CHAPTER 4
"Sehunnaaa~"
"Sehunaaaahhhh~"
"Sehunnie~"
"Jebal~ Jangan marah-marah lagi, nanti cepat tua lo~ Hihihi~"
"Becanda, Sehunna~"
"Hunnie~"
"Sehun!"
"Oh Sehun!"
"Yak! Lu Sehun kalau kau tidak menjawabku sekarang juga maka kupastikan kita akan menikah besok!"
Rupanya orang-orang sekarang menatap aneh pasangan Beauty & The Beast kita, saudara-saudara. Bagaimana tidak? Seorang 'wanita' bertubuh lumayan tinggi dengan perawakan mungil dan berwajah babyface nan imut-imut sedang berlutut bak 'Prince Charming' yang sedang melamar sang 'The Beast'. Perkataan dan tingkah laku Luhan kontan membuat Sehun merasa aneh, kikuk, dan merasa janggal karena –Hello! People staring at us right now! So, can you shut up and stop making me embrassed before it's going further?- Ck! Tipikal pemikiran Sehun. Ia masih tak habis pikir bagaimana bisa Luhan dengan santainya melakukan hal-hal tersebut tanpa sadar dengan penampilan gadisnya.
Tanpa berkata apapun, Sehun langsung pergi meninggalkan Luhan tanpa menghiraukan 'gadis' tersebut. Luhan yang baru sadar telah melakukan kesalahan besar pada Sehun langsung mengambil langkah panjang agar bisa cepat-cepat menyusul Sehun.
"Lu Sehun! Tunggu aku! Yak!"
Merasa Sehun benar-benar mengacuhkannya, Luhan langsung menarik Sehun sehingga Sehun jatuh ke dalam pelukannya. Sehun benar-benar tak tahan dengan semua ini langsung mendorong Luhan hingga terjatuh. Tak Ia pedulikan tatapan orang-orang yang seolah-olah mengatakan 'Tega sekali si nenek sihir mendorong cinderella!'. Masa bodoh, Luhan kan bukan wanita jadi tak apa 'sedikit' main kasar. Egois memang. Tapi Sehun sudah tak peduli.
"Dengar ya LU-HAN! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi! Aku benar-benar muak dengan semua ini! Berhentilah membuatku terjebak dalam masalah yang memalukan! Satu lagi, NAMAKU OH SEHUN! JANGAN SEMBARANGAN MENGGANTI MARGAKU KARENA SAMPAI KAPANPUN, AKU TIDAK AKAN PERNAH MENIKAH DENGANMU!"
Dengan itu, Sehun meninggalkan Luhan yang termenung dengan ucapan Sehun tadi. Yup! Sejak insiden di atap tempo hari, Sehun marah besar pada Luhan. Ternyata ada orang tak bertanggungjawab yang memotret mereka dan menempelnya di mading sekolah. Sialnya, si pemotret tak melihat ChanKai yang berada disana karena faktor tertutup tembok. Karena foto tersebut, Sehun dan Luhan benar-benar official menjadi yuri couple, pemirsa. YURI! Y-U-R-I. Jangan bilang anda sekalian tak tahu apa itu yuri. Bukan Yuri SNSD pemirsah, tapi... Google sendiri ya, ane males nerangin *digeplak readers*.
Ada yang menentang karena bagaimanapun mereka berdua top survei sebagai incaran pacar. Ada yang biasa saja karena sadar diri tak bisa mendapatkan diva sekolah tersebut. Banyak pula yang mendukung habis-habisan karena memperbesar peluang para yeoja untuk mendapatkan namja incarannya karena para lelaki tak bisa mendapatkan "top survei".
Bahkan, ini sudah berjalan seminggu tapi masih banyak yang menyalami HunHan atas hubungan mereka. Sebagai sahabat yang baik, ChanKai tentu saja berusaha mengeluarkan Sehun dari masalah tersebut terlebih Kai karena yah, sudah jelaskan kalau Kai suka Sehun. Namun apa daya? Gelombangnya terlalu kuat sehingga ChanKai terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. *Readers: JANGAN NGACO, WOY!*
Selama seminggu ini juga, Sehun sama sekali tidak berinteraksi dengan Luhan walaupun hanya menatap. Tentu saja Luhan jadi frustasi. Ingatkan, meskipun tubuhnya pria tapi hatinya wanita. Pfftt! Luhan juga sudah melakukan segala cara untuk meminta maaf pada Sehun, tapi Sehun tidak menanggapi sedikitpun. Boro-boro, ngelirik aja enggak coy! Sudah terlanjur sebal sih jadi yah...puk-puk aja buat Luhan.
"Baek~ Kau kenapa lagi?", tanya Kyungsoo saat melihat ekspresi muram Baekhyun saat Ia dan BeBaek –maksudnya Baekhyun- memasuki area kantin. Ia menelusuri arah pandangan Baekhyun dan menemukan titik terangnya.
Di sana, tepatnya di pojok kantin terlihat Chanhun yang duduk bersebelahan dengan Sehun memeluk leher Chanyeol dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Chanyeol sedangkan Chanyeol balas memeluk Sehun di pinggangnya dan mengelus-elus rambut Sehun. Kyungsoo yang melihat gadis di sampingnya sudah berderai air mata langsung menarik Baekhyun keluar dari tempat tersebut dan membawanya ke taman belakang sekolah yang memang sepi.
"Sudahlah Baek~ Jangan bersedih terus. Dasar si Sehun, aku sudah mengatakannya untuk menjauhi Chanyeol karena kau menyukainya tapi Ia ingkar!", ucap Kyungsoo sambil menggembungkan pipinya sebal. Tak banyak yang tau kalau Kyungsoo dan Sehun sebenarnya akrab –walaupun tak seakrab Kyung dengan Baek- karena Kyungsoo sebenarnya pacar Suho, kakak Sehun dan ini masih T-O-P S-E-C-R-E-T!
"Apa maksudmu, Kyung?", tanya Baekhhyun tak mengerti.
"Iya, aku bilang pada Sehun kalau kau menyukai Chanyeol. Dasar, padahal kalian juga teman akrab dari SMP tapi Sehun menusukmu dari belakang"
"Apa? Kyung... Apa maksudmu?"
"Sudah jelaskan apa yang kukatakan tadi, Bacon!"
"Maksudku, apa maksudmu dengan aku suka si Dobi?"
"Apa? Baek kau...", ucap Kyungsoo sambil menatap Baekhyun tak percaya.
"Aku suka Sehun, Kyung...", ucap Baekhyun sambil merekahkan senyum manisnya saat mengingat-ngingat segala hal tentang Sehun. Yah, berita tentang Hunhan sebenarnya menyakiti hatinya sekaligus memberi kabar gembira karena ternyata Sehun sama dengannya. Tapi melihat Chanhun bersama kembali membuat semangatnya meredup.
Kyungsoo speechless. Ini benar-benar hot news kalau sampai menyebar. Bayangkan saja, cinta segitiga antara sang diva sekolah dengan gadis impian pria lajang dan berkeluarga memperebutkan sang Ice Princess. Dan mereka bertiga -seperti yang diketahui semua orang- adalah wanita! WANITA, SAUDARA-SAUDARA! O-M-G!
"Sudah merasa baikan?"
"Ya, gomawo Chanyeol-ah. Ah iya! Aku baru ingat kalau kata Kyungsoo aku tak boleh dekat-dekat denganmu~ Kuharap Baek tak melihatku tadi, kekekeke"
"Baru tadi kau nangis seperti dalam drama sekarang sudah cekikikan seperti hantu, hiiiyyyy!"
"Terserahmu lah. Ah iya! Aku harus ke perpustakaan untuk mengambil buku yang tadi sonsaengnim minta. Bye~"
Di lorong menuju perpustakaan yang memang sepi karena jarang dikunjungi membuat Sehun merinding. Sehun pun mulai berjalan cepat tanpa memperhatikan sekitar dan...
BUGGHH
"Ah... Mianhaeyo, aku tak liat-liat", ucap Sehun sambil membantu membereskan buku-buku namja yang ditabraknya dan meninggalkannya setelah menyerahkan buku-buku tersebut. Namja tersebut memperhatikan Sehun hingga gadis itu menghilang di tikungan lorong. Senyum menyeringai tercetak jelas di wajah tampannya.
'Oh Sehun, huh? Menarik'
"Sehuuuu~nnn"
"Hunnn~"
"SUDAH CUKUP! AKU SUDAH CUKUP BERSABAR MENGHADAPI TINGKAH LAKUMU, OH SEHUN! BERHENTI MENGACUHKANKU! AKU MUAK SELALU DIACUHKAN!"
'Ck! Drama queen!'
Sekali lagi, gadis bernama Oh Sehun memang sangat kebal luar dalam. Teriakan Luhan yang menggema sampai ke sudut-sudut terpencil sekolah pun tak dihiraukannya. Luhan benar-benar melepas topeng gadis manis dan imut miliknya dengan teriakannya yang setara dengan auman singa. Semua orang yang mendengarnya hanya bisa sweatdrop. Sehun terus berjalan di lorong kelas yang ramai dengan Luhan yang mengekorinya sambil mengomel.
GREBB!
Ingatkan Sehun untuk menyimpan baik-baik wajahnya sekarang. Untuk yang kesekian kalinya, lagi-lagi Luhan memberinya backhug. Sontak lorong kelas tersebut menjadi ramai riuh. Riuh dengan air mata bahagia –ini para wanita pencari cinta-, air mata kesedihan –ini para pria pejuang cinta HunHan-, dan siulan yang disertai flash kamera –ini wartawan sekolah-. Heck! Sehun memang fans skinship nomor 1, tapi dengan Luhan? NO. TQ.
Sebuah tangan melepaskan pelukan Luhan dari Sehun.
"Bisakah sehari saja kau tidak membuat keributan? Aku muak mendengar keributan sana-sini"
Suasana langsung berubah sunyi senyap ketika Kai mulai melerai. Bagaimana tidak? Kai yang notabene seorang kingka mulai angkat bicara dengan nada dingin dan menusuk. Tidak ada lagi Dancing Prince dengan senyum lembutnya, yang ada hanyalah Kai sang kingka yang dingin.
"Eh?", Luhan terdiam.
"Apa kau tidak lelah mengganggu gadisku? Ada banyak pria atau bahkan wanita yang tertarik padamu, kenapa repot-repot menarik Sehun dalam kekacauan yang kau buat? Kutekankan sekali lagi, ada banyak pria tau bahkan wanita yang dengan senang hati masuk ke dalam kekacauan yang kau buat", ucap Kai dengan nada super dingin.
Oke, semua murid SM High tahu bahwa Kim Jongin alias Kai telah lama jatuh dalam pesona seorang Oh Sehun. It's obvious –to be honest. Caranya menatap Sehun, perlakuannya, bahkan senyumnya. Walaupun Kai memang dasarnya ramah, tetap saja beda perlakuan jika yang ada di hadapannya Sehun. Bahkan Kai telah lama memasang 'tembok' disekitar Sehun dengan kata-kata 'gadisnya' sehingga tak ada yang berani mendekatinya. Sekali lagi, ini salah Sehun dengan perasaan super tidak pekanya malah menganggap ini hal yang wajar bagi mereka karena mereka bersahabat.
"Kai... Sudahlah. Ayo pergi, aku benci jadi tontonan"
Tanpa berkata apa-apa lagi Kai segera menarik tangan Sehun keluar dari kerumunan.
"Hiks... hiks"
'Oh tidak! Tolonglah jangan mulai lagi!'
"Kau pikir aku melakukan ini karena siapa?! Kau Kai, kau! Hiks...hiks... Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Kau membantuku menemukan ruang kepala sekolah", ucap Luhan sambil menangis.
Ingatan Kai berputar ke kejadian sekitar 2 bulan lalu. Samar-samar Ia mengingat telah membantu seorang gadis manis yang terlihat kebingungan di lobby sekolah.
"Kau tampan, murah senyum, dan baik hati. Kupikir jika aku bisa dekat dengan Sehun kita akan menjadi dekat aku salah, setiap kita berkumpul bersama yang ada di matamu hanya Sehun dan Sehun. Dia bahkan terlalu bodoh untuk menyadari perasaanmu!" ucap Luhan sambil terus menangis.
Semua yang ada disana hanya terdiam. Benar juga. Untuk apa seorang Luhan menjalin hubungan dengan Sehun kalau kau bisa mendapatkan sahabatnya? Yang baru disadari semua orang, kenapa mereka tidak menyadari bahwa seorang Kim Jongin dapat merebut perhatian lawan jenis tanpa usaha sedikit pun? Mereka benar-benar tidak menyadari kemungkinan bahwa sang gadis impian pria lajang maupun berkeluarga tentu saja punya standar tinggi dalam memilih pasangan.
"Sehun!"
"Apa sih, Baek? Gak usah tereak-tereak keleuz", jawab Sehun yang sangat out of character.
"Fokus! Aku tak mau mengerjakan makalah ini sendirian hufft" jawab Baekhyun sambil menggembungkan pipinya imut. Sehun pun mencubit pipi Baekhyun gemas.
Mereka saat ini ada di kamar Baekhyun untuk mengerjakan tugas makalah yang diberikan secara berkelompok. Beruntung Sehun berkelompok dengan Baekhyun karena dia tak siap jika harus berhadapan dengan Luhan lagi atau menanggapi rentetan pertanyaan tak penting Chanyeol tentang hubungannya dengan Kai dan Luhan.
"Ups! Sworry~" ucap Sehun ala Cheon Songyi.
"Kau benar-benar harus menghentikan kebiasaanmu nonton sinetron, Nona Oh. Masih memikirkan kejadian tempo hari?"
"Aku harus bagaimana, Baek~?"
"Hahh... Molla"
Baekhyun sendiri bingung jika Sehun sudah memulai sesi curhatnya. Yang bisa Baekhyun lakukan adalah menjadi pendengar yang baik. Dia sendiri sedang dalam posisi terjepit, y'know? Dari apa yang Ia dengar sepertinya Luhan memang benar-benar menggunakan Sehun sebagai batu pijakan mendekati Kai sedangkan yang dikejar sedang sibuk bersembunyi. Sebenarnya dia juga ingin menyatakan perasaannya kepada Sehun, tapi apa daya. Suasana kurang kondusif, yang ada malah Sehun berbalik menjauhinya.
Melihat Sehun yang sepertinya sangat frustasi dia menjadi kasihan. Tapi, wajah Sehun dengan pipi yang menggembung itu benar-benar imut. Baekhyun merasa benar-benar ingin memeluknya, mencium pipinya, dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Setidaknya itulah dialog yang sering diucapkan si pria kepada wanita di pelukan si pria dalam drama mellow yang biasanya eomma Baekhyun tonton setiap malam. Tapi tidak, tidak semudah itu.
"YA! KAU BUTA ATAU APA?! TIDAK LIAT INI BARU JAM DUA DINI HARI?" sembur Sehun begitu mengangkat ponselnya yang tak henti-hentinya berdering yang menandakan adanya panggilan masuk.
"Hm... Mian. Bisa kau keluar?"
"Eh? Ini siapa? Ka...i?"
"Hm, aku di depan gedung apartementmu"
"Ah, arasseo. Chankanman!"
Sebenarnya, semenjak kejadian ala drama antara Kai-Sehun-Luhan yang terjadi beberapa minggu yang lalu membuat hubungan Kai-Sehun menjadi renggang. Sehun yang jika bertemu Kai bingung harus berbuat apa dan Kai yang jadi lebih banyak diam jika ada Sehun. Sehun baru sadar bahwa dia orang paling tak peka sedunia yang tak mengerti perasaan siapapun, bahkan sahabatnya sendiri.
Sehun segera mengambil jaketnya dan bergegas keluar rumah, tak mau sahabatnya menunggu terlalu lama. Dengan mengendap-ngendap Ia menelusup hingga ruang tamu. Ia membuka pintu apartemennya dengan sangat pelan, takut jika salah seorang penghuni rumahnya terbangun. Setelah sampai di pintu utama lobby, terlihatlah Kai yang duduk di trotoar di samping motor besarnya. Duduk dengan wajah ditelungkupkan dilipatan tangan dan jangan lupakan penampilan yang acak-acakan.
"Maaf lama menunggu" ucap Sehun yang hanya dibalas senyum lemah oleh Kai.
"Tak apa, kemarilah"
Dengan canggung Sehun duduk di sebelah Kai dengan memberikan sedikit jarak diantara keduanya. Keheningan lama menyelimuti mereka hingga membuat Sehun yang memang dasarnya benci kesunyian menjadi gerah. Tak lama kemudian, Sehun angkat bicara.
"Sudah berapa lama kau berdiam disini?"
"Tiga jam"
Dan Sehun hanya speechless mendengarnya. Hanya orang bodoh yang berdiam diri di luar disaat musim gugur dengan hanya mengenakan kaos hitam polos dengan celana training usang dan oh! Jangan lupakan sandal jepit yang membuat Kai lebih mirip seperti tunawisma.
'Untung saja motornya keren,' batin Sehun.
"Aishh! Kenapa kau tak bilang? Ayo masuk saja, paling tidak kita masuk ke lobby agar lebih hangat"
Sehun sudah berdiri dan menarik Kai agar berdiri juga. Tiba-tiba Kai menarik Sehun ke dalam pelukannya. Hal ini membuat wajah Sehun memerah semerah tomat. Ia hanya diam dan Kai semakin mengeratkan pelukannya. Sehun pun membalas pelukannya.
Tanpa mereka sadari, seseorang telah mengamati mereka sejak awal. Melihat dua orang tersebut terlihat mesra membuat hatinya panas. Matanya memerah seiring amarah yang mendera. Dengan langkah yang dihentak-hentakkan, orang itu langsung berlalu meninggalkan adegan yang mencabik-cabik hatinya.
"Mianhae... Aku menyebabkan banyak masalah untukmu"
"Tidak, aku yang minta maaf. Aku yang membawa banyak masalah untukmu, ditambah... aku tak bisa jadi teman yang mengerti sahabatku sendiri"
"Saranghae Sehun-ah... Saranghae. Aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu. Klasik memang, lebih mirip drama. Tapi, itulah kenyataannya"
"Aku tahu kok. Sejak hari itu aku banyak mendengar rumor tentang kita. Aku memang bodoh, persis seperti kata Luhan"
Sehun melepaskan pelukan Kai tanpa memandang wajah Kai.
"Tapi maaf, aku tak bisa membalas perasaanmu Kai"
Kai cukup syok mendengarnya. Rasanya seperti terbang bersama paus akrobatis, menembus awan berlapis-lapis, tapi pada akhirnya dihempaskan dari rasi bintang paling manis oleh pujaan hati termanis. Lidahnya kelu. Pikirannya kosong.
"Wae?" itulah satu-satunya kata yang keluar dari bibir seksinya setelah terdiam cukup lama.
"Aku sudah dijodohkan sejak lahir"
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Curcol author hahahahaha:
Mianhae baru update *bow*
Niatnya sih mau update udah dari dua minggu yang lalu. Tapi begitu masuk internet yang keluar berita Kris yang mau pergi dari EXO...hiks syedih ;;A;; Niat update jadi menguap seketika. Mana sekarang Kris gak ada kabar, serasa Bang Toyib gitu. Udah gitu mood ane beneran habis gak bersisa gara-gara kemaren pas liat poster konser tunggal EXO, bagian kris semacem di crop gitu. Okelah kalo Kris emang mau keluar, tapi ini aja belom ada konfirmasi atau apapun yang nyatain Kris keluar tapi sm udah jalan sendiri aja -,- Ane cuma bisa berharap yang terbaik buat masalah ini, secara siapalah gue ini. Ane cuma fangirl biasa berhati lemah karena oppa-oppa #eaaa
Maaf banget, typo masih bertebaran seperti biasa, dan cerita semakin absurd. Makasih yang udah review, kritik dan saran kalian sangat bermanfaat!
Bai bai~ Chu~
