Disclaimer : Naruto milik masashi kishimoto.. tapi sasu-teme milik author

Terinspirasi salah satu drama yang pernah Tara tonton

Pair : SASUNARU ALWAYS slight ShikaNaru/SasuKarin

Warning : Shonen . Typo bertebaran. Dan fic ini mempunyai unsur BL (sekali lah ini fanfic mengandung BL. Jadi yang tidak suka ya…. Jangan dibaca ^^)

Tara'Note: Perhatikan tahunnya yaa Minna…. Karena akan banyak adegan dari past ke future atau sebaliknya^^

Chapter 4 : Same Sky Different Time

THE TIME (400 Years Ago)

1614

Sasuke Pov

Ini benar-benar menakjubkan,bagaimana bisa seseorang melakukan perjalanan waktu… hanya dengan menyentuh kalung ini aku dapat kembali kezamanku semula,aku harus kembali ke istana untuk memastikannya segera.

Apakah berita menghilangnya aku sudah tersebar..? kenapa pengawal kerajaan Shimura Danzo melihatku dengan tampang yang sangat terkejut.

"Pangeran Sasuke…." Ternyata Ibu Suri yang tidak lain adalah Kaa-san yang memanggilku,dengan didampingi beberapa dayang istana yang menyertai kaa-san dibelakangnya

"Yaa Kaa-Sama~" Tidak lupa aku membungkuk hormat kepada kaa-san seperti tradisi yang selalu dilakukan.

"Kau dari mana pangeran…? Ibu khawatir mengenai dirimu"

"Saya baik-baik saja Kaa-Sama anda tidak perlu khawatir, besok saya akan pergi lagi menemui seorang teman,mungkin akan memakan waktu yang cukup lama jadi saya meminta izin dari kaa-sama…"

"Kenapa harus pergi lagi pangeran…? Kau baru saja tiba…" Sepertinya kaa-san tidak akan mengizinkanku dengan mudah mengingat suasana politik kerajaan sedang memanas.

"Hamba akan baik-baik saja Kaa-sama,jadi saya mohon kaa-sama dapat memberikn izin"

Grep

"Kau harus hati-hati suke" Bisik Kaa-san ditelingaku akupun mengangguk dan mengeratkan pelukan ibuku. "tentu Kaa-Chan"

End Sasuke Pov

Normal Pov

"Dia kembali Tuan, Pangeran Sasuke telah kembali diIstana setelah menghilang dalam penyerangan kita kemarin"

"Khukhukhu Ternyata dia berani juga untuk kembali,. Utus anak buahmu untuk mengikutinya kemanapun! jangan sampai dia menghilang lagi." Titah Orochimaru dikediamannya.

"Tentu tuan,. Bagaimana dengan Geisha bernama Karin itu tuan..? Bukankah dia sudah tidak berguna lagi, Alangkah lebih baik jika Tuan membuangnya saja di tengah-tengah hutan"

Orochimaru tersenyum licik mendengar saran dari Danzo ternyata anak buahya ini sungguh memiliki watak yang sama dengannya "Itu sudah aku lakukan Danzo… Fokus saja terhadap Pangeran Sasuke,Kudeta harus segera dilakukan jangan mengulur-ulur waktu"

"Ha'I Orochimaru-Sama"

_Ditengah Hutan_

"Ugh… Dimana ini" Tampak seorang Geisha dengan penampilan yang kumal dan kotor tengah berbaring ditengah hutan,.

"SSh… Apa mereka yang membuangku..? Aku harus bertemu dengan Sasuke Sama,Tuanku sekarang dalam bahaya" Karin mencoba berdiri dengan berpegangan dengan sebatang pohon disampingnya,kepalanya masih berdenyut sakit mungkin ini efek dari benturan yang terjadi kemarin fikir Karin, hingga sebuah tangan kekar melingkari pundaknya membantunya untuk berjalan.

"J..jugoo san"

"Kenapa kau bisa sampai disini,? aku mencarimu kemana-mana,Tuanku sedang mencarimu"

"A..apa Sasuke-Sama baik baik saja Jugoo san..?"

"Ya,Tuanku baik-baik saja sebaiknya kita segera pergi sebelum ada yang menemukan kita"

"Kita akan menemui Sasuke-Sama…?"

"Tidak mm maksudku belum,sekarang kita akan menuju rumah singgah milik Sasuke sama di pinggir desa Konoha,kau akan aman disana"

Skip Time

Sasuke Pov

Berani-beraninya mereka menculik Karin,dia orang yang tidak bersalah,kenapa mereka berbuat sejauh itu,aku harus menemui mereka,pantas saja pengawai istana itu terkejut melihatku ternyata ada 'ular' didalam istana. Aku harus mencari 'ekor ular'dahulu sebelum menemukan 'kepalanya'.

Sesuai informasi yang aku dapat tadi, ternyata penasehat kerajaan Orochimaru terlibat dalam rencana ini "Cih… Padahal Yang mulia sangat mempercayainya, Berani sekali dia memanfaatkan kebaikan hati yang mulia,aku harus menyusun rencana untuk membongkar kejahatannnya didepan yang mulia" Hingga akhirnya aku berada ditempat ini, didepan kediaman'nya' tidak lupa aku membawa beberapa pengawal untuk berjaga-jaga.

"Suatu kejutan besar,rumah sederhana ini kedatangan anda yang mulia pangeran Sasuke" Ucap Orochimaru ketika aku baru menginjakkan kaki dikediamannya ini

"Cih.. Tidak usah basa-basi lagi, Apa maumu..?" Tanyaku langsung karena aku tidak suka dengan orang yang berbelit-belit,kulihat dia tersenyum mengejek,sepertinya dia sudah memperkirakan kedatanganku jadi dia tidak terkejut sekarang,sial.

"Khukhukhu ternyata anda sudah mengetahuinya,jadi tidak ada yang perlu saya jelaskan"

"Jangan berani-berani kau melaksanakan rencana picikmu,jika tidak aku akan menghabisimu Orochimaru…!" Gertakku,tetapi orang didepanku malah tersenyum lebar mendengar ucapanku.

"Hamba akan sangat menantikan hal itu tuan."

BRAAK

Kubanting pintu keluar kediaman Orochimaru hingga pintu itu bergetar. Sial dia benar-benar membuatku frustasi,ketika aku akan menaiki kuda tiba-tiba salah satu pelayanku bernama Juugo berlari menghampiriku.

"Kebetulan kau ada disini,ikut aku sekarang, dan kalian kembalilah ke istana!" Perintahku kepada para pengawalku tadi.

"Baik yang mulia" Ucap mereka tegas, kemudian setelah itu aku dan Juugo pergi menuju ketempat dimana kemarin aku tiba setelah dari zaman 'itu'.

~Tara Fujitatsu~

2014

Normal Pov

Tampak seorang artis ternama yang berpakaian pasien rumah sakit sedang menggeledah kamar mandinya, "Ini aneh… Ini bukan magic kan, apa dia benar-benar bisa menghilang..?" artis yang diketahui bernama Namikaze Naruto itu sedang memeriksa segala tempat mencurigakan yang ada didalam kamar mandi tersebut,mulai dari lemari kecil diatas,washtafle,hingga ke dalam kloset.

"Hmmb, bahkan jendela kecil ini tidak akan muat untukku keluar,apalagi dia.. Aiiishhh" Naruto mengacak-acak surai pirangnya frustasi. Karena hal itu membuat kepalanya pusing maka Naruto fokus kepada tujuan utamanya tadi yaitu berganti pakaian,ketika hendak melepaskan pakaian atasnya tiba-tiba jari-jemari yang sedang melepaskan kancing bajunya terhenti.

"Emb Terakhir kali dia muncul dari tempat dia menghilang, apa dia tiba-tiba akan muncul kembali…? Hmmm Tidak mungkin, Tidak mungkin" kemudian Naruto melanjutkan kegiatannya lagi dan tidak lama kemudian berhenti dan langsung menatap kesekeliling kamar mandinya penuh curiga.

"Aaakh….. Aku bisa Gila…!"

_Lokasi Syuting Hoko Heika Mikoto_

"Gaara,apa kau melihat berita yang sedang tersebar diinternet..?" Tanya Temari yang merupakan kakak sekaligus manager Gaara,saat ini Gaara sedang dirias untuk adegan syuting nanti.

"Tidak" Jawab Gaara singkat.

"Haiiish kau ini, coba lihat ini" ucap Temari sambil mnyerahkan tablet,nya

Artis Jepang Sabaku Gaara penyebab Namikaze Naruto tidak hadir dalam press conference film terbarunya.

Terdapat kabar dari salah satu sumber terpercaya bahwa Sabaku Gaara melakukan tindakan kekerasan berupa kata-kata kasar kepada Namikaze Naruto sebelum Press Confrence dimulai,menurut kabar hal itu diakibatkan Namikaze Naruto mendapat peran utama dalam drama tersebut dan hal itulah yang mengakibatkan kecemburuan bagi Gaara yang mendapat peran pendamping.

Karena tekanan dari Sabaku Gaara itulah yang menyebabkan Namikaze Naruto ….

"Brak"

Tidak sampai selesai membaca berita itu Gaara sudah membanting tablet yang dipegangnya. "Berani-beraninya si pirang itu mengatakan hal yang tidak-tidak kepada para wartawan…!" Geram Gaara.

"Bukan berarti Namikaze-san yang mengatakan hal itu semua Gaara,..

"Sudah jelas Nee-chan, siapa lagi yang menjadi sainganku selama ini kalau bukan si pirang itu"

'Haah' Temari menghela nafasnya pelan menyadari tabiat buruk adiknya, mulai awal Debut, Gaara sudah menjadikan seorang Namikaze Naruto yang notabene sudah lebih dulu masuk kedalam dunia entertainer sebagai saingannya, apapun penghargaan yang diterima oleh Naruto maka Gaara akan berambisi untuk memperoleh penghargaan itu juga.

~Tara Fujitatsu~

1614

Sasuke Pov

Sekarang aku berada di tempat aku sampai pertama kali setelah dari masa depan,tak kupedulikan gerutuan Juugo disepanjang perjalanan.

"Yang Mulia… Kita harus pergi ke tempat Karin berada,. Dia sudah menunggu kedatangan anda…"

"Hn"

"Yang Mulia… Kenapa anda melakukan hal seperti ini,apa anda tidak kasihan terhadap Geisha tersebut,sekarang nyawanya terancam gara-gara melindungi anda"

"…."

Jika aku pergi pertama kali kedunia 'itu' ketika aku hampir terkena tebasan pedang para pemberontak, tanpa harus memegang kalung ini seperti cara untuk aku kembali, yang kedua ketika aku dikejar oleh 4 orang pemberontak sehingga aku tersudut, saat itu nyawaku juga terancam ketika salah satu dari mereka tiba-tiba akan menusukku dari belakang,. Hmmm aku dapat kembali ke 'dunia itu' hanya pada saat nyawaku terancam saja. Jadi jika analisisku benar maka rencana ini pasti berhasil.

"Juugo…! Apa kau membawa anak panah…?"

"Iya Yang Mulia,Kenapa..?"

"Dengarkan aku baik-baik. Kau berdirilah didepan pohon itu dan arahkan panahku kepadaku"

"NANI….?"

"Arahkan anak panahku tepat kearahku,sekarang berdiri disana dan jangan melawan."

"Yang Mulia… Hamba tau yang mulia sedang tertekan tapi bukan ini jalan keluarnya… Saya bisa dihukum mati jika saya kedapatan membunuh seorang pangeran…"

"Kau tenang saja… Anak panahmu tidak akan mengenaiku,jadi cepat lakukan. Lakukan dengan tepat dan arahkan anak panahmu tepat kebagian Jantungku!

"Tuanku apa yang sebenarnya kau katakan…?" Aku melihat Juugo sedang frustasi dengan ucapanku sambil memegang busur panahnya.

"CEPAT…!"

Kulihat dia mulai menarik busurnya dan mengarahkannya kepadaku, Tangannya bergetar memegang anak panahnya.

Tarik…

Tarik…

Sreet

"Tuanku… Aku tidak dapat melakukan ini… aku-"

"Aku akan menghindar setelah kau melepaskan anak panahmu,tenang saja…"

"KAMI SAMA…..! Tuanku,anda tidak mungkin dapat menghindarinya,aku tidak dapat melakukannya sungguh..!"

"Jika kau tidak segera melemparkannya maka akan aku lemparkan pedang ini kepadamu,akan kupastikan pedang ini mengenai tepat ditenggorokanmu, akan aku hitung sampai tiga,jika kau belum melakukannya maka tamat riwayatmu" ancamku,meskipun hal itu tidaklah serius karena dia merupakan pengawalku yang paling setia.

"Satu…. Dua… Tiga"

Anak panah sudah dilempar dan ketika ujung anak panah tersebut hampir mengenai tubuhku aku tiba-tiba menghilang

End Sasuke Pov

~Tara Fujitatsu~

2014

Normal Pov

Sasuke mengedarkan pandangannya kesegala arah, Yaa… Ini adalah dunia masa depan, tempat ini adalah kamar mandi masa kini batin Sauke. Ketika hendak melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi Sasuke dikejutkan dengan bunyi pintu depan terbuka, Maka Sasuke memutuskan untuk tetap berada di tempatnya.

"Dimana Naru-Chan kenapa dia tidak berada ditempat tidurnya"

"Mungkin Namikaze-san sedang keluar sebentar Shika,kenapa kau tidak mencoba untuk menelphonenya..?" Atas Saran asistennya,Kiba. Maka Shikamaru mulai mencari-cari nama kontak Naruto Di HP,nya setelah itu terdengar nada sambung, Tapi…

"Hp,nya tertinggal" Ucap Kiba sambil menunjukkan HP Naruto yang bersuara nyaring menandakan terdapat sebuah panggilan.

"Ya sudah akan aku tunggu disini, Kiba coba kau tanyakan keberadaan Naru-Can ke suster yang kita temui dlantai 1 tadi.

"Ok" Setelah Kiba keluar dari kamar rawat Naruto maka disana hanya ada Shikamaru yang sedang membuka-buka majalah dan juga Sasuke yang bersembunyi dibalik pintu kamar mandi.

.

.

"Aku akan mencoba mencarinya diluar saja"…

Sasuke yang mendengar hal itu menghembuskan nafas lega,hingga~

BRAK BRAK BRUK

"Siapa Kau…? Kenapa kau berada dikamar mandi Naru-Chan….?" Shikamaru menekan tubuh Sasuke ketembok, Sasukepun tidak diam begitu saja,dia langsung mencengkeram lengan Shikamaru untuk melakukan pembelaan, Maka terjadilah aksi saling dorong antara mereka berdua,hingga Shikamaru berhasil mendorong Sasuke masuk kedalam bilik dikamar mandi tersebut yang terbuat dari kaca bening,dan menguncinya dari luar.

"Siapa Kau..?,Apa kau seorang Stalker…?" Tanya Shikamaru menuntut tapi Sasuke hanya diam menghiraukan pertanyaan dari orang yang tidak dikenalnya.

"Ada Apa…? Ada apa..?" Tanya Kiba yang mendengar keributan dari kamar Naruto.

"Cepat panggilkan pihak keamanan,ada seorang penyusup disini…!"

"Ha'i"

Tidak usah menunggu lama, Security,Suster penjaga serta manager Rumah Sakit ini sudah berkumpul di TKP, memandangi 'sang penyusup' yang memakai Kimono kerajaan lengkap dengan pedang dibalik punggungnya.

End Normal Pov

Naruto Pov

"Haah~ Kenyangnya, Ramen di Rumah sakit ini tidak kalah dengan ramen Ichiraku,aku harus mencobanya lagi nanti,." Aku baru saja dari kafetaria rumah sakit,aku tidak selera dengan makanan disini jadi tadi aku menyelinap keluar. Emb…? Kenapa banya orang didepan kamar rawatku..?

"Syukurlah anda keluar Namikaze-san..?"

"Ada apa…?" Tanyaku bingung kepada suster didepanku ini.

"Ada seorang penyusup dikamar anda Namikaze-San.. Sekarang dia sudah tertangkap, Bisa-bisanya dia menyusup di kamar mandi anda"

Mendengar hal itu aku langsung masuk kedalam kamar mandi,aku begitu terkejut ketika melihat Sasuke berada dibilik itu dengan beberapa orang yang mengerubunginya.

"Naru Chan~…. Kau lihat aku menangkap penguntitmu,lihatlah tanganku sampai memar dibuatnya" Kulihat tangannya memang sedikit berwarna keungungan, Aku melihat kearah Sasuke yang juga melihat kearahku.

"Dalam rekaman CCTV tidak ada rekaman dia menyusup,bagaimana bisa…?"

"Heey.. Bagaimana caramu bisa masuk kesini,jangan diam saja-!"

"Lihatlah Naru-Chan, Jika tidak ada aku,entah apa yang akan diperbuatnya kepadamu…"

"Kau..? Kenapa bisa ada disini…? Emm sebaiknya kalian keluar dulu biar aku yang berbicara dengannya" Ucapku.

"Tidak bisa Naru-Chan… Nanti kau bisa terluka,jika dia dibiarkan berdua denganmu."

"Tenang saja Shika… Kau berjaga saja didepan,aku akan mencoba berbicara dengannya secara baik-baik,"

"Haah~ Baiklah… AWAS KAU KALAU MELUKAI NARU-CHAN Ku….!"

BLAM-Pintu Tertutup.

"SASUKE… Kenapa kau bisa ada sisini ? Kenapa juga kau bisa tertangkap ? Kenapa tidak langsung menghilang waktu ketahuan tadi…? Dan juga kenapa kau selalu muncul dihadapanku…?"

"Kalungku terjatuh disana jadi aku tidak dapat kembali dan juga kali ini aku kesini untuk menemuimu..?"

"AKU…?"

"Aku butuh batuanmu" Ucap Sasuke sambil mensejajarkan tingginya denganku.

"Kenapa harus aku…?"

"Karena kaulah satu-satunya yang aku kenal di dunia ini,bukankah kau juga orang baik" Pipiku memanas mendengar dia memujiku

"Mmm Ban.. Bantuan apa..?" AAAH Bakaa kenapa harus gugup segala siih….

"Aku mencari sebuah buku,buku sejarah…!"

"Mmm Sejarah..? Sejarah Dinasti Uchiha…?"

"Benar.! Apa kau tau…?"

"Kalau Buku sejarah pasti berada di Perpustakaan, Tapi akan sangat sulit untuk membawamu kesana,Emnb.."

"Kalau hal itu tidak mungkin,maka aku akan kembali ke tempat asalku. Bisakah kau mengambil kalungku disana..?" Aku melihat sebuah kalung yang berada didekat washtaffle,aku mengambilnya dan ketika akan mengembalikannya tiba-tiba aku merasa ragu.

"Apa ini seperti mesin waktu,yang akan membawamu ketempat asalmu..?"

"Benar,Akan tetapi hal itu tidak semudah kelihatannya, sangat mudah untuk kembali tapi untuk pergi ketempat ini aku harus mempertaruhkan nyawa"

"mempertaruhkan nyawa..?" Aku sedikit bimbang,kumasukkan kalung tersebut di celah bilik,ketika Sasuke akan menerimanya kalung itu aku tarik lagi.

"Jika kau kembali ketempat asalmu,apakah kau bisa pergi kearah Utara sejauh 8 Km, dan ditempat itu jika kau melakukan 'hal seperti ini' maka kau akan berada didepan sebuah bangunan besar, Aku akan menunggumu disana,mm itupun jika kau dapat menemukan tempat itu" Kulihat dia tersenyum tipis, "Apa itu artinya kau mau membantuku..?"

~Tara Fujitatsu~

Kuda Yang ditunggangi Sasuke berderap cepat,membelah Hutan diikuti pengawalnya Juugo, Malam itu bulan bersinar terang sehingga memudahkan perjalanannya,.

~Tara Fujitatsu~

Mobil yang dikendarai Naruto melaju dengan kecepatan sedang dikarenakan kota Konoha dilanda Hujan malam hari ini, Setelah menyelinap dari rumah sakit dengan cara menyamar Naruto langsung berlari menuju basement rumah sakit menuju mobilnya (Read: Mobil Hinata yang dipinjam olehnya).

"Moshi Moshi"

"Naru-Chan..! Kudengar ada seorang penguntit,apa yang terjadi…? Apa kau baik-baik saja"

"Aku tidak tau Nee-Chan, tiba-tiba saja dia berada dikamarku dan aku baik-baik saja Hinata-Nee"

"Naru-Chan,Sekarang kau dimana..?"

"Aku..? Mm Aku sedang berada di mm… Café ya.. aku berada di Café Hinata-Nee"

Terdengar gerutuan Hinata-nee di sambungan telephone kemudian Hinata Nee memberitau bahwa penguntit itu kabur. Dan aku hanya berpura-pura terkejut mendengar hal itu 'Gomen,ne Hinata-nee'

Sambunganpun tertutup setelah sebelumnya Hinata-nee mengingatkan untuk jangan pulang terlalu larut malam ini.

"Kenapa Sasuke belum datang…? Apa aku sedang ditipunya… AAAKHHH Aku sangat khawatir kepadamu Naruto… Kenapa kau mudah sekali tertipu eoh" Aku melihat keluar jendela mobil, Hujan masih saja mengguyur kota konoha,kuputuskan untuk menyalakan penghangat udara dan memutar music agar aku tidak bosan."Semoga aku benar tidak ditipunya"

.

.

.

.

Tok Tok Tok

'Dia… Datang~'

Cklek

"Sekarang aku dapat membuka pintu. Aku juga dapat memakai ini" aku terkekeh pelan melihat tingkahnya,setelah dapat membuka pintu dan memakai savebelt sendiri

"Kau belajar dengan cepat Suke….Hihihi"

"Hanya itu kelebihanku bukan… Dunia ini benar-benar berbeda,ditempatku saat ini sangat cerah,bahkan bulanpun terlihat sangat jelas" Jawabnya langsung

"Benarkah…? Dan juga Kenapa kau lama sekali Sasuke…? Aku hampir bosan menunggumu disini,aku fikir kau menipuku"

"Dobe..! bagaimana kecepatan seekor kuda dapat dibandingkan dengan mobil, jalan disana juga tidak semulus disini.."

"Bhuu~ Dasar Teme, aku kan lupa, lagipula panggilan macam apa itu"

"Hn"

"Apa orang 'disana' semua irit kata ya…? Oh dan juga dimana kau mendapatkan baju seperti itu sasuke..?" Kulihat Sasuke yang memakai pakaian 'zaman ini' dengan benar.

"Aku kira… setiap aku berada di dunia ini aku akan menjadi seorang pencuri pakaian"

"ppft..! Hahaha" Hahaha Lucu sekali,bagaimana bisa dengan muka datar seperti itu dia mengatakan hal tersebut,mencoba menahan tawaku ketika melihat delikan tajamnya tapi tidak bisa,punggung tanganku kugunakan untuk menutupi .

SKIP TIME

Normal Pov

Sekarag mereka berdua sudah berada didalam Perpustakaan besar konoha, Bangunan besar berlantai 4 tersebut memang sudah disesuaikan dengan perkembangan jaman hingga pandangan perpustakaan dengan banyak rak buku yang berdebu dan juga bau pengappun terbantahkan,lihatlah bangunan perpustakaan konoha ini.

Perpustakaan dengan fasilitas no 1 dilengkapi kafetaria serta tempat baca yang sangan membuat nyaman penggunanya, rak rak buku yang ditata apik membuat suasana perpustakaan sangat nyaman,hal inilah yang membuat Sasuke tidak dapat berkata-kata melihat kesekelilingnya.

"Aku rela seluruh hidupku aku habiskan ditempat ini" Gumam Sasuke yang masih dapat didengar oleh Naruto. "Kau pasti seorang yang kutu buku diduniamu suke..?"

"Kutu Buku…? Apa itu merupakan kutu jenis baru…?"

"Hihihi,bukan.. itu bukan jenis 'kutu' yang kau bayangkan, Aish.. sudahlah lebih baik kita menanyakan tempat buku yang akan kau cari ke petugas perputakaan."

"Mmb,Tuan apakah kau bisa mencarikan informasi dimana buku sejarah berada?" Tanya Naruto kepada seorang laki-laki yang bertugas diperputakaan tersebut.

"Sejarah apa Nona…?" Tanya lelaki itu polos.

"Pppft"

"Jangan tertawa Teme jelek!, Aku mau mencari sejarah dinasti Uchiha,dan aku seorang laki-laki tuan" Petugas tersebut langsung mencari-cari buku di database yang berda dikomputernya setelah sebelumnya meminta maaf atas kesalahan dalam penyebutan tadi.

"Lantai Tiga di rak No S189 tuan"

"Arigato"Ucap Naruto dan Sasuke bersamaan,merekapun langsung berjalan menuju lift di lantai 1 tersebut,sebelum Naruto memencet tombol tutup,dan menekan tombol no 3,Sasuke sudah mendahului Naruto.

"Sudah aku bilang aku dapat beradaptasi dengan baik" Kata Sasuke melihat pandangan heran Naruto kepadanya.

"Kau terlihat sangat pintar Sasuke,apakah disana juga ada ujian Nasional juga…?"

"Akulah juaranya" Jawab Sasuke pendek yang ditanggapi senyum mengejek oleh Naruto.

"Apakah kau tidak peraya..? Apa pekerjaanmu Naruto-San..?"

"Tentu saja aku tidak percaya,aku ini seorang actor dan apa kau tau aku 'cukup' terkenal didunia ini Oh iya jangan berbicara terlalu formal kepadaku Sasuke,kau boleh memanggilku Naruto saja,atau Naruto-kun..?" Jawab Naruto setengah berharap karena selama ini orang orang selalu memanggilnya—

"Naru-Chan.. Bagaimana dengan panggilan itu kelihatannya lebih cocok"

"Aiish…. Terserahmulah Sasuke…"

"Naru apa menjadi terkenal begitu penting…?" Tanya Sasuke penasaran.

"Tentu saja… Itu penting,selain terkenal bakat dan juga ketampanan juga diperlukan" Ucap Naruto kelewat PD.

"Ketampanan…? Naru apakah menurutmu kau ini tampan?" Tanya Sasuke ragu karena dari segimanapun diwajah Naruto hanya ada kata manis dan cantik.

"YAA Tentu saja aku Tampan,TTebayo.."

"Sungguh..?" Ucap Sasuke lagi dan setelah itu Sasuke langsung melewati Naruto untuk mencari rak no S189

"Astaga Kami-Sama,Ampuni Hambamu ini… Aish..Benar-Benar…" Geram Naruto karena merasa diabaikan.

.

.

.

"Bagaimana apakah kau sudah menemukannya…?" Tanya Naruto yang melihat sasuke mulai membaca sebuah halaman buku tebal yang ada didepannya setelah sebelumnya hanya membolk-balik buku tersebut.

"Hn"

"Benarkah…? Coba aku lihat.." Entah kenapa Naruto bisa mengartikan arti kata 'Hn' yang dikeluarkan oleh Sasuke barusan,Sasuke sebenarnya juga terkejut melihat Naruto mengerti akan bahasanya tetapi sekarang fokusnya ini berada di deretan tulisan dihadapannya.

'Tahun Macan bulan 1 har ke 23. Upaya pengkudetaan Raja yang dilakukan oleh Pemberontak yang berasal dari dalam Istana tercium oleh pengawal Istana sehingga pihak-pihak yang diketahui ikut terlibat dalam upaya tersebut langsung ditangkap dan diadili mulai Pangeran Sai serta beberapa anak buah lainnya'

"Kuharap ini bukan mimpi" Ucap Sasuke sambil menyunggingkan senyum tipis kerarah Naruto.

"Sudah aku bilang ini bukanlah mimpi,. Apa itu berita baik..? Kau terlihat senang sekali Suke" Balas Naruto.

"Tentu saja..! Mmm… Sepertinya hal ini adalah kejadian yang akan terjadi beberapa bulan lagi, karena saat ini hal tersebut nampaknya masih mustahil." Ucap Sasuke tanpa menghilangkan senyum diwajahnya.

"Kau hidup dizaman yang berat Sasuke" Ucap Naruto,lebih kepada dirinya sendiri dengan raut wajah yang err Sedih(?).

"Hn! hal itu tidak penting lagi. Naru kau tau selama 21 Tahun aku terlahir di dunia belum pernah Jantungku berdetak sekencang ini,dan hatiku terasa begitu damai" Ucap Sasuke sambil tersenyum tulus kearah Naruto.

"Bagaimana?" Tanya Sasuke.

"Hmmb..? Bagaimana apanya..?"

"Bagaimana cara seseorang membagi kebahagiaannya dengan orang lain..? Aku sangat bahagia saat ini?"

"Berbagi kebahagiaan..? Mmm sebuah pelukan" Jawab Naruto sedikit ragu.

"DIsituasi seperti ini..?" Tanya Sasuke memastikan,dan dijawab dengan anggukan lucu oleh Naruto.

"Bahkan diantara sesama laki-laki..?" Tanya sasuke lagi.

"Umh! Tentu saja, apa itu masalah..?" Tanya Naruto bingung dengan rentetan pertanyaan dari Sasuke.

"Betapa indahnya dunia ini" Ucap Sasuke kemudian lengan kekar Sasuke menggapai tubuh mungil didepannya,memeberinya sebuah pelukan yang hangat.

Mata shapphire bening naruto berkedip-kedip lucu karena merasa terkejut akan pelukan erat dari Sasuke,hingga ketika pelukan itu berakhir Naruto malah menundukkan wajahnya menyembunyikan semburat pink dikedua pipi gembilnya.

"Terimakasih, Terimakasih karena berada disisiku saat ini,entah apa yang harus aku lakukan ketika tidak ada seorangpun yang akan aku ajak untuk berbagi kebahagiaan"

"…"

"Apa aku membuat kesalahan…? Bukankah tadi kau bilang hal terebut tidak apa-apa Naru" Ucap Sasuke lagi karena sedari tadi tidak mendapat balasan dari Naruto.

Naruto langsung mendongakkan kepalanya melihat kearah wajah Sasuke,intens.

"Sasuke~ Apa di duniamu kau adalah seorang 'PLAYBOY'..?" Tanya Naruto dengan pipi yang menggembung lucu kearah Sasuke.

"Playboy..? Apa itu Playboy..?"

"Aish…! Sudahlah jangan difikirkan lagi aku akan ketoilet sebentar" Tanpa sepengetahuan Sasuke,Naruto bukannya ke toilet tetapi pergi menuju kafetaria untuk membeli minuman dingin, Naruto perlu menghentikan debaran jantungnya serta menghilangkan semburat merah dikedua pipinya.

Sementara itu setelah kepergian Naruto, Sasuke melanjutkan membaca bukunya tidak lama kemudian Naruto sudah kembali.

"Apa kau sudah selesai suke,kita harus kembali"

"Seentar lagi,coba kau lihat ini adalah kejadian hari ini di duniaku Tahun Rubah bulan ke 4 Hari ke 14"

"Ooh jadi pada hari ini di duniamu itu sekarang Tahun Rubah bulan ke 4 Hari ke 14"

Belum juga Sasuke menjawab sudah disela oleh beberapa orang yang berbisik-bisik sambil menunjuk kearah Naruto.

"Sepertinya kita harus segera pergi Sasuke,Ayo cepat. Ceepat" Ucap Naruto sambil menyeret Sasuke,karena beberapa orang sudah ada yang mengenalinya,bisa gawat jika foto Naruto muncul diberita, karena sepengetahuan orang-orang Naruto sedang dirawat di Rumah sakit.

Menunggu pintu lift terbuka dengan wajah yang cemas karena takut akan jati dirinya yang ketahuan, tapi malang bagi Naruto karena orang orang yang berbisik bisik tadi ternyata mengikuti Naruto.

"Naru chan,bisakah aku meminta tanda tanganmu,aku adalah fans nomor satumu."

"Aku juga Naru-Chan"

"HA'I t..tapi jangan memotret Nee.." Ucap Naruto lagi,topi pet yang dikenakannya semakin diturunkan olehnya,.

"AHH ADA NAMIKAZE NARUTO"

"WUUAHH ADA NAMIKAZE NARUTO"

"NAMIKAZE NARUTO.."

Semakin banyak orang yang berkumpul didepan lift mengerubuti NAruto. Naruto juga sangat kualahan menghadapi para penggemarnya ini,Suasana semakin ricuh ketika segerombol orang lagi ikut berdesak-desakkan demi melihat sang idola, Naruto selalu mengatakan 'jangan memotret' tapi beberapa penggemarnya sudah mengarahkan kamera ponselnya kearah Naruto.

Pintu Lift terbuka, Sasuke yang sejak tadi diam langsung masuk kedalam,akan tetapi melihat kondisi Naruto yang tidak bisa mengikutinya masuk,Sasuke langsung masuk kedalam kerumunan, menarik lengan Naruto dan mendorongnya pelan masuk kedalam lift,ditutupinya tubuh mungil Naruto dengan badan Sasuke dan segera ditekannya tombol 'tutup' serta angka '1'.

Pintu Lift Tertutup.

Tanpa sadar sasuke tetap menggenggam erat pergelangan tangan Naruto.

"AAH maaf" Ucap Sasuke sambil melepaskan genggaman tangannya.

"Sudah aku bilang kau ini memang seorang PLAYBOY" Gumam Naruto sambil mempoutkan bibirnya,.

"Sebenarnya playboy itu apa…? Apakah itu sesuatu yang baik..? dan juga, Aku tidak tau bahwa kau sangat terkenal Naru~, Aku minta maaf karena membawamu kedalam masalah ini, hal ini tidak akan menjadi masalah yang lebih besar lagi kan..?"

"Mungkin hanya jika ada orang yang tau bahwa aku pergi dengan seorang 'penguntit'" Jawab Naruto asal.

Sasuke mengeluarkan sebuah kalung dari saku celana yang dipakainya. "Terimakasih sudah menemaniku, tidak perlu mengantarku hingga ketempat semula"

"A..apa kau akan menghilang..? Kau akan pergi..?" Tanya Naruto lagi yang dijawab dengan anggukan pelan oleh Sasuke, Sasuke sudah akan menggerakkan tangannya dengan gerakan 'memutar' dipermukaan liontin kalung tersebut bersamaan dengan bunyi 'Ting' pelan yang menandakan mereka sudah berada dilantai 1 dan pintu lift akan segera terbuka.

Dengan terburu-buru Naruto menekan tombol 'tutup' lagi. Sasuke memandang heran kearah Naruto sedangkan orang yang dipandangi terlihat mencari-cari sebuah alasan yang pas.

"Pangeran macam apa kau Suke..? Apa tidak ada perpisahan sebelum kau pergi.."

"Apakah ada etika seperti itu..?"

"Tentu saja" Setelah itu tangan Naruto meraih tengkuk Sasuke,membuat Sasuke sedikit menunduk. Dan—

CUP

Hanya sebuah kecupan tidak lebih dan hal itu dapat membuat seorang Uchiha Sasuke membelalakkan bola matanya.

"A..apakah ini merupakan ucapan perpisahan disini..?" Tanya Sasuke gugup.

"Ehm.. Tentu saja" Ucap Narauto lantang,kelewt lantang untuk menutupi ehm… kebohongannya.

To Be Continue

Bagi reader yang request wordnya dipanjangin,udah Tara turutin lhoo…^^

Big Bow:

#Hapaairiry #mifta cinya #reisia95 #Astro O'connor # R.A.F 33 # Bella Kyu #xxxsn #meyy-chaan #askasufa #aikhazuna117 #altadinata #xiaoo #Clein Cassie #Hanazawa Kay #naryawahyuni # 71619533 #Uzumakinamikazehaki #Zhiewon 189