AN: Hai kita bertemu lagi minggu ini, terimakasih atas kritik kalian sehingga saya bisa sedikit berkembang, tanpa basa basi lagi selamat membaca
Beberapa waktu yang lalu.
*Aqua POV.
Dimalam setelah kejadian yg sangat memalukan bagiku, aku memutuskan pergi keluar kota untuk melakukan pemeriksaan. Tapi apakah aku harus berpamitan dengan Kazuma? Kurasa tidak perlu, lagi pula ia lah yg menyebabkan aku harus menahan rasa maluku seperti ini. Baiklah aku akan pergi, walaupun aku tidak punya uang aku bisa menggunakan uang Kazuma sksksk.
Aku segera pergi bersama rombongan orang yang ingin keluar kota, aku harus menemui seorang priest untuk memeriksa keadaanku ini. Walaupun aku juga seorang arc priest tapi ilmu tentang kesehatanku masih terbilang cukup minim, aku mendengar ada seorang priest yang ahli dalam bidang kesehatan jadi aku memutuskan untuk menemuinya.
Aku sangat menikmati perjalananku karena aku diperlihatkan oleh pemandangan yang sangat indah, banyaknya bukit-bukit yang ditumbuhi dengan rumput-rumput berwarna hijau sehingga pikiranku sedikit santai ketika melihatnya. Aku juga berinteraksi dengan beberapa penumpang sehingga perjalananku menjadi lebih menyenangkan, walaupun ini pertama kalinya aku keluar kota seorang diri.
Ternyata saat sudah sampai ,namun aku tersadar ternyata aku tidak tahu dimana seharusnya aku turun. Aku berakhir disebuah desa yang kecil, heii tunggu dulu kenapa bisa seperti ini?, aku tidak mungkin sebodoh ini kan? ehhhh, aku baru ingat aku tidak menanyakan kepada mereka kemana tujuan kereta ini, huaaaaaa aku tersesat.
Desa yang dikunjungi Aqua ini memiliki pemandangan yang cukup indah yang dikelilingi dengan bukit yang tinggi dan juga hutan hijau yang dapat memanjakan mata yang memandanginya bukan hanya itu udara disini juga cukup menyegarkan dikarenakan desa ini terletak didekat hutan hujan, walaupun desa ini cukup indah ternyata populasi penduduk didesa tersebut sangatlah rendah dan sebgaian besar mata pencaharian penduduk didesa ini adalah petani.
Butuh waktu lama bagi Aqua untuk menyadari bahwa dirinya berada ditempat yang tepat, yaitu desa yang terkenal akan obat-obatan dan ilmu kesehatannya, mungkin karena terlalu bodoh Aqua hanya bisa menangis sampai ada seorang priest yang menemuinya.
"Wahai wanita yang baik, sebenarnya mengapa kamu menangis?" tanya seorang wanita tua kepadaku, lalu aku menjelaskan apa yang terjadi padaku, tapi wanita itu hanya tertawa karena mendengar penjelasanku.
"Kamu cukup lucu, kamu tidak tersesat mungkin ini adalah hari keberuntunganmu karena tujuanmu benar" ucap sang nenek, aku pun terkejut karena tempat yang ingin ku kunjungi adalah tempat ini, aku pun tertunduk malu karena pernyataan seorang wanita dengan senyumannya yang hangat, dan rambut yang dominan berwarna putih dengan beberapa helai yang masih terlihat berwarna coklat.
Wanita itu segera mengajakku kerumahnya, ia mengatakan bahwa akan melakukan pemeriksaan padaku, setelah sampai dirumahnya ia segera melakukan pemeriksaan terhadapku,
"Oh iya aku lupa bertanya, siapa namamu gadis cantik?" tanya wanita tua itu, aku pun menjawab "Aku adalah dewi air, namaku adalah Aqua", setelah mengenalkan namaku nenek itu malah tertawa,
"Aku tau namamu seperti seorang dewi, tapi kamu tidak perlu mengaku sebagai seorang dewi" balas wanita tua itu sembari tertawa, aku berusaha menjelaskan tetapi dia tetap tidak percaya padaku, aku selalu bertanya kepada diriku mengapa tidak ada orang didunia ini yang percaya bahwa aku ini seorang dewi, MENGAPA?!...,
aku bertanya kepada nenek itu siapa namanya, dan aku kembali dibuat terkejut karena sang nenek lupa dengan namanya sendiri, sebenarnya apa dia bisa memeriksaku dengan benar, aku jadi ragu.
Priest itu telah melakukan pemeriksaan kepadaku, dia mengatakan kepadaku bahwa aku tidak hamil, tapi dia menjelaskan alasannya mengapa aku tidak hamil. Ternyata aku ini sulit untuk mendapatkan seorang anak dia menjelaskan kepadaku bahwa aku sedikit memiliki masalah pada rahimku yang disebabkan terlalu banyak mengonsumsi alkohol, entah mengapa saat mendengar hal itu perasaanku pun tercampur antara senang dan sedih, tetapi aku sendiri tidak mengerti mengapa aku harus bersedih.
Setelah selesai diperiksa aku berencana untuk pulang, ternyata aku terkejut karena kereta menuju kota akan berangkat pada malam hari, mengetahui hal itu aku segera kembali ketempat nenek itu untuk menunggu kereta yang akan berangkat nanti malam, beruntung sang nenek memperbolehkan aku untuk tinggal disini sampai kereta berikutnya tiba.
Kami membicarakan beberapa hal dan pada akhirnya ia menanyakan sesuatu yang tidak aku menegerti, "Nak Aqua, aku ingin tahu siapa pria beruntung yang berhasil mendapatkan hatimu?" tanya nenek itu padaku, namun aku tidak faham maksud pertanyaannya. Lalu ia menjelaskannya dengan lebih detail,
"Yang ku maksud adalah siapa pria yang menjadi suamimu?". Aku benar-benar terkejut dengan pertanyaan itu, aku tidak mungkin menjelaskan aku belum menikah dan juga aku tidak mungkin menjelaskan kejadian yang sebenarnya, iya kan?.
Aku pun menjawab "Dia adalah temanku sejak aku tiba kesini hehe…..", tunggu dulu apa yang ku katakan ini aku sama sekali tidak tertarik dengan hikimori yang payah itu, nenek itu menerima alasanku sembari tersenyum.
"Jadi apakah nak Aqua sangat mencintainya?" tanya nenek itu dengan sedikit tertawa, aku tidak bisa menjawab pertanyaaan itu aku hanya bisa tertunduk sembari berfikir apa yang dimaksud cinta oleh nenek ini?. Nenek itu tidak mengerti mengapa aku tidak menjawab pertanyaannya, tak lama setelah itu ia pergi untuk mencari sesuatu didesa.
Aku terus berfikir apa cinta yang dimaksud olehnya, apakah yang dimaksudnya seperti cintaku kepada pengikutku? ataukah cinta dalam arti yang lain. Aku terus berfikir dan tidak mengerti seperti apa perasaan cinta kepada seseorang, sebenarnya bagaimana cara agar manusia saling jatuh cinta? apakah aku yang seorang dewi juga bisa jatuh cinta? dan apakah seorang dewi pantas untuk jatuh cinta kepada seorang manusia?.
Aku hanyut dalam lamunanku, tanpa ku sadari nenek itu telah kembali dan ia pun memberikanku obat agar aku lebih "subur", aku tidak mungkin menolaknya jadi aku putuskan untuk membawanya pulang.
Beberapa waktu berlalu aku pun segera kembali kerumah, dan tanpaku sadari hari sudah benar-benar malam saat aku sampai di mansion, aku segera menyimpan obat pemberian nenek itu dikamarku dan aku segara menuju kekamar Kazuma untuk membicarakan sesuatu padanya. (Kalian sudah tahu lanjutannya kan?)
*End of POV.
Matahari mulai terbit menandakan hari baru telah tiba, party Kazuma melakukan kegiatan dipagi hari seperti biasanya, namun yang berbeda hanyalah Aqua yang biasanya pergi ke guild untuk minum, sekarang pergi ke sebuah kedai untuk bekerja.
Sedangkan Darkness dan Kazuma pergi ke guild untuk mencari quest yang dapat mereka kerjakan. Matahari hari pun telah terbenam yang menandakan berakhirnya hari bagi mereka, Kazuma dan Darkness tidak dapat menemukan quest yang ingin mereka kerjakan dan akhirnya Kazuma kembali ke mansion untuk membuat sebuah produk untuk dijual sedangkan Darkness pergi bersama temannya Chris.
Setelah selesai bekerja Aqua segera pulang, dalam perjalanan ia terus berfikir bagaimana rasanya untuk jatuh cinta dan apakah seorang dewi bisa jatuh cinta kepada manusia. Sebenarnya hal itulah yang membuat Aqua sedikit terganggu, dan karena terus memikirkan hal tersebut sifatnya sedikit berubah. Aqua tiba di mansion dan ia disambut oleh teman-temannya termasuk Megumin yang baru saja kembali, setelah makan malam Aqua langsung kembali kekamarnya hal itu membuat Megumin sedikit bingung,
"Oii Kazuma, sebenarnya apa yang terjadi pada Aqua!" tanya Megumin sembari menarik kerah bajuku,
"E-ehh, se-sebenarnya tidak ada apapun yang terjadi" jawab Kazuma yang sedikit gemetar,
"Jangan berbohong padaku Kazuma, Aqua biasanya sangat ceria namun mengapa sekarang ia sangat murung?!" balasnya dengan nada kesal,
"Su-sudahlah kalian berdua tidak perlu berkelahi seperti ini" ujar Darkness sembari memisahkan mereka berdua,
"Tapi Kazuma, Megumin ada benarnya juga sebenarnya ada apa dengan Aqua" tanya Darkness kepada Kazuma,
"Su-sungguh aku tidak tahu apa yang terjadi pada Aqua, tapi dia bilang padaku ia perlu waktu sendiri" ujar Kazuma,
"Untuk apa seorang Aqua menyendiri, pasti ada sesuatu yang tidak beres iyaka A?!..." ujar Megumin sembari menatap Kazuma dengan tatapan yang sangat sinis.
"A-aku tidak tahu apapun sungguh mungkin Aqua hanya sedikit depresi karena dibenci pengikutnya sendiri hehe…., kalau kalian begitu khawatir dengannya setelah ini aku berbicara dengan Aqua" balas Kazuma yang sedikit panik,
mungkin karena keberuntungannya yang sangat tinggi mereka berdua bisa percaya dengan ucapan Kazuma,
"Tapi Kazuma, jika kau melakukan sesuatu yang buruk pada Aqua akan kubunuh kau dengan sihir ledakkanku, kau dengar itu?!.." balas Megumin sembari meninggalkan Kazuma,
Darkness pun segera kembali kekamarnya dan meninggalkan Kazuma sendirian diruang makan. Kazuma segera pergi kekamarnya, tapi ia sedikit khawatir tentang apa yang terjadi pada Aqua, apakah sesuatu telah terjadi selama ia pergi?.
"Sial mengapa dewi itu selalu membawakan masalah untukku?" pikir Kazuma
Karena merasa bersalah Kazuma memutuskan untuk pergi menuju kamar Aqua sebelum ia pergi tidur, setelah tiba didepan pintu kamar Aqua Kazuma mengetuk pintu
"Ehmm, Aqua apa aku boleh masuk?" tanya Kazuma dengan nada yang sedikit lembut,
Ia bingung kerena tidak mendapatkan respon dari Aqua
"Oii, Aqua jika kamu tidak menjawab aku akan masuk" ujar Kazuma yang sepertinya hanya menggertak.
Kerena Aqua tetap tidak merespon Kazuma, Kazuma menjadi sedikit khawatir lalu ia mencoba untuk membukanya tetapi sesuatu menahan pintu kamar Aqua sehingga ia tidak bisa masuk. Kazuma pun dibuat bingung karena Aqua tidak meresponnya dan juga karena ia tidak mengizinkan Kazuma masuk kekamarnya,
"Aku mengerti perasaanmu dewi, aku telah melakukan sesuatu yang buruk terhadapmu mungkin saja jika aku ada diposisimu aku juga melakukan hal yang sama" ujar Kazuma.
"Tapi kau tidak bisa seperti ini terus Aqua, kami semua mengkhawatirkanmu dan juga aku minta maaf sehingga kau harus murung seperti ini" lanjut Kazuma dengan nada yang pelan.
"Aqua…., mengapa kau tidak menceritakan masalahmu padaku, aku siap mendengarkan semua keluhanmu dan aku pun tidak keberatan jika kau mau memarahiku habis-habisan" lanjut Kazuma sembari menyandarkan kepalanya dipintu kamar Aqua.
Karena tidak mendapatkan respon apapun dari Aqua Kazuma pun menyerah untuk menemiu Aqua.
"Baiklah jika kamu belum siap untuk menemuiku, kalau begitu aku pergi tidur dulu ya, sampai jumpa besok Aqua" ucap Kazuma sembari meninggalkan kamar Aqua.
Ternyata yang menahan pintu itu adalah Aqua itu sendiri, ia masih sangat bingung dengan apa yang terjadi, Aqua merasa sangat bersalah karena membuat teman-temannya khawatir
"Maafkan aku Kazuma aku belum siap untuk berbicara denganmu lagi" ucap Aqua yang ternyata sedang bersandar dipintu, setelah Kazuma kembali kekamarnya ia segera berbaring diatas ranjangnya dan berfikir
"Mungkin aku harus menjadi aku yang biasanya agar mereka tidak khawatir" pikir Aqua.
Aqua pun tidak bisa tidur, ia berfikir apa seharusnya Aqua bertanya kepada temannya apa yang dimaksud dengan cinta, dan juga bagaimana rasanya saat jatuh cinta.
Namun Aqua memutuskan untuk tidak mengatakannya kepada teman-temannya, ia berfikir bahwa ia harus berhenti memikirkan tentang cinta dan mencintai seseorang. Tak lama setelah berhenti memikirkan tentang hal itu Aqua pun tertidur.
Pagi hari telah tiba, dan Aqua sudah kembali seperti semula walaupun ia tidak lagi minum alkohol dan lebih senang bekerja daripada bersenang-senang di guild, walaupun begitu Aqua menjadi jarang berbicara ataupun pergi bersama dengan Kazuma. Memang benar Aqua kembali menjadi ceria tetapi sifatnya selalu berbalik 180 derajat jika ia bersama Kazuma, hal itu memang mebuat Kazuma sedikit risih sekaligus kesal tapi menurut Kazuma itu lebih baik darpada ia hanya murung dikamarnya. Ntah apa yang dipikirkan Kazuma tapi ia ingin agar hubungannya dengan Aqua kembali seperti semula, karena itu ia memikirkan sesuatu agar Aqua mau berbicara lagi dengannya.
Hari-hari terus berlalu sampai suatu hari mereka menerima sebuah kill quest yaitu membunuh Minotour dengan hadiah 450.000 eris dan bonus harta karun yang dijaga oleh minotour, mereka segera berangkat untuk menuntaskan kill quest setelah sekian lama tidak mengambil kill quest.
Sebenarnya mengambil quest adalah ide Kazuma agar ia bisa kembali mendapatkan kepercayaan Aqua, Kazuma berharap agar Aqua kembali menjadi teman terbaiknya walaupun mengganggu tetapi cukup membosankan juga jika tidak diganggu oleh dewi Aqua. Namun agar rencananya berjalan dengan lancar ia membutuhkan bantuan dari seseorang, dan Kazuma telah menemukan orang yang tepat untuk rencananya
"Oi Aku butuh bantuanmu" ujar Kazuma sembari menepuk pundak orang itu
kira-kira siapa ya orang yang akan membantu Kazuma nanti?.
Jadi bagaimana mereka mengalahkan monster tersebut, dan apakah sikap Aqua kepada Kazuma akan kembali seperti semula ataukah perasaan Aqua pada Kazuma akan berubah, ntahlah saya juga bingung hehehe.
Mungkin tunggu dikisah berikutnya yaa, sampai jumpa di lain waktu.
PS: Sepertinya cerita ini akan menjadi sedikit lebih panjang dari perkiraan saya, jadi saya harap kalian setia untuk membaca cerita ini yaa~, terus berikan saran dan kritik kalian sehingga saya bisa mengembangkan tulisan saya. Sekali lagi terimakasih telah membaca dan sampai berjumpa minggu depan.
