Hey Sexy Boss

.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto, Mushi cuma numpang minjem

Rated T

Pairing : SasuNaru

Genre : Romance, Humor

Warning : AggressiveNaru! AU, Typo, OOC, dan teman-teman lainnya, semoga bisa dimengerti.

OoOoOoOoOoOoO

Sadistic Sasuke?! Vs Pegawai Tipu-tipu?

OoOoOoOoOoOoOoO

Ada yang aneh, sangat, super duper aneh. Bukan berarti Naruto tidak suka, sebenarnya malah kebalikannya. Tapi tetap saja apa yang ia lihat sekarang benar-benar membuat bulu kuduk sang Uzumaki berdiri kompak.

Menggigil entah kenapa, dirinya yang baru saja datang ke kantor, dengan wajah penuh semangat dan berharap keberuntungan kembali menghampirinya seperti kemarin malam. Yang ada-

Dia malah melihat sosok bos sudah stand by di ruangan tempatnya bekerja. Ruangan khusus bagi programmer sepertinya. Tentu saja bukan hanya dia yang ada di sana, sekitar sepuluh orang programmer juga bekerja di ruangan itu.

Laki-laki yang biasanya ogah-ogahan untuk menginjakkan kaki ke tempat ini, sekarang sudah ada di sana. Siapa yang berani guna-gunain Bos Sexynya, hah!?

Sang Uchiha nampak tersenyum tipis, membalas sapaan pagi semua pegawai di dalam ruangan. Duduk di sebuah sofa khusus menerima tamu. Di temani koran, secangkir kopi dan posisi salah satu kaki terangkat.

Sial, sexy sekali!

Eh-salah-

Reflek Naruto menggeleng keras, mengidahkan bagaimana penampilan Sasuke yang tak kalah Sexynya di bandingkan hari-hari sebelumnya. Pakaian kerja yang terbalut sempurna di tubuhnya, dasi yang sedikit longgar, rambut pantat ayam yang tertata rapi, aishhh!

Dia hampir mewek, menarik ingusnya cepat. 'Tidak kusangka hari ini pun aku bisa ketemu denganmu, Bos.' Laki-laki pirang itu terharu, mengingat kemarin-kemarin dirinya susah sekali ketemu dengan Sasuke. Entah itu Bos yang sengaja menghindar atau mereka yang tidak jodoh.

Eiiittt!

Kesampingkan dulu masalah itu, kita teliti dulu lebih dalam kenapa Sasuke bisa ada di sini. Naruto menahan diri agar tidak melompat dan mencium sang Bos saat itu juga, pikirannya harus jernih!

'Apa dia ada urusan ke sini? Atau karena urusan kemarin, dia masih marah? Eh-jangan-jangan Bos terpesona dengan ciumanku kemarin?! Kalau memang benar, berarti dia ke sini untuk minta cium lagi dong! Ugyaaa!' fix otaknya benar-benar ngawur, seriusnya cuman sedetik dan sisanya melayang entah kemana.

Setengah tak percaya, Naruto mencoba menghampiri laki-laki raven di sana. Niatnya sih mau bilang selamat pagi.

Hh, sepertinya dia sendiri lupa kalau sudah berani menantang seorang Uchiha. Membangkitkan jiwa sadis Sasuke yang terpendam gara-gara sifat dinginnya yang keterlaluan.

Dengan wajah polos, sang Uzumaki melangkahkan kakinya. Membuang jauh-jauh perasaan tidak enaknya tadi dan menghampiri Sasuke dengan wajah cerah.

Ya, cerah sekaligus silau-

"Selamat pagi, Bos!" berteriak kecil dan menampakkan senyum rubahnya. Tubuh laki-laki pirang itu membungkuk sekilas, sebelum akhirnya ia menatap sosok yang lebih tinggi di banding dirinya itu.

Sosok sang Uchiha yang masih duduk dengan santai sambil membaca korannya, "Hn," laki-laki itu merespon, meletakkan koran yang ia baca tadi di atas meja. Kedua Onyxnya menatap Naruto lekat,

Sumpah, air liur Naruto hampir menetes kalau dirinya tidak bisa menahan diri. Bagaimana tidak?! Untuk yang pertama kalinya! Seorang Uchiha Sasuke membalas sapaan paginya dan di tambah lagi dia tersenyum. Tangan kekar itu terangkat sekilas dan memberinya syarat untuk ikut duduk.

'Tahan Nar! Jangan mimisan!' membantin keras, Sasuke masih tersenyum. Apa laki-laki itu sengaja datang ke sini hanya untuk bertemu dengannya?! Apa sikapnya kemarin mampu membuat Sasuke luluh, lalu menyerahkan diri seutuhnya pada Naruto Uzumaki.

Astaga! Naruto rela di per-uke-kan oleh sang Uchiha kalau memang benar begitu!

Dengan otak yang rada ngawur, Naruto menggangguk kaku. Masih menjaga senyum dan dengan polosnya duduk di samping Sasuke. Padahal masih ada sofa lain, dia sepertinya tidak peduli kalau di bilang cari mati karena berani dekat-dekat dengan Bosnya.

"A..ada apa, Bos?" menoleh, dan kedip-kedip sok polos. Wajah tan itu sudah merona malu. Aish, dia benar-benar jatuh cinta sama Sasuke.

Aroma mint yang pernah ia hirup kembali masuk ke dalam indra penciumannya. Menelesak dan makin mengganggu system kewajarannya.

Wajah tampan sang Bos menoleh, seolah tidak terganggu dengan keberadaannya seperti biasa, yang ada Sasuke tersenyum santai. "Bagaimana keadaanmu?"

Hah?

Kupingnya mendadak tuli, senyuman di wajah Naruto langsung terganti. Laki-laki itu melongo kaget, kedua maniknya mengerjap tak paham.

Bagaimana keadaannya?

Oke, sepertinya Bosnya sekarang sedang kerasukan. Aish, atau mungkin gara-gara sikapnya kemarin, Sasuke mau-

"Ugyaaa!"

Pikiran Naruto terganggu begitu merasakan sapuan tangan dingin Sasuke menyentuh pipinya, fix dia makin merinding. Bosnya aneh! Kemana sikap dingin dan cacian yang sering laki-laki ini keluarkan?!

Kemana?!

Bukan berarti dia ini Masochist lho, suka di siksa-siksa, hanya saja kan aneh! "Bo..Bos, ta..tanganmu," hampir tidak bisa bicara, antara kaget dan senang minta ampun. Astaga, kapan lagi dia bisa skinship-an sama Sasuke kalau bukan sekarang.

"Hn, kenapa? Tidak suka ku sentuh? Bagaimana keadaanmu,"

"Bo..Bos!" semakin panik, karena tanpa ia sadari wajah sang Uchiha perlahan mendekat. Masih dengan wajah penuh senyum tipis, dan menatapnya lekat.

Ampun!

Ilernya tidak boleh jatuh, plis otaknya harus jalan! Jangan cium Sasuke! Jangan serang Bosnya! Ini kantor dan banyak orang yang melihat mereka.

"….."

He?!

Banyak orang?!

Shit!

"Bos, teman-temanku melihat!" berteriak kecil, sekaligus memperingati.

Tapi seperti Sasuke tak ambil pusing, laki-laki itu melirik sekilas ke arah para pegawainya yang sudah pucat sekaligus takut. Berdiri tanpa tahu harus melakukan apa, tidak ada dari mereka yang berani mengabadikan moment mengejutkan sang Bos dengan pegawai barunya. Bisa-bisa mereka langsung di pecat.

"Aku tidak peduli,"

"Eh?!"

Wajah tampan itu makin mendekat, sengaja mendesah perlahan, membuat napas Sasuke tepat menerpa wajahnya. Sosok itu hampir saja menciumnya kalau saja Sasuke tidak membelokkan arah wajahnya. Bukan ke arah bibir, melainkan beralih ke telinganya.

Deru napas terasa menggelitik-

Naruto membatu-

Mendengar suara desah dan ucapan yang di katakan Sasuke dengan pelan-

"Bagaimana keadaanmu, hm? Setelah kau berhasil mempermalukanku?"

"…."

Eh-

Mempermalukan-

"Ugh!" sebelum sempat merespon perkataan sang Boss. Benar saja, perasaan tidak enaknya tadi. Naruto langsung saja merasakan denyut sakit di kakinya.

"Bos! Sakit-hmphh!" hampir berteriak, tapi sang Uchiha sudah membekap mulutnya terlebih dahulu.

Kakinya di injak tanpa ampun oleh Sasuke. Semua kalimat, desahan, dan senyum tipis itu menghilang begitu saja.

SIAL!

Dia tertipu!

Saking sukanya sama sang Bos-

Sang Uchiha mengambil ancang-ancang, menoleh cepat ke arah pegawai-pegawai yang masih berdiri melihat mereka berdua.

"Kalian semua keluar dari ruangan ini sekarang! Jangan ada yang berani masuk! Matikan semua kamera pengawas yang ada di sini, kalau sampai aku melihat ada yang hidup, aku tidak akan segan-segan memecat kalian semua dari sini!" suara Sasuke menggelegar, berteriak memuntahkan amarahnya begitu saja.

Sukses membuat semua pegawai di sana mencicit takut. Mereka mengangguk paham, menatap Naruto prihatin. Sepertinya pegawai baru itu benar-benar membuat Bos mereka murka.

"Ba..baik, Bos!" berteriak kompak, tanpa mengidahkan panggilan minta tolong Naruto mereka berlari keluar dari ruangan. Tidak lupa juga memberitahu tim yang bertugas mengawasi kamera untuk mematikan benda itu sekarang juga.

"Hmphh! Jangan tinggalkan aku-hmp!" berteriak saat tangan Sasuke masih membekapnya.

Krak!

Pintu ruangan tertutup sempurna-

Para pegawai berdoa semoga Naruto selamat dari amukan sang Boss

Dan Naruto?

"Gyaaa!"

Suara teriakannya sudah menggema bahkan sampai keluar ruangan.

Kena kau pegawai tipu-tipu. Ini akibatnya jika kau berani berurusan dengan seorang Uchiha. Bahkan sampai menciumnya dua kali?!

Makanya jangan cari gara-gara, Naruto~

.

.

.

.

.

.

Berdua di dalam ruangan-

Bukan berarti Naruto harus senang-

Malah sebaliknya. Laki-laki itu takut minta ampun. Lihat saja wajahnya yang pucat dan masih mencoba tersenyum.

"Bo..Bos, ka..kakiku sakit. Gyaa!" berujar seperti itu, Sasuke malah semakin brutal menginjak kaki Naruto.

Sikap gentleman sang Uchiha berubah drastis jadi seorang Sadistic. Sasuke menyeringai, senang melihat wajah takut pegawainya. Tahu rasa kau!

"Berani menipuku, menciumku dua kali, menggoda Bosmu sendiri. Kau kira aku bodoh?!" suaranya naik satu oktaf.

"Bo..Bos bukannya bodoh, hanya terlalu polos saja kok!"

"Apa!"

"Hiee!"

Berani membalas perkataannya, pegawainya ini benar-benar cari mati. Sepertinya aura mengancam miliknya belum ampuh, biasanya kalau dia sudah masuk mode seperti ini, bahkan sampai ada yang pingsan di tempat. Tapi Naruto?!

Laki-laki ini masih bisa bercanda dengannya?!

"Gyaa! Sakit!"

Semakin menekan kakinya pada kaki Naruto, kali ini tangannya dengan cepat menangkup dagu sang pegawai. Membuat laki-laki itu menatapnya kaget.

Deathglare ia keluarkan-

Kedip-kedip-

Tidak mempan, yang ada wajah sang Uzumaki mendadak merah. Ini anak, dia sedang marah kenapa sempat saja mesem-mesem seperti itu?!

"Bo..Bos jangan dekat-dekat, nanti aku ci-hum!" menekan kedua pipi Naruto dengan tangannya. Membuat pegawainya tidak bisa melanjutkan kata-kata.

"Kau mau aku pecat sekarang juga?!"

"Eh! Jangan!"

Mendengar kalimat pecat, Naruto menolak dengan cepat. Meski dalam kukungan tangan Sasuke, ia menggeleng.

"Berhentilah mempermainkanku! Kau pikir aku ini tidak punya harga diri?! Membiarkan pegawaiku berani melakukan tindakan sialan itu pada Bosnya sendiri?! Jika kau ingin uang, bekerjalah dengan giat, aku akan memberikanmu banyak uang. Jangan mendekatiku, kau tahu posisi kita ini berbeda. Aku tidak punya waktu untuk meladeni pegawai sialan sepertimu, mengerti?!" mengeluarkan kalimat ultimatum yang panjang.

Kedua Saphire dan Onyx itu saling menatap-

Kali ini untuk yang pertama kalinya-

Niat Naruto untuk menggoda Sasuke hilang begitu saja, kedua matanya reflek membulat. Semua perkataan Sasuke membuatnya melankolis secara tidak langsung.

Uang?

"Akhu..tidak inghin uang," berusaha bicara walau dengan kedua pipi yang tertekan.

Sasuke mendengus remeh saat mendengar perkataan Naruto, "Kalau kau tidak mau uang, aku bisa memecatmu sekarang juga."

"Tidhak mau!" menggeleng cepat,

Duk!

Kening Sasuke dan sang Uzumaki saling beradu, kedua Onyx itu menatap tajam Naruto. Memberi peringatan terakhir pada pegawainya ini.

Sudah cukup kesabarannya di permainkan oleh laki-laki di depannya, "Kau ini benar-benar mengganggu Uzumaki."

Suasana berubah serius-

Naruto terdiam, laki-laki pirang itu berani menatap balik Bosnya. Sakit sebenarnya, mendengar sendiri kalau Sasuke mengganggapnya pengganggu.

Yah, memang sih.

Tapi kan tetap saja-

Dia benar-benar suka dengan Sasuke. Apa tidak kelihatan? Bagaimana perlakuannya dengan Sasuke yang terbilang cukup special. Naruto tidak pernah melakukan kegiatan cium, peluk tanpa alasan yang tak jelas.

Apa laki-laki di hadapannya ini tidak pernah mengerti tentang suka?

Yang dia tahu hanya bekerja, bekerja dan bekerja saja?

"Keberadaanmu sangat menggangguku. Kau sadar dengan posisimu? Aku ini Bosmu, dan kau ini hanya pegawai baru. Apa kau ke sini hanya untuk mencari sensasi, jadi pegawai lain bisa tertarik denganmu, hm?"

Mencari sensasi?

Sifat ceria sang Uzumaki menghilang begitu saja. Kedua Saphirenya makin menatap tajam Sasuke.

Rasa sukanya terasa di injak-injak,

Tangan yang tadinya serasa lemas kembali terisi tenaga. Tanpa basa-basi menampik tangan Sasuke yang menekan kedua pipinya tadi.

Plak-

Mengeluarkan suara kecil, sukses mengagetkan sang Uchiha.

"Kau-"

Srek!

Naruto berdiri cepat, masih menatap Sasuke tajam. Napas laki-laki itu mendadak terengah, "Aku tidak ada niat sama sekali mencari sensasi, mengincar semua uangmu, atau apapun prasangka burukmu itu padaku. Kau ini benar-benar Bos paling tidak peka yang pernah kukenal!"

Kerutan alis terlihat, Sasuke merasa tersinggung. Sang Uchiha hampir saja ingin berdiri sebelum-

"Diam di sana!" Naruto tanpa takut sama sekali memerintahkan Bosnya untuk duduk di tempat.

Reflek saja Sasuke mengikuti perkataan Pegawainya. Wajahnya mengeras, kedua tangan terkepal. Harga dirinya-

"Harga diri, uang, posisi, pekerjaan, aku tidak peduli dengan itu Bos! Tapi aku tidak akan pernah memaafkan kau yang berani menuduhku seenaknya. Memangnya kau pernah melihatku menggoda orang selain dirimu?! Jangan mengganggap remeh perasaanku! Kalau perlu sekarang juga aku akan katakan dengan lantang!"

Sosok Naruto berdiri tegap, dengan napas termegap, dan tangan tertunjuk ke arah Sasuke. Bosnya sukses terdiam,

"Aku suka denganmu, Bos!"

"…"

"…"

Apa?

Kedua Onyx itu membulat, kerutan keningnya makin terlihat jelas. Laki-laki di hadapannya mengatakan kalimat tadi tanpa malu sama sekali. Berdiri dengan bangga-

"Ha?!"

"Aku menciummu karena aku suka, aku memelukmu karena aku suka, dan aku sering menggodamu karena aku suka!"

"…"

Sasuke tidak ada niat membalas-

Dirinya memang banyak menerima pernyataan cinta dari perempuan tapi tidak dari seorang laki-laki?

"Kau gila."

"Iya, aku memang gila karena suka dengan Bosku sendiri, di tambah lagi dia bergender sama denganku. Aku tidak peduli!"

Pernyataan yang jujur sekali-

"Kalau kau memang tidak suka aku mendekatimu, oke! Mulai besok, aku tidak akan mendekat atau berurusan denganmu lagi, Bos." Berujar kembali, Naruto merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. Wajah ceria dan penuh senyum jahil itu menghilang begitu saja.

Kedua Saphire yang melirik sesaat ke arah Sasuke-

"Maaf jika aku selalu membuatmu tidak nyaman. Mungkin memang seharusnya seorang pegawai sepertiku tidak pantas denganmu, Bos."

Berjalan pergi dari ruangan-

Tanpa menoleh sama sekali, meninggalkan Sasuke di dalam sana.

Sosok Uchiha yang entah harus senang karena pengganggu sudah menghilang dari kehidupannya atau-

"Ck, baguslah kalau begitu."

Kenapa dia merasa terganggu?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ck, aku lupa mau pakai ini tadi."

Sosok pirang itu berdecak memperhatikan sebotol obat mata di kantung bajunya. Setelah keluar dari ruangan ia baru ingat kembali.

Kedua Saphirenya masih melirik sekilas ke arah pintu ruangan yang baru saja ia tinggalkan.

Mendesah panjang-

Wajah serius yang sempat ia perlihatkan berubah kembali. Dirinya kembali berjalan, dengan kedua tangan yang terlipat ke belakang, menumpu bagian kepalanya. Sang Uzumaki bersiul santai,

"Ck, semoga saja aktingku tadi bagus~ yah, meskipun aku harus mengambil resiko menjauhimu beberapa hari~" berujar kecil,

Seorang Uzumaki Naruto terpuruk begitu saja dengan perlakukan Sang Bos?

Ck, ck, ck jangan harap~

Dia ini Uke yang kuat dan tahan banting lho~

Kalau hanya dengan ancaman seperti itu ia kalah, bagaimana nanti kalau dia menikah dengan Sasuke? Bisa-bisa mereka cerai sebelum sempat melakukan hal yang 'iya-iya'

Apa sang Uchiha berhasil kena bait yang ia berikan tadi? Atau tidak?

Kita lihat saja nanti~

Aish! Kenapa author bisa buat sifat Naruto jadi seperti ini~

Dasar pegawai tipu-tipu, Bosmu sendiri kau kadalin.


THE END


A/N :


Oh buat beberapa reader yang menanyakan kenapa di sini Sasuke gampang banget ketipu sama Naruto. Simple aja, tidak ada orang yang sempurna di sini, dan Sasuke Mushi buat di sini punya kelemahan kalau deket-deket sama Naru wahaha :v :v Jangan pikir orang pinter nggak pernah lengah, wkwkwk walau Sasuke kebangetan lengahnya di sini. Well supaya cerita berjalan baik aja sih ehehehe :v :v


Untuk akhir Kata, Mushi nggak akan capek-capek bilang~

SILAKAN RIVIEW~ \^0^/\^V^7

JAA~