Main Cast

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Other Cast

Find it yourself

Gendre : Romance, Fluff, Comedy (a little bit).

Rating : Tentuin sendiri

DISCLAIMER : STORY BELONG TO AUTHOR, CAST SEUTUHNYA MILIK SM !

DON'T BE SIDERS !

WARNING : TYPO MENGHANTUI ANDA XD ! BAHASA CAMPUR SARI (?)

IT'S YAOI FICTION

- CHANBAEK STORY -

DON'T LIKE DON'T READ

STORY BELONG TO AUTHOR !

- HAPPY READING -

BAEKCHANNIE PRESENT

"PAPARAZZI IN LOVE"

Author POV

"Jongdae." panggil Luhan, iapun menghampiri meja Jongdae tersebut.

"Wae hyung?"

"Apa kau tahu dimana Baekhyun?"

Jongdae mengernyitkan keningnya lalu menggeleng kecil "Aku tidak tahu, memangnya kenapa?"

"Ck, anak itu.. sudah lima hari ia tak bisa dihubungi sama sekali. Kau benar-benar tidak tahu dimana dia?" tanya Luhan sambil berdecak kecil.

"Aku benar-benar tidak tahu hyung.. sudah beberapa hari ini aku juga tak pernah melihatnya dikampus." terang Jongdae.

"Apa kau sudah mencoba menghubunginya?"

"Belum hyung, aku kira ia sudah menghubungimu lebih dulu."

Luhan menghela nafasnya lalu kembali menatap lelaki yang ada di hadapannya "Coba kau hubungi dia sekarang, katakan aku ingin bertemu dengannya."

Jongdae mengangguk lalu mengambil ponselnya sebelum akhirnya ia menempelkan benda tersebut di telinganya.

Sementara itu di salah satu apartemen sederhana di Cheongnamdong terlihat dua sosok perempuan yang saling berpandangan dengan ekspresi terkejut, ah lebih tepatnya seorang wanita yang tengah menatap anak laki-lakinya yang tengah berpakaian layaknya seorang yeoja.

"E-EOMMA?!" Baekhyun membelalakkan matanya terkejut dan sontak ia langsung melihat dirinya yang masih dalam kondisi penyamarannya.

"Eomma aku bisa menjelaskannya, kau jangan dulu berpikiran yang macam-macam." Baekhyun langsung menghampiri ibunya –Byun Taeyeon- yang masih memasang ekspresi yang sama.

"APA YANG KAU LAKUKAN BAEKHYUN? KENAPA DANDANANMU SEPERTI INI?!" tanya Taeyeon histeris saking terkejutnya "Jadi ini yang kau lakukan selama dua tahun ini?!" lanjutnya sambil memegang kedua pundak Baekhyun.

"Aniyo eomma.. ini tak seperti yang kau pikirkan, kau salah sangka."

Taeyeon menggeleng syok, iapun menatap Baekhyun dari bawah-keatas lalu kembali menggeleng "Baekhyun, eomma benar-benar kecewa padamu. Eomma akan laporkan hal ini pada ayahmu."

Baekhyun membelalakkan matanya lalu langsung memeluk ibunya "Eomma jangan.. aku mohon jangan laporkan pada appa."

"Lalu kenapa kau berdandan seperti ini hah?!" Taeyeon menatapnya masih dengan ekspresi yang sama.

"Aish ini tuntutan pekerjaan eomma, aku tak punya pilihan lain selain harus melakukannya."

"APA?! Jadi bosmu yang memaksamu untuk berdandan seperti ini?!"

Baekhyun mengerang kecil, ia tak tahu bagaimana caranya menjelaskan kesalahpahaman ini kepada ibunya.. ia tak mungkin mengatakan ia melakukan ini semua karena kemauannya sendiri.. bisa-bisa saat ini juga ia akan diseret secara paksa ke rumahnya, dan ia akan kalah taruhan.

"Aish bukan begitu eomma, pokoknya ini hanya karena tuntutan pekerjaanku.. aku berdandan seperti ini hanya pada saat bekerja, aku bersumpah." ujar Baekhyun sambil mengangkat tangan kanannya.

Taeyeon terdiam lalu menggeleng kecil "Tetap saja, eomma akan laporkan hal ini pada ayahmu." ujarnya sebelum akhirnya ia melangkah menuju pintu keluar.

"Jangan eomma.. kumohon jangan laporkan pada appa, eomma jebal kali ini saja tolong bantu aku."

Taeyeon menghela nafasnya lalu menoleh, menatap Baekhyun yang tengah memeluk tubuhnya dengan kepala yang menyender di bahunya... Ia kembali menghela nafas sebelum akhirnya ia memukul kepala Baekhyun pelan "Baiklah eomma akan merahasiakannya, tapi ini terakhir kalinya eomma melihatmu berpakaian seperti ini, besok kau harus bicara dengan bosmu.. ah tidak, kalau perlu biar eomma yang bicara langsung dengannya."

Baekhyun mengangkat kepalanya dengan ekspresi terkejut "Eomma.. jangan, jangan bertemu dengan bosku." ujar Baekhyun panik.

Bagaimana bisa ia membiarkan ibunya bertemu Luhan sedangkan Luhan sama sekali tak ada hubungannya dengan penyamaran yang dilakukan olehnya.

"Tidak! Pokoknya eomma harus bertemu dengan bosmu kalau ia masih saja memaksamu berpakaian seperti ini." balas Taeyeon dengan tegas.

"Eomma jangan.. Baiklah biar aku yang akan bicara langsung dengannya. Eomma tak perlu bertemu dengan bosku, aku bisa membujuknya untuk berhenti menyuruhku berpakaian seperti ini." mohon Baekhyun sambil menatap ibunya dengan tatapan puppy miliknya.

Taeyeon hanya bisa menghela nafasnya melihat ekspresi memohon Baekhyun "Baiklah.. eomma percaya padamu. Sana cepat ganti bajumu, eomma tak suka melihatmu berpakaian seperti ini." suruh Taeyeon dan langsung dituruti oleh Baekhyun. Setelah itu Baekhyun kembali menghampiri ibunya yang tengah memasak.

"Oiya kenapa eomma tiba-tiba kemari?" tanya Baekhyun sambil duduk di kursi yang ada di meja makan,iapun membalikkan badanya sambil menatap punggung ibunya.

"Sudah lama kau tak berkunjung kerumah, jadi eomma memutuskan untuk mengunjungimu." jawab Taeyeon tanpa membalikkan badannya.

"Seharusnya eomma menghubungiku dulu sebelum datang, jadi aku bisa pulang lebih awal."

"Eomma sengaja tak mengabarimu. Selama ini kau selalu meralarang eomma untuk mengunjungimu, jadi eomma ingin tahu bagaimana keseharianmu selama ini. Ternyata..." Taeyeon tak melanjutkan kata-katanya dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Aish eomma sudah berapa kali kubilang ini hanya karena tuntutan pekerjaan." elak Baekhyun sambil mengecutkan bibirnya.

Wanita itu berbalik lalu menaruh makan malam di atas meja setelah itu ia menarik salah satu kursi dan duduk diatasnya "Bagaimana dengan kuliahmu?"

Baekhyun ikut berbalik dan memajukan kursinya "Lancar.. tiga bulan lagi aku ada ujian akhir."

"Jangan lupa belajar Baekhyun, eomma tak ingin nilaimu kali ini semakin menurun."

"Tenang saja eomma.. Kali ini aku tak akan mengecewakan kalian berdua." jawab Baekhyun sambil tersenyum bangga.

Taeyeon hanya mengangguk sambil tersenyum kecil . Tiba-tiba ponsel Baekhyun bergetar dan menampilkan nama Jongdae di layarnya, ia sempat terdiam selama beberapa detik sebelum akhirnya mengangkatnya.

"Wae?" tanya Baekhyun sambil menyuapi makanannya.

"Kau kemana saja Baekhyun? Luhan hyung dari kemarin terus mencarimu. Sekarang ia sedang marah-marah, cepat kemari." ujar Jongdae dengan ucapannya yang agak berlebihan.

"Mwo? Aish, arraseo aku akan kesana." tukas Baekhyun sebelum ia mematikan panggilannya.

Ia menatap Taeyeon yang tengah menatapnya dengan tatapan bingung "Eomma mianhe, aku harus ke kantor. Tadi Jongdae baru saja menghubungiku, katanya bosku sedang mencariku."

"Baiklah, kau pergi saja. Eomma akan menunggu disini." jawab Taeyeon sambil tersenyum kecil.

"Gomawo eomma.. kalau begitu aku pergi dulu." Baekhyun tersenyum lalu beranjak dari duduknya sebelum akhirnya ia mengambil kunci motornya.

Baekhyun mengemudikan motornya melewati jalanan kota Seoul yang selalu padat setiap harinya, semenjak ia menyamar menjadi sosok perempuan ia tak pernah lagi menggunakan motornya.. padahal sebelumnya hampir setiap saat ia menggunakan benda itu kemanapun ia pergi. Dan motor itu dibeli dari hasil kerja kerasnya selama dua tahun ini, sepertinya Baekhyun berhasil untuk hidup mandiri tanpa harus bergantung dengan kekayaan kedua orang tuanya.

Baekhyun berhenti di sebuah bangunan berlantai sepuluh. Ia melepas helmnya lalu segera masuk kedalam bangunan itu.. Ia sudah siap ditegur habis-habisan oleh Luhan, walaupun memang bosnya itu memiliki wajah yang cantik tapi sikapnya –menurut Baekhyun- sangatlah galak dan terkadang susah ditebak.

"Baekhyun." panggil Luhan sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Hyung." Baekhyun menunjukan cengirannya lalu akhirnya ia membungkuk "Mianhe aku tak pernah mengabarimu selama seminggu ini.. mianhe."

Luhan menghela nafasnya sambil menggeleng "Kau kemana saja selama ini?, kau bahkan tak bisa dihubungi selama beberapa hari belakangan." tanya Luhan dengan nada yang terdengar sedikit tegas.

"Mianhe hyung, beberapa hari ini aku memang sedang sibuk, appa memintaku untuk bekerja di perusahannya makanya waktuku jadi sedikit tersita." ujar Baekhyun berbohong.

'Bagus Baekhyun, kebohonganmu bertambah satu.' –rutuknya dalam hati-

"Kata Jongdae kau juga beberapa hari ini bolos kuliah. Apa benar?"

Baekhyun terkejut dan terdiam selama beberapa detik sebelum akhirnya ia mengangguk mengiyakan "Aku mengambil cuti selama dua bulan, karena appa memintaku untuk fokus di perusahaan."

"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa kau juga akan berhenti dari pekerjaan ini?" tanya Luhan sambil menatap Baekhyun yang ada di hadapannya, bagaimanapun juga ia tak ingin kehilangan salah satu paparazzi terbaiknya.

Dengan cepat Baekhyun menggeleng "Aku tak akan berhenti dari pekerjaan ini.. Untuk itu hyung aku minta diberikan sedikit kelonggaran, aku janji akan segera menemukan bukti tentang hubungan Chanyeol dan kedua orang itu secepatnya."

Luhan kembali menghela nafasnya lalu mengangguk "Baiklah, kali ini aku akan memberikanmu kesempatan. Tapi lain kali jangan harap aku akan melakukannya lagi. Ini pertama dan terakhir kalinya, arraseo?"

"Ne hyung.. gomawo." jawab Baekhyun sambil tersenyum senang, setelah itu ia keluar dari ruangannya Luhan.

Namun baru beberapa langkah ia berjalan menuju mejanya ia teringat sesuatu, yaitu kejadian tadi pagi yang dilihatnya. Ia mengambil ponselnya dan membuka beberapa foto Chanyeol dan juga Sulli tadi pagi yang terlihat mesra. Ia terdiam selama beberapa saat memikirkan apakah ia akan menyerahkan foto ini kepada Luhan atau tidak.

Saking sibuk dengan pikirannya ia sampai tak menyadari Jongdae yang tengah berjalan kerahnya berniat mengejutkannya.

"Baekhyun!" Jongdae berteriak tepat di telinga namja imut itu sehingga berhasil membuatnya terkejut dan menjatuhkan ponselnya.

"Yak.. aish kau mengagetkanku."ucap Baekhyun nyaris berteriak, sontak ia menyadari ponselnya jatuh maka cepat-cepat ia memungutnya sebelum Jongdae mengambilnya.

Baekhyun memasukan ponselnya kedalam sakunya namun ternyata hal itu membuat Jongdae memicingkan matanya dengan tatapan penuh selidik.

"Kenapa gelagatmu seperti itu? Mencurigakan."

"Ah.. ani, aku baik-baik saja." jawab Baekhyun sambil menggeleng.

Jongdae semakin memicingkan matanya lalu semakin mendekat kearah Baekhyun "Gelagatmu seperti seseorang yang sedang menyembunyikan sesuatu, ayo mengaku apa yang kau lihat di ponselmu tadi?"

"Ah, bukan apa-apa.. hanya pesan dari eommaku saja." elak Baekhyun sambil menunjukan cengirannya, iapun memilih untuk segera pergi ke meja kerjanya sebelum Jongdae bertanya yang macam-macam.

Tapi tentu saja hal ini semakin membuat Jongdae penasaran, ia tahu Baekhyun pasti sedang menyembunyikan sesuatu.


Luhan melangkahkan kakinya menuju sebuah minimarket yang tak jauh dari tempat kerjanya, ia berniat untuk membeli bahan makanan untuk makan malamnya nanti.. Ia membuka pintu minimarket itu lalu mengambil keranjang belanja sebelum akhirnya memilih beberapa bahan makanan yang diperlukan olehnya.

Ia beniat untuk membuat spaghetti malam ini, untuk itu ia membutuhkan saus dan juga keju, ketika tangannya hendak mengambil sebuah keju sebuah tangan lain menyentuh tangannya dan hendak mengambil keju yang sama. Kedua orang itu berpandangan terkejut dan terdiam selama beberapa saat.

"Ah.. ini kau ambil saja." seorang namja berkulit albino tersenyum kearahnya dan menyerahkan keju itu kepada Luhan.

"G-gwenchana.. kau ambil saja." Luhan menyerahkan keju yang dipegangnya kepada Sehun.

"Tidak apa-apa, aku bisa mengambil yang lain." balas Sehun sambil tersenyum kecil.

"Baiklah aku akan mengambilnya jika itu maumu" ujar Luhan sambil tersenyum kecil "Gomawo."

Sehun mengangguk kecil lalu menyodorkan tangannya "Aku Sehun. Kau?"

Namja cantik itu sempat terkejut namun tak lama kemudian ia ikut menyodorkan tangannya sambil tersenyum kecil "Luhan."

Sehun berdehem sambil memamerkan senyumannya "Baiklah senang bertemu denganmu Luhan, sampai bertemu lagi." ujarnya sebelum ia berbalik dan menuju kasir meninggalkan Luhan yang masih memasang ekspresi bingung.

'orang yang aneh.' –batinnya-

10 menit kemudian ia keluar dari minimarket tersebut, ia mengecek jam tangannya dan mendapati waktu telah menunjukan pukul 8 malam.. Iapun berniat untuk segera pulang, dan segera menuju halte bis terdekat.

Sambil menunggu ia memutuskan untuk mendengarkan musik melalui headsetnya dan tanpa sepengetahuannya seorang namja berkulit albino kini tengah duduk di sebelahnya. Tanpa disengaja kedua orang itu kembali bertemu dan tampaknya mereka sama sekali tak menyadarinya. Hingga pada saat bis yang ditunggu oleh Luhan datang, mereka berdua sama-sama berdiri dan nyaris bertabrakan untung saja dengan cepat Luhan menyadarinya dan langsung menoleh.

"Kau?!" Luhan yang pertama kali membuka suara dengan nada sedikit terkejut.

"Oh.. hai, kita bertemu lagi." balas Sehun sambil tersenyum kearah Luhan.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku mau pulang."

Luhan mengernyitkan dahinya dengan mata memicing "Kau tak mengikutiku kan?" tanyanya dengan penuh selidik sehingga berhasil membuat Sehun tertawa.

"Memangnya kenapa kalau aku mengikutimu?" canda Sehun, namun ternyata hal itu cukup berhasil membuat Luhan membulatkan matanya terkejut.

"Aku hanya bercanda, aku biasa naik bis ini kalau mau pulang." lanjut Sehun, iapun menoleh kearah bis yang ada di samping mereka.

"Kau juga naik bis ini kan? Kalau begitu ayo masuk, sebelum bisnya pergi." Sehun langsung menarik tangan Luhan tanpa menunggu jawaban dari lelaki itu.

Luhan masih menatap Sehun dengan tatapan penuh selidik miliknya dan hal itu membuat Sehun menolehkan kepalanya.

"Apa?"

"Apa kau benar-benar bukan seorang penguntit?" tanya Luhan pelan.

Sehun terdiam sejenak lalu mengernyitkan dahinya"Kenapa kau sampai berpikir seperti itu?"

"Bukan apa-apa.. hanya saja aku masih merasa aneh, tadi saat di minimarket kau langsung mengajakku berkenalan lalu setelah itu kau langsung pergi tapi setelah itu kita kembali bertemu di halte dan sekarang kita duduk bersebelahan di dalam bis. Aku hanya takut kalau kau itu adalah seorang maniak." ujar Luhan ekspresi polosnya dan entah dari mana ia mendapat pikiran seperti itu.

Sontak Sehun kembali tertawa namun kali ini sedikit lebih keras "Kau terlalu kebanyakan nonton film.. lagipula kalau misalnya aku benar-benar seorang penguntit, aku tak mungkin menyapamu seperti tadi. Tenang saja, aku orang baik." jawab Sehun sambil tersenyum kecil.

Luhan menghela nafasnya lega lalu ia kembali menoleh kearah jendela, tanpa disadari olehnya kini giliran Sehun yang menatapnya dari belakang.

"Belanjaanmu banyak sekali. Apa dirumahmu sedang mengadakan pesta?" Sehun kembali membuka suara sehingga membuat Luhan menoleh lalu menatap barang belanjaannya.

"Tidak, ini keperluanku selama sebulan penuh.. lagipula aku hidup sendirian."

"Benarkah?" dan Luhan hanya mengangguk kecil menanggapi pertanyaan dari Sehun.

"Oh iya dimana kau turun?" tanya Luhan sambil menatap namja yang lebih tinggi dihadapannya.

Sehun mengangkat sebelah alisnya dengan tatapan menyelidik "Wae? Kau ingin ikut kerumahku?"

"Ck, aku hanya bertanya.. Kalau kau tidak ingin menjawabnya yasudah aku tidak memaksa." jawab Luhan sambil memutar bola matanya malas.

Sehun terkekeh kecil "Rumahku masih jauh."

20 menit kemudian bis yang ditumpangi mereka berhenti, Luhan beranjak dari duduknya bersiap untuk turun.. Sehun yang duduk di kursi bagian luar membuat Luhan sedikit kesusahan untuk mengeluarkan belanjaannya, akhirnya tanpa diminta Sehun mengangkat barang belanjaan Luhan dan membawanya keluar, diikuti oleh Luhan yang kembali memasang ekspresi bingung.

"Wae? Jangan menyangka yang aneh-aneh, aku hanya berniat membantumu karena kulihat kau kesusahan membawa barang belanjaanmu" Sehun langsung membuka suaranya begitu melihat Luhan yang berniat membuka suaranya.

Namja cantik itu terdiam sejenak lalu sedikit mengecutkan bibirnya "Gomawo." ujarnya pelan.

"Apa?" Sehun mengernyitkan dahinya dan menundukan kepalanya.

"Gomawo." ujar Luhan masih dengan nada suara yang sama.

"Apa? Aku tidak dengar apa yang kau bilang." canda Sehun, sebenarnya ia sudah tau apa yang diucapkan oleh Luhan, namun ia berniat untuk sedikit mengerjainya.

"GOMAWO!" teriak Luhan tepat di telinga Sehun sehingga berhasil membuat telinga lelaki ada di hadapannya tuli seketika.

"Yak tak perlu sampai berteriak segala, kau ingin membuatku tuli?!" keluh Sehun sambil menggosok telinga kirinya.

Luhan hanya terkekeh kecil lalu mendorong tubuh Sehun menuju bis "Mianhe.. yasudah cepat naik."

"Ck, arraseo..arraseo." Sehun berdecak lalu kembali naik kedalam bis.

Tak lama kemudian bis itu kembali berjalan, Luhan tersenyum kecil lalu melambaikan tangannya kearah Sehun sebelum ia berbalik dan berjalan masuk kedalam apartemennya.


Baekhyun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, ia bangun dari tidurnya sambil menekan speed dial.. menunggu seseorang yang diseberang sana mengangkat panggilannya.

"Yeobseo." suara berat dari namja diseberang sana menyapa pendengarannya setelah cukup lama ia menunggu panggilannya diangkat.

"Kau jadikan menjemputku pagi ini?"

"Ne, aku sedang bersiap-siap.. setengah jam lagi aku kesana."

"Oke.. aku akan menunggu." Baekhyun tersenyum kecil lalu mematikan panggilannya, setelah itu ia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.

Lima belas menit kemudian ia keluar dengan rambut yang sedikit basah, ia membuka lemari pakaiannya.. sedikit menghela nafas melihat isi lemarinya yang kini berisi beberapa potong pakaian wanita. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sebelum akhirnya ia mengambil dress berwarna biru miliknya.

"Aku benar-benar sudah gila." gumamnya sambil menghela nafas.

Sebenarnya ia juga tak habis pikir bagaimana bisa ia mempunyai ide segila ini, ia tak bisa membayangkan bagaimana jika penyamarannya ketahuan.. Chanyeol akan marah dan kecewa padanya, belum lagi jika rahasianya tersebar ke seluruh kampus ia yakin pasti saat itu juga ia akan langsung dipenjara gara-gara memalsukan dokumen.. oke mungkin untuk yang terakhir itu terlalu berlebihan.

Baekhyun langsung menggelengkan kepalanya lalu ia kembali menutup lemari pakaiannya, ia tak punya waktu untuk memikirkan akibatnya.. saat ini ia harus fokus dengan rencananya dan berusaha untuk menyelesaikan tugasnya sebelum penyamarannya terbongkar.

Pintu apartemennya diketuk, Baekhyun membuka pintunya dan menyuruh Jongin masuk setelah itu ia kembali ke kamarnya dan melanjutkan kegiatannya.. Jongin mengikutinya lalu melipat tangannya di depan dada sambil memandang Baekhyun yang sedang memakai wignya, entah mengapa hal ini membuat Jongin tertawa kecil.

"Wae?" Baekhyun menoleh sambil mengernyitkan dahinya begitu melihat Jongin yang tertawa.

Jongin menggeleng kecil lalu duduk di tempat tidur "Tidak apa-apa. Aku hanya merasa lucu, bagaimana bisa kau terlihat sangat cantik dan juga manis jika berdandan seperti ini. Haahh kalau tahu begini, kenapa tak dari dulu saja aku memintamu untuk menjadi namjachinguku." Jongin mengedipkan mata kanannya sambil tersenyum menyeringai.

"Jangan bicara yang macam-macam." Baekhyun mendeathglare kearah Jongin sambil memukul lengannya "Kajja." lanjutnya sambil menarik lengan namja tan itu.

Hanya butuh waktu 10 menit bagi Baekhyun untuk tiba dikampusnya, ia turun dari motor milik Jongin lalu melepas helmnya. Baekhyun sibuk mengatur rambutnya sedangkan Jongin mengedarkan kepalanya sembari menunggu Baekhyun selesai dengan urusannya. Kedua manik matanya menangkap sosok Chanyeol dan juga Kyungsoo yang baru saja keluar dari mobil.

"Hyung.. hyung." tukas Jongin sambil mengguncang lengan Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya.

"Hmm?"

"Itu bukannya Chanyeol dan juga Kyungsoo?" pertanyaan Jongin tadi membuat Baekhyun mengangkat kepalanya dan mengikuti arah pandangan Jongin.

"Setelah kemarin bersama Sulli, kali ini bersama Kyungsoo... sebenarnya apa hubungan ketiga orang itu?"

Jongin mengernyitkan dahinya lalu menoleh kearah Baekhyun "Kemarin Sulli kemari?"

Baekhyun mengangguk kecil "Aku yakin hubungan Chanyeol dan Sulli pasti lebih dari seorang teman. Kemarin aku mendapati mereka berdua bertemu secara sembunyi-sembunyi di taman belakang dan Sulli sempat mencium Chanyeol sebelum ia pergi. Aku yakin pasti Chanyeol sedang menyembunyikan sesuatu." ujar Baekhyun dengan suara pelannya namun masih dapat di dengar oleh Jongin.

"Kau sudah mencoba bertanya padanya?"

"Sudah kucoba, tapi setiap kali aku bertanya Chanyeol selalu mengalihkan pembicaraan.. Aku tak ingin memaksanya dan bertidak gegabah, aku harus mencoba mendekatinya dan membuatnya percaya padaku baru aku bisa mencoba mengorek informasi pribadinya."

"BAEKHEE!" seseorang berteriak memanggilnya sehingga membuat Baekhyun dan juga Jongin menoleh, Sehun berlari kearah mereka sambil tersenyum.

"Sehun.. tumben kau baru datang."

"Aku terlambat bangun." Sehun menunjukan cengirannya lalu menoleh kearah Jongin, seolah mengerti Baekhyun langsung mengenalkan keduanya secara bergantian.

"Baiklah, sepertinya aku harus pergi. Belajar yang benar noona." ujar Jongin sambil tersenyum kecil lalu mengacak rambut Baekhyun.

Baekhyun hanya bisa mendengus karena ia tahu Jongin baru saja menggodanya dan sengaja memanggilnya dengan embel-embel noona.

Setelah Jongin pergi, Sehun langsung menarik tangan Baekhyun untuk menuju kelas bersama. Disana sudah ada Chanyeol yang sedang menunggu keduanya datang. Namja tinggi itu mengernyitkan dahinya begitu melihat Sehun dan juga Baekhyun yang datang bersama sambil berpegangan tangan dan berbicara dengan akrabnya –yang menurut Chanyeol- layaknya orang berpacaran. Ia berdiri dari bangkunya lalu mendekati kedua orang tersebut.

"Jangan bilang kalau kalian sudah berpacaran?!" tukas Chanyeol dengan tatapan terkejutnya.

Baekhyun mengernyitkan dahinya bingung mendengar penuturan Chanyeol, sedangkan Sehun ia langsung saja merangkul pundak Baekhyun sehingga membuat tubuh keduanya semakin berdekatan.. Ia tersenyum kecil sambil mengangkat kedua alisnya.

"Begitulah.. wae? Kau ingin memberi ucapan selamat?" canda Sehun.

Baekhyun langsung melepas rangkulan Sehun dan memukul lengan namja disebelahnya "Jangan asal bicara bodoh, bagaimana kalau ada yang mendengarnya." ucapnya kesal lalu langsung berjalan menuju tempat duduknya dengan bibir yang dikecutkan.

Sehun hanya terkekeh kecil lalu menuju bangkunya disusul oleh Chanyeol yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dongsaengnya.

Sambil menunggu kelas dimulai Baekhyun mulai mengeluarkan buku-bukunya dan berniat untuk mengerjakan tugas kuliahnya yang belum selesai, sementara Sehun ia memilih untuk melanjutkan tidurnya.. Chanyeol? Namja tinggi itu menopang kepalanya menghadap Baekhyun sambil memperhatikan sosok yang ada di sebelahnya..

"Baekhee." panggil Chanyeol pelan.

"Hmm?" Baekhyun menoleh kearah Chanyeol dengan tatapan polosnya.

"Kau mau tidak melihat penampilanku diacara bulan depan?"

"Eh?"

"Aku ditunjuk untuk ikut serta dalam acara fashion show. Dan aku ingin kau datang." jelas Chanyeol.

Baekhyun masih terkejut mendengar penuturan Chanyeol yang tiba-tiba, ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali lalu membuka suaranya "Tunggu.. tunggu, maksudmu apa? Aku tak mengerti"

"Aku ingin kau datang ke acara fashion showku bulan depan..aku mengundangmu untuk melihat penampilanku."

Baekhyun terdiam sejenak terlihat berpikir, mendengar perkataan Chanyeol membuatnya teringat akan perkataan Kris beberapa hari lalu.. iapun kembali menatap Chanyeol dengan tatapan tidak enaknya "Chanyeol mianhe, aku tidak janji bisa datang.. masalahnya bulan depan temanku juga ada acara dan dia memintaku untuk hadir."

"Apa kau benar-benar tidak bisa membatalkannya? Aku benar-benar berharap kau datang."

"Tidak bisa Chanyeol.. mianhe."

Chanyeol mendesah kecewa lalu mengangguk kecil "Baiklah.. gwenchana aku tak akan memaksamu."

"Chanyeol mianhe." tukas Baekhyun sambil menatap menyesal.

Namja tinggi itu hanya tersenyum kecil sambil mengangguk "Gwenchana.. kau bisa datang di lain waktu."

Baekhyun tak menjawab dan masih menatap Chanyeol dengan tatapan menyesal.. ia tahu dari perkataan dan tatapan Chanyeol tadi tersirat bahwa namja dihadapannya benar-benar mengharapkan kedatangannya, Chanyeol yang melihat Baekhyun masih saja memasang ekspresi yang sama akhirnya terkekeh kecil sambil menyubit pipi kanan namja imut itu.

"Aigoo.. sudah tidak apa-apa, kau tak perlu merasa tak enak hati. Aku mengerti."

Dan Baekhyun akhirnya memilih untuk tersenyum kecil sambil mengangguk sebelum akhirnya ia kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda tadi, dan Chanyeol akhirnya memilih untuk membantu menyelesaikannya karena 10 menit lagi kelas mereka akan segera dimulai.


Seperti biasa Chanyeol, Sehun dan juga Baekhyun menghabiskan waktu istirahat mereka bersama di kantin kampus.. Tapi ada yang sedikit berbeda hari ini, Sehun yang biasanya selalu mengganggu dan menggoda Baekhyun dari tadi terlihat tak bersemangat dan mengantuk.. beberapa kali ia menguap dan kepalanya terkantuk-kantuk di meja kantin.

Chanyeol yang duduk berhadapan dengan Baekhyun melempar tatapan bingung, dan akhirnya Baekhyun memilih untuk bertanya kepada namja yang ada di sebelahnya.

"Kau kenapa? Dari tadi kau terlihat mengantuk, apa kau baik-baik saja?" tanya Baekhyun sambil menoleh kesamping.

Sehun mengangkat kepalanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya "Tidak apa-apa.. hari ini aku baru tidur jam 4 pagi gara-gara keasyikan bermain game." jawab Sehun sambil menunjukan cengirannya.

Chanyeol dan Baekhyun langsung memutar bola mata malas dan menghela nafas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Dasar kau ini." tukas Chanyeol.

"Yasudah lebih baik kau ke ruang kesehatan saja, istirahatlah walau hanya sebentar. Nanti aku yang akan mengabsenmu di kelas Park seonsaengnim." ujar Baekhyun sambil tersenyum kecil.

"Tidak usah noona, aku hanya sedikit mengantuk." tolak Sehun sambil menggeleng kecil namun matanya terlihat sangat mengantuk.

Baekhyun memukul lengan Sehun pelan "Sedikit apanya? Jelas-jelas matamu saat ini benar-benar terlihat seperti panda. Ck, sudah sana cepat ke ruang kesehatan biar aku yang akan mengijinkanmu di kelas Park seonsaengnim nanti." omel Baekhyun sambil mendorong-dorong tubuh Sehun.

Sehun hanya menghela nafasnya lalu merengangkan ototnya "Baiklah.. gomawo Baekhee noona." tukasnya sambil tersenyum kecil dan mengacak rambut Baekhyun sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat itu.

Chanyeol menyunggingkan senyum jahilnya melihat perlakuan Baekhyun terhadap Sehun barusan dan hal itu membuat Baekhyun mengernyitkan dahinya heran.

"Apa?"

"Kau perhatian sekali padanya." goda Chanyeol sambil tetap memasang senyumannya.

"Maksudmu?"

"Kau menyukai Sehun?"

"Mwo? Aku? Menyukai Sehun? Haha kau bicara apa Chanyeol?! Aku tak menyukainya." jawab Baekhyun sambil terkekeh kecil.

Chanyeol memicingkan matanya tak percaya, dan membuat Baekhyun memutar bola matanya malas.

"Yasudah kalau kau tak percaya." Baekhyun mengedikkan bahunya lalu mulai meneguk jus jeruknya.

"Eonnie." seorang yeoja berambut panjang menghampiri meja Baekhyun sambil tersenyum kecil.

"Bomi? Wae?" Baekhyun menatap bingung yeoja dihapannya sama seperti Chanyeol.

Yeoja itu menyodorkan sebuah kotak ice cream strawberry kepada Baekhyun "Ini ada titipan untukmu."

Baekhyun mengernyitkan dahinya bingung lalu menoleh kearah Chanyeol dan kembali memalingkan wajahnya "Untukku? Dari siapa?"

"Dari seorang namja yang menyukaimu." goda Bomi sambil menunjukan senyuman jahilnya "Sudah ya eonnie." lanjutnya sebelum berbalik meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun yang masih dengan ekspresi bingungnya.

Chanyeol kembali menunjukkan senyuman menggodanya dan melipat tangannya diatas meja "Ehmm.. Sepertinya sebentar lagi akan ada seorang namja yang akan menembakmu, Baekhee."

Baekhyun menoleh dan sambil melirik kearah Chanyeol "Apa maksudmu?"

Chanyeol melengkungkan bibirnya kebawah sambil menunjuk kotak ice cream yang ada di tangan Baekhyun dengan dagunya "Itu.. sepertinya ia benar-benar menyukaimu buktinya ia memberikan ice cream kesukaanmu."

Baekhyun melihat kotak ice cream yang dipegangnya lalu meletakkannya diatas meja "Tidak mungkin, aku bahkan tidak tahu ini dari siapa."

"Jadi? Kau mau menerimanya atau tidak?"

"Apanya?"

"Ice creamnya, kau mau tidak? Kalau aku jadi kau, aku pasti akan menerimanya."

Baekhyun mengangkat alis kirinya "Yasudah kau ambil saja." tukasnya lalu berdiri dari tempatnya.

"Yakin kau tidak mau? Bukannya ini ice cream kesukaanmu?" tanya Chanyeol sambil ikut berdiri dari tempatnya dan mengikuti Baekhyun.

"Kalau kau mau ambil saja, lagipula aku sedang tidak mood untuk makan ice cream." Baekhyun mengangguk kecil sambil menoleh kearah Chanyeol.

Chanyeol menatap Baekhyun sejenak lalu mengedikkan bahunya "Baiklah." ujarnya sambil membuka kotak ice cream yang dipegangnya dan mulai memakannya.

Baekhyun melirik kearah Chanyeol yang sedang asik menyuapi ice cream miliknya, ia mengulum senyumannya lalu langsung merebut kotak itu dari tangan Chanyeol dan menyuapi sesendok ice cream kedalam mulutnya.

Chanyeol terkejut begitu melihat perlakuan Baekhyun yang tiba-tiba "Yak bukannya kau bilang kau tidak mau?" protesnya.

"Aku berubah pikiran, sepertinya ice cream ini aman untukku." jawab Baekhyun dengan nada datar sambil tetap menikmati ice cream tersebut.

"Jadi kau menjadikanku sebagai kelinci percobaan hah?" protes Chanyeol dengan wajah tidak terima dan Baekhyun hanya menanggapinya dengan sebuah anggukan.

Chanyeol hanya menghela nafasnya sambil melirik kearah Baekhyun, dan ketika Baekhyun berniat akan kembali menyuapi ice cream itu kedalam mulutnya dengan cepat Chanyeol langsung menyambarnya dan tersenyum senang.

"Yak.. aishh."

"Umm.. Baekhee apa kau tahu apa yang barusan aku lakukan?" tanya Chanyeol.

"Kau mencuri ice creamku." jawab Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.

"Salah, yang benar aku baru saja menciummu. Apa kau tidak sadar kalau kita baru saja berciuman? Yah walaupun secara tidak langsung, tapi itu masih termasuk ciuman." goda Chanyeol sambil menunjukkan seringaiannya.

"M-Mwo?" Baekhyun membelalakkan matanya terkejut.

"Ahh.. bahkan ice creamnya terasa lebih manis dibanding sebelumnya." Chanyeol kembali menggoda Baekhyun.

Sedangkan Baekhyun kini wajahnya terlihat kembali bersemu mendengar perkataan Chanyeol tadi, memang benar apa yang dikatakan Chanyeol.. mereka baru saja berciuman secara tidak langsung karena mereka menggunakan sendok yang sama. Ia menatap sendok yang dipegangnya dengan tatapan tidak percaya, Chanyeol mencuri ciuman pertamanya –walaupun memang secara tidak langsung-.

"Aku baru tahu kalau ada ice cream yang rasanya semanis dan selembut ini." Chanyeol semakin semangat menggoda Baekhyun, ia tersenyum jahil sambil mengangkat kedua alisnya.

Baekhyun tak dapat berkata apa-apa, wajahnya semakin bersemu, jantungnya berdegup cepat.. Chanyeol yang melihat ekspresi wajah Baekhyun saat ini langsung tertawa keras lalu mengacak rambut Baekhyun.

"Aigoo tak perlu semalu itu, kau tahu.. wajahmu benar-benar terlihat menggemaskan jika seperti ini." Chanyeol menundukkan badannya hingga wajahnya sejajar dengan Baekhyun.

Tapi tiba-tiba saja Baekhyun langsung menginjak kaki Chanyeol dan sebagai sentuhan akhir ia menjitak kepala Chanyeol dengan cukup keras.

"Bodoh!" tukasnya sebelum ia berlalu meninggakan Chanyeol yang tengah mengaduh kesakitan.

'Sial.. lagi-lagi jantungku tak bisa diajak kerja sama, aish.. kenapa aku jadi gugup seperti ini sih.. Ck' –rutuk Baekhyun sambil menaruh kedua tangannya di dada dan secepat mungkin berjalan menuju kelasnya-

TBC


a/n : Huahaha ceritanya makin gaje -_- hiks.. hiks... mianhe saya udah berusaha sebaik mungkin tapi nyatanya emang cuma segitu ide yang keluar x.x Mian kalo chapter ini kurang memuaskan dan kurang menarik..

Hunhan udah dimunculin tuh, walaupun cuma selewat tapi untuk kedepannya saya bakalan usahain bakalan dibanyakin lagi momentnya hohoho

Sekian cuap-cuap dari saya, gatau lagi mau nulis apa -_- soalnya jujur beberapa hari ini otak saya lagi nge-blank

RnR juseyo ^^ ditunggu reviewnya yang banyak

Keep support and love Paparazzi in Love

With Love

Baekchannie