Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Sword Art Online © Reki Kawahara
.
.
.
Start: Senin, 18 Juli 2016
.
.
.
DIGITAL RIDER AND MIRROR WORLD
By Hikasya
.
.
.
Chapter 4. Kabur
.
.
.
'Dasar, musang menyebalkan! Iya ... Aku mengerti! Tapi, jangan teriak begitu dong!'
Naruto memasang wajah sewotnya seraya mengangkat tangannya.
['Maaf ... Hehehe ...']
Kurama malah tertawa terkekeh-kekeh di telinga Naruto. Kemudian sukses membuat Naruto dongkol setengah mati. Dia pun mulai bersuara untuk memanggil sang guru.
"Maaf, Sensei!"
Sang guru pun menyadari Naruto yang mengangkatkan tangannya. Dia berhenti menerangkan pelajaran.
"Ya, ada apa, Namikaze-san?"
Pandangan semua mata tertuju pada Naruto sekarang. Naruto menjawab pertanyaan sang guru dengan santai tanpa merasa terganggu dengan tatapan aneh dari teman-temannya.
"Saya ingin pergi ke toilet. Apa sensei mau mengizinkan saya keluar sekarang?"
Sang guru mengangguk cepat sambil tersenyum.
"Ya, tentu saja. Silakan, pergilah ke toilet!"
"Terima kasih, sensei."
"Ya."
Maka bocah berambut pirang tersebut segera bangkit dari duduknya. Dia langsung berjalan cepat menuju keluar kelas. Semua orang memperhatikannya dengan bengong.
Setelah itu, sang guru melanjutkan pelajaran yang tertunda. Semua orang kembali memusatkan pikirannya untuk mendengarkan sang guru kecuali dua orang.
Dua orang tersebut adalah satu gadis dan satu laki-laki. Mereka menyipitkan kedua mata mereka saat mengetahui Naruto yang keluar dari kelas. Mereka terdiam dengan pikiran yang tidak diketahui.
"..."
.
.
.
DRAP! DRAP! DRAP!
Naruto berlari-lari cepat menyusuri koridor lantai dua yang sepi. Hatinya berdetak kencang saat melihat pantulan jendela koridor yang ia lewati. Telah terjadi ledakan besar yang menghancurkan bangunan sekolah di dunia cermin. Suara ledakannya terdengar sampai ke gendang telinganya. Membuatnya semakin panik sekali.
'Apa yang terjadi di sekolah di dunia cermin sekarang?' batin Naruto yang terus mempercepatkan larinya agar segera sampai ke toilet khusus murid laki-laki.
Tak lama kemudian, dia sampai juga di toilet laki-laki tersebut. Ditutupnya pintu toilet agar tidak ada seorang pun yang melihatnya karena dia akan masuk ke dunia cermin lewat cermin datar yang berada di atas wastafel. Tangan kirinya mulai memunculkan Rider Gear. Sedangkan tangan kanannya memunculkan Digital Card bergambar musang berekor sembilan seiring dia berseru keras di depan cermin datar itu.
"TRANSFORMATION!"
PAAATS!
Dalam hitungan detik, seluruh tubuh Naruto dibalut dengan pakaian zirah besi dengan helmet berbentuk kepala musang. Dia pun langsung melompat dan masuk ke dalam cermin datar.
SRIIING!
Sang Digital Rider Kyuubi tiba juga di dunia cermin, tepatnya di dalam toilet yang sama di dunia nyata. Tapi, semuanya terbalik. Segera saja, dia berlari cepat dan membuka pintu toilet yang sempat tertutup persis di dunia nyata.
JREEENG!
Tepat sesuai dilihatnya di dunia nyata, sebagian bangunan sekolah sudah hancur lebur. Tak jauh dari sana, di antara kepulan asap yang masih tersisa, terlihatlah sosok ksatria berpakaian zirah besi berwarna biru tua yang masih bertarung dengan monster buaya. Ksatria itu berwujud menyerupai kumbang. Dia disebut...
["Digital Rider Nanabi!"]
Terdengar suara Kurama yang berasal dari Rider Gear sehingga menarik minat Naruto untuk mengetahuinya.
"Digital Rider Nanabi? Itu nama sosok menyerupai kumbang ya, Kurama?"
["Iya. Dia termasuk dari Digital Rider mempunyai partner. Kalau nggak salah, monster partnernya bernama Chomei. Penggunanya bernama Yuuki Asuna, seorang siswi kelas 11 yang bersekolah di Konoha High School. Player yang setingkat rating B dan memiliki EXP yang lumayan banyak. Diposisikan sebagai player nomor tiga di kategori pemain mempunyai partner. Sudah bermain selama tiga bulan ini. Identitas aslinya sudah diketahui oleh beberapa Digital Rider dan bahkan sudah beberapa kali Digital Rider menantangnya bertarung. Itulah data diri penggunanya yang kuketahui dari Players Secret Information di dunia cermin ini."]
Naruto tersentak saat mendengarnya.
"Eh, berarti Yuuki Asuna satu sekolah denganku dong."
["Ya, gitulah."]
"Kalau gitu, aku akan segera menolongnya. Tolong berikan kekuatanmu, Kurama!"
["Oke!"]
Kemudian Naruto mengambil satu kartu dari slot sabuk yang melingkari pinggangnya. Kartu yang bergambar sebuah pedang berwarna jingga. Lalu dimasukkannya kembali pada slot Rider Gear yang terpasang di tangan kirinya. Dari slot Rider Gear tersebut, muncullah pedang angin berwarna jingga berdesain futuristik, yang bernama "Windy Sword."
BATS!
Pedang angin ditangkap oleh tangan kanan Naruto. Secara langsung, Digital Rider Kyuubi melompat tinggi untuk terbang menghampiri Asuna.
Digital Rider Nanabi, yang diketahui adalah Asuna, seorang siswi yang satu sekolah dengan Naruto, sedang bersusah payah mengalahkan monster buaya. Monster buaya yang disebut "Green Crocodile", termasuk monster kelas A yang mempunyai kekuatan elemen air dan mempunyai senjata berupa palu berukuran besar. Monster itu bertubuh besar dan memiliki tinggi sekitar 2 meter serta diketahui juga memiliki kekuatan unsur elemen tanah. Tidak dapat dikalahkan begitu saja karena dia memiliki pelindung yang sangat tebal di sekitar tubuhnya.
Dengan menggunakan pedang berwarna biru dengan gagang menyerupai kumbang - "Bumblebee Sword" - berkekuatan cahaya, Asuna terus maju untuk menyerang si monster. Dia tidak akan menyerah untuk membuat si monster tumbang meskipun HP-nya sudah mendekati area merah karena damage yang diterimanya terlampau besar dari serangan si monster sehingga dia terkena serangan itu sudah dua kali. Serangan si monster berupa palu yang dihentakkan ke tanah sehingga tanah berguncang seperti dilanda gempa bumi berskala besar disertai tsunami setinggi 50 meter. Merobohkan bangunan dalam sekali terjangan sehingga Asuna sudah dua kali terpelanting akibat terjangan palu besar itu.
Kini Asuna terus berjuang sekuat tenaga untuk mengalahkan monster buaya itu. Dia menyerang secepat kilat dengan mengeluarkan sejumlah serangan jurus Digital Card-nya. Mengaktifkan fungsi serangan yang bersinkronisasikan dengan elemen cahaya.
"BUMBLEBEE FLASH!" seru Asuna yang mengayunkan pedangnya secara horizontal sehingga membentuk tebasan kilat dan meluncur cepat ke arah monster itu.
TRANG!
Seperti bunyi besi yang berderit keras pada pelindung yang melindungi tubuh si monster buaya. Pelindung itu tidak dapat dipecahkan begitu saja walaupun Asuna sudah menebasnya berkali-kali.
Sang monster pun segera melancarkan serangan balasan. Dia mengayunkan palunya secara vertikal dan memunculkan tsunami lagi.
ZRUAAAAAASH!
Tsunami muncul ketika palu terayun vertikal di udara. Terus bergerak cepat menuju Asuna yang berdiri tak jauh darinya.
"...!"
Digital Rider Nanabi menyadari bahaya yang akan datang. Dia segera mengaktifkan sayap kumbangnya.
"BUMBLEBEE WINGS!"
Dia terbang secepat kilat ke atas sana. Tapi, tsunami itu mengikuti kemanapun dia pergi dan tidak akan melepaskannya begitu saja.
"WUAAAH! APA YANG HARUS KULAKUKAN LAGI! CHOMEI, BANTU AKU!" sembur Asuna yang kewalahan."KALAU SEKALI TERKENA SERANGAN INI, MAKA TAMATLAH RIWAYATKU SEKARANG!"
Terdengarlah suara Chomei, si kumbang berekor tujuh dari Rider Gear yang terpasang di tangan kirinya.
["Tenang saja, Asuna. Aku nggak akan membiarkanmu kalah begitu saja dalam pertarungan ini. Kita akan menggunakan jurus elemen cahaya yang lain."]
Namun, serangan Tsunami itu terus mengejarnya tanpa ampun. Hingga sedikit lagi, tsunami itu akan mengenainya.
WHUUUSH!
Tiba-tiba, muncul seseorang yang menyambar cepat tubuh Asuna agar menghindari serangan tsunami yang akan turun ke bawah sana. Sehingga Asuna selamat dari terjangan tsunami.
ZRUAAASH!
Serangan tsunami mengalir deras dan menabrak bangunan sekolah yang masih utuh. Tidak ada yang tertinggal setelah disapu bersih oleh tsunami. Kemudian tsunami itu menghilang secara perlahan-lahan.
Si monster buaya tetap berdiri di tempatnya semula, persis di antara puing-puing bangunan. Dia menyeringai geram karena menyadari musuhnya belum kalah.
Sementara Asuna yang dipeluk dari depan oleh sosok berpakaian zirah besi menyerupai musang, bengong saat dibawa terbang. Sosok berpakaian zirah besi menyerupai musang itu, membawanya jauh dari si monster. Lalu mereka mendarat di atap bangunan sekolah yang ternyata masih tersisa.
Asuna dilepaskan dari pelukan sosok berwujud musang itu, yang tak lain adalah Naruto. Naruto tersenyum di balik helmetnya sambil mengatakan sesuatu pada gadis berambut panjang kastanye itu.
"Yuuki Asuna, sebaiknya kau menunggu di sini. Kulihat HP-mu mendekati area merah," kata Naruto yang bisa melihat HP bar yang berada di atas kepala Asuna karena sesama Digital Rider memang bisa melihat HP bar milik Digital Rider lainnya."Biar aku yang melawan monster buaya itu. Kau hanya menonton dan menunggu aku di sini. Ingat ya."
WHUUUSH!
Secara langsung, Naruto terbang meninggalkan Asuna. Asuna bengong sebentar dan kemudian tersentak sendiri.
"HEI, TUNGGU! KENAPA KAU BISA TAHU NAMAKU YANG ASLI!? SIAPA KAU SEBENARNYA, HAH!?"
Terlambat. Naruto sudah terbang jauh meninggalkannya. Mau tidak mau, Asuna mengejarnya. Dia terbang juga meskipun HP-nya sudah sekarat.
Dengan cepat, sang Digital Rider Kyuubi datang menghampiri monster buaya itu. Tapi, tiba-tiba monster buaya itu sudah tumbang ke belakang disertai percikan-percikan listrik di tubuhnya karena serangan pasir yang telah menembus pelindung tubuhnya itu.
Terjadilah peristiwa yang tidak disangka-sangka. Green Crocodile pecah berkeping-keping dan dinyatakan kalah!
Pemenangnya adalah sosok berpakaian zirah besi berwarna coklat berdesain futuristik. Berhelmet menyerupai anjing rakun. Dialah player nomor satu di dunia cermin. Namanya Digital Rider Ichibi dan mempunyai parnert monster berwujud anjing rakun yaitu Shukaku. Sebutan lain Digital Rider ini adalah "Assassin."
DEG!
Jantung Naruto berdetak sangat kencang saat melihat Digital Rider Ichibi ini. Bersamaan juga Digital Rider Ichibi melihat ke arahnya dengan tatapan mata yang dingin. Di balik sosok Digital Rider Ichibi itu, ternyata sosok aslinya adalah seorang laki-laki berambut merah dan bermata hijau. Berpakaian seragam sekolah yang sama dengan Naruto. Umurnya juga sama dengan Naruto. Nama aslinya adalah Sabaku Gaara.
Tapi, Naruto tidak tahu bahwa Gaara itu adalah Digital Rider Ichibi. Hingga muncul Asuna yang terbang mengambang di samping Naruto. Naruto juga terbang mengambang dan terpaku karena syok jika monster buaya tadi sudah dikalahkan oleh Gaara. Padahal baru dua menit yang lalu, dia baru bergegas kembali untuk mencoba bertarung dengan monster buaya itu. Namun, kenyataannya sekarang, monster buaya itu sudah dikalahkan.
"Dia, Digital Rider Ichibi...," sahut Asuna yang tidak kaget lagi ketika bertemu dengan Gaara."Player mempunyai partner yang nomor satu di dunia cermin ini karena diakui sebagai player yang sangat kuat. Dia mampu menumbangkan lawannya hanya sedetik saja. Dia juga dikenal sebagai Assassin karena dia pembunuh berdarah dingin yang telah mengalahkan seratus player baru dalam sebulan ini. Untuk itu, aku ingatkan hal ini padamu. Kau player baru, kan?"
Mendengar itu, Naruto sungguh terkejut bukan main. Kedua matanya membulat sempurna.
"A-Apa? Di-Dia Digital Rider Ichibi itu?"
"Iya."
"Ga-Gawat, kalau gitu. A-Aku memang player baru yang baru bergabung di sini sejak kemarin."
"Sudah kuduga," Asuna melototi Naruto dari balik helmet-nya. Sambungnya,"Sebaiknya kau pergi secepatnya dari sini. Aku rasa Ichibi itu sudah mengetahui kalau kau adalah player baru. Kalau nggak, dia akan menantangmu langsung untuk bertarung dengannya se..."
Belum sempat, Asuna melanjutkan perkataannya. Ichibi alias Gaara langsung melesatkan serangan pasirnya ke arah Naruto dan Asuna. Sementara Gaara tetap berdiri diam di tempatnya.
WHUUUSH!
Mereka berdua kaget bukan main. Kemudian Naruto segera mengaktifkan jurus elemen anginnya yaitu "Wind Shelter."
PIP!
Terbentuklah bola angin setebal mungkin untuk melindungi dirinya dan Asuna. Asuna juga syok karena menjadi target serangan sang Assassin. Dia langsung menyabet sebuah kartu dari slot sabuk yang membelit pinggangnya. Sebuah kartu bergambarkan kristal biru bersisi delapan yang menandakan Digital Card "HP Healing". Lantas kartu tersebut dimasukkan ke slot Rider Gear berbentuk kumbang yang terpasang di tangan kirinya.
CRING! CRING!
Terdengarlah bunyi bel berdentang sebanyak dua kali yang menandakan HP Asuna terisi penuh. Kartu "HP Healing" itu menghilang dari dalam Rider Gear karena hanya sekali saja dapat digunakan. Biasanya kartu "HP Healing" ini didapatkan saat berhasil mengalahkan monster-monster tertentu. Itupun jarang terjatuh saat monster sudah pecah berkeping-keping dan termasuk dalam "item" di dunia cermin.
Setelah itu, dia mengacungkan pedangnya tepat ke arah Naruto. Naruto terperanjat.
"Eh?"
"Gara-gara kau, aku jadi sasaran Ichibi itu! Kau harus membantuku untuk selamat dari serangannya ini! Aku nggak mau tahu!"
Gadis itu menggeram kesal. Wajahnya memerah padam. Seiring bola pelindung angin itu terus diterjang oleh serangan pasir dari Gaara. Gaara bermaksud untuk membobol pertahanan Naruto tersebut.
"Ya... Ya... Aku mengerti," Naruto tersenyum kikuk sambil menepis pedang Asuna itu dari wajahnya."Apa kita harus melawannya?"
"Itu jalan yang akan membawamu ke neraka sekarang! POKOKNYA KITA HARUS PERGI DARI SINI! PERCUMA SAJA MELAWANNYA, KITA PASTI AKAN KALAH, TAHU!"
"Bagaimana caranya kita pergi dari sini?"
"Pakai otakmu dong! Cepat, pikirkan jalan keluarnya!"
"Ya... Ya..."
Kelabakan, laki-laki berambut pirang itu segera memutar otak untuk lari dari serangan Gaara ini. Mau tidak mau, dia harus kabur dari sini karena Gaara tidak bisa dikalahkan begitu saja. Apalagi dia masih termasuk player pemula yang setingkat rating C dan memiliki EXP yang baru sedikit serta masih berada di level yang rendah. Maka tidak ada jalan keluar lagi selain kabur sekarang juga.
Naruto ingat kalau Kurama mengajarkannya tentang teknik teleport yang masih ada kaitannya dengan elemen angin. Maka dia segera mengaktifkan fungsi teleport pada Rider Gear-nya lewat kartu yang bergambarkan jam digital.
["TELEPORTATION CARD, ACTIVATE!]
Rider Gear bersuara nyaring dan mulai bercahaya orange. Tangan Naruto menggenggam tangan Asuna. Asuna menyadarinya seiring cahaya orange menjalari tubuhnya dan menjalari tubuh Naruto. Mereka ditelan oleh sinar orange yang akan membawa mereka kembali ke dunia nyata sekarang juga.
PAAATS!
Sekelebat cahaya orange menyelimuti tempat itu dan menyilaukan mata Gaara sehingga Gaara berhenti menyerang. Dia melindungi matanya dengan tangannya.
Sedetik kemudian, cahaya orange itu menghilang. Naruto dan Asuna tidak ada lagi di depan matanya. Sangat membuat Gaara terperanjat.
"Sial, mereka kabur. Kyuubi dan Nanabi sudah hilang dari tempat ini," gumamnya menggeram kesal."Lihat saja, aku pasti akan memburu kalian kemanapun kalian pergi. Juga aku akan mencari tahu siapa kalian yang sebenarnya di dunia nyata sana."
Dia pun tersenyum sinis dengan wajah yang sangat menyeramkan. Bersamaan dia pun juga menghilang dari tempat itu dan kembali ke dunia nyata sana. Kembali bersekolah seperti biasa tanpa tahu identitas Naruto yang sebenarnya. Padahal dia adalah teman sekelasnya Naruto di dunia nyata saat ini.
Begitulah tentang pertarungan di dunia cermin hari ini. Semua Digital Rider masih aktif untuk bermain di dunia nyata, meskipun sedang sibuk dengan aktifitas masing-masing. Hal itu cukup memberatkan mereka yang terombang-ambing di antara kematian dan bertahan hidup. Itulah yang mesti mereka hadapi sekarang ini.
.
.
.
Di sisi lain, Naruto dan Asuna tiba di atap sekolah di dunia nyata. Mereka masih berwujud Digital Rider yang nyata. Bukan digital.
Mereka menghelakan napas masing-masing karena selamat dari ancaman Digital Rider Ichibi berkat teknik teleport itu. Benar-benar sangat menguntungkan bagi mereka untuk melarikan diri sementara waktu dari player pembunuh berdarah dingin itu. Apalagi Naruto belum memiliki EXP yang banyak untuk modal awal dalam menghadapi Digital Rider Ichibi itu.
Kini mereka sudah tidak berada di dunia cermin. Tapi, di dunia nyata karena sudah saatnya untuk melakukan kegiatan sehari-hari di dunia nyata sebagai seorang pelajar.
"Ah, baiklah. Karena kita sudah selamat dan kembali ke dunia nyata, aku mau pergi dulu. Sampai jumpa!" kata Naruto yang tertawa lebar di balik helmetnya. Dia segera melompat ke atas untuk menghilangkan kesan sebagai Digital Rider misterius pada Asuna.
GREP!
Salah satu kakinya ditangkap cepat oleh Asuna sehingga membuatnya terjatuh terjerembab di lantai atap.
BRAK! GEDUBRAK!
Menimbulkan efek gempa bumi sebagai adegan dramatisnya. Naruto pun terkapar dalam keadaan terbaring tengkurap di lantai dengan gaya yang tidak elit. "Hei, tunggu! Kau jangan main kabur dulu dong!" sembur Asuna berwajah sewot sambil berkacak pinggang.
HUP!
Naruto segera bangkit berdiri dari acara terkaparnya. Dia juga ikut-ikutan sewot.
"Hei, kenapa sih kau menghalangi aku pergi!? Apa maumu, hah?"
"Aku ingin tahu kenapa kau bisa tahu nama asliku! Padahal aku nggak memberitahukannya sama kau, kan?" gerutu Asuna yang benar-benar kesal setengah mati."Memangnya siapa kau!?"
Naruto terdiam dan mengubah wajahnya seperti biasa. Sedetik kemudian, dia tersenyum simpul sendiri.
"Tentu saja, aku Digital Rider Kyuubi."
"Bukan itu maksudku! Tapi, nama aslimu, tahu!"
"Suatu hari nanti, kau akan tahu siapa aku yang sebenarnya. Pokoknya tujuanku nggak ingin bertarung sesama Digital Rider. Tapi, tujuanku adalah mengalahkan para mutant dan menemui penguasa dunia cermin ini agar bisa menghentikan pertarungan sesama Digital Rider. Itulah tekadku sebagai Digital Rider yang baru. Ingat itu, Yuuki Asuna."
Setelah mengatakan itu, Naruto menghilangkan dirinya lewat teknik teleport sehingga membuat Digital Rider Nanabi itu terperanjat.
"HEI, TUNGGU! JANGAN PERGI DULU, DIGITAL RIDER KYUUBI!" seru Asuna yang bersuara sangat keras menggelegar. Dia pun terpaku di atap sekolah itu, tepatnya di atap gedung Konoha High School.
Diam tak bergerak di tempatnya berdiri. Dia pun penasaran tentang siapa Digital Rider Kyuubi itu. Entah mengapa Digital Rider Kyuubi itu juga mengetahui nama aslinya yang sebenarnya. Itulah yang cukup membuatnya panik karena merasa identitas aslinya sudah diketahui dengan mudahnya oleh player baru. Padahal dia tahu bahwa data informasi para player dunia cermin sudah terdeteksi secara otomatis saat player baru saja mulai bertarung di dunia cermin. Biasanya informasi data identitas asli para player tidak diketahui oleh player lainnya kecuali satu partner monster yaitu Kurama.
Dalam dunia cermin, Kurama diprogramkan sebagai AI yang mengetahui semua informasi data identitas para player yang tertulis di "Players Secret Information" yang dikelola sang pencipta dunia cermin. Kurama adalah monster "istimewa" yang sangat disukai sang pencipta dunia cermin. Naruto beruntung mendapatkan partner monster seperti Kurama karena Kurama adalah petunjuk jalan yang akan membawanya pada penguasa dunia cermin. Penguasa dunia cermin, The King, sudah menunggunya untuk mengabulkan permintaannya. The King sedang bersemayam di suatu tempat yang ada di dunia cermin. Tidak diketahui di mana dia bernaung saat ini.
Namun, yang pasti Kurama tidak akan membawa Naruto untuk menemui The King secepatnya karena The King mempunyai maksud yang buruk terhadap Naruto nantinya. Entah maksud buruk seperti apa, tidak diketahui secara persisnya. Tapi, Kurama akan membawa Naruto untuk menghentikan pertikaian antara sesama Digital Rider yang telah diadu domba oleh penguasa dunia cermin.
Setelah ini, petualangan di dunia cermin terus berlanjut. Semua misteri akan terungkap satu persatu!
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
.
A/N:
CHAPTER 4 UPDATE!
Wah, udah lama banget, saya menunda cerita ini. Nggak terasa ya? Bukan berarti juga saya nggak lanjutin cerita ini. Karena idenya nggak ada, makanya saya menunda kelanjutan cerita ini.
Jadi, karena udah ada ide ceritanya, makanya saya lanjutkan chapter 4-nya. Semoga cerita kali ini membuat kalian paham ya...
Oke, segini saja pesan dari saya. Kalau ada waktu, saya akan melanjutkan chapter 5-nya. Mungkin agak lama updatenya. Hehehe ^^
Terima kasih banyak buat yang udah mereview fic ini.
Sekian.
Finish: Selasa, 19 Juli 2016
