rapi dan semuanya mengenakan jas. Aku bingung ada apa ini. Dan saat kuliat kearah kaca besar yang terletak di pojok ruangan, namja tampan dengan senyumnya yang manis itu sedang merapihkan gaya rambutnya tanpa ekspresi di wajahnya. Tapi tetap tampan dan benar-benar mengalihkan perhatianku.
"Hmm mianhae Hyemi-ah. Kami semua ada jadwal pemotretan hari ini, sehingga kami menggunakan jas yang formal ini. Aku lupa ingin memberitahukanmu agar tidak datang kesini, tapi tidak apa karena kau sudah sampai."
Aku masih memandang namja tampan yang berdiri didepan kaca besar itu. Setelah Ryeowook menyebutkan namaku ia memutar badannya, melihatku lalu menundukkan tubuhnya dan tersenyum. Ia tampan sekali.
"Ya? Hyemi-ah?"
"Ah ne oppa. Baiklah, aku pulang. Besok saja kita memasaknya."
"Mengapa harus pulang? Tunggu saja kami selesai pemotretan. Jika kau pulang lagi pasti lelah, jarak dorm kami kerumahmu kan lumayan jauh Hyemi-ah"
Donghae menyarankan agar aku menunggu saja mereka selesai pemotretan tapi masih melihat wajahnya di kaca itu.
"Hmm. Apa aku tidak menganggu?"
"Tentu saja tidak Hyemi-ssi."
Leader berteriak dari pojok ruangan juga sambil menggunakan parfum ke pakaiannya itu.
"Baiklah. Aku menunggu dibawah saja ne."
"Disini saja."
"Mwo?"
"Ne. Disini saja. Tidak apa-apa."
"Ne Donghae-ah"
"Maaf menunggu lama."
Donghae menghampiriku sambil membuka jas hitam nya dihadapanku dan membiarkan kemeja putih masih menempel di badannya yang keren itu. Aku tidak berhenti menatapnya. Jantungku berdebar kencang lagi.
"Kau lapar?"
"Tidak. Kemana yang lain?"
"Masih pemotretan. Aku sudah selesai."
Dia duduk disampingku dan meretangkan tangannya menunjukkan bahwa ia lelah sekali.
"Kau lelah sekali sepertinya."
"Ne Hyemi-ah"
Aku ke dapur dan membawa segelas air dingin untuknya.
"Habiskan ini."
"Mwo?"
"Mengapa diam? Kau harus banyak minum air putih."
Dia mengangguk dan langsung menghabiskannya.
"Kau kuliah hari ini Hyemi-ah?"
"Ne, waeyo?"
"Bekerja juga?"
"Ne. wae?"
"Kau juga pasti lelah."
"Aku sudah biasa. Jadi tidak lelah."
"Aku juga sudah biasa melakukan pemotretan dan lainnya, tapi sering sekali merasa lelah Hyemi-ah. Mengapa aku tidak sepertimu?"
"Mmm. Kau tulus melakukan semua pekerjaanmu?"
"Tentu saja"
"Kalau kau tulus seharusnya kau tidak lelah. Aku juga lelah tapi aku tidak menunjukkan nya dan mengeluhkannya. Mengeluh itu yang membuatmu lelah."
"Jadi sebaiknya aku jangan mengeluh?"
"Ne. Lakukan saja yang terbaik dan bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan padamu."
"Hyemi-ah? Kau tahu sesuatu?"
"Mwo?"
"Kau itu yeoja hebat."
"Memangnya aku superman? Huh"
"Tentu saja bukan! Dasar anak kecil!"
Dia mencubit hidungku keras dan tidak mau langsung melepaskannya.
"Appo!"
"Dasar anak kecil!"
Ia melepaskan cubitannya dan aku langsung menjauh darinya. Cubitannya benar-benar sakit. Tapi entah mengapa aku merasa sedang dimanjakkan olehnya, dan aku suka itu.
"Hidung kau merah Hyemi-ah! Lucu sekali. Hahaha"
"Ini sakit asal kau tahu saja!"
"Itu lucu hahahahahahahha"
"Diam kau!"
"Hahahaha dasar anak kecil!"
Saat aku bertengkar dan adu mulut dengan Donghae, Hyukjae, Ryeowook, dan Sungmin masuk ke dorm. Mungkin baru mereka yang selesai. aku langsung saja mengajak Ryeowook memasak daripada aku dicubit lagi oleh Donghae.
"Ryeowook-oppa, kajja kita masak!"
Aku melihat kearah Donghae dan ia masih tertawa dengan puas. Apa hidungku benar-benar merah?
"Ya! Hyemi-ssi. Mengapa hidungmu merah seperti itu?"
Hyukjae tertawa kecil melihat hidungku. Aku langsung menunjuk kearah Donghae yang masih tertawa itu.
"Kau apakan hidungnya Donghae-ah?"
"Kucubit pelan saja. Tapi langsung merah seperti itu. Lucu sekali."
"Apanya yang pelan! Kau mencubitnya keras!"
"Pelan!"
Aku memandangnya yang masih tertawa sebentar dan langsung pergi ke kamar mandi untuk melihat apa benar hidungku merah. Dan tidak salah lagi, hidungku merah sekali.
"Kau bercanda apa sampai ia bisa mencubit hidungmu itu?"
"Dia yang mengejekku anak kecil tapi ia juga yang mencubit hidungku. Huh!"
"Hahaha sudahlah. Kajja kita mulai belajar masak lagi!"
Donghae POV
"Kalau kau tulus harusnya kau tidak lelah. Aku juga lelah tapi aku tidak menunjukkan nya dan mengeluhkannya. Mengeluh itu yang membuatmu lelah."
"Lakukan saja yang terbaik dan bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan padamu."
Dia yeoja yang hebat. Pantas saja aku jarang sekali melihatnya lelah atau sekedar mengeluh. Ia sudah lumayan lelah menurutku. Kuliah sambil bekerja, dan sekarang mengajari Ryeowook memasak. Tapi senyumannya selalu saja mengembang di bibir nya yang tipis itu. Bahkan ia tidak menunjukkan betapa lelahnya dia.
Ketika ia berbicara selalu saja membuatku terpaku dan memandangnya lebih dalam. Ia tidak seperti yeoja yang berumur 19 tahun. ia dewasa, mandiri, dan tidak mau bergantung pada orang lain. Saat ia membawakanku air minum aku senang sekali, aku merasa berbeda, aku merasakan perhatiannya. Saat ia mengeluh cubitanku sakit wajah anak-anaknya nampak dan itu lucu sekali.
"Ya~ donghae-hyung, apa yang kau pikirkan sambil tersenyum seperti itu?"
"Mwo? Aniya. Tidak ada."
Maknae ini tahu saja aku sedang memikirkan sesuatu. Padahal matanya tidak terlepas dari psp kesayangannya itu. Aku ingin mandi karena sudah merasa gerah sekali.
Tapi saat menuju kamar mandi aku tidak sengaja menabrak Hyemi dan membuat yeoja itu hampir jatuh. Yeoja itu merangkul tanganku kuat agar badannya tidak jatuh dan aku pun memegang pinggangnya untuk menahan. Kami berdua terdiam dan saling pandang sejenak. Lalu Ryeowook membuyarkan pikiran kami dan dengan cepat Hyemi melepaskan genggamannya.
"Ya! Kalian…"
"Ah ne ne. mianhae Hyemi-ah. Aku tidak sengaja."
"Ne aku juga tidak sengaja. Maafkan aku."
"Aku mandi dulu."
Aku langsung masuk kamar mandi, aku tidak mau wajahku yang sudah kupastikan merah ini dilihat oleh Hyemi dan Ryeowook.
"Kajja kita makan malam bersama! Ini buatan ku!"
"Enak saja. Aku juga membantumu oppa"
Aku tidak mau kalah.
"Ne ne aku tahu itu Hyemi-ah"
"Apa nama masakan ini?"
"Ini daging sapi rica-rica"
"Oh ne. Apakah kau tahu siapa namaku?"
"Sejujurnya tidak tahu."
"Hahaha lucu sekali. Aku Siwon"
"Oh ne Siwon-oppa."
"Kajja! Selamat makan!"
Seperti biasa jika sedang makan bersama dengan member Super Junior pandanganku hanya tertuju pada Donghae. Aku pun tidak tahu mengapa, aku benar-benar suka memandangnya lama-lama.
22.30 KST
Donghae mengantarku pulang lagi dan tidak langsung kembali ke dorm karena ahjumma belum sampai dirumah dan ia mengkhawatirkanku. Kami menonton televisi di ruang tengah seperti biasa tapi tidak ada obrolan yang tercipta diantara kami. Aku tidak tahu mengapa aku diam, aku masih merasa malu dengan kejadian aku yang hampir jatuh tadi. Aku juga tidak tahu mengapa ia diam dan tidak banyak bicara.
"Mengapa diam saja?"
"Kau lebih dahulu diam, jadi aku juga diam."
"Dasar tidak mau kalah"
"Biarkan saja."
"Maaf atas kejadian tadi sore itu."
Sial. Mengapa ia membahas itu lagi. Semoga saja wajahku tidak semerah kepiting rebus.
"Sudah lupakan saja. Aku juga salah"
"Baiklah"
"Kau pulanglah, ini sudah malam. Aku tidak apa-apa"
"Tidak bisa, eomma bisa marah padaku jika meninggalkanmu sendirian"
"Baiklah. Kau lelah, tidurlah di kamarmu."
"Shireo."
"Terserahmu."
"Mengapa kau tidak memanggilku dengan sebutan oppa Hyemi-ah?"
"Mengapa bertanya itu?"
"Kau memanggil member lain dengan sebutan oppa tetapi padaku tidak."
"Karena aku lebih dekat denganmu dan nyaman memanggilmu dengan sapaan informal"
Dia diam. Dasar aneh"
Donghae POV
"Karena aku lebih dekat denganmu dan nyaman memanggilmu dengan sapaan informal"
Kata-kata itu terngiang terus di telingaku. Apa yang ia maksud lebih dekat denganku? Karena orangtua kami kerabat dekat? Atau lebih dari itu? Ya! Apa yang kau pikirkan Donghae!
"Apa kau tidak menyukai yeoja itu?"
Hyukjae duduk disampingku dan langsung mengajukan pertanyaan yang tidak kupahami maksudnya.
"Mwo? Maksudmu? Nuguya?"
"Hyemi-ssi?"
"Dia? Aku suka padanya?"
"Ne. apa kau tidak suka padanya?"
Aku terdiam. Wajah yeoja itu terlintas di benakku. Aku tidak tahu apa aku menyukainya. Yang aku tahu ketika aku berada didekatnya jantungku berdebar lebih cepat.
"Memangnya kenapa?"
"Dia hebat menurutku. Baik, ramah, lucu walau kadang cuek dan jutek, pintar masak. Dia cantik juga."
"Mmm. Memang"
"Jadi?"
"Aku mau mandi"
"Hyemi kemana? Mengapa ia tidak bisa dihubungi?"
"Jinjja? Memangnya kau ada perlu apa Wookie?"
"Seharusnya ia sudah datang dan mengajariku masak hyung. Apa mungkin ia lupa jadwalnya?"
"Aku akan menjemputnya. Katakan pada Leeteuk hyung ne?"
"Ne hyung."
Aku pergi menjemput Hyemi, sekarang masih pukul empat sore ia pasti sedang di tempat kerjanya. Bagaimana bisa ia lupa dengan jadwalnya mengajar Ryeowook memasak? Ini pertama kalinya ia lupa dengan kegiatan rutinnya. Karena ia termasuk yeoja yang disiplin dan teratur menurutku.
Aku sampai di depan toko roti itu dan masih berada didalam mobil. Kulihat tidak terlalu ramai, dan pandanganku teralih pada yeoja yang dahinya sedang dipegang oleh namja disebelahnya. Dan yeoja itu adalah Hyemi, aku tidak tahu siapa namja yang sedang memegang dahinya itu. Kulihat mereka berbincang sebentar lalu namja itu mencubit hidung Hyemi dan ia tersenyum bahkan tertawa bahagia.
Dadaku sesak, lidahku kelu, aku tidak berniat untuk menghampirinya lagi. Mengapa saat aku mencubit hidungnya ia tidak tersenyum dan tertawa bahagia seperti yang sedang dilakukan namja itu?
Aku langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan menginjak pegal gas sekencang yang kumampu. Aku tidak tahu mengapa aku merasa sakit sekali melihat nya tertawa dengan namja lain.
BRAKKKK! Sepertinya aku menabrak sesuatu. Ah! Aku tidak peduli.
Hyemi POV
"Apa kau sakit? Wajahmu pucat sekali. Kau demam?"
Yongjoon memegang dahiku untuk mengetahui aku demam atau tidak. Ia selalu seperti ini, perhatian padaku. Aku menggeleng pelan.
"Aku ini hebat jadi tidak mungkin sakit"
"Mana mungkin!"
"Ya! Mengapa tidak percaya? Aku ceria dan bugar seperti ini masa masih terlihat pucat?"
Aku berdiri tegak dan menunjukkan bahwa aku memang tidak apa-apa.
"Kau itu memang seperti anak kecil saja"
Ia mencubit hidungku pelan dan aku tertawa karena kukira cubitannya itu sakit ternyata tidak.
BRAKKKK! Tawa ku terhenti mendengar suara benda tertabrak dan langsung melihat apa yang terjadi di luar. Yongjoon menyusulku keluar, aku hanya melihat sebuah mobil melaju kencang sekali. Tapi aku seperti mengenal mobil itu. Ah ne, itu mobil Donghae, tapi mengapa ia bisa kesini? Ah mana mungkin itu dia!
"Kau tahu itu mobil siapa Hyemi-ah?"
"Molla."
Aku melirik jam tanganku dan jam sudah menunjukkan setengah lima sore dan aku baru ingat hari ini aku harus mengajar Ryeowook-oppa memasak. Aku sudah telat satu jam, aku langsung mempersiapkan diri untuk kesana.
"Ya! Kau mau kemana?"
"Aku lupa aku ada urusan. Aku pergi dulu. Dah Yongjoon-ah!"
Super Junior's Dorm
Donghae POV
BRAKKKK! Kubuka pintu dorm dengan kasar, aku tidak peduli Heechul hyung mau melotot padaku sampai matanya keluar atau Leeteuk hyung akan memarahi ku habis-habisan. Yang ada dipikiranku mengapa ia bisa tertawa lepas seperti itu dengan namja lain tapi denganku tidak. Aku juga tidak tahu mengapa aku bisa sampai semarah ini melihatnya tadi. Aku masuk kamarku dan membaringkan tubuhku.
"Ya! Donghae-ah! Wae? Kau mau menghancurkan dorm ini?"
Leeteuk hyung membuka kamarku dan langsung marah padaku. Aku hanya menarik nafas dan diam, aku tidak menjawab pertanyaannya.
"Ya! Mengapa diam?"
"Tidak apa-apa. Maafkan aku hyung. Maaf"
"Donghae-ah… Waeyo? Kau ada masalah?"
"Andwae. Tidak ada. Maafkan aku hyung."
"Hyung, mana Hyemi-ssi? Kau tidak berangkat dengannya?"
Aku diam. Dadaku sesak jika mendengar namanya dan mengingat apa yang kulihat tadi.
"Hyung…"
"Molla"
"Annyeong. Apa Ryeowook oppa ada? Maaf aku terlambat"
Suara itu. Suara yeoja itu. Kepalaku pusing dan kuputuskan untuk tidak keluar kamar dan meminta baik-baik Ryeowook untuk meninggalkanku sendirian dikamar.
"Tumben sekali kau terlambat Hyemi-ah?"
"Ne mianhae oppa. Tadi aku kurang enak badan dan lelah sekali. Jadi aku lupa bahwa aku harus datang kesini"
"Ah, kalau kau lelah kirim pesan saja padaku bahwa tidak bisa datang kesini. tidak apa-apa."
"Aku tidak apa-apa. Hanya lelah sebentar"
"Begitu.. Baiklah"
"Dimana Donghae-ssi? Aku tidak melihatnya."
"Ia dikamarnya, sedang tiduran. Mungkin ia lelah"
Aku mengangguk dan melanjutkan memasak makan malam dengan Ryeowook. Entah mengapa aku sedang ingin sekali memasak udang tepung.
"Semuanya sudah siap. Kajja kita makan. Ah tunggu, mana Donghae-ssi?"
Aku melihat sekeliling meja makan dan baru menyadari bahwa Donghae tidak ada di tempatnya, leader meneriakkan namanya dan ia keluar dari kamarnya. Wajahnya lesu sekali dan tidak bersemangat.
"Ia mengapa Hyukjae-ah?"
Sungmin bertanya pada teman dekat Donghae yaitu Hyukjae, aku mengetahui bahwa itu member yang paling dekat Donghae dari Ryeowook.
"Mollayo. Ia lemas sekali, aku bertanya ia hanya diam."
Ia duduk di tempat Siwon dan menyuruhnya untuk pindah kesampingku, ia mengapa seperti ini. Biasanya kan ia duduk disebelahku dan bertanya-tanya apa saja yang kumasak hari ini. Bahkan melihat wajahku saja tidak, apalagi tersenyum. Ada apa dengannya.
-TBC-
Silahkan yang mau review ^^
