MY STORY

A Daejae Fanfiction

Presented by BYDSSTYN

.

.

Angst,Death Chara

Rated T dan sedikit berakhir ke M. Huahaha /plak/

Daehyun,Youngjae

Cameo : Baekhyun EXO, JB GOT7

YAOI

WARNING!

I already warn you,This is a Yaoi Fanfiction.

.

.

This is a Daejae Fanfic. If you don't like the characters and pairing I made. Please press the exit button. It's very easy right? and do not contaminate your mouth just to bash someone. Because it is useless. But thank you for your review.

.

This FF real come from ma' abstract brain/?

Plagiarism? Hell's Door is not far from you

.

Typo's normal

.

BRAAKK

"Jangan begerak! Angkat tangan kalian! "

.

.

.

Baekhyun dan Jaebum terlonjak kaget di kursi mereka masing-masing. 'Bagaimana polisi-polisi itu bisa masuk?!' pikir Baekhyun. Dia sempat melirik Jaebum dengan ujung matanya. Sama. Reaksi Jaebum sama sepertinya,kaget. Tentu saja. Dan,Hei! Kemana perginya para penjaga yang telah mereka siapkan di setiap sudut rumah ini?!

'Dasar para penjaga bodoh,tidak berguna!' dengus Jaebum dalam hati. Baekhyun dan Jaebum saling berpandangan,sebelum akhirnya mereka menyeringai satu sama lain dan mengangkat tangan sejajar dengan kepala mereka.

.

Permainan ini akan semakin menarik.

.

"Youngjae!? Kau dimana?" Daehyun berteriak berkali-kali. Berlari kesana-kemari mencari keberadaan Youngjae. Naik dari satu lantai ke lantai yang lain. Sendirian. Dia tidak dibantu siapa pun. Salahkan dirinya yang terlalu egois ingin mencari Youngjae sendirian. Sekarang Daehyun menyesal setelah menyadari bahwa rumah ini terlalu besar untuk dijajahi dirinya seorang diri.

Hah hah hah

Nafas Daehyun tersenggal. Dia membungkuk,menumpukan tangan ke atas lututnya. Inilah lantai terakhir yang belum dipijaknya. Lantai 4.

.

.

"Youngjae!? Kau dimana,baby?" Youngjae baru bisa mendengar suara Daehyun yang memanggil namanya.

"MMHH!" masih sama. Youngjae hanya bisa menelan bulat-bulat teriakannya. Dia ingin berteriak,memanggil Daehyun untuk memberitahukan keberadaannya. Dia ingin Daehyun menyelamatkannya,melepaskan tali-tali yang -sangat- menyiksa dirinya.

Youngjae ingin bergerak untuk melepaskan setidaknya salah satu tali yang mengikat bagian tubuhnya. Tapi Youngjae bukan orang bodoh,orang awam, dan orang apapun itu yang tidak mengerti mengenai tali 'maut' yang membelit lehernya. Ia tau betul kalau tali itu adalah tali pengikat otomatis. Singkatnya,satu kali bergerak brutal sama saja satu kali mendekati maut. Tentu saja Youngjae tidak ingin Daehyun menemukannya dalam keadaan tak bernyawa.

Jadi Youngjae hanya bisa terdiam dilantai -yang entah kenapa terasa semakin dingin- dengan air mata yang mengaburkan pandangannya.

.

.

BRAK

"YOUNGJAE!" Daehyun akhirnya menemukan Youngjae terbujur dalam ruangan terakhir yang belum disinggahinya di lantai 4.

Youngjae yang mendengar suara pintu yang dibuka secara paksa dan teriakan Daehyun yang mengikuti setelahnya, bergerak kaget dan tali dilehernya mulai bekerja. Tali itu semakin menyempit dileher Youngjae,membuatnya merasa seperti tercekik.

Daehyun berlari kearah Youngjae dan melepaskan tali yang menjerat leher calon anae nya itu. Sepertinya tali itu sangat terkenal akan 'kesadisannya'. Bahkan Daehyun mengetahui bahaya yang mengancam Youngjae saat melihat tali itu bersarang dileher jenjang milik Youngjae.

Dengan sangat berhati-hati,Daehyun melepaskan tali yang mengikat kedua tangan serta kaki Youngjae. Daehyun dapat melihat bekas darah yang sudah mengering di pergelangan kaki dan tangan Youngjae,dan bahkan di tali itu sendiri.

GREP

Dengan lembut Daehyun memeluk Youngjae yang tengah menangis tersedu-sedu. Menenangkan Youngjae,memberitahu namja manis itu bahwa sekarang Daehyun sudah menyelamatkannya,berada disisinya,dan memeluknya.

TES

Air mata Daehyun jatuh membasahi wajah kusutnya. Dia menyadari semua penderitaan Youngjae akibat ulah mantan kekasihnya sendiri. Dia menyadari kelalaiannya dalam menjaga Youngjae. Dia menyadari.. bahwa kekasih mungilnya ini,amat sangat tersakiti. Daehyun menyadarinya. Daehyun menyadari semuanya. Dan Daehyun menyadari bahwa mulai saat ini,esok,lusa,dan selamanya.. Dirinya harus selalu berada disisi Youngjae.

.

.

TAP TAP TAP

Daehyun menuruni tangga sambil menggendong Youngjae dilengannya -bridal style-. Keadaan pergelangan kaki yang luka dan memar,tidak memungkinkan Youngjae untuk berjalan dengan normal saat ini. Dan jadilah Daehyun yang menggendong Youngjae. Daehyun bisa merasakan tubuh Youngjae yang begitu ringan di lengannya. Entah sudah berapa kilogram Youngjae kehilangan berat badannya akibat koma selama seminggu.

"Berhenti disitu Jung Daehyun" Daehyun baru saja selesai menuruni anak tangga terakhir saat sebuah suara yang amat sangat dingin tertangkap oleh indra pendengarannya dan Youngjae. Youngjae yang tengah bersandar dibahu Daaehyun pun langsung menegakan kepalanya dan meminta Daehyun untuk menurunkannya. Daehyun menurunkan Youngjae,dan menyembunyikan Youngjae dibalik punggungnya.

"Bagaimana bisa kau berada disini,Byun Baekhyun? Bukankah seharusnya kau sudah tertangkap oleh polisi-polisi itu?!" Daehyun menatap sengit kepada Baekhyun. Sedangkan Baekhyun menyeringai. Tersenyum meremehkan.

"Apa kau pikir aku akan menyerah begitu saja? Membiarkan diriku dibawa polisi-polisi itu untuk dijebloskan ke penjara? Tidak semudah itu,Jung Daehyun! Cepat serahkan Youngjae padaku!" Kali ini Daehyun yang menyeringai.

"Lalu,apa kau pikir aku akan menyerahkan Youngjae dengan mudah kepadamu setelah perjuangan ku untuk menyelamatkannya? Kau tentu mengetahuinya,Byun Baekhyun. Bahwa jawabanku sama dengan mu. Tidak semudah itu,Byun Baekhyun" Daehyun merentangkan kedua tangannya,melindungi Youngjae dibelakangnya yang sedang memegang erat kemeja bagian pinggangnya.

CEKREK

Tiba-tiba Baekhyun mengeluarkan sebuah pistol -yang sepertinya milik salah satu anggota kepolisian-. Baekhyun menodongkan senjata api itu tepat kearah kepala Daehyun. Youngjae membulatkan matanya. Sebenarnya Youngjae hanya ingin mencuri-curi pandang kearah Baekhyun,tetapi dia malah dikejutkan dengan keberadaan pistol di tangan Baekhyun.

SRET

Youngjae meraih salah satu rentangan tangan Daehyun yang melindunginya. Youngjae membalikkan posisinya sehingga ia yang melindungi Daehyun sekarang. Youngjae merentangkan tangannya,melindungi Daehyun dari timah panas yang mungkin akan ditembakan oleh Baekhyun.

"Baby,apa yang kau lakukan?! Menyingkir!" Youngjae menghalangi Daehyun yang mencoba membalikkan posisinya kembali.

"Baekhyun hyung! Kumohon jangan bunuh Daehyun. Bukankan kau ingin bersama Daehyun? Kumohon jangan bunuh Daehyun. Bunuh saja aku. Hiks" Youngjae menangis. Sungguh,dia tidak rela jika nyawa Daehyun melayang ditangan Baekhyun. Lebih baik Baekhyun membunuhnya.

"Wah wah! Justru saat-saat seperti ini lah yang aku tunggu. Baiklah jika itu mau mu,Yoo Youngjae. Dengan senang hati aku membunuhmu." Baekhyun mulai menarik pelatuk pistol itu secara perlahan dan disertai dengan seringaiannya. Youngjae menutup matanya,air matanya jatuh begitu saja. Entah bagaimana Daehyun tidak bisa melawan Youngjae saat ini. Yang Daehyun lakukan hanyalah memeluk Youngjae dari belakang,menutup matanya dan berdoa ,menggumamkan kata-kata semoga Tuhan mengambil nyawa mereka berdua.

1

2

3

DOR

.

BRUGH

.

CTAK

Youngjae mengerutkan keningnya,masih dengan mata yang tertutup rapat. Kenapa dia tidak merasakan sakit barang sedikit pun? Apa malaikat pencabut nyawa sangat berbaik hati padanya,sehingga malaikat itu langsung mengambil nyawanya tanpa harus merasakan sakit? Atau jangan-jangan Daehyun menyelamatkannya? Tapi bahunya masih terasa berat. Youngjae yakin Daehyun masih disana.

Dengan sangat perlahan Youngjae membuka kelopak matanya. Hal yang membuatnya terpaku saat membuka mata adalah Baekhyun yang tergeletak diatas lantai dengan darah berceceran disekitar bagian dadanya dan pistolnya yang tergeletak tidak jauh dari tubuh sekarat milik Baekhyun.

Youngjae tersadar dari keterpakuannya saat mendengar suara langkah dari beberapa pasang kaki yang tergesa-gesa. Daehyun yang juga mendengar suara itu langsung membuka matanya.

"Apakah kalian baik-baik saja? Daehyun-ssi? Youngjae-ssi?" Daehyun hanya mengangguk. Mencoba berlaku senormal mungkin. Rupanya anak-anak buah Mr Park telah menyelamatkan mereka dari keadaan yang mencekam -atau keadaan maut?-.

Youngjae hanya diam. Dia mulai maju -walaupun kesulitan- selangkah demi selangkah,mendekati tubuh sekarat itu dan berjongkok disebelahnya. Sungguh,Youngjae berpikiran bahwa Baekhyun masih hidup.

GREP

Youngjae terperanjat. Baekhyun tiba-tiba menggenggam tangannya yang sedang mencoba memastikan bahwa namja itu masih bernafas. Daehyun menghampiri Youngjae dan berjongkok disebelahnya.

"Y-young-..hah..jae-ah" ucap Baekhyun dengan susah payah. Tangan Youngjae ikut berlumuran darah milik Baekhyun.

"N-ne Baekhyun hyung.." suara Youngjae bergetar. Dia takut. Youngjae takut. Entahlah,Youngjae merasa sesuatu yang tidak terduga akan dikatakan oleh Baekhyun. Namun Baekhyun tersenyum,dan air mata turun membasahi wajahnya yang kentara akan rasa sakit.

"Jaga Daeh-hah..Daehyun..hh. D-dia begitu mencintaimu" Baekhyun menatap penuh arti tepat kearah iris ketakutan milik Youngjae. Kemudian Baekhyun menarik tangan Daehyun dengan lemah tanpa melepas tautan tangannya dengan Youngjae.

"Dan k-kauh..Daehyun hh. Hiduplah bahagia bersama Youngjae. A-aku…menyerah."

Baekhyun menutup matanya. Nafasnya sudah tak berhembus,jantungnya berhenti berdetak. Tubuhnya telah kehilangan kehangatannya. Baekhyun sudah pergi. Pergi untuk selamanya.

"Hiks..Daehyunnie.." Youngjae membekap mulut dengan tangannya yang bersih dari darah. Suatu bentuk ketidak percayaan.

Daehyun membawa Youngjae sedikit menjauh dari mayat Baekhyun yang mulai dievakuasi. Memeluk Youngjae. Menenangkan Youngjae dengan rapalan kalimat-kalimat yang sekiranya membuat namja manis itu berhenti menangis.

"Lepaskan aku! Cepat lepaskan!" Daehyun memalingkan wajahnya kearah sumber keributan. Dia melihat Jaebum yang meronta-ronta diantara polisi yang mengapit kedua lengannya. Daehyun berdiri,diikuti Youngjae yang memeluk erat lengan sebelah kirinya.

Jaebum menatap penuh kebencian ke arah Daehyun. Sedangkan Daehyun menatap penuh kemenangan kearah Jaebum,sebelum akhirnya polisi-polisi itu meringkus Jaebum ke penjara.

.

.

.

.

CEKLEK

Pintu besar dihadapan Youngjae membuka secara perlahan. Memperlihatkan jalan menuju altar yang tertutupi karpet merah. Dia bisa melihat Daehyun dengan Tuxedo putihnya di atas altar dihadapan pendeta yang sedang melihat kearahnya.

Yah ini sudah lepas 2 minggu sejak insiden 'penculikan' Youngjae. Kedua belah pihak –Keluarga Daehyun dan keluarga Youngjae- telah menyepakati bahwa pernikahan Daehyun dan Youngjae harus dipercepat. Youngjae tentu saja tidak menolak,apalagi Daehyun yang senang bukan kepalang. Daehyun bahkan meminta eomma nya untuk mengizinkannya menikahi Youngjae esok hari,saat dirinya diberi tau pernikahannya akan dipercepat. Dan dengan senang hati Mrs Jung memberikan pukulan sayang didahi Daehyun.

.

.

Daehyun menatap kearah pintu altar yang terbuka. Dia bagaikan melihat 'malaikat cinta' turun dari khayangan. Youngjae dengan anggunnya berjalan kearah dirinya yang sedang berdiri dengan jantung yang berdegup kencang dan bulir-bulir keringat yang turun melewati pelipisnya.

Demi apapun Youngjae sangat cantik hari ini. Dengan gaun putih berlengan panjang yang terlihat cocok ditubuh ramping milik Youngjae. Wig ikal sepinggang berwarna coklat natural dengan Flower crown yang menghiasi kepalanya. Dan jangan lupakan riasan wajahnya yang natural namun memancarkan kecantikan alami Youngjae. Yah Youngjae memang dasarnya sudah cantik,jadi mau dirias seperti yeoja pun dia akan terlihat cocok.

Daehyun mengulurkan tangannya yang terbalut sarung tangan berwarna putih. Mengambil alih tangan Youngjae dari sang appa yang mengantarkannya menuju altar.

"Jung Daehyun,aku menyerahkan anakku Yoo Youngjae padamu untuk kau jaga sepenuhnya. Ku harap kalian bersama hingga akhir hayat" Mr Yoo menyerahkan tangan Youngjae kearah tangan Daehyun yang terulur.

"Sebuah kebahagian dan kehormatan yang besar untuk bisa bersama anakmu,Tuan Besar Yoo" Daehyun menerima tangan Youngjae dan menggenggamnya. Mr Yoo tersenyum dan kembali ke tempat duduk disebelah sang istri yang sepertinya hampir menangis. Kkk~

Daehyun dan Youngjae menghadap kearah pendeta berjubah putih yang memegang sebuah alkitab. Pendeta itu kemudian melilitkan kalung perak bertanda salib pada tautan tangan Daehyun dan Youngjae sebelum merapalkan do'a. Setelah selesai berdo'a, sang pendeta melepaskan lilitan kalung itu dan kembali ketempatnya -podium dihadapan Daehyun dan Youngjae-.

"Silahkan ucapkan sumpah sehidup-semati kalian" ucap pendeta itu. Daehyun dan Youngjae saling berhadapan. Mengunci pandangan satu sama lain,dan saling berjabat tangan sebelah kanan.

"Aku, Jung Daehyun. Memilihmu,Yoo Youngjae sebagai pendamping hidupku. Aku berjanji untuk setia mengabdikan diri kepadamu dalam untung dan malang,diwaktu sehat dan sakit. Aku akan selalu mengasihi dan menghormatimu sepanjang hidupku,Jung Youngjae" Daehyun mengakhiri kalimatnya dengan sebuah senyuman yang tulus.

"Dan aku,Yoo Youngjae. Memilihmu,Jung Daehyun sebagai pelabuhan cintaku yang pertama dan terakhir. Aku akan selalu mengabdikan diri kepadamu dalam untung dan malang,diwaktu sehat dan sakit. Aku akan mengasihi dan menghormatimu sepanjang hidupmu" Youngjae menampilkan senyuman manis yang memikat,membuat semua orang didalam ruangan itu ikut tersenyum.

"Yoo Youngjae. Apakah kau rela mengubah margamu menjadi Jung dan hidup bersamaku?" Daehyun mengangkat sebelah alisnya. Mencoba menggoda Youngjae.

"Tentu saja aku bersedia mengubah namaku menjadi Jung Youngjae dan menjadi Nyonya Jung di istana mu,Jung Daehyun" Youngjae mengeratkan genggaman tangannya pada Daehyun.

"Mempelai pengantin dipersilahkan bertukar cincin" Ucap pendeta berjubah panjang itu.

Seorang yeoja paruh baya datang membawa nampan dengan kotak berisi sepasang cincin perak berkilat berukiran angka-angka romawi itu. Yeoja yang diketahui sebagai Ny. Besar Jung itu berdiri didepan podium pastur menghadap kearah Daehyun dan Youngjae. Dengan perlahan,Daehyun mengambil cincin dengan ukuran yang lebih kecil untuk kemudian dipasangkan di jari manis milik Youngjae. Begitu pun Youngjae,dia mengambil cincin yang lainnya dan memasangkannya untuk Daehyun.

"Mempelai pengantin,dipersilahkan untuk mencium pasangannya" Kalimat yang baru saja diucapkan pendeta itu membuat Daehyun tidak bisa menyembunyikan senyum miringnya. Inilah saat-saat yang ditunggu Daehyun. Bisa mencium anae nya dihadapan orang banyak. Memberitahukan bahwa dirinya dan Youngjae memang sudah ditakdirkan bersama.

Sebelah tangan Daehyun menarik pinggang Youngjae untuk mendekat. Sedangkan kedua telapak tangan Youngjae berada diatas dada bidang milik Daehyun. Youngjae bisa merasakan jantung Daehyun yang berdetak kencang dan seirama dengan detakan jantungnya. Wajah Youngjae memerah ketika ia mengingat satu kalimat yang pernah diucapkan pamannya yang sudah tiada.

Daehyun mengelus lembut leher jenjang milik Youngjae sebelum beralih ke rahangnya. Mengelus pipi Youngjae pelan dan membawanya mendekati wajahnya. Keduanya menutup mata dan saling memiringkan kepala berlawanan arah. Menghilangkan jarak,dan menyatu layaknya permainan bongkar-pasang.

Bibir itu saling bertautan,melumat lembut satu sama lain tanpa adanya nafsu. Saling menyalurkan rasa cinta,kasih sayang,dan kebahagiaan yang sedang mereka alami. Dan seketika ruangan itu dipenuhi suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan.

Telapak tangan Youngjae masih setia berada diatas dada bidang milik Daehyun. Youngjae masih saja merasakan detak jantung namja yang sekarang berstatus nampyeon nya itu.

Ciuman itu terlepas. Daehyun tersenyum,kemudian ia mencium kening Youngjae dan mengatan 'Saranghae' setelahnya. Senyuman Youngjae merekah dan dengan bahagianya ia membalas mengatakan 'Nado Saranghae'.

Daehyun memeluk Youngjae dengan lembut. Sedangkan Youngjae menyandarkan kepalanya diatas dada bidang Daehyun seraya mendengarkan detakan jantung Daehyun -lagi-. Heran,kenapa Youngjae suka sekali mendengarkan detak jantung Daehyun?

-'Hanya ada satu orang yang mempunyai detak jantung yang sama dengan detak jantungmu. Dan orang itu adalah belahan jiwamu'-

"Daehyunnie?" Youngjae mendongak menatap iris tajam Daehyun yang dapat berubah tatkala ia tersenyum.

"Wae,baby?" Daehyun balas menatap Youngjae dan tersenyum dengan tampannya. Mereka masih dalam posisi saling memeluk. Ralat. Maksudnya,Daehyun yang masih memeluk pinggang Youngjae.

"Kau tau? Aku sangat senang mendengar detak jantungmu yang seirama dengan jantung milikku,Jung" Youngjae menepuk pelan keatas dada tempat jantung Daehyun berada.

"Karena aku adalah belahan jiwa mu,Jung Youngjae" Dan Daehyun memeluk erat anaenya yang manis itu.

.

.

.

.

Hari sudah mulai larut saat Daehyun dan Youngjae sampai dirumah baru mereka. Tentu saja mereka -sangat- lelah. Belum lagi jarak yang mereka tempuh lumayan jauh dari tempat pesta pernikahan dilangsungkan,menambah rasa lelah mereka. Terima kasih kepada kedua orang tua Daehyun yang dengan bersemangat menyuruh mereka untuk langsung menempati rumah yang tidak bisa dibilang kecil itu.

Yah rumah yang sekarang menjadi hak milik Daehyun dan Youngjae itu sangat besar dan luas. Arsitektur yang unik dengan tampilan yang klasik sebagai cover dan modern namun mewah sebagai bagian dalam rumah. Rumah yang didominasi warna kuning-putih itu terkesan mencerminkan karakter dan kesukaan pemiliknya. Pohon-pohon yang rindang dan bunga yang berwarna-warni mengelilingi sekitar rumah. Oh dan jangan lupakan rumah kaca berisi tanaman kesukaan Youngjae diujung dekat taman belakang sana.

Youngjae merasa hidupnya 'hampir' sempurna. Tinggal didalam rumah impian dengan segala kebutuhannya dan hidup bersama orang yang ia cintai. Namun masih ada satu hal yang kurang. Hmm.. Youngjae terlalu serius berpikir,dan tidak sadar Daehyun mendekat kearahnya dengan keadaan topless.

GREP

Daehyun memeluk Youngjae secara tiba-tiba dari belakang. Meletakkan dagunya diatas bahu Youngjae. Daehyun memiringkan kepalanya menghadap leher Youngjae. Menghembuskan napas disana,dan menghirup aroma manis yang menguar dari tubuh Youngjae.

Oh ya by the way,Youngjae sudah tidak mengenakan gaunnya lagi,dan menggantinya dengan kemeja -darurat milik Daehyun- yang sedikit longgar. Sebenarnya bukan 'sedikit' longgar,sih. Tapi terlalu longgar,sampai-sampai kemeja itu hampir menutupi lututnya. Hahah-ups.

"Daehyunnie! Kau membuatku terkejut,astaga! Bagaimana kalau jantungku lepas? Apa kau ingin aku mati sebelum malam pertama kit-" Youngjae menutup mulutnya sendiri. Mengingatkan Daehyun mengenai malam pertama sama saja menggali kubur sendiri,Jung Youngjae. Dasar bodoh.

'Tamatlah riwayatku' batin Youngjae miris.

"Kalau kau mati,aku akan ikut mati juga,baby. Mungkin kita bisa melakukan malam pertama di surga kkk~ Hmm…berbicara tentang malam pertama..apa kita bisa melakukannya sekarang,Nona Jung?" Tanya Daehyun dengan nada menggoda seraya menjilat telinga bagian belakang milik Youngjae.

"Ngghh.. a-ash-aku namja,bodoh!" kepala Youngjae mendongak dan matanya terpejam. Sedangkan tangan kiri Daehyun mengunci pergerakan Youngjae yang ingin melakukan 'sedikit' perlawanan itu.

Daehyun semakin gencar menggoda Youngjae. Mulutnya tak berhenti untuk menjilat,menghisap,dan menggigit kecil leher Youngjae. Youngjae menggigit bibirnya sendiri,berusaha mati-matian untuk menahan desahan miliknya agar tak meningkatkan libido sang nampyeon yang tampan namun mesum itu.

Tangan Daehyun mulai membuka satu persatu kancing kemeja putih yang dipakai Youngjae. Mereka bahkan masih dalam keadaan berdiri,dengan Daehyun yang memeluk Youngjae dari belakang. Telapak tangan kanan Daehyun menelusuri tubuh bagian atas Youngjae. Dan akhirnya berhenti pada tonjolan yang sangat menggoda nafsu Daehyun.

Mulut Daehyun masih saja mengerjai leher Youngjae,dan bahkan sekarang beralih ke bahu mulus Youngjae. Dan saat menemukan tonjolan diatas dada Youngjae,bibir tebalnya menyeringai penuh kemenangan. Jari-jarinya dengan lihai mulai memelintir nipple Youngjae yang mengeras.

"A-AHHH!" Dan disaat yang bersamaan Youngjae mendesah keras. Runtuh sudah pertahanan Youngjae. Daehyun benar-benar sudah meluluhkannya.

"Seharusnya kau mendesah sejak tadi,baby~" Daehyun memutar tubuh Youngjae untuk menghadapnya,dan menghimpit tubuh Youngjae ke jendela dihadapan Daehyun.

Tangan Daehyun bergerak cepat menarik tengkuk Youngjae,dan Daehyun mulai mencium bibir Youngjae dengan tidak sabaran. Youngjae mengalungkan kedua tangannya ke leher Daehyun,dan merambat ke surai lembut Daehyun. Youngjae meremas-remas kecil rambut Daehyun. Sedangkan Daehyun tengah berkonsentrasi pada bibir dan dua tonjolan kecil di dada Youngjae. Sebelah tangan Daehyun mulai merambat ke bagian bawah tubuh Youngjae. Mengelus junior Youngjae dengan sebelah tangannya,membuat Youngjae melepaskan ciumannya dan mendesah nikmat.

"Oh astaga,kau sangat sensitif sekali Jung Youngjae kkk~. Jangan salahkan aku kalau besok kau tidak bisa beranjak dari atas ranjang,baby" setelah mengucapkan kalimat itu,Daehyun mendorong Youngjae keatas kasur king size milik mereka yang memang posisinya tidak begitu jauh dari tempat mereka tadi.

Daehyun menindih Youngjae,menciumnya dengan penuh gairah.

"ngmhh~" Youngjae melenguh saat lidah Daehyun membelai lidah miliknya. Daehyun mulai membuka kemeja yang dipakai Youngjae. Berterima kasihlah karena Youngjae memakai kemeja yang kebesaran sehingga dengan mudahnya kemeja itu ditanggalkannya.

Daehyun menjeda ciumannya pada bibir Youngjae. Dirinya mulai membuka pakaian yang melekat ditubuhnya dengan kilat dan hanya menyisakan boxer hitam yang masih mengait di pinggulnya. Kini Daehyun sudah siap melanjutkan permainannya.

Daehyun merangkak ke atas tubuh Youngjae. Tangan kanannya mengelus pipi kiri Youngjae dan kemudian terus turun ke bawah. Daehyun menyeringai ketika dia merasa Youngjae menahan nafasnya. Daehyun menundukkan kepalanya,kali ini leher jenjang milik Youngjae menjadi sasarannya. Mulai dari rahang turun ke leher Youngjae,Daehyun hanya mengecupnya saja. Berniat menggoda Youngjae. Daehyun menurunkan kecupannya ke dada dan perut rata Youngjae,matanya menatap mata Youngjae.

"Daehyunie~" Sekali lagi,Daehyun menyeringai. Youngjae mulai kesal karena Daehyun terus menggodanya. Daehyun mengulangi permainannya di leher Youngjae. Namun kali ini bukan hanya kecupan,melainkan hisapan dan jilatan sensual yang menghasilkan tanda kemerah-merahan bertebaran di tubuh bagian atas Youngjae. Tangan Daehyun tidak diam, dia menarik boxer pendek Youngjae dan melemparnya asal.

"Let the real game begin,baby~" Ucap Daehyun sensual

.

.

.

"nhh-ah daeh,fasterhh pleasee" Suara desahan Youngjae mengalahkan suara decitan ranjang king size tempat Daehyun dan Youngjae 'bermain' di permainan yang entah sudah berada di ronde ke berapa/?

"akhh you're greathh jaehh" Daehyun mempercepat genjotan nya pada hole Youngjae yang berwarna kemerah-merahan. Daehyun menaikkan sebelah kaki Youngjae ke atas bahunya untuk mempermudah dirinya menemukan sweet spot milik Youngjae. Daehyun memutar pinggulnya sejenak dan junior miliknya menusuk jauh kedalam hole Youngjae.

"nhh-AH thereehh ahh Daeh moreeh ngghh-AHhss!" Nah! Disana. Daehyun menemukan sweet spot milik Youngjae dan Daehyun terus menusuk ke bagian sweet spot milik Youngjae (lagi). Daehyun merasa sweet spot Youngjae sangatlah nikmat,hingga membuatnya memejamkan matanya. Merasakan hole Youngjae memijat juniornya didalam sana. Semakin lama Daehyun mempercepat gerakannya.

"nnhh~..D-daehh..nghh ah ah ahh sshh" Youngjae meremas bed cover putih yang sekarang sudah tidak berbentuk.

Daehyun bersumpah,Youngjae disaat mereka sedang melakukan seks adalah Youngjae yang paling seksi-menurutnya-. Bagaimana tidak,tubuhnya yang basah karena keringat,rambut Youngjae yang berantakan,kiss mark bertebaran dari leher hingga bagian dadanya,bibirnya terlihat merah dengan hiasan saliva campuran milik Daehyun dan Youngjae,belum lagi junior Daehyun yang dimanjakan hole Youngjae dibawah sana.

Ugh memikirkan hal itu membuat Daehyun melampiaskan nafsunya yang semakin memburu dengan mencium bibir Youngjae. Daehyun langsung melesakkan lidahnya dan membelai langit-langit mulut Youngjae,melilit lidah Youngjae dan mengabsen deretan gigi Youngjae -ciuman level Daejae-.

Daehyun melepaskan ciumannya membuat saliva mereka yang tercampur menetes dari bibir Daehyun ke bibir dan dagu lancip Youngjae. Daehyun melepaskan ciumannya karena ia merasa akan mencapai puncaknya,sehingga ia semakin mempercepat gerakannya.

"Asshh ah ah ah ah ahkh Jaehh" setiap Daehyun menusukkan juniornya kedalam hole Youngjae,Daehyun mendesah. Sebelah tangannya ia gunakan untuk menopang berat tubuhnya,sedangkan tangan lainnya ia gunakan untuk memanjakan junior Youngjae.

"nhh~~ ngh..ashh.D-daehy-ahsshh..ahh..D-daehhyunnie hha-akh a-akuhh~AH DAEHYUN!" Youngjae sudah mencapai puncaknya namun tubuhnya masih terguncang hebat karena Daehyun yang baru akan mencapai puncaknya menggenjot hebat tubuhnya.

"Oohh..shithh..ahh..ah..ahh..shh hh-a-akh..Y-AKH YOUNGJAE" Daehyun mengeluarkan cairannya jauh ke dalam tubuh Youngjae. Youngjae merasakan cairan Daehyun menghangatkan rektumnya. Daehyun melepaskan juniornya dan tubuhnya ambruk disebelah Youngjae. Daehyun menarik Youngjae,menidurkannya diatas lengannya.

"Terima kasih untuk malam pertamanya baby~ Tidurlah,ini sudah larut malam. Besok pagi kita akan merapihkan semuanya,itu kalau kau bisa beranjak dari ranjang kkk~" Daehyun mengelus pipi Youngjae penuh kasih sayang.

PUK

"Ini sudah dini hari Tuan Jung yang tidak ingat waktu!" Youngjae memukul-ah lebih seperti menepuk kepala Daehyun. Mungkin Youngjae terlalu lelah. Ini sudah hampir pagi dan ia belum tidur. Daehyun itu benar-benar,berapa ronde yang sudah mereka lewati hingga mereka bermain sampai pagi eoh?

"Kkk~ mian ne? Kau itu terlalu nikmat. Sayang kalau kita hanya bermain satu ronde" Daehyun menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

.

.

.

TBC/END?