Pagi ini Chanyeol dibangunkan oleh teriakan dari Kakak perempuannya Park Yoora. Chanyeol tinggal diApartementnya sendiri yang lumayan dekat dengan Kantor. Terkadang 2 minggu sekali Chanyeol pulang kerumahnya, tapi kali ini dia hampir 1 bulan tak pulang kerumahnya. Dan berakhir Yoora Noona yang menghampirinya di apartement pagi pagi sekali.

"Chanyeol-aah~~~ Chanyeol-aah~~ Bangun kau anak malas ini sudah setengah 7" Yoora berteriak kencang dari lantai bawah sampai didepan wajahnya dan menyeret selimut yang Chanyeol pakai. "Ini masih pagi Noona kenapa sudah teriak teriak" gerutu Chanyeol sambil menahan selimutnya. Yoora berkacak pinggang sambil menatap tajam Dongsaengnya yang masih memejamkan matanya. "Bangun atau aku siram kau dengan air. Cepaat Chanyeol-aah~~~" nadanya pun kembali semakin tinggi.

"Noona berisik sekali sihh. Iya aku bangun. Ck. Masih pagi sudah marah marah" Chanyeol berucap sambil berjalan menuju kamar mandi. Yoora yang mendengarnya langsung memukul kepala Dongsaengnya itu. "Kenapa memukulku Noona?". "Kau mengataiku dibelakangku ?" tanya Yoora dan tak ada jawaban. Hanya ada suara bantingan pintu.

Sambil menunggu Chanyeol mandi dan bersiap, Yoora turun ke lantai 1 dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. "Yeobseyo Eomma, Ne Eomma dia baru bangun dan sedang berbenah. Jam berapa Eomma ? Ne, nantik akan aku sampaikan juga pada Chanyeol. Ne Eomma. Annyeong". "Apa barusan yang menelpon itu adalah Eomma Noona ?" suara Chanyeol tiba tiba mengagetkan Yoora. Yoora mengangguk "Nanti jam makan siang Eomma ingin kita kerestourant Eomma. Kau sudah keterlaluan Chanyeol tak pulang hampir 1 bulan, Eomma Appa merindukanmu" omel Yoora pada Donsaengnya. Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya tanpa suara.

"Sarapanmu sudah aku siapkan, aku mau berangkat ke butik duluan. Jangan lupa nanti jam makan siang datang ke restourant Eomma. Annyeong Yodaa~~" ucap Yoora pada Chanyeol dan bersiap keluar dari Apartement Chanyeol. Chanyeol menaikkan satu aslisnya tanda tak suka dengan panggilan yang dibuat oleh kakaknya. "Yaaaaakk! Noona siapa yang kau panggil Yoda haaaah! Noona awas kau yaaah. Aisshh! Dasar Noona jelek" teriak Chanyeol dari dalam Apartement dan Yoora sudah keluar dari Apartement itu.

Chanyeol melajukan mobilnya dengan santai tanpa terburu karena jarak kantor dan apartementnya lumayan dekat. Sebelum masuk kekantornya Chanyeol selalu mampir ke cafe sebelab kantornya dan membil satu Cup Americano. Itu seperti sudah kebiasaannya. Chanyeol bukan tipikal orang suka sarapan pagi. Hanya ketika ada Eomma atau Yoora Noona aja dia akan sarapan.

Chanyeol memasuki kantornya dengan satu cup Americano ditangannya dan berjalan dengan santai. "Pagi Sajangnim" semua Staff yang melewatinya menyapa dan memberikan hormat. Chanyeol hanya membalas dengan membungkukkan badannya juga. Chanyeol jarang berinteraksi dengan Staffnya, hanya dengan Kyungsoo dan beberapa orang saja. Bukan bukan Chanyeol sombong tapi itulah dia, Chanyeol sedikit susah percaya dengan orang karena masa lalunya. Chanyeol yang kala itu masih berada di tingkat Senior High School tengah menaruh hati pada seorang Yeoja cantik dan mereka begitu dekat. Chanyeol selalu mempercayai apa yang Yeoja itu katakan. Ketika Chanyeol ingin mengajak Yeoja itu berkencan, Yeoja itu beralasan sedang ada keperluan keluarga di Myeongdong. Akan tetapi Chanyeol memergoki yeoja itu sedang bersama seorang laki laki yang mana itu adalah Sunbae mereka sendiri.

Sejak saat itu Chanyeol sedikit susah percaya pada seseorang yang tak dia kenal. Dia harus melakukan sesi perkenalan dan sesi pendekatan.

Chanyeol memasuki ruangannya dengan senyum yang sedikit bisa dibilang terlalu lebar. Didalam ruangannya sudah ada Baekhyun yang mengerjakaan sesuatu dengan serius. "Selamat Pagi Baekhyun-ssi" sapa Chanyeol terlebih dahulu. "Selamat Pagi Sajangnim" Baekhyun berdiri dan memberi hormat pada Chanyeol.

Chanyeol melangkah mendekati meja Baekhyun "Apa ada jadwal meeting untuk hari ini?". Dengan cepat Chanyeol membuka buku agenda yang diberikan Kyungsoo kemarin sore. "Tak ada Sajangnim. Hari ini anda tak ada jadwal. Tapi besok anda ada jadwal meeting dengan Kim Land Group untuk membahas pembangunan Mall di Jeju". Chanyeol mengangguk paham. "Aahh kau benar besok ada meeting dengan si Kamjong. Kalau begitu persiapkan semua untuk persentasi besok Baekhyun-ssi. Aku ingin proyek kali ini sukses dan bisa menggait perusahaan yang lain" Chanyeol memberi intruksi pada Baekhyun dan dijawab dengan anggukan saja.

"Kau mendengarkanku Baekhyun-ssi?"

"Ne Sajangnim aku mendengarnya."

"Kenapa tak menjawabnya ?"

"Mianhaeyo Sajangnim"

Chanyeol membuka laptopnya dan mengechek email perusahaan dan laporan dari para Staffnya. Chanyeol kembali menoleh kepada Baekhyun "Oh yaaa Baekhyun-ssi, jam makan siang nanti aku akan ke restaurant Eommaku. Jika ada yang datang dan mencariku bilang saja aku sedang tak bisa di ganggu. Dan mungkin aku tak kembali lagi karena mungkin aku menginap di rumah Eommaku". "Ne Sajangnim" sahut Baekhyun pelan.

Sambil menuju pantry kecil dibelakangnya Chanyeol bertanya kembali pada Baekhyun, "Oh yaaa Baekhyun-ssi kenapa kau cepat sekali akrab dengan Kyungsoo Hyung, apa sebelumnya kau sudah mengenalnya?"

Baekhyun menolehkan badannya kebelakang kearah pantry tempat Chanyeol berdiri. "Tidak Sajangnim. Kemarin kami baru saja berkenalan" jawab Baekhyun singkat dan kembali memfokuskan dirinya pada pekerjaannya.

"Hanya itu saja? Aku rasa kalian telah bercerita banyak" tanya Chanyeol lagi. "Itu bukan urusan anda Sajangnim" jawab Baekhyun tanpa memandang Chanyeol. "Yaaakk! Kenapa aku tak boleh tau? Aku Boss kalian". Baekhyun mengangkat satu alisnya "Boss bukan berarti harus tau urusan pribadi bawahannya juga Sajangnim". Chanyeol geram dibelakang Baekhyun, ketika akan menghampiri Baekhyun, tiba tiba Baekhyun berdiri dari kursinya dan langsung menabrak dada Chanyeol. Dengan cepat Chanyeol menangkap tubuh Baekhyun.

Dalam hitungan detik waktu seperti berhenti. Wajah Chanyeol dan Baekhyun hanya berkajarak kurang dari 5cm. Nafas Chanyeol terasa dipermukaan bibir Baekhyun. Chanyeol mengamati setiap inci wajah Baekhyun. Dari mulai dahi, alis, mata, hidung, pipi, dan yang terakhir bibir. Dada Chanyeol tiba tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Baekhyun yang diperhatikan menjadi salah tingkah. Dengan cepat Baekhyun melepaskan tangan Chanyeol yang berada dipinggangnya. Dia merasa hawa sedikit berubah lebih panas karena posisi mereka yang sangat intim.

"M-mianhaeyo Sajangnim. S-saya tak tahu jika Sajangnim akan kembali kekursi Sajangnim. Mianhaeyo sekali lagi Sajangnim" Baekhyun minta maaf berkali kali. Akan tetapi Chanyeol masih dalam mode terdiamnya, pasalnya jantungnya belum juga kembali netral. Jantungnya kian cepat ketika Baekhyun sempat memegang tangannya. Chanyeol seperti terhipnotis oleh Baekhyun. Akhirnya Chanyeol membuka suaranya "Tak apa Baekhyun-ssi" dan berjalan keluar ruangan.

Setelah keluar ruangan Chanyeol segera masuk keruangan studio musicnya. Chanyeol segera merebahkan badannya disofa ruangan itu. Dia memegang dadanya yang tak kunjung netral sedari tadi. "Ada apa dengan jantungku ? Kenapa berdetak lebih cepat? Aiissshhh" Chanyeol mengusak rambutnya. Tiba tiba hawa panas merambat ketubuhnya. Hey kenapa tiba tiba dia ereksi ? Padahal dia tak melihat video porno atau melihat Dada seorang Yeoja. Apa karena dia melihat bibir mungil tadi ? Yaaa memang diakui Chanyeol bibir Baekhyun sedikit menggairahkan. "Ahh kenapa harus ereksi. Hanya karena melihat bibir mungil itu saja sudah begini apalagi melihat tubuh polosnya" ucap Chanyeol sedikit frustasi "Kenapa aku jadi memikirkan si cuek itu" dan segera berjalan menuju kamar mandi untuk menyelesaikan masalah yang ada diselatan tubuhnya. Selain tempat privasinya, studio music ini sering dibuat Chanyeol bermain solo karena dia tak suka mengeluarkan spermanya dilubang yang salah Chanyeol tak mau spermanya terbuang sia sia.

Jam makan siang telah datang dengan cepat Baekhyun menghampiri Kyungsoo untuk mengajaknya makan siang. Hari ini Baekhyun membawa bekal dan akan membaginya dengan Kyungsoo. "Annyeong Kyungsoo" sapa Baekhyun. "Ohh Baekhyun, Kajja kita kekantin sebelum ramai" Baekhyunpun mengangguk. Seperti biasa mereka berdua akan memilih kursi paling pojok sendiri karena tempatnya strategis. Dari tempat itu mereka bisa melihat keluar jendela dan langsung disuguhkan dengan pemandanga kota Seoul. "Baekhyun kenapa melamun sedari tadi". Baekhyun menoleh karena pertanyaan Kyungsoo. "A-aniyo Kyung, Gwaencana."

"Kalau ada yang mengganjal ceritakan saja Baek tak apa aku akan mendemgarkanmu" Kyungsoo meyakinkan Baekhyun. Lalu Baekhyun menghela nafasnya pelan. "Geurae. Aku akan menceritakannya tapi kita makan dulu Ne aku sudah lapar" ucap Baekhyun sambil tertawa kecil.

Chanyeol sudah berada di restaurant Eommanya didaerah Gangnam. Chanyeol terus memainkan ponselnya karena dia bosan menunggu Noona dan Eommanya.

"Chanyeol-ahh~~" sapa Eomma Chanyeol dan langsung memeluk tubuh anaknya yang berlebihan kalsium. "Eomma, Bogoshipoyo~~. Mianhae Chanyeol jarang pulang, perusahaan sedang tak stabil" ucap Chanyeol manja. "Aigoo kenapa anak Eomma jadi manja seperti ini heum? Mana Noonamu?" Chanyeol melepaskan pelukannya dan beralih tidur dipaha Eommanya. Chanyeol akan menjadi sangat Manja ketika sedang berada disamping Eommanya. Terkadang harus bertengakar dulu dengan Noonanya karena berebut kehangatan Cinta dari Eommanya. "Noona sedang dalam perjalan".

Yoorapun datang 10menit kemudian dan berhambur juga kepelukan Eomma dan adiknya. "Eomma, ada apa menyuruh kami kesini ? Apa ada hal penting ?" Mama Park menggelengkan kepalanya. "Eomma menyuruh kalian kesini agar kalian mencicipi menu spagethi terbaru yang Eomma buat" Mama Park merangkul kedua anaknnya. "Whoaa benarkah Eomma ? Aku kira Eomma menyuruhku kemari untuk sebuah perjodohannya Yoora Noona" sindir Chanyeol. Memang beberapa kali ketika mereka berkumpul Papa Park selalu menyindir Yoora agar segera menikah karena mengingat umur Yoora sudah hampir kepala 3. "Haha. Aniyo sayang sayangku. Eomma tak akan memaksa kalian agar vepat menikah. Eomma percaya dengan kalian. Pilihan kalian pasti jauh lebih baik" ucapa Mama Park. Tak lama menu baru yang Mama Park maksut keluar kehadapan mereka dan segera memakannya. Biasanya jika anak anaknya mengatakan makanan itu enak maka makanan itu akan laris direstaurant itu. Karena untuk kuliner selera Chanyeol dan Yoora sangat baik.

Jam kerja sudah berakhir 10 menit yang lalu. Baekhyun sesang menunggu bus didekat kantornya. Tadi kyungsoo menawarinya untuk pulang bersama tapi Baekhyun menolaknya karena rumah mereka jaraknya lumayan jauh satu sama lain. Sambil menunggu, Baekhyun mendengarkan lagu favoritnya dan bersenandung lirih. Baekhyun menyukai music ballad tapi dia tak bisa memainkkan alat musicnya dia hanya bisa bermain piano saja. Suara Baekhyun sangat merdu tapi sayang dia sangat pelit mengeluarkan suaranya itu. Baekhyun hanya akan bernyanyi ketika sendirian karena tak akan ada yang mendengarnya.

Pikiran Baekhyun kembali ke beberapa jam yang lalu dimana dia bertabrakan dengan Bossnya. Memikirkan sekilas kejadian itu membuat jantung Baekhyun berdetak lebih cepat. "Tak mungkin tak mungkin. Aku masih Straight. Aku masih menyukai seorang Yeoja berdada melon" Gerutu Baekhyun sendirian di halte bus. Masih bergelut dengan pikirannya sendiri, Baekhyun sampai melewatkan bus terakhir yang menuju rumahnya hingga suara klakson mobil mengagetkannya.

"Kau tak pulang Bee?" itu Kris Namja yang mengharapkan Baekhyun menjadi kekasihnya. "Kris Hyung, kenapa kau bisa sampai disini?" tanya Baekhyun. "Tak sengaja aku lewat sini dan aku melihatmu sedang menunggu bus akhirnya aku putar arah dan menghampirimu"

"Tak usah Hyung aku akan naik bus saja". Alis Kris menaut, "Bus ? Bukankah 5 menit yang lalu adalah bus terakhir ?" secepatnya Baekhyun melihat jam diponselnya dan benar saja Baekhyun melewatkan busnya karena memikirkan kejadian tadi siang. "Yasudah tak ada pilihan lain antarkan aku pulang Hyung" perintah Baekhyun kepada Kris. Kris yang mendengarnya hanya tersenyum dan mengusak rambut Baekhyun. "Arraseo tuan Putri" dan mendapatkan dead glare dari Baekhyun.

Dari kejauhan ada seseorang yang tengah memperhatikan adegan romansa picisan itu. Di balik kemudianya dia bertanya tanya siapa lelaki yang mendekati Baekhyun tadi yang terlihat sangat akrab. Chanyeol meremas kemudinya emosi. Hey kenapa dia marah ? Baekhyun hanya sekertarisnya. Chanyeol semakin pusing dan memilih kembali ke Apartementnya.

Butuh waktu kurang dari 30 menit Baekhyun sudah sampai didepan rumahnya. Dengan cepat Kris turun dan membukakan pintu untuk Baekhyun. "Silakan tuan Putri". Kris selalu memperlakukan Baekhyum seperti seorang Yeoja karena Kris tau meskipun Baekhyun mempunyai sifat yang dingin dan cuek tapi hati Baekhyun sangat sensitif. Tapi Baekhyun tak pernah menunjukkannya sebisa mungkin Baekhyun akan menutupinya dan akan bersikap tegas layaknya Namja yang tegas. "Gomawo Kris Hyung. Mianhae selalu merepotkanmu". Kris tersenyum pada Baekhyun. "Gwaenchana Bee. Aku akan melakukan apapun untukmu" Kris benar benar sungguh menyayangi Baekhyun. Kris tak pernah menyerah memperjuangkan Baekhyun. Sudah berulang kali Baekhyun mengatakan pada Kris bahwa dia adalah seorang Straight. Tapi Kris tetap mendekati Baekhyun. Tak masalah Kris tak bisa memiliki hati dan raga Baekhyun asal Baekhyun tetap mau berteman dengannya itu tak masalah.

Ketika sampai didalam rumah Baekhyun melihat rumahnya sangat sepi. Ketika Baekhyun melangkahkan kaki kelantai 2 tepat kamarnya berada, Baekhyun melihat Eomma Appanya yang tengah bergemul mesra diruang santai dilantai 2 tepat disamping kamar Baekhyun. "Eomma Appa, apa kalian tidak ingat umur eoh?" Bukan Baekhyun tak suka tapi Baekhyun malu ketika orang tuanya bermesraan didepannya. "Aiisssh Baekhyunee Appamu ini sedang rindu dengan Eomma jadi biarkan saja". Yunhopun ikut berbicara "Iyaa Baekhyunee Appa rindu dengan Eommamu. Makanya Baekhyunee kamu cepatlah mencari pasangan agar bisa merasakan bermanja manja dengan kekasihmu". Baekhyun melotot karena ucapan sang Ayah. "Yaakk! Apa yang Appa bicarakan eoh? Isssshhhh benar benar" Baekhyunpun langsung meninggalkan orangtuanya dan menuju kekamarnya untuk beristirahat.

Chanyeol sekarang tengah berada dikamar Apartementnya sedang memainkan ponselnya. Sebenarnya pikiran Chanyeol tidak tertuju pada ponselnya melainkan pikirannya melayang pada kejadian tadi siang. Jantung Chanyeol kembali berdetak lebih kencang hanya memikirkan wajah Baekhyun tadi siang. "Aisshh kenapa jantungku selalu berdebar hanya karena mikirin Namja dingin itu? Tidak, tidak mungkin aku Gay aku masih Straight". Tapi Chanyeol teringat kembali dengan perkataan Jongin siang itu "Temanku pernah meberitahuku jika aku gay, karena salah satu ciri cirinya adalah aku merasa biasa saja ketika berdekatan dengan wanita. Dan sekarang terbukti jika aku gay, karena jantungku berkerja dengan cepat ketika melihat Kyungsoo".

Chanyeol mengacak rambutnya frustasi pasalnya dia masih percaya bahwa dirinya adalah seorang Straight. Tapi kenapa hanya membayangkan bibir Baekhyun saja dia sudah ereksi seperti tadi siang. Chanyeolpun tak ambil pusing, dan segera memilih untuk tidur lebih awal karena takut jika dia memikirkan bibir Baekhyun lagi dia akan ereksi dan tak ada yang membantunya itu sangat tak nyaman meskipun sebenernya dia sering melakukannya sendiri. Haaaah dasarnya Chanyeol saja yang mesoom.

Tbceee..

Yeorobun Annyeong~~~~

Ada yang nungguin FF bak drama di S*TV ini ? Hahaha

Ada yang nungguin atau enggak biarin ajalah gue tetep Update

Jangan lupa reviewnya yaa gaysss

Salam Chanbaek is Real