FAITH
CAST :
Kim Taehyung
Park Jimin
Byun Baekhyun
Jung Daehyun
Park Jimin
And other BTS members...
Side cast : Kai, Tao...
Chapter 3
- Love –
- You like sunrise for me. Hangat menyapa pagiku – JIN
- Sunset like you. Menghapus lelahku dengan warna cerahmu – Taehyung
.
.
.
.
Author pov
Setelah kejadian Jin dan taehyung mengetahui masa lalu masing-masing. Jin dan Taehyung semakin dekat. Jin juga memperlakukan Taehyung dengan manis. Dan Taehyung sering salah tingkah oleh perlakuan Jin terhadapnya
"V, nanti tunggu aku ya" Jin memulai perbincangan di antara mereka.
Sejak dari rumah hingga turun dari bis mereka hanya diam saja. Mungkin akward dengan kejadian kemarin.
"eeemm ya hyung" jawab Taehyung meng'iya'kan lalu menundukan kepalanya lagi.
"kau kenapa V? sakit ?" tanya Jin lembut
"eh.. ak..aku ti..tidak apa-apa kok hyung" jawab Taehyung gelagapan
"tapi kok mukamu merah ? apa jangan-jangan kau masih malu karena mengingat kejadian semalam ya ?" tanya Jin menggoda
"TIDAK" tegas Taehyung sambil membuang muka
"atau kau ingin melakukannya lagi? morning kiss" goda Jin lagi dan kali ini sambil meniup telinga Taehyung
" APA ? Tidak ! Aku tidak mau !" cicit Taehyung geram.
"kau tau V,aku suka bibirmu. Bibir mu manis dan aku ing..." belum sempat Jin melanjutkan kata-katanya sudah di potong duluan dengan Taehyung
" Hyung, hentikan,. Itu memalukan kau tau ? ini tempat umum. Jangan bikin malu hyung" kali ini muka Taehyung benar-benar memerah seperti kepiting rebus mendengar perkataan Jin yang barusan dia lontarkan dengan seenaknya dari mulutnya
"HA..HA..HA..HA... aku hanya menggodamu V" Jin tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.
" ya, hyung hentikan !" sungut Taehyung
" hahahaha ok ok aku akan berhenti.. kau lihat mukamu V merah seperti kepiting rebus... hahaha" tawa Jin lagi
" aahhh hyung..kau ini" Taehyung mempoutkan bibir dengan imutnya.
" kkk... ia ia aku akan berhenti tertawa V" Jin mencubit pipi Taehyung gemas
"sssaaaaakiiiitttt hyuuuuung" jerit Taehyung
"chaaaa. Sudah sampai.. kau masuk lah. Jangan lupa tunggu aku ya" Jin mengacak-ngacak lembut rambut Taehyung
" aaaaiiiiissssshhhh hyung.. rambutku rusak hyung.. geumanhe..." geram Taehyung melihat perlakuan Jin terhadapnya.
"sampai jumpa nanti V.." Jin pun meninggalkan Taehyung di depan gerbang sekolahnya
Dan Jin berjalan menuju kampusnya dengan perasaan lebih dari kata gembira. Entah apa namanya. Yang jelas Jin sangat senang.
" today best morning" dan Jin bersendung ria menuju kampusnya
Taehyung hanya senyum-senyum kecil melihat tingkah Jin yang berlalu darinya dan bersendung tak jelas, lucu pikirnya.
Taehyung pun melangkahkan kakinya menuju kelas. Dan kali ini tidak dengan wajah yang dingin tetapi dengan wajah yang penuh dengan senyuman. Dan jelas saja membuat seluruh seantero sekolah yang melihat Taehyung keheranan. Tidak biasanya Taehyung mengawali paginya dengan senyuman. Dan terang saja itu jelas membuat ketampanan Taehyung bertambah dengan drastis. Perawakan tinggi, putih, rambut karamel yang keren, dan jangan lupakan senyum yang melelehkan siapapun yang melihatnya. Banyak yeoja-yeoja senyum melihat tingkah Taehyung yang melewati mereka. Dan entah sadar atau tidak Taehyung membalas senyuman yang diberikan untuknya. Dan setelah mendapat balasan senyum dari Taehyung, mereka langsung menjerit histeris.
" Pagi Kim Songsangnim " sapa Taehyung dengan ramah memperlihatkan deretan gigi putihnya ketika melihat Kepala Sekolah di hadapannya.
* AAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH*
Histeris satu sekolah ketika melihatnya Taehyung menyapa Kepala Sekolahnya. Siapa yang tidak tahu bahwa kepala sekolah mereka terkenal dengan ke killerannya. Bagi siswa yang lain pasti akan sangat takut bila berhadapan dengan Kepala Sekolah mereka ini. Bukan hanya mendapat tatapan yang menakutkan tetapi ceramahan yang tidak ada habisnya.
"Oh kau Taehyung. Sepertinya hari ini kau senang sekali" tanya Kepala Sekolah Kim sarkatis
" mungkin saja Seongsangnim. Kalau begitu saya masuk ke kelas dulu. Semoga hari anda menyenangkan Seongsangnim" Taehyung pamit dengan sopan
Dan perbicangan singkat tadi sukses membuat Kim Songsangnim tersenyum
"Baiklah, kau boleh masuk" Kim songsangnim berlalu dengan tenang
Taehyung berjalan santai menuju kelasnya. Dan siswa siswi yang dia lewati hanya bisa melongo melihatnya tingkahnya seperti tadi. Bagaimana bisa seorang KIM TAEHYUNG MEMBUAT KEPALA SEKOLAH MEREKA TERSENYUM. Yang mereka tau bahwa Taehyunglah siswa satu-satunya yang dinyatakan sebagai musuh no 1 oleh Kepala Sekolah mereka sendiri. Sangat tidak disangka...
.
.
.
.
.
.
At Class
" wah wah sepertinya Kim Taehyung menjadi trending topic mendadak di sekolah ini" sindir Jimin, saat Taehyung memasuki kelas
"maksudmu apa hah Park Jimin" balas Taehyung lalu mendudukan badannya ke sebelah Jimin.
" apa kau tak tau hah ? bahwa daritadi seisi kelas..tidak tidak tapi seisi sekolah membicarakan dirimu " kata Jimin mendramatisir.
" tidak perlu berbelit-belit, apa yang terjadi, jelaskan padaku" pintah Taehyung tak sabaran.
" kau tau, semua di sekolah ini terkejut melihat tingkahmu pagi ini, dan apalagi kau menyapa Kepala Sekolah kebanggan kita yang KILLER itu"
" hanya itu ? apa itu masalah ? " Tanya Taehyung datar
" Jelas itu masalah, dan pagi ini kau tersenyum TAEHYUNG ! TERSENYUM ! kau tau melihat senyummu itu sesuatu yang langka. Dan pagi ini kau dengan 'tidak biasa'nya menebarkan senyummu itu. ADA APA DENGANMU KIM TAEHYUNG ?" jerit Jimin frustasi tak percaya dengan sikap yang terjadi kepada temannya ini
" jadi aku tidak boleh senyum begitu ?"tanya Taehyung tak percaya
" tidak bodoh. bukan begitu maksudku" Jimin menghela nafas dengan keras mendengar pernyataan sahabat dekatnya itu.
" anak sepintar dirimu ternyata otaknya bisa ngeblank juga ya. I Can't Believe it" Jimin mengucapkan bahasa Inggris dengan aksen koreanya.
" Just O" Taehyung membalas dengan sengit.
*pleetaaak* Taehyung mendapat jitakan keras dari Jimin
"rasakan itu" sengit Jimin.
"hhmm Tae" panggil Jimin
"APA" sahut Taehyung sengit.
"hehehe.. temenin ke kelas ujung tempat jungkook yuk, ada yang mau aku titipkan kedia" Jimin mengeluarkan jurus buing-buingnya.
" ya,ya,ya" Taehyung dengan malas-malasan bangkit dari tempat duduknya.
Mereka berdua berjalan menuju kelas Jungkook dan harus melewati kelas ujung. Dan itu yang membuat Taehyung malas. Karena itu akan membuat masalah. Dan benar saja dugaan Taehyung saat melewati kelas ujung
" wow..wow..wow.. berani sekali kalian melewati kelas ini, ada nyali ternyata ya"
"Hai, Jimin dan.. Hai Tuan Kim" ucap namja dengan gaya badboy dengan rambut acak-acakan serta baju dikeluarkan dan dasi tak beraturan tak lupa juga tangan kanan dimasukan ke kantong celana dan tangan kiri menghisap rokok yang bersender di dinding pintu masuk kelasnya.
Ya, siapa lagi kalau bukan Kim Jongin atau biasa di panggil KAI oleh teman-temannya. Ya, hanya kai yang bisa melakukan seperti itu di sekolah. Itu pun dikarenakan Orang Tuanya termasuk penyumbang terbesar untuk sekolah ini. Bukan sedikit yang dikeluarkan Orang Tuanya buat sekolah yang termasuk sekolah terbaik di Seoul. Tapi berjuta-juta hingga milyaran mungkin.
"jangan halangi kami" sahut Taehyung dengan sangat sinis.
"kami hanya numpang lewat" jelas Jimin tak kalah sinis ke Kai
"kalian tau lewat kelas ku tidak gratis" Kai senyum dengan licik
" tidak gratis ? kau mau berapa agar kami bisa lewat hah ?" tantang Jimin. Perlu diketahui juga Orang Tua Jimin termasuk juga penyumbang terbesar di sekolah ini.
"Aku tidak perlu uang kalian, aku hanya perlu bermain-main sedikit dengan kalian. "Terutama dengan mu KIM TAEHYUNG" Kai menekankan nama Taehyung sambil menggertakan giginya. Jelas sekali dia kesal dengan Taehyung
"ayo Tae jangan di ladeni anak tak berguna ini " ditarik tangannya Taehyung oleh Jimin
" wah, kau semakin berani ya Tuan Park" sengit KAI
"ciiiiihhh… buat apa aku takut sama mu. Kau kira kau siapa hah ? Kau kira kau harus di takuti ? " Tantang Jimin
" kau….." di tariknya kerah baju Jimin
" APA ? KAU BERANI HAH ? HEBAT KALAU KAU BERANI" sengit Jimin
" aku tidak mencari masalah kepadamu ya, tapi..." belum selesai Kai menyelesaikan Jimin sudah memotong perkataan Kai
"tapi apa ? tapi mencari masalah kepada Taehyung hah ? kau mencari masalah kepada Taehyung berarti kau juga mencari masalah denganku" ucap Jimin pada Kai
" kau…
*buuug
Kai memukul pipi mulus Jimin
"sialan kau, cuuuiiihh" Jimin tersungkur di tanah dan diludahnya darah yang keluar dari sudut bibirnya
"kau rasakan ini" ucap Jimin tak kalahnya. Ditendangnya perut Kai dengan keras sehingga Kai jatuh tersungkur dengan mulus di tembok. Walaupun tubuh Jimin lebih kecil daripada Kai tapi Jimin sudah berlajar beladiri sejak kecil, jadi bukan hal yang sulit baginya untuk berantam seperti ini.
" hey kau apakan dia" teriak temannya dekatnya Kai, Tao. Dia terkenal pandai bela diri kungfu di sekolah ini.
Saat Tao ingin melancarnya serangannya ke Jimin. Taehyung menangkis dengan tangan kosong.
" kau ingin kita berkelahi lagi Taehyung" tantang Tao ke Taehyung
*buuug
"Jimin melancarkan serangan ke Tao, saat Tao lengah.
" Tae, kau urus saja anak sialan itu. Aku urus pecundang satu ini. Kau berani Tuan Huang?" tantang Jimin ke Tao dengan selengekan andalannya Jimin
Dan terjadilah perkelahian sengit diantara mereka diantara mereka. Taehyung dengan Kai. Dan Jimin dengan Tao
" mati kau Taehyung" Kai menduduki perut Taehyung dan memukul Taehyung dengan brutal
Taehyung juga tak mau kalah, di cakarnya mata Kai dan di gulingkan tubuh Kai dari tubuhnya dan Taehyung bangkit segera memukul perut Kai tanpa henti sehingga Kai mengeluarkan darah dari mulutnya.
*uhuuuk
Taehyung meludahkan darah akibat perbuatan Kai kepadanya
"ciiih kau kira aku akan kalah dengan mu" emosi Taehyung
" kau rasakan ini…." Saat Taehyung ingin melepasakan pukulannya ke arah Kai
"YA ! KALIAN HENTIKAN"
Teriak seseorang dari arah depan. Menghentikan aktifitas mereka. Dan itu adalah Victoria Seongsangnim
Keempat namja yang berantam itu menoleh kearah suara tersebut.
" KALIAN SEMUA DATANG KE KANTOR SAYA ! SEKARANG !" perintah Victoria Seongsangnim selaku guru BK yang terkenal dengan keseraman dan ceramahnya yang tiada henti tetapi juga masih dengan ke'genit'annya -_-
" Ne, seongsangnim" jawab mereka yang masih emosi
.
.
.
.
.
.
At Counseling Office
Mereka sekarang berada di ruangan BK dengan wajah babak belur
"Sekarang kalian jelaskan perbuatan kalian tadi" suara berat Victoria Seongsangnim memecah keheningan.
" Mereka memukul saya Seongsangnim" Kai menjawab pertanyaan Victoria Seongsangnim
" DIA YANG MEMUKUL KAMI ! DIA DULUAN CARI MASALAH DASAR ANAK SIALAN" Jimin menyela perkataan Kai dan menghina Kai dengan sangat tidak senang.
" Jimin jaga ucapanmu !" kata Victoria Seongsangnim marah
" Tapi dia membual Seongsangnim, kami tidak memukul dia. Dia saja yang cari masalah dengan kami. Kami berdua hanya lewat di depan kelas nya dan tiba-tiba saja dia mencari masalah kepada kami" jelas Jimin masih dengan nada emosi.
" Jimin sekali lagi kau bicara akan ku panggil Orang Tuamu" ancam Victoria Seongsangnim
" Panggil saja, sekalian semua anggota keluargaku saja sem" jawab Jimin dengan sangat dongkol
" dan akan kupastikan sekolah ini akan tutup dalam waktu 24 jam" ancam Jimin sambil memainkan smirknya di depan guru BK nya tersebut
"Sial" desis Victoria
"sudah Jimin sudah" Taehyung menenangkan Jimin yang sedari tadi emosi
Taehyung sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini jadi Taehyung tidak mengambil pusing dengan ini. Tetapi dia khawatir dengan temannya. Karena dia, Jimin masuk BK dengan pertama kali. Dan Taehyung tidak enak hati dengan Jimin.
" Dan kau Taehyung coba kau jelaskan hal ini" Tanya Victoria Seongsangnim dengan tegas
Taehyung melirik ke arah Kai dan Tao dengan benci
"kami tadi hanya sekedar lewat dan dia" Taehyung menunjuk Kai dengan kesal
" dia menghalangi kami dan dia memukul Jimin duluan" jawab Taehyung dengan singkat
" Jangan berbohong Taehyung, jelas-jelas kau dengan temanmu yang cari masalah kepada temanku. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri" Tao membalikan fakta di depan Victoria Seongsangnim
" ciiih. Kau melihatnya dengan matamu hah ? buang saja matamu itu" sindir Taehyung dan memlemparkan smirk nya ke Tao
" APA KAU BILANG ?" Tao yang marah menarik kerah baju Taehyung
" YA ! YA ! HENTIKAN" teriak Vic Seongsangnim dengan suara nyaringnya
" BESOK ! PANGGIL ORANG TUA KALIAN SEMUA !" Victoria Seongsangnim memberi perintah kepada keempat namja keren ini.
" Maaf, Victoria Seongsangnim yang cantik, tapi appa dan umma sedang berada di Luar Negeri jadi tidak bisa hadir besok" goda Kai mencari alasan
" TIDAK ADA ALASAN KIM JONGIN" jawab Victoria Seongsangnim dengan serius
" Orang tuaku juga lagi di China Seongsangnim" jawab Tao dengan malas
"oh buatmu Taehyung apakah Orang Tuamu akan datang eoh ? uppsss,, maaf Orang Tua mu sudah tidak ada ya ? hahahaha " Kai mengejek Taehyung dengan sangat puas dan mendapat HighFive dari Tao temannya.
" SIAL KAU" ucap Taehyung marah dan segera memukul pipi Kai dengan mulus
" sudah Tae hentikan" Jimin menarik Taehyung yang sedang emosi memukul Kai yang tidak berdaya di bawahnya
" HENTIKAN SEMUA ! HENTIKAAAAN" Victoria Seongsangnim kembali menjerit emosi melihat siswanya
" KALAU SALAH SATU ORANG TUA KALIAN TIDAK DATANG. KALIAN AKAN SAYA SKORSING SELAMA SEMINGGU ! DAN KAU TAEHYUNG PANGGIL WALIMU " Victoria Seongsangnim benar-benar serius
" TAPI SEONGSANGNIM….." ucap mereka serempak protes
" TIDAK ADA PROTES ! DAN SEKARANG KELUAR DARI RUANGAN SAYA. SEKARANG DAN SEGERA MASUK KE KELAS KALIAN MASING-MASING !" Victoria Seongsangnim mengakhirinya
Mereka keluar dari kantor BK dengan dongkol.
" Ini semua gara-gara kau" tunjuk Kai ke Taehyung
" iya ini karena mu anak sial" Tao ikutan menunjuk Taehyung di samping Kai
" Ini semua karena mu BODOH !" Jimin menolak bahu Kai dengan muak
"sudah Jimin jangan di ladeni dua orang bodoh yang tidak ada otaknya ini. Kalau pun ada otak, otaknya tidak berfungsi sama sekali" Taehyung manarik Jimin menjauh dari mereka dan senyum mengejek ke Kai dan Tao
" AWAS KALIAN BERDUA" cicit Kai masih tidak mau kalah
" KAMI TIDAK TAKUT ANAK IDIOT !" jawab Jimin dan Taehyung serempak.
Dan mereka berlalu dengan cekikikan geli
.
.
.
.
.
.
.
Jin pov
Sudah hampir satu jam aku menunggu Taaehyung di depan sekolahnya. Dan sekolahnya sudah hampir sepi, hanya beberapa siswa dan siswi yang di sekitar sekolah. Mungkin mereka ikut ekstrakulikuler.
" kemana sih V" dengusku
Dan tak berapa lama aku menemukan seseorang yang sedang kucari sedang bersama dengan Jimin, temannya.
Ku lambaikan tangan ke arah mereka, menandakan aku disini menunggu mereka
Saat mereka semakin dekat dapat ku lihat muka mereka penuh dengan biru-biru dan sudut bibir mereka bengkak.
" kalian kenapa ?" Tanya ku khawatir
" hehehe kami tidak apa-apa hyung, hanya tadi kami ada ada masalah. biasa anak laki-laki" Cengir Jimin ke arahku
" kalian berdua berkelahi ?" tanyaku
" iya, ada yang anak bodoh yang ingin cari masalah kepada Taehyung dan aku membantunya " dengan bangganya Jimin menceritakannya kepadaku
" huuumm Jimin, tapi apa tidak masalah jika orang tuamu datang di sekolah? Aku takut kau akan kena hukum setelah itu"ucap Taehyung seakan merasa bersalah dengan Jimin
" hahaha tidak apa Tae, jangan cemas, appa akan ngerti kok, santai saja. Aku akan menceritakan ke appa apa yang sebenarnya telah terjadi. Lagi pula kita tidak salah. Anak idiot itu saja yang mencari masalah kepada kita" Jimin menenangkan Taehyung yang sedari tadi cemas
"ya sudah aku pergi duluan ia, hyung jaga Taehyung ia, annyeong" Jimin pamit dan melambaikan tangan seiring di berlalu dari kami
Kupandangi Taehyung yang sedari tadi hanya diam.
" apa yang kau lihat ?" tanyanya ketus
" kau tidak apa kan ?" tanyaku lembut
Dia menundukan kepalanya dan menggelengkan pelan
" ya sudah ayo pulang, akan ku bersihkan lukamu" ku tarik tangannya dan saat kami ingin meninggalkan sekolahnya, tiba-tiba ada suara yang memanggil Taehyung..
"hyung…hyung.. Taehyung hyung.." aku dan Taehyung menoleh kebelakang dan kami dapat itu Jungkook yang berlari-lari memanggil Taehyung
" annyeong jin hyung" sapa Jungkook setibanya di hadapan ku dan Taehyung
" annyeong Jungkook-shi" jawabku kalem.
" hyung kenapa ? tadi aku melihat kalau hyung dan Jimin hyung berkelahi dengan si Kai itu ya ? dan katanya juga hyung akan di skorsing kalau tidak wali datang ke sekolah. Apakah itu benar hyung ? " Jungkook menanyakan pertanyaan bertubi-tubi kepada Taehyung
" hyung tenang saja hyung, aku akan menjadi saksi kalian berdua aku akan membela kalian hyung" Jelas jungkook membela Taehyung dan Jimin
" makasih Jungkook" Taehyung tesenyum lembut ke Jungkook.
" kalau begitu aku pamit ya, annyeong Jin hyung, annyeong Taehyung hyung" Jungkook pamit kepada kami berdua
" nanti ceritakan kepadaku V apa yang sebenarnya telah terjadi hari ini padamu dan Jimin" perintahku ingin tahu
Ku bawa Taehyung ke villa ku. Karena aku ingin ketenangan dan tentu ingin berduan dengan Taehyung
" ini dimana hyung?" Tanya Taehyung celingkukan
" ini di villaku. Ayo masuk " ajakku geli melihat ekspresi cengonya
" sini ku bersihkan lukamu" ku bersihkan sisa-sisa luka di sela-sela bibirnya. Dan ku kompres warna kebiruan di sekitar wajahnya
" aawww… appo.." ringgisnya
" baru begini saja kau merengek, berkelahi bisa" ejekku dan dia mempoutkan bibirnya dengan kesal
" kenapa kau bisa berkelahi ?" tanyaku
" dia duluan, bukan aku" jawabnya seperti anak kecil
" tak bisa kah kau mengalah dan tidak berkelahi. Kau lihat wajahmu jadi babak belur begini kan" nasihatku
" ya hyung ! kan sudah ku bilang bukan aku yang cari masalah, tapi dia" sunggutnya kesal dan menggebungkan pipinya imut
" iiihhh" kutekankan dengan kesal kapas tepat di keningnya yang lebam
" AAAWWWWW…. HYUNG APPOOOOOO" jeritnya kesakitan
" kau tega sekali, kalau dirimu tidak ikhlas mengobati tak usah seperti ini" Taehyung memijat-mijat keningnya sambil mempoutkan bibirnya
" kau ini dari tadi merengek saja" kutatap dia dengan kesal
" tapi hyung bla..bla..bla..bla
Kutatap dia dengan flat face
Kutekan lagi kapas tepat di luka disamping bibirnya.
"YA HYUNG APPO!" jeritnya
" tidak bisakah dirimu diam?" sunggutku
" Iya, tapi ini sakit hyung" jawabnya ketus dan dia membelakangiku
" ya, V~ah masa begitu saja kau marah?" bujukku
"Jangan marah dong Tae"tanyaku manja di samping mukanya
Tetap saja dia diam saja
" Apa sakit ?" Tanya lembut. Dan ku toel-toel bahunya. Dia masih diam saja.
Lalu aku bangkit dari dudukku dan menghadap ke dia.
Ku rengkuh pipinya dengan tanganku untuk menghadap ke wajahku. Ku dekatkan wajahku ke wajahnya.
Ku pagut bibirnya dengan cepat. Taehyung berontak saat ku cium bibirnya. Ku cium lembut sisi samping bibirnya yang berdarah. Ku lumat pelan bibir mungilnya tanpa nafsu
"Rasa Darah" pikirku
Ku hisap pelan bibirnya
" aaww" ringgisnya lucu di sela ciuman
Kuhentikan ciumannya
" sakit ?" tanyaku intens
Dia menggeleng lucu seperti anak kecil
Geli aku melihat ekspresinya
"ya sudah yuk kita makan" ku tarik tangannya agar berdiri
Tapi…. Di tepisnya tanganku.
" ada apa V ?" tanyaku dan aku duduk kembali dan menatap dia.
" eeehhhmmmm ituuu…eeehh..eee"
"ada apa V ?" tanyaku lagi
"Itu hyung.. ciuman tadi..eee"
"kau mau lagi?" godaku sambil memasang smirk di wajahku
" eehhh…a..aa..aaa..niii…bu..bukan itu..eeehhh" jawabnya gelagapan
" kau yakin ?" makin kudekatkan wajahku ke wajahnya. Dapat kurasakan deru nafasnya yang menerpa wajahku
" eehhmm" dianggukannya kepalanya ragu
Ku tarik tangannya ku letakkan di pipiku. Ku pejamkan mataku
" ee..hyung,,," panggilnya
" giliranmu V" ucapku
" tapi hyung"…selanya
" pakai insting mu V" kataku menyakinkan tak sabaran
Di tempelkan bibirnya di bibirku. Satu detik.. Dua detik.. Tiga detik.. Empat detik.. Lima detik..
Kenapa dia hanya menempelkan bibirnya saja pikirku.
Karena tak sabaran ku gerakan bibirku
" ya ! hyung… kau sunggu tak sabaran" sunggutnya marah
" kau hanya diam saja V, harus berapa lama aku lagi aku menunggu. Kau hanya menempelkan bibirmu ke bibirku" balasku kesal
" Kan, aku harus menggumpulkan keberanianku hyung" balasku lagi
" ya sudah kalau begitu lanjutkan" jawabku
" ANI ! Aku tak mau ! Kau tak sabaran hyung" ucapnya kesal sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
" ya sudah kalau tak mau" lalu aku bangkit dengan dongkol
" Aiiiiissssshhhh" dengusnya
Di tariknya tanganku kasar. Didudukannya kembali tubuhku ke sofa.
Di rengkuhnya pipiku. Lalu dengan penuh keberanian dia mencium dan melumat bibirku...
'Agresif juga dia'
Aku juga tidak mau kalah. Ku hisap bibirnya bawahnya. Ku acuhkan ringisan kesakitannya karena hisapanku mengenai bagian bibirnya yang terluka. Ku kaitkan lidahku ke lidahnya dan mengabsen deretan giginya. Lidahku ku biarkan bermain bebas di dalam mulutnya.
Ku gerakan kepalaku ke kanan dan ke kiri mencari kenyamanan d iantara ciuman kami.
Tanggannya yang tadi dari pipiku tanpa dia sadari telah berpindah ke leherku. Ku tarik pinggangnyya untuk memperkecil jarak diantara tubuh kami berdua
*mmmaaaahhhh
Dilepaskannya tautan bibir kami dengan nafas tersengal-sengal
"ternyata kau agresif V" godaku
" kau yang agresif hyung" balasnya tidak terima
"OK, kalau aku agresif. Ayo kita ke kamar" pancingku
" ANI…ANI.." jawabnya ketakutan dan itu membuatku terkekeh karena berhasil menggodanya
.
.
.
.
.
.
Taehyung pov
Sudah 2 jam aku duduk terdiam di balkon kamarku setelah 4 jam yang lalu Jin hyung mengantarku pulang.
" kenapa aku bisa melakukan hal itu dengannya" pikirku tak percaya.
Ku minum coffee latte ku lalu menerawang melihat langithitam di atasku.
Sekian lama aku berpisah dengannya. Dan akhirnya aku berjumpa dengannya lagi. Hal yang benar-benar tidak pernah ku duga..
Aku tertawa kecil mengingat semua kenanganku dulu saat masih kecil bersamanyaSaat dia menemaniku melihat matahari terbenam, saat dia membelaku ketika aku di bully teman-temanku. Saat dia membelikan aku ice cream padahal dia lagi sakit. Dan saat….. dia meninggalkan ku….
Memori sialan itu terbayang kembali di pikiranku.
"aaaarrrrghhhhhh" ku hempaskan coffee latte yang ada digenggaman tangganku
Ku luapkan rasa sesak yang ada di dadaku dengan tangisan. Kugenggam tangganku kuat. Rasa sakit yang kurasakan saat berpisah dengannya saat ini. Ku biarkan air mataku mengalir begitu saja. Rasanya benar- benar sakit saat dia pergi meninggalkan ku.
*baby baby geudaeneun caramel macchiato
Yeojeonhi nse ipgaen geudae hyanggi dalkomhae
Baby baby tonight
Baby baby tonight
Telefonku berdering
~jin hyung3 3 calling~
Kubiarkan telfonku berdering begitu saja. Aku masih terlalu kesal karena teringat masa lalu menyedihkan itu lagi.
*baby baby geudaeneun caramel macchiato
Yeojeonhi nae ipgaen geudae hyanggi dalkomhae
Baby baby tonight
Baby baby tonight
" mau apa sih dia" kuusap air mata yang mengenang di pelupuk mataku
" yeoboseo" jawabku dengan suara parau
" kau kenapa V ?" tanyanya panic
" a.,,aku tidak apa-apa hyung, hiks.." jawabku setengah senggugukan
" aku di bawah V " jelasnya
Apa ? Dia dibawah ? ku lihat kearah gerbang rumahku
Seseorang tepat berdiri di depan gerbang rumahku. Segera aku berlari kebawah
" Taehyungie.. sepertinya temanmu di depan" ujar Daehyun hyung yang tengah asik menonton tv.
" sepertinya sekitar 1 jam_an" Baekhyun hyung menambahi
" APA ? sekitar 1 jam_an ? kenapa tidak kalian suruh masuk ?" jawabku kesal
" kami kira dia hanya numpang lewat" jelas Baekhyun hyung
"aku malah mengira dia hanya petugas keamanan"ucap Daehyun hyung seenaknya
" aish..masa' namja setampan itu petugas keamanan Dae. Ada-ada saja kau ini..."tegur Baekhyun hyung pada Daehyung hyung
"kami saja baru tau kalau dia berdiri disitu, itupun gara-gara saat Daehyun menutup jendela depan" papar Baekhyun
" ya-ya-ya benar itu" Daehyung mengiyakan dengan mulut penuh cheesecake.
" aigoooooo" geramku sendiri
" hyung.." sapa ku kikuk
" kau lama sekali V" sunggutnya manja
" sudah berapa lama hyung ?"tanyaku
" hhmm sekitar 1 jam lah" jawabnya sambil tersenyum
Berarti kata hyungku memang benar.
" kenapa kau tidak menelfonku huh ? kau tau satu jam berdiri itu capek hyung" ucapku tak percaya
" hehehe aku keasikan melihatmu sih dari sini" tawanya
" kau ini" ku hela nafasku
"V, matanya mu kenapa ? kok bengkak ?" tanyanya sambil memegang wajahku
" ee..hh.. tidak apa-apa hyung, tadi kena debu" jawabku alasan
"Jangan bohong Tae" ucapnya serius
" ada apa datang kemari ?" kualihkan percakapan kami tadi
" itu.. aku ingin mengajakmu jalan-jalan sebentar" kulihat raut wajahnya memohon
"baiklah"
"kajja" ditariknya tanganku lembut.
" tanganmu dingin V. Aish kenapa kau hanya memakai kaos tipis di malam sedingin ini" desisnya. Ku hiraukan pernyataannya tadi.
Wajahku memerah saat kurasakan dia memakaikan jaket yang dipakainya tadi ke tubuhku. Lalu digenggamnya tanganku dengan penuh kehangatan.
"caaaa….. Kita sudah sampai" ucapnya
" Sungai Han ?" tanyaku
" Ya. Belakangan ini aku sering kesini" jawabnya sambil menerawang kedepan
Ditariknya tanganku menuju bangku yang lumayan yang sedang tidak berpenghuni.
" Disini jauh lebih indah dan tenang" dia tersenyum lembut.
"Di sini tempatku mencari ketenangan saat perasaanku sedang sedih"lanjutnya.
Memang pemandangan dari tempat ini sangat indah. Sungai Han di malam hari yang di penuhi lampu warna warni yang menawan. Berkilau seperti serpihan permata di atas permadani hitam.
" Kau tau V bertahun-tahun aku meminta kepada Tuhan. Agar aku bisa berjumpa denganmu. Dan akhirnya aku bisa menemukanmu. Dan itu hal terindah yang kudapat.
" V…." panggilnya
Kulihat wajahnya yang tanpa mengucapkan sepatah katapun dari mulutku.
" Kau percaya padaku kan ?" pertanyaan yang aneh keluar dari mulutnya
" Iya aku percaya" jawabku sambil menatap matanya
" Percaya kan kalau aku tidak akan meninggalkan mu lagi ?" tanyanya lagi
" Ne, aku percaya" jawabku mantab
" Percaya kalau aku mencintaimu ?" darahku berdesir mendengar kata yang barusan saja keluar dari mulutnya.
" V…. Kau percayakan ?"
Aku diam mendengarkan kata-kata nya yang begitu menyentuh relung hatiku. Rasanya air mataku sudah siap jatuh meluncur lagi dari kedua bola mataku.
*tit..tit..tit..tit..*
Suara alarm dari telfonnya berdering
" Alarm apa itu ?" kutanya dia sambil menyeka air mataku yang hampir saja menetes.
" Itu,, eee.. Alarm ulang tahunku he..he..he.." cengirnya
" Kulihat layar ponselku 'December 04'
" Bulan 12 tanggal 4" tanyaku
" Eeemmm" dia menggangukan kepalanya malu.
"Mau hadiah apa ?"
" Eee…." Dia tampak berfikir
" Aku mau boneka Disney" jawabnya lucu
" Hyung umurmu sudah 23 tahun kenapa kau minta hadiah seperti itu !" cicitku kesal
" he..he..he.."diperlihatkan deretan gigi putihnya
" Tapi aku mau boneka Disney V.." rengeknya manja
" yayaya… besok aku belikan'
" Jinja ?"
" Ne.. Tapi kalau aku kasih bonus bagaimana ?"
" Huh ? Bonus ? Bonus Ice Cream ? AKU MAU !" teriaknya kesenangan
" Bukan pabo -_- tapi ini bonusnya"
*cuuupppp
Ku cium bibirnya singkat
" Aku juga mencintaimu"
Dia diam tak bergeming
Ditundukan kepalanya.
" Hyung.." panggilku
Greeeeeeb
Dipeluknya tubuhku tiba-tiba dengan sangat erat sampai membuatku hampir sesak nafas dibuatnya
" Gomawo V.. gomawoyo.. Aku janji aku tidak akan meninggalmu. Tak akan pernah"
Kubalas pelukannya
" Ne.. Hyung, aku percaya kepadamu. Aku percaya kau tidak akan meninggalkanku" ku pejamkan mataku sambil menyesap aroma tubuhnya yang begitu addict untukku.
Entah sadar entah tidak, tetapi saat ini aku merasakan cinta. Cinta yang selama ini kuanggap remeh. Cinta yang kuanggap biasa saja. Tapi di malam yang indah ini, bersama Jin hyung, aku merasakan cinta itu apa.
Terima kasih tuhan. Kau telah memberikan ku kebahagian yang selama selama ini ku nanti.
Ku ukir sebuah senyuman tulus di bibirku…
Cinta. Begitu ia ingin menghampiri. Dengan tenang ia-pun datang. Diam mengendap-endap. Kemudian mengendap. Menjelma jadi apapun. Membentuk dirinya dalam segala wujud. Menyatu dengan alam. Menyatu dengan sifat. Begitu melekat. Erat. Laksana lelehan aspal memenuhi jalan. Setiap jalan. Setiap jengkal. Setiap lekuk. Setiap kehidupan. Sedang takdir insan adalah berani mengatur langkah untuk melaluinya. Agar tidak terjebak dan mati sia karena cinta.
.
.
.
.
.
FIN
Tapi boong...wakakak. *unny digebukkin sarah n reader*
TBC LAGIIIIIII ya reader2 sayang...^^
Halo unny datang lagi with a story from my lovely n naughty dongsaeng, sape lagi kalo bukan Sarah.
Unny mau curhat nih, tau gak unny sempet ngambek loh gak mau posting ni ff. Kenapa coba? Kenapa? Ada yang tau..kalau ada yang tau unny kasih permen.. :p oke gak penting jadi abaikan...
Unny ngambek gara2 Kai sm Tao jadi jahat di chap ini, si Kkamjong mah oke ajah kalo jadi badboy..tapi nae baby panda. Huwaa..unny ga tega :'( *usel-usel baby panda-*ditabok kris dibuang ke kutub
O iya unny mau ucapin happy birthday buat Jin yang ternyata habis ultah –telat bangeett- "kriik"
Lagi-lagi unny mau ngucapin makasih sebuanyak-banyaknya karena masih sudi mampir ke sini *yaelah apaan nih*
Maapin unny yang ga bisa update lanjutan ni chapter dengan cepet, terus maapin unny yang masih ngutang lanjutan ff Chanbaek. Unny lagi sibuk sm tugas kuliah n proposal tesis soalnya..hiks. Maap..maaap..
BTW udahan dulu unny curhatnya –ih pede banget ada yang baca- :p happy writing n dont forget to Leave Your LOVELY REVIEW in hear! Saranghae!
Berhubung ntar lagi Christmas N taun baru unny juga mau ucapin ...
====!MERRY CHRISTMAS N HAPPY NEW YEAR 2014!===
