KOBANWA MINNA ! *teriak pake toa minjem (nyolong) dari masjid di perumahan

Mii-chan kembali dengan fic gaje yang menumpahkan rasa peri kefujoshian (?) mii-chan

Tonikaku, mii-chan minta maaf karena lama (banget) ngapdet fic ini T_T ya abis mau gimanain lagi T_T semester 1 udah bagus nangkring di pringkat 2 pas tngh semester 2 malah jadi nomer 2 trus itu dijabarkan (?) jadi… yak tongkat ada dua berjejer alias sebelas T_T *nangis guling-guling* trus juga.. LAPTOPKU RUSAK LAGIII AAAA! Ini aja buatnya pake laptop aji ._.v *nangis gigit kepala Labrador /dibantai Lab FG

Yah malah curcol -_- (ditabok readers)

Nah, saya mau bales review untuk chapter 4 dulu. Walau Cuma 1 gapapa deh yang penting dpt review daripada nggak ? XD

Hime Sakura Green : Haiiiiii *tebar mimineko* /slapped. Makasi udah mau review ya :D hehe, senyum2 sendiri? Wah gomen fic ini emng bisa merusak kewarasan XD tenang aja gakc Cuma Frau sm teito kok D yg lain jg ada. Ininih udah apdet :D

Yosh sekarang mulai yaw

WARNING: Di chapter ini bakal ada OC saya sendiri :D. Fic ini ada unsure shounen ai jadi fic ini saya persembahkan bagi kalian para readers sekalian, terutama yang fujoshi XD

Disclamer : hey minna, saya kasi tau ya. Sebenernya Amemiya Yuki sama Ichihara Yukino-sensei itu kakak (hayalan) saya loh :o jadi 07-Ghost itu juga punya saya (duo Yuki : APA? SAPA LU ANAK BEJAT NGAKU-NGAKU ADIK! *dilempar uwabaki*) kagak -_- saya bukan adik mereka jadi 07-Ghost punya mereka XD tp fic ini punya mii-chan dong XD *ketawa iblis*

.

.

.

Chapter 5 : First Day at School! Inspection makes Disaster and New friend!

KRING! Suara alarm yang merusak mimpi indah manusia yang bertampang hard seme berbadan sixpack mengamuk dengan ganas sehingga mau tidak mau manusia tersebut bangun dari mimpinya dengan iler yang membentuk Jepang dikasurnya (Frau: maksudloh author bejat? *asah golok*)

"Cih alarm sialan ngeganggu aja padahal masih jam setengah 7 jugaan" umpat orang itu sambil menuju ogah-ogahan ke kamar mandi

Setelah dia selesai mandi, dia baru ingat mengapa ia memasang alarm sepagi itu. Ternyata sekarang ada inspeksi dari Osis bagi murid-murid selaku hari pertama sekolah. Dasar pikun *ditebas sabit Zehel*

Setelah dia berganti baju, berhias (?), sarapan, Frau pun pamit pada orang tuanya dan langsung cuss ke sekolah dengan berjalan kaki,' lumayan untuk ngurangi global warming sama ngehemat uang bensin untuk beli buku ecchi gitu' pikir si mesum berambut pirang ini. *dilempar Frau*

Setibanya di sekolah, sekitar pukul setengah 8, sudah banyak OSIS yang berdatangan bahkan hampir semua.

"Oi Frau cepat sini bantu aku mengecek kelas, dan jika ada yang kurang seperti bangku yang kurang tolong ditambahkan ya" seru Xing Lu saat Frau tiba di hadapannya

"Hai hai ketua bawel" jawab Frau sambil mengambil data kelas yang perlu ia cek dari tangan Xing Lu

"Cih" gumam Xing Lu saat dibilang bawel oleh Frau. Tapi dia tidak mau berdebat dengannya,

' masa sudah mau dibantu malah diajak berantem? Ga elit banget kali ya, seorang aku yang punya banyak FG disekolah gatau trima kasih sekali' pikir Xing Lu dengan narsisnya sambil senyum-senyum sendiri sehingga seluruh anggota yang ada diruangan itu ingin menelpon rumah sakit jiwa di Bangli (jauh banget) untuk memesan satu ruangan khusus bagi sang ketua.

Baiklah lupakan para osis gaje disekolah itu. Sekarang mari kita lihat suasana di kediaman Raggs Klein

Kita intip ke kamar Eve dulu (Eve: Apalo ngintip2 hah? Fans ya?)

-Kamar Eve-

Terlihat seorang anak perempuan yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sedang berganti pakaian sambil bernyanyi-nyanyi lagunya Kanon Wakeshima yang "Suna no Oshiro" (ketahuan ni authornya lagi VK addict). Ditengah-tengah nyanyiannya, suara Blackberry Dakota nya yang sedang dicharge di lubang hidung sang stop kontak yang malang karena ditusuk membuatnya untuk menghentikan kegiatannya.

Dia pun menghampiri handphonenya itu dan ternyata.. ADA BBM DARI TEMANNYA SODARA-SODARA (readers: gitu aja heboh -,-) isinya,

"Eve-chan, bisa ke sekolah sekarang tidak? Aku kesepian nih -.-"

Eve pun menjawab, "Lah ngapain kamu disekolah jam segini Razet-chan? ._."

Dibalas, "Yah mau digimanain lagi. Rumah aku jauh dari sekolah, harus naik mobil sama nii-chan kalo ke sekolah, dan sekarang ada inspeksi osis jadi nii-chan mesti pagi-pagi,haduhh~"

Eve yang membaca itu langsung kaget sekaligus senang karena dia tau sekarang ada inspeksi jadi dia tidak boleh bawa yang aneh-aneh ke sekolah dan harus rapi. Setelah dia ber "yes-yes" ria dia membalas pesan Razette

"Oke, I'll be there soon, juga cuma tinggal sarapan aja nih, oke tunggu ya razet-chan :D"

Dan dijawab, "Okay, see u later Eve-chan :D"

Setelah itu, Eve langsung menyambar tasnya, iPod, hp dan blazernya sambil dia berlari ke kamar Teito.

Sesampainya di depan kamar Teito, dia langsung menggedor pintu dan berkata dia akan sarapan karena mau cepat-cepat kesekolah. Tanpa menunggu jawaban Teito yang sedang berganti baju sambil nyanyi-nyanyi lagu Take Off nya 2PM, Eve langsung ngacir ke bawah untuk sarapan (me: Kakak sama adik sama aja nyanyi mulu pagi-pagi ._.)

-skip waktu Teito ganti baju karena dia lelet *dibakar Tei-chan* dan waktu sarapan keluarga Raggs Klein soalnya gaada yang menarik, ya sunyi senyap sampe suara ayam tetangga kedengeran sampe situ-

"Okaa-sama, Otou-sama, kami berangkat! Jaa matta nee~" Seru Eve dan Teito bersamaan.

Mereka hari ini memutuskan untuk berjalan kaki saja ke sekolah, Eve malas membawa motor atau mobil, demikian juga Teito, menghemat bensin gitu biar bisa beli buku music asli karangan Mozart. Lagipula kemarin mereka agak lama di jalan di mobil karena sedang macet. Sebenarnya bisa 10 menit ditempuh, dan mereka hanya membutuhkan waktu 20 menit dengan berjalan kaki ke sekolah.

Di jalan Teito pun bertanya,

"Nee-chan, kenapa kita jam segini ke sekolah? Kan masih jam 8 lebih 15" Tanya Teito sambil melirik arloji yang melingkari pergelangan tangan kirinya

"Hehe, itu sih karena nee-chan disuruh Razet-chan untuk ke sekolah sekarang, kasihan dia sendiri di sana, hehe" jawab Eve sambil cengengesan

"Huh, tau gitu aku gak ikut deh mending nonton Spongebob dulu dirumah" jawab Teito sambil menggerutu

"Yah, gomen-gomen, hehe, hei hpmu bunyi tuh" seru Eve sambil menunjuk hp Teito yang led nya menyala

"Ah iya!" seru Teito sambil mengambil hpnya.

"Whoa email dari Hakuren nih" seru Teito kegirangan kayak anak baru dapet balon gratis

"Isinya?" Tanya Eve sambil memainkan iPod touchnya, mencari lagu bagus.

"Gini nih, Oi Teito aku udah ontheway sekolah ni, k skolah yuk, skalian keliling-keliling skolah biar ga kesasar nantinya :D" kataTeito sambil membaca email Hakuren

"Tuh kan! Gaada ruginya kamu ikut nee-chan ke sekolah jam segini, Hakuren-kun aja udah ontheway ke sekolah tu" seru Eve sambil mengacak rambut Teito

"Aah nee-chan yamete yo! Malu tau diliatin orang, emang aku anak kecil apa" jawab Teito sambil merengut karena tidak terima rambutnya diacak-acak oleh Eve

"Aku bales email Hakuren dulu nee-chan" sambung Teito

Isi email Teito

"Yo Hakuren, iya aku udh di jalan ni udah deket sekolah malah, kamu dimana ?"

SEND, setelah menekan tombol itu tidak sampai 5 menit sudah ada balasan dari Hakuren

"Aku lagi di lampu merah Teito-kun , kira-kira lagi 10 menit aku sampai disana :D"

Dijawab Teito,

"oke, aku tunggu di taman dekat patung pancoran :D"

Dibalas Hakuren,

"Sipp"

Tepat saat Hakuren membalas email Teito, mereka (Eve dan Teito) sudah tiba di sekolah dan di gerbang sudah berjaga 16 besar OSIS 07 Ghost Academy dan Razette.

" Razet-chan, Xing Lu-senpai, Ilyusha-nii, Frau-senpai, minna-san, Ohayou gozaimasu" sapa Eve sambil membungkukkan badannya 45 derajat.

Melihat kakaknya seperti itu. Teito pun ikut menyapa para osis yang ada disana

"Ohayou Eve-chan"

"Ohayou Eve-san"

"Ohayou Eve"

"Ohayou Teito"

"Ohayou Teito-kun"

"Ohayou"

"Ohayou.. Kuso gaki"

Sapaan terakhirlah yang membuat Teito kesal.

"KUSO GAKI JANAI!" seru Teito di depan orang itu.

"Hm? Ada masalahkan? Masi untung aku membalas sapaanmu, K-U-S-O-G-A-K-I" Jawab Frau enteng sambil menekankan kata 'kuso gaki'

"Cih, dasar senpai mesum" seru Teito dengan semangat 45 sampai salivanya muncrat ke muka Frau *di lempar ke Mars sama FrauTei*

"Apa katamu!" seru Frau sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Teito dengan tatapan mesum (mii-chan : HAYO! CIUM CIUM CIUM ! *digaplok readers)

Xing-Lu, Ilyusha, Eve yang sedari tadi memperhatikan salah satu duo seme-uke favorit mii-chan hanya tertawa-tawa seperti orang kesurupan (?). Teito yang sadar daritadi ditonton dan difoto oleh Ilyusha langsung misuh-misuh sendiri dan berkata pada kedua kakaknya yang bejatnya minta ampun

"Ilyu-nii!Eve-nee! Anata tachi ! Adik sendiri gadibela malah diketawain" ambek Teito pada kedua kakaknya yang sukses menjahilinya kemarin

"Hahahahahahahahaha.. Gomen Teito-kun, habisnya lucu saja ngeliat kalian gitu" jawab Ilyusha sambil tertawa

"Iyaiya betul betul betul" sambung Eve dengan logat upin-ipin (sejak kapan Eve jadi Upin-Ipiners (?) *eh)

Mereka kembali tertawa sehingga anggota osis lainnya berpikir 'Dih, ketua, wakil ketua, sekretaris osis pada ga bener semua ya. Satu kenarsisan, satu ecchiners (?) kelas kakap, satunya suka ketawa kayak orang gila. Perlu telpon rumah sakit jiwa untuk booking kamar lagi 2 nih'

"Kaliaannnnnn!" seru Lance dengan tatapan horror pada Trio osis gaje + Eve + Teito

"A.. Apa?" Tanya Xing Lu sambil mundur sedikit karena ada macan berponi seperti sulur akan menerkamnya *di lempar bakiak sama Lance*

'Fyuh, untung ada bendahara yang beres disini, arigatou Lance-kun, sekarang jinakkan mereka sehingga kita bisa melanjutkan sidak ini' pikir osis lain dengan background musim semi yang indah

"KALIAN NIH LOO! GILA-GILAAN GAK NGAJAK AKU YA! GAK SK ALIAS SETIA KAWAN KALIAN!" teriak Lance dengan gaya lebaynya kearah Trio osis gaje + Teito + Eve

"E..EH?" seru Trio osis gaje + Teito + Eve sambil bersweatdropped ria

'GUBRAK! Ternyata 4 orang yang berperan sangat penting di osis pada gak beres semua' pikir anggota osis lainnya sambil berjawdropped

"Oioioioi! Kalian ini, ayo kita lakukan sidaknya sekarang, perdebatan kalian sudah memakan waktu 15 menit" seru Libelle dengan tatapan horror ke semua anggota Osis, maklum gitu, Sang Seksi Kedisiplinan Osis ini terkenal paling galak. Libelle berkata horror begitu tepat saat Hakuren & Shuuri datang sehingga mereka hanya cengo tidak mengerti situasi sekarang.

"Yosh, ayo kita lakukan, nah kau anak yang berambut pirang pucat panjang kemari, yang lagi satu kau ikut Ilyusha, Teito kau ikut Frau, Eve kau ikut Libelle dan Razette ikut Athena" seru Xing-Lu mengambil alih komando

"Lah aku gimana?" Tanya Ilyusha dengan tampang polos sepolos-polosnya anak kecil sehingga membuat Xing-Lu ehemsaltingehem"

"A..Anoo, kau tangani saja anak yang baru datang itu, nah lihat kan?" jawab Xing-Lu sambil menunjuk Ouida yang baru datang.

"Oke, minna-san, kalian berjaga lah disana ya, tunggu anak yang lain datang ya" seru Iyusha pada anggota lainnya

"Haik Ilyusha-kun/Ilyusha/Krat-kun" jawab para anggota osis dengan bervariasi panggilan bagi sang cowok cantik ini"

-suasana penyidakan Frau x Teito-

"O..oioi! kita mau ngapain senpai mesum?" seru Teito sambil berusaha melepaskan tangannya yang dipegang Frau

"Aku akan menyidakmu kuso gaki, sekarang sini berikan tasmu" jawab Frau sambil mengambil tas Teito

"Hey santai dong ah!" jawab Teito kesal karena tasnya di ambil

"hm.. sepertinya kau tidak membawa yang aneh-aneh ya kuso gaki" kata Frau dengan enteng

"iyalah, emang yang aneh-aneh tu maksud senpai apaan sih?" Tanya Teito balik

"Ya kan bisa aja kayak pistol, pisau, golok dan alat-alat psycho lainnya untuk ngebunuh orang" jawab Frau dengan polos serta ketawa psycho (?) (maksudnya apaan nih-,-)

"Sialan, mungkin yang bawa begituan mah senpai" jawab Teito tidak terima dirinya dibilang psycho oleh Frau.

"Hey! Gak ya! Aku gak gitu dasar gaki !" balas Frau

"GAKI JANAI !" seru Teito dengan kesal

Dan dimulailah lagi perang dunia ke-3 antara Frau Birkin vs Teito Raggs Klein

-skip waktu perang-

"Udahan ah! Capek tau adu mulut terus!" seru Teito sambil minum air pancoran (?) salah, maksudnya air minum merek Aua

"Yang ngajak rebut duluan siapa juga.." balas Frau sambil bersiul-siul

"Kauu! Huh, sudahlah, aku lagi tidak ingin adu mulut lagi. Jaa nee senpai mesum" jawab Teito sambil mengambil tas, biola, dan buku musiknya yang lupa dimasukan ke tasnya.

"Gaki yang menarik.." gumam Frau sambil senyum-senyum sendiri setelah Teito ke kelasnya.

"Hei Frau, kau darimana saja sih? Lama banget nyidak si Teito, ayolah masih banyak siswa lain yang belum disidak" protes Xing-Lu pada Frau saat dia datang

"Iyaiya gomen" jawab Frau sambil menghampiri salah satu murid yang baru datang.

-skip waktu sidak-

-di kelas Teito-

"ano.. Kau, Klein-san apakah tempat duduk di depanmu kosong?" Tanya seorang anak perempuan berambut pendek, beriris lavender dan berambut merah (bayangin aja kushina versi rambut pendek)

"Ah iya, di depanku kosong, silahkan duduk disana.. umm, Namikaze Shizuka-san" jawab Teito

"Shizuka saja, yoroshiku Klein-san" jawab Shizuka

"Yoroshiku juga Shizuka, just call me Teito" jawab Teito sambil berjabat tangan dengan Shizuka

"Jadi.. Kau bermain instrument apa Shizuka-san?" tanya Teito

"Aku bermain piano Teito-kun, hehe" jawab Shizuka

"Piano? Sugoii, kapan-kapan kita duet ya lagu Romance in F major op. 50 nya Beethoven sama aku" ajak Teito

"Baiklah Teito-kun, kebetulan aku juga sudah mempelajari lagu itu" jawab Shizuka dengan senang

"Hehe, oke Shizuka-san" balas Teito dengan senang

"Baiklah semua, kelas akan dimulai dan saya akan mengumumkan sesuatu yang penting, tolong duduk ke tempat masing-masing" kata seorang pria yang baru saja datang ke kelas sebagai wali kelas Teito yang baru alias pamannya sendiri yang bernama Fea Kreuz

"Haik sensei" seru semua serempak.

"Sekarang, kita akan mengadakan pemilihan ketua kelas, ada yang berminat menjadi calon?" tanya Kreuz-sensei. Beberapa orang mengancungkan tangan termasuk Shizuka. Dan mereka segera mengadakan pemilihan. Yang terpilih adalah Shizuka-san

Setelah mengadakan pemilihan ketua kelas. Kreuz-sensei meminta semua yang ada dikelas untuk mencari partner ruang music. Boleh cewek-cowok asalkan bisa diajak kerja sama. Karena Teito belum mengenal siapapun di kelasnya selain Shizuka. Dia pun mengajak Shizuka dan Shizuka setuju. Saat digoda anak-anak lainnya. Teito dan Shizuka hanya menatap horror dan berkata "Kami memilih berkelompok bersama karena kami sudah kenal dan sudah punya janji untuk berduet piano-biola ya -,-"

Dilanjutkan dengan pembagian buku, pendataan instrument-instrument siswa. Dan juga pendataan club. Di sekolah ini ada club olah raga (ingat, disekolah ini juga ada pelajaran olah raga lho), club music classic (orchestra juga termasuk disana), club jazz, club music rock, club band, club berkebun, dll.

Setelah itu, didadakan pembagian buku. Oh iya, sebelum itu, for your information aja, tadi diadakn pendataan instrument-instrument para murid itu karena nanti mereka akan mendapat buku khusus tentang alat music mereka, seperti bagaimana cara merawat yang benar, dll yang lebih mendetail.

-skip waktu di kelas-

-waktu istirahat-

"Hoii Teito! Sini-sini!"

Teito yang merasa namanya dipanggil mencari darimana asal suara gaib(?) yang memanggilnya itu. Ternyata, Hakurenlah yang memanggilkan, mengajaknya untuk makan siang bersama. Saat tiba di meja Hakuren, sudah ada Shuuri, Ouka, Ouida.

"Haii Teito, kau itu bersama siapa?" tanya Ouida to the point sambil menunjuk kea rah Shizuka

"Oh dia, itu dia adalah temanku di kelas, namanya Namikaze Shizuka."

"Yaaa~ Yoroshiku minna-san" sapa Shizuka dengan ceria

"Konnichiwa Shizuka-san, boku wa Hakuren Oak desu"

"Atashi wa Roseamanelle Ouka Barsburg desu"

"Boku wa Ouida Takahiro desu"

"Boku wa Shuuri Oak desu"

"Nah mari Shizuka-chan begabung dengan kami, yak itadakimasu" seru Ouka bersemangat.

-setelah semua selesai makan-

"Teito-kun, kelasmu berpasangan sama kelas apa dalam pembagian ruang music?" tanya Ouka

"Ha? Dengan kelas apa? Ya dengang murid kelasku sendiri lah, memangnya kenapa?" jawab Teito heran

"Lho? Gak dipasang sama kelas lain?" tanya Hakuren heran

"Nggak tuh, malah aku sama Teito seruangan lagi" jawab Shizuka sambil minum c*ca cola miliknya

"Kok bisa ya? Kelasku pasangan sama kelasnya si Ouida, kelasnya Hakuren sama Ouka" tanya Shuuri heran

"Mungkin karena ada 7 kelas jadi yang bisa tuker-tukeran partner kelas gitu Cuma 6 kelas, jadi anggep aja kelas Vertrag itu special" jawab Ouida dengan teori sekenanya (?)

"Bisa aja sih, berarti aku murid kelas special dong, hahahahaha" seru Shizuka dengan hidung yang mulai kayak pinokio

"Huuu Shizuka-chan ini! Awas tuh hidungnya tambah panjang lagi lho kalo sombong-sombong mulu! Dasar PINOKIO !" ledek Ouka

"Huh dasar Ouka-chan =3" seru Shizuka sambil melempar sampah bekas kaleng c*ca colanya kearah Ouka

"Hei! Kau ini!" seru Ouka sambil melempar balik

Terjadilah perang lempar-lemparan botol c*ca cola di kantin itu membuat keempat laki-laki yang duduk disana tertawa

"eh iya! Di kelas kalian juga disuruh milih partner gak ?" tanya Shizuka sambil menghindar dari lemparan kaleng Ouka

"Hm? Iya, di kelas kami juga, karena berpasangan dengan kelas Randkalt dan yang aku kenal disana Ouka jadi aku berpasangan dengan dia saja" kata Hakuren dengan muka yang agak memerah

Tunggu..

Apa..?

ME-MEMERAH? Seorang Hakuren Oak blushing karena seorang Roseamanelle Ouka Barsburg? Wah, gossip baru sodara-sodara XD ada kisah cinta baru disekolah ini XD hohohoho

Back to the story

"Hehe iya aku sama Haku-kun ruang musiknya" kata Ouka sambil cengengesan

"Eh, Haku-kun kenapa mukamu memerah? Sakit ya? Kalo sakit mending kita gausah latihan aja nanti gimana?" tanya Ouka bertubi-tubi sambil mendekatkan dirinya ke Hakuren

"E..eh A.. anooo.. Nggak kok Ouka-chan, aku nggak apa-apa tenang aja" jawab Hakuren dengan gugup

Teito, Shuuri, Shizuka, Ouida yang sudah tau gejala-gejala "penyakit" Hakuren hanya tertawa sambil menepuk pundak Hakuren

Ouka yang emang loadingnya ehemleletehem plus ehemgakpekaehem jadi Cuma mangut-mangut aja dan lanjut lempar-lemparan kaleng sama Shizuka dan para laki-laki sedang sibuk dengan "boys talk" mereka hingga bel berbunyi menandakan para murid harus ke ruang music

"Ouida-kun, Shuuri-san, Hakuren-kun, Ouka-chan, kami akan ke ruang music, jaa matta ne" seru Shizuka sambil menyeret Teito ke kelas untuk mengambil partitur music serta biola dan tas mereka

-di ruang music-

"Woowww, ruang musiknya kerenn~" seru Teito dengan kagum memandang ke seluruh ruangan

"Lho emang kamu kemarin ga diajak masuk ke sini?" tanya Shizuka dengan heran

"Nggak, kamu?" tanya Teito balik

"Diajak dong, aku kan rombongannya Xing-Lu senpai jadi aku diajak ke salah satu ruangan di lantai 3" jawab Shizuka dengan bangga

"Oh gitu ._.v yasudah ayo kita mulai latihannya, aku mau menyetel biolaku dulu dan aku nggak bawa garpu tala. Bisa kamu jadi garpu talaku Shizuka-san?" tanya Teito

"Tentu saja!" jawab Shizuka sambil menuju ke piano

"Jadi kita mulai dari nada apa ? G ?" tanya Shizuka sambil menekan tuts piano pada nada sol atau G

"ya boleh, selanjutnya ayo" seru Teito

"oke boss" jawab Shizuka

Setelah selesai menyetel biola Teito, mereka pun berlatih lagu Romance in F major op. 50 karya Ludwig Van Beethoven.

Kita abaikan saja dulu itu latihan mereka. Kita focus ke latihan OukaxHakuren

"Nee~ Haku-kun kita mau main lagu apa nih?" tanya Ouka sambil membolak-balikkan buku partitur musiknya

"Entahlah, kau mau apa?" tanya Hakuren sambil membolak-balikkan partitur musiknya juga padahal dia melamun, pikirannya melayang-layang gak jelas

"Gimana kalo kita milih bareng aja dulu?" seru Ouka membuyarkan lamunan Hakuren

"Haa? Oh, okelah" jawab Hakuren

Lalu mereka duduk di kursi piano bermodel upright (piano dinding yang kecil itu bukan grand piano segitiga). SATU KURSI BERDUA SAUDARA-SAUDARA! Dengan partitur music di paha Ouka dan Hakuren duduk disebelahnya.

"Gimana kalo ini nih? Silent night?" tanya Hakuren

"Gamau ah, itu kan lagu natalan" jawab Ouka

"Yaudah, kalo gitu, gimana kalo ini nih?"tanya Hakuren sambil menunjuk partitur music berjudulkan Canon in D Major karya Johann Pachelbel

"Itu kita pake pas ujian semesteran aja gimana? Kan bagus lagunya siapa tau jurinya terkesan" jawab Ouka

"Nah terus apa dong?" tanya Hakuren

"Kita ga mesti bawain lagu classic kan? Lagu biasa juga boleh asal bisa dimainkan dengan duet aja kan?" tanya Ouka balik

"Iya sih, kalo gitu.. " jawab Hakuren

"Gimana kalo SNOW FAIRY punya Funkist aja?" seru Hakuren dan Ouka bersamaan sambil menunjuk partitur music berjudulkan "Snow Fairy duet Flute and Viola version". Saat menunjuk, tangan mereka berdua tidak sengaja bersentuhan membuat rona merah di pipi Hakuren dan Ouka sukses keluar.

"Ah.. Umm, oke Haku-kun, kita ini aja ya" kata Ouka dengan muka memerah.

"I-iya.." jawab Hakuren dengan muka memerah juga

Walau muka mereka memerah, tangan mereka masih berada diatas partitur dan posisi tangan mereka sama saat tidak sengaja bersentuhan tadi. Tangan Hakuren masih berada di atas tangan Ouka. Such a romantic scene.

-pulang sekolah-

"Yosh minna, aku pulang dulu ya, jaa nee~" pamit Teito pada teman-temannya.

"Jaa nee Teito-kun" seru mereka bersamaan

Teito pun berjalan pulang bersama Eve

-sesampai di rumah-

"Tadaimaaaa" seru Eve dan Teito bersamaan

"Okaeri Eve-chan, Tei-chan, cepat ganti baju sana. Kenapa kalian baru pulang jam segini? Ini kan sudah jam 4 sore" tanya ibu mereka

"Hehe, ngadem bentar di sekolah okaa-sama, panas banget tadi soalnya,hehe" jawab Eve sambil cengar-cengir sendiri

"Astaga, Kaa-san kira kalian kemana gitu, ternyata malah ngadem di sekolah. Yasudah ayo sana ganti baju dulu"

"Haik Okaa-sama" jawab Teito dan Eve bersamaan

-di kamar Teito-

Terlihat Teito sedang mengaduk-ngaduk isi tasnya. Sepertinya dia sedang mencari sesuatu.

"Ah ini dia!" seru Teito kegirangan saat meraih buku itu.

Tapi, saat di buka..

"Lho? Kok? Partiturnya beda? Levelnya.. Susahan .-." tanya Teito heran pada dirinya sendiri?

Saat Teito berbingung-bingung ria tentang buku aneh yang ada di tasnya. Kita lihat situasi trio osis gaje itu. Masi inget kan? Kalo ga inget liat aja ke bagian awal fic ini XD

-Frau, Ilyusha, Xing-Lu's side-

Ketiga orang ini ternyata sedang berada di café kecil dekat sekolah mereka. Tampaknya mereka sedang serius mendiskusikan sesuatu

"Ilyusha, Frau, apa rencana kalian untuk Festival sekolah kita tahun ini?" tanya Xing-Lu pada kedua rekannya

"Aku sih menyarankan bagaimana kalau kita adakan tanding dance antar jenjang? Lalu orchestra antar jenjang kelas?" saran Ilyusha

"Kalau Frau?" tanya Xing-Lu

"…."

"Oi Frau" tanya Xing-Lu sekali lagi

"…."

Frau tetap sibuk mengaduk ngaduk isi tasnya, mengambil sebuah buku, membacanya, dan terlihat kaget.

"FRAU BIRKIN!" teriak Xing-Lu. Untungnya mereka duduk di pojok jadi tidak terlalu terdengar teriakan Xing-Lu tadi

"A..Apa?" balas Frau

"Kau dengar tidak sih apa yang tadi aku tanyakan?" tanya Xing-Lu

"Apaan?" tanya Frau

"aduh! Ilyusha tolong jelaskan ke Frau" pinta Xing-Lu

"Begini Frau, kita kan akan mengadakan festival sekolah. Apakah kau puny aide apa saja acaranya? Kita diskusi bertiga dulu. Nanti baru sama osis yang lain juga" jelas Ilyusha pada Frau

"Oh.. Itu.. Entahlah, tunggu, aku merasa aneh dengan buku ini, ini bukan buku ku, partitur musiknya juga beda" jawab Frau sambil membolak-balikkan buku itu

"Mana sini coba lihat" kata Ilyusha sambil mengambil buku itu dari Frau

"Sepertinya tulisan di buku ini aku pernah lihat dan familiar" gumam Ilyusha

"Eh? Siapa memangnya?" tanya Xing-Lu

"Uhm.. Seperti tulisan salah satu keluargaku, Cuma aku lupa siapa.." jawab Ilyusha lugu

"Krat-sensei? Ayahmu? Ibumu? Eve?" tanya Xing-Lu

"Bukan.. sepertinya bukan mereka" jawab Ilyusha

"Lalu… Bagaimana dengan Teito?" tanya Frau asal

"Eh, Iya bener ini tulisan Teito. Frau mungkin bukumu tertukar dengannya." Seru Ilyusha

"Wah kuso gaki itu, isi buku tertukar segala lagi. Pasti saat sidak tadi nih. Dasar" keluh Frau

"Ilyusha bisakah kau mengembalikan ini padanya dan meminta bukuku kembali?" tanya Frau dengan penuh harap

Ilyusha yang di otaknya sudah ada rencana jahil untuk FrauxTeito hanya tersenyum misterius dan berkata tidak bisa karena dia ada acara setelah ini. Ilyusha pun memberikan nomer Teito dan menyuruh Frau untuk menelpon Teito sendiri untuk memintanya menukar buku besok. Xing-Lu yang sepertinya sudah menangkap ada unsur "kejahilan" dalam suruhan Ilyusha tadi hanya tersenyum.

"Baiklah aku akan menelponnya nanti di rumah" kata Frau mantap

"Kalau begitu, mari kita pulang, ayo Xing-Lu, Frau" ajak Ilyusha

-di kamar Frau-

Frau sudah tiba dirumah, sudah makan, mandi, beribadah serta menabung (?)

Sekarang dia sedang memegang buku partitur music Teito dan handphonenya.

Dia akan menelpon Teito sekarang

-Teito's side-

Teito yang sedang tidur-tiduran di kamarnya tiba-tiba mendapat perasaan buruk. Tepat say dia mendapat perasaan buruk itu, sang handphone berbunyi.

Di layar tertera nomor tidak di kenal menelpon. Karena merasa ini penting. Teito pun mengangkatnya

Dan firasat buruknya terjadi..

Setelah dia mendapat dari orang-tidak-dikenal itu mukanya langsung berubah kusut dan dia berteriak "SENPAI MESUM SIALAAANNNNNN!" hingga terdengar ke seluruh rumah

Sementara di sisi lain. Seorang iblis dengan rambut pirang bermata biru cerah yang dikenal sebagai Frau hanya tertawa-tawa sendiri di kamarnya setelah berhasil membuat orang yang di telpon berteriak histeris.

Mau tau bagaimana isi percakapan mereka ?

Cekidot in the next chapter :D

T

B

C

.

.

.

Mii-chan : Fiuh, akhirnya selesai juga fic ini dalam waktu 5 jam, tangan, punggung sampe sakit nih hehe :p maaf ya kalo ceritanya kurang memuaskan. Typo juga dan romancenya kurang kerasa T_T.

Teito : Heh Author bejat !

Mii-chan : apa sih cebol -_-

Teito : Wuats? Setelah lu buat gue menderita di chapter ini sekarang lu bilang gue cebol?
Author bejat sialan ! *asal pisau*

Mii-chan : yah, mau gimanain lagi ya, senengnya menyiksamu wahaI TEI-CHAN XD MUEHEHEHEHEHEH XD *ketawa sampe keselek*

Teito : dih ketawamu kayak psikopat aja -_-, anyway guys, abaikan aja Author bejat nan gaje itu. Ikuti kelanjutan kisah saya dalam fict gaje ini. PLEASE REVIEW THIS STORY YA XD