Hello, minna! ^^ Thanks for review... :D Uhm, aku gak tau mau ngomong apa lagi. Jadi ya... itu aja ya, ^^ #plak
Warning: maybe OOC, Typo(s), Alur kecepetan, Abal, Etc.
DON'T LIKE DON'T READ. ^^
Chapter 4
"Aku Sasori Akasuna..." sebelum Sakura selesai berbicara atau lebih tepatnya selesai dari melongo-nya, pria berambut merah yang berada dihadapannya telah memperkenalkan dirinya. Pria itu tampak tenang, dia tersenyum kecil lalu kembali menatap kearah bukunya. Sakura pun menggelengkan kepalanya berharap sadar dari alam bawah sadarnya.
'Dia Sasori...,' batin Sakura. Tunggu, dia tidak boleh melongo hanya karena ini. Ini bukanlah Konoha tetapi dunia lain yang orang-orangnya adalah orang yang berasal dari tempat tinggalnya. Lalu, Sakura pun tersenyum pada pria yang berada dihadapannya,"aku Sakura Haruno, salam kenal." dia juga memperkenalkan dirinya, mungkin percakapan mereka akan panjang jika ia membalas pria itu.
Pria yang bernama Sasori itu pun melirik kearah Sakura dan membalas senyum gadis itu,"Anda terlihat berbeda... apakah anda bukan seseorang dari murid disini?" tanya Sasori.
"Ya, saya memang bukan murid disini. Saya hanya menemani majikan saya..." jawab Sakura.
"Oh, begitukah. Siapa nama majikan anda?" tanya pria itu lagi.
"Naruto Uzumaki..." jawab Sakura.
Seketika mata Sasori melebar, dia pun mendekatkan wajahnya pada buku lalu menyeringai,'Aku bisa mendapatkan informasi, jika terus berbicara dengan gadis ini,' batin Sasori. Lalu, dia kembali menegakkan kepalanya dan menoleh kearah Sakura dan memasang wajah innocent,"sudah berapa hari anda bekerja padanya?" tanya pria itu lagi.
"Belum lama, masih 2 hari," Sakura masih memasang senyum palsunya, ia merasa curiga saat pria itu menutupi wajahnya dengan buku seperti ada sesuatu yang dirahasiakan oleh pria itu,"sebenarnya aku bekerja disana karena kesalahanku sendiri." tambah Sakura.
"Begitu ya..." Sasori hanya mengangguk lalu kembali tersenyum.
Sakura mengerutkan dahinya saat Sasori tersenyum, rasa curiganya semakin dalam,"Ah, baiklah. Saya permisi pergi dulu... jaa, Sasori-san!" setelah berdiri, Sakura pun pergi meninggalkan Sasori dari tempat itu.
"Padahal kalau bisa lebih dekat... aku akan lebih mudah mengetahui tentang Kyuubi, baiklah. Aku pergi saja." Sasori pun meninggalkan taman itu dan keluar dari sekolah.
Sakura belum benar-benar meninggalkan taman tetapi dia bersembunyi dibalik dinding, ingin mengetahui apakah rasa curiganya ini pantas untuk diperpanjang atau mungkin tidak, tetapi mungkin saja dia salah satu dari Akatsuki yang menginginkan Kyuubi. Dan dia bisa mencelakai Naruto juga keluarganya... melihat senyuman dan hal yang dilakukan oleh pria itu saja sudah membuat rasa curiganya semakin besar sepertinya dia harus diam dulu, jika bercerita ia takut kalau disini tidak ada yang namanya Akatsuki.
Setelah, pria itu tidak menampakkan batang hidungnya lagi. Sakura pun yakin untuk pergi meninggalkan tempat itu dan melihat majikannya Naruto yang tengah berada dikelasnya sepertinya sudah saatnya istirahat atau mungkin pulang karena bel telah berbunyi lagipula ini hanya sekolah untuk belajar menjadi raja atau ratu yang baik, kan?
"Hai, Sakura," baru saja Sakura ingin menghampiri kelas majikannya, pria berambut pirang itu telah berada dihadapannya sambil tersenyum dan menatap Sakura, pelayannya. Sakura hanya memiringkan kepalanya merasa bingung, baru kali ini majikannya itu memberikan senyum seperti itu,"aku sudah selesai sekolahnya. Nanti malam akan ada pesta dirumahku dan teman-temanku akan datang dan disaat itu aku akan menunjukkan dirimu pada mereka." tambah Naruto, Sakura hanya mengangguk.
Lalu, keduanya pun berjalan meninggalkan gedung sekolah,"Apa yang kau pelajari dikelas, tuan?" tanya Sakura.
"Ya... seperti namanya tentang mengurus kerajaan dan lain-lain. Membosankan..." jawab Naruto terlihat malas.
"Hahaha, terlihat dari wajah anda, tuan." Sakura hanya tertawa mendengar pernyataan Naruto, majikannya. Setelah itu mereka berdua pun naik ke kereta kuda milik keluarga Uzumaki dan kembali ke istana.
O.o.O.o.O.o
Disebuah kerajaan atau lebih tepatnya markas para pemburu binatang langka yang bernama Akatsuki. Mereka telah mendapatkan 7 binatang itu dan tinggal menangkap yang lain lagi, mereka telah mencoba menangkap atau lebih tepatnya mencuri Gyuuki atau lebih sering disebut Hachibi. Dia adalah yang terkuat setelah Kyuubi dan kekuatan itu menghambat mereka untuk mendapatkannya.
"Kerja bagus, Sasori. Jika kau semakin dekat dengan pelayan itu, mungkin kita akan mengetahui atau mungkin mendapatkan kunci kandang Kyuubi." ucap Pain yang disampingnya ada Konan.
"Ya, tetapi saya ragu. Apakah akan bertemu dengannya lagi." balas Sasori.
Pain dan yang lainnya pun berpikir... sambil menopang dagu mereka, memikirkan cara bagaimana untuk masuk kedalam kerajaan itu. Lalu, Pain pun menurunkan tangannya dari dagu dan melirik kearah Deidara dan tentu saja yang dilirik merasakan aura yang tidak enak. Pria berambut pirang panjang itu pun hanya diam sambil menunggu apa yang akan terjadi.
"Deidara, kaulah yang paling bisa dimanfaatkan. Berpura-puralah menjadi seorang gadis dan tersesat di dekat kerajaan Uzumaki, karena mereka terkenal akan kebaikannya. Jadi mungkin saja mereka akan mengizinkanmu untuk tinggal sementara dan disaat itu kau manfaatkan untuk mendapat simpati dari Raja atau mungkin anaknya dan kau bisa mendapatkan kunci itu dengan mudah. Lalu, kau kembali ke sini dan kita akan bersiap-siap untuk melakukan pekerjaan." jelas Pain panjang lebar.
"T-Tapi kenapa aku... Hm?" tanya Deidara tampak tak terima.
"Itu karena kaulah yang paling cantik diantara kami semua." sahut Kisame dengan seringaiannya. Deidara pun men-deathglare Kisame dan mengarahkan meriam kepadanya dan sebelum Deidara mengaktikan meriam itu, tangan Itachi telah menahannya dan pria berambut hitam itu hanya menggeleng pelan.
"Kalian semua... menyebalkan!" teriak Deidara kesal, dia pun masuk kedalam kamarnya dan menutupnya atau lebih tepatnya membantingnya.
"Dia marah." ucap Sasori.
"Itulah resiko memiliki wajah cantik." sahut Kisame.
O.o.O.o.O.o
Di kerajaan Uzumaki tengah mempersiapkan pesta untuk nanti malam, pesta dansa. Yang dirayakan dengan alasan keinginan Naruto, dia hanya ingin melaksanakannya. Dan tentu saja sahabat-sahabat Naruto juga para warga diundang dalam acara ini untuk meramaikan saja, tak lupa hiasan-hiasan ruangan yang dibuat seindah mungkin agar para tamu merasa kagum dan tersanjung, makanan yang dibuat juga bukan makanan biasa dan ini spesial untuk para tamu terhormat, dan yang lainnya.
Kini Naruto tengah berada didalam kamarnya bersama pelayannya Sakura, dia meminta tolong pada pelayannya itu untuk mencarikan baju yang cocok untuk dirinya. Dan pelayannya itu merasa kerepotan karena tidak biasanya dia melakukan hal ini, jadi pada akhirnya Sakura menyarankan majikannya itu untuk memakai pakaian seorang raja yang terkenal di tahun sebelumnya, dab Naruto pun menyetujuinya. Pria itu masuk kedalam kamar mandi dan memakai baju yang disarankan oleh pelayannya itu, setelah beberapa menit ia pun keluar dan tersenyum pada Sakura.
"Terimakasih, Sakura. Baju ini bagus, mungkin ayah dan ibu akan suka dengan baju ini," Naruto melihat lagi bajunya yang ia kenakan, Sakura yang dipuji itu tersenyum dan merasa dihargai,"baiklah, sepertinya para tamu sudah berdatangan. Emm... Sakura, aku harap kau memakai baju bagus juga." ucap Naruto, saat dia masih melihat Sakura dengan pakaian seorang pelayan.
"Ah, saya hanya seorang pelayan. Tak pantas jika memakai baju bagus." Sakura menggeleng, dia berpikir untuk didalam kamarnya saja. Tetapi majikannya memasang mata berharap atau lebih sering disebut puppyeyes, Sakura hanya memutar bola matanya lalu pergi meninggalkan Naruto. Dia beranjak kekamarnya dan mencari pakaian yang bagus.
Naruto sudah meminta izin pada ibunya untuk meminjamkan baju ibunya yang dulu pernah ia pakai saat berada dipesta dansa bersama ayahnya, tetapi Kushina mengatakan bahwa baju itu ia berikan saja pada Sakura. Tentu saja hal itu disambut baik oleh Naruto dan ia segera pergi menuju kekamar Sakura tetapi sebelum itu dia pun mengetuk pintu kamar pelayannya itu. Dan pintu pun dibuka walau tidak semuanya, Sakura hanya menampakkan kepalanya karena ia masih mengenakan pakaian dalam.
"A-Ah! S-Sakura, aku memberikan baju ini padamu. Aku harap kau menggunakannya di pesta ya, aku menunggumu." setelah memberikan baju, Naruto pun pergi meninggalkan Sakura. Gadis itu menerimanya dan ia pun merasa kagum dengan pakaian bagus yang diberikan oleh majikannya itu.
.
.
.
"Ah, Narutp. Tamu sudah banyak yang datang tetapi belum dimulai daritadi bahkan sahabat-sahabatmu telah menunggu disana." ucap Kushina dan Naruto pun melihat kebawah, dia melihat Shikamaru dan yang lainnya melambaikan tangan kecuali Sasuke.
"Iya, Kaa-chan. Aku tengah menunggu Sakura, dia masih mengenakan pakaian. Aku tak mau memulai pesta tanpa dia." balas Naruto sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Jangan bilang, kalau kau menyukainya?" tanya Kushina dan seketika pipi Naruto pun memerah.
"Kaa-chan, ini ada-ada saja. Dia kan hanya pelayanku." Naruto menggaruk-garuk belakang rambutnya sambil nyengir ria, menutupi rasa malunya karena dicurigai menyukai pelayannya sendiri.
"Cinta tak mengenal derajat, Naruto. Bisa saja kan, kalau kau menyukainya." tiba-tiba Minato menyahut dan Naruto pun hanya diam, tak mau memperpanjang percakapan ini.
Naruto menunduk memikirkan hal yang diucapkan oleh orang tuanya, benar juga kalau Sakura memang hanya pelayan baginya. Tak mungkin ia memperlakukannya secara spesial dan tak heran juga jika orang tuanya mencurigai dirinya menyukai pelayannya itu, tetapi dia kan... tidak punya sahabat perempuan yang bisa sedekat ini. Ah! Apa yang dia pikirkan.
"Maaf, telah menunggu lama, Naruto-sama." Naruto menolehkan kepalanya saat mendengar suara seorang gadis mengucapkan namanya, ya... tak salah lagi itu pasti pelayannya Sakura. Dan benar saja, itu dia... dia mengenakan gaun yang ia berikan tadi, warna merah dan terlihat indah dengan gadis itu. Sakura hanya tersenyum padanya dan kepada orang tua Naruto.
Naruto pun menghampiri dirinya dan menawarkan tangannya untuk disambut oleh Sakura walau awalnya Sakura bingung, tapi akhirnya dia pun menyambut tangan Naruto dan keduanya pun turun kelantai bawah. Membuat para gadis merasa iri, Naruto membawa Sakura menuju ketempat para sahabatnya berada dan dia pun menyapanya.
"Maaf menunggu lama, minna. Inilah pelayanku namanya adalah Sakura Haruno." ucap Naruto memperkenalkan diri Sakura, gadis itu hanya membungkukkan badannya lalu tersenyum.
"Jadi dia gadis yang kau ceritakan tadi, cantik juga ya. Salam kenal, Sakura." sahut Shion lalu melambaikan tangannya pada Sakura, gadis berambut pink itu hanya tersenyum.
"Heh, lalu kapan pestanya dimulai?" tanya Kankuro.
"Oh..." Naruto pun membalikkan badannya dan menuju kelantai atas untuk memnberitahukan kepada semua tamu bahwa acara sudah dimulai, tetapi sebelum itu ia mengambil pengeras suara supaya para tamu mendengarnya. "Hadirin sekalian, maaf telah menunggu lama. Saya umumkan bahwa acara sudah dimulai, karena ini pesta dansa kalian boleh mencari pasangan untuk diajak berdansa dan tentu saja kami telah menyediakan makanan untuk kalian, terimakasih." Naruto pun membungkukkan badannya lalu meletakkan pengeras suara ketempat asalnya, lalu kembali ke tempat para sahabatnya.
"Untung saja kuingatkan, kalau tidak. Pestanya takkan pernah dimulai." ucap Kankuro.
Naruto hanya mengerutkan dahinya lalu menarik tangan Sakura,"Ayo kita berdansa!" ajak Naruto.
"Eh!?" Sakura terkejut karena dirinyalah yang dipilih oleh Naruto untuk berdansa, padahal ia merasa kalau ada gadis lain yang lebih pantas. Dan tentu saja karena hal itu, banyak gadis yang iri.
"Hinata-sama, ayo kita berdansa." ajak Neji pada sepupunya itu. Hinata hanya mengangguk dan menyambut tangan Neji yang sudah menunggu. Lalu, keduanya pun menuju ketengah ruangan untuk berdansa.
"Sasuke, bagaimana kalau kita berdansa?" ajak Shion, dia terlihat bosan karena hanya bisa melihat. Padahal ia ingin berdansa dengan Naruto tetapi pria itu lebih dulu mengajak pelayannya.
"Tidak, aku mau makan saja." Sasuke pun pergi meninggalkan Shion dan menuju ketempat makan. Shion pun mengerutkan dahinya lalu kembali mencari pasangan untuk berdansa.
"Gaara, bagaimana kalau kita berdansa?" ajaknya lagi, tetapi Gaara menolak karena ia tidak bisa berdansa. Dan dia ingin mengajak Shikamaru, tetapi pria itu tengah asyik tidur. Dan yang dilihatnya tingggal Kankuro yang tengah duduk bersama Gaara dan Temari, dia pun pasrah dan memilih untuk tidak berdansa dengan siapa pun. Tetapi, tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya dan menawarkan tangannya untuk mengajak Shion berdansa walau Shion tidak mengenalnya tetapi dia pun menerima ajakan itu. Dan berdansa dengan riang.
Dilain sisi, ada seseorang yang melihat acara dansa itu dengan mengenakan teleskop,"Acara dansa yang menarik dan akan lebih menarik lagi, jika aku menghancurkan acara itu." seringai seorang pria dari jauh lalu menyimpan teleskopnya di sisi celananya.
Akankah pesta itu hancur? Dan siapa pria itu?
TBC
A/N: Nee, Minna! Thanks for reading, ^^ Maaf kalau chapter ini pendek, :) Dan apakah ada pertanyaan untuk chapter ini? ^^ Dan maaf jika reviewnya tidak saya balas, buat yg tidak login karena saya akan menjawab jika itu sebuah pertanyaan dan tidak hanya sekedar "update, Next," Dll. Hehehe... Gomenne, :)
RnR, please?
