Disclaimer: Tetap milik Masashi Kishimoto,Minna Cuman Pinjam Doank

Genre: Romance - Drama

Rating: T

Warning : Sepertinya OOC, Gaje dan -semoga saja tidak ada- typo. Kalau genre-nya salah kasih tau Minna ya :)

~Happy Reading ^^

[Chapter 4]

.

.

.

Summary: Naruto seorang pemuda berwajah tampan merupakan anak tunggal pewaris perusahaan namikaze corp yang merupakan perusahaan no 1 di dunia dia dipaksa oleh ayahnya untuk segera mencari pasangan tapi naruto tak inggin memiliki pasangan yang hanya mencintai fisik dan materinya saja maka naruto pun pindah dari iwa ke konoha untuk mencari pasangan yang mencintainya dengan setulus naruto akan menemukan pasangannya?

~Don't Like-Don't Ride~

Chapter 4: Iruka-sensai!

thank's fo: gui gui M.I.t,Aurora Borealix,dll. yang sudah berkenan memberikan saran maupun masukan terhadap fanfict gaje saya,sekali lagi terima kasih.

.

.

.

.

"KRINGG" jam dengan bentuk jeruk itu terus berbunyi nyaring membuat pemuda kuning jabrik di dekatnya pun terbangun dari tidur nyenyak-nya...

"HHOooaMM" Naruto yang terbangun dari tidurnya melirik Jam weker Di atas Meja kecil di dekat Kasur-nya,jarum pendek dari jam itu menunjuk ke angka 5 sedangkan jarum panjang-nya mengarah ke angka 3.

"ini masih terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah,yah tapi mau bagai mana lagi... rambut ini pasti akan sangat sulit untuk di atur"

Naruto berjalan dengan sempoyongan ke kamar mandi,air dingin yang membasahi wajah-nya membuat dia sepenuh-nya sadar lama Naruto menggerakkan kakinya ke-arah dapur,membuka isi lemari tempat dia biasa meniympan makanan-nya a.k.a tempat menyimpan ramen-nya.

setelah memanaskan air,Naruto menuangkan-nya kedalam ramen 3 menit Ramen-nya pun jadi.

"Selamat makan"

"Slurppp"

"Slurrpp"

"Slurrpp"

"Glek.. Gelkk"

"ahhh..."

Tak butuh waktu lama Bagi Naruto Untuk Menghabiskan satu cup ramen instannya.

'Sekarang tinggal Mandi dan menata rambut ini,hari ke-dua aku harus tampil super cupu... ternyata sangat sulit untuk menyembunyikan pesona-ku' ucap Naruto dalam hati,yah.. sedikit narsis juga sih.(Di rasengan Naruto)

Naruto sekarang berada di sebuah ruangan yang di dominasi warna oranye,tentu saja itu kamar Naruto.

"benar sekali perkiraanku akan memakan waktu lama untuk merapikan rambut ini,sudah hapir 30 menit aku melepek-kannya... seandainya aku memiliki rambut seperti ibu pasti tak sesulit ini..."

Nauto masih mengoleskan minyak rambut di kepalanya yang sudah sangat lepek itu,mungkin sudah hampir setengah botol di habiskannya.

"akhirnya selesai juga,sekarang tinggal memakai kaca mata ini saja maka sempurna-lah penampilanku"senyum tiga jari terkembang di wajah tan Naruto.

Jika di lihat dari cermin kau tak akan menyangka itu belah tengah yang terlihat sangat berminyak di tambah kaca mata nya yang super tebel baju yang kebesaran,benar-benar tak mencerminkan seorang Naruto itulah yang diharapkannya dia ingin mendapatkan wanita yang mencintai-nya dengan hati bukan karna harta dan fisik-nya.

.

.

.

.

.

Sekolah SMA KSHS telah terlihat oleh mata Naruto,ini hari kedua Naruto sekolah di KSHS tapi ia belum mendapatkan satupun teman. murid-murid KSHS hanya mau berteman dengan yang se-level dengan mereka, hari ini Naruto akan mendapatkan teman,yah... mungkin.

'hari ini hari ke-dua aku bersekolah disini,tampaknya ini akan sulit untuk menemukan pasangan disini mengingat hampir seluruh siswi di KSHS hanya mementingkan materi dan keindahan fisik saja.'.Naruto yang sedang melamun sambil tetap berjalan menuju sekolahnya di kejutkan dengan seseorang yang menepuk pundak-nya hampir saja dia refeleks membanting orang yang baru saja menepuk pundak-nya itu.

"Maaf Namizuki-san aku mengejut kan mu,oh iya perkenalkan aku Rock Lee panggil saja Aku Lee! salam kenal Namezuki-san."Naruto yang melihat pemuda di hadapan-nya dengan mata berapi di wajah pemuda itu, potongan rambut-nya mengingatkan naruto dengan Guru Olahraga-nya Guy-sensai yang selalu meneriaki semangat masa muda itu.

"eh... oh iya Lee,salam kenal aku Namizuki Naruto panggil saja aku Naruto."

"aku duluan Naruto,sampai jumpa di .." Naruto-pun balas melambaikan tangan ke arah Lee yang semakin menjauh.

'tidak terlalu buruk,paling tidak aku sudah mendapatkan satu teman di sekolah ini... semoga saja akan bertambah'.Naruto yang sedang bergelut dengan pikirannya di sadarkan oleh bunyi klakson mobil di belakangnya.

"TTIIINN"

"Apa kau ingin mati,heh?" seorang pria dengan wajah baby fice dan rambut merah darah yang membuat dia tampak tampan sekaligus manis bersamaan baru saja meneriaki Naruto yang masih belum juga bergerak dari tempat-nya berdiri.

"eh?i-iya" Naruto yang baru sadar,langsung bergerak cepat menyingkir dari depan mobil pria itu.

"Kalau mau mati jangan disini! dasar orang 'rendahan'.

dengan menekankan kata 'rendahan' pada Naruto yang membuat Naruto terpancing emosi-nya.

"dari pada aku kau lebih pantas di sebut 'rendahan' dengan sikap sombong-mu itu!".Naruto menatap tajam pemuda berambut merah dihadapannya yang ditatap balas menatap tajam ke-arah Naruto.

"KYAA ITU GAARA-KUN!"

"KYAA Dia sangat keren dengan mobil sport merah-nya itu"

mendengar teriakan para fans girl-nya Gaara memutuskan untuk menghentikan acara tatap-menatap dengan Naruto.

"Haa..,tidak ada gunanya meladeni orang 'kuper' dan 'rendahan' seperti-mu"

Gaara di kejutkan dengan tangan kekar yang tiba-tiba saja menggenggam kerah baju SMA-nya yang membuat nya sedikit kusut.

"Apa yang baru saja kau katakan,heh!".Naruto kini benar-benar terpancing emosi-nya dia hampir saja merusak penyamarannya jika bukan karena ada tangan seseorang yang menyeret-nya.

"eh! hey.. siapa kau? kenapa seenak-nya menarik tangan-ku!".

"ikut saja aku"Naruto yang sedikit familiar dengan suara pria yang mungkin guru di KSHS ini akhirnya pasra di tarik oleh-nya.

"tampak-nya sudah aman? Maaf aku berlaku tidak sopan kepadamu Tuan muda".kata pria itu sambil membungkukkan yang melihat wajah-nya,lebih tepatnya bekas luka melintang,mengetahui siapa orang di hadapnnya ini.

"Kau? salah satu pengawal pribadi ayah,bukan?".

"Ya,kau Iruka"Naruto melihat sekilas wajah Iruka,dan menghadapkan badannya ke-arah taman sekolah menyampingi Iruka.

"Ada apa kau kemari Iruka-sensai?"Naruto melirik sekilas Iruka dari ekor mata-nya.

"Aku di tugaskan untuk membantumu selama di Konoha tuan muda".Naruto yang tidak suka di perlakukan sangat hormat oleh Iruka,yang malah seharus-nya dia yang memperlakukan Iruka-sensai denga hormat.

"panggil saja Naruto,Iruka-sensai".Iruka melihat sekilas Naruto dan akhirnya mengangguk tanda setuju.

"baiklah Naruto."