Just Get It Through

Chapter 4 : Miyuki's Anger

Miyuki Kazuya x Sawamura Eijun! Omegaverse Shounen – Ai!

Cus aja langsung, gak ada ide buat openingnya...

"Kazuya...", panggil seseorang. "Nani desu ka, Kaa – san?", jawab Kazuya. "Apa kau percaya dengan adanya takdir?", tanya ibunya pada Kazuya sambil mengelus rambutnya Kazuya. "Kazuya percaya sama takdir!", balas Kazuya dengan senyuman yang lebar. Ibunya Kazuya tertawa kecil. "Apa itu aneh, Kaa – san?", tanya Kazuya yang dibuat bingung oleh tawa kecil ibunya. "Tidak. Ibu hanya tertawa melihat wajahmu yang imut itu", jawab ibunya. Kazuya bingung, memang apa salahnya memasang wajah imut?

"Tapi, Kazuya. Apa kau percaya dengan orang yang ditakdirkan untuk hidup bersama denganmu", tanya ibunya lebih lanjut. Kazuya diam sebentar, memikirkan perkataan ibunya. Bagi anak usia 11 tahun, berpikir tentang masa depannya yang lebih jauh sungguhlah hebat. "Aku percaya saja. Sama seperti ibu yang ditakdirkan untuk hidup bersama dengan ayah, jadi aku percaya saja dengan itu", jawab Kazuya. Ibunya berhenti mengelus rambutnya Kazuya.

"Apa kau akan tetap menerimanya walaupun dia juga laki – laki?", tanya ibunya lebih lanjut. Kazuya kaget mendengar pertanyaan dari ibunya. Kazuya diam lagi untuk memikirkan jawabannya. "Aku... Tidak masalah kalau dia sesama laki. Karena aku akan melindungunya segenap jiwaku!", balas Kazuya. Ibunya melihat anaknya dengan tatapan bangga. "Dengar, Kazuya. Suatu saat kau akan melewati-".

"Miyuki! Buka matamu! Sudah pagi!", teriak Youichi di samping telinganya Kazuya. Kazuya yang tidur di sampingnya Eijun pun terbangun karena mendengar teriakan Youichi di samping telinganya. "Mochi, kau mengganggu mimpi indahku!", balas Kazuya sambil memasang kacamatanya. "Kyaha! Kalau aku tidak begitu, kau tidak akan bangun – bangun!", kata Youichi. Kazuya memasang muka tidak senang pada Youichi.

"Ah, iya. Pelatih menghubungiku barusan. Katanya kita disuruh kembali ke dorm untuk persiapan latih tanding dengan SMA Kokushikan", kata Youichi. "Siapa yang akan menemani Eijun?", tanya Kazuya. "Sudah kuduga kau akan menanyakan hal itu. Aku sudah memberitahu kepada pelatih untuk mengirimkan seseorang untuk menjaga Sawamura. Pelatih bilang dia mengirim Chris – senpai untuk menjaga Sawamura", jelas Youichi sambil menunjukkan SMSnya pada Kazuya. Kazuya mengangguk mengerti.

10 menit kemudian, Chris datang bersama dengan Tetsuya dan Jun. "Jadi, si Sawamura yang kalian bicarakan dari kemarin ini adalah orang yang ditakdirkan untuk menjadi pasangannya Miyuki?", tanya Chris pada Tetsuya. Tetsuya mengangguk. "Tapi aku kaget, tidak biasanya Seido mau menerima murid omega. Biasanya hanya menerima murid alpha saja...", tambah Chris. "Sekarang Seido mengubah program penerimaan siswa. Katanya Pelatih Kataoka sih begitu...", jelas Jun. "Hmm... Tidak ada salahnya juga...", balas Chris.

Tanpa terasa, mereka sudah sampai di depan kamarnya Eijun."Permisi! Miyuki, Kuramochi!", izin Jun sambil membuka pintu. "Ah, Jun – san! Akhirnya datang juga! Kami sudah menunggu!", sapa Youichi. "Jadi dia Sawamura Eijun?", tanya Chris pada Kazuya yang duduk di sebelah tempat tidurnya Eijun. Kazuya mengangguk. "Dia seperti putri tidur...", kata Kazuya sambil memegang tangannya Eijun yang tidak bergerak itu.

"Miyuki, ayo berangkat!", panggil Youichi dari luar kamar. Kazuya berdiri dan sebelum dia pergi, dia mencium keningnya Eijun yang masih tertidur itu. "Aku akan segera kembali, Eijun!", pamit Kazuya pada Eijun. Chris yang melihat Kazuya begitu mencintai Eijun melihat tidak ada kesempatan untuk mendapatkan hatinya Eijun. Memikirkan perasaannya Kazuya, Chris tidak berani melakukan apa – apa terhadapa Eijun walaupun Chris menganggap Eijun adalah adiknya.

"Chris – senpai, aku titip Eijun. Aku tahu kalau Chris – senpai adalah teman sejak kecilnya Eijun, jadi aku percaya padamu, Chris – senpai!", kata Kazuya sambil meninggalkan ruangan. Chris melihat Eijun setelah melihat kepergian Tetsuya dan kawan – kawan sebentar. Kau sudah sebesar ini, ya... Eijun... kata Chris dalam hati sambil mengelus kepalanya Eijun. Chris merasa marah pada dirinya karena tidak bisa melindungi orang yang dia sayangi dari kecil.

Di lapangan baseball. "Miyuki, sekali lagi!", pinta Norifumi. "Oke! Berikan slidermu padaku!", balas Kazuya sambil memukul mittnya. Sekali lagi, Norifumi melempar slider ke arah mittnya Kazuya. Kazuya menangkapnya dengan mudah. "Nice pitch, Nori!", puja Kazuya sambil melempar bolanya kembali ke Norifumi. Norifumi menerimanya sambil mengatakan terima kasih.

"Miyuki, kapten dan pelatih memanggilmu!", panggil Youichi dari kejauhan. "Ah, oke! Gomen, Nori!", kata Kazuya sambil melepaskan pelindung badannya dan pergi ke tempatnya pelatih dan kapten berada.

"Kapten! Pelatih Kataoka!", teriak Kazuya dari kejauhan. "Miyuki...", balas Tetsuya dengan pelan. Mendengar volume dan nada suara Tetsuya yang kecil, Kazuya memiliki perasaan yang tidak enak. "Kami barusan menemukan surat ini di lockernya Sawamura", kata Pelatih Kataoka sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Kazuya. Kazuya menerimanya dan membacanya. Saat selesai membaca, Kazuya terlihat marah dan mencengkram kertasnya dengan sekuat tenaga.

Apa isi surat itu? Yang membuat Kazuya, yang biasanya jarang marah, menjadi marah seperti itu?

Maafkan kalau ada kata – kata yang selalu diulang – ulang, ane tidak menemukan kata – kata yang tepat. Untuk sekarang otak ane lagi mampet, jadi chapter 4 ini lebih sedikit daripada chapter sebelumnya. Chapter selanjutnya dari Just Get It Through : Death Letter.