Author : zhie hyun
Main cast : yewook couple
Other cast : super junior
Gendre : yaoi, mpreg, romance dll.
Disclaimer : suju milik Tuhan
Warning : typo bertebaran, bahasa
seenaknya. ini FF YAOI jadi yg ga suka
mending ga usah baca. not like dont
read, its simple right?!
Ryeowook duduk disamping kiri leeteuk sedangkan yesung duduk disamping kanan leeteuk. Selama makan malam mereka tidak berbicara satu sama lain, hanya berbicara menjawabat saat leeteuk bertanya. Hingga eomma mereka itu berangkat bekerja mereka mereka berdua tetap tak berbicara satu patah katapun dan memutuskan untuk masuk ke kamar masing-masing.
Dikamar lagi-lagi ryeowook memikirkan yesung lalu terlonjak begitu ingat sesuatu dan berlari menuju balkon kamarnya yg berada di lantai 5 itu dan benar saja dijalan dibawah sana dia melihat yesung berjalan ke arah yg sama dengan kemarin, ke arah bar master.
"Hmm..kurasa kali ini aku tidak perlu mengikutinya" dengus ryeowook, entahlah hatinya merasa cemburu ketika mengingat yeoja-yeoja seksi seperti kemarin akan mengerumuni 'archy' atau lebih tepatnya yesung si pangeran kacamatanya.
"Aargh..kenapa dia selalu menggelayuti pikiranku?!" Ryeowook kembali menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan menghentak-hentakan tangan dan kakinya kesal lalu tertidur, tentu saja memipikan yesung. Hampir setiap malam wajah berkaca mata itu selalu ada dalam mimpinya tapi malam ini berbeda, yesung hadir di mimpinya dengan penampilan asli yesung ketika memakai nama archy. Bibir ryeowook menyunggingkan senyum dalam tidurnya. Ah..bahkan dalam mimpi ia tetap terpesona dengan hyung tirinya itu.
Yesung POV
Malam ini seperti biasa tentunya aku menuju tempat kerja part timeku, bar milik master. Aku bekerja seperti ini bukan karena kekurangan uang tapi untuk menyibukan diri dari kehidupanku yg membosankan ini.
Aku sempat melirik sekilas, kulihat anak itu memperhatikanku dari balkon kamarnya.
Apakah malam ini dia akan membuat masalah lagi? Haha..entahlah, yg pasti kehidupanku jadi lebih menarik, kurasa.
Aku melangkahkan kakiku memasuki bar, tidak ada teriakan histeris dari yeoja-yeoja itu, tentu saja karena aku masih dalam penampilan palsu yg aku gunakan di sekolah, si culun berkacamata. Aku menuju ruang ganti dan disana aku mengganti bajuku dengan baju waitres, melepas kacamata, dan menata rambutku yg tadi hanya melempes menutupi hampir sebagian wajahku. Setelah selesai memperbaiki penampilanku, aku segera keluar menuju meja bartender.
"Kyaaaaa...archy datang!"
"selamat malam archy"
"huaaa..kau tampan sekali!"
ya itulah teriakan-teriakan histeris yeoja-yeoja di bar ini ketika aku berganti penampilan asliku yg tampan dan keren ini. Bukannya aku sombong atau narsis tapi itulah kenyataannya, sudah terbukti dengan situasi di depanku ini, yeoja-yeoja itu berdesakan di depan meja bartender untuk memesan minuman atau hanya untuk melihat wajahku? Entahlah..yg pasti aku tidak tertarik pada seorangpun dari mereka, bagiku mereka sama saja, membosankan.
Lalu entah kenapa anak itu melintas dipikiranku, Ryeowook dengan segala kepolosannya dan tingkah lucunya bila berada di dekatku. tanpa sadar bibirku menyunggingkan senyum. Aku bisa tersenyum hanya dengan mengingatnya? Haha..ayolah yesung kau pasti bercanda!
"Omo! archy tersenyum ke arahku!"
"ani! Itu pasti senyuman untukku"
"kyaaa..senyumnya manis sekali"
"tampannya.."
kudengar komentar-komentar para yeoja di depanku ini, hmm..sepertinya mereka salah paham dengan senyumanku ini. Hei..ini bukan senyuman untuk kalian, ah tapi masa bodo lah aku tidak perduli.
Kurasakan ada seseorang yg menepuk bahuku dari belakang, aku menoleh.
"Master"
"archy, bagaimana dengan namja mungil dan manis kemarin? Apa kau mengantarkannya dengan selamat sampai kerumahnya?" Master bertanya setengah berbisik kepadaku.
"Ne" aku mengangguk.
"Ceritakan padaku" rupanya master tau ada yg aku sembunyikan darinya. Aku memang dekat dengannya, dia sudah seperti keluargaku sendiri, master benar-benar orang yg baik.
"Aku akan ceritakan semuanya pada master setelah bar tutup" janjiku.
"Oke".
Sekarang aku dan master tengah duduk santai di atap bar sambil menikmati secangkir teh hangat. Seperti yg kujanjikan pada master, setelah bar tutup aku akan menceritakan semuanya.
"Namanya ryeowook, dia adik tiriku" ucapku membuka pembicaraan.
"Mwo?! Jinjja?!" Master kelihatannya agak sedikit terkejut.
"Ne. Tapi kami tidak memiliki hubungan darah sama sekali" lanjutku menjelaskan.
"Wah..baguslah" master menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya, dia terlihat senang.
"Eh, kenapa master terlihat senang seperti itu?" Aku mengernyitkan dahiku tak mengerti.
"Tentu saja senang, kalian tidak memiliki hubungan darah jadi ada kemungkinan kalian bisa bersama" master tersenyum lebar.
"Be..bersama? Haha..tidak mungkin" aku hanya bisa tertawa kaku mendengar kata-kata master.
"Mungkin saja, tidak ada yg tidak mungkin di dunia ini. Eh..tapi kemarin kenapa dia seperti tidak mengenalimu?" Ucap mester penuh tanya yg sekarang memandangiku menunggu jawaban.
"Itu karena dia kenal aku dengan penampilaku di sekolah, penampilanku yg culun itu" jelasku singkat.
"Berarti kalian satu sekolahan? Dan biar aku tebak, orang yg ryeowook ceritakan, yg memberinya minuman hangat di hari hujan itu juga kau kan?"
"ne. Bagaimana master tau?" Tanyaku heran.
"hahaha..aku hanya asal menebak, dan ternyata benar. hm..berati ryeowook itu namja berhati tulus" master tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Maksudnya?" Aku yg sedari tadi hanya memandangi kelip lampu malam kota seoul langsung menoleh penasaran ke arah master.
"Yeoja-yeoja atau bahkan namja yg mengejar-ngejar dan menggilaimu di bar itu karena penampilan keren dan wajahmu yg tampan seperti sekarang ini. Tapi ryeowook, dia berbeda. Dia menyukaimu bahkan saat penampilanmu culun dan sikapmu dingin. Benarkan?" Aku tidak menjawab, hanya diam mencerna kata-kata master yg memang ada benarnya.
Yesung POV end.
ooooooooooooooooooYEWOOKoooo oooooooooooooooooo
yesung berjalan santai memasuki apartemennya, ketika melewati ruang keluarga dia mendengar suara tv yg menyala lalu dia memutuskan untuk memeriksanya.
"Anak itu" gumamnya ketika melihat sosok ryeowook yg tertidur di sofa depan tv, ketika dia akan melanjutkan kembali melangkah menuju kamarnya dia menghentikan langkahnya dan kembali berbalik ke arah ryeowook
'Kasian juga kalau tidur disini sampai pagi, badannya bisa sakit semua. Lagian aku tidak mau repot kalau sampai dia sakit' batinnya.
"Hei bangun! Bangun..pindah ke kamarmu" yesung mencoba membangunkan ryeowook dengan cara mengguncang pelan bahu ryeowook namun sepertinya ryeowook tidur terlalu lelap karena tidak bereaksi apapun.
"Anak ini, tidur atau pingsan sih" dengus yesung kesal lalu mematikan tv dan mengangkat tubuh ryeowook dengan gaya bridal menuju ke kamar ryeowook.
Yesung dengan hati-hati menaru tubuh ryeowook diranjang di dalam kamar ryeowook lalu menyelimutinya. Yesung duduk di pinggir ranjang disebelah tubuh ryeowook sejenak ia memandangi wajah polos ryeowook yg tertidur, kembali terngiang kata-kata master
...'Yeoja-yeoja atau bahkan namja yg mengejar-ngejar dan menggilaimu di bar itu karena penampilan keren dan wajahmu yg tampan seperti sekarang ini. Tapi ryeowook, dia berbeda. Dia menyukaimu bahkan saat penampilanmu culun dan sikapmu dingin. Benarkan?'...
Tanpa sadar yesung mendekatkan wajahnya ke wajah ryeowook, perlahan semakin dekat hingga hanya tersisa beberapa inchi saja jarak antara bibirnya dan bibir ryeowook.
"Ngng.." ryeowook bergumam dalam tidurnya, karena jelas matanya masih terpejam rapat.
Yesung menghentikan gerakkannya lalu berdiri dengan cepat dan dengan terburu-buru keluar dari kamar ryeowook.
"A..apa yg barusan akan aku lakukan?" Yesung menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Aku pasti sudah gila!" Umpatnya pada diri sendiri.
ooooooooooooooooooooooooYEWO OKoooooooooooooooooooooooo
"Eomma mau kemana?" Tanya ryeowook yg begitu baru keluar dari kamarnya sudah melihat eommanya menenteng sebuah koper.
"Eomma ada keperluan di Busan wookie, mungkin akan seminggu berada disana" Leeteuk tesenyum sambil membelai rambut ryeowook penuh kasih sayang.
"Baiklah. Hati-hati ya eomma" ryeowook balas tersenyum manis pada eomannya
"Ne chagiya" leeteuk mencubit hidung ryeowook gemas dengan kedua jarinya.
"Yesung, jaga adikmu baik-baik ya" ucap leeteuk begitu melihat yesung yg juga baru keluar dari kamarnya.
"Ne eomma" yesung mengangguk.
"Oke, baik-baik ya kalian berdua dirumah. Bye" leeteuk melambaikan tangannya lalu keluar dari apartemen.
"Bye eomma" ryeowook membalas lambaian tangan eommanya, sedangkan yesung langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Eh.." ryeowook menghentikan lambaian tangannya dan memandang ke arah pintu kamar mandi yg tertutup
'I..itu berarti aku dan hyung hanya akan berdua saja di apartemen ini selama satu minggu? Huaaaaa..aku harus bagaimana?' Batin ryeowook, tangannya menangkup kedua pipinya yg memerah.
Ting nong..
Suara bel apartemen membuyarkan lamunan ryeowook.
"Changkaman.." teriak ryeowook. "Siapa ya? Apa eomma balik lagi karena ada yg ketinggalan?" Gumam ryeowook sebelum membuka pintu.
"Eomm.." ucapan ryeowook terhenti ketika membuka pintu dan melihat sosok yg berdiri di hadapannya.
"Annyeong haseyo.."
"Anyyeong haseyo" ryeowook kini menatap yeoja cantik, seksi dan berambut hitam panjang lurus dihadapannya itu.
"Yesung oppa ada?" Tanya yeoja itu to the point.
"Ne, ada. Silahkan masuk" ryeowook mempersilahkan yeoja cantik itu untuk memasuki apartemen.
"Gomawo. Ngomong-ngomong kau siapa? Aku baru melihatmu disini?" Tanya yeoja itu yg berjalan di belakang ryeowook ke arah ruang tamu.
"Ne cheonmaneyo. Ryeowook imnida, aku adik tiri yesung hyung"
"Oh.."
"Silahkan duduk biar aku panggilkan hyung dulu. Oh iya, mau minum apa?" Tawar ryeowook setelah sampai ruang tamu dan mempersilahkan yeoja itu untuk duduk.
"Orange jus saja" yeoja itu tersenyum kecil.
"Baiklah" ryeowook akan beranjak meninggalkan ruang tamu untuk pergi memanggil yesung dikamarnya tapi begitu dia membalikan badannya, yesung sudah ada disana berjalan kearahnya dan melewati ryeowook begitu saja.
"Victoria" terdengar suara yesung memanggil nama yeoja itu.
"Oppa" sahut yeoja yg bernama victoria itu manja.
Ryeowook sempat menolehkan kepalanya memandang yesung dan victoria, melihat sesimpul senyum diwajah kedua orang itu. Ryeowook memegang dadanya, entah kenapa dia merasa ada rasa sesak disana lalu ryeowook melanjutkan langkahnya menuju dapur.
"Siapa yeoja itu?" Ryeowook memandang dua buah gelas diatas nampan yg sudah ia isi dengan orange juss, ryeowook merasa enggan mengangkat nampan itu, seolah kedua gelas itu berton-ton beratnya
"Positif thinking wookie" ucapnya pada dirinya sendiri lalu mengangkat nampan itu menuju ruang tamu.
"Oppa aku hamil, eottokhe? Hiks.." victoria menangis dalam pelukan yesung.
PRANG!
Nampan yg dibawa ryeowook jatuh dan gelas-gelas itu pecah menghantam lantai, mata ryeowook terbelalak lebar memerah, kedua tangannya menutupi mulutnya yg menganga tak percaya menyaksikan apa yg ia dengar dan apa yg ia lihat di depan matanya.
"Hiks.." terdengar isakan kecil dari mulut mungil ryeowook sebelum akhirnya dia berlari masuk ke kamarnya.
Yesung dan victoria yg kaget dengan suara gelas pecah melepaskan pelukan mereka.
"Dia kenapa oppa?" Tanya victoria disela tangisnya melihat ryeowook berlari meninggalkan mereka.
"Tidak apa-apa" jawab yesung singkat sambil memandang punggung ryeowook yg tengah berlari ke arah kamarnya.
ooooooooooooooooooooooooooYE WOOKoooooooooooooooooooooooo
"Wookie kenapa ya hari ini tidak masuk sekolah?" Tanya eunhyuk sambil meminum strawbery milk shakenya di kantin sekolah saat jam istirahat siang ini.
"Kata lee sonsaengnim sih wookie sakit" sungmin memasukan sepotong chesse cake ke mulutnya.
"Sakit apa?" Eunhyuk memandang wajah sungmin penasaran.
"Molla. Aku sudah sms tapi tidak dibalas, telefon pun ga diangkat" sungmin menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana kalau sepulang sekolah kita jenguk wookie?" Eunhyuk berinisiatif.
"Boleh tuh, tapi kita tidak tahu alamat apartemen wookie kn?"
"Itu sih gampang" eunhyuk mengedipkan matanya lalu tersenyum, menampakan gummy smilenya, sedangkan sungmin hanya menggaruk kepalanya yg tidak gatal, tidak mengerti.
Sepulang sekolah sungmin dan eunhyuk sudah berdiri di depan gerbang sekolah, menunggu seseorang yg sedang mereka cari.
"Nah itu dia orangnya" eunhyuk menunjuk seseorang yg sedang berjalan ke arah gerbang.
"Si pangeran kacamata? Ah..ya" sungmin mengangguk-angguk mengerti maksud eunhyuk mengajaknya berdiri di gerbang, sungmin baru teringat kalau yesung itu kakak tiri ryeowook yg tentu saja tinggal satu apartemen dengannya.
Eunhyuk membentangkan kedua tangannya di depan yesung, menghalangi jalan namja berkacamata itu.
"Ada apa?" Tanya yesung dingin.
"Hyung, boleh ya kita ikut pulang bersamamu. Kita ingin menjenguk wookie" pinta eunhyuk mengutarakan maksudnya.
"Boleh ya hyung" bujuk sungmin membuat puppy eyes dengan mata kelincinya.
"Heuh.." yesung menghela nafas lalu mengangguk dengan enggan.
"Yess!" Eunhyuk dan sungmin melakukan tos dengan kedua tangannya gembira.
ooooooooooooooooYEWOOKoooooo ooooooooooooooooooooooo
Tok..tok..tok..
"Wookie, ini kami. Sungmin dan eunhyuk" sungmin mengetuk pintu kamar ryeowook berkali-kali.
Tidak berapa lama pintu kamar ryeowook terbuka dan nampaklah muka ryeowook yg pucat.
"Omo..mukamu pucat sekali" eunhyuk kaget dan langsung memegang kening ryeowook "badanmu juga panas"
"Benarkah?" Sungmin ikut-ikutan memegang kening ryeowook "aigo..kamu demam wookie"
"aku baik-baik saja, ayo masuk" ryeowook mengajak sungmin dan eunhyuk memasuki kamarnya.
Yesung sekilas sempat melihat wajah pucat ryeowook sebelum yesung masuk ke kamarnya sendiri.
Sudah jam tujuh malam, namun ryeowook belum juga keluar kamar padahal sungmin dan eunhyuk sudah pulang dari dua jam yg lalu. Yesung agak sedikit khawatir, dia melihat makanan yg ia buatkan untuk ryeowook yg ia taruh diatas meja makan yg belum tersentuh sama sekali.
Yesung mengambil nampan ragu-ragu dan menaruh piring berisi makanan beserta segelas air putih di atas nampan.
"Kalau terjadi apa-apa dengan anak itu aku bisa kena marah eomma" yesung beralasan tidak mau mengakui kekhawatirannya terhadap ryeowook.
Tok tok tok..
Yesung mengetuk pintu kamar ryeowook berulang kali sambil membawa nampan berisi makanan ditangannya namun tidak kunjung dibukakan pintu oleh ryeowook.
"Ryeowook, ini aku yesung. Buka pintunya" yesung memanggil ryeowook namun tidak ada jawaban.
"Kemana sih anak itu? Tidak mungkin dia keluar apartemen di malam hujan lebat begini" yesung mencoba memutar handel pintu kamar ryeowook dan ternyata tidak dikunci. Yesung memasuki kamar ryeowook dan menaruh nampan di atas nakas dekat ranjang ryeowook.
"Ryeowook" sekali lagi yesung memanggil nama ryeowook berharap mendapatkan sahutan dari namja manis itu namun tetap tidak mendapat jawaban.
Yesung mengitarkan pandangannya kesekeliling kamar mencari sosok ryeowook tapi tidak ditemuinya, lalu dia melihat pintu ke arah balkon sedikit terbuka.
"Jangan-jangan.." nada suara yesung berubah khawatir, yesung setengah berlari ke arah balkon. Dan benar saja ketika yesung membuka pintu balkon didapatinya ryeowook tergeletak pingsan dilantai, tubuhnya basah kuyup karena air hujan, bibirnya mungilnya membiru, sekujur tubuknya pucat dan menggigil.
"Wookie!" Panggil yesung panik lalu langsung membopong tubuh ryeowook masuk kedalam kamar dan membaringkannya di sofa kamar ryeowook.
"Wookie! Bangun wookie!" Yesung menepuk-nepuk pelan pipi ryeowook.
"Hyung.." ucap ryeowook parau ketika membuka matanya.
"Wookie syukurlah kau sadar" yesung memeluk tubuh ryeowook, lalu tangannya membuka kancing piyama yg ryeowook kenakan.
"Hyung mau apa?" Tanyanya lemah sambil memegang tanga yesung dengan tangan pucat dan dinginnya.
"Kau basah kuyup wookie, kau hampir mati kedinginan!" Ucap yesung tegas lalu melanjutkan melucuti pakaian ryeowook hingga ryeowook naked, yesung merasa aneh pada dirinya sendiri karena entah kenapa dia merasa ada desiran aneh pada sekujur tubuhnya yg melihat tubuh naked ryeowook, padahal dia dan ryeowook sama-sama namja.
"Uhuk..uhuk.." ryeowook terbatuk dan menyadarkan yesung yg tengah larut dalam pikirannya sendiri, yesung lalu menuju lemari pakaian, mengambil piyama kering dan memakaikannya ditubuh ryeowook lalu membopong ryeowook dan membaringkannya di ranjang Yesung menyelimuti tubuh ryeowook dengan beberapa selimut tebal namun tubuh ryeowook tetap menggigil, ryeowook kembali pingsan merasakan pusing dikepalanya dan rasa dingin yg luar biasa menjalari tubuhnya.
Yesung yg melihat ryeowook pingsan lagi menjadi panik dan tambah khawatir
"Bagaimana ini? Jika terus-terusan begitu dia bisa mati kedinginan, dokter juga pasti tidak bisa datang ditengah hujan badai begini. Eottokhe?" Yesung sejenak berpikir.
"cuma ini mungkin jalan satu-satunya" yesung kembali melucuti piyama ryeowook hingga ryeowook kembali naked, begitu juga yesung membuka seluruh pakaiannya sendiri hingga ia juga sama-sama naked lalu berbaring disamping ryeowook, menutup tubuhnya dan ryeowook dengan selimut lalu memeluk tubuh dingin menggigil ryeowook erat.
"Bertahanlah wookie" yesung mengecup pucuk kepala ryeowook, memeluk tubuh ryeowook lebih erat mencoba berbagi kehangatan tubuhnya pada namja manis itu.
To be continued..
Aigoo..mian readerdeul aku sangat amat ngaret publisnya soalnya aku males ke warnet hehe..mian ga bias sebutin n balas review satu-satu pokoknya jeongmal kamsahamnida buat yag udah review. Mind to review again?! Don't be silent readers ^^
