Tittle: Expectation

Author : Junra

Genre: romance/frienship

Cast: Produce 101 s 2 Member

Pairing:

Lai Guanlin X Yoo Seonho (main couple)

Kim Samuel X Lee Daehwi

Park Woojin X Ahn Hyungseob

Peringatan: bahasa tidak baku dan cerita murni khayalan author. Don't like don't read, if you read and didn't like it don't blame me.

.

.

Pesan dari author:terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung FF ini. Jujur awalnya Jun sempet putus asa sama FF ini, tapi berkat review dari kalian aku berhasil mengumpulkan kepingan inpirasi yang pecah belah karena PPL. Untuk yang protes tentang gaya bahasa yang terlalu indo, maaf ya Jun lagi pengen bikin sesuatu yang baru yaitu pake bahasa santai atau bahasa gaul biasanya kan Jun pake bahasa yang formal banget dan kesannya berat tuh sekarang pengen ganti suasana yang santai, jadi gak bisa tiba tiba langsung di rubah juga kan?. Untuk update selanjutnya, Jun gak bisa janji cepet, tapi kalau reviewnya banyak kemungkinan bisa cepet update nya. Untuk kritik, request dan saran langsung review, sebutir komen dari kalian sungguh berarti bagi Jun. maaf kalau banyak typo, jun ngetiknya buru-buru. Selamat membaca

.

.

.

Sepulangnya dari agensi, Seonho langsung membersihkan diri dan melakukan rutinitas barunya yaitu merawat wajah. Setelah dia menyelesaikan semua kewajibannya itu dia lagsung menghampiri ibunya yang sedang menonton televise di ruang tengah.

"eomma…" Seonho mendudukan diri di samping eommanya dan memeluk eommanya dari samping.

"ada apa? Apa model baru kita ini capek? Kok manja banget sama eomma, ada apa eum?" Tanya Eomma Seonho.

"eomma… eomma selalu dukung apapun yang Seonho pilihkan? Eomma selalu percaya sama Seonho kan?"

"kenapa tiba-tiba ngomong gitu? Pasti dong eomma selalu percaya sama Seonho"

"ada suatu alasan yang bikin Seonho mutusin buat jadi model, dan untuk sekarang Seonho masih belum bisa bilang ke eomma, tapi Seonho janji bakal tetep serius sekolah, dan Seonho juga bakal jaga diri" wajah Seonho makin terlihat serius.

"iya Seonho kalo masalah itu eomma ngerti, kan eomma juga gak ngelarang kamu jadi model"

"eomma janji dulu ke Seonho kalau eomma gak bakal percaya berita di luar sana sebelum Seonho jelasin yang sebenarnya ke eomma"

"eomma lebih percaya kamu dari pada siapa pun di dunia ini, dan itu sudah resiko karena eomma udah setuju sama pekerjaan baru mu, wajar kalau nanti seorang model diberitakan yang aneh aneh dan jadi konsumsi publik" eomma Seonho mengusap sayang kepala anaknya.

"Seonho seneng eomma bisa percaya sama Seonho. Dan satu lagi eomma…"

"ada apa? Kok hari ini kamu kayak aneh gini sih, sebenernya ada apa Seonho-ya?"

"Seonho…Seonho pacaran sama kak Hyunbin eomma.."

"APA? Beneran nih? Eomma kira kamu sukanya sama Guanlin, kok tiba-tiba banget pacarannya" eomma Seonho kaget luar biasanya, bukannya eomma Seonho tidak suka anaknya berpacaran dengan model setampan Hyunbin hanya saja, setahunya Seonho itu seperti suka sekali dengan Guanlin dan mereka berdua seperti tidak bisa di pisahkan, kenapa sekarang tiba-tiba Seonho memilih orang yang baru ia kenal beberapa hari.

"untuk sekarang Seonho gak bisa bilang ke eomma alesan sebenernya Seonho dan kak Hyunbin memutuskan untuk pacaran, yang Seonho bisa bilang ke eomma cuman, kita pacaran salah satunya untuk kelangsungan karir Seonho. Dari awal Seonho ijin ke eomma semisal nanti banyak foto Seonho dan kak Hyunbin yang… mungkin bagi eomma gak pantes… tapi seperti yang Seonho bilang dari awal, kalau Seonho pasti jaga diri dan Seonho janji akan selalu jaga nama baik keluarga, yang Seonho butuh sekarang eomma percaya sama Seonho"

"sebenernya eomma masih bingung sama apa yang kamu omongin, eomma yakin kamu pasti gak akan melakukan sesuatu yang buruk. Eomma cuma mau bilang, apa pun yang kamu lakukan jangan melewati batas, eomma juga pernah muda sayang, mencoba hal baru itu wajar tapi semua itu juga ada batasnya, selagi kamu tidak melanggar batas eomma tidak pernah melarang"

"makasih eomma, Seonho beruntung punya eomma yang pengertian kayak eomma" Seonho menghambur memeluk ibunya.

"iya dong eomma pengertian, orang dulu eomma sering liat kamu di cium Guanlin aja eomma gak protes"

"ih… eomma apa'an sih, kerjaannya iseng mulu"

"kalau udah SMA wajar kali kalo ciuman, walaupun kamu dicium guanlin waktu masih SMP"

"udahlah eomma, itu masa lalu, cuman cium cium sayang ala anak kecil karena seneng. Waktu itu kan kakak lagi seneng dapet tawaran jadi model" Seonho jadi teringat saat Guanlin menerima tawaran menjadi model, dia senang bukan main sampai mencium Seonho, yah walaupun sebelum itu mereka juga pernah ciuman tapi ciuman yang itu lain, dan Seonho mengasumsikan jika karena Guanlin sudah jadi anak SMA tingkat ciumannya pun juga naik satu level. 'kok jadi inget itu sih, bikin tambah galau aja' batin Seonho.

.

.

.

Di saat jam istirahat di sekolah, Justin memaksa Seonho untuk ikut dengannya makan bersama di kantin. Biasanya Justin akan langsung menyerah saat Seonho menolaknya untuk makan bersana, alasannya taulah ya dulu Guanlin minta dia menjauh selama mereka di lingkungan sekolah dan sekarang pun hubungan mereka makin berantakan, kali ini Justin begitu gigih memaksa Seonho untuk ikut dengannya. Justin juga secara jujur berkata jika teman temannya ingin minta maaf padanya karena sikap kasar mereka selama ini. Seonho sudah mati matian menolak namun ke ngotot an Huang Justin memang perlu diacungi jempol.

Sesampainya di kantin, Justin membawa Seonho untuk duduk satu meja dengan teman temannya dan ia duduk tepat di samping Guanlin, orang yang paling dihindarinya.

"tin, aku balik aja ya, beneran deh aku gak laper" Seonho menarik narik tangan Justin yang ada di sisi kirinya.

"sekali kali temenin aku makan, dari pada istirahat sendiri di kelas atau di perpus mending kan di sini banyak temennya. Ayolah ho, selama ini kamu selalu nolak kalau aku ajak makan bareng" ujar Justin.

"kamu keberatan makan sama kita ya? Apa kamu masih marah sama kita?" Tanya Samuel dengan nada hati hati dan mendadak sangat sopan.

"gak kok muel, aku gak marah sama kalian, tapi emang aku gak laper" sangkal Seonho dengan wajah gelisah, jujur dia sangat tidak nyaman berada di dekat Guanlin, apa lagi sedari tadi Guanlin terus menatapnya.

"Seonho-ya, please… sekali ini aja kamu mau gabung ma kita, mereka bener bener nyesel dan mau minta maaf. Lagi pula apa salahnya kalau mulai sekarang kita semua bertemen" ujar lembut Daehwi.

"tapi sunbae.." perkataan Seonho terputus.

"udahlah dek, apa salahnya sih kalau kita makan bareng" sela Guanlin dengan nada dingin, sungguh bayangan Seonho dan Kwon Hyunbin yang berciuman di depan sekolah kemarin membuat hatinya panas.

"kakak sendiri kan yang suruh Seonho ngejauh kalau kita ada di sekolah, dan kakak bilang supaya Seonho pergi dari kehidupan kakak" Seonho menundukan kepalanya.

"kakak gak sadar ngomongnya" Guanlin masih mempertahankan nada dinginnya.

"apanya yang gak sadar, jelas jelas secara sadar kakak bentak aku dan nyuruh aku pergi" Seonho mulai terpancing emosi.

"kok jadi tegang gini sih, Seonho-ya, kita ngajak kamu kesini itu untuk minta maaf, aku gak tau kalau omongan ku sama Samuel bisa bikin hubungan persahabatan kalian jadi rusak. Sekali lagi maaf banget" ujar Woojin.

"Guanlin jadi kasar ke lo- eh maksud ku kamu itu juga bukan sepenuhnya salah dia, kita yang biasa bilang kamu culun makanya dia jadi gitu" tambah Samuel.

"iya aku udah maafin kalian semua kok, termasuk kak Guanlin juga. Tapi kayaknya aku emang belum terbiasa deket sama kalian terutama kak Guanlin. Aku bener bener masih keinget omongan kakak waktu itu" kata Seonho sambil beranjak dari tempat duduk nya dan pergi.

"hah… susah kan… minta maaf itu susah, makanya jangan suka nyebar dosa" Hyungseob yang dari tadi diam mulai nyolot.

"tin, Seonho cerita sesuatu gak tentang hubungannya sama Kwon Hyunbin?" Tanya Guanlin tiba-tiba.

"dia gak cerita apa-apa, pas tadi gue tanya dia cuma bilang 'nanti kamu juga bakal tau' gitu katanya. Kayaknya mereka udah pacaran deh, tadi pagi aja dia di anter sama Kwon Hyunbin, perpisahannya pakek cium kening segala lagi" jawab Justin.

"jangan nyiram bensin ke kobaran api tin, meleduk entar" Woojin menyenggol kaki Justin.

"kalo saran gue, mending kalian ngomong berdua baik baik deh. Dan lo lin, lo harus turunin ego lo, buang semua gengsi lo ngomong yang halus sampek bikin dia luluh. Gue liat dari tadi nada ngomong lo masih gak enak ke dia" Samuel menyarankan.

"tumben omongan lo bener, tapi gue emang setuju ama muel, lo tadi kayak ngajak berantem, bukan minta maaf tau gak" tambah Hyungseob.

"gue tadi gak sadar, gue terus kepikiran hubungan dia sama Kwon Hyunbin, ati gue panas sumpah" sanggah Guanlin.

"tahan emosi lo bro, kalo lo mau Seonho respect ke lo, lo musti main halus gak usah nge gas, jatohnya lo makin keliatan jahat. Bener kata muel, mending lo ngomong baik baik berdua dan bikin ati nya luluh" tambah Woojin.

"main halus tapi cepet, keburu di ambil orang nanti Seonhonya, soalnya dari kelas gue aja ada tiga orang yang nembak Seonho hari ini" Hyunseob makin memprovokasi, dia senang melihat wajah kesal Guanlin, 'sukurin, siapa suruh lu belagu, kena karma nya kan lu sekarang' batin Hyungseob.

"omongan lo jorok ih kak, main halus tapi cepet, gimana ceritanya halus tapi cepet" celetuk Justin.

"otak lo tu yang jorok, kebanyakan noton film porno lo" Hyungseob menjitak kepala Justin.

"sakit tau kak, gue nonton bokep juga di kasih pacar lo sama Samuel, koleksi mereka tuh bejibun" kata Justin tak terima.

"bener muel kamu nyimpen film begituan?" Daehwi langsung menatap tajam pacarnya.

"kan wajar yang kalo cowok nyimpen begituan yang, buat tambah ilmu biar nanti kalo praktek langsung ahli" sanggah Samuel.

"ahli kepala lo peang, lo aja yang mesum nyimpen begituan" Hyungseob memukul kepala Samuel lalu gantian menatap tajam pacarnya. "kamu juga yang, ngapain nyimpen film begituan, gak puas apa begituan sama aku?"

"WHAT? Kalian udah pernah begituan? kalian kan masih di bawah umur" Guanlin yang dari tadi diam mulai angkat bicara karena pembahasan tentang 'begituan'.

"gue sama Hyungseob kan udah mau lulus SMA, kalian semua gak usah ikutan, toh kita begituan gara kecelakaan, dan jangan tanya soal kejadiannya atau alasannya, rahasia rumah tangga" jawab Woojin.

"apa gue musti begituan dulu sama Seonho ya" gumam Guanlin.

"HEY! Sinting lo, yang ada malah Seonho makin benci ke elo dasar, lo mah mau enaknya doang! Gak tau Seonho makin terluka luar dalam" labrak Daehwi.

"udahlah yang jangan nge gas gitu, Guanlin juga bakal mikir mikir buat nidurin Seonho, kan orang tua mereka saling kenal, bisa langsung di nikahin yang ada" Samuel menarik pacarnya agar tidak menyerang Guanlin.

"saran gue nih lin, pikir baik baik sebelum bertindak dan control emosi lo jangan sampek lo makin buat Seonho benci sama lo" Woojin berkata.

"moga moga aja, tau ah pusing! Wi, lo pesenin gue makanan gih laper" Guanlin member kode pada Deahwi.

"untung lo temen gue, kalo enggak udak gue fermentasi'in lo jadi kimchi" Daehwi berdiri dan memesankan Guanlin, Samuel dan dirinya sendiri makanan.

.

.

.

Setelah pulang sekolah Seonho langsung di sibukan dengan beberapa pemotretan, karena sebenarnya sebelum Seonho memutuskan tanda tangan kontrak dia sudah di banjiri tawaran pemotretan beberapa majalah terkenal yang melihat wajahnya di web resmi YGK+.

Pemotretan terakhir Seonho untuk hari ini berakhir tepat pukul 8 malam. Dan di sinilah Seonho dan Hyunbin, berdua di dalam mobil Sport terbuka milik agensi yang di pinjam Hyunbin khusus untuk rencana ini.

"dek, kamu bener bener yakin? Aduh jadi kakak yang grogi malahan" Tanya Hyunbin yang duduk di kursi kemudi sambil memandang Seonho yang ada di sampingnya.

"aku gak pernah seyakin ini kak, bururan! Aku keburu gak enak sama Minhyun hyung, pasti dia cemburu banget sekarang" ujar semangat Seonho.

"gak perlu gak enak dek, kan dia yang nawarin diri jadi fotografer. Toh kita udah pernah ngelakuin lebih kok. Kakak cuman berasa kayak melakukan pelecehan seksual pada anak di bawah umur"

"emang sih kakak bakal melakukan pelecehan seksual pada anak di bawah umur, tapi ini kan rencana kakak sama kak Minhyun juga, toh aku juga udah pernah ciuman sebelumnya, jadi kakak gak perlu merasa bersalah gitu ke aku"

"dasar anak jaman sekarang, ya udah ya udah, sini buruan, keburu kak Minhyun marah marah karena kita kelamaan. Dia pasti udah bête banget nunggu di gang gelap banyak nyamuknya" Hyunbin menarik tengkuk Seonho untuk mendekat kearahnya, lulu melumat bibir Seonho hati-hati.

Seonho pun yang mengaku cukup berpengalaman berusaha membalas sebisanya. 'ciuman orang dewasa memang sangat berbeda' batin Seonho. Setelah di rasa cukup Hyunbin melepaskan ciumannya, dan setelah itu membawa Seonho dalam sebuah pelukan.

"dek aku gak tanggung jawab semisal Lai Guanlin nanti ngamuk besar dan bakar kantor agensi kita lho ya" Hyunbin melepaskan pelukannya dan beralih melihat notifikasi dari Minhyun yang berisikan 'aku sudah memotret semuanya, kalian cepat pergi dari sana kita ketemu di cafeteria YGK+'.

"tenang aja kak, aku yang akan nanggung semua, paling paling dia juga nanti bilang sama eomma, lagi pula eomma juga udah aku kasih penjelasan sebelumnya" Seonho berusaha menetralkan nafas dan jantungnya pasca ciuman tadi.

"kok sekarang kamu yang semangat banget balas dendamnya? Kenapa dek? Lai Guanlin bikin ulah lagi?" Tanya Hyunbin penasaran sambil membalas chat Minhyun.

"gak ada apa apa kak, aku cuman udah sadar aja kalau kak Guanlin harus di kasari dulu supaya dia sadar, kalau aku terus yang ngalah entar dia ngelunjak. Ini semata mata juga cara buat dia sadar kalau selama ini perbuatan dan sikapnya itu salah"

"kamu jadi lebih dewasa dek, jadi orang emang jangan terlalu baik, entar di jahatin mulu ma orang. Udah ah cabut yuk, nih kak Minhyun udah ngomel-ngomel suuruh kita cabut" Hyunbin menjalankan mobilnya ke kantor agensi mereka seperti perintah Minhyun.

.

.

.

Tiga hari kemudian keadaan tidak jauh berubah, Guanlin dan Seonho masih belum bisa berkomunikasi empat mata karena kesibukan Seonho yang makin menjadi. Hampir semua majalah memuat wajah manis model baru kita ini, kepopularitasannya melejit bukan main.

"gila deh ho, aku gak ngira kamu bisa se ngetop ini" seru Justin heboh saat melihat majalah dan artikel yang memuat Seonho di internet.

"setiap hari ngomongnya begitu melulu gak bosen tin?" Seonho menyahut seadanya sembari focus dengan buku yang dia baca.

"abisan setiap hari muka mu juga yang ke pampang di majalah majalah, bukannya bikin bosen tuh"

"ya udah jangan diliatin muka ku, trus kenapa nih akhir akhir ini kamu jadi nempel aku terus, biasanya kamu udah ngacir ke geng mu itu" Seonho masih tidak mengalihkan pandangannya pada buku di tangannya.

"males ah, hawa hawa nya lagi gak enak. Kamu tau sendirikan kak Guanlin gimana akhir akhir ini, dari pada aku kena semprot juga mending kabur deh. Kenapa sih ho, kamu gak maafin dia dan sahabatan kayak dulu lagi? Kan enak kalau semuanya damai"

"aku udah bilang ke kamu kalau aku tu maafin dia, tapi yang namanya luka itu gak bisa langsung sembuh gitu aja, aku udah cerita ke kamu detailnya kan? Dan seharusnya kamu juga ngerti gimana sakitnya aku tin" Seonho mulai menutup bukanya dan menghadap Justin.

"aku ngerti dan aku paham perasaan mu, tapi kalian gak bisa gini terus kan? Kak Guanlin udah nyesel banget kok, apa salahnya sih kasih dia kesempatan"

"justru ini aku lagi kasih dia kesempatan, aku mau dia renungin semua perbuatan dia dulu supaya kedepannya dia gak ngulangi lagi" ujar Seonho tenang.

"kamu mau bales dendam dulu gitu ke dia?" Tanya Justin.

"bales dendam itu kata yang jahat, aku cuman pengen dia sadar"

"emangnya kamu mau ngapain kak Guanlin?"

"buka internet sekarang, di pencarian tulis nama Kwon Hyunbin, nanti kamu juga tahu sendiri"

"Seonho, ini…. Oh my God… ini beneran?" Justin kaget setengah mati melihat berita pacarannya Hyunbin dan Seonho lengkap dengan bukti foto foto mesra mereka di internet.

"terserah kamu mau anggep itu bener atau enggak, yang pasti orang yang ada di foto itu emang aku"

"Oh God Seonho, ini kejam banget. Aku dan yang lain emang sempet ngira kamu pacaran sama Kwon Hyunbin, tapi ku kira kalian gak serius dan cuman ngisengin kak Guanlin aja, tapi ternyata beneran" Justin masih tak percaya.

"dia lebih kejam dari aku Justin, hampir setiap hari aku di buat nangis sama dia. Setiap hari dia pergi dugem gonta ganti cewek semaunya, bahkan aku yakin dia udah pernah atau sering macem macem sama cewek cewek itu, tapi kalau giliran mabok aku yang selalu ngerawat dia, aku juga yang berusaha nyembunyi'in keburukan dia dari orang tuanya, tapi apa balasannya, di lirik juga enggak kan? Sekarang giliran aku udah berubah baru dia sok sok an ceburu aku deket sama orang lain, selama ini kemana aja dia? Sekali pun kak Guanlin bener bener nyesel kenapa gak dari dulu, dan kenapa baru setelah aku berubah dia baru nyadarin kesalahannya?" Seonho melepaskan semua unek unek di hatinya.

"Seonho-ya, kak Guanlin itu kemakan gensi, kamu tau sendirikan dia itu orang yang susah nunjukin perasaannya ke orang lain secara gamblang, apalagi dulu Samuel selalu ngompor-ngomporin dia tentang kamu yang culun"

"aku tau, maka dari itu aku buat dia ngerenungin kesalahannya dulu, aku yakin kamu ngerti maksud ku dan aku harap kamu bantu aku nyadarin kak Guanlin" Seonho tersenyum penuh arti pada Justin.

"aku ngerti… dan emang udah saatnya kak Guanlin sadar… tapi kamu juga jangan terlalu provokatif banget, kamu tau kan kak Guanlin itu tempramen banget, takutnya dia malah nekat"

"aku udah memperkirakan kemungkin buruk yang terjadi kok tenang aja, sebenernya juga sejahat apapun kak Guanlin ke aku, aku tetep gak bisa benci sama dia, sayang ku ke dia itu lebih besar, dank arena itulah aku pengen dia berubah"

.

.

.

Seperti biasa, setelah menyelesaikan jadwal pemotretannya Seonho di antar pulang oleh sang manager tercinta Kwon Hyunbin.

"dek itu Lai Guanlin ada di depan rumah, kayaknya dia nungguin kamu deh, mau kakak anter sampek dalem rumah?" tawar Hyunbin yang melihat Lai Guanlin sedang menatap mobilnya.

"gak usah kak, entar yang ada kakak malah diajak ribut sama dia. Mungkin dia udah tau tentang rumor itu, mangkanya dia nungguin aku" jawab Seonho tenang walaupun sesungguhnya dia gelisah setengah mati.

"tapi nanti kalau kamu di kasarin sama dia gimana?"

"tenang aja kak, aku kenal kak Guanlin udah lama banget, sekasar apapun kak Guanlin, dia gak akan pernah nyakitin aku secara fisik, kalo secara batin mah sering, sampek udah kebal. Mending sekarang kakak jemput kak Minhyun, dia tadi minta di jemputkan soalnya mobilnya mogok tiba-tiba, kasihan kak Minhyun nunggu sendirian" Seonho keluar dari mobil di ikuti oleh Hyunbin.

"beneran nih kamu gak papa?, kalo ada apa apa nanti kabarin ya, dan inget jangan sampek ribut di tempat umum, nanti jadi sorotan media" Hyunbin mendekat pada Seonho.

"iya iya aku ngerti kok kak" setelah Seonho berhenti bicara Hyunbin mencium bibir Seonho singkat.

" ya udah kakak pergi dulu" Hyunbin masuk kedalam mobilnya dan bergegas pergi.

"jadi bener kamu pacaran sama Kwon Hyunbin?" ujar Guanlin dengan penuh penekanan, kini dia mulai mendekat arah Seonho.

"kalau iya kenapa? Toh itu juga bukan urusan kakak" sahut Seonho sinis.

"kakak gak setuju kamu pacaran sama dia, gimana bisa kamu pacaran sama om om kayak dia" emosi yang sedari tadi di tahan oleh Guanlin mulai keluar.

"mau dia om om atau apalah, itu bukan urusan kakak. Disini kakak gak berhak ngelarang aku buat pacaran sama siapapun, kakak kan bukan siapa siapa ku, toh selama ini aku juga gak pernah ngelarang kakak buat deket atau pacaran sama siapa pun" Seonhopun mulai terpancing.

"tapi kamu baru kenal sebentar sama orang itu dek, bisa jadi tu orang cuman mau manfaatin kamu, sadar gak sih kalau kamu itu kelewat polos"

"kakak juga sadar gak sih kalau yang selama ini manfaatin aku itu kakak, selama ini kakak selalu manfaatin aku buat nyembunyi'in keburukan kakak dari papa sama mama"

"jadi lo gak ikhlas bantuin guwe selama ini? Pamrih banget lo, ternyata muka polos lo cuman pajangan doang " emosi Guanlin mulai memuncak.

"kalau aku gak ikhlas, udah dari dulu aku gak perduli sama kakak, dan biarin semua kebejatan kakak terkuak. Terserah kakak mau nganggep aku pamrih atau apa, yang pasti aku udah capek kak, seperti yang kakak bilang aku akan pergi dari kehidupan kakak" Seonho sudah akan beranjak, namun Guanlin mencengkram tangannya dan menariknya ke arah berlawanan dengan rumannya yaitu rumah Guanlin sendiri. "Kak! Lepasin! Kakak mau apa" Seonho berusama melepaskan diri dari Guanlin namun tak bisa. Dia juga baru ingat jika orang tuannya sedang tidak ada di rumah, jadi percuma dia teriak teriak minta tolong.

"kakak bakal bikin kamu gak bisa pergi dari kehidupan kakak dek" setelah memasuki rumahnya yang saat itu sepi karena orang tua dan kakak Guanlin sedang ada di Taiwan, Guanlin menyeret Seonho ke dalam salah satu kamar tamu kemudian menguncinya dari luar.

"kakak! Bukain! Kak, jangan kayak gini kak please! Kak Seonho takut" Seonho menggendor-nggedor pintu sambil menahan tangisnya agar Guanlin mau melepaskannya.

"kakak bakal bukain kalau kamu udah mau nurut sama kakak" ujar Guanlin dari luar, sebenarnya Guanlin tidak tega mengurung Seonho seperti ini, hanya saja pikirannya sangat kalut dan dia tidak bisa berpikir jernih sekarang.

"Ya Tuhan omongannya Justin jadi kenyataan" gumam Seonho saat mendengar langkah kaki Guanlin mulai menjauh.

Secara diam diam, Seonho berusaha menghubungi Hyunbin untuk minta tolong namun sampai panggilan ke lima telponnya tak kunjung di angkat, begitupun saat dia menelpon Minhyun, tidak ada jawaban dari kakak baik tercintanya itu.

"kakak dimana sih…" airmata Seonho makin deras keluar.

Satu nama terlintas di kepalanya untuk ia hubungi. Dengan segera dia menghubungi satu nomor yang akhir akhir ini sering menghubunginya.

"hallo? Justin?" Seonho berusaha menetralkan suaranya yang serak karena menangis.

"hallo Seonho ada apa? Kamu nangis? Ada apa?" Justin bingung mengapa Seonho menelponnya sambil menangis.

"tolongin aku tin, aku di sekap kak Guanlin di rumanya, tolongin aku... aku takut…"

"Ya Tuhan! Tu anak nekat banget, oke oke kamu tenang dulu ya, aku sama yang lainya bakal cepet dateng kesana!"

Sambungan telpon terhenti saat tanpa di sadari Guanlin masuk dan merebut hp Seonho secara kasar.

"gue tadi bilang apa? Di suruh nurut ya nurut!"

.

.

.

TBC

Jangan lupa Fav, Follow, Review

Sampai ketemu di chapter selanjutnya

XOXO

Junra