"Daniel.. kau yakin akan melakukan hal ini?"
"Aku sangat yakin Ratu.."
"Bisakah kau tidak memanggilku Ratu lagi, Daniel? Itu sangat menyakiti hati Ibu, Daniel.."
"Ha.. baiklah I-Ibu.."
"Daniel.. sekali lagi ibu tanya, apakah kau yakin melakukan hal ini?"
"Ibu.. sudah aku katakan beribu kali.. aku sangat yakin akan hal ini"
"tapi kamu akan kehilangan semua ingatanmu.. termasuk sehun, Daniel""\
"Aku tahu.. tapi aku sudah memantapkan hatiku, aku pasti bisa mengingat Sehun kembali ketika aku bertemu dengannya nanti"
"Ha.. ibu tak tahu harus berbuat apalagi.. selamat jalan anakku.."
"Terimakasih atas semuanya ibu.."
Akhiri Daniel sambil tersenyum. Seketika badannya melayang, dan masuk kedalam bunga raksasa yang berada didepannya.
"Penyihir Xi.. kumohon jagalah Daniel.. rawat dia dan sayangi dia melebihi rasa sayangku kepadanya"
"Baik Ratu"
Pria bertopi usang yang dipanggil Penyihir Xi itu langsung berdiri dan mencabut bunga yang terisi oleh tubuh Daniel. Ia segera memasukkan bunga itukedalam peti yang didalamnya terdapat cairan berwarna warni. Peti itu seperti peti yang biasa digunakan manusia untuk mengubur manusia lainnya yang sudah mati. Ukuran peti ini pun termasuk sangat besar jika dibandingkan dengan Daniel, Ratu, maupun peri lainnya. Peti ini sebesar badan Penyihir Xi.
Ritual pun akhirnya dimulai. Setelah bunga itu dimasukkan, peti itu langsung ditutup dan dilapisi oleh akar pohon yang ada dikedua sisi peti tersebut. Akar kedua pohon itu terus menerus bergerak dan mengikat seluruh permukaan peti, hingga terdengar bunyi retakkan kayu yang berasal dari peti yang terisi tubuh Daniel. Semua peri termasuk Ratu, khawatir melihat peristiwa itu, mereka takut. Takut semua usaha ini tidak berhasil sesuai apa yang telah direncanakan dan kemungkinan terburuknya Daniel bisa mati seketika.
"Tenang Ratu... Daniel pasti selamat"
Kata Penyihir Xi sambil menenangkan Ratu. Hingga akhirnya peti itu hancur dililit oleh akar-akar tadi., dan membentuk badan manusia. Dari sela sela akar itu muncul sebuah kelopak bunga berwarna warni beserta dedaunan yang sangat hijau. Setelah beberapa menit kemudian, akar itu terbelah. Dari dalam lilitan akar keluar cahaya beserta asap putih yang sangat pekat. Saat cahaya dan asap itu mulai menipis, tampaklah sesosok manusia. Ia memiliki kulit putih, rambut hitam dan mata berwarna hijau. Tubuhnya kurus dengan tinggi dibawah rata-rata manusia normal lainnya. Penyihir Xi langsung memberikan sehelai kain kepada orang itu untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Selamat Datang... Selamat datang di dunia kami... Xi Luhan.."
Pria yang dipanggil Xi Luhan atau yang seharusnya Daniel itu hanya bisa menatap kearah si pemilik suara, lalu ia tersenyum dengan manis.
Setelah Luhan mulai sadar, segera menutupi seluruh tubuhnya. Matanya berkali-kali ia kedipkan, untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatannya.
Mata itu akhirnya terbuka dan dikedipkan beberapa kali untuk menyesuaikan Cahaya terang yang ia terima. Seketika mata itu langsung berpendar menyusuri tiap sudut ruangan yang tempati sekarang. Bercat putih, beberapa meja yang dihiasi bingkai bingkai foto, dan sebuah tempat tidur yang cukup kecil untuk ditiduri oleh tubuh besar si pemilik mata. Ia merasa tak asing engan semua yang ada didalam ruangan ini.
"Sehun-ah.."
Sapa seorang wanita. Sehun langsung menoleh mengikuti asal suara tersebut. Ternyata suara itu berasal dari seoarang wanita yang duduk disamping tempat tidur yang ia tiduri.
Sehun sedikit terkejut melihat keberadaan wanita itu.
"Eomma.."
Balas Sehun dengan suara khas –bangun tidurnya-
HAAAA SEGITUU DULU YAA UPDATE-ANNYA.. MAAF YAA AKU BELUM BISA BALAS PERTANYAAAN2 KALIAN, KARENA KUOTA MODEMKU HABIS T.T INI AJA AKU UPDATE PAKE HANDPHONE HUHUHU.. KALAU KUOTA AKU AKU JANJI DEHH BUKA SESI TANYA JAWAB TERIMAKASIHHH~~ LANJUT? REVIEW YAAA
