Lost in Town © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters on this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, and other Super Junior member.

Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)

Genre: Romance/Drama, little bit of humor –maybe?

Rated: T

Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from the beginner author, a Chliché plot, typo(s).

Summary: Bagaimana rasanya tersesat di tempat asing seorang diri? Tersesat, tertimpa banyak kejadian yang menyebalkan bagai jatuh tertimpa tangga pula. Lalu akankah seseorang menyelamatkannya?

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

. . .

.

ACTION THREE: Are We a Fake Lover?

Hari telah gelap sepenuhnya. Sang Raja malam sudah berkuasa sejak tadi. Cahaya rembulan menyinari gelap ruang dimana dua insan sedang terlelap dengan damai. Mereka berpelukan satu sama lain saling membagi kehangatan di antara dinginnya malam. Mereka saling menautkan kedua lengannya dengan erat pada sang terkasih. Mereka-

Tunggu!

Mengapa narasinya menjadi begitu romantis? Oh maaf, sepertinya ada kesalahan teknis. Sebenarnya narasi tadi tidak terlalu benar adanya. Memang malam sudah tua dan cahaya bulan sedang menyinari apa yang ada dibawahnya, tetapi apa yang dituliskan tadi tentang 'dua insan yang terlelap damai' sepertinya agak bohong.

Siwon dan Kyuhyun masih terlelap dalam tidur mereka. Siwon terlihat sangat damai, namun berbeda dengan Kyuhyun. Ia berguling kesana kemari diatas kasur lalu meringkukkan tubuhnya seperti udang. Lalu ia berguling lagi ke arah Siwon tertidur, lalu berguling lagi menjauhinya, lalu begitu seterusnya (?). Kasur yang mereka berdua tempati menjadi bergoyang-goyang akibat ulah Kyuhyun. Siwon pun merasa terganggu karena goyangan(?) pada kasurnya tak kunjung berhenti sejak tadi.

"Aish, siapa yang berani mengganggu tidurku?!" erang Siwon kesal seraya bangun dari tidur lelapnya. Ia mengucek matanya yang berat sebentar lalu mengalihkan tatapannya ke samping tempat dimana goyangan pada kasurnya berasal. Kyuhyun masih terus berguling-guling disitu.

"Ergh, ternyata Kyuhyun. Untuk apa ia berguling-guling seperti itu? Ada-ada saja" Siwon mengacak rambutnya kasar. Lalu ia mencoba menghentikan aksi berguling-guling yang dilakukan Kyuhyun dengan menangkap tubuh Kyuhyun dengan kedua tangannya saat Kyuhyun berguling ke arahnya.

Hup

Tubuh Kyuhyun berhasil Siwon jerat dengan kedua tangannya yang otomatis membuat aksi berguling Kyuhyun terhenti. Tubuh Kyuhyun terasa kaku saat pertama kali ia memeluknya, namun tubuhnya melemas setelah beberapa waktu. Tanpa sadar Kyuhyun merapatkan tubuhnya kearah Siwon dan menenggelamkan kepalanya ke dada Siwon.

"Hmmh hangat" gumam Kyuhyun pelan tanpa sadar. Siwon tersenyum kecil. Ia pasti kedinginan sedari tadi karena lupa memakai selimut, batinnya. Segera saja Siwon menarik selimut yang ada di tepi kasurnya untuk menutupi tubuh mereka berdua. Sempat dirasakannya tubuh Kyuhyun yang agak panas saat ia tak sengaja menyentuh lehernya saat menyelimuti tubuh mereka. Siwon berfikir mungkin Kyuhyun terserang demam, namun karena ini sudah sangat larut dan ia pun sagat mengantuk maka ia memutuskan untuk memastikannya besok.

"Good night little stranger boy.." ucap Siwon pelan.

.

.

~WonKyu~

.

.

"Uuungh.." sebuah lenguhan kecil terdengar di ruangan luas itu disertai dengan terbukanya sepasang mata besar milik Kyuhyun. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memperjelas pengelihatannya yang disambut oleh sinar mentari. Kepalanya terasa berat dan tenggorokannya terasa kering, ia ingin minum. Ia mencoba menggapai-gapai meja nakas di samping tempat tidur dengan sebelah tangannya untuk mengambil air minum. Eh, tapi kok tidak ada? Kyuhyun segera mengalihkan tatapannya kearah dimana tangannya menggapai-gapai nakas tadi. Ya Tuhan, ia lupa kalau sekarang ia ada di sebuah tempat asing dan bukan di rumahnya. Kalau ia ada di rumahnya, ia biasa menaruh segelas air minum di meja nakas untuk ia minum saat bangun tidur. Huh, kalau begitu ia harus pergi ke dapur untuk mengambil minum, rasanya malas sekali untuk bangkit dari tempat tiidur.

Oh omong-omong tentang tempat tidur, dimana Siwon sekarang? Bukankah tadi malam ia tidur di tempat ini bersama Siwon? –oh Kyuhyun sedikit jengkel mengingatnya. Rasanya agak aneh saat ia terbangun dan mendapati Siwon tak berada disisinya, padahal Siwon yang menariknya paksa untuk tidur bersama semalam. Huh, lebih baik ia mencarinya saja ke lantai bawah.

Kyuhyun tak mendapati Siwon dimana pun. Setelah lelah karena mengelilingi rumah yang sangat luas ini untuk mencari Siwon ia memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mengambil minum. Ia merasa tenggorokannya sangat perih dan kering. Setelah berhasil meminum air bergelas-gelas banyaknya Kyuhyun terduduk lemas di atas kursi meja makan. Ia menyandarkan kepalanya keatas meja. Huh, sebenarnya Siwon kemana? Kyuhyun menghela nafasnya.

"Hey Kyu!" sapa seseorang tiba-tiba disampingnya. Kyuhyun terlonjak kaget.

"Siwon? Kau dari mana saja?" spontan Kyuhyun saat melihat bahwa Siwon lah yang ada di sampingnya.

"Aku baru selesai berolahraga di ruang fitness. Apa kau baik-baik saja?" tanya Siwon sambil meraba kening Kyuhyun. Kyuhyun mengernyit heran.

"Aku baik-baik saja, memangnya kenapa? Kau aneh" jawab Kyuhyun sambil menepis tangan Siwon dari keningnya.

"Tubuhmu panas tadi malam, mungkin saja kau terserang demam. Namun untunglah sekarang suhunya tidak sepanas semalam, itu pasti berkat pelukan ajaibku. Hehehe" timpal Siwon sambil mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas. Kyuhyun melotot mendengar ucapan Siwon barusan.

"Percaya diri sekali sih dirimu, mana ada pelukan ajaib yang bisa meredakan demam seseorang! Ini sih karena tubuhku saja yang kuat" jawab Kyuhyun sambil mengangkat tangannya ala binaragawan. Siwon terkekeh kecil melihatnya.

"Ya sudah, terserah. Lebih baik kau minum obat, suaramu terdengar serak, kau pasti flu. Biar aku yang ambilkan obatnya"

Setelah itu Siwon pun beranjak menuju tempat dimana kotak obat berada. Setelah selesai mengambil obat Siwon pun memberikannya kepada Kyuhyun.

"Nah minum lah!" perintah Siwon sambil menyodorkan sebutir pil berwarna kuning cerah pada Kyuhyun. Kyuhyun langsung menggeleng cepat.

"Tidak. Aku tidak mau minum obat" tolak Kyuhyun sambil bergidig ngeri. Siwon memelototinya.

"Aku tidak menerima penolakan. Aku adalah tuan rumah disini, jadi kau harus menuruti semua perintahku" seru Siwon tegas yang membuat Kyuhyun mau tak mau harus meminum obatnya. Setelah melalui perjuangan panjang untuk menelan obat itu, Kyuhyun segera menyambar botol air mineral yang masih terisi setengahnya dari tangan Siwon lalu meneguknya habis.

"HUAAA PAHIIIT" teriaknya histeris sambil memelet-meletkan lidahnya. Siwon hanya tersenyum.

"Nah, goodboy. Kalau begitu aku pergi mandi dulu, kau istirahatlah saja" Siwon menepuk kepala Kyuhyun pelan sambil berlalu menuju kamarnya untuk mandi. Kyuhyun memasang wajah masamnya.

Dasar menyebalkaaaaan!, batin Kyuhyun.

.

.

~WonKyu~

.

.

Siwon melangkahkan kakinya keluar kamarnya. Ia sudah berpenampilan rapi dengan jas hitam dan kemeja biru lautnya, senyumnya terkembang. Ia merasa bahagia pagi ini, entah apa alasannya. Mungkin karena ia tak perlu mendengarkan celotehan-celotehan rutin dari para maidnya pagi ini? Ya, mungkin saja. Sepertinya keputusan untuk membawa Kyuhyun kemari adalah tepat, karena dengan kehadiran Kyuhyun lah yang seakan bisa menghentikan gangguan yang terus menghadangnya (re. Para maid genit). Meski pun hal itu bukanlah tujuan utamanya untuk membawa Kyuhyun kemari –malah hal itu tak pernah terbesit dalam pikirannya-, tetapi setidaknya hal itu cukup membantu. Alasan utamanya membawa Kyuhyun kemari adalah.. Ia sendiri tak tahu. Mungkin saja hal itu dilandasi karena rasa bersalahnya terhadap Kyuhyun. Tapi bukankah itu terdengar sedikit berlebihan? Ah, sudahlah.

Ia melihat Kyuhyun sedang berbaring diatas sofa sambil menonton televisi beserta beberapa makanan ringan di atas meja. Lagaknya sudah seperti tuan rumah saja.

"Ekhem" Siwon berdehem pelan saat berjalan menuju sebuah sofa single didepan sofa yang ditempati Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar deheman Siwon pun hanya melirik sekilas kearahnya.

"Hmm, sepertinya kau cepat sekali beradaptasi ya, Kyuhyun-ah. Kau pasti betah tinggal disini" buka Siwon saat ia mendudukkan dirinya didepan Kyuhyun.

"Ne. Terima kasih telah menampungku, tapi aku tidak yakin kalau aku bisa betah tinggal disini" jawab Kyuhyun asal sambil tetap mengarahkan matanya ke televisi. Siwon hanya memutar bola matanya.

"Ya, jangan katakan jika aku menampungmu, kesannya aneh. Aku ini mengizinkanmu untuk tinggal disini dengan senang hati. Jadi anggap saja rumah sendiri" respon Siwon sambil mengambil koran pagi yang tergeletak di atas meja untuk dibacanya. Baru saja ia akan membuka halaman pertama dari koran 'London News', tiba-tiba saja segerombolan maid berjalan mengendap-ngendap kearahnya dari arah dapur. Namanya saja segerombolan, mau mengendap-endap seperti apapun juga pasti ketahuan.

Siwon mengerang kesal.

Baru saja hidupnya terasa lebih damai karena tidak adanya celotehan-celotehan yang biasa memenuhi telinganya, nah sekarang semua kedamaian itu terancam punah. Setelah ini pastilah akan ada acara ayo-mari-menguras-tenaga-dan-kesabaran yang rutin dilakukannya setiap pagi. Siwon bosan dengan hal itu. Maka demi ketenangan jiwa dan raganya, ia mencoba mengambil sebuah jalan pintas yang sedikit gila. Berakting!

Siwon memutar otaknya. Ia sedang mencoba memilih-milih tema yang akan ia jalankan. Komedi? ah rasanya kurang cocok, ia bukan sedang bermain sitkom; Action? Oh katakan tidak untuk yang ini, atau.. bagaimana dengan romance? Siwon melirik Kyuhyun sebentar. Sepertinya tema romance tidak terlalu buruk, pikir Siwon.

Maka dengan santai Siwon beranjak menuju sofa yang ditempati Kyuhyun, ia sudah memulai aksinya. Setelah berada tepat dihadapan Kyuhyun, ia mengangkat sebagian tubuh Kyuhyun yang sedang berbaring. Kyuhyun tersentak kaget, ia hendak protes mengapa Siwon mengganggu acara berbaringnya tetapi tidak jadi, si tuan rumah itu sudah memberikan isyarat untuk menutup mulutnya. Setelah tersedia tempat kosong, ia pun mendudukkan dirinya di sofa itu lalu merebahkan kembali tubuh Kyuhyun ke pangkuannya.

"Siwon! Kau ini apa-apaan sih?!" bentak Kyuhyun yang merasa terganggu.

"Ssst diamlah, kecilkan suaramu dan jangan banyak bertanya dulu! Kau harus membantuku sekarang, ini demi kedamaian hidupku dan hidupmu!" Jawab Siwon.

"Membantu apa?" tanya Kyuhyun lagi dengan mengecilkan suaranya seperti instruksi Siwon.

"Berakting. Cukup ikuti alur permainanku sebaik mungkin, mengerti? Nah, mereka datang" Siwon melirikkan matanya kearah segerombolan maid itu. Mereka terlihat berhati-hati saat melangkah, takut ketahuan. Siwon bersiap-siap untuk melakukan akting perdananya.

"BabyKyu, apa kepalamu masih sakit?" mulai Siwon dengan nada suara yang sengaja dibuat-dibuat khawatir dan dengan volume yang dikeraskan. Tangannya mengelus-elus rambut Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun melotot. Siwon balas memelototinya.

"Ne, kepalaku masih terasa pusing Wonnie.." jawab Kyuhyun manja. Ia memeluk pinggang Siwon dengan kedua tangannya. Sudah mengerti akan perannya rupanya. Segerombolan maid sudah tiba disamping Siwon. Dan..

HANA!

DUL!

SET!

"Tuan mu—" koor mereka serempak.

"Ssstt, jangan berisik!" potong Siwon langsung saat mereka sudah bersiap-siap untuk mulai memuntahkan suara mereka kepadanya. Siwon mengangkat telunjuknya ke arah bibir mengisyaratkan agar mereka semua diam. Eh namun yang namanya kegigihan –atau lebih tepatnya kekeras kepalaan? seakan tak pernah hilang dari diri mereka, mereka pun masih berusaha untuk menodong sang Tuan Muda dengan penawaran-penawaran jasa dan barang dari mereka. Siwon saja sampai agak kelimpungan meladeni mereka semua.

"Kalian semua diamlah! Apa kalian tidak dengar aku menyuruh kalian diam tadi?! Kalian itu mengganggu waktu istirahat kekasihku saja" sentak Siwon. Ia menutup kedua kelopak mata Kyuhyun dengan sebelah tangannya, tujuannya agar Kyuhyun terlihat seperti sedang tertidur. Beruntung tidak ada yang menyadari pergerakan Siwon tadi.

Para maid langsung terdiam. Tatapan tajam Siwon mengarah pada mereka semua.

"Sudah, kalian semua bubar! Kerjakan pekerjaan kalian masing-masing, jangan bergerombol seperti itu!" perintah Siwon.

"Dan kau.." tunjuk Siwon kepada salah seorang maid yang berdiri paling depan.

"Tolong panggilkan Tiffany kemari. Dan sekarang semuanya bubar!" lanjutnya. Maid-maid itu pergi sambil berubah mendung. Huh, selalu saja begini, pikir mereka.

Siwon tersenyum lega.

.

OTHER SIDE

Maid-maid yang kecewa telah ditolak(?) oleh Siwon pergi ke tempat asalnya masing-masing. Ada yang pergi ke dapur, ke halaman belakang, ke beranda, dll. Walau telah dilarang Siwon untuk bergerombol, namun mereka tetap saja melakukannya. Mereka seperti terkena gatal-gatal kalau tidak bergerombol dan merumpi.

"Eh, kau lihat tadi? Tuan muda terlihat mesra sekali dengan kekasihnya. Aku jadi iri" tukas salah seorang maid wanita berambut panjang berwarna hitam.

"Ya, aku melihatnya. Mereka tampak sangat serasi. Beberapa hari kedepan, aku yakin kita semua akan mengalami hari berkabung se-istana ini" sahut teman sesama maidnya yang berambut pendek.

"Huaaaaa.." mereka pun meratapi nasib bersama-sama.

.

Kembali ke ruang tengah super luas dimana Siwon dan Kyuhyun berada.

Disana terlihat kedua 'pasangan dadakan' masih setia dengan posisinya. Kyuhyun yang merebahkan tubuhnya dipangkuan Siwon dan juga Siwon yang masih asik mengelus-elus rambut Kyuhyun.

"Tuan Muda, apa kau mencariku?" seorang wanita muda berjalan kearah Siwon.

"Oh, betul Tiffany-ah. Hari ini tolong siapkan menu sarapan tambahan untuk Kyuhyun, bubur saja. Dan juga tolong hubungi dr. William, katakan padanya aku minta suplemen untuk kekebalan tubuh, milikku sudah habis." Tutur Siwon. Kyuhyun membuka mulutnya.

"Won.."

"Ah satu lagi Tiffany, tolong taruh banyak sayuran kedalam bubur milik Kyuhyun. Mengerti?" tambah Siwon. Kyuhyun gatal karena panggilannya tidak digubris.

"Siwon.." panggil Kyuhyun dengan suara yang lebih keras.

"Baiklah, aku mengerti. Apa ada yang perlu aku siapkan lagi?" tanya Tiffany. Lagi-lagi panggilan Kyuhyun diabaikan.

Merasa kesal, Kyuhyun bangkit dari posisinya dengan cepat. Tubuhnya limbung sesaat, Siwon yang melihatnya langsung sigap menangkap tubuhnya dan menariknya kembali untuk duduk.

"Kyu, kenapa kau berdiri tiba-tiba?" tanya Siwon khawatir. Kyuhyun mendelik tajam kearah Siwon.

"Dari tadi aku memanggilmu, tapi kau tidak menyahut. Dasar menyebalkan!" Ketus Kyuhyun. Siwon tergelak.

"Lalu?" tanya Siwon kembali.

"Aku ingin protes padamu. Kenapa kau suruh Tiffany untuk memasukkan banyak sayuran kedalam buburku nanti? Aku tidak mau! Dan kenapa kau juga memesan sumplemen? Aku curiga nanti suplemen itu kau akan berikan padaku" cerocos Kyuhyun kesal.

Siwon tersenyum lembut.

"Kyu, dengar. Kau itu sedang sakit, jadi kau harus memakan makanan yang sehat agar tubuhmu cepat pulih. Dan tentang suplemen, aku memesannya untukku dan kau juga harus ikut meminumnya" kata Siwon tegas.

"Tapi Wonnieee.. aku tidak suka sayur. Sayurnya jangan dimasukkan kedalam bubur ya?" Kyuhyun memelas.

"Jangan dimasukkan kedalam bubur? Berarti kau mau memakannya langsung dan terpisah kalau begitu?" Siwon berpura-pura bodoh.

"Iiish bukan itu maksudku. Pokoknya sayurnya jangan dimasukkan, ya Wonnie? Aku mohon." Kyuhyun merengek-rengek, suaranya berubah manja. Biasa, kalau ada keinginannya yang harus terkabulkan memang begitu. Ia memasang jurus puppy eyes andalannya.

"Baiklah, baiklah. Begini saja Kyu sayang, porsi sayuran dalam buburmu akan aku kurangi. Kau tidak boleh menolak! Kalau kau habiskan semua bubur beserta sayurannya, aku akan membelikan apapun yang kau mau. Aku janji." Siwon mencoba bernegosiasi. Kyuhyun cemberut, itu sih sama saja, pikirnya. Tapi mendengar bahwa Siwon akan membelikannya apapun yang ia mau kalau ia menghabiskan sayuran juga buburnya itu, ia menjadi sedikit bimbang. Haruskah ia menerima tawaran itu?

"Umm baiklah.. tapi kau harus membelikanku kue coklat yang sangat banyak, ne?" suara Kyuhyun terdengar ragu.

"Tentu saja." Siwon tersenyum kearah Kyuhyun. Ia mengacak rambut Kyuhyun gemas.

"Ehem, romantis sekali. Kalian berdua terlihat cocok" suara iseng Tiffany menginterupsi mereka berdua. Sontak saja mereka saling menjauhkan diri, menyadari kalau yang tadi itu agak berlebihan. Wajah Kyuhyun merona merah, sedangkan Siwon hanya tersenyum gugup.

"A-ah, sudahlah Tiffany. Cepat lakukan tugasmu sana!" Siwon mencoba mengalihkan perhatian Tiffany. Tiffany hanya menurut saja.

"Baiklah tuan muda.. kalau ingin melanjutkan acara lovey dovey kalian silahkan saja, aku tidak akan mengganggu. Hihihi" Tiffany mengundurkan dirinya dari hadapan mereka.

Siwon dan Kyuhyun saling bertatapan kemudian. Membisu.

Mereka pun bertransformasi menjadi sepasang kepiting rebus.

.

.

~WonKyu~

.

.

Waktu telah menunjukan pukul lima sore. Terhitung tujuh jam setelah Siwon pergi ke kantor.

Cuaca London sore itu tak begitu bersahabat. Langit mendung dan sedang turun hujan salju. Kyuhyun sedang bergelung malas diatas tempat tidur di kamarnya –di kamar tamu milik Siwon lebih tepatnya. Ia tak ingat sudah berapa lama ia berdiam diri seperti itu, yang pasti sudah cukup lama. Ia mencoba memejamkan kedua matanya untuk menyongsong mimpi indahnya, namun sayang ia tak jua merasakan kantuk setelah sempat terbangun sebelumnya beberapa waktu yang lalu.

Kyuhyun mengerang kesal. Ia sudah mati bosan disini!

Ia sebenarnya bisa saja menonton televisi di ruang tengah, tapi ia malas karena rata-rata channel nya berbahasa Inggris. Melihat acaranya saja ia sudah ingin menceburkan dirinya di kubangan lumpur saking tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan. Ia ingin pergi keluar, namun berhubung cuaca sedang kurang baik ia sendiri juga jadi malas, ditambah tubuhnya yang lemas tidak bertenaga.

Kyuhyun menolak makan siang yang dihidangkan khusus untuknya seorang. Alasannya? Karena ia takut makanan-makanan itu mengandung banyak sayuran. Sudah cukup ia mengeluarkan semua isi perutnya pagi tadi karena ia memaksakan diri untuk memakan sayuran. Ia benci untuk mengeluarkan isi perutnya karena ia benci rasa mual yang timbul sebelumnya. Jadilah sekarang ia seperti ini.

Tok tok tok.

Ada yang mengetuk pintu kamarnya, Kyuhyun segera saja menyuruh orang itu untuk segera masuk, ia terlalu malas bangkit dari tempat tidur hanya untuk memastikan siapakah orangnya.

Cklek.

Pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita berambut panjang membawa sebuah nampan. Ia mengenalinya sebagai Tiffany.

"Halo Kyuhyun-ssi. Aku membawakanmu segelas susu coklat hangat dan setangkup roti strawberry. Aku tahu kau belum makan kembali sejak pagi" ia tersenyum hangat sambil melangkah masuk, ia menaruh makanan yang dibawanya di atas meja nakas yang terletak disamping tempat tidur.

"Terima kasih. Kau tidak mencoba memasukkan sayuran kedalam roti ku bukan?" tanya Kyuhyun penuh selidik.

"Hahaha, kau ini lucu sekali Kyuhyun-ssi. Mana mungkin aku memasukkan sayuran kedalam setangkup roti rasa strawberry? Ada-ada saja" Tiffany tertawa kecil.

"Ya, siapa tahu saja kau memasukkannya kedalam roti, tidak mustahil" seru Kyuhyun yang lantas menyambar roti yang dibawa oleh Tiffany. Untuk setangkup roti rasa strawberry ia rasa tak masalah, yang penting tak mengandung sayur.

"Hm, Tiffany-ssi, apa kau bisa menemaniku sebentar?" pinta Kyuhyun tiba-tiba. Tiffany yang hendak mengundurkan dirinya menjadi terhenti. Ia terlihat menimbang-nimbang sebentar.

"Ku rasa bisa." Jawab Tiffany seraya tersenyum. Ia lalu mendudukkan dirinya di tepi ranjang, beruntung Kyuhyun tidak keberatan.

"Kyuhyun-ssi, kau sudah berapa lama berpacaran dengan Siwon?" tanya Tiffany tiba-tiba. Kyuhyun kaget, ia tersedak.

"Uhuk uhuk.." Kyuhyun lantas meneguk susu coklat hangat yang dibawakan Tiffany dengan cepat.

"A-ani. Siapa bilang aku berpacaran dengan Siwon? Bertemu dengannya saja baru kemarin" lanjut Kyuhyun cepat.

"Benarkah itu? Bukankah Siwon sendiri yang mengatakan bahwa kau dan dia adalah sepasang kekasih? " Tifanny memasang wajah kaget sekaligus bingungnya.

"A-aaah itu sih hanya akal-akalannya saja. Katanya itu demi kedamaian hidupku dan hidupnya. Aku sendiri tidak mengerti apa maksudnya." Terang Kyuhyun.

"Oh begitu" Tiffany mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Lalu kalau begitu kalian berdua bertemu dimana? Aneh sekali rasanya jika Siwon bertemu seseorang dalam satu hari dan langsung akrab seperti ini, apalagi sampai ia mengajakmu menginap" tanya Tiffany lagi.

"Aku bertemu dengannya di jalan raya kemarin. Aku tertabrak oleh mobilnya dalam ketidak sengajaan, tetapi aku tidak terluka parah sih. Lalu ia mengantarku ke rumah sakit dan bla.. bla.. bla.." Kyuhyun mulai bercerita tentang awal pertemuannya dengan Siwon. Mulai saat ia tertabrak, masuk rumah sakit, hingga tragedi ia ditinggalkan sendiri di taman bermain. Tiffany tampak antusias mendengarkan cerita Kyuhyun.

"Nah begitu ceritanya.." Kyuhyun mengakhiri kegiatannya bercerita.

"Jadi begitu, pantas saja sih. Siwon memang orang yang baik dan selalu bertanggung jawab akan hal yang telah diperbuatnya. Tapi ia belum pernah sampai seperti ini sebelumnya, mungkin ia telah jatuh hati padamu dalam pandangan yang pertama." Tukas Tiffany. Ucapan terakhirnya membuat wajah Kyuhyun tiba-tiba terbakar.

"M-mana mungkin seperti itu! Si-Siwon itu sangat menyebalkan, tidak mungkin ia suka padaku. Kau ini ada-ada saja" Kyuhyun cepat-cepat mengelak. Mereka baru saja bersama selama sehari, jadi mana mungkin Siwon suka padanya?

Tiffany tersenyum jahil.

"Ya, mungkin saja. Di dunia ini tak ada yang mustahil bukan?" katanya menggoda Kyuhyun. Kyuhyun terdiam tidak bisa mengelak lagi. Ia kehabisan kata-kata.

Cklek.

Pintu kamar kembali terbuka. Kyuhyun dan Tiffany segera mengalihkan perhatian mereka kearah pintu. Oh dan tak diduga, yang datang adalah Siwon! Baru saja mereka bicarakan, eh tokoh yang mereka perbincangkan sejak tadi muncul.

"Hai Kyu. Eh Tiffany? Kenapa kau ada disini?" sapa Siwon saat memasuki kamar yang ditempati Kyuhyun. Ia sedikit mengerutkan keningnya saat mendapati Tifanny ada disana.

"Halo Tuan muda, selamat datang kembali. Aku sudah mengantarkan makanan untuk Kyuhyun-ssi dan menemaninya mengobrol sebentar. Kau tidak keberatan dengan hal itu bukan?" sambut Tiffany ramah. Ia melirik Kyuhyun sebentar, ia mengerling jahil padanya.

"Ah ya, tidak masalah. Kalau begitu sekarang kau boleh keluar, tolong siapkan air hangat untukku, ne?" nada suara Siwon terdengar santai, namun Tiffany menangkap ada sedikit kekesalan dalam suaranya. Ia tertawa kecil dalam hati.

"Siap tuan muda!" jawab Tiffany semangat sambil mengangkat tangannya dengan posisi hormat kearah Siwon. Lalu ia mengalihkan tatapannya sebentar pada Kyuhyun dan berbisik dari kejauhan.

"Selamat bersenang-senang Kyuhyun-ssi. Kita berbincang-bincang lagi lain kali" kata Tiffany sambil mengedipkan sebelah matanya. Kyuhyun mendecih, ternyata Tiffany senang sekali menggodanya. Ingin sekali rasanya melempari Tiffany dengan bantal, namun ia urungkan niatan itu karena Tiffany sudah terlanjur beranjak pergi.

"Yo Kyuhyun-ah. Kenapa lemas begitu, huh?" Siwon menghampiri Kyuhyun di ranjangnya lalu mendudukkan diri persis di tempat yang Tiffany duduki tadi.

"Ini semua gara-gara kau! Aku jadi tidak bisa makan sejak pagi" jawab Kyuhyun ketus. Siwon tertawa kecil.

"Baiklah, maafkan aku ya? Aku tidak tahu kalau kau sebegitu tidak sukanya dengan sayuran. Tapi berhubung aku sedang berbaik hati, untuk menebus rasa bersalahku bagaimana kalau kita berjalan-jalan keluar? Aku sudah mengosongkan jadwalku sore ini" tawar Siwon. Mendengar kata 'jalan-jalan' mata Kyuhyun berbinar senang. Tanpa perlu menunggu Kyuhyun berbicara pun Siwon sudah mengetahui apa jawabannya.

"Baiklah. Kalau begitu segera bersiap-siap, aku mau mandi terlebih dahulu" Siwon mengacak rambut Kyuhyun lalu berlalu pergi. Pintu pun kembali tertutup rapat.

.

.

~WonKyu~

.

.

Petang ini mereka berdua berjalan menyusuri sebuah pusat perbelanjaan di Kota London. Jaraknya lumayan jauh dari rumah Siwon. Mereka menuju tempat ini dengan menaiki sebuah bis, tadinya mereka akan berangkat dengan menaiki mobil Siwon, hanya saja Kyuhyun menolak. Ia bilang ia ingin mencoba untuk naik bus di tempat yang baru pertama kali ia kunjungi.

Mereka berjalan mengitari tempat ini, mencoba mencari outlet-outlet yang menarik. Kyuhyun melihat ada sebuah toko yang mencuri perhatiannya. Jika dilihat dari luar sepertinya toko itu menjual barang-barang antik.

"Siwon, lihatlah! Gelang ini unik sekali bukan?" tanya Kyuhyun meminta pendapat dari Siwon saat mereka memasuki toko itu. Ia melihat sebuah gelang unik yang terbuat dari gading gajah yang dipajang di etalase di dekat pintu masuk. Pada gelang itu terdapat ukiran-ukiran kecil kuno yang tidak ia mengerti apa maksudnya, namun ukiran itu lah yang justru membuatnya menarik, warna gelangnya putih tulang. Siwon mengagguk menyetujui perkataan Kyuhyun.

"Tapi sayang sekali harganya sangat mahal. Aku tidak punya uang sebanyak itu" Kyuhyun mendesah kecewa saat ia memeriksa label harga yang terdapat pada gelang itu.

"Apa kau mau aku membelikannya untukmu?" tawar Siwon sambil tersenyum. Kyuhyun terbelalak kaget.

"Ah tidak usah, aku tidak mau merepotkanmu dengan membuat dompetmu terkuras hanya untuk membeli sebuah gelang." Tolak Kyuhyun cepat, begitu-begitu ia sungkan juga jika Siwon memberikan penawaran seperti itu padanya.

"Baiklah jika seperti itu. Apakah kau ingin tetap disini atau ingin melanjutkan kunjungan ke toko-toko lainnya?"

"Kita pindah ke toko lain saja. Ayo" Kyuhyun pun mendahului Siwon keluar dari toko itu. Diam-diam tanpa Kyuhyun sadari, Siwon tersenyum kearahnya.

.

Tak terasa mereka telah mengelilingi pusat perbelanjaan itu selama kurang lebih dua jam. Merasa cukup lelah, mereka memutuskan untuk singgah terlebih dahulu di sebuah café. Lumayan untuk sekedar duduk-duduk dan mengganjal perut karena ini sudah lewat dari waktu makan malam.

Setelah selesai makan, mereka pun beranjak pergi meninggalkan pusat perbelanjaan itu. Siwon membantu Kyuhyun membawa kantung-kantung yang berisi belanjaan milik Kyuhyun. Ia membeli berpotong-potong baju dan juga beberapa benda yang dianggapnya lucu, untuk oleh-oleh katanya. Soal biaya sih Siwon yang menanggungnya. Kyuhyun sempat menolak namun yang namanya Siwon sedang baik hati pasti semua itikad baiknya tidak akan pernah bisa ditolak. Ya seperti saat ini.

Mereka pulang dengan menaiki bus. Penumpangnya tidak lah banyak, mungkin hanya ada sekitar lima orang, terlalu sepi untuk ukuran bus yang besar. Siwon dan Kyuhyun memilih duduk berdampingan di bangku besar paling belakang. Posisi bangkunya dikelilingi oleh jendela, di kanan, di kiri, juga di belakangnya.

"Siwon, terima kasih" seru Kyuhyun pelan. Siwon menatap Kyuhyun disampingnya yang juga sedang menatapnya.

"Untuk?" tanya Siwon tak mengerti.

"Segalanya.." terang Kyuhyun singkat.

Siwon tersenyum lebar.

"Tak masalah, aku senang bisa pergi bersamamu"

Kyuhyun terpaku. Oh Tuhan, mengapa Siwon tersenyum padanya seperti itu? senyumnya mengembang indah dengan lesung pipinya yang dalam. Tampan. Ia akui Siwon tampan. Baru ia sadari ternyata sorot mata Siwon memancarkan kehangatan. Kali ini ia merasa terjebak dalam pesonanya.

"Kyu? Kau tak apa?" Siwon memanggilnya.

Kyuhyun tersadar bahwa ia tak berhenti menatap Siwon sejak tadi.

"A-ah tidak apa-apa" Ia merunduk malu, mencoba menyembunyikan rona merah di wajahnya. Hening menyelimuti mereka, rasanya nyaman. Kyuhyun mencuri pandang kearah Siwon, ternyata Siwon juga sedang mencuri pandang kearahnya. Mereka berdua saling bertukar senyum kikuk.

Suasana masih saja hening. Laju bus mulai melambat dihadang ratusan kendaraan dihadapannya. Malam terasa dingin, kantuk menyerang Kyuhyun.

Puk

Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Siwon. Mencoba untuk memejamkan matanya.

"Siwon, aku mengantuk. Nanti bangunkan aku ketika sampai ya"

Siwon mengangguk kecil. Ia menyampirkan syal besar yang dipakainya ke tubuh Kyuhyun.

"Ne, good night Kyu.." bisik Siwon ditelinga Kyuhyun.

Sudahlah, biarkan kali ini mereka saling menikmati kebersamaannya. Hal seperti ini belum tentu bisa terjadi di hari-hari berikutnya bukan?

Katakan selamat malam pada Kyuhyun! ^⌔^

.

.

.

TBC

A/N: Annyeooooong! Saya kembali lagi membawa chapter ketiga dari fanfic ini. Fiuuuh, akhirnya saya bisa juga memenuhi hutang saya untuk chapter tiga ini. Mohon maaf apabila chapter kali ini mengecewakan dan amburadul, saya sedang dikejar jadwal yang padat! Huah, saya sibuk sekali akhir-akhir ini sampai-sampai waktu untuk menulis saya menjadi terpakai untuk kegiatan lain. Jadi mohon maaf apabila jadwal posting fanfic ini menjadi terlambat.

Seperti biasa, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya bagi kalian yang masih setia menunggu kelanjutan dari fanfic ini dan terus mensupport saya dalam menulis. Terima kasih juga bagi Guest yang telah memberikan saya saran untuk memperhalus bahasa yang digunakan dalam fanfic ini. I've tried so hard untuk mengurangi rude words yang digunakan dalam fanfic ini. Mohon maaf apabila saran yang anda berikan belum bisa saya terapkan dengan sempurna, saya masih harus banyak belajar utuk bisa menerapkannya dengan baik ^^)v

Semoga kedepannya fanfic ini bisa menjadi lebih baik. Kritik dan saran akan saya terima, apabila ada yang ingin bertanya juga saya persilahkan :)

At least, mind to review?

Sign,

The Bloody Phoenix