Hetalia © Himaruya Hidekaz
Some Character © Dinosaurusgede (Kak Sita Dewi)
Kalimantan Siblings © StarBening-luvInd
Noting: Hanya ingat peringatan!
Reviews Answer:
Amelia:
Sama deh! Ulun juga kaya itu. Baik, tapi sayangnya karena stereotype… Setiap satu kebaikan ulun tidak pernah diberi terima kasih! /Lari dengan air mata/
Hahaha, itulah kata ibu guru Zakiah saya yang tersayang… Tapi dapat pujian dari beliau cukup meningkatkan jaya juang ulun.
Soal typo(s) itu, keyboard ulun sudah susah dipakai karena sering dipukul-pukul oleh adik laki-laki ulun misalnya inya marah. Tapi ini pun mungkin lebih panjang, bahkan chapter berikut! Tunggu saja, lihat previewnya. Mungkin lebih memusatkan pada para personifikasi.
Setelah ulang tahun Arisin, semuanya sejahtera kecuali jika kalian tidak ingin menghitung Nirmala yang mengamuk selama dua minggu dan menjadi semakin diam dan berkurang melakukan siesta, radio yang rusak bekas jatuh dari atas meja yang kabelnya terkait kaki Rizky saat dia melompat, kaca pecah yang disebabkan oleh Rangga, Arya dan Fani yang bermain bola di dalam kelas, buku absen dibuka-buka Risma, dan Ibu Zakiah yang menegur hampir setiap hari.
Tetapi kali ini masalahnya lebih berbeda! Jaka mendeklarasikan perang pada lima besar melalui tingkah laku! Walau itu masih pendapat Nirmala, tapi kelihatannya betul. Pertama, dia mendeklarasikan dia akan mengalahkan Nirmala yang merupakan ranking 2 dan itu jelas-jelas ingin melompat menjadi ranking 1, dan itu membuat Laily dan Nirmala mulai melindungi ranking sendiri agar ranking Hafizh tidak diambil. Kedua, dia lebih banyak mengajukan pertanyaan dan jawaban untuk mendapatkan nilai tambahan harian. Ketiga, dia mengeluarkan aura Ja-Im yang jelas saat sedang kelas Ibu Zakiah. Keempat, dia mulai menghapal lebih dahulu sebelum yang lainnya. Kelima, dia terus-terusan mengganggu musuhnya.
Akhirnya lima besar kecuali April yang pindah mengadakan pertemuan setelah pulangan yang diikuti oleh Rika dan Fauzan yang penasaran.
" Jaka tu kam! Aku handak lalu memeras badannya, bakar dia setelah itu memberikannya kepada harimau kelaparan!" Nirmala berteriak kesal.
" Bahaya kalau begitu ya~" Hafizh berkata enteng.
" Hafizh! Ranking kam kaya apa!?" Laily berdiri tiba-tiba.
" Dia tu sebaiknya tetap di ranking 20 sekalian!" Joko tumben-tumbennya marah amat.
" Oi udahlah! Dia kalau latihan tinggi! Tapi ulangan rendah!" Fauzan ketawa.
" Betul, tapi Fauzan! Mana yang lebih banyak? Latihan atau ulangan harian? Sebentar lagi Ulangan Tengah Semester!" Nirmala membentak saking kesalnya dia sampai memukul meja.
"Coba gini aja! Hafizh, ikam kuat dalam materi apa aja?" Rika mengeluarkan buku catatannya dan sebuah pulpen.
" Hmm… PKN, IPA, Bahasa Indonesia, Matematika, BTA, Agama." Hafizh menjawab sedikit bingung.
" Nirmala?" Rika berpaling ke arah Nirmala yang hanya memandangnya bingung.
" Matematika, IPS, Bahasa Indonesia, IPA, Bahasa Inggris, BTA, Agama… Itu haja yang seingatku." Nirmala menjawab masih terlihat bingung.
" Laily?"
" Bahasa Indonesia, IPA, BTA, Agama… itu cukup?" Laily pula yang menjawab.
" Cukup aja. Joko?" Rika menatap langsung ke Joko agar tidak melihat tingkah lakunya yang lucu.
" Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, BTA, Agama… Hmm, PKN?" Joko menjawab ragu-ragu.
" Sudah! Ini lihat!" Rika menunjukkan apa yang di catatnya selama ini.
" Jadi, maksud Rika adalah kami mengutamakan materi kami sendiri dan setengah darinya materi yang kami lemah?" Nirmala menyimpulkan dan Rika yanga mengangguk pelan.
" Pintar!" semuanya bersorak gembira dengan rencana Rika.
" Tapi.."
" Apa?"
" Nirmala… Tiap tahun turun naik nilainya…"
" Ah!"
" Biar! Kami ada cara kami sendiri, 'kan Nir!"
" Betul Hafizh!"
Besoknya semuanya ribut, kecuali Nirmala. Saat Arisin masuk, dia hanya dapat terkagum dengan Nirmala karena dia sedang membaca buku IPS! Biasanya kurang banyak yang suka hubungan internasional Indonesia, tapi anak satu ini suka sekali. Hafizh walau masih sedikit terlihat bahwa dia itu berbicara, tetapi di tangannya ada buku PKN, membuat Arisin semakin kagum.
" Diam sudah! Lihat itu Hafizh dan Nirmala! Hafizh memang berbicara tetapi dia rela membawa buku PKN saat materinya tidak ada! Nirmala membawa buku IPS walau materinya tidak ada dan sangatlah diam dari tadi."
Itu karena, Hafizh sedang menyimak, merangkum, meringkas dan menjawab sendiri semua soal di buku PKN. Nirmala mencoba kemampuannya dengan menjawab sendiri soal-soal di buku IPS, dan menghapal setiap satu jawabannya dan di ulangnya sampai dia hapal semuanya.
Saat istirahat tiba, Arisin dapat mendengar sedikit gumaman Nirmala yang sedang menjawab soal IPS saat hanya beberapa murid yang berada dalam kelas, kebanyakan yang memiliki ingatan yang kurang melekat.
" Kota… Phnom Penh. Kina… Malay… Timur. Brunei Daruss… Sungai Pagon. Muang… Thailand. Viet… Pla… Bolovens."
Sedangkan di bagian Hafizh terdengar banyak penjelasan panjang lebar tentang perumusan Pancasila, musyawarah, meneladani sikap para pejuang, dan dia menjawab berbagai soal.
Ini memang bukanlah saran Rika tetapi ada kelebihan kedua orang ini. Pertama, mereka belajar dari kesalahan dan mengingat kembali. Kedua, mereka sangatlah benci dikalahkan semakinnya ditantang oleh Jaka yang dapat dikatakan oleh mereka amatiran. Dan ketiga, mereka orang yang keras kepala dan bersemangat dalam pelajaran hanya untuk menang. Pantas saja mereka berdua lama tidak dapat dikalahkan walau begitu Nirmala sudah mengibarkan bendera putih dalam mengalahkan Hafizh tapi tetap mencoba untuk melawan.
Tapi, sisi yandare mereka sangatlah menakutkan. Hafizh belajar karate dan walau terlihat pemalu, dia dapat memukul seseorang dengan sungguh-sungguh jika perlu. Nirmala mempunyai kekuatan dan adrenali tinggi yang melebihi laki-laki. Karena itulah mereka berdua merupakan duo yang sulit dikalahkan tetapi sekarang ada Jaka yang ingin melawan!? Berdoa saja sudah.
Jaka sementara itu sedang bermain dan ketawa-ketawa, tidak merasa aura keunguan yang di keluarkan Haifzh dan Nirmala yang kesal sampai tingkat gunung meletus.
' Dia kata mau mengalahkan kami! Kenapa main terus kerjaan!?' Hafizh dan Nirmala berpikir dalam hati dengan senyuman entah palsu ataupun muka datar yang pura-pura tidak peduli.
' Seminggu lagi ulangan dan kelas ini masih juga bermain… Kecuali Hafizh dan Nirmala yang entah mungkin aku melihat aura keunguan yang mirip punya Russia tetapi lebih pekat…" Arisin senyum ketakutan melihat muka bercampur kesal kedua ranking tertinggi itu.
Sementara itu di luar…
" Eh! Rik, kenapa tu berdua?" Tanya Jaka penasaran.
" Diam ja! Biar kam sogok sejuta, aku kada akan membaritahu!" Rika berpaling, tidak ingin melihat muka Jaka.
" Eh!?"
" Begitulah saking kesalnya dan bencinya aku lawan kam! Pas kelas lima, kakiku tercucuk sekitar tiga paku, nilai SBK kami mengurang, menolong kami gin sedikit ja! Ngejek si May! Ketawa ja kerjaan! BENCI!" Rika berkata dengan kekesalan dan kebencian yang dalam.
" Eh~ Pertengkaran antara pacar ya~?" Risty menggoda dari belakang, dari ejekan itu dia dikejar oleh Rika sampai turun naik tangga.
Kembali ke dalam…
" Hafizh, Nirmala, gak istirahat untuk waktu pertama?" Tanya Arisin kepada kedua muridnya yang masih mencatat, membaca, dan menjawab bagian-bagian penting.
" Tidak sampai Ulangan Tengah Semester selesai! Kecuali istirahat kedua…" keduanya menjawab setengah teriak, membuat tidak hanya Arisin terkejut tetapi bahkan sampai beberapa dari murid VI A dan VI B yang sedang dekat terkejut juga.
" Waduh…" Rika sweat drop, tak pernah dikiranya bahwa keduanya akan seserius ini. Jaka hanya menggali kuburnya sendiri.
" Hmm… Apa nama lagu kebanggsaan Vietnam?" Arisin memberi pertanyaan IPS yang ditujukan pada Nirmala.
"Forward Soldier atau dalam nama lain Tien Quan Ca." jawab Nirmala datar.
" Apa nama lagu kebangsaan Amerika Serikat?" Tanya Arisin lagi.
" The Star-Spangled Banner! Dengan dua bagian jika saya tidak salah…" membuat bahkan kelas VI A kagum.
" Seberapa kuat gempa Sendai? Dan kapan terjadinya? Berapa yang tewas?" Tanya Arisin lagi.
" Sekuat 9,0 dan menjadi gempa terbesar yang pernah melanda Jepang selama sejarah. Gempa dan tsunami ini terjadi pad 11 Maret 2011. Laporan Japanese National Police Agency (JNPA) menyatakan bahwa 15.269 tewas dan 8.526 lainnya hilang di enam prefektur, meski dikhawatirkan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi." Nirmla menjawab hamper lengkap, Dimas sang paling pintar di kelas VI A langsung menjauh sedikit demi sedikit.
" Hafizh,pada tahun berapakah Jepang datang ke Nusantara?" Tanya Arisin, sekarang memberi soal pada Hafizh.
" Jika bukannya yang tentang tentara mereka, maka harus saya jawab bahwa mereka datang ke Nusantara jauh sebelum perang dimulai. Jepang bersama dengan Cina dan Korea adalah salah satu Negara yang sudah lama membeli rempah-rempah di Indonesia, bahkan jauh sebelum Portugal mencapai Nusantara atau dahulu juga dikenal dengan nama Pulau Rempah." Hafizh menjawab panjang lebar.
" Kau tahu dari mana? Yang pasti ini tidak di ajarkan di masa SD." Arisin bertanya curiga pada keduanya.
" Nirmala mengajarkan saya Inggris yang lebih lengkap dan menunjukkan saya pada sebuah komik yang penuh dengan unsur sejarah…" jawab Hafizh.
" Dengan ganti dia mengajarkan saya dalam PKN dan cara cepat mengingat dan menghapal jawaban dan pokok-pokoknya." Nirmala pula yang menjawab.
" Apa yang terjadi?" Jaka memberanikan diri bertanya sementara yang lainnya masih terkesima dengan pengetahuan luas keduanya.
" Terdengar dari orang yang ingin menjadi ranking satu! Mantan ranking 20!" mata keduanya melihat ke Jaka yang terkejut rencananya diketahui.
" S-seperti a-a-apa tahunya?" Jaka terbata-bata bertanya, tidak pernah selama sejarah kelas ini, pemandangan seperti ini terlihat.
" Katanya mau mengalahkan aku. Kedudukan apa lagi yang ada sebelum aku?" Nirmala berkata bagai dia sudah tahu sejak lama.
" Kau masih amatiran, Jaka. Dari ranking 20, lompat menjadi ranking 9 dan sekarang mau menantang kami?" Hafizh berkata.
" Dalam mimpimu!" keduanya berkata serentak.
Semua orang yang ada di depan kelas langsung menjauh diam-diam, mereka tak pernah tahu sisi gelap Hafizh dan Nirmala. Bahkan Arisin sekarang memiliki firasat bahwa bahkan Russia akan ketakutan menghadapi keduanya.
' Aduh… Perang hebat akan terjadi saat Ulangan Tengah Semester…' Arisin berpikir dengan senyum yang tidak dapat ditahan untuk keluar, senyumannya yang suka dengan tantangan.
~OMAKE~
" Arisin! Kau tidak apa-apa?" Pak Arifin langsung mendekat ke personifikasi provinsinya yang sedang bagaikan orang mabuk.
" T-t-t-t," Arisin hanya terbata-bata tidak jelas justru baru satu huruf yang keluar dari mulutnya.
" Apa?" Pak Arifin mulai cemas sekarang.
" TERHEBAT!" Arisin melompat sambil teriak, membuat Pak Arifin melonjak kaget dengan perilakunya.
" Ada apa Arisin?" Pak Arifin mengerutkan alisnya bingung, sementara Arisin nyengir lebar, Pak Arifin hanya merinding melihat gigi taring tajam Arisin.
" Muridku hebat!" kata Arisin bersemangat.
" Hah?" Pak Arifin tak dapat bertanya lebih jauh karena Arisin sudah berlari menuju kamarnya.
Preview
" Si Arisin bertingkah laku aneh! Tolong ikuti dia sebagai seorang spy."
" Baiklah, tuan!"
~/~/~/~/~/~/~/~/~/~
" KAK I-"
" Shh! Rahasia kita!"
" Apa yang kakak lakukan di sini?"
" Itupun rahasia…"
~/~/~/~/~/~/~/~/~/~
" Agung! Mana kau!?"
" Kak tunggu!"
" Menjauhlah, Ahmad!"
" Aku mau minta maaf!"
" Kembalikan tanah Tara!"
" Tidak akan!"
" Menjauh!"
" Tidak akan!"
" Sialan!"
~?~?~?~?~?~?~?~
May or may not be continued! (?)
Character Appearance:
1. Raden Agung Adi Wibawa
2 Raden Lestari Kusuma Melati
3. Arisin (Nama panjangnya sepenuhnya kebebasan StarBening-luvInd)
4. Ahmad Faris Aqil
5. Alina Putri Hanifa
6. Arinda
7. Pak Rudi Arifin
8. Muhammad Tajuddin Zainal Ali Omar
9. Wong Wei Xuan
