Chapter 4
Declamer Character : Masashi Kishimoto
Pair : ItachixNarutoxFugaku
Rate : M
Genre : Drama,Hurt/Comfort
Warning : Lemon,Rape,dll
Summary : Kehidupan baru seorang Uzumaki Naruto yang menjadi ibu tiri seorang pemuda tampan bernama Uchiha Itachi,pemuda keras kepala yang tak pernah menyetujui pernikahannya dengan uchiha Fugaku
Beautiful Stepmom
Seminggu sejak kejadian malam itu, Naruto masih enggan untuk bertegur sapa dengan pemuda itu. Saat sarapanpun Naruto sering tak ikut jika di ruang makan terdapat Itachi dan anehnya pemuda itu hampir setiap hari selalu hadir saat waktu sarapan tiba.
"Besok pagi aku akan berangkat ke Suna " ucap Fugaku memecah keheningan didalam kamarnya sekaligus mengembalikan kesadaran Naruto yang tengah melayang-layang tak tentu arah.
"Suna?" beo Naruto mengulangi ucapan Fugaku
"Hn "
"Berapa lama?"
"Entahlah, ada masalah dengan perusahaan yang ada disana, dan aku harus melihatnya sendiri agar semuanya bisa segera diatasi "
Naruto yang tadi berbaring agak jauh dari Fugaku langsung menggeser tubuhnya dan nemplok pada tubuh kekar suaminya itu, dengan wajah yang dibuat semanis dan seimut mungkin Naruto mulai melakukan aksi merajuknya.
"Aku ikut ya..."
"Apa kau tega meninggalkanku sendiri " rajuknya semakin mempererat pelukannya pada tubuh Fugaku hingga dia bisa mendengar detak jantung suaminya itu.
"Bukankah masih ada Itachi "
Mendengar nama Itachi disebut mulut Naruto langsung bungkam. Bagaimana dia bisa betah tinggal berdua dengan pemuda itu jika saat melihatnya saja wajahnya sudah memerah, belum lagi dengan pandangan Itachi yang menurutnya sangat menyeramkan.
"Lagian ini kesempatanmu untuk mendekatinya, siapa tahu jika dia melihat perhatianmu hatinya akan terbuka dan menerima hubungan kita "
Naruto masih terdiam mencerna perkataan Fugaku, dia membenarkan apa yang barusan diucapkan suaminya itu tapi entah kenapa dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia menolak mentah-mentah perkataan Fugaku sampai dia merasakan elusan lembut pada kepalanya. Saat itu juga rasa bimbang dihatinya langsung hilang tergantikan oleh semangat dan juga sebuah kenyamanan.
"Kau harus selalu memberiku kabar "
"Tentu saja, mana mungkin aku tak mengabari istriku tercinta "
"Dan kau juga tak boleh mencari penggantiku disana "
"..."
"Kenapa diam " tanya Naruto sambil mengangkat kepala dan membuat kedua safirnya bertatapan langsung dengan onix milik Fugaku "atau jangan-jangan kau berniat bermain dibelakangku " lanjutnya dengan pandangan curiga kearah Fugaku
"Itu..."
"Tebakanku benarkan! " pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan Naruto dengan kedua mata yang mendelik tajam kearah Fugaku.
Fugaku tersenyum menanggapi candaan Naruto dan dengan pasti dia menarik tubuh istrinya itu untuk kembali dia peluk "perlu kau tahu Naru, di dunia ini hanya ada dua orang wanita yang sangat aku cintai " jeda sejenak sebelum Fugaku melanjutkan omongannya "kau dan mendiang istriku Uchiha Mikoto "
Seulas senyum bertengger manis di bibir Naruto saat mendengar ucapan Fugaku barusan "dan aku juga mencintaimu, terimakasih pada Kami-Sama karena sudah memberiku seorang suami yang sangat sempurna sepertimu "mereka berdua saling memeluk hingga akhirnya keduanya merasakan kantuk dan terlelap.
.
.
Pagi-pagi sekali Fugaku berangkat menuju bandara menggunakan taksi, Naruto yang sebenarnya ingin ikut mengantar sampai ke bandara hanya bisa mengantar sampai depan rumah karena Fugaku melarangnya dan malah menyuruh istrinya itu untuk menyiapkan sarapan untuk putra tunggalnya,Itachi.
Itachi menggeliat dari balik selimut saat suara alarem dari weker miliknya berdering kencang, perlahan dia membuka matanya dan menyibakkan selimut hingga cahaya matahari yang berhasil menyelinap melalui celah tirai mengenai wajah tampannya. Dengan malas dia menyibakkan selimutnya hingga terjatuh ke lantai dan dengan sedikit terhuyung dia berjalan menuju kamar mandi. Ini sudah hampir pukul tujuh dan jika tidak cepat maka dapat dipastikan jika dia akan menjadi sasaran empuk dari sang kepala sekolah yang tak jelas gendernya,belum lagi peliharaannya yang sangat mengerikan sekaligus menjijikkan dengan lidah panjangnya yang sering menjuntai keluar dan desisannya yang bagaikan nyanyian kematian yang terdengar mengerikan ditelinga siapapun tak terkecuali Itachi sendiri.
Setelah hampir tiga puluh menit berkutat di dalam kamar, akhirnya Itachi keluar dengan seragam sekolah yang terlihat amat sangat tidak rapi dimana kemejanya yang dibiarkan keluar dengan dua kancing teratasnya terbuka, dasinya dengan asal disampirkan disekitar leher dan jas sekolahnya yang tersampir asal dipundaknya. Dengan langkah santai Itachi berjalan menuju ruang makan,sayangnya apa yang dicarinya tak ada disana.
"Kau memang istri yang sempurna Kaa-san " ucapnya sambil mencomot makanan yang terhidang di atas meja makan sebelum berlalu pergi meninggalkan rumah.
Beberapa saat setelah kepergian Itachi,barulah Naruto keluar dari kamarnya,dia menghela nafas lelah dengan sikapnya sendiri yang memilih bermain kucing-kucingan dengan anak tirinya itu. Dia yakin jika Itachi sama sekali tidak peduli dengan kejadian yang dilihatnya malam itu,tapi entah kenapa terkadang dia merasa aneh dengan pandangan Itachi terhadapnya saat tanpa sengaja mata mereka bertemu pandang.
"Hah...sepertinya aku terlalu berburuk sangka padanya"
.
.
"Itachi-kun "panggil Sakura pada pemuda yang berjalan di depanya. Itachi terus saja melangkah tanpa sedikitpun menanggapi panggilan-panggilan dari Sakura "bisakah kau berhenti,aku ingin bicara "pinta Sakura entah sudah yang keberapa kalinya.
"Sudah tak ada lagi yang harus kubicarakan denganmu "sahut Itachi sambil terus berjalan dan tak sedikitpun dia menoleh kebelakang untuk melihat ekspresi sedih di wajah Sakura.
"Aku mohon "ucap Sakura lagi yang akhirnya membuat langkah Itachi terhenti dan berbalik menghadap Sakura.
"Apa,cepat katakan "
"Bisakah kita kembali seperti dulu lagi,aku benar-benar mencintaimu "
Itachi tersenyum tipis mendengar ucapan Sakura 'cinta' apa itu cinta,sejak dulu Itachi sudah muak dengan kata-kata omong kosong itu. Banyak orang yang gembar-gembor berkata saling mencintai toh pada kenyataannya tak sedikit dari mereka yang memiliki kekasih lain,berkata akan selalu setia nyatanya kesetiaan hanyalah bualan dari mulut manis manusia yang dianugrahkan Tuhan padanya.
"Sayang sekali Haruno,aku sudah tak tertarik lagi padamu dan jangan pernah berharap kata-kata omong kosong itu keluar dari mulutku,jadi mulai sekarang menjauhlah sejauh mungkin dariku "
"Tidak mau "ucap Sakura agak keras membuat semakin banyak penonton yang menyaksikan drama dadakan mereka berdua "aku tidak mau menjauh darimu "ulangnya lagi sambil memeluk tubuh Itachi yang tak bergeming sesentipun dari tempatnya berdiri.
Bisik-bisik mulai terdengar disekitar mereka berdua,ada yang menghujat Itachi karena sikap brengseknya yang suka gonta-ganti pasangan,bahkan tak jarang dia mengambil pacar milik orang lain. Ada yang merasa kasihan pada Sakura dan masih banyak lagi yang lain.
"Apa yang kau lakukan pada kekasihku "tiba-tiba datang seorang siswi bersurai merah yang langsung menarik tubuh Sakura hingga terpisah dari Itachi dan mendorongnya sampai terjatuh ke lantai.
"Akhh..."rintih Sakura saat merasakan sakit pada bokongnya yang dengan keras menghartam lantai.
Itachi yang melihat sikap kasar kekasih barunya barusan hanya diam sambil menatap datar kearah Sakura,tak ada sedikitpun niat untuk menolong gadis itu. Dia terus diam bahkan saat Sakura dihina habis-habisan oleh kekasih barunya.
"Cukup Karin sakarang kita pergi "ajak Itachi yang langsung melenggang pergi meninggalkan TKP diikuti Karin yang menggandeng mesra lengannya.
Sakura hanya bisa terisak melihat punggung Itachi yang semakin menjauh,hatinya terasa amat sakit saat orang yang sangat dicintainya tak sedikitpun membelanya saat dia disakiti.
"Hapus air matamu "ucap seseorang sambil menyodorkan sapu tangan kearah Sakura.
"Apa aku sama sekali tak berarti baginya?"
"Bukan hanya kau Sakura,tak ada satupun wanita yang memiliki arti lebih dihati Itachi,jadi berhentilah berharap padanya "orang itu menepuk kepala Sakura sebelum melangkah pergi.
.
.
Dengan telaten Naruto menata pakaian Itachi yang baru saja disetrikanya ke dalam lemari pakaian,dia sengaja memisahkan pakaian harian dengan seragam sekolah agar pemuda itu lebih mudah menemukannya. Setelah selesai dia mulai melepas sprei dan menggantinya dengan yang baru,sekalian mengganti selimut yang tadi dilempar Itachi ke lantai.
"Padahal dia sangat tampan tapi kenapa jorok sekali,bagaimana kalau suatu saat pacarnya berkunjung?apa dia akan mengajaknya ke kamar yang seperti kandang hewan ini "omel Naruto yang mulai membersihkan kamar Itachi,dia yakin jika dalam seminggu dia tak melakukannya,kamar ini pastilah sudah beralih menjadi tempat pembuangan sampah.
Setelah hampir satu jam berkutat di kamar Itachi akhirnya ruangan itu kembali kinclong, pakaian kotor dan sampah-sampah yang berserakan sudah Naruto singkirkan,dia juga sudah meletakkan pengharum ruangan dan beberapa buah-buahan jika sewaktu-waktu Itachi ingin memakannya.
"Capeknya "Naruto merebahkan tubuhnya di ranjang Itachi,ini masih jam sekolah dan tak mungkin jika pemuda itu akan pulang jadi dia ingin beristirahat sebentar,sekalian mengistirahatkan tubuhnya yang terasa pegal. Perlahan kantuk menguasai kesadaran Naruto dan tak butuh waktu lama untuk wanita itu terlelap.
.
.
"Ngghhh..."lenguh Naruto pelan dengan mata yang mulai terbuka "sepertinya aku ketiduran "ucapnya pelan saat melihat sekeliling kamar yang bukan miliknya
"Puas tidur di kamarku,Kaa-san "
Deg..
Jantung Naruto hampir saja melompat mendengar suara bariton dari belakangnya,belum lagi hawa dingin yang tiba-tiba terasa seperti menusuk kulitnya. Dengan perasaan campur aduk,antara takut dan ngeri Naruto mulai tubuhnyahanya untuk mendapati seorang Uchiha Itachi yang tengah duduk di dekat meja belajar dengan kedua tangannya yang dilipat di depan dada tengah menatap tajam kearahnya.
"I...Itachi.."
"Apa kasurku nyaman sekali hingga kau sampai tertidur,atau "Itachi sengaja menghentikan ucapannya kemudian menyeringai kearah Naruto "kau rindu belaian laki-laki karena ditinggal Tou-san,kalau benar aku akan dengan senang hati melayanimu Kaa-san "
"Cukup Itachi "bentak Naruto yang tak terima dirinya direndahkan "sekalipun aku ini orang miskin,aku bukan wanita rendahan yang tidur dengan sembarang laki-laki dan "kali ini Naruto yang menggantung ucapannya membuat Itachi menaikkan salah satu alisnya "aku sama sekali tak tertarik dengan bocah ingusan sepertimu "lanjut Naruto sambil beranjak dari ranjang Itachi,namun sebelum mencapai pintu,Itachi lebih dulu menariknya dan melempar tubuh Naruto hingga kembali terbaring di atas ranjangnya.
"Kyaa...!"
Belum sempat Naruto berdiri,Itachi sudah lebih dulu menindihnya dan memegang erat kedua tangan Naruto diatas kepalanya.
"Lepas Itachi,kau membuatku takut "Naruto mencoba berontak namun pegangan Itachi dikedua tangannya sangatlah kuat belum lagi kedua kakinya yang sengaja ditindih pemuda itu juga tak bisa digerakkan sedikitpun.
"Sudah sepantasnya kau takut padaku Kaa-san,dan "lagi-lagi Itachi menggantung kalimatnya,sepertinya pemuda itu sangat suka mempermainkan lawannya "perlu kau ketahui,sekalipun aku ini bocah ingusan tapi permainanku tak kalah hebat dengan Tou-san "lanjutnya yang sukses membuat Naruto berhenti memberontak "bahkan aku jamin kau akan lebih puas jika bersamaku "
"Lep mmpphhh..."niatnya Naruto ingin berteriak,namun Itachi lebih dulu membungkamnya dengan ciumannya yang kasar,dia gigit,kulum dan hisap bibir Naruto dengan beringas,tak ayal membuat wanita itu merintih kesakitan alhasil dengan mudahnya Itachi dapat menjejalkan lidahnya kedalam mulut Naruto dan menjelajah ke setiap inci bagian yang ada di dalamnya. Setelah hampir lima belas menit mereka berciuman akhirnya Itachi menjauhkan wajahnya dari Naruto,membuat aliran benang tipis tercipta yang akhirnya terputus saat jarak keduanya semakin jauh.
"hah... hah... hah..."
"Ternyata rasamu benar-benar manis Kaa-san "ucapnya sambil menjilat bibirnya yang tiba-tiba terasa kering saat melihat bibir ranum Naruto yang terlihat menggoda "sepertinya aku juga harus merasakan bagian tubuhmu yang lain,pasti rasanya sangat nikmat "
"Kau brengsek Itachi "maki Naruto dengan tubuh yang semakin gemetar,tak disangkanya jika pemuda itu akan berbuat sejauh ini.
"Hn,harusnya kau sadar sejak awal tapi sekarang kita bersenang-senang saja dulu,mumpung tak ada siapapun di rumah jadi kita bisa bermain sampai puas "dengan sebelah tangannya yang menganggur Itachi mulai membuka kancing kemeja Naruto satu per satu hingga semuanya terlepas. Dia kembali menjilat bibirnya saat melihat kedua dada Naruto yang tampak menyembul dari bra yang dikenakannya,terlihat besar dan juga padat,pasti rasanya nikmat sekali saat tangannya menyentuh kedua gundukan itu. Bahkan masih begini saja Itachi bisa merasakan bagian bawahnya yang sudah terasa sesak,Tou-sannya benar-benar pintar memilih seorang istri.
"Kyaa...apa yang kau lakukan "teriak Naruto saat Itachi membenamkan wajahnya di dada Naruto
"Ini sepertinya nikmat Kaa-san,aku jadi ingin merasakan bagaimana rasanya menyusu padamu,pasti nikmat sekali "Itachi menggunakan lidahnya untuk menjilati dada Naruto yang masih tertutup bra.
"Lepaskan Itachi,kumohon "pinta Naruto dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak sebelum aku menikmatinya "
"Aku mohon Itachi "ulang Naruto yang sudah mulai terisak namun bagaikan orang tuli Itachi terus mencumbu dan menjilatnya.
Ting tong...
Ting tong...
Ting tong...
"Shit "umpat Itachi karena terganggu oleh bunyi bel rumahnya,namun dia tak peduli dan terus melakukan kegiatannya bermain main di dada Naruto.
"Akkhhh..."pekik Naruto keras saat merasakan perih pada pundaknya sebelah kiri,dia yakin jika Itachi menggigitnya sampai berbekas.
Ting tong...
Ting tong...
Ting tong...
"Brengsek "umpat Itachi sambil bengun dari posisinya menindih Naruto dan tanpa sepatah kata dia pergi keluar kamar meninggalkan Naruto yang terisak dengan penampilannya yang berantakan.
Dengan geram Itachi melangkahkan kakinya menuju ruang utama. Umpatan demi umpatan dia serukan dalam hati,mengutuk siapapun yang sudah dengan lancangnya mengganggu aktivitas intimnya dengan sang ibunda.
Klekk...
Begitu pintu terbuka,terlihatlah sosok gadis bersurai pink yang langsung menghambur kedalam pelukan Itachi.
"Itachi-kun "
"Apa yang kau lakukan disini "tanya Itachi dengan nada tak suka disetiap katanya.
"Aku kemari untuk menemuimu,karena di sekolah kita tidak bisa bicara,aku harap disini kita "
"Tidak ada yang perlu dibicarakan Haruno "ucap Itachi memotong perkataan tamunya yang ternyata adalah Sakura "sekarang pergilah "
"Tidak mau "tolak Sakura semakin mempererat pelukannya pada tubuh Itachi "aku tidak akan pergi dari sini sebelum kita bicara "
Karena Itachi hanya diam,Sakura menganggap jika pemuda itu setuju untuk bicara dengannya dan tanpa melepaskan pelukannya pada tubuh Itachi,Sakura memulai apa yang ingin dibicarakan dengan pemuda itu.
Setelah hampir tiga puluh menit mendengarkan perkataan Sakura yang menurut Itachi tak berguna sama sekali,pemuda itu akhirnya mengusir Sakura tak dihiraukannya tangisan dan juga permohonan gadis itu. Baginya apapun yang sudah dibuang tak pantas untuk diambil kembali sama halnya dengan Sakura gadis yang sudah dicampakannya. Sekalipun gadis itu menangis dan memohon sambil sembah sujud di kakinya,Itachi takakan pernah sudi untuk kembali bersamanya lagi.
"Sepertinya aku pergi terlalu lama "ucapnya pada diri sendiri saat melihat ranjangnya yang sudah tak berpenghuni lagi. Perlahan Itachi merebahkan tubuhnya dimana tadi dia menindih Naruto,diciuminya sprei yang berantakan akibat polah Naruto yang menurutnya masih meninggalkan bau dari wanita itu"hari ini aku kehilangan santapan lezat,tapi "ucapannya terhenti sebelum seringaian mengerikan tersungging di wajah tampan Uchiha Itachi "lain kali tak akan kubiarkan kau lepas Kaa-san "lanjutnya sebelum tertawa keras.
Tbc...
Thanks to : Kyuu Bigdevil 1324,chy Karin,xxruuxx,Guest,Ageha Haruna,Yaya,Kaname,Dobe siFujo,MORPH,Asdf,Phoenix Emperor,989 Seohye,Deshe Lusi,Devilojoshi, .Micha007,Kirei-neko,Dee chan-tik,Rey,Adi,Noni,Yuki,Princes Love Naru is Nay, ,Ujumaki no gifar,Namikaze Miwa,Aristy,A,Jerkorange,Moku dan sarannya sangat membantu,moga kalian tak jenuh dengan tulisan si author baru ini,yosh gambatte...
