A Kaihun Love Story,

Warn! Sehun;Uke, Kai;Seme.

Remake (nyaris) dari Cerita sendiri, Dari cerita SST.. MY BOSS, MY EX-BOYFRIEND.

Rate ; M.

CHAPTER 3; Author Pov.

Kai tidak tau apa yang terjadi pada dirinya, Dia marah atas kelakuan Sehun yang berpura pura tidak mengenalnya, dia marah karena melihat kedekatan Kris dan Sehun yang menurutnya terlalu 'Intim' dan Kai juga tidak tau mengapa dia menelpon orang kepercayaan nya untuk mencari tau informasi mengenai Sehun, Kai muak saat melihat tingkah Sehun yang baik baik saja –secara penglihatan Kai- . Kai menjatuhkan bokongnya pada sofa hitam yang berada di tengah ruangan nya, dia memijat pelan pangkal hidung nya yang entah kenapa terasa pegal.

Saat Kai tengah menenangkan diri dan mencoba mengabaikan rasa pedulinya pada Sehun yang baginya bukan siapa siapa Pintu ruangan nya diketuk 3 kali, Kai menjawab dari dalam mempersilahkan Luna –Salah satu Sekretaris Kai- .

"Apa kau sudah membawa Dokumen yang aku pinta?"Tanya Kai langsung tanpa berbasa-basi terlebih dahulu, Kai menegakkan punggung nya dan menghadap kearah Luna yang menangguk pertanda dia membawa apa yang boss nya pinta, Kai menyuruh Luna untuk membawakan dokumen mengenai Sehun.

"Kemarikan."Perintah Kai lagi, Luna berjalan kearah Kai dan memberikan map bewarna biru kepada Kai.

"Keluar."Suruh Kai tanpa melihat kearah Luna yang mengangguk paham dan menunduk sopan.

"Saya permisi , sajangnim."Ujar Luna sopan dan meninggalkan Kai sendirian, Kai mulai membuka Dokumen yang dia pinta, membaca profile lengkap mengenai Sehun, seperti dimana Sehun tinggal dan pendidikan terakhir serta pengalaman terakhir kerja.

Kai mengerutkan alisnya saat melihat alamat yang tertera disana, setahu Kai tempat tinggal Sehun merupakan tempat yang akan di 'bersihkan' beberapa bulan lalu, tapi karena banyak warga yang mendemo pemerintah tidak bisa melakukan hal itu, Walaupun Kai hampir tidak pernah mengunjungi Korea beberapa tahun terakhi tapi dia tau berita itu, Kai tidak sekalipun melupakan negara kelahiran nya. Kai mengeraskan rahang nya saat fikira fikiran negatif memenuhi kepalanya, perasaan marah Kai semakin meluap, entah untuk alasan apa Kai benar benar marah. Kai meremas kertas yang ada di hadapan nya, fakta Sehun tinggal di lingkukan yang dipenuhi pegawai seks komersil membuat Kai marah, sesuatu didalam tubuh Kai memberentok dan ingin menghancurkan apapun. Kai melempar berkas itu begitu saja kelantai tanpa repot membaca sampai halam terakhir, Kai meraih Jas hitam yang dia lepaskan.

Kai berjalan dengan tatapan tajam dan rahang mengeras, dia tidak tau apa yang dia lakukan , Kai hanya menuruti nalurinya, sampai di basement dapartemen Store miliknya Kai langsung memasuki mobilnya, Kai masuk kedalam mobil dan melajukan mobil Audi A8 miliknya dengan kecepatan sedang.

"Brengsek."Umpatnya kasar entah karena apa.

Seharusnya Kai tidak berada disini,

seharusnya Kai tidak menghentikan mobil mahalnya di pemukiman 'kotor' seperti ini,

Iya, Seharusnya Kai tidak menunggu 2 jam lama nya di depan flat kecil milik Sehun. Kai mencengkramkan jemari tangan nya yang berada pada setir mobil dengan kuat saat melihat secara langsung lingkukan yang Sehun tinggali, bagunan tua di depan Kai sangatlah tidak layak, ada beberapa preman yang sedang menduduki kursi depan gedung, beberapa wanita penggoda yang tidak tau malunya hampir bertelanjang karena keasikan make out.

"Sialan." Dan ini entah sudah keberapa kalinya Kai mengumpat.

Kai menaikkan sebelah alisnya saat melihat mobil sedan yang berhenti didepan gedung, mobil itu berjarak tidak jauh dari mobil Kai terparkir. Kerutan pada aliskan semakin dalam saat mendapati seorang pria yang Kai kenal dengan nama 'Kris' beberapa waktu lalu, Kris berjalan kearah pintu lain dan membuka kan nya, Sehun keluar dari arah pintu dengan seorang anak kecil yang digendong olehnya, anak kecil itu memeluk Sehun erat dan kerutan pada kening Kai semakin kian mendalam.

Kai menatap sinis kearah mereka dan segera melajukan mobilnya, pergi meninggalkan perkarangan gedung dimana Sehun tinggal, Kai seolah tersadar tingkah lakunya yang menggelikan.

"Apa yang kau lakukan."Geramnya pada diri sendiri.

Kai melajukan mobilnya dengan kecepatan 100km/jam, dia bahkan tidak perduli beberapa kendaraan yang mengumpatinya, Kai merasa benar benar ingin menghancurkan sesuatu.

Sehun melangkahkan kakinya dengan Tae Oh yang tengah tertidur dalam gendongan nya, Sehun bahkan mengabaikan tatapan para wanita yang menggoda nya, Sehun itu Gay dan dia benar benar tidak tertarik dengan payudara, tapi walaupun begitu Sehun sangat menghargai para wanita, dia akan tersenyum lembut dan berlalu untuk memasuki flat nya, Bukan keinginan Sehun untuk tinggal di tempat 'kotor' seperti ini, keadaan nya lah yang memaksa. Sehun benar benar harus berhemat untuk menyimpan uang nya, Sehun harus menghidupi putra semata wayang nya, Sehun juga sadar tinggal dilingkungan seperti ini sangat tidak baik untuk tumbuh kembang putranya, tapi mau bagaimana lagi, Sehun harus mengumpulkan sedikit demi sedikit uang nya untuk disimpan, putranya sebentar lagi akan masuk sekolah dasar dan dia tidak ingin Tae Oh menunda Sekolanya hanya karena dia tidak punya uang.

Sehun membaringkan tubuh kecil putranya pada kasur tipis yang ada dikamarnya, flat Sehun sangat sederhana, bahkan di Flat ini tidak ada Televisi dan barang elektronik lain nya, Sehun selalu berfikir itu barang yang tidak berguna untuk dibeli. Sehun melirik jam yang berada pada pergelangan tangan nya, sebentar lagi Sehun akan pergi bekerja di sebuah kafe. Sehun membersihkan dirinya dan membuat makan malam seadanya. Selesai mandi dan menyiapkan makan malam Sehun masuk kedalam kamarnya, Tae Oh bangun tepat saat Sehun hendak menghampirinya, Tae Oh menguap dan mengusap kedua matanya, dengan mata yang masih mengantuk Tae Oh merentangkan kedua tangan nya minta di gendong.

"Appa."Suara Tae Oh parau, Sehun terkekeh kecil dan sebelum membawa Tae Oh kedalam gendongan nya, Sehun menciumi wajah anaknya dengan gemas.

Usai membersihkan wajah Tae Oh, Sehun membawa Tae Oh menuju meja di tengah ruangan , tidak ada meja makan di flat Sehun hanya ada meja kecil yang cukup untuk 3 atau 4 orang.

"Tae Oh tidak apakan kalau Appa tinggalkan bersama Daddy Kris?"Tanya Sehun saat memperhatikan Tae Oh yang tengah mengunyah nasi nya, Tae Oh menangguk dengan kedua pipi yang di penuhi makanan, Sehun mengelap sudut bibir anaknya yang ada beberapa biji nasi disana.

Sehun tersenyum hangat lalu dia memasukkan beberapa lembar roti yang dia beli 1 minggu lalu.

Usai makan Sehun membereskan piring kotor dan mencucinya, Sementara Tae Oh hanya mengekori Sehun kemanapun, Anak itu bercerita banyak hal dan Sehun menanggapinya dengan sesekali. Ketukan pintu pada flat kecil Sehun membuat Tae Oh berlarian untuk segera membukanya, Sehun mengelap sisa air yang berada pada kedua tangan nya, Sehun berjalan menuju pintu untuk menghampiri Tae Oh.

"Kau benaran tidak bisa makan malam denganku Sehun?"Tanya Kris kecewa, Sehun menatap Kris menyesal.

"Aku lupa kalau aku sudah mengambil jatah liburku lusa kemarin. Dan maaf merepotkanmu Kris."Ujar Sehun menyesal. Sehun dan Kris itu berjarak beberapa tahun tapi Kris bersikeras untuk dipanggil 'Kris' ketimbang Hyung.

"Its Okay Hun. Aku akan membawa Tae Oh pulang jika jam kerja malam mu habis, hubungi aku agar aku datang untuk menjemputmu."Ujar Kris pada Sehun, Sehun hendak membantah namun dia melihat Kris yang menatapnya tajam.

"Tidak ada bantahan." Sehun hanya menangguk dan segera dia mempersiapkan diri nya sendiri.

"Ah, jika Tae Oh tidak bisa tid-"

"Jika Tae Oh tidak bisa tidur, buatkan segelas susu coklat hangat, Aku paham hun, aku masih ingat." Potong Kris langsung melanjutkan ucapan Sehun, Sehun tersenyum secara reflek dan mengucapkan terima kasih.

Kris dan Sehun berhenti di sebuah kafe yang buka 20 jam, usai mengucapkan selamat malam pada Tae Oh dan Kris serta mengucapkan untuk tidak nakal pada Tae Oh, Sehun segera keluar dan berlari kecil menuju kafe tempatnya bekerja.

Sehun masuk kedalam kafe dan di sambut hangat oleh beberapa rekan kerja nya.

"Apa aku terlambat Hyung?"Tanya Sehun pada Minseok –bos sekaligus Barista di tempatnya bekerja-

"Tidak sama sekali Hun."Jawab Minseok, Sehun mengangguk paham lalu mengambil alih kasir yang sebelumnya dijaga oleh pegawai pagi.

"Aku akan membayar hutangku minggu lalu."Ujar Sehun berbicara pada Minseok yang berada disamping nya.

"Huh? Kau tidak ada hutang Hunna."Gumam Minseok dan diiringi dengan senyum khas nya.

"Minggu lalu Hyung memberikan 1 kaleng susu untuk Tae Oh, walau aku tidak mempunyai uang untuk membayarnya aku akan membayar dengan cara lain, aku akan pulang sampai kafe tutup Hyung."Jelas Sehun panjang lebar, Minseok hendak protes namun Sehun mengeluarkan jurus puppy padanya, Sehun sangat manis jika mengeluarkan jurus itu.

"Please biarkan aku membayarnya Hyung."Mohon Sehun.

"Baiklah baik, kau menang. Dasar, aku tidak tahan dengan kemampuan puppy seperti itu. Kau tau kelemahanku." Dan Sehun akan membalas dengan senyum bangga miliknya.

Kai hanya menatap datar kearah kertas yang baru saja dia buka, orang kepercayaan Kai sudah berhasil mengumpulkan data data mengenai Sehun. Usai menyuruh orang itu pulang Kai kembali berkutat pada berkas yang bahkan lebih penting ketimbang berkas kerja sama bernilai milyaran won yang sendari tadi di abaikan nya..

Kai membaca kalimat demi kalimat dengan teliti.

Kai menatap tidak percaya kearah lembaran yang dia baca, itu hanya sebuah tulisan tapi bisa membuat Kai marah sangat marah.

Suami: Oh Se Hun.

Istri : -

Anak : 1. Oh Tae Oh.

Kai ingin marah mengetahui fakta bahwa Sehun sudah memiliki seorang anak, wajah Kai kian datar dan dingin. Ini sudah pukul 1 pagi dan dia masih diam tidak melakukan apapun.

"Jadi bocah yang aku lihat tadi anaknya?"Monolog Kai.

Menyadari hal itu Kai berdiri dan meraih kunci mobil miliknya.

"Brengsek kau Oh sehun, Sialan!"Makinya kesal, Kai marah pada Sehun yang dengan seenaknya memasuki kehidupan nya 'Lagi'

Kai tanpa sadar mengemudikan mobilnya menuju tempat tinggal Sehun, Kai tertawa sinis saat hendak memutar kembali mobilnya bermaksud untuk pulang Kai melihat Sehun yang baru saja keluar dari mobil yang sama seperti sore kemarin, mobil yang mengantar Sehun pulang, mobil milik Kris.

Kai turun dari mobilnya begitu saja saat mobil milik Kris sudah menjauh dari perkarangan tempat Sehun tinggal, Kai melihat Sehun yang menaiki tangga menuju lantai 2.

"Berhenti disana Sehun."Ujar Kai dingin, Sehun menolehkan kepalanya kebelakang dan secara reflek Sehun membenamkan wajah Tae Oh kedalam dadanya,Sehun mendekap Tae Oh dengan erat tidak membiarkan pria yang berdiri di depannya melihat wajah Tae Oh.

"Aku tidak tau kau semurahan itu Sehun."Geram Kai tertahan. Kai menggeram marah dan melangkah menuju kearah Sehun, dengan keberanian yang ada Sehun menatap Kai.

"Maaf tu—"

"Jangan berpura pura tidak mengenalku, aku tau kau tidak ada riwayat amnesia."Potong Kai tajam, Sehun yang semula menatap Kai dengan wajah polos dan seolah tidak saling mengenal kini menatap Kai datar.

"Apa yang kau inginkan?"Tanya Sehun datar.

Kai menyeringai saat melihat perubahan sikap Sehun, dia mendekat kearah Sehun dan menatap Sehun tajam tepat di manik matanya.

"Kau baru saja menghabiskan malam dengan pria itu? Cih. Kau memang murahan sehun."Ujar Kai kejam, Sehun yang mendengarkan kalimat tajam dan tidak beperasaan yang terlontar dari mulut Kai hanya diam, rasa sakit yang dia rasakan masih sama. Kai selalu bisa menyakiti perasaan nya sedemikian rupa dari segala sisi, Kai masih memegang kunci untuk menghancurkan hati Sehun yang sudah terluka sejak dulu.

"Aku memang seperti itu, aku menjual diriku pada pria kaya tua dan wanita tua yang kesepian. Aku memang jalang yang bertugas memuaskan pelangganku, begitulah caraku untuk hidup—"Sehun menahan tanggis yang hendak keluar begitu saja, lalu melanjutkan kembali ucapan nya "Apa kau menemuiku untuk melihat bagaiman pelacur sepertiku memuaskanmu? Kau ingin menyewaku? Kau harus tau, aku meminta bay—"

Plak.

Belum sempat Sehun menyelesaikan ucapan nya, satu tamparan keras Sehun dapatkan lagi di tempat yang sama seperti beberapa tahun silam, bahkan rasa panas tangan Kai yang menamparnya dulu masih terasa, Sehun tersenyum sinis dan membiarkan perasaannya kian terluka, bagi Sehun dia itu sudah tidak ada harga dirinya, Sehun begitu marah saat mengetahui Kai menyelidikinya, Sehun begitu takut saat tau Kai yang berusaha mengetahui kehidupan nya, Sehun takut jika Kai tau siapa Tae Oh sebenarnya.

"Aku tidak akan sudi menyewa pelacur murahan sepertimu."

Dan dengan itu Kai meninggalkan Sehun, Sehun menahan rasa sakitnya dan semakin memeluk tubuh Tae Oh. Tae Oh putranya.

Sehun mengelus pucuk kepala putranya yang sedikit terganggu namun Tae Oh masih enggan membuka mata, putranya tertidur dengan nyaman dalam pelukannya.

"Maafkan Appa hm, Papamu tidak jahat, dia hanya tidak bisa mengendalikan emosinya."Ujar Sehun berbisik ditelinga Tae Oh yang jelas jelas tidak akan mendengarkan nya, Tae Oh tertidur dengan pulas.

Sehun tetaplah Sehun, dia akan menjadi Ibu dan Ayah yang baik untuk anaknya, Sehun tidak pernah sedikitpun menjelek jelekkan Ayah kandung putranya. Sehun memang mengatakan pada Tae Oh bahwa Ayah kandungnya sudah meninggal, Sehun tidak menyesal sudah memberitahukan kebohongan itu pada Tae Oh.

UGH TOO BAD.

Thank udah kasih review, udah follow ini cerita dan mungkin ada yang favorite ini hehe.

Makasih banget ya, ugh. Ini chapter memang aneh, sebenernya dan seharusnya di chapter ini kai pov, tapi karena ada reader yang bilang bagusan normal pov (author pov) jadi aku coba, dan gzz rasanya aneh, aku ga terbiasa pake pov seperti ini, jadi untuk kedepan nya biar aku nyaman juga, aku pake pov Sehun/Kai ganti gantian, jadi ga Sehun terus kok. Oiya ini ff nya update agak lama, walaupun remake dari cerita sendiri tetep aja aku ga terlalu punya banyak waktu luang, cerita aku di wattpad terbengkalai semua dan aku juga ank semester 7 yang mengharuskan buat propasl skripsi dalam waktu dekat, gzz dan aku belum buat sehurufpun *curhat. Jadi mulai sekarang, ff ini slow update ya, yang nunggu makasih banget yang enggak juga ga papa hehe, makasih ya.

Selamat idul adha btw.

12 September 2016

12.50 wib