Halo, Iruka kau dengar aku??

Iya Naruto-sama, ada apa kau memanggilku?? Bukannya hari ini kau libur tuan??

Tolong hubungi rumah sakit jiwa terdekat, apakah ada pasien yang berhasil kabur.

Hmm.. Kenapa emangnya tuan??

Aku bertemu satu tadi di taman kota.

Tapi kau baik-baik saja kan tuan?? Tak terjadi apa pun??

Iya aku baik-baik saja, hanya saja aku takut dia masih mengejarku. Jadi tolong segera cek dan suruh para pegawai rumah sakit jiwa itu untuk segera menangkapnya, kalau benar memang ada pasien yang lepas.

Ciri-cirinya tuan??

Hmmm?? Aku tak dapat mengingat dengan jelas. Tapi dia memiliki rambut seperti pantat ayam, mata hitam kelam, wajah lumayan, kulitnya putih bersih walau agak pucat, postur badan tegap tinggi, tinggi badan kira-kira lebih tinggi 7 cm dari tinggi badanku, dan apa lagi ya?? Oh ya berpakaian jas hitam rapi.

Tuan??

Iya??

Kau sedang tak memuji orang gila itu kan??

Huhh?? Tentu saja tidak.. Haha.. Itu tidak mungkin.. Kau berhalusinasi Iruka.. Siapa juga yang sudi menikah dengan orang gila sinting buluk pantat ayam itu.

Menikah tuan??

Iya menikah!! Apakah kamu bisa percaya itu Iruka!??, kata Naruto berteriak keras melalui handphone miliknya.

Ada makhluk gila, sinting, buluk, sok ganteng, dan tentunya god damn teme.. yang datang tiba-tiba di siang bolong kemudian berlutut di hadapanku dan melamarku.

Dan makhluk itu berwujud laki-laki Iruka. Kau dengar!? Laki-laki!! Dan aku ini Laki-laki tulen!! Emangnya dia kira aku ini perempuan apa!?? Seenak rambut pantat ayamnya melamar seseorang untuk dijadikan istrinya. Huft.. Bisakah kamu mempercayai hal itu Iruka!?? Hari-hariku yang indah berubah menjadi mimpi buruk gara-gara dia. Dasar si pantat ayam berkokok!! Argggg...

Iya itu merupakan hal yang tak dapat di percaya. Aku setuju denganmu tuan.

Benarkan?? Aku tahu aku selalu benar.

Okey biar saya ulangi informasi yang anda berikan agar nanti proses pencarian orang gila bisa lebih mudah dilakukan.

Iya silakan saja, aku mau mengklarifikasikannya lagi, aku tak mau juga mereka salah menangkap orang.

Okey..

Menurut dari apa yang tuan katakan,

Dia lumayan??

Tidak dia itu si pantat ayam, buluk, sinting, gila, sok ganteng dan god damn teme.

Oke, saya perbaiki kata-kataku..

Dia lumayan jika dalam kategori di atas??

Yupp, kurasa begitu. Ketika aku pertama membukakan mataku, kukira ada ayam di hadapanku. Tapi setelah aku melihatnya dari atas ke bawah. Aku tahu kalau dia bukan ayam. Hanya rambutnya saja yang seperti pantat ayam. Jadi jangan salahkan aku kalau awalnya aku mengira dia itu ayam.

Dia juga jauh lebih lumayan kalau dia tak mengeluarkan wajah mesumnya itu, seringai mesumnya itu dan senyuman penuh mesumnya itu. Jika aku melihatnya seperti itu, yang ada bulu kudukku merinding ngeri.

Okey. Pernyataan selanjutnya dia itu berpostur tegap dan tinggi??

Yupp, definitely.

Tinggi kira-kira 7 cm dari tinggi badan tuan?? Tuan 175 berarti dia 182??

Yupp.

Berpakaian jas hitam rapi??

Yupp.

Berkulit putih bersih tapi agak pucat??

Yupp.

Dan dia laki-laki??

Yupp

Melamar anda yang laki-laki??

Yupp

Untuk menjadi suaminya??

Hey bukan, tapi untuk menjadi istrinya.

Ohh, okey..

Untuk menjadi istrinya??

Yupp..

Dia itu laki-laki, jadi otomatis dia melamar seseorang untuk dijadikan istrinya. Aku juga akan berkata seperti itu. Jika aku punya kesempatan tentunya.

Ayahku saja melamar ibuku menggunakan kata-kata terakhir yang sama. 'Maukah kau menjadi istriku??' Jadi setelah aku pikir-pikir perkataan Teme tidak salah. Cuma salah orang saja.

Oke tuan, jika itu maksud tuan. Jadi tuan setuju dari apa yang tuan tadi jelaskan.

Yupp..

Jadi, jika ia tak menanyakan pada orang yang salah, berarti ia akan diterima??

Yupp, tentu saja diterima. Karena dia sangat bersungguh-sungguh. Aku dapat melihat dengan jelas raut wajah yang dikeluarkannya dan tatapan mata hitamnya.

Jadi menurut Tuan, seperti apa kira-kira orang yang tepat untuk mendapatkan lamaran dari dirinya??

Kurasa harus yang tahan akan setiap tingkah lakunya yang gila itu, baik hati, sabar dan mau mengerti. Dan tentu saja orang yang mau membalas kembali rasa cinta yang dicurahkannya itu.

Orang seperti apa tuan contohnya??

Hmm?? Naruto pun berpikir dan membayangkan jika si teme itu perempuan dan mengangguk-anggukan kepalanya. Hanya orang seperti dia lah yang tahan akan perempuan seperti itu.

Ya seperti aku. Aku cocok untuk orang seperti dirinya. Aku akan menerima lamarannya dan menerima dia apa adanya.

Yang tanpa Naruto sadari telah diucapkannya pada Iruka lewat handphonenya.

Jadi apa masalahnya tuan?? Apa tuan langsung menerimanya??

Tentu saja saya langsung menerimanya, aku tak mau membuat dia menangis. Aku lemah akan hal itu.

Kata Naruto yang masih terkurung dalam pikiran dan bayangannya. Yang didalam bayangannya itu terlihat sesosok perempuan teme yang tengah menangis karena telah ditolak lamarannya oleh Naruto.

Kalau begitu Tuan, selamat ya atas lamarannya. Congratulations!!

Saya akan segera menghubungi pihak rumah sakit jiwa terdekat apakah ada pasien yang tengah lepas atau orang gila yang masih berkeliaran di daerah taman kota. Aku tahu ternyata tuan hanya merasa khawatir dan tak ingin merasa bahagia terlebih dahulu, jikalau orang yang melamar tuan ternyata hanya lah orang gila. Tuan hanya ingin mengetahui asal-usulnya.

Jika hasilnya nihil, tentu saja saya akan segera menginformasikan kabar gembira ini pada orang tua dan kakak tuan, setelah saya tahu pasti kalau orang yang melamar tuan itu ternyata bukanlah orang gila. Aku juga akan memeriksa bibit bebet dan bobotnya, jadi tuan tak perlu khawatir lagi. Semuanya serahkan kepadaku.

Tetapi walau begitu, selamat ya Tuan Muda. Congratulations!!! Ibu tuan pasti akan sangat gembira mendengar hal ini, jika tentunya benar-benar sesuai seperti apa yang tuan harapkan.

Huhh!!?? Apa Iruka!?? Bisa kau ulangi?? Kau tadi mengatakan sesuatu dengan panjang lebar. Aku tidak terlalu mendengarnya, kata Naruto yang baru tersadar atas apa yang tadi tengah dipikirkannya.

Ya selamat tuan kalau orang yang melamar anda ternyata bukanlah orang gila, ibu tuan muda pasti akan senang mendengarnya. Lagian siapa yang mau berbahagia jika orang yang melamar ternyata adalah seorang pasien rumah sakit jiwa yang tengah kabur. Ya kan tuan muda??

Iya benar sekali Iruka. Kau sungguh sangat pintar. Maka dari itu segera tangkap orang gila itu dan bawa kembali ke rumah sakit jiwa terdekat. Aku tak akan mau berbahagia sebelum kebenaran itu terungkap.

Baiklah tuan akan saya segera cari informasi orang itu. Tuan tak perlu merasa khawatir. Semoga apa yang tuan khawatirkan tidak terjadi dan dia benar-benar-benar orang yang tepat untuk tuan muda.

Huhh tepat?? Maksudnya?? Naruto pun berpikir. Ohh mungkin dia tak ingin mereka menangkap orang yang salah. Pasien yang salah dan orang gila yang salah. Kan tak ada orang normal yang mau dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa kalau dia memang tidak terganggu jiwanya.

Iya Iruka, aku tak mau jika mereka menangkap orang yang salah. Jadi cari dan telitilah lagi segala informasi yang nanti kau dapatkan. Aku mau segalanya tepat dan akurat.

Okey Tuan. Kalau begitu saya mohon undur diri dulu. Tolong matikan sambungan telepon anda tuan. Jika tak ada lagi yang ingin tuan katakan.

Iya. Terima kasih Iruka, aku tahu kalau aku bisa mengandalkanmu.

Selamat ya tuan, sekali lagi. Semoga tuan mendapatkan kebahagiaan dan bukan rasa kecewa.

Iya-iya..

Dan Naruto pun menutup teleponnya.

xxxxXxxXxxxx

PS: Haha.. Ini Naru gk perlu di dorong ke mulut harimau sudah masuk-masuk sendiri. Kerjanya sasu diringankan oleh calon istrinya sendiri.