"ILUSION"

.

by: Lavenderviolletta

Naruto by : Masashi Kishimoto

.

[Hinata H. x Sasuke U. ]

.

[Sakura H. x Naruto N. ]

.

Romance

.

.

.

WARNING

(OOC, Miss TYPO)

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Dorrrr !

..

Gaara menyusut keningnya dengan punggung tangannya saat darah korban menciprati wajahnya, segera ia mengambil langkah seribu untuk bergegas meninggalkan tempat itu sebelum polisi tiba.

Suara bunyi sirine yang terdengar oleh panca indranya, segera ia meloncati jendela, menjauhi kamar seorang gadis yang baru saja dibunuhnya, mata hijaunya menatap tajam jalanan di bawah sana ketika rumah ini tengah di kepung polisi di berbagai sudut, Gaara berada di atap, dengan posisi tiarap karena takut terlihat dari bawah mengingat lampu yang menyorot sampai atas, "tch, sial." Gerutunya,

...

"Sasuke aku tidur di kamarmu."

Hinata memasuki kamar Sasuke begitu saja ketika kantuk dideranya, ia melemparkan tubuhnya pada kasur dan menutup matanya rapat. Seseorang membelai rambutnya lembut, membuatnya terpaksa harus menampakan kembali kedua irishnya.

"Siapa yang menyuruhmu tidur denganku?"

"Ini kamarku, lalu? Apa aku salah."

"Baiklah, aku yang keluar kalau begitu."

"Tch, kuncinya ada padaku dan kau tak bisa pergi dari sini."

Sasuke terkekeh seraya menutup sekujur tubuhnya dengan selimut

...

"Sasuke."

Hinata menggoyangkan tubuh Sasuke saat didengarnya suara bunyi sirine yang tak henti-hentinya. Seolah terjadi kejadian diluar sana.

"Hn."

"Sasuke, sepertinya ada kejadian di luar sana, ramai sekali."

Sasuke mendekati Hinata yang tengah memandang jendela, onyxnya menangkap ada begitu banyak mobil polisi yang berlalu diluar.

"Ada apa sih?" Tanya Hinata kembali,

"Tch, menganggu saja." Sasuke menarik tangan Hinata, mengajaknya kembali untuk tidur

"Sasuke, aku harus melihat keluar."

Tak membalas ucapan Hinata, ia malah menatap Hinata datar.

"Untuk apa?"

...

"Arigatou."

Gaara merasa lega ketika dirinya kini berada disebuah helikopter, dua orang rekannya yang juga merupakan anggota mafia itu menolongnya dengan melemparkan sebuah tambang, dan Gaara menaikinya. Kelihaiannya mampu membuatnya berhasil walaupun nyawa menjadi taruhannya ketika ia harus bergelantungan di langit dengan terus memanjat sampai atas, sementara beberapa kelompok mafia lainnya mengalihkan perhatian polisi di bawah sana sehingga mereka tak menyadari adanya ketua mafia yang tengah bergelantungan di langit kelam.

..

"Hinata, Sasuke."

Sakura berkata lirih ketika melihat Hinata keluar dari kamar Sasuke dengan Sasuke yang juga keluar dari kamarnya dalam keadaan berantakan, kimono tidurnya mengekspos dada bidang Sasuke yang indah.

"Kalian tidur satu kamar?" Tanya Naruto dengan menatap keduanya curiga.

Hinata tersenyum seraya mencubit pinggang Sasuke. "Bagaimana ini? Aku pikir mereka telah tidurr."

Sasuke hanya sedikit meringgis ketika Hinata mencubitnya, kembali ia memasang wajah datar, "Hn, Hinata takut tidur sendiri, untuk itu dia tidur bersamaku."

"Apa? Tapi kalian belum menikah, bagaimana bisa,-"

"Lalu? Apa yang kalian lakukan tengah malam disini."

Memotong ucapan Naruto, Sasuke berbalik bertanya.

"Aku dan Naruto tidak bisa tidur karena bunyi aneh itu."

Hinata melirik Sasuke, "Sasuke, kita harus melihat." Ujarnya.

Sasuke mendengus, "sebaiknya kita kembali ke kamar masing-masing, sudah ada polisi yang menangani, dan ini sudah sangat larut," Sasuke berlalu, tak menanggapi keinginan Hinata untuk melihat keluar,

"Hinata-chan, tunggu."

"Eh?"

"Tidurlah bersama Sakura, tidak baik seorang gadis yang belum menikah tidur dengan seorang pria yang bukan suaminya."

Hinata tersenyum, "kau benar, kenapa aku tak terpikir untuk tidur dengan Sakura."

Sasuke melempar deathglare pada Naruto yang membuatnya terpisah dengan Hinata, "Naruto sialan." Umpatnya.

"Ayo, Sakura-chan."

Hinata menarik tangan Sakura, mengajaknya untuk kembali tidur,

"Kau tidur denganku, Hinata."

"Eh?"

Sasuke menarik Hinata dari Sakura, memasuki kamarnya kembali dan membanting pintunya kasar.

"Naruto, apakah Sasuke dan Hinata,-"

"Entahlah, Sakura, kau baik-baik saja?"

Sakura mengangguk, ia tersenyum, namun raut wajahnya tak bisa membohongi Naruto,

"Sakura, dia bukan Sasuke yang ada di dunia kita, kau harus ingat, Sasuke yang kau kenal menunggu kita di Konoha, kau ingat, ini semua hanya ilusi."

Sakura terkikik, sampai cairan bening keluar dari matanya.

"Aku tau Naruto, arigatou." Ucapnya seraya tersenyum dan memasuki kamarnya.

"Sakura-chan."

"Eh?"

Sakura menghentikan langkahnya, ia berbalik, menatap Naruto yang berjalan mendekat ke arahnya.

Cupp..

Blushh..

"Ohyasumi Sakura-chan."

Naruto tersenyum dan berlalu meninggalkan Sakura yang masih mematung karena ciuman singkat Naruto terhadapnya, wajahnya memanas, jantungnya berdebar cepat, ada suatu perasaan hangat disana,

"Perasaan apa ini, Naruto."

...

Sasuke menghimpit tubuh Hinata pada dinding, semakin mempersempit jarak antara keduanya, ia menyeringai ketika Hinata kehabisan nafasnya di sela ciuman mereka, ia melepaskan ciumannya dan beralih menciumi leher putih Hinata.

...

"Itu rumahnya,"

Gaara menatap manshion megah Uchiha diatas sana, "turunkan aku"

...

"Sasuh,-"

Hinata mendesah saat Sasuke kini menjilati leher putihnya, seraya membuka satu persatu kancing gaun tidur yang di kenakan Hinata, seringai kembali menghiasi wajahnya yang tampan saat ia melihat dada Hinata yang kini terekspos sangat jelas oleh kedua matanya.

..

Gaara berjalan melalui atap, ia meloncat dan berhasil berada di lantai paling atas, satu tujuannya, menculik Naruto, yah Gaara harus membawa Naruto pada Minato malam ini, dengan begitu, misinya selesai, dan dia bisa membawa pulang ratusan juta dolar dalam waktu satu malam.

Nagato dan Deidara memantau pergerakan Gaara diatas sana melalui helikopter, sementara di bawah sana, Hidan, jugoo dan Matsuri menunggunya di dalam mobil, memantau Gaara dan melindunginya jika terjadi sesuatu.

..

Gaara menyipitkan matanya saat ia melihat satu jendela kamar besar yang masih menyala, "apa masih ada yang belum tidur." Pikirnya, ia berjalan mendekati kamar itu, mengintipnya dari jendela, "tch, Sasuke." Gaara terkekeh saat melihat Sasuke tengah bercumbu dengan seorang wanita, "Maaf menganggu kesenanganmu." Ujarnya, Gaara siap dengan aksinya, ia bermaksud menembakan jarum bius pada Sasuke, agar Sasuke tertidur dan dia bisa dengan mudah membawa Naruto pergi, akan tetapi, ia menghentikan niatnya ketika Sasuke menunduk, menciumi daerah dada wanita itu, dan Gaara, mengenali wanita itu, dia merupakan calon istrinya sendiri,

"Hinata." Lirihnya tak percaya, matanya menatap murka atas dua mahluk yang tengah bercinta di hadapannya, tangannya mengepal, emosinya memuncak, ia tak bisa menahan lagi, kemarahannya sudah sampai pada batas akhir.

Praankkkk !

..

"Gaara-sama !" teriak Jugoo, Hidan dan juga Matsuri di dalam mobil, tak percaya dengan sikap Gaara yang tiba-tiba saja memecahkan kaca kamar itu dengan tangannya sendiri.

"Apa yang dia lakukan?"

Nagato memandang tingkah Gaara di bawah sana, "sepertinya ada yang tidak beres, apa kau merasakan sesuatu, Deidara." Tanyanya kembali.

Deidara terkikik, "aku percaya penuh padanya, bukankah setiap yang dia lakukan itu selalu ada alasannya, jadi, percaya saja." Ujarnya santai.

..

Gaara meloncati jendela kamar yang hancur karena pukulan tangannya, memukul Sasuke kasar, dan menarik tangan Hinata dari Sasuke, Hinata membulatkan matanya tak percaya dengan Gaara yang tiba-tiba muncul ketika ia tengah bercinta dengan Sasuke, dan tunggu, Gaara? Bukankah Gaara yang Hinata tau selama ini adalah seorang yang sangat culun? Lalu? Kenapa sekarang dia tampak gagah?

"Gaara." Hinata berteriak ketika Gaara kembali memukul Sasuke,

"Brengsek ! Beraninya kau mencumbu calon istriku HAH ! Bajingan !

Buugghhhh ..

Sasuke tersungkur kembali, pukulan Gaara sangat kuat, dan membuatnya tak bisa membalas,

"Cukup, Gaara,-" Hinata menghentikan tangan Gaara yang nyaris melukai wajah Sasuke, Gaara menghentikan pukulannya, pandangannya kini berbalik pada Hinata, ia menatap Hinata murka, Hinata dapat melihat pandangan Gaara yang menusuk terhadapnya, ia menyeret Hinata keluar dari kamar Sasuke, Hinata merintih, tak ingin Gaara membawanya pergi.

"Lepaskan, lepaskan aku brengsek !"

Plaakkkk ..

"Eh?" Gaara menampar Hinata kasar saat Hinata tengah meronta, tamparan Gaara membuat Hinata tersungkur jatuh pada kasur besar itu.

"Berani kau menyakiti Hinata eh, "

Sasuke bermaksud membalas Gaara dengan melayangkan tinjunya, namun gerakan tangan Gaara lebih cepat, ia mencekik Sasuke dan menggantungnya di udara. Gaara benar-benar seperti seorang iblis.

"Lepaskan brengsek !"

"Naruto," Hinata berkata lirih,

"Kagebunshinojutsu."

Blam Blam Blam ,,,

"Eh?" Gaara membulatkan matanya saat Naruto menjadi sepuluh orang, "tch sial, mahluk apakah itu." Ujarnya, ia menyambar pistolnya, melepaskan Sasuke, dan menembak semua cloningan Naruto,

"Uhuk.. Uhuk .." Sasuke terbatuk, pandangannya gelap, dan matanya tertutup, ia pingsan.

Dorr .. Dorr .. Dorr !

Satu persatu cloningan itu Hilang, "Sihir." Gumam Gaara, ketika Naruto kembali menjadi banyak dan bahkan lebih, namun Gaara bisa mengetahui mana Naruto yang sebenarnya, pelurunya tersisa satu, ia tembakan mengenai sasaran,

Dorr ,,!

"Tch," Naruto mendecih saat tangannya teluka oleh tembakan Gaara, semua cloningnya menghilang, "ini kesempatanku." Ujarnya kembali, Gaara membopong Hinata, dan membawanya keluar,

"Shanaaroooooo !"

Duuuuaaaarrrrr !

Gaara terpental saat Sakura hampir saja melukainya, tubuhnya menyentuh dinding, Hinata tersungkur, sebuah helikopter berada disampingnya, segera ia naiki helikopter itu dan membawa Hinata ke dalamnya, Sakura berlari keluar, emerlardnya membulat saat melihat benda besi itu terbang semakin jauh.

..

"Naruto, kau tidak apa?"

Naruto meringis, "ada sesuatu yang masuk ke dalam tulangku, Sakura." Naruto berkata terbata, peluru itu mengandung racun, dan melumpuhkan syaraf, Naruto tak kuat menahan, ia pun pingsan sama halnya dengan Sasuke,

..

.

Nagato dan Deidara diam, tak banyak bicara melihat wajah Gaara yang penuh amarah, Hinata hanya bisa menunduk dengan memegangi bajunya yang sedkit terbuka dan berantakan karena ulah Sasuke,

..

Hinata tersungkur saat Gaara melemparnya kasar, ia berada di tempat mengerikan, semua orang yang ada disini berbadan besar dan memakai baju hitam, Hinata tau mereka semua adalah mafia, satu gerakan tangan Gaara membuat semua anak buahnya meninggalkan ruangan, yang tersisa hanya dirinya dan Hinata.

"Kau, pe- penipu."

Hinata merintih, di sela-sela kesakitannya karena perlakuan Gaara yang kasar terhadapnya.

Tap.. Tap..

Bahkan suara langkah Gaara terlihat menyeramkan di telinganya, Gaara mendekati Hinata yang tengah tersungkur, diambilnya dagu gadis itu, dan menatap iris lavendernya tajam.

"Apa yang kau lakukan dengan Sasuke?"

"..."

"JAWAB !"

Gaara membentak, namun Hinata lebih memilih diam,

"Kancing baju terlepas, kau memberikan tubuhmu untuknya eh?"

Masih tak ada jawaban, Gaara melepaskan dagu Hinata kasar, ia berdiri, menarik tangan Hinata, menyeretnya ke kamar dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur kasar,

"Lepas, Gaara, hikss."

Hinata menangis saat Gaara kini mencumbunya, Gaara mendecih, dia semakin menindih tubuh Hinata dan menciumi wajahnya.

"Kau bisa melakukannya dengan pria brengsek itu, lalu? Kenapa tidak denganku eh?"

Hinata meronta, tangannya memukul Gaara berulang-ulang, dan membuatnya kembali mendapat tamparan kasar dari Gaara,

Plaaakkkkk !

"DIAM"

"Kau wanita jalang,"

Gaara mencium Hinata paksa, tangannya meremas dada Hinata kasar, dan membuat kissmark banyak disana, Hinata meronta, air mata mengalir di pipi putihnya, ia menangis, dan itu membuat Gaara menghentikan aksinya.

..

Gaara menatap Hinata yang berada di bawahnya tajam, perlahan ia berdiri, dan merapihkan kembali pakainnya yang berantakan, Hinata teringsut, ia menutupi bagian bajunya yang sobek karena ulah Gaara yang kasar terhadapnya,

"Jika Hiashi mengetahui ini, tidak hanya kau yang akan mati, tapi, Sasuke, Naruto dan juga Sakura akan tewas."

Gaara meneguk vodka yang ada di mejanya,

"Si, siapa kau sebenarnya."

Gaara terkekeh, "simpan pertanyaan bodohmu sampai kita menikah nanti."

"Aku tak mau menikah denganmu, brengsek !"

Gaara menghentikan aksinya menuangkan vodka, dan meminumnya cepat, kembali ia mendekati Hinata, jarak yang sangat dekat dapat di rasakan Hinata saat wajah Gaara berada beberapa centi di wajahnya, wangi aroma mint, dan hembusan nafas hangat Gaara dapat di rasakannya, hidung mancung Gaara menyentuh hidungnya, Gaara menyatukan keninganya dengan kening Hinata, tatapannya menatap tajam wanita yang membuatnya merasa,-

"Kau akan menikah denganku,"

...

Blam !

Pintu tertutup, meninggalkan Hinata sendiri di dalamnya, Gaara memijit keningnya, apa yang tengah di lakukannya? Kenapa dia se gila ini ketika melihat Hinata bercumbu dengan orang lain, heii .. Bukankah dia berencana untuk membunuh Hinata? Lantas? Mengapa sekarang dia berlaku seperti halnya ia sangat takut kehilangan Hinata? Tak rela melihat Hinata dengan pria selain dirinya

"Aaarrggggghhhh."

"Anda mencintainya, Gaara-sama"

Nagato mendekat, ia duduk di sofa dimana ruangan itu menyisakan Gaara dan dirinya.

"Misimu membawa Naruto, lalu? Kenapa yang kau bawa wanita itu?" Nagato terkekeh seraya menyalakan rokok dan menghisapnya.

"Ini hanya sebagaian dari misiku, dan kau tak akan mengerti."

Nagato kembali terkekeh, "Sepertinya kau harus menarik kembali kata-katamu yang kau bilang akan membunuhnya setelah misi kita selesai, kenyataannya kau malah takut dia jatuh pada pria-"

"Kau tau kau sedang bicara dengan siapa?"

Nagato menyeringai, ia mematikan rokoknya di asbak, berdiri dari kursi seraya membungkukan setengah tubuhnya.

"Gomene Gaara-sama."

...

Pagi menjelang, Sasuke mengerjapkan kedua matanya pelan, ia melihat di samping meja tidurnya terdapat segelas susu vanilla, ia bangun menjadi posisi duduk, meraba keningnya yang tengah terbalut perban, juga plester kecil yang melekat di ujung bibirnya yang tipis,

"Ohayou, Sasuke-kun."

Sasuke terdiam, tak menjawab sapaan Sakura, silau mentari yang masuk melalui tirai kamarnya yang dibuka Sakura membuatnya menyipitkan matanya.

"Dimana Hinata."

Sakura berbalik, ia berjalan mendekat ke arah Sasuke.

"Gaara membawanya pergi, Gomene tidak bisa menjaga Hinata."

Sasuke terdiam, ia mendecih. Bangkit dari tempat tidurnya berlalu meninggalkan Sakura,

"Arigatou, Sakura."

Blam..

Seorang pelayan membawakan nampan berisi sarapan pagi, meletakan diatas meja, tanpa banyak bicara pelayan itu pergi begitu saja, Hinata memegang tangannya, ia tersenyum pada pelayan yang masih menatapnya dingin.

"Jika kau membiarkanku pergi dari sini, aku akan membayar berapapun yang kau minta." Hinata membuat penawaran, tak merespon sama sekali, pelayan itu melepaskan tangan Hinata dan kembali mengunci pintunya.

Praaaaankkkkk !

Hinata melempar semua makanan yang di berikan pelayan itu, ia kesal, dirinya sekarang berada dalam sandraan Gaara, pria berambut merah itu memilih untuk mengurung Hinata sampai pada pernikahan mereka di laksanakan nanti,

"Apa yang kau lakukan hah !"

Hinata berdiri ketika Gaara memasuki kamarnya, ia mendecih, berjalan mendekati Gaara, memberanikan diri menatap zamrud yang menyeramkan.

"Keluarkan aku dari sini bajingan !"

Gaara melayangkan tinjunya saat Hinata kembali mencacinya, Hinata menutup matanya takut, dan Gaara menghentikan niatnya untuk memukul Hinata.

"Tch, kenapa? Tampar, pukul, siksa aku sepuasmu ,,!"

"..." Gaara tak menjawab, ia diam, pandangannya tetap menatap Hinata datar.

"Jika perlu bunuh saja aku,"

Masih tak menjawab, Gaara meninggalkan Hinata, dan Hinata menarik tangannya saat ia akan keluar

"Bebaskan aku brengsek !"

Buuugghhhhh ...

"Kau,-" geramnya saat Hinata memukul sebelah pipinya.

...

"Racun yang ada dalam tubuhnya cukup ganas, tapi aku telah mengeluarkan semua racunnya, dia akan segera pulih kembali, hanya tinggal menunggunya sadar."

Sasuke terdiam, dia mengamati gerak-gerik Sakura yang sangat lihai di bidang medis.

"Sakura, apa kau seorang dokter?"

Sakura tersenyum, ia menaruh kotak obat ke dalam laci dan menutupnya kembali.

"Aku hanya seorang ninja medis."

..

Gaara membaringkan tubuh Hinata di kasur saat ia tengah menembakan jarum bius dan membuat Hinata pingsan seketika, tangannya menyentuh luka di ujung bibir Hinata yang memar karena tamparannya kemarin.

"Tidak, jangan Gaara." Batinnya.

Gaara berdiri, ia merasa resah, entah apa yang dirasakannya saat ini, sepertinya ia membutuhkan sesuatu yang dapat menenangkan pikirannya, seorang maid datang membawa lap pel untuk membersihkan kamarnya yang berantakan, maid itu tak banyak bicara, ia terus beraktifitas selayaknya maid, Gaara meninggalkan Kamar, dan langkahnya terhenti diambang pintu

"Dia memar, obati lukanya."

..

Sasuke mengatupkan kedua tangannya di dagu, pandangannya kosong, memikirkan sesuatu, kini ia tahu, Gaara, merupakan orang yang berbahaya, san sekarang Hinata bersamanya, niatnya untuk menghubungi Hiashi diurungkan ketika ia ingat Hiashi sangat mempercayai Gaara, ia bahkan tak punya bukti bahwa Gaara merupakan orang berbahaya, Sasuke mendengus, matanya terpejam. "Tch." Ia berdiri seraya berdecih, menyambar kunci mobil dan jaket hitamnya.

..

"Sasuke-kun, izinkan aku pergi menemanimu."

Sasuke menatap Sakura datar, tanpa merespon perkataan Sakura sama sekali.

"Aku mohon, disana berbahaya, aku tau kau ingin menyelamatkan Hinata-chan kan? Aku juga sama halnya denganmu, jadi-"

"Hn."

Sakura merona saat Sasuke menarik tangannya ke dalam mobil, jantungnya berdetak cepat, "Kami-sama." Lirihnya dalam hati.

..

Ferarri merah itu berlalu meninggalkan Manshion Uchiha yang megah, seringai menghiasi wajah pria berambut merah yang tengah memantau kediaman Uchiha sedari tadi.

"Nagato, sekarang saatnya."

Pria yang di panggil Nagato itu terkekeh, "Alihkan penjagaan dan aku akan masuk." Ujarnya

"Ku rasa Pain,Conan, Zabuza dan Kakuzu telah melakukannya"

"Ahh yah," Nagato keluar dari mobil, Pain, Conan, Zabuza dan Kakuzu mengalihkan penjagaan sehingga ia bisa dengan mudah memasuki istana Uchiha yang megah itu.

...

Nagato memandang Naruto yang kini tengah terkulai lemas dengan balutan perban di tangan kirinya, tangannya menyentuh bahu Naruto, bermaksud untuk membopongnya keluar, akan tetapi shappire itu terbuka saat merasa dirinya akan di bawa seseorang, Nagato yang telah menyadari itu segera menodongkan pistol tepat di dahi Naruto.

"Diam, dan turuti saja kata-kataku."

..

.

..

TBC

Arigatou Mina atas review kalian, gomene update lama terus, saya sangat sibuk akhir-akhir ini, sekali lagi terimakasih untuk semuanya, saya selalu menanti review anda serta saran-saran berharganya untuk terus melanjutkan fict ini,

See you the next chap.