Pinky Bluie
Cast: SEVENTEEN, mungkin akan ada grup lain dan banyak figuran (sudah ditentukan akan datang dari grup debutan 2015/2016)
Rating: T
Genre: Friendship/Romance
Warning: GS tanpa merubah nama, alur yang mungkin lambat-lambat-lambat sekali, fic tidak jelas –sekali lagi aku bilang ini akan jadi sangat tidak jelas –aku serius, mungkin akan jadi kumcerpen hubungan SoonHoon.
Member yang ku-switch di fic ini: Jeonghan, Wonwoo, Jihoon, Minghao, Seungkwan. Selain itu tetap.
XXX
Jihoon bangun karena handphone-nya berisik, ada seorang fangirl nyasar ke Line dan mulai berkicau tentang BTS yang ganteng, tidak puas dengan foto teaser dalam arti ingin lebih banyak lagi, dan kemudian nyampah di group chat.
Dan sayangnya fangirl itu Wonwoo. Dia sebenarnya fangirl apa saja, Cha Hakyeon sampai Kye Bumzu, syaratnya cuma harus punya lagu yang Wonwoo sukai sampai dinyanyikan dimana mana dan visual yang menarik hati Wonwoo.
Dan sekarang tambah ribut ketika Jeonghan membalas; VMINVMINVMINVMIN
Dan membalas lagi; MEREKA SEUMUR DENGANKU DEMI APA?
Wonwoo membalas; Demikian sekilas info, Eonnie
Dan Wonwoo mengirim video teaser BTS yang baru.
Jeonghan menjerit jerit lewat stiker dan membalas; JIHOON HARUS GANTI WARNA RAMBUT SEWARNA SUGA!
Dan dia berisik sendiri; Warnanya bagus sekali! Kalau di Suga cocok di Uji juga pasti cocok.
Jihoon tertawa malas dan melihat jam. 08:30? Nice, fangirl itu berhasil membangunkannya.
Sebenarnya Jihoon juga tahu jadi fans dari sebuah grup atau seseorang itu bagaimana, tapi dia bukan tipe yang akan merusuh seperti Wonwoo dan Jeonghan dan walaupun dia tahu Jungkook di concept photo jadi makin tampan, dia tidak akan menangis karena itu. Dia tipe yang jadi fans karena lagu dan dia tipe anak yang agak elektronik dalam genre jadi sisi Red dari Red Velvet itu benar benar favorit-nya sekali, dan dia juga suka sisi Velvet-nya.
Dan di antara concept photo BTS yang menggunung, terlihat lebih banyak dari apa yang bisa dilihat di website BTS, entah Wonwoo mencuri foto foto cantik itu darimana, Jihoon membalas; Berisik
Wonwoo membalas; Maaf, habis mereka terlalu tampan, geumjin geumjin~
Dan Jeonghan menggodanya; Lebih tampan mana dengan Mingyu?
Wonwoo dengan cepat menjawab; MINGYU
Jihoon setuju, lagian siapa juga yang bakal bilang Mingyu tidak tampan?
Jeonghan membalas; Tapi Kookie makin besar makin tampan, ya. Aduh, Noona tidak kuat, Kook!
Dia menambahkan stiker pusing.
Wonwoo membalas dengan stiker jempol.
Jihoon akhirnya ikut dalam obrolan; RM pakai warna rambut Suga kemarin, ya?
Wonwoo bertanya; Mint?
Dan dia menjawabnya sendiri; Kelihatannya begitu.
Jeonghan kemudian berkicau lagi karena bahasannya sudah jadi warna rambut; Aku kaget loh warna rambut V dan Jin jadi begitu.
Wonwoo membalas; Geumjin! Geumjin!
Jihoon malah membahas V; V kalau begitu jadi mirip Red Velvet Joy.
Wonwoo mengirim stiker bingung.
Jeonghan menjelaskan; Rambut kemerahan
Dan menjelaskan lagi; Lens biru
Dan lagi; Ekspresinya juga mirip
Dia mengambil semua yang ingin Jihoon katakan; Nah. Juga mirip konsep Ariel-nya Wendy di OOTN
Jeonghan membalas; Iya ya, rambut merah mata biru. Tapi warna rambut V lebih mirip warna rambut Joy di Ice Cream Cake. Ekspresi-nya juga.
Jihoon tidak membalas lagi, Wonwoo tidak membalas lagi, Jeonghan juga tidak bicara lagi.
Dan tiba tiba Line dari Wonwoo datang; Jadi, aku jemput jam 9, ya.
Hah! Sembilan!?
Jihoon melirik jam, sudah mau jam sembilan.
Dia buru buru mengirim Line pada Wonwoo; JANGAN MENDADAK MERUBAH RENCANANYA, NONA JEON!
Dan Jihoon tanpa melihat berpikir apa apa lagi langsung lari ke kamar mandi. Dia mandi sesuka hatinya, terserah mau Wonwoo menunggu sampai tiga jam sekalipun, dia harus dihukum karena sudah menyusahkan Jihoon.
Jihoon keluar dari kamar mandi dengan rambut hampir kering dan hanya pakai handuk.
"Wow." Kata Wonwoo, dia tiba tiba sudah tiduran di ranjang Jihoon sambil main handphone saja.
"Apa?" tanya Jihoon ketus.
"Aku sudah menunggumu sejam, Jihoon." kata Wonwoo.
Mereka sama sama melirik jam, 10:05.
Wonwoo bilang dia mau menjemput Jihoon jam sepuluh kemarin.
"Kau! Kau menjebakku!?"
"Tidak! Aku hanya berusaha membuatmu siap tepat pada waktunya! Kemarin aku bilang jam sepuluh, Sayang, dan kau sudah ngaret lima menit."
Sialan, Wonwoo sudah benar benar hapal bagaimana cara membuat Jihoon secara tidak langsung menuruti apa maunya.
Jihoon tidak berkata apa apa, dia memakai pakaian dalam, lalu wewangian, lalu menyisir rambutnya, dan Wonwoo sudah terbiasa melihat Jihoon pamer badan begitu. Sebagian dari diri Wonwoo ingin tutup mata, tapi sebagian yang lain ingin memilihkan baju untuk Jihoon.
"Rok?" tanya Jihoon.
"Celana, kita mau duduk di lantai, Ji."
Jihoon mengambil sebuah celana jeans pendek.
Wonwoo bangun dari tidurnya, "Terlalu pendek, Jihoon!"
"Please, Sayang, " Jihoon memutar matanya, "Pertama, aku sudah cukup umur untuk pamer paha-"
"Tapi kau kelihatan seperti anak duabelas tahun yang polos, Ji." Rengek Wonwoo, dia mulai jadi menyebalkan seperti Mingyu.
Jihoon mendengus, "Dan aku ingin terlihat lebih tinggi di sampingmu, Jangkung."
"Kau bisa pakai heels dan tidak pamer paha, M-Jihoon." Wonwoo nyaris bilang mungil tapi tidak jadi karena dia tahu dia bakal dihajar kalau sampai bilang mungil, "A-aku bilang begini karena aku mencintaimu, Jihoon, aku tidak mau kau menarik perhatian orang orang tidak bermoral di luar sana."
Jihoon mengulum senyum, "Thanks, aku juga mencintaimu."
Akhirnya dia memakai jeans lurus yang ujungnya digulung, memperlihatkan mata kakinya, sedikit betisnya dan kaos yang panjangnya jatuh di ban pinggang tapi lengannya cukup panjang untuk sampai ke sikunya. Wonwoo setuju dengan pakaian ini, Wonwoo sendiri pakai kaos hitam dan rok jeans ¾. Jihoon agak kesal, tadi katanya tidak boleh pakai rok.
Jihoon iri, perempuan yang tinggi dan langsing seperti Wonwoo bakal bagus pakai apapun, akan selalu terlihat tinggi dan langsing, sementara Jihoon tidak begitu, dia mungil dan lebih berisi, dia mudah terlihat gendut dan tenggelam dalam pakaian.
Itulah kenapa isi lemarinya kebanyakan bawahan pendek, karena dengan pakaian pas badan dan pendek, Jihoon tidak terlihat terlalu kecil, atau terlalu seperti anak kecil, atau juga tenggelam dalam baju.
Mereka akhirnya keluar kamar, lalu keluar rumah, seperti biasa orang tua Jihoon tidak ada di rumah.
Dan mereka bertemu Seungcheol di luar.
Seungcheol bersiul, dua gadis ini menoleh.
"Mau kemana, Ladies?"
"Main." Jawab mereka bersamaan.
"Oh, main kemana?"
"Ke rumahku." Jawab Wonwoo.
"Pakai bis?" tanya Seungcheol lagi.
"Iya." Jawab Wonwoo lagi.
Seungcheol sepertinya tidak suka kalau gadis gadisnya ini naik bis, terlihat dari ekspresinya.
"Tunggu." Perintahnya.
Sementara itu Wonwoo dan Jihoon tahu Seungcheol akan mengeluarkan mobil. Dan dalam beberapa menit mereka bertiga sudah ada di dalam mobil Seungcheol.
"Coba sini foto." Kata Wonwoo, "Oppa yang belum mandi dan gadis gadis yang sudah cantik."
Seungcheol berdecak, tapi tetap mengambilkan foto mereka bertiga.
"Sabunku habis, aku mau beli dulu baru mandi." Katanya.
"Habis karena kau mainkan?" tanya Jihoon.
"Sst! Sst!" karena bahasannya berpotensi jadi menjurus, Wonwoo berusaha menghentikan dua temannya ini.
Sambil menyetir, Seungcheol membahas hal lain, "Jadi tema kalian hari ini kaus warna gelap dan jeans?"
Jihoon melirik Wonwoo yang meliriknya juga.
"Baju kalian sama sama gelap dan bawahannya sama sama jeans." Katanya.
Jihoon bingung ini antara Seungcheol yang ketularan Jeonghan atau dia sudah tidak punya bahan obrolan lagi.
Tapi setidaknya lebih baik daripada Seungcheol bahas soal sarapan. Kalau dia tahu Jihoon belum makan, dia pasti membawa mereka ke tempat makan terdekat dan menyuruhnya makan apapun yang ada.
"Nanti foto ya, mau kupost di IG." Kata Seungcheol.
IG Seungcheol isinya memang bukan diri sendiri, banyak foto gedung, foto hewan, foto tempat tempat dari cafe sampai water park, dan yang paling banyak adalah foto orang orang yang dekat dengannya, Jihoon berpikir Seungcheol sangat menyayangi orang orang ini sampai memasukan banyak foto mereka ke IG-nya. Banyak foto Jeonghan, juga foto Jihoon dan Wonwoo, foto ketiganya dalam baju renang juga ada, tapi paling banyak foto Jeonghan sendiri dan foto Jihoon dan Wonwoo berdua, dan juga ada foto Tempest. Tempest itu geng Seungcheol dari SMP, waktu mereka SMA mereka masih sering kumpul walaupun beda sekolah dan itu berlanjut sampai sekarang. Jihoon juga kenal anak anak Tempest –karena dulu mereka menawari Jihoon jadi satu satunya cewek di geng- walau tidak terlalu dekat. Anak anak Tempest itu Seungcheol, Shim Yoosang, Na Youngwon, dan Jang Doyoon, Jang Doyoon yang paling dekat dengan Seungcheol jadi Jihoon paling hapal dia. Tiap kumpul mereka pasti foto sebagai bukti kalau mereka kumpul, mereka benar benar menjaga persahabatan walaupun mereka jauh.
Seungcheol akhirnya berhenti di depan rumah Wonwoo dan dia mengambil beberapa foto Jihoon dan Wonwoo dengan kamera handphone dan akhirnya dia bilang, "Sini peluk aku dulu sebelum pergi."
Jihoon dan Wonwoo menghambur ke pelukan Seungcheol. Dan Seungcheol mencium pipi Wonwoo sekali, kemudian memegang wajah Jihoon lalu mencium masing masing pipinya dan keningnya. Jihoon meronta tapi dia tetap tidak bisa lepas.
"Oppa! Kau membuat poniku berantakan!"
Seungcheol tertawa, tersenyum dengan lebar, "Selamat bersenang senang, ya. Telepon aku kalau mau dijemput."
"Iya, bawel." Kata Jihoon, dia menyusul Wonwoo masuk ke rumah dan Seungcheol pergi lagi.
Jihoon mengeluh, "Uh, aku ingin cuci muka."
Jalan menuju loteng rumah Wonwoo melewati dapur, dan Jihoon bersikeras dia harus membersihkan diri dari bekas bekas Seungcheol yang belum mandi,
"Sana, sana, cuci muka di bak cuci." Kata Wonwoo, dan dia mengambilkan handuk dan sabun mukanya kalau Jihoon mau.
"Thanks." Gumam Jihoon. dia pakai sedikit sekali sabun muka Wonwoo dan menenggelamkan mukanya yang terlijpat di tangan Wonwoo.
"Ampun, Jihoon." kata Wonwoo, "Jadi ini kelakukan perempuan yang sudah cukup umur untuk pamer paha?"
Jihoon kesal, dia merasa Wonwoo secara tidak langsung bilang kalau dia itu anak kecil. Jihoon tidak bicara apa apa, dia cuma mengusapkan sabun muka Wonwoo ke pipi Wonwoo, lalu cuci tangan.
"Yah! Jihoon!"
Jihoon mengambil handuk dari Wonwoo dan membiarkannya cuci muka. Lalu setelah Wonwoo cuci muka, mereka naik ke atas.
XXX
Hari ini anak anak datang, aku merasa harus bilang thanks for today tapi aku jarang bilang begitu. Aku sayang anak anak, walaupun kita sekarang jadinya cuma bertiga, seperti JeongJiWon, cowoknya... Cuma Han Oppa (yang ada diposisi Hoshi) saja yang dekat dengan kami.
Kadang segala sesuatunya tidak berjalan seperti apa yang kita mau.
Kalau ada masalah begini aku ingin menenggelamkan diri pada idol, BTS comeback, SVT comeback, I.O.I debut, aku ingin mengumpulkan sebanyak mungkin foto konsep BTS yang berantakan dimana mana, aku ingin mencuri foto foto dari photobook yang cantik, aku ingin mencuri foto dari photoshoot majalah. Aku ingin berburu foto dan mencuri looks.
Sepertinya aku tahu kenapa perempuan suka belanja. Aku sih bukan suka belanjanya, tapi memikirkan sesuatu selain hal hal yang memberatkanku. Uh! Omega!Jimin, aku butuh diceramahi suamimu! (Studi tentang Serigala)
(omong omong soal Jimin, aku jadi ingat soal hal yang waktu itu aku bicarakan dengan ibuku. Konklusinya ibuku ingin menamaiku Ha-Min, tapi ayahku ingin Mi-Young dan Sylvia, dan sebenarnya namaku nyaris Stephanie. Stephanie Hwang Miyoung, bukannya itu Tiffany SNSD ya?)
Note: 2 (a) membuatku berpikir, kelakuan oh kelakuan.
