Ish : Wai~ update!! wow, dah chapter 4!
Teru : Ga kerasa yah master? Eh, ngomong2 Kao-senpai mana nih? kok ga ada?
Ish : Au tuh, masih dendam gara2 chapter 3 kayaknya... dasar pendendam, petnya siapa sih? *elu dodol!* Eh iya, sebelumnya Ish mau bilang makasih sama Shiikkun! (biasanya Ish bales review lewat PM, tapi berhubung Shiikkun Anonymous, jadi disini aja deh.) makasih atas sarannya dan reviewnya! XS Maaf ya reader semua, Ish emang kalo nulis itu ga pernah dipikir, jadi begitulah... suka typo. hahaha...
Teru : Wah, master... ini kedua kalinya loh master dikritik masalah tanda kutip.
Ish : Iya, iya, maaf! Sekarang Ish edit sebelum di post kok...
Teru : Eh, ngomong-ngomong ga seru nih kalo cuma berdua... Sepi, ga asik...
Ish : Iya... *mendadak ada lampu muncul di atas kepala* Aha! Ish punya ide! gimana kalo kita panggil Tsuna buat nemenin kita?
Teru : Kya! Kya! MAU BANGET!!
Ish : Tsuna... Tsuna... sini deh... *manggil Tsuna*
Tsuna : I-Iya? *dateng*
Teru : KYAAAA!!! TSUNA IMUT!! MINTA TANDA TANGAN DONG!!!!!
Tsuna : E-Eh?
Ish : hush! kita manggil Tsuna bukan buat itu tauk! *ngliat Tsuna* ehem, Tsuna, gimana perasaanmu menerima peran super tertindas di fanfic ini?
Tsuna : *tampang madesu* Kayaknya dimana pun aku selalu jadi peran tertindas deh, jadi udah biasa...
Teru : Oww, kasian Tsuna!
Ish : *nepok2 pundak Tsuna* Sabar nak, ada waktu pembalasan kok... yaudah, sekarang bacain disclaimernya.
Tsuna : Err.. *berhubung ga apal, liat kertas dulu. Hadoh, dasar dame Tsuna! hahaha* KHR belongs to Akira amano-sensei, but NHC belongs to Ish. Aneh, ancur, GJ, amburadul, maksa, but hope you can enjoy it.
Beberapa hari setelah Squalo dan Tsuna bergabung di host club, keadaan mulai terasa stabil. Squalo sudah beberapa kali ikut datang bersama Tsuna meski bukannya melayani tamu ia malah menambah terus hutang mereka. Tapi tidak anehlah dengan sifat Squalo yang tempramental itu.
"VOI!! Jangan menatapku dengan tatapan mesum seperti itu!!" Teriak Squalo yang nyaris membanting meja kalau tidak dihentikan oleh sepupunya.
"S-S-Squalo, tenang." Tahan Tsuna sembari menenangkan Squalo. Entah nasib buruk apa yang sudah menimpanya, Tsuna tidak pernah bisa lepas dari masalah yang ditimbulkan oleh sepupunya yang tukang cari masalah itu. Tsuna yang malang.
Yamamoto Takeshi, klien Squalo dan Tsuna kali ini malah nyengir lebar melihat tingkah Squalo yang gampang emosian itu. Orang yang aneh.
"Hahaha, kau benar-benar menarik Squalo." Ujar Yamamoto sambil tertawa lepas. Kemudian ia melirik ke arah Tsuna lalu mengelus kepala laki-laki mungil itu. "Kau juga, Tsuna."
"Te-Terima kasih, Yamamoto-kun." Ujar Tsuna malu-malu. Bak seorang host (uke?) sejati, Tsuna mulai mengeluarkan serangan 'wajah malu-malu pembangkit naluri laki-laki (seme?)'. Namun sayangnya bukannya malah Yamamoto yang terkena damage dari 'serangan' mematikan Tsuna itu, melainkan Mukuro dan Hibari.
Keduanya langsung mendekat ke arah Tsuna. Mukuro mengapit dari sisi sebelah kiri, sementara Hibari dari sisi sebelah kanan.
"Kufufu, Tsunayoshi-kun, kau nakal sekali sembarangan menebarkan feromonmu disini." Ujar Mukuro yang sudah seme mode on. Siapa juga sih yang nggak tergoda melihat wajah malu-malu Tsuna nan imut itu?
"Aku tak menyangka kau bisa berwajah menggoda seperti itu, herbivora." Tambah Hibari yang juga sudah seme mode on.
Tsuna tak tahu harus berbuat apa tapi Hibari dan Mukuro semakin mendekat ke arahnya, dan hei! Tangan mereka mulai menggerayangi tubuh Tsuna! Oh tidak! Tsuna yang mulai merasa terancam menatap Squalo dengan tatapan 'tolong-jauhkan-aku-dari-mereka!'
Namun sayangnya hidup itu tidak seindah harapan. Atau setidaknya begitulah hidup Tsuna. Seperti yang bisa diduga, Squalo mana mau repot-repot menolong Tsuna?
Laki-laki berambut perak itu hanya tersenyum sinis melihat wajah Tsuna yang semakin panik. Hmph, selamat menikmati nasib burukmu dame Tsuna, jangan harap aku mau repot-repot menolongmu. Batin Squalo. Kemudian ia beranjak bangun dan benar-benar meninggalkan Tsuna. Ia berjalan ke arah meja yang paling jauh dari tamu. Setelah dilihat-lihat ternyata itu adalah meja Bel.
Hm, bocah tiara itu. Kenapa mejanya terpisah disini sendiri? Lalu dimana kliennnya? Batin Squalo bingung. Ia pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Bel yang sedang sibuk membetulkan tiaranya yang miring.
"Voi, apa yang kau lakukan disini? Kenapa mejamu sepi? Mana klienmu?" Tanya Squalo. Ia pun duduk di sebelah Bel.
"Shishishi, seorang pangeran sepertiku tidak perlu melayani tamu. Keberadaanku disini saja sudah merupakan anugerah untuk mereka." Ujar Bel yang kelewat narsis.
Squalo mendengus geli. Dasar bocah narsis. Tapi entah kenapa ia merasa akan jauh lebih cocok berteman dengan pangeran narsis bertiara ini ketimbang dengan si kepala nanas bodoh yang sedang sibuk menggoda Tsuna. Bicara soal Tsuna, ternyata Squalo mulai penasaran dengan nasib sepupunya itu. Ia menolehkan kepalanya ke belakang dan mencari sosok Tsuna. Huwaa! Ternyata Tsuna sudah berada di pojokan dan diapit oleh Mukuro dan Hibari! Squalo sudah nggak mau tahu deh apa yang dilakukan dua maniak itu pada Tsuna.
Squalo menghel nafas pelan. Ampun deh dua orang maniak itu. Bisa-bisanya orang seperti mereka bergabung di host club... Lagipula, siapa sih orang idiot kurang kerjaan yang pertama kali membentuk klub bodoh ini?!
Mendadak Squalo terdiam. Tunggu, rasanya ia menyadari sesuatu. Ah, bicara soal pendiri klub bodoh ini, rasanya semenjak aku masuk aku tidak pernah melihat ketua klub ini deh! Batin Squalo. Ia pun menoleh ke arah Bel yang duduk di sebelahnya. "Voi, bocah tiara," Panggil laki-laki berambut panjang terurai itu seenaknya.
Bel menoleh pelan. "Panggil aku pangeran Bel." Katanya dengan narsis.
Tapi biar Bel mau berkata apa juga Squalo tidak akan pernah peduli. Namanya juga Squalo. "Ngomong-ngomong aku tidak pernah melihat ketua klub bodoh ini, kemana dia?"
Alis Bel terangkat sedikit. "Maksudmu bos?"
Squalo mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali dengan heran. "Bos?"
"Iya, tadi kau tanya tentang ketua klub ini... maksudmu bos?"
Squalo masih tidak menangkap maksud kata-kata Bel. Tunggu, tunggu, maksudnya ketua klub bodoh ini dipanggil bos? Pikir Squalo masih bingung.
"Kalau kau mencari bos, beruntung dia sedang pergi ke Italia." Jelas Bel. "Kalau ia ada disini, mungkin hari-hari nerakamu akan dimulai Squaly."
Mata Squalo memicing. "Tadi kau memanggilku apa?"
"Shishishi, aku memanggilmu Squaly." Ulang Bel. "Tidak keberatan kan?"
Squalo langsung beranjak bangun dengan emosi. Ia menatap Bel tajam. "Tentu saja aku keberatan bocah tiara idiot!!" Teriak Squalo. "Kau pikir siapa yang tidak keberatan dipanggil dengan nama panggilan bodoh itu!?"
"Shishishi, tidak usah emosi begitu Squaly, kau tahu? Bos paling tidak suka orang yang mudah emosi." Kata Bel sambil terkekeh pelan. "Apalagi yang cerewet sepertimu."
"VOIII!!! Persetan dengan bos idiotmu itu!!" Karena kesal, Squalo pun beranjak pergi meninggalkan si bocah tiara yang hobi nyengir itu. Ia berjalan ke arah pintu keluar lalu dengan sukses membantingkan pintu host club itu sebelum pergi.
Sambil bersungut-sungut, Squalo menggumam dalam hati. Sialan bocah tiara itu. Seenaknya saja dia memberi nama panggilan konyol itu padaku! Udah gitu dia bilang aku mudah emosi dan cerewet lagi!
Sambil melangkahkan kakinya, ia kembali teringat akan percakapannya dengan Bel mengenai ketua host club yang sampai sekarang ia tidak tahu bagaimana wujudnya.
Ngomong-ngomong, aku jadi penasaran dengan ketua klub bodoh ini... dia orang yang seperti apa ya?
Bersamaan dengan angannya yang semakin melayang tinggi, kaki Squalo pun melangkah pergi menuju ke kelasnya.
Matahari sudah bersinar semakin tinggi, bel tanda pulang sekolah pun sudah berbunyi. Kali ini tidak seperti biasanya, Squalo dengan kesadaran diri datang ke host club. Tanpa disuruh oleh Mukuro juga tanpa diingatkan oleh Tsuna. Peristiwa yang jarang terjadi ini ternyata disadari oleh Dino.
"S-Squalo?" Panggil Dino dengan wajah takjub.
"Hah? Apa?" Sahut Squalo tak ramah seperti biasa.
"Mana Tsuna?"
"Nggak tahu, kau tanya saja sama Mukuro atau anggota terakhir itu. Siapa namanya? Hibari?"
"Hibari Kyoya." Jelas Dino melengkapi.
"Ya, ya, apalah namanya itu."
Mata Dino menatap Squalo seperti terheran-heran. Rasanya sungguh aneh melihat Squalo dengan sendirinya datang ke klub ini. Padahal biasanya kan butuh tenaga ekstra untuk memaksanya ikut. "Kalau Tsuna tidak bersamamu, kenapa kau ada disini?"
Squalo menatap Dino tajam. "Apa? Memangnya kalau tidak bersama Tsuna aku tidak boleh datang kesini, hah!?" Tanya Squalo yang langsung emosi. Dasar tempramental.
"Bu-Bukannya begitu. Hanya saja aneh melihatmu datang kesini dengan keinginan sendiri. Biasanya kan kau selalu berusaha untuk menghindar."
Squalo mendengus pelan. "Voi, bule kampung," Panggil Squalo seenaknya.
"Namaku Dino." Koreksi Dino yang tetap sabar itu. Mungkin seharusnya ia mendapatkan penghargaan untuk kesabarannya yang luar biasa dalam menghadapi Squalo.
"Ya, ya, terserah apalah namamu." Kata Squalo terdengar tak peduli, seenaknya seperti biasa. "Ada yang ingin kutanyakan padamu."
Alis Dino terangkat karena bingung. "Kau tanyakan? Padaku?" Jelas Dino terdengar heran. Ternyata ada juga hal yang membuat orang secuek Squalo penasaran. "Tentang apa?"
"Tentang ketua host club." Jawab Squalo cepat.
Wajah Dino mendadak berubah. Ia sempat terdiam lama sekali sebelum akhirnya kembali buka mulut. "Memangnya ada masalah apa dengan bos?"
Bos.
Lagi-lagi kata itu yang Squalo dengar begitu ia membicarakan tentang ketua host club itu. Hei, dia kan hanya ketua dari sebuah klub idiot! Untuk apa memanggilnya bos?
"Aku mau tahu tentang bos. Dia orang yang seperti apa?" Tanya Squalo terdegar penasaran, tapi dari permukaan ia tetap sok cuek.
Dino menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. "Hmm, bagaimana ya? Aku tidak bisa berkomentar banyak sih, tapi dia adalah tipe orang yang tidak bisa tidak kau patuhi. Dengan kata lain, kau tidak mungkin berkata 'tidak' padanya." Jelas Dino.
Alis Squalo terangkat karena keheranan. "Maksudmu?"
"Pokoknya begitu deh. Um, rasanya tidak baik membicarakan bos terlalu lama. Nanti kita bisa kena kutuk." Dino pun melangkahkan kakinya pergi lalu memisahkan diri dari Squalo.
Kena kutuk? Sebenarnya orang seperti apa sih ketua klub bodoh ini?!
Yak, sekarang rasa penasaran Squalo sudah masuk skala 8 dari total point 10. Tidak bisa mendapatkan info dari wakil ketua host club, Squalo tidak kehabisan akal dan mencoba mencari info dari anggota lainnya.
Target pertama : Bel.
"Hah? Bos? Shishishi, kau tertarik dengan bos, Squaly?" Tanya Bel sambil cekikikan.
"Voi, diam kau bocah tiara brengsek! Jawab saja pertanyaanku!"
"Shishishi, bos itu... hmm, bagaimana menjelaskannya ya?" Bel terdiam sebentar untuk berfikir. Lalu ia kembali nyengir pada Squalo. "Kalau diumpamakan aku adalah pangeran, maka bos adalah raja. Mengerti tidak?"
Squalo tidak bisa berkomentar. Raja? Jadi dia adalah ketua, sekaligus bos, lalu sekarang dia juga adalah raja?! Sebenarnya orang seperti apa sih dia?
Target kedua : Mukuro.
"Oya? Kenapa tiba-tiba kau menanyakan soal bos, Squalo?" Tanya si kepala nanas terlihat bingung. Jarang-jarang anggota baru host club itu mau mengajaknya bicara, dan sekarang mendadak ia menanyakan soal ketua?
"Sudah, jawab saja pertanyaanku kepala nanas brengsek!"
Mukuro tersenyum tipis lalu terdiam dengan pose berfikir. "Bos ya...? hm, mungkin dia adalah orang yang tidak boleh kau jadikan musuh?"
"Hah?"
"Iya, dia itu sudah menjual jiwanya pada iblis, jadi kau tidak boleh melawan perintahnya."
"HAH???"
"Yah, intinya begitu deh." Mukuro melirik ke arah Tsuna yang ternyata sedang 'diserang' oleh Hibari. Mukuro yang terbakar api cemburu langsung mengambil langkah seribu untuk mengamankan Tsuna dari Hibari.
"Hibari! Kau curang!" Teriak Mukuro sambil menarik Tsuna menjauh dari Hibari.
"Hmph, salahmu sendiri meninggalkan herbivora ini sendiri."
Sementara Hibari dan Mukuro kembali bertengkah memperebutkan Tsuna, Squalo hanya bisa terdiam sembari berfikir. SEBENARNYA ORANG SEPERTI APA SIH KETUA KLUB BODOH INI?!
Target ketiga : Gokudera.
Gokudera yang baru datang duduk di kursi sambil menatap Squalo dengan heran. "Hah? kau tanya soal bos? kurasa kau bertanya pada orang yang salah." Katanya pelan. Belum sempat Squalo protes ba-bi-bu, Gokudera sudah melesat pergi ke tempat Tsuna untuk menyelamatkan jyudaimenya tercinta itu dari tangan buas Mukuro dan Hibari. "Dasar maniak-maniak brengsek!! apa yang kalian lakukan pada jyudaime selama aku tidak ada, hah?!"
Squalo hanya bisa menghela nafas panjang. Sudahlah, ia yakin Gokudera juga tidak bisa memberikan info yang ia inginkan.
Target keempat: Hibari.
"No coment." Jawab Hibari singkat. Ia kembali mengalihkan pandangannya pada Tsuna.
"Voi, tunggu!! Dengarkan dulu pertanyaanku!" Paksa Squalo.
"Pokoknya no comment."
"VOI!"
"No. Comment."
Dengan satu tatapan tajam mematikan dari Hibari, akhirnya Squalo membiarkan Hibari pergi. Percuma memaksa Hibari, paling-paling ia hanya mendapatkan fakta tak berguna lagi. Akhirnya dengan stres Squalo berteriak. "VOI!! SIAPA SIH KETUA KLUB IDIOT INI?!?"
Baik Dino, Bel, Mukuro, Gokudera dan Hibari sama-sama menoleh ke arah Squalo lalu dengan kompak menjawab. "Lord Xanxus."
Squalo hanya bisa mengedipkan matanya dengan wajah bingung. Sangat bingung hingga ia tidak bisa berkomentar.
Kesimpulan :
Orang yang tidak bisa tidak dipatuhi + raja + orang yang sudah menjual jiwanya pada iblis = Lord Xanxus.
Squalo makin tidak habis pikir, sebenarnya orang seperti apa sih Xanxus itu?
Ish : SELESAI! YEAH!!
Tsuna : ( Untung peranku disini ga tertindas)
Tiba-tiba...
Kaoru : HOI! KOK MULAI CERITA GA BILANG2 SIH?!
Ish : Lah? Ish kira Kao masih ngambek gara2 Yamamoto cuman numpang lewat di chapter 3... eh, tapi disini Yamamoto muncul loh!~
Kaoru : Huwa! akhirnya!! ... *baru sadar ada Tsuna* Eh, ada Tsuna... ngapain disini?
Tsuna : E-Eh? ng, tadi aku dipanggil sama Ish-san kesini...
Teru : Abisan tadi sepi sih cuma berdua, jadinya kita ngajak Tsuna! Kyaaa~
Kaoru : Curang!! kenapa ga Yamamoto!?
Ish : Sabar2, ntar ada gilirannya... oia, Ish mau ngomong keburu lupa *maklum, saia penderita pikun tingkat akut* di chapter 5 nanti akhirnya abang Xanxus muncul!! YEAH! FINALLY!!!
Kao&Teru : ( Ah, Xanxus ini, bodo amat...)
Ish : Terus mulai sekarang setiap mau mulai cerita Ish mau ngundang chara KHR ah~ hm, tamu chapter selanjutnya... hmm, siapa ya? ah, Ish tau! HIBARI!!!!
Teru : SUMPAH?! YIPIY!!!
Kaoru : Ah, curang!!! Yamamoto dong!!!!!
Ish : *nyuekin Kao* Ok deh, dah kepanjangan nih gara2 kebanyakan ngomong. hmm... review please?
Teru : REVIEW! REVIEW! REVIEW!! YOROSHIKU ONEGAISHIMASU!!!~ *kegirangan gara2 tamu selanjutnya Hibari*
Kaoru : ....Onegaishimasu. *ngambek gara2 Yamamoto ga jadi tamu*
