Dislaimer : [c]Crypton Future Media, Yamaha Corporation
Summary for Story : Vocaloid, adalah grup musik yang sangat terkenal dan tenar.
Berdiri baru 3 bulan yang lalu, tetapi sudah memiliki jutaan penggemar
Karena kekurangan anggota, sang pemilik mencari anggota lagi.
Akhirnya, pada suatu hari datanglah seorang gadis dan bergabung dalam band tersebut.
Hingga akhirnya, sebuah cinta tumbuh di dalam Vocaloid.
Genre : Hurt / Comfort / Romance
Rate : T
.
.
.
.
.
= Vocaloid =
[c]Rin 'Yaya-chan' Kagamine
Normal POV
Tik. Tik. Tik.
Jarum jam terus berdetik. Para anggota grup Vocaloid tengah menunggu di Ruang Tengah.
Luka dan Gakupo yang sudah pulang sedang ganti baju di kamar masing-masing. Kaito dan Miku duduk berdua di atas sofa berwarna putih tulang. Sedangkan Len, sibuk mendengarkan lagu lewat earphone yang ia pasang di telinganya.
Kaiko sudah lama pergi. Katanya dia akan kembali pukul 18.45 pm nanti.
"Memang kalian tahu siapa nama anggota baru itu?" tanya Luka yang tiba-tiba muncul. Di belakangnya, Gakupo sedang melipat lengan bajunya hingga siku.
"Tidak tahu. Kaiko-san sama sekali tidak bilang namanya," jawab Miku sambil memelintir rambut tosca miliknya yang lembut.
"Ya. Kaiko hanya bilang kalau anggota baru itu akan datang pukul 17.00 pm nanti," timpal Kaito. Luka manggut-manggut.
Len hanya diam tanpa menghiraukan obrolan mereka bertiga.
"Sebaiknya kita bersiap-siap. Sebentar lagi anggota baru itu akan datang," ujar Gakupo sambil melirik arloji yang melilit lengannya, menunjukkan angka 16.50 pm.
"Baiklah. Aku akan menyiapkan alat-alat musik kita," respon Luka dan meninggalkan Gakupo, Len, Kaito, dan Miku.
"Aku dan Kaito akan menyiapkan makanan dan minuman ringan untuk kita berlima," jawab Miku sambil menarik lengan Kaito.
"Aku mau kembali ke kamarku dulu," ujar Gakupo dan meninggalkan Len. Sedangkan Len hanya diam tak menghiraukan lagi.
.
.
Kurang 5 menit untuk menunjukkan waktu 17.00 pm. Para anggota Vocaloid sudah siap di Ruang Tengah.
Mereka semua tenggelam dalam hening, sampai―
Tok. Tok. Tok.
"Eh? Siapa itu?" tanya Miku yang mendengar ketukan pintu dari luar. Luka pun menghela napas dan segera membukakan pintu.
Kaito dan Gakupo masih diam, dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Miku memeluk bantal negi kesayangannya sambil menatap punggung Luka yang makin menjauh.
"Baka," gumam Len sangat pelan. Dia terus mendengarkan lagu, dan pilih duduk menyendiri di pojok ruangan.
Sedangkan di saat yang bersamaan, Luka mendapati sosok gadis yang cantik nan imut sedang ada di hadapannya.
"Emm, ngomong-ngomong Anda siapa ya?" tanya Luka sopan. Gadis cantik di depannya tersenyum lembut.
"Aku yang mendaftarkan diri untuk menjadi salah satu anggota di Vocaloid. Shion-san memintaku untuk berlatih bersama kalian," jawab sang gadis dengan senyumnya yang hangat. Mata Luka berbinar-binar.
"Akhirnya datang juga! Mari-mari, silakan masuk!" ujar Luka sambil menyilakan masuk sang gadis. Gadis tersebut hanya membungkuk sopan.
Luka berlari kecil menuju Ruang Tengah. Rambut merah mudanya bergoyang pelan seirama dengan gerakan tubuhnya.
"Teman-teman! Anggota barunya sudah datang!" seru Luka senang.
Miku dan Kaito spontan menoleh karena seruan Luka dengan suaranya yang melengking tinggi, tidak seperti biasanya. Gakupo yang ada di samping Kaito menutup telinganya sambil memasang muka seperti [ ==" ]
Len dengan gaya cool sama sekali tidak memperhatikan Luka dan yang lainnya. Mereka segera menggerombol layaknya menemui artis tenar.
.
"Jadi, kamu berasal dari mana?" tanya Luka dengan antusias. Lainnya juga menatap lekat-lekat anggota baru tersebut. Yang pasti kecuali si pisang, Len.
"Aku pindahan dari Utakura," jawab anggota baru tersebut dengan senyum hangat yang selalu menghiasi bibirnya.
"Namamu siapa?" tanya Miku yang dari tadi bertengkar dengan Kaito dan Gakupo― rebutan tempat duduk.
"Namaku Rin Kagamine," jawabnya lagi. Seketika, mata azure Len melebar mendengar nama tersebut. Ditengoknya seorang gadis dengan bando hitam besar sedang duduk di Ruang Tengah bersama Luka, Miku, Kaito, dan Gakupo.
Rin yang melihat Len memandanginya, langsung memalingkan pandangan ke arah lain.
"Eh? K-kagamine?" ujar Luka dan Miku bingung. Kaito dan Gakupo juga ikut bingung dengan membuka mulutnya.
"Kamu saudara jauh dari Len ya?" tanya Gakupo. Anggota baru tersebut― Rin menggeleng pelan.
"Tunggu tunggu tunggu! Kenapa ini aneh sekali ya? Marga sama. Rupa sama! Ini seperti anak kembar!" timpal Kaito. Miku mengangguk inosen.
Luka manggut-manggut sambil menjawab, "Benar juga ya."
"Tapi aku sama sekali tidak mengenal Kagamine Len. Setahuku, dia itu anggota grup Vocaloid. Itu saja," jawab Rin.
"Yah, mungkin jodoh. Hehe," celetuk Miku sambil tertawa kecil, memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih. Luka langsung menginjak kaki Miku.
"Aduh!" rintih Miku. Luka hanya tersenyum ke arah Rin seperti tidak pernah menginjak Miku sekali pun.
"Lalu, Rin-san bersekolah di mana?" tanya Luka. Layaknya seorang wartawan yang mencari informasi, atau pun seorang detektif yang menginterogasi tersangka atau pelaku.
"Vocakura Gakuen. Kelas IX," jawab Rin singkat. Miku menautkan alisnya.
"Sekelas dengan Len-kun dong?" tanya Miku. Kaito mengangguk-angguk. Luka dan Gakupo saling pandang. Rin mengangguk pelan.
"Wah, hebat! Dari marga, rupa, sekolah, bahkan kelas, semuanya mirip!" celetuk Miku lagi. Kalimat Miku berbuah hasil mendapatkan deathglare dari Len dan Luka.
"Ya sudah. Daripada kita membuang-buang waktu, sebaiknya kita langsung latihan saja. Biar aku dan Len yang mengetes Rin," ujar Luka memecah keheningan.
"Baiklah. Lagi pula ini sudah pukul 17.15 pm." Timpal Gakupo.
"Aku, Gakupo, dan Kaito santai-santai dulu saja ya Luka-neechan?" tanya Miku. Luka mengangguk dan langsung menarik Len dan Rin ke sebuah ruangan.
.
.
Luka, Len, dan Rin menuju sebuah ruang khusus untuk menguji para anggota Vocaloid. Test Room.
"Nah Rin-san, aku ingin mengujimu. Coba kamu menyanyikan lagu ini." Ujar Luka dengan senyum manisnya, sambil menyerahkan secarik kertas yang ada lirik dan not-not lagu. Rin ikut tersenyum dan meraih kertas tersebut.
Sejenak, ia meresapi setiap not balok dan lirik lagu tersebut. Luka menunggu. Sedangkan Len menatap datar Rin. Sampai―
"Kenapa Kagamine-san? Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Rin bingung saat menyadari Len menatapnya terus.
Ups, tertangkap basah ya? Hihihi. Pikir Luka.
Len cepat-cepat memalingkan wajahnya. "Jangan terlalu percaya diri. Aku hanya ingin melihat lagu apa yang ada di kertas itu." Elak Len. Rin hanya ber-ohh-ria.
"Kalau mau lihat, bilang saja dari tadi. Ini," jawab Rin sambil menyodorkan kertasnya.
"Memang kamu sudah bisa, Rin-san?" tanya Luka. Rin tersenyum mantap. Luka pun memutar lagunya. Sedangkan Rin menyanyi.
machi akari hanayaka
e-teru mazui no tsumetasa
nemurenai gozen niji
subete ga kyuusoku ni kawaru
Luka berdecak kagum mendengar suara Rin.
oiru gire no raita-
yaketsuku youna ino naka
subete ga sou uso nara
honto ni yokatta noni ne
Len menatap kertas yang ada di genggamannya. Padahal, matanya melirik Rin yang tengah bernyanyi.
kimi no kubi wo shimeru yume wo mita
hikari no afureru hiru sagari
kimi no hosoi nodo ga haneru nowo
nakidashi souna mede miteita
"Hebat!" gumam Luka sambil terus menatap Rin.
kaku-yuugou-ro nisa
tobi-konde mitai to omou
massao na hikari tsutsumarete kirei
B-bagaimana bisa dia menyanyikan lagu dengan tempo secepat itu? Mungkin, aku butuh dua hari untuk menyanyikannya. T-tidak tidak tidak! Len Kagamine tidak boleh berpikiran seperti itu.
Pikir Len sambil menggenggam erat-erat kertas lagu yang ada di tangannya.
kaku-yuugou-ro nisa
tobi-konde mitara soshitara
subete ga yurusareru youna kiga shite
"Ya ya ya! Itu sudah cukup, Rin-san. Suaramu sangat bagus. Hanya ada satu kesalahan, kamu mengambil napas setelah kaku-yuugou-ro 'kan? Seharusnya kamu selesaikan sampai kaku-yuugou-ro nisa dan tahan sedikit, baru ambil napas. Ingat, jangan sampai terlihat begitu jelas saat kamu ambil napas." Luka memberi kritik dan sarannya. Rin hanya mengangguk senang.
"Sebagai pendatang baru di grup Vocaloid, kau adalah yang terbaik, Rin Kagamine." Puji Luka. Rin tersipu malu. "T-terima kasih Luka-san!"
Luka mengangguk kecil. Ia langsung menoleh ke arah Len. Penyanyi terbaik di Vocaloid. "Bagaimana menurutmu, Len?" tanya Luka.
Len diam.
"Hei Len!" panggil Luka sambil menggoyangkan bahu Len. Len segera menoleh ke arah Luka. "Apa?" tanyanya datar. Bagus Len, kau memang memiliki poker face.
"Bagaimana menurutmu?" ulang Luka. Len menghela napas. "L-lum..lumayan! Sudah 'kan? Aku ingin kembali ke kamar." Ucap Len sedikit terbata dan langsung beranjak dari posisinya, dan segera keluar dari ruangan tersebut.
"Tidak biasanya dia memuji orang lain," gumam Luka, namun cukup untuk didengar oleh Rin.
"Tidak biasanya? Memang kenapa?" tanya Rin bingung. Luka hanya tersenyum sebelum menjawab.
"Bisa dikatakan, dia itu egois atau seenaknya sendiri. Dia juga tidak mau mengakui kelebihan orang lain. Ia sering menanggapi kelebihan orang lain dengan kata 'biasa saja'. Kali ini dia bilang 'lumayan' 'kan?" jelas Luka. Rin hanya manggut-manggut.
"Lalu, kenapa dia bilang 'lumayan' kepadaku?" tanya Rin dengan polosnya. Luka hanya facepalm.
"Mungkin, dia―"
.
Author : Akhirnya bisa update -_-
Len : Dasar pemalas! Jangan dengan kata semi hiatus dong! Pakai HIATUS sekalian! Semi hiatus kok update-nya dua abad!
Author : *giles Len* Diam kau baka! Nah minna-san, bisa memberikan kritik dan saran? Agar fiction saya lebih bagus.
Tidak memberikan kritik dan saran juga enggak papa. Saya enggak maksa.
Daripada nge-review sendiri? Saya masih waras untuk ngereview diri sendiri.. ^^
Len : *gepeng* U-un..untuk y-yang sudah m..mem..membac..membaca, m-min..minna..minna ga d-daisuki! *tepar*
