Difficult
by. sarang-baek
.
.
.
WARNING!
YAOI/BoyxBoy/Boyslove
.
.
.
Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Kim Jongin
Do Kyungsoo
.
.
.
CKIT
Jongin mengerem mobilnya mendadak dan-
BRUK GDGDGDGDGDGDG
Astaga! Dia menyebabkan seseorang kecelakaan-
Dan-
Itu mobil Baekhyun! Tuhanku! Jongin semakin kalut, jika Baekhyun ada di dalam sana dan dia terluka barang sedikitpun Jongin yakin dia akan masuk rumah sakit jiwa sekarang juga.
Jongin berlari menghampiri mobil Baekhyun yang menabrak pembatas jalan. Astaga astaga astaga, Baekhyun membanting stir pasti karena Jongin mengerem mobil nya mendadak. Jongin tidak bisa memikirkan sedikit saja apa yang terjadi dengan Baekhyun karena mobil itu menabrak pembatas jalan cukup keras, Jongin menangis, dia berlari kencang dan dia merasa oksigen meninggalkan muka bumi ini.
Jongin membuka pintu mobil yang beruntung tidak terkunci dari dalam.
"Haa.. haa.. haa-"
Bukan Baekhyun.
"Kyungsoo.. syukurlah.. haaa.. bukan Baekhyun.."
Cih, Kim Jongin keparat, kekasihnya penuh luka dan dia masih bisa bersyukur atas itu. Bagaimana jika Kyungsoo mendengar itu? Mungkin Kyungsoo akan berdoa untuk segera pergi kesamping Tuhan sekarang juga.
Jongin masih mengatur napas dan detak jantungnya yang menggila karena mengira Baekhyun yang ada di dalam sini. Jongin merasa jantung nya benar-benar hampir menembus dada Jongin saking keras nya ia berdetak.
Jongin menatap keadaan naas Kyungsoo, dia masih berpikir apakah harus di selamatkan atau dia tinggal saja, jika Kyungsoo mati, itu akan memudahkan hubungannya dan Baekhyun, tapi- kalau Kyungsoo mati juga, Baekhyun nya akan merasa sakit dan sedih- Tidak boleh! Baekhyun nya tidak boleh sedih sedikitpun!
Jongin menggendeng Kyungsoo dan membawa nya menuju mobilnya, beruntung tidak apa polisi yang sedang beroprasi, hanya ada beberapa kendaraan lewat yang tidak mementingkan apa yang terjadi.
Setelah dia membaringkan Kyungsoo di kursi belakang penumpang, Jongin menelpon Baekhyun sambil mulai menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
.
Rasanya Baekhyun sudah tidak sanggup lagi menopang tubuhnya hanya dengan kedua tanggan yang menyangganya ketika Chanyeol terus saja memanjakan bagian bawahnya. Ini benar-benar nikmat, batin Baekhyun.
Chanyeol tetaplah Chanyeol, mementingkan Baekhyun di setiap keadaan apapun. Baekhyun tahu penis Chanyeol sudah sangat ingin di keluarkan dari dalam sarangnya, tapi Chanyeol tetap lebih mendahulukan Baekhyun dari pada kepentingannya, padahal Chanyeol benar-benar tidak tahan karena sekarang Baekhyun satu juta kali lebih sexy dari pada biasanya.
"Ahh.." Baekhyun mendesah kecil ketika Chanyeol menusuk lubang kencing nya dengan lidah nya yang lembab dan panjang. Baekhyun meresa perut nya bergejolak tidak karuan.
Baekhyun tidak tahu jika Chanyeol sebegini ahlinya, yang Baekhyun tahu, Chanyeol tidak pernah berhubungan dengan wanita atau pria lain selain Baekhyun. Tapi.. mungkinkah pernah?
Bagus lah jika ia punya seseorang yang mencintainya disana, jadi ketika Baekhyun pergi, aka nada seseorang yang membahagiakan Chanyeol kelak. Begitulah pikir Baekhyun.
"Ahh hn..nh.." Sepertinya Baekhyun ingin keluar, dengan cepat Baekhyun menjauhkan penisnya dari wajah Chanyeol.
"Kenapa?" Suara Chanyeol benar-benar berat. Astaga.. sexy sekali, pikir Baekhyun.
"Aku sudah akan keluar dan kau masih terus menahan sesuatu di balik celana dalammu?" Ucap Baekhyun sambil menujuk bagian bawah Chanyeol yang sudah harus segera di keluarkan.
"Tapi kau akan kesakitan, Baekhyun. Biarkan aku menyelesaikan itu dulu." Baekhyun benar-benar sexy, pikir Chanyeol. Duduk menopang tubuh dengan kedua tangannnya, dengan kaki yang terbuka lebar dan muka nya memerah karena menahan sesuatu yang tadi nya hampir keluar.
Chanyeol menjadi satu milyar kali tidak tahan ketika ia menatap mata sayu Baekhyun. Tapi tetap saja, ego tidak akan pernah bisa mengalahkan Chanyeol jika itu berhubungan dengan Byun Baekhyun. Walaupun dia tidak tahan sampai merasa ingin mati, jika orang yang membuat nya begitu adalah Baekhyun, Chanyeol mungkin akan lebih memilih mati saja.
"Kali ini saja.. kali ini saja pikirkan dirimu sendiri, Chanyeol-ah.." Baekhyun menatap Chanyeol sedih.
Chanyeol merasa jantung nya di tusuk satu triliun jarum. Jadi.. Baekhyun melakukan semua ini karena kasihan padanya? Karena ia terus berkorban untuk Baekhyun jadi Baekhyun mengasihani nya?
Chanyeol maju dan merebahkan tubuh Baekhyun perlahan. Entah kenapa napsu yang beberapa detik lalu ia rasakan sekarang menghilang bagai di tiup napas nya sendiri.
"Aku benar-benar tidak bisa jika kau berpikir begitu, Baekhyun." Chanyeol merendahkan tubuh nya kembali dan mensejajarkan wajah nya dengan Penis Baekhyun.
"Biarkan aku menyelesaikan ini agar kau bisa cepat tidur, sudah larut."
Tes.
Baekhyun meneteskan air matanya ketika ia memejamkan mata. Entah kenapa ia jadi sangat merasa bersalah. Seharus nya ia lebih bisa menjaga perasaan Chanyeol di saat-saat seperti ini. Baekhyun sudah cukup menyakiti hati Chanyeol karena keegosiannya. Dan saat akan bercinta pun, Baekhyun masih harus menyakiti Chanyeol. Dia benar-benar merasa sangat bersalah.
.
.
Chanyeol melakukannya dengan lembut, tapi pasti. Kecepatan tangannya dalam memijat Baekhyun begitu tepat. Tidak terlalu kasar maupun terlalu pelan. Remasannya pun sungguh membuat Baekhyun nikmat bukan kepalang, rasanya Baekhyun tidak kuat lagi dan ingin segera membebaskan sesuatu di dalam sana.
"Anhh.. Hhhh.. haa..haa.." Baekhyun mendesah hebat dan mengeluarkan cairannya di dalam mulut Chanyeol. Dan Chanyeol tidak segan untuk menelan semua nya tanpa rasa jijik. Tentu saja, karena semua tentang Baekhyun sangat Chanyeol sukai.
Lalu Chanyeol menyelimuti bagian bawah Baekhyun dan merangkak ke atas untuk mengusap bulir keringat di pelipis Baekhyun.
"Tidur lah, aku akan menyelesaikan masalahku sendiri." Ucap Chanyeol setelah ia mencium kening Baekhyun.
Baekhyun meneteskan air matanya lagi. Kenapa Chanyeol begini? Kenapa ia tidak bisa sedikit saja egois demi dirinya sendiri?
Chanyeol baru saja akan beranjak dari kasur, tapi Baekhyun menarik tangannya keras sampai Chanyeol terbaring terlentang di kasur.
Dengan cepat Baekhyun menindih Chanyeol. "Jika kau berpikir aku melakukan ini karena mengasihanimu, kau salah besar, Park Chanyeol. Aku.. entah mengapa.. aku menginginkanmu..." Chanyeol menatap Baekhyun serius, mencoba mencari kepastian dalam ucapan Baekhyun.
"Dan.. kenapa kau mengiginkanku?" Chanyeol bertanya dan menatap tepat pada bola mata Baekhyun.
"Karena..
.
.
.
.
..Aku ingin." Baekhyun mencium Chanyeol cepat sebelum Chanyeol bertanya sesuatu yang tidak bisa Baekhyun jawab.
Chanyeol berusaha mendorong bahu Baekhyun, tapi Baekhyun menggesekan lutut nya pada penis Chanyeol.
"Nghh.." Chanyeol mendesah tertahan dan Baekhyun tersenyum dalam ciumannya. Entah kenapa dia merasa sedikit senang.
Baekhyun menciumnya cukup agresif tapi tetap terkontrol. Kenapa? Kenapa Baekhyun melakukan ini? Pikir Chanyeol. Jika untuk membuat Chanyeol senang, sungguh, ini benar-benar malah menyakiti perasaan Chanyeol, karena Chanyeol tidak merasa sedikit pun perasaan lewat sentuhan-sentuhan Baekhyun.
Tapi dalam pikiran Baekhyun, walaupun ia tidak mencintai Chanyeol, mungkin Chanyeol akan sedikit senang jika Baekhyun menjadi miliknya malam ini. Karena Baekhyun ingin sekali saja membuat Chanyeol merasa Baekhyun adalah miliknya walau hanya satu malam.
Karena setelah ini Baekhyun sudah memilih, Baekhyun sudah mengambil keputusan yang sekiranya baik untuk semuanya.
Tangan Baekhyun mulai turun kebawah dan membuka kancing celana Chanyeol, Chanyeol menahan tangannya, tapi dengan cepat Baekhyun menggesekan lututnya lagi.
"Ahk.. Baekhyun berhenti aku tidak menyukai ini!"
DEG
Baekhyun merasa seperti terhantam batu besar yang keras, Chanyeol meneriaki nya untuk yang pertama kali dan Baekhyun merasa sangat di tolak sekarang.
Baekhyun bangun dan duduk di samping Chanyeol, menatapnya dengan tatapan sedih, entah kenapa Baekhyun merasa sangat sedih karena perkataan Chanyeol tadi, bukan hanya sedih Baekhyun juga merasa malu dan sedikit merasa sakit di hatinya.
Baekhyun menunduk dan Chanyeol bisa melihat itu karena ia masih berbaring di ranjang. Chanyeol mengusap wajah nya kasar dan membetulkan celananya.
"M-maaf.." Baekhyun berucap lirih ketika Chanyeol sudah duduk dan memandangnya.
"…" Chanyeol tidak menjawab, dia hanya memandang Baekhyun dengan tatapan tidak terbaca.
Drrt.. Drrt.. Drrt..
Ponsel Baekhyun bergetar di meja nakas dekat tempat tidurnya, sejenak Baekhyun dan Chanyeol merasa lega karena ada sesuatu yang mengiterupsi keheningan mereka.
Baekhyun mengambil celananya yang tadi sempat di buka oleh Chanyeol, dia memakainya cepat sambil membelakangi Chanyeol dan mengambil ponsel nya.
Kim Jongin calling
Astaga! Baekhyun lupa pada Jongin!
"Ya, Jongin."
Entah mengapa Chanyeol merasa sangat kesal karena mendengar nama itu keluar dari mulut Baekhyun di saat-saat seperti ini, Chanyeol bergegas bangkin dari ranjang nya dan mengambil kunci di meja nakas dan berniat pergi dari situ.
Cklek.
DUK.
Belum sempat Chanyeol pergi, dia melihat Baekhyun terduduk sambil berurai air mata.
"Baekhyun? Hey ada apa?" Chanyeol masuk kembali ke kamar mereka dan menghampiri Baekhyun, memperlakukan Baekhyun lembut seperti biasa seakan-akan tidak terjadi apapun.
"Hiks.. Kyungsoo.." Baekhyun mendongkak, menatap Chanyeol, mukanya memerah, hidung nya juga, matanya benar-benar basah oleh sesuatu yang paling Chanyeol benci.
Chanyeol mengusap air mata sialan yang mengotori pipi halur Baekhyun. "Ada apa baek, Kyungsoo di kamarnya mungkin."
"Dia kecelakaan.. hiks.. J- Jongin sedang membawa nya kerumah sakit.."
Tangan Chanyeol yang tadinya berada di pipi Baekhyun perlahan jatuh dan membulatkan matanya sampai terlihat hampir keluar.
"B-Bagaimana b-bisa? Kemana Jongin membawanya? ayo berangkat."
Chanyeol sudah berdiri dan bersiap untuk keluar dari kamar dan berangkat menuju rumah sakit, tapi ia masuk lagi karena Baekhyun masih terduduk dan berurai air mata.
"Baekhyun? Ayo kita kesana!" Chanyeol berucap agak sedikit keras dan membuat Baekhyun semakin menangis.
"Kaki ku lemas.. hiks.. a-aku-"
Chanyeol menggendong Baekhyun segera dan bergegas pergi kerumah sakit menyusul Jongin.
.
.
Tap tap tap tap
Mereka berlarian menuju kamar yang Jongin sebutkan, beruntunglah luka Kyungsoo bukan luka dalam dan tidak terlalu parah, dokter bilang Kyungsoo pingsan karena dia kaget jadi Kyungsoo berada di kamar inap.
"Jongin-ah!"
"Oh, Hyung!"
Baekhyun dan Chanyeol langsung menghampiri ranjang pasien dan Jongin yang duduk di sofa pun menghampiri mereka ke ranjang pasien, lebih tepatnya menghampri Baekhyun.
"Bagaimana ini bisa terjadi, Jongin-ah?" Baekhyun berbicara tanpa menatap Jongin, tatapannya penuh pada Kyungsoo.
"Aku tidak tahu kejadian pastinya hyung, saat aku mengerem mendadak, a-aku tidak tahu kalau ada mobilmu di belakang mobilku-
"Apa!?"
"-saat aku mengerem mendadak, Kyungsoo yang mengendarai mobilmu mungkin membanting stir nya.. j-jadi, t-tapi aku benar-benar ti-
"Chanyeol kau membiarkan Kyungsoo mengendarai mobil!?" Baekhyun tidak berteriak tapi dia menekan setiap suku katanya sambil memandang Chanyeol marah.
"A-aku tidak tahu kalau ia keluar, seingatku dia membereskan bekas makan malam dan-
"Dan!?" Baekhyun masih menekankan kata-katanya dan memandang Chanyeol marah.
Baekhyun lalu beralih menatap Jongin dengan pandangan cemas.
"Lalu, apa kau terluka?" Ucap Baekhyun lembut sambil memeriksa tubuh Jongin, bahkan Baekhyun mengangkat kaus yang Jongin kenakan agar ia bisa memastikan bahwa Jongin tidak terluka.
Jongin hanya tersenyum senang, tentu saja, sedangkan Chanyeol benar-benar merasa bahwa TuhanNya sangat amat membencinya.
Apakah setelah tatapan marah Baekhyun kini Chanyeol harus melihat semua perhatian Baekhyun pada Jongin? Chanyeol memang laki-laki tangguh, tapi ini terlalu menyakitkan, Chanyeol hanya bisa menatap sedih kearah Kyungsoo. Bagaimana jika Kyungsoo tahu semuanya, mungkin Kyungsoo akan membencinya juga..
"Syukurlah, kau baik-baik saja.." Baekhyun berujar lembut dan terdengar kelegaan di setiap ucapannya, mungkin Baekhyun tidak ingat bahwa tadi ia menyakiti Chanyeol.
"Aku merindukanmu, hyung.." Jongin menggenggam tangan Baekhyun yang baru saju menjauh dari tubuhnya, ia menarik Baekhyun dalam pelukannya.
Astaga, bisakah sekali saja Tuhan mengasihani Chanyeol? Chanyeol benar-benar merasa dirinya bukan apa-apa di mata Baekhyun.
Dan Baekhyun, dia membalas pelukan Jongin karena dia bersyukur tidak terjadi apa-apa pada belahan jiwanya ini. Baekhyun tidak ingat bahwa Kyungsoo sedang terluka dan ada Chanyeol di depan mereka. Mereka berpelukan dengan nyaman, seakan lupa dimana mereka sedang berada.
"Aku, keluar dulu."
Baekhyun melepas pelukan Jongin setelah ia mendengar suara Chanyeol, ah mungkin Baekhyun baru sadar di mana ia berpijak sekarang.
"Ya." Baekhyun membalasnya singkat, toh lagi pula Chanyeol sudah keluar.
.
.
Chanyeol berjalan cepat di koridor rumah sakit, mata nya berair, untuk yang pertama kalinya selama ia melindungi Baekhyun, Chanyeol bahkan tidak menangis ketika ia tertabrak motor karena menyelamatkan Baekhyun, tapi sekarang, rasa nya sakit sekali, Chanyeol juga sudah berhenti menangis sejak usia nya lima tahun, tapi sekarang, Chanyeol merasa sakit sekali, ia tidak bisa menahan air matanya lagi, sejenak ia berpikir untuk menyerah saja, karena Chanyeol merasa sangat sakit.
"Ini.. terlalu menyakitkan." Batin Chanyeol.
Ia pergi menuju mobilnya, ia benar-benar merasa air matanya akan jatuh sebentar lagi. Chanyeol memasuki mobilnya dan air matanya benar-benar jatuh ketika ia duduk di kursi kemudi.
"Huks.." Chanyeol hanya bisa terisak karena ia tidak mungkin meraung. Chanyeol menggenggam kaus di bagian dadanya dan meremas nya keras seakan itu bisa membantu sedikit saja untuk mengobati luka di hatinya. Chanyeol benar-benar berurai air mata, bahkan kaus bagian atasnya pun ikut basah karena banyak nya air mata yang ia keluarkan.
Chanyeol terus menangis bahkan sampai ia merasa tidak bisa bernapas karena hidung nya tersumbat. Chanyeol berharap saja agar ia kehabisan napas lalu mati dan- tidak boleh! Perjalanan Baekhyun belum berakhir bahagia dan dia tidak boleh menyerah dan mati secepat ini.
Chanyeol mengusap air mata yang membasahi wajah nya dan mengambil tissue untuk membersihkan lendir di hidungnya. Kemudian ia menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan, relaksasi kalau kata orang.
Setelah cukup tenang walau tidak cukup baik, Chanyeol parkir dan pergi membeli bento di dekat rumah sakit, Baekhyun pasti lapar, mereka tidak sempat makan malam karena si sialan Jongin itu, walaupun sekarang sudah terlambat untuk menyebutnya sebagai makan malam.
Chanyeol berjalan santai kali ini di koridor rumah sakit, ia membeli 3 kotak bento, ia juga tidak mungkin membiarkan Jongin kelaparan atau yang lebih parahnya lagi membiarkan Baekhyun member bento nya pada Jongin.
Chanyeol menggeser pintu kamar Kyungsoo, dia senang karena dia melihat Kyungsoo sudah sadar saat ia menggeser sedikit pintu kamar Kyungsoo tapi setelah pintu itu bergeser sepenuh nya, betapa terkejutnya Chanyeol ketika Jongin dan Baekhyun baru saja melepaskan tautan bibirnya karena pintu yang di geser sedangkan Kyungsoo sudah sadar dan melihat ke arah mereka.
.
.
TBC
.
.
Halo? ada yang masih inget cerita ini?
Maafin saya karena mungkin ini cerita udah lumutan dan mungkin kalian ga inget ini awalnya gimana dll, tapi kalau masih ada yang mau baca sih saya terimakasih banget, hehe.
Dan kalau ini chapter mengecewakan banget yaudah, pukulin aja saya ya oke mau bash juga gapapa saya terima aja, emang saya author payah, hehe.
Terima kasih untuk reviewers tercinta! Gak bisa sebutin satu-satu karena udah ngantuk dan typo pasti banyak karena gak sempet edit maaf ya chingu.
Keep review please, hehe.
XOXO,
Sarang-Baek
