" we are brother….hyung" part.4
^ sebelumnya ^
"di hatiku, ia telah menggoreskan luka. Karena choyyi, sungmin berpindah hati dariku" sahut eomma tiriku yang bernama hyunra. Aku hanya bisa menangis mendengar pertengkaran mereka. kenapa mereka tidak bisa membuka pintu maaf untuk eommaku?, aku sangat berharap suatu hari nanti kedua eomma tiriku ini dapat memaafkan eommaku, appa dan juga aku. Meskipun sampai titik darah penghabisan, aku tidak akan menyerah untuk memperoleh maaf dari mereka.
^selanjutnya^
Aku hanya bisa diam, saat mendengar perkataan hyunra ajumma yang begitu menyakitkan hatiku.
"eomma…bantulah anakmu ini" batinku. Saat acara pemakaman selesai, teukie hyung dan eunhyuk hyung mengajakku pulang bersama mereka.
"kyunnie~ah…..kajja kita pulang" ujar teukie hyung
"yee…hyung" sahutku, namun langkahku dihentikan oleh seseorang yang menghadang langkah kakiku. Dan ia berdiri didepanku, meskipun aku tidak tahu namanya, tapi aku tahu bahwa ia adalah hyungku.
" chamkanman…dia siapa?" tanyanya ketus kepada teukie hyung
"bukan urusanmu siwon~ah…"sahut teukie hyung
"ternyata namanya siwon" batinku
" hah…alasanmu tidak bisa kuterima" sahutnya ketus dan tersenyum sinis kepadanya
"wae?, apa kamu ingin mencari masalah lagi?" ujar eunhyuk hyung.
" perkenalkan aku lee kyunnie…" sahutku dan mengulurkan tanganku kepadanya, namun ia menepis tanganku.
"hyaaa…siwon~ah…jangan karena kamu orang kaya, jadinya kamu bersikap seperti itu" ujar eunhyuk hyung emosi.
"wae?, tidak suka dengan sikapku?" sahutnya sombong
"hyung~ah….sudahlah, hentikan…" ujar salah satu hyungku yang ternyata namanya adalah donghae
" wae donghae~ah?…hyung bingung padamu. Kenapa kamu selalu bersikap baik pada mereka?" ujar siwon hyung kepadanya
"hyung…mereka tidak memiliki salah pada kita, lantas kenapa kita harus bersikap sombong dan ketus kepada mereka?" ujar donghae hyung yang bijaksana.
"gumawo hyung…"batinku saat menatap donghae hyung
" aish….kamu ini, mereka itu adalah orang-orang menjengkelkan" ujar siwon hyung menatap sinis kepada kami.
"sudahlah hyung….sebaiknya kita pulang sekarang" ujar donghae hyung dan menarik tangannya. Siwon hyung menurutku memiliki sifat angkuh seperti hyunra ajumma, tapi meskipun begitu aku tahu bahwa sebenarnya ia bersikap seperti itu karena ia ingin mencari perhatian dari kedua hyungnya yang juga adalah hyungku. Setelah siwon hyung dan donghae hyung pergi, teukie hyung merangkul pundakku dengan hangat.
"jangan kamu pikirkan perlakuan siwon kepadamu, dia itu orang yang angkuh dan sombong" ujar teukie hyung
"menurutku ia orang yang baik hyung" sahutku yang membuat mereka terkejut.
'kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya eunhyuk hyung
" karena aku bisa melihat dari matanya, dan menurutku ia hanya mencari perhatian dari kalian" ujarku lagi yang masih menatap punggung kedua hyungku yang lain pergi dan menghilang dari hadapan kami.
"kamu anak yang baik lee kyunnie" ujar hae rie ajumma kepadaku.
" nde…aku yakin kedua orang tuamu sangat menyayangimu dan bangga memiliki anak sepertimu kyunnie" ujar teukie hyung
"ah…hyung ini membuatku malu saja, seandainya saja eomma ku masih hidup, pasti ia akan sangat senang bertemu dengan kalian" ujar ku kepada mereka
"mianhe kyunnie~ah…hyung tidak tahu kalau eomma mu sudah tidak ada lagi" ujar teukie hyung kepadaku
"gwencana hyung" sahutku.
"sebaiknya kita pulang sekarang" ajak hae rie ajumma kepada kami
"yee…"sahut kami serempak. Aku merasa sangat bahagia bisa mengenal keluarga baruku ini.
"besok aku akan mencoba untuk mendekati keluarga hyunra ajumma" batinku. Sesampainya dirumah hae rie ajumma, kedua hyungku itu mengajakku makan bersama mereka.
~keesokkan harinya~
Aku sudah bangun pagi-pagi sekali, dan sesuai janjiku kemarin hari ini aku membantu hae rie ajumma untuk berjualan kimbab di pinggir jalan.
"kyunnie~ah…kamu pagi-pagi sekali sudah bangun?" ujar hae rie ajuma kepadaku
"nde, ajumma. Aku kan sudah janji kepada ajumma" sahutku, hae rie ajumma tersenyum kepadaku.
"sebaiknya sarapan dulu" ujar hae rie ajumma yang menyiapkan sarapan untukku. Air mataku menetes karena melihat kehangatannya kepadaku.
"kenapa kamu menangis?" tanya hae rie ajumma kepadaku
" gwencana ajumma…aku hanya bahagia bisa mengenal ajumma yang begitu baik kepadaku" sahutku
"gumawo kyunnie~ah…ajumma juga senang bisa mengenal anak sebaik dirimu" sahut hae rie ajumma mengelus kepalaku.
" eomma….lihatlah eomma…..hae rie ajumma ternyata sangat baik dan hangat kepadaku" batinku.
"ajumma…setelah aku selesai membantu ajumma berjualan, bolehkah aku jalan-jalan sebentar sambil mencari pekerjaan?" tanyaku pada hae rie ajumma
" Kamu sudah ingin mencari pekerjaan secepat ini?, apa kamu sudah tidak ingin tinggal disini lagi?", tanya Hae rie ajumma padaku
" Aniyo, ajumma. Aku sangat betah tinggal disini bersama ajumma, eunhyuk hyung dan juga teukie hyung. Tapi…aku tidak mungkin terus-menerus merepotkan kalian" ujarku padanya
" Kyunnie…ajumma dan kedua anak ajumma tidak keberatan jika kamu tinggal disini. Anggap saja kami ini adalah keluargamu" sahut Hae rie ajumma padaku
"Keluarga?, yah…kalian memang keluargaku. Tapi, seandainya kalian tahu aku adalah anak dari wanita yang telah membuat appa meninggalkan kalian. Apakah, kalian masih akan menganggapku sebagai keluarga kalian?", batinku
" Kyu…, kenapa kamu diam saja?" , ujar Hae rie ajumma, dan kali ini Hae rie ajumma memegang kedua tanganku. Aku menatap wajahnya yang penuh dengan kehangatan
" Kyu…, jika kamu mau…kamu boleh memanggil ajumma dengan panggilan eomma", ujarnya
Deg…benarkah ini?, apakah aku hanya salah dengar?, apa benar aku boleh memanggilnya eomma?.
" Eom…eomma…" sahutku merasa tidak percaya
"Nde, kamu dapat menganggap ajumma sebagai eommamu. Ajumma, tahu kami pasti sangat merindukan sosok eommamu, jadi tidak ada salahnya jika ajumma kamu panggil dengan sebutan eomma" ujar Hae rie ajumma padaku.
" Nde kyu, lagipula aku juga tidak punya dongsaeng. Jadi tidak ada salahnya jika kamu anggap eommaku sebagai eommamu juga, dan aku adalah hyungmu" ujar Eunhyuk hyung yang keluar dari kamarnya, dan ia menambahkan perkataan Hae rie ajumma.
Aku menundukkan wajahku. Aku tidak dapat menyembunyikan rasa bahagiaku di depan mereka. Air mataku menetes dan kini air mataku semakin deras, saat kedua tangan yang penuh kehangatan kini membekapku dalam pelukannya. Eomma…, aku merasa yang sedang memelukku saat ini adalah dirimu eomma. Eomma…apakah aku sanggup jika aku harus mengatakan kebenaran pada Hae rie eomma bahwa aku adalah anakmu?.
" Menangislah anakku, jika dengan menangis kamu akan merasa lebih baik" ujarnya lembut dan penuh kehangatan.
" Eomma…eomma…eomma…apakah benar aku boleh memanggilmu eomma?, aku tidak sedang bermimpikan?", tanyaku meyakinkannya
"Nde, panggillah aku dengan sebutan eomma…dan kamu tidak sedang bermimpi Kyu" ujar Hae rie ajumma
" Gumawo..gumawo…" aku berterima kasih di sela isak tangisku
Hae rie ajumma melepaskan pelukannya padaku, dan Hae rie ajumma menyeka air mataku dengan kedua tangannya. Wajahnya memancarkan penuh kehangatan, senyumnyapun terlihat tulus. Bukan hanya Hae rie eomma, tetapi juga kedua hyungku yang kini menatapku dengan menyunggingkan senyum mereka. Kini, aku memperoleh sebuah kekuatan, bahwa aku harus berjuang untuk memperoleh maaf dari mereka, dan juga keluargaku yang lain.
" Aish…sudahlah, aku jadi ikutan sedih nih", ujar Eunhyuk hyung pada Hae rie eomma dan juga padaku
" Arasseo-arasseo…, dasar cengeng", ledek Hae rie eomma padanya
Aku tersenyum saat Hae rie eomma bisa juga meledek anaknya.
" Aish eomma…akukan jadi malu", sahut Eunhyuk hyung yang salah tingkah karena diledek Hae rie eomma.
" Eunhyuk memang begitu Kyu, eommaku sering sekali meledeknya", ujar Teukie hyung padaku
" Gwencana hyung, aku merasa bahagia dapat mengenal kalian semua", sahutku
Teukie hyung tersenyum kepadaku.
" Eomma, apa kita berangkat sekarang untuk berjualan?", tanyaku pada Hae rie eomma
"Nde, chamkanman, eomma ambil dulu kimbabnya" sahut Hae rie eomma
" Andwe eomma, biar aku saja yang ambil" sahutku,
" Geuraeyo…, kimbabnya tadi sudah eomma susun di baskom warna merah", ujar Hae rie eomma
" Nee eomma" sahutku
~ Author Pov ~
Kyuhyun pergi menuju dapur untuk mengambil kimbab yang sudah siap untuk di jual. Kyuhyun mengangkat kimbab-kimbab itu dan iapun kemudian membawa kimbab itu ke luar.
" Kalau begitu kita pergi bersama saja eomma", ajak Teukie
" Nde, kita berangkat bersama sekarang", sahut Hae rie pada anaknya
" Sini Kyu, biar eomma saja yang membawanya", ujar Hae rie pada Kyuhyun
" Shireo eomma, biar aku saja", sahut Kyuhyun menolaknya.
" Geurae, kalau itu maumu", sahut Hae rie
Mereka berempat pergi bersama, Eunhyuk dan Teukie mengajak Kyuhyun mengobrol dan bercanda. Kyuhyun merasa bahagia dapat mengenal keluarganya lebih dekat. Ia menatap lekat pada Hae rie, Eunhyuk dan juga Teukie. Saat tiba di tikungan, mereka berpisah. Karena Teukie dan Eunhyuk harus pergi kerja, sedangkan Kyuhyun menemani Hae rie menjual kimbab.
Sepanjang perjalanan, Hae rie banyak bercerita pada Kyuhyun mengenai kedua anaknya. Kyuhyun ingin sekali bertanya mengenai kehidupan Hae rie yang dulu, namun Kyuhyun mengurungkan niatnya.
" Kyu…eomma ingin tahu, bagaimana eommamu", tanya Hae rie padanya
" Eommaku?", tanya Kyuhyun
"Nde, eommamu…eomma hanya ingin tahu Kyu", ujar Hae rie
" Eommaku adalah eomma yang paling cantik, eomma sangat menyayangiku, eomma selalu tersenyum manis padaku, eomma…" perkataan Kyuhyun terputus, karena ia kembali teringat pada eommanya yang telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Kini, air mata kembali mengalir di wajahnya. Hae rie yang melihat Kyuhyun menangis, ia merasa bersalah padanya.
" Mian, bukan maksud eomma mengingatkanmu pada eommamu Kyu", ujar Hae rie padanya
" Gwencana eomma…", sahut Kyuhyun sembari menyeka air matanya.
" O iya eomma, kita akan berdagang dimana hari ini?, apa di tempat yang kemarin?", tanya Kyuhyun dan mengalihkan dari pembicaraan mengenai eommanya
"Eoh…nde, eomma tidak ada tempat lain untuk berdagang, selain ditempat itu", sahut Hae rie
"Arasseo…" sahut Kyuhyun. Mereka menuju Maejeom dimana biasa Hae rie berdagang, jalan yang mereka lalui kini dipenuhi oleh pejalan kaki yang juga pada sibuk untuk bekerja. Saat
tiba di Maejeom, Hae rie cukup terkejut karena tempat dimana ia biasa berdagang, kini telah ditempati oleh pedagang yang lain.
" Apa yang kamu lakukan disini?", tanya Hae rie kepada pedagang baru itu
" Aku telah membayar Maejeom ini, jadi Maejeom ini sekarang adalah milikku", sahut pedagang itu ketus
" Mwo?,…Hah…tidak mungkin, aku sudah membayar Maejeom ini, jadi tidak mungkin Maejeom ini menjadi milikmu", ujar Hae rie tidak terima akan kenyataan yang ada di depannya saat ini.
" Tidak mungkin katamu, hyaaaa…aku sudah membeli Maejeom ini kemarin malam pada preman-preman itu", sahut pedagang itu bersikeras.
Kyuhyun hanya bisa diam saja melihat pertengkaran antara Hae rie dan juga pedagang yang kini menempati Maejeom milik Hae rie. Saat pertengkaran mereka terjadi, para preman yang kemaren telah menghancurkan dagangan Hae rie, mereka datang menghampiri Hae rie dan juga pedagang baru itu.
" Hahahaha…akhirnya ajumma ini datang juga", ujar salah satu preman kepadanya.
Hae rie menatap preman itu, dan ia memegang tangannya.
" Kenapa kamu melakukan ini padaku?, bukankah aku sudah membeli Maejeom ini darimu?, jebbal…kembalikan Maejeom ini padaku, bagaimana aku dapat berdagang jika aku tidak memiliki Maejeom sendiri?", ujar Hae rie memohon padanya
" HAH…,bukankah kemaren kamu tidak membayar hasil daganganmu kepada sajangnim kami. Jadi, sajangnim kami memutuskan untuk menjual Maejeom ini pada orang lain", sahut preman itu.
Kyuhyun menjadi geram saat mendengar preman itu dengan seenaknya menjual Maejeom itu pada orang lain.
" Hyaaa…, bukankah eommaku kemaren dagangannya belum laku sedikitpun, kenapa dengan seenaknya menjual Maejeom ini pada orang lain?", bentak Kyuhyun membela Hae rie.
Para preman yang mengetahui bahwa Kyuhyun ikut campur urusan Hae rie dan membelanya. Para preman itupun menghampirinya, salah satu preman mendorongnya hingga terjatuh. Bahkan, kimbab-kimbab yang ingin dijual jatuh berserakan di aspal.
" Hyaaa, nuguya?, kenapa membela wanita ini?, bukankah dia bukan eommamu?", tanya preman itu padanya.
" Hyung…namja itu adalah namja yang kemaren menolong wanita ini", ujar salah satu teman preman itu kepadanya
"Owh…, nde…pantas saja aku seperti pernah melihatnya", sahut preman itu
" Nde, aku adalah namja yang kemaren menolongnya, dan wanita ini adalah eommaku. Wae…?", ujar Kyuhyun ketus padanya
" Wah…wah…ternyata kamu memiliki nyali juga melawan kami", ujar preman itu
" Kyu…sudahlah, biarkan saja mereka menjual Maejeom ini. Eomma masih bisa berdagang di tempat lain saja", ujar Hae rie padanya
" unnyieo eomma, ini namanya tidak adil", sahut Kyuhyun kesal sembari menatap tajam pada para preman itu.
" Sudahlah Kyu, kita pergi saja dari sini", ujar Hae rie padanya
"Nde, sebaiknya kalian pergi saja dari sini. Jika kami sampai melihat kalian lagi, maka tidak akan segan-segan kami akan merusak dagangan kalian", ujar parra preman itu pada Hae rie
" Kyu, bantu eomma memunguti kimbab ini. Setelah itu kita pergi dari sini", ujar Hae rie padanya
" Tapi eomma…" sahut Kyuhyun ingin menolak, namun setelah melihat Hae rie memberi isyarat padanya dengan menggelengkan kepalanya, Kyuhyunpun mau tidak mau menyetujuinya.
"Nee…", sahut Kyuhyun lesu
Kyuhyun membantu Hae rie menyusun kembali kimbab yang sudah kotor ke dalam baskom. Karena kejadian ini, Hae rie tidak bisa berdagang seperti biasanya. Mereka berdua berencana pulang kembali. Saat mereka hendak kembali ke rumah Hae rie, Kyuhyun melihat dari kejauhan Donghae yang mampir ke sebuah Café Purple Coffe. Kyuhyun berencana untuk menemuinya, dan iapun tidak mengantar Hae rie pulang sendiri.
" Eomma…aku ada urusan dulu, mian aku tidak bisa mengantar eomma", ujar Kyuhyun padanya
" Nee, jika urusanmu sudah selesai. Cepatlah pulang", ujar Hae rie padanya
"Nee, eomma", sahut Kyuhyun.
Hae rie kembali pulang seorang diri, sedangkan Kyuhyun berbalik arah menuju Café Purple Coffe. Ia masuk ke dalam Café tersebut. Matanya menatap orang-orang yang berada di Café itu untuk mencari sosok Donghae, dan ia menemukan Donghae sedang duduk seorang diri sambil memainkan jari-jemarinya di atas meja.
Kyuhyun memberanikan diri untuk menemuinya, tanpa ragu Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju arah dimana Donghae saat ini sedang menikmati suasana paginya.
" Annyeong…" sapa Kyuhyun ramah padanya.
TBC
