JE T'AIME
Pairing : Yunho x Jaejoong
Genre : Romance/Friendship/Hurt
Rate : M
Disclaimer : they're not mine but this story is mine
Warning : kesalahan ejaan dan pemilihan kata, miss typo, penceritaan ngebut.
Chapter ini berisi adegan NC. Waspadalah! Waspadalah!
CHAPTER INI DIPERSEMBAHKAN UNTUK ANNIVERSARY SAYA YANG AKAN BERULANG TAHUN MALAM INI!
HAPPY BIRTHDAY TO ME!
TIUP TEROMPET! TIUP LILIN! TIUP MENYAN! \^0^\ /^0^/
Enjoy! ^_^
.
Yunho membawa jaejoong ke kamarnya, ingin melanjutkan malam romantis mereka. Keduanya masih berciuman dan saling meraba sepanjang lorong menuju kamar. Yunho tertidur diatas kasur sambil memandang tubuh telanjang jaejoong yang terduduk diatas tubuhnya. Tubuh jaejoong terlihat begitu ringkih, sejak dulu begitu. Yunho selalu ingin memperlakukan jaejoong dengan lembut meskipun dia seorang pria. Tangannya meraba dada indah jaejoong, lebih indah dari dada berisi seorang wanita.
"Aaahhhh…" jaejoong mendesah kala jari yunho menyapu putingnya hingga tegang. Malam itu merupakan malam pertama keduanya sebagai sepasang kekasih.
.
Yunho terbangun dengan jaejoong yang masih tertidur dalam pelukannya. Langit masih menampakkan bulan purnama dan yunho enggan untuk kembali tertidur, ingin berlama-lama memandang wajah kekasihnya. Yunho menelusuri setiap jengkal wajah sempurna jaejoong dengan jarinya kemudian tersenyum lembut. Sejak menginjak senior high school dia selalu bermimpi untuk menjadikan jaejoong istrinya. Pemikiran konyol memang, namun cintanya pada jaejoong tidak dapat dijelaskan oleh akal sehat dan tidak memandang gender ataupun kelas social. Yang yunho lihat hanya jaejoong, tanpa atribut apapun yang menempel padanya.
Matahari mulai menunjukkan dirinya di ufuk timur, sang kekasih menggeliatkan tubuhnya dalam pelukan yunho. Jaejoong membuka matanya dengan enggan dan melihat wajah yunho begitu dekat padanya.
"Morning, my love.." ucap yunho tersenyum kecil pada jaejoong. Jaejoong yang tidak terbiasa terbangun bersama yunho ditambah dengan ucapan manis yunho, membuat semburat merah menjalar di pipinya. Tapi dia menemukan warna hitam dibawah mata yunho.
"Kau tidak tidur yun?" ucap jaejoong serak sambil mengusap kantung mata yunho, khawatir. Kini keduanya saling memandang sambil tertidur.
"Aku takut ketika aku menutup mata, kau akan menghilang lagi" jawab yunho sendu, mengelus-elus rambut jaejoong yang berantakan di sekitar pelipisnya.
"Aku tidak akan kemana-mana, baby…" desah jaejoong sambil memeluk tubuh telanjang yunho, saling memberikan kehangatan.
"Boojae…" bisik yunho sambil mencium puncak kepala jaejoong.
"Boojae?" Tanya jaejoong bingung sambil mendongakkan kepala pada yunho.
"Itu panggilan sayangku untukmu, boojaejoongie. Kau tidak suka?" Tanya yunho.
"Umm.. aku suka.." jawab jaejoong sambil memutar jemarinya di dada yunho. "Kalau begitu panggilan sayangku untukmu yunniebear.." lanjut jaejoong tersenyum pada yunho.
"Kenapa yunniebear?" Tanya yunho.
"Karena tubuhmu jadi besaaaaaaarrr sekali seperti beruang. Aku saja sampai terhimpit tadi malam" jawab jaejoong bersemu merah mengingat malam yang baru mereka lewati.
"yah! Bagaimana bisa kau menyebutku beruang" ucap yunho kesal dan jaejoong segera membalikkan badan untuk kabur namun yunho lebih gesit menangkap pinggang jaejoong.
"Kemari kau! Kau mangsaku sekarang, boo!" teriak yunho lalu menggigit bahu mulus jaejoong dengan gemas sehingga menimbulkan memar kemerahan.
"Aww! Appo, yunnieeee…" teriak jaejoong manja sedikit meringis.
"Salahmu yang telah membangkitkan beruang, boojae.." bisik suara berat yunho sambil memberikan kissmark pada leher jenjang jaejoong.
"Assshhhh… yunnieee…" jaejoong mendongakkan kepalanya saat yunho meraba paha dalam jaejoong lalu menggesekkan jarinya pada area prostat jaejoong yang bengkak. Keduanya tersulut nafsu, kemudian terdengarlah erangan dan desahan yang menggema dalam kamar luas yunho.
.
Setelah kegiatan yang cukup menguras energy, jaejoong memasak makanan kesukaan yunniebear-nya untuk makan siang.
"Boo, apa masih lama? Aku sudah sangat lapaaar…" ucap yunho memasuki dapur. Pemandangan saat ini sungguh indah, jaejoong hanya mengenakan boyfriend's shirt longgar (kemejanya yunho, disebut boyfriend karena sekarang yunpa udah jadi pacarnya jaema ^_^). Sehingga kaki jenjang jaejoong yang mulus nan putih terekspos secara sempurna. Yunho yang berpikir bahwa jaejoong tidak mengenakan dalaman apapun dibalik kemejanya, segera menelusupkan jarinya di belahan pantat jaejoong. Sayangnya ternyata jaejoong mengenakan boxer mini yang pas di bokongnya.
"Ahh! Apa yang kau lakukan yunnie?" jaejoong terlonjak kaget akan tindakan yunho.
"Hmm.. sayang sekali kau harus memakai boxer ini. Meskipun cukup menggairahkan boo" bisik yunho di telinganya lalu memutar pinggang jaejoong ke arahhnya dengan mudah, berhubung tubuh jaejoong lebih ringan dibandingkan dengannya.
"Hentikan yun. Aku masih mema, ummmnnn…" yunho melumat bibir jaejoong sebelum dia selesai bicara.
Ummmmphhhh…
Jaejoong mendesah dalam ciumannya, namun kebutuhan akan udara membuatnya memukul-mukul dada yunho dengan sendok nasi. Yunho yang mengerti melepaskan bibirnya dari bibir merah jaejoong.
"Kalau kau ingin segera makan, jangan ganggu aku memasak. Arasso?" ucap jaejoong tegas sambil mendorong tubuh yunho darinya.
"Fine.. fine.. aku akan menunggu dengan sabar" yunho pergi ke ruang tv sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Keesokan harinya, terdapat rutinitas tambahan dalam keseharian yunjae. Sebelum yunho berangkat kerja, mereka berciuman di depan pintu apartemen. Begitu pula saat yunho pulang kerja. Setiap malam mereka tidur satu ranjang dan kadang jika keduanya sedang mood maka mereka akan, (*ehem) bercinta sampai pagi.
Jaejoong menjadi lebih manja, selalu mencari dekapan yunho saat berada di apartemen layaknya kucing rumah bermanja pada tuannya. Dan tangan-tangan yunho selalu siap menggeranyangi setiap jengkal tubuh jaejoong. Hari demi hari berlangsung dengan tenang, keduanya bersikap seperti sepasang kekasih yang telah menjalin cinta selama bertahun-tahun.
Mereka saling bertukar cerita mengenai perasaan masing-masing, hal yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya. Atau saling menyentuh tanpa mengucapkan apapun, hanya meresapi kehangatan pasangannya. Setiap kali mereka berada dalam satu ruangan, keduanya selalu berpelukan atau bercumbu tidak mau terpisah satu sama lain seakan ingin memperoleh kembali tahun-tahun yang mereka lewati tanpa sang kekasih.
Saat ini hujan mengguyur kota seoul dengan deras membuat suasana kota menjadi sendu, namun tidak dengan pasangan favorit kita yunho dan jaejoong. Entah bagaimana saat ini mereka berdua sedang menikmati derasnya hujan di apartemen yunho yang terletak di lantai tertinggi.
Yunho duduk diatas sofa yang menghadap pemandangan kota dan jaejoong terduduk di pangkuannya sambil merangkul leher yunho. Jaejoong mengesek-gesekkan wajahnya di dada yunho layaknya kucing betina sedang birahi. Yunho menunduk memandang kelakuan kekasihnya, dia bisa membayangkan jaejoong memiliki ekor dan telinga kucing sembari mengeong manja padanya. Yunho menarik wajah jaejoong kemudian keduanya bercumbu mesra, bibir yunho menyesap lidah manis jaejoong.
Nggggghhhhhh…
Jaejoong mendesah kala lidah yunho bermain dengan lidahnya. Pakaian yang jaejoong kenakan saat ini, sweater tipis dengan belahan v-neck lebar memudahkan yunho untuk menghirup wangi vanilla dari leher jaejoong membuatnya gemas lalu menggigiti bahu dan dada jaejoong sehingga menimbulkan bercak-bercak merah pada kulit pucatnya.
"Aaaahhhh… yunnie…" desah jaaejoong dengan saliva membasahi bibirnya, sisa ciuman mereka berdua. Yunho membuka pakaian jaejoong, lalu mengisap dan menjilat nipple pink jaejoong hingga merah. Jaejoong menyandarkan wajahnya diatas kepala yunho sambil memeluk bahu lebarnya yang masih menikmati dada montok jaejoong.
"Yunnie.. sekarang giliranku.." ucap jaejoong terengah kemudian menurunkan tubuhnya sehingga wajahnya berhadapan dengan selangkangan yunho. Kini tubuh jaejoong berjongkok diantara kedua kaki yunho yang duduk diatas sofa. Jaejoong membuka retsleting celana yunho dan mengeluarkan kejantanan yunho yang setengah ereksi. Yunho yang tau apa yang akan jaejoong lakukan, mengusap wajah jaejoong dengan khawatir.
"Jangan terlalu dipaksakan, sayang… aku tau kau tidak pernah melakukannya.." bisik yunho, dia tau perbuatan yang akan jaaejoong lakukan adalah tindakan hina bagi jaejoong. Namun jaejoong mendongak memandang yunho dengan mata dipenuhi kabut nafsu.
"Aku rela melakukannya untukmu, yunnie…" jawab jaejoong yakin, tanganya telah menggenggam kejantanan yunho yang membesar.
"Sshhh… aku mencintaimu, boojae…" ucap yunho, seluruh aliran darahnya telah turun ke penisnya.
"Aku juga mencintaimu…" bisik jaejoong, nafasnya menghembus hangat pada penis yunho. Lidah jaejoong menjilati lubang penis yunho pelan mengecap rasa dari kekasihnya lalu menjilati batang penis yunho yang telah berkedut tidak sabar. Akhirnya jaejoong mulai mengulum penis yunnho kedalam mulut mungilnya dengan sedikit kesulitan karena ukuran yang terlalu besar.
Mpppphhhh…
Jaejoong kesulitan bernapas hingga air matanya keluar, kemudian melepas kulumannya untuk mengambil udara.
"Kau tidak apa-apa, boo?" tanya yunho khawatir.
"Aku tidak apa-apa, hanya tidak terbiasa yunnie.." jawab jaejoong terengah.
"Lebih baik kita hentikan saja boojae. Aku tidak mau menyakitimu.." lanjut yunho.
"Kau tidak menyakitiku, baby.." ujar jaejoong.
"Ajari aku untuk memuaskanmu.. Ajari aku untuk mencintaimu, yunnie.." desah jaejoong sambil menggesekkan kejantanan yunho di pipinya dan memandang yunho sayu. Rasa-rasanya yunho ingin menerkam jaejoong saat ini juga, namun yunho menarik rahang jaejoong dengan tangannya kemudian mengarahkan penisnya yang telah hard kedalam mulut jaejoong.
"Bernapaslah lewat hidungmu, boo.." ucap yunho. "maju mundurkan mulutmu perlahan"
Jaejoong mengikuti perintah sang kekasih, terus mengulum penis besar yunho hingga saliva menetes disudut bibirnya. Kedua tangannya bertumpu pada kedua belah paha yunho mencari pegangan. Sebenarnya jaejoong gugup, karena tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Dia pernah merasakan blowjob dari wanita-wanita yang pernah bersamanya dan rasanya sungguh nikmat. Jaejoong ingin memberikan kenikmatan itu pada yunho.
"Aaagghhh… jangan gunakan gigimu jaehhh…" yunho mengerang saat gigi-gigi jaejoong sedikit menggigit penisnya.
"Sayang, hisap dengan kuat dan jilati kepalanya…" perintah yunho padanya. Yunho menyibakkan poni dan rambut jaejoong kesamping agar dapat melihat ekspresi jaejoong yang sedang menghisap penisnya. Sungguh erotis, yunho memandangi wajah jaejoong yang telah basah oleh saliva, keringat dan air mata. Yunho menjilat bibir atasnya dengan mesum melihat penisnya berada dalam mulut mungil jaejoong.
Sluuuuurpp.. Cpakk.. sluuuuurrrrpp…
Suara hisapan dan jilatan keluar dari mulut jaejoong. Ini adalah blowjob ternikmat yang pernah yunho rasakan. Mulut hangat dan sempit jaejoong serta hisapannya membuat tubuh yunho bergetar nikmat. Seluruh indera perasa milik yunho seperti berpindah seluruhnya pada penisnya yang sedang dimanja jaejoong. Jaejoong merasakan penis yunho berkedut dalam mulutnya, sepertinya yunho akan ejakulasi sebentar lagi.
Haaahh.. haahhh..
Yunho terengah, seluruh tubuhnya mengejang. Dia mulai meremas rambut pirang jaejoong saat ombak kenikmatan mulai melandanya.
"Grrhhhh! Agggghh!" yunho menggeram saat menyemprotkan spermanya kedalam mulut jaejoong. Begitu banyaknya hingga ada yang meluber dari mulut jaejoong.
"Haaahhh.. hisap sampai habis sayang.." desah yunho memegang kepala jaejoong agar terus menghisap penisnya yang berkedut. Jaejoong terus menghisap kepala penis yunho hingga tidak ada lagi yang keluar.
Plop
Jaejoong melepaskan penis yunho yang telah layu kemudian membersihkan mulutnya yang tercecer oleh sperma dengan tissue basah.
"Jae, maafkan aku. Kau tidak layak diperlakukan seperti ini" setelah sadar dari ejakulasinya, yunho menyesal melihat keadaan jaejoongnya. Yunho ikut membantu membersihkan wajah jaejoong.
"Jangan berkata begitu, kau layak mendapatkannya yun. Aku ingin memberikan kenikmatan ini padamu. Dan hanya aku seorang yang bisa memberikannya padamu" ucap jaejoong tersenyum lemas. Kemudian yunho melihat penis jaejoong yang tegang lalu mengangkat tubuh ringan jaejoong keatas pangkuannya.
"Apakah menghisap milikku membuatmu horny, sayang?" bisik yunho mencium bibir jaejoong kemudian menyesap dan menjilati nipplenya. Jaejoong bergerak tidak nyaman menumpu tangannya pada bahu yunho.
"Yunnieeehhhh…"
Kemudian yunho menggendong tubuh telanjang jaejoong bridal style menuju kamar mereka. Jaejoong terpana dengan kekuatan yunho yang mengangkat tubuhnya dengan mudah.
Yunho meletakkan tubuh jaejoong keatas peraduan mereka dengan perlahan lalu mengeluarkan gel pelumas yang sebelumnya telah ia persiapkan. Tidak ingin berlama-lama yunho melepaskan seluruh pakaiannya. Jaejoong berbaring telentang dengan kaki yang saling menyilang sehingga kaki kanannya mengacung keatas (kebayang kan posisi jaema disini?). Yunho merangkak kearah jaejoongnya dan memperhatikan keindahan kaki jaejoong seakan berkilau dibawah cahaya lampu.
Yunho yang telah menjelajahi tubuh jaejoong tau betapa ramping dan mulus paha dan betis jaejoong. Namun bahkan jemari kakinya pun begitu bersih dan indah, tidak ada kotorann sedikitpun. Tiba-tiba yunho merasa bahwa bagian tubuh jaejoong yang dia perhatikan saat ini begitu erotis.
Jaejoong yang melihat taatapan yunho tau apa yang sedang kekasihnya pikirkan. Tanpa keraguan yunho menjilati ibu jari di kaki jaejoong yang ditanggapi dengan getaran kaget, namun jaejoong tidak menarik kakinya dari hadapan yunho. Kemudian yunho mulai menjilati dan menyesap jari kaki jaejoong yang lain lalu turun pada telapak kaki jaejoong.
"Hihihi… geliiiii yunniiieee…" jaejoong terkikik centil saat merasakan geli di telapak kakinya.
"Sluppp… kau suka boojae?" ucap suara berat yunho sambil terus menjilati tiap sudut antara tiap jari kaki jaejoong. Jaejoong yang kegelian mulai menggerakkan kakinya ke kanan dan ke kiri untuk menghindari jilatan yunho. Namun kepala yunho terus mengikuti gerakan kaki jaejoong, membiarkan dirinya dipermainkan dibawah kaki kekasihnya.
Jaejoong menyerah saat yunho menghisap seluruh jari kakinya hingga basah oleh air liur yunho, dia bisa merasakan tubuhnya memanas. Jaejoong melihat penis yunho telah tegak berdiri, kemudian sebuah ide nakal muncul di kepalanya. Jaejoonng mengarahkan kakinya yang basah pada penis yunho, kemudian mengapitnya diantara ibu jari kaki dengan jari telunjuk kakinya.
"Yunnniiieehhh…" desah jaejoong menggigit bibir bawahnya seduktif dan menggerakkan jaari-jari kakinya yang mengapit penis yunho keatas dan kebawah.
"Oughhhh.. boojae.." geram yunho merasakan penisnya dikocok oleh jari kaki jaejoong yang licin. Penisnya semakin membesar, urat-urat bermunculan pada batangnya. Yunho tidak pernah merasa se-horny ini, tidak ada wanita ataupun pria yang bisa membuatnya begini selain jaejoongnya.
"Sudah boo.. aku akan mempersiapkanmu sekarang.." yunho membalikkan tubuh jaejoong sehingga menjadi menungging. Yunho memperhatikan hole ketat jaejoong dari dekat kemudian menjilati area sekitarnya yang berkerut kemudian menusukkan lidahnya kedalam lubang jaejoong, menjilati dan menyesap lubangnya.
"Ah Aanghhhh…" jaejoong melengkungkan punggungnya kemudian melihat kebelakang.
"Cepat yunnieee, masuki aku…" desahnya tidak sabar sambil melebarkan lubang analnya dengan kedua tangannya, tubuhnya bergetar menahan birahi. Yunho merasa penisnya hampir meledak melihat hole jaejoong yang terbuka dan berkedut di depannya. Dengan segera yunho melulurkan gel gelumas pada penisnya yang telah membengkak. Kemudian mengarahkan penisnya pada lubang sempit jaejoong sambil meremas kedua belah bokong sekal jaejoong.
"Aaghhh!" keduanya mengerang saat penis yunho berhasil memasuki lubang hangat jaejoong. Kedua tangan yunho memegang kedua sisi pinggang jaejoong agar tetap pada posisinya kemudian menghujam hole jaejoong dengan penisnya sekuat tenaga.
"Sssshhhh… Ahhhh! Yesss yunnieee!" jaejoong mengerang nikmat, pikirannya menjadi kosong hanya merasakan member yunho yang terus memasuki lubangnya dan meregangkan otot-otot dalam lubang anusnya. Setiap gerakan penis yunho menggesek-gesek prostatnya membuat tubuhnya bagai mati rasa. Air liur terus mengalir dari mulutnya yang mengerang tiada henti. Tubuhnya telah terbiasa dimasuki oleh yunho, seakan-akan hole jaejoong tercipta hanya untuk memuaskan yunho. Bahkan jaejoong bisa orgasme hanya dengan dimasuki oleh yunho meskipun penisnya tidak disentuh sama sekali, layaknya seorang wanita.
"Aagggghh! Baby.. lubangmu sungguh hangat dan nik.. mat.." racau yunho terus menusuk-nusuk hole jaejoong dengan setiap hentakan, otot-otot diseluruh tubuhnya mengeras demi menggagahi sang kekasih.
"Aku sampai boo! Ngrrrhhhh!" yunho menggigit bahu jaejoong saat ejakulasi dalam lubang jaejoong.
"Haaa… Nghhhh…" jaejoong merasakan semprotan sperma yunho dalam tubuhnya kemudian orgasme meskipun penisnya tidak disentuh sama sekali. Hal ini membuat otot-otot anus jaejoong semakin menjepit penis yunho, sehingga yunho masih mengalirkan spermanya tanpa henti.
"Haa.. yun.. panas.. hentikan.." desah jaejoong lemas, tangan dan kakinya bergetar sulit untuk menumpu seluruh tubuhnya. Yunho semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang jaejoong sehingga dadanya menempel pada punggung jaejoong.
"Tidak bisa booh… kau harus menampungnya sampai habis.." desah yunho di telinga jaejoong kemudian menggigitinya. Jaejoong pasrah menerima apa yang yunho berikan malam ini, sudah dipastikan besok prostatnya akan membengkak dan dia tidak bisa berjalan dengan benar.
.
Yunho membuka matanya setelah malam panjang bersama jaejoong dan melihat kekasihnya meringkuk disebelahnya sambil memunggunginya. Lekukan pinggang jaejoong dari belakang bak gitar spanyol yang mengalahkan aktris-aktris cantik korea membuat yunho patut bersyukur telah mendapatkan jaejoong sebagai kekasihnya. Yunho melesakkan wajahnya pada bahu jaejoong, namun dia melihat wajah jaejoong tengah meringis kesakitan.
"Kau tidak apa-apa boo? Bagian mana yang sakit?" Tanya yunho khawatir.
"Perutku sakit yunniiieehhh.." erang jaejoong lemah sambil mengelus perutnya.
"Kau mau ke dokter, sayang? Biar kuantar" ucap yunho sambil ikut mengelus perut jaejoong dari belakang.
"Gwenchana.. kau kan harus bekerja hari ini. Sepertinya inipun karena ulahmu tadi malam yang keluar terus menerus kedalam perutku.." ucap jaejoong malu-malu sambil melirik perutnya. Yunho ikut melihat kearah perut jaejoong yang menggembung.
"Maafkan aku boo. Kau sangat menggairahkan tadi malam, membuatku lupa diri" ucapnya sambil mengecupi pipi mulus jaejoong. "kalau begitu kutinggal dulu heum, jika terjadi sesuatu kau bisa hubungi aku"
Yunho telah berpakaian rapi dan sebelum berangkat mencium bibir kekasihnya yang masih tak berdaya diatas kasur.
"Maaf yunnie. Aku tidak bisa menyiapkan makan untukmu.." ucap jaejoong.
"Tidak apa-apa, boojae. Kau istirahatlah hari ini, biar pekerjaan rumah dikerjakan oleh maid nanti siang" ucap yunho lembut.
Yunho tiba di gedung kantornya dengan wajah berseri-seri, setiap jalan yang dia lewati terlihat berwarna-warni. Ternyata memiliki kekasih idaman yang telah ia cintai selama bertahun-tahun bisa membuat yunho memandang dunia dengan berbeda. Langit seolah melengkungkan senyum padanya dan jidat lebar yoochun terlihat seperti bola kristal di matanya.
"Hello, lover boy! Senyummu begitu lebar seperti muka joker yun.." yoochun menyapa yunho dengan senyum sejuta watt dan jidat mengkilap dibawah sinar matahari.
"Pagi chun! Bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya yunho sumringah sambil menepuk bahu yoochun yang menyelidik wajah yunho.
"Aahhhh… aku senang teman baikku telah mendapatkan cinta sejati sekarang. Berterimakasihlah padaku yun. Jika bukan karena aku mungkin jae sudah menginjak-injak cintamu dan melemparnya ke laut lepas" ucap yoochun bangga.
"Kau layak mendapatkan hadiah chun. Apa yang kau inginkan saat ini?" Tanya yunho menawarkan.
"Cukup dengan paket wisata gratis keluar negeri bersama istriku dan cuti selama seminggu" jawab yoochun.
"Deal!" yunho mejabat tangan yoochun menyetujui.
.
Tiada hari tanpa yunho jalani untuk memanjakan jaejoong dan dimanja oleh jaejoong. Dicintai oleh jaejoong adalah hal terhebat yang pernah yunho rasakan, yunho merasa telah benar-benar memiliki jaejoongnya. Di kantor dia tidak lagi berstatus single, semuanya tau yunho telah memiliki kekasih yang tinggal bersama. Jaejoong mencurahkan seluruh hatinya dalam melayani yunho di rumah. Namun tidak ada yang tau badai yang akan menerjang hubungan mereka berdua.
At yunho's apartment
Yunho sedang focus di depan laptopnya saat kedua tangan merangkul lehernya dari belakang.
"Yunniebear…" panggil jaejoong di telinga yunho.
"Ada apa boojae? Kenapa belum tidur heum?" Tanya yunho.
"Akhir-akhir ini kau sibuk sekali. Kau sudah melupakanku ya?" Tanya jaejoong mempoutkaan bibir merahnya.
"Aku sedang mempersiapkan merger dengan perusahaan jepang, boo. Mulai besok aku harus terbang ke Kyoto untuk perjalanan bisnis" ucap yunho.
"Berapa lama? Jangan tinggalkan aku terlalu lama, yun" jaejoong mulai merengek.
"Empat atau lima hari. Aku sudah meminta changmin untuk menjadi supirmu selama aku pergi". Changmin adalah supir pribadi yunho semenjak dia menjabat sebagai vice president.
"Tenang saja, baby. Aku akan segera kembali padamu begitu semuanya beres" ucap yunho.
.
Hueekkk. Huekkkk.
Jaejoong memuntahkan seluruh isi perutnya ke wastafel. Akhir-akhir ini kondisi tubuhnya kurang baik, sering merasa lemas dan tidak nafsu makan. Yunho mengkhawatirkan kondisi jaejoong selalu memintanya untuk berobat ke dokter, dia takut jaejoong terkena suatu penyakit. Namun jaejoong selalu berpikir bahwa ini hanya penyakit ringan seperti flu atau masuk angin saja.
Suatu hari saat jaejoong hendak berbelanja dengan supir pribadi yunho, tiba-tiba dia pingsan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Jaejoong terbangun dengan dokter yang berjaga disebelahnya.
"Bagaimana keadaanmu jaejoong-ssi? Masih merasa lemas?" Tanya sang dokter padanya.
"Sedikit, dok. Sebenarnya aku kenapa?" Tanya jaejoong lemah.
"Ada rahim yang berkembang di tubuhmu jaejoong-ssi. Dan sekarang anda sedang mengandung 3 minggu" jawab sang dokter.
"APA?! Ta-tapi aku ini pria, dok. Bagaimana aku bisa mengandung?" Tanya jaejoong gusar, tidak percaya akan diagnose sang dokter.
"Ini memang kejadian yang sangat langka. Sepertinya sebelumnya Rahim dalam perutmu belum sempurna, namun berkembang sejalan perubahan hormon sehingga siap untuk dibuahi. Apa sebelumnya kau pernah merasa sakit di perutmu?" Tanya dokter lagi.
"Ya, pernah. Tapi.. itu sekitar dua bulan yang lalu" jawab jaejoong, menyentuh pelipisnya bingung dengan pembicaraan ini.
"Itu artinya rahimmu telah matang karena itu terasa sakit dan jika dibuahi terus menerus maka akan menjadi janin seperti sekarang" ucap dokter tersebut. "siapa ayah dari bayimu? Kekasihmu?" tanyanya lagi. Jaejoong menoleh kaget.
"Y-ya.. kekasihku.." jawab jaejoong tergagap.
"Sebaiknya diskusikan dulu dengan kekasihmu. Aku rasa dia pasti bahagia bisa memiliki anak darimu. Kuharap kau tidak menggugurkan kandunganmu, karena sangat beresiko pada male pregnancy" ucap dokter panjang lebar.
"Baik dokter.." ucap jaejoong masih bimbang.
"Aku telah memberikan resep untuk menguatkan kandunganmu yang masih lemah. Jangan lupa untuk diminum secara rutin" lanjut dokter.
"Terima kasih dok.."
Jaejoong keluar dari ruang rawat inap dengan dibantu supir pribadi yunho.
"Changmin-ah, apa kau mengabarkan kejadian ini pada yunho?" Tanya jaejoong.
"Belum jaejoong-ssi. Tuan yunho sulit untuk dihubungi" jawab changmin bingung.
"Jangan pernah katakan apapun padanya. Kau mengerti?!" ancam jaejoong padanya.
"Ba-baik.." jawab changmin sedikit bingung.
Selama perjalanan pulang, jaejoong tidak berhenti memikirkan keadaannya dan bayi yunho yang ia kandung. Bagaimana bisa dia yang seorang lelaki tulen bisa mengandung? Apa dunia sudah terbalik sekarang?
Jaejoong masih tidak bisa menerima keadaan ini. Apa yang akan dikatakan orang melihat seorang pria bisa hamil? Dia akan dicemooh dan dipermalukan karena bisa mengandung anak dari pria lain. Namun jika dia menggugurkannya, bayi ini adalah anaknya bersama yunho. Buah cintanya dengan orang yang dia cintai, jaejoong tidak tega melakukannya.
Aku rasa dia pasti bahagia bisa memiliki anak darimu
Perkataan dokter tadi terngiang di telinganya. Tentu saja yunho akan bahagia memiliki anak dengannya. Namun ego jaejoong sebagai seorang lelaki tidak mengijinkan hal itu untuk terjadi. Dan cepat atau lambat yunho akan mengetahui hal ini meski bukan dari mulutnya sendiri. Jaejoong telah menarik sebuah keputusan besar dalam waktu yang singkat ini.
.
"Aku pulang, boo!" yunho pulang membawa oleh-oleh dari perjalanan bisnisnya untuk jaejoong. Tapi tidak ada jawaban dari jaejoongnya, keadaan apartemen pun begitu gelap seperti tidak ada yang menghuni.
"Boo? Boojae? Kau dimana?" yunho mencari-cari jaejoong ke seluruh tempat. Pencariannya terhenti setelah melihat secarik kertas diatas meja makan.
Maafkan aku, yun
Kumohon jangan cari aku
Je t'aime
Yunho memiliki firasat buruk, kemudian menuju kamarnya dan membuka seluruh lemari pakaian jaejoong yang telah kosong. Jaejoong tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Yunho segera menemui changmin yang selama beberapa hari ini menemani jaejoong. Namun hanya gelengan kosong yang didapatnya. Changmin tidak mengetahui kepergian jaaejoong dari apartemenya terlebih lagi tujuan jaejoong saat ini. Pikiran yunho menjadi buntu dan wajahnya begitu kalut, berharap semua ini tidak terjadi padanya.
"Yunho-ssi, anda baik-baik saja?" changmin menghampiri yunho yang merosot bersandar di dinding dengan wajah pucat. Ini pertama kalinya changmin melihat majikannya begitu merana karena seorang pria. Meskipun dia tau hubungan yunho dan jaejoong lebih dari teman biasa, changmin dapat melihatnya dari cara mereka saling menatap.
Yunho masih termenung di depan changmin, berbagai pemikiran berputar di kepalanya.
Jaejoong benar-benar pergi menginggalkanku. Tapi kenapa?
TO BE CONTINUED
.
Gimana kesan dan pesannya, reader-deul?
Sebenernya saya sedikit sedih dengan review yang minim banget, jauh banget dari yang nge-view. Emang nasib anak teraniaya ToT
Saking sedihnya saya sempat mikir kalau FF ini kurang menarik di mata pembaca dan males buat lanjut, apa saya delete aja ya daripada nyampah disini…
Tapi saya masih menghargai pembaca yang ngasih semangat lewat review, saya juga ga mau mengecewakan mereka yang ngarep sama kelanjutan ceritanya.
Review juseyoooo…
