Summary : Hinata yang menjalani misi dari Tsunade sang Godaime Hokage harus bersabar ketika harus menghadapi kenyataan bahwa peta yang didapatnya adalah peta yang salah. Terdampar di tempat Orochimaru dan bertemu Sasuke? Selamat datang di neraka, Hinata/Fanon/SH/RnR?
Warning : Fanon. Typos. OOC. Dan segala kekurangan lain
Naruto (c) Masashi Kishimoto
Meet You (c) Fujiwara Hana
Pair SasuHina
Fanon
Chapter 4
Gaara mendudukkan diri di sebuah kursi di dekat ranjang. Gulungan kertas berserakan di sekitar meja. Walaupun raganya disini, tetapi jiwanya terbang entah kemana. Jujur Gaara merasa bersalah telah memaksa Kankurou-saudara kandungnya- untuk mengerjakan tugas Kazekage selama ia berkunjung ke Konoha dengan alasan penting, dan dengan mudah Kankurou percaya. Gaara bersyukur saudaranya itu tidak banyak bertanya. Berbeda dengan kakak perempuannya, Temari melirik dengan kedua alisnya terangkat heran karena seingatnya setiap urusan penting antar desa pasti ia ketahui.
"Aku harus cepat menemukannya."
Ia melirik kalender di sampingnya. Sudah dua hari ia tinggal di Konoha. Dan di Konoha ia merasa waktu yang terlewati sangat singkat. Konoha bagaikan rumha kedua baginya. Tolong jangan tanyakan bagaimana Gaara mengelabui Godaime Hokage, berterima kasihlah Gaara pada Naruto yang entah bagaimana caranya Naruto mengatakan sesuatu tentang kunjungan Gaara ke Konoha dengan tidak mencurigakan. Dan untungnya lagi Naruto tidak menanyakan apa-apa tentang kunjungan Gaara yang menurutnya tiba-tiba.
"Aku sebaiknya pergi sendiri."
Gaara berdiri dan beranjak menuju kamarnya yang sudah melambai mengundangnya untuk ditiduri.
.
.
.
Hinata merasa berat di tubuhnya, dan juga panas. Kehangatan sinar mentari terasa menyelimuti kulitnya. Ini aneh, udara di kamarnya rasanya tak sehangat ini. Dan lagi sejak kapan sinar matahari terasa sangat jelas di kulitnya. Benda yang berat ia duga berada di pinggangnya. Dengan masih keadaan setengah sadar dan mata tertutup Hinata mengambil 'benda' yang terasa berat itu kemudian ia lempar sembarang arah. Tak lama kemudian 'benda' tadi kembali datang menangkring di pinggangnya-lagi-.
"Hanabi singkirkan tanganmu." Dengan suara berat karena mengantuk Hinata kembali hendak membuang tangan –yang sudah Hinata ketahui- yang mampir dengan enaknya di tubuhnya. Namun usaha Hinata nihil. Tangan yang ia yakini milik Hanabi tidak terlepas dari pinggangnya, malah semakin mempererat pelukannya. 'Sejak kapan Hanabi jadi semanja ini?' batin Hinata bingung.
Tubuh Hinata yang tadinya membelakangi si pemilik tangan misterius, kini berbalik yang secara otomatis berhadapan langsung dengan seseorang di belakangnya-tadi- yang kini berada dihadapannya. Lavendernya yang masih tertutup kemudian perlahan membuka hanya untuk sekadar memberi teguran untuk tubuh di depannya.
Lavender bening indah terbuka sepenuhnya.
Diikuti onyx yang menatap tajam.
Dan mereka berdua sama-sama membuka maniknya secara berbarengan!
Satu detik.
Dua detik.
Sang lavender berkedip dua kali.
Sang onyx tidak berkedip sama sekali malah memperhatikan manik bening di depannya dengan intens.
Hinata menutup lavendernya lagi. "Kenapa mimpiku aneh sekali." Suaranya yang serak akibat mengantuk menggoda iman Sasuke yang sudah semakin menipis. Jemarinya bergerak ke atas meraba wajah di depannya yang masih terdiam. "Mimpi ini terasa nyata sekali." Masih dengan terpejam Hinata membawa tangannya ke leher Sasuke. "Jakun?" Lebih ke bawah lagi. "Dadanya bidang. Sejak kapan Hanabi mempunyai dada bidang?"
"Ini bukan mimpi." Suara berat terdengar kurang jelas di gendang telinga Hinata.
Hinata mengeratkan selimutnya akibat udara yang berhembus. "Bahkan suaranya seperti nyata. Mimpi yang benar-benar aneh."
Sasuke mendesah. "Ck ck. Gadis ini." Tubuh Sasuke bergerak sendiri mendekat ke arah Hyuuga sulung. Dan bahkan jarak mereka hampir tak bersisa. "Apakah perlu sentuhan untuk membangunkanmu?"
Hyuuga Hinata masih terdiam. Sepertinya ia sedang di alam mimpi. Dalam ketidaksadaran Sasuke menyeringai iblis. Tangan pucatnya maju hendak menyentuh wajah atau tubuh Hinata. Beberapa senti lagi kulit mereka bersentuhan, namun sebuah pemikiran yang entah muncul darimana menggelayuti Sasuke.
Sasuke, kau tidak ingat kata-katamu?
Sasuke menggeleng cepat.
Tentang perempuan, Sasuke. Ingat! Tidak ada perempuan dalam hidupmu.
Sasuke bimbang. Sungguh bimbang! Bagaimana bisa ia hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-apa terhadap tubuh molek di depannya yang sedang tidak sadar? Ingat. Dirinya itu laki-laki tulen. Gosip yang mengatakan bahwa Sasuke menjalin hubungan dengan pemuda berambut jabrik kuning sungguh hoax. Walaupun sedikit, pasti ada kan perasaan ingin meng apa-apakan seorang gadis polos yang sedang terlelap? Sesuatu seperti
...hasrat?
Sasuke terdiam. Tadi sewaktu Hinata terbangun dan menampakkan lavendernya tepat di depan wajahnya, Sasuke merasa bahwa itu adalah manik terindah dan mempesona yang pernah ia lihat. Warnanya seperti ungu muda. Sederhana namun elegan. Dan Sasuke suka. Sangat suka.
Sekarang Sasuke sedikit ragu. Apakah mottonya tentang perempuan harus ia ingkari? Atau ia rubah?
Dengan berat hati Sasuke menarik kembali tangannya. Ia kemudian menyingkap selimut dan berdiri dengan hati-hati. Langkahnya menuntuk menuju kamar mandi yang ada di ruangannya. Sebelum sampai di depan pintu Sasuke menoleh dan beberapa detik ia terdiam. Sumpah demi apa Sasuke ingin menyentuhnya! Bukan 'menyentuh' yang seperti 'itu', yang Sasuke maksud adalah mengelus rambutnya atau meraba kulitnya. Meraba ya, bukan meraba-raba.
Hatinya gonjang-ganjing, seperti kegalauan yang Itachi rasakan ketika ia akan membeli krim penghalus kulit atau penghilang keriput wajah.
Berbalik.
Tidak.
Menyentuhnya.
Tidak.
Eh? Kenapa aku memikirkan hal yang tidak penting? Sebaiknya aku bergegas mandi kemudian melanjutkan acaraku.
Sasuke menutup pintu kamar mandi dari dalam dengan lembut. Lima menit hening, tidak ada suara air atau apapun. Apa mungkin Sasuke ketiduran di dalam sana?
Di dalam kamar mandi, Sasuke melepas pakaiannya dengan lambat. Ia rupanya sedang menimbang apakah pemikirannya salah atau benar. Kain yang melekat di tubuhnya telah lepas menyisakan sebuah celana dan tambang yang mengikat. Apakah langkah yang ia lakukan benar? Sasuke meletakkan bajunya di pojok kamar mandi.
Sasuke menghembus nafas kasar. Pemikiran macam apa ini? Perasaan apa ini? Sejak ia melihat manik itu... rasanya semuanya terasa aneh. Sistem di tubuhnya seperti di install ulang oleh entah siapa.
Dan satu keputusan telah ditetapkan.
Pintu kamar mandi kembali terbuka menampilkan sosok Sasuke yang hanya mengenakan celana ungu tua dan tambang di pinggangnya. Ia dengan tergesa-gesa berjalan ke arah ranjang yang terdapat Hinata masih tertidur di atasnya.
Daripada terbawa mimpi karena penasaran dan Hinata lah yang menjadi objek Sasuke dalam mimpinya, mending sekarang Sasuke mengelus rambutnya!
Deg.
Deg.
Deg.
Hei jantung berhentilah berisik!
Bergetar. Tangan Sasuke yang besar dan pucat walaupun hangat bergetar. Sasuke meneguk ludahnya perlahan. Tanpa sadar onyxnya tak berkedip.
Halus. Ya, sangat halus indigo milik Hinata. Sepertinya mulai sekarang Sasuke ketagihan mengelus rambut Hinata. Rambut Hinata sangat halus, sehalus manik bening lavender yang kini memandangnya dengan tatapan polos dan bibir mungil terbuka.
Eh?
Tatapan polos?
What the?
"Kyaaa! Apa yang kau lakukan! Dasar hentai!"
Tangan kecil Hinata yang tadinya berada di dalam selimut kini ia keluarkan untuk menghalau tangan Sasuke yang kini tengah bermain dengan rambutnya. Sedang tangan Sasuke yang lain yang ia gunakan untuk menyangga tubuhnya. Gerakan Hinata semakin brutal dan tanpa sadar menyenggol tangan Sasuke yang menyangga tubuhnya dengan keras. Dan alhasil-
"J-jauhkan wajahmu d-dariku!"
Tubuh topless Sasuke jatuh dan wajah Sasuke tepat berhadapan dengan wajah Hinata yang sudah memerah bagaikan tomat yang terlalu matang. Bahkan hidung mereka berdua sudah menempel dan keduanya dapat merasakan bahwa udara yang mereka hirup adalah udara yang sama.
Aneh. Walaupun dengan posisi yang awkward begini namun Sasuke tak bersuara. Seakan ada selotip yang mengunci bibirnya agar tak berbicara sementara waktu. Dan Hinata semakin membrutalkan gerakannya memaksa Sasuke untuk mencekal kedua tangan Hinata yang berusaha memukul, mencakar, atau bahkan menjambak rambut pantat ayam yang selalu Sasuke banggakan dan ia pamerkan.
"Diamlah sebentar!"
"T-tidak mau!"
"Kubilang diam!"
"K-kubilang tidak m-mau!
"Kalau kau tidak diam aku ak-"
KRIETT.
"Akan apa Sasuke?" dengan tidak elit Kabuto mengintip dari luar ruangan dengan muka menyeringai jahil. Dengan berbarengan dan cepat kedua orang yang sedang berada di ranjang dengan posisi mencurigakan menolehkan kepalanya menghadap Kabuto. Dan Hinata maupun Sasuke yakin bahwa Kabuto sedang memikirkan hal yang tidak-tidak tentang mereka berdua.
"Kau-"
"A-ano-"
"Ya ya ya aku paham. Aku mengganggu kan? Jadi aku akan pergi sekarang." Lalu Kabuto kembali berbalik dan menghilang dari pintu. "Eh aku lupa. Tolong lanjutkan yang tadi dan aku janji tidak akan mengadu pada Orochimaru-sama. Ah dan satu hal lagi, jangan lupa pakai pengaman, Sasuke." Ia melongok lagi dan mengedipkan sebelah matanya dan kemudian menghilang lagi.
Memanfaatkan kesempatan yang ada, Hinata melakukan gerakan mencurigakan dan-
"Menyingkir dariku! Jyuuken!"
GUBRAKK.
Tubuh Sasuke terlempar dengan tidak elitnya mengenai dinding ruangan.
"Sial! itu menyakitkan!" Sasuke bangkit dengan perlahan dan mengelus dadanya yang terasa nyeri akibat pukulan khas Hyuuga. Klan Hyuuga memang hebat mempunyai pukulan yang maha dahsyat, pikir Sasuke.
Hinata merasa bersalah kali ini. Ia benar-benar bingung harus bertindak apa agar Sasuke menyingkir dari tubuhnya, dan satu cara yang terlintas di pikirannya adalah dengan menjyuuken Sasuke dengan tenaga tidak penuh.
"M-maaf aku t-tidak bermaksud-" Hinata menyingkap selimutnya dan beranjak menuju tempat Sasuke. "A-apa aku melukaimu?" tangannya bergerak tak nyaman di samping tubuhnya. Tatapan khawatir tercetak jelas di wajahnya yang masih memerah.
"Cih. Kau masih bertanya?" raut galak Sasuke terpampang. Hinata yang menyadarinya mendadak diam. Ia bingung harus bagaimana? Menolongnya? Ataukah ia hanya perlu diam saja?
Dan satu langkah bagi Hinata untuk-
"Jangan bergerak."
-memberanikan diri untuk menolong Uchiha di depannya.
Chakra hijau muncul dari telapak tangan Hinata. Ia sedikit mengerti tentang penyembuhan menggunakan chakra karena ia pernah membacanya dari sebuah buku kuno. Kemudian telapak tangan Hinata mendekat ke arah pundak Sasuke. Sedangkan Uchiha bungsu itu hanya terdiam. Ini aneh. Sejak kapan Hinata tidak bicara dengan tersendat? Padahal baru saja gadis itu terbata-bata ketika berbicara dengannya.
Emosi Sasuke menurun dengan perlahan melihat Hinata menyembuhkan lukanya. Onyxnya melirik sedikit ke wajah sang gadis yang tengah mengobatinya. Tatapan itu... seperti penyesalan.
"Sudah cukup."
"Eh? Benarkah?" Hinata menangkap sedikit rona merah di pipi Sasuke walaupun samar.
Sasuke menggerakkan tangannya yang agak pegal kemudian pergi menjauh dari Hinata.
"Siapkan dirimu, kita akan pergi setelah ini."
"Ehh?"
.
.
.
Cuaca cerah pagi ini mendukung keberangkatan Gaara ke hutan secara diam-diam. Dengan berbekal senjata dan makanan seadanya ia melangkahkan kaki dengan mantap mengabaikan tatapan curiga orang-orang yang dilaluinya. Mereka menatapnya aneh. Seorang Kazekage membawa persediaan makan yang cukup dan berjalan tanpa pengawalan menuju hutan?
Gaara mengembangkan seringai yang berjuta arti bagi siapapun yang memandangnya. Ia telah mendapat sedikit info dari Tsunade bahwa peta yang hilang adalah peta tempat persembunyian Orochimaru. Dan Gaara begitu yakin bahwa peta yang dibawa Hinata adalah peta yang hilang itu.
Jangan salahkan Gaara karena ia begitu menggebu-gebu ingin menemukan Hinata. Salahkan Hinata yang telah menggenggam hati Gaara terlalu erat dan tak mungkin bisa terlepas.
"Tunggu aku, masa depanku."
Lain Gaara lain pula dengan Tsunade.
Di depan meja kantor Hokage, Tsunade tersenyum bangga. Ternyata dugaannya benar, pemimpin Sunagakure telah tertambat oleh kunoichi Konoha. Kejadian salah memberi peta adalah ketidaksengajaan yang tak dapat Tsunade hindari. Sebenarnya ia bisa saja menyuruh bawahannya untuk segera mencari Heiress Hyuuga dan segera meminta maaf pada tetua klan. Namun setelah mendengar cerita Naruto tentang keanehan Gaara yang muncul akhir-akhir ini, jiwa gosipnya memaksa untuk mencari tahu lebih lanjut tentang keanehan sang Kazekage, ditambah lagi kehadiran Gaara di kantor Hokage kemarin yang membahas tentang Heiress Hyuuga secara tiba-tiba membuat dugaannya kian menguat.
Ya, keanehan Kazekage bersumber pada dua hal yang bersangkutan.
Hyuuga Hinata.
Dan...
Tentu saja cinta.
"Jangan kau kira aku buta, Kazekage-sama."
Tsunade tidak berniat buruk, sungguh. Mendengar kenyataan ini justru ia merasa gembira. Pemimpin Suna telah jatuh hati dengan kunoichi Konoha. Dan apabila mereka berjodoh, maka kedua desa pasti akan menjadi lebih rukun dan dapat bekerja sama dengan baik.
Dahinya yang masih kencang tiba-tiba mengkerut. "Tapi bukankah peta yang aku berikan pada Hinata adalah peta markas Orochimaru?" ia melirik sebuah kertas yang berisikan daftar ninja-ninja pelarian. Dan tatapannya jatuh pada sebuah nama. "Uchiha Sasuke?"
.
.
.
"Kau sudah siap?"
Hinata menoleh ke arah pintu, dilihatnya Sasuke telah siap. "Sudah." Hinata beranjak menuju Sasuke yang kini tengah memunggunginya dan berjalan di depannya. "T-tapi kita s-sekarang akan kemana?"
"Ke gua."
"U-untuk apa?"
"Bersenang-senang."
Langkah Hinata terhenti seketika. Bermacam-macam spekulasi aneh muncul di otaknya. Maksud Sasuke dengan 'bersenang-senang' itu apa? Dan lagi bagaimana ia mencari gulungan itu? Batin Hinata menjerit frustasi. Ia sudah menginap di persembunyian Orochimaru dan ia belum berhasil menemukan gulungan itu. Oh Kami-sama, cobaan apalagi kali ini?
"Bercanda. Ayo cepat jalan."
Dan Hinata menghela nafas lega tanpa tahu bahwa Sasuke tersenyum lepas setelah menipu Hinata. Dan juga Hinata tidak tahu bahwa Sasuke adalah sosok yang jarang bercanda pada sembarang orang.
TBC
AN : tolong maafkan saya yang lama apdet TAT karena saya sedang berduka cita. Jadi untuk chapter 5 nya saya gak janji-janji lagi buat apdet cpt. Maafkan saya : (. Ehm btw saya tergoda untuk menaikkan rate ^/^. Menurut kalian kalau rate nya saya naikkan menjadi T+ apa tidak apa-apa? Namun saya agak ragu soalnya masih bulan ramadhan hehe.
Oh ya, ini coretan saya di bawah yang banyak ini balasan review minna-san semua yaa :D saya sangat terharu dan senang dan ingin menjerit dan bercampur aduk perasaannya setelah membaca review kalian : )
Big Thanks to:
Virgo Shaka Mia (iyaa Gaara-kun mau jemput separuh jiwanya #ciee. Makasih yakk : D), NJ21 (terima kasih atas penilaiannya : ) ternyata setelah saya baca ulang memang aneh hehe. Tapi di ch 4 sudah saya jelaskan sedikit mengenai tugas kagenya Gaara sama sikap Tsunade. Tapi kalo yang sasu sama kabuto saya masih bingung TAT. Makasih ya konkritnya saya sangat menghargainya dan saya jadikan pembelajaran agar ke depannya lebih baik :D), NoveHime (ini udah next, makasihh ^^), curly xox (kalau Itachi dimasukin nanti saya bingung entar Ita-kun sama siapa coba? Wkwk. Dan untuk saran adegannya makasih yaaa, ini saya pakai saran kamu dengan beberapa modifikasi ^^ big thanks for ya #tebar spagetti, dan setelah saya membaca reviewmu di fic Gh yang summer, beneran saya speechless, saya merasa senang sekali sekaligus terharu membacanya :') dan saya bacanya sampai berulang ulang lho #jangan ketawa yaa), Cahya Uchiha (ini udah next, makasihh ^^), Linevy Himechan (hehehe iya itu Hime pasti langsung memerah, makasih yakk ^^ salam hangat), Byun Aelyn (hehehe makasihh ^^ maaf apdet lama TAT, makasihh banget yaa ^^), Archan'sGirl (haha kabuto emang ahli merangkai kata, makasihh ^^), Yurikachan (hehe sasu mah gitu orangnya ^^ makasih ^^), Nurul851 (hehe iya ini udah UP ^^ makasih udah mau nunggu ^^ sasu tu pergerakannya tidak terbaca wkwk, soal adegan yang kamu sarankan sudah saya modifikasi ^^ makasih untuk sarannya ^^ dan soal Gaara, saya pinginnya dia sama Hinata ternyata TAT, ini udah next ^^), Nyonya Besar Gaara (wah istrinya gaara dateng nih :D emang bener, SasuHinaIta sama SasuHinaGaa baguss bangettt ^^ ini udah naik dikit belom ratenya? Makasihh ^^), aindri961 (hehe makasihh ^^ hmm soal Gaara setelah membaca review kalian semua saya sudah mendapat titik terang hehe, makasih yakk ^^), futarindcn (ini udah ch 4 ^^ makasihh yak ^^), NaruDemi (makasihh udah review banyak, 3 kali review dalam satu chapter ^^ insyaallah enggak disc kok ^^ makasih udah baca dan review ^^ dan maaf saya apdet nya lama lagi TAT), hanalu93 (haha kabuto mah genit diajarin sama orochi :p hehehe emang GaaHinaSasu tuh triangle love yang manis pake bangett, makasih ^^), Angel821 (hehe makasihh ^^ ini dah lanjut ^^), seo haeri fishYeobos (ini udah next ^^ makasih bangett ^^), IChikaze Kimi (hehe jangan panggil senpai saya merasa sudah tua #plakk, iya gpp :D kalau angst kayaknya gak ada, maaph hehe, untuk Gaara saya sudah mendapatkan pencerahan wkwk makasihh yak ^^), Kimoto Yuuhi (makasihh masih setia membaca ^^ iya ini nggak disc kok ^^ iyaa makasih udah mengefav ^^), HyugaRara (ini udah nextt ^^ makasih yak ^^), Ella9601 (ini udah lanjut ^^ iya kayaknya ini mau semi M hehe makasihh udah baca dan review ^^ maaf apdet lama ^^) Blossom-Hime (makasih ^^ hehe ini udah lanjut ^^)
Akhir kata
Ingin memberikan sesuatu untuk saya author abal ini berupa review yang berisi apapun?
Arigatouuuu ^^
