Elfjoy137 present

KYUMIN FANFICTION

Mr and Mrs Cho

Chapter 4

Cast: Cho Kyuhyun , Lee Sungmin , and other cast

Rate : T+

Warning : Genderswitch , Typo(s) , kosa kata yang berantakan

DLDR

Please enjoy ^^

Disclaimer : Remake Film Mr & Mrs Smith. But, with different chara. The one and only our otp KYUMIN !

Ok. Let's check this out !

.

.

.

~JOYER~

.

.

.


Pukul tujuh kurang lima menit Kyuhyun sudah berada di jalan kawasan rumahnya. Namja itu pun membawa mobil nya memasuki halaman menuju ke garasi yang berada di bagian samping rumahnya.

Setelah menaruh mobilnya di garasi, ia bergegas berjalan menuju pintu depan. Ia berjalan sambil mengendap-endap. Kyuhyun mengintip dari jendela yang berada di samping pintu utama.

Setelah ia memastikan bahwa tidak ada hal yang mencurigakan di dalam sana, Kyuhyun pun memutar knop pintu dengan perlahan dan mendorongnya tanpa menimbulkan bunyi.

Dia menutup kembali pintu itu, dan berjalan perlahan menuju ruang makan. Saat sedang berjalan perlahan, tiba-tiba Sungmin muncul dihadapannya.

"Hai sayang. Kau baru pulang?" Ucap Sungmin sambil tersenyum manis kepada Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut, namun ia segera mengendalikan dirinya. "Ehm, ya. Apakah aku telat?"

"Tidak. Mau makan sekarang?" Tanya Sungmin lagi. Kyuhyun pun segera mengangguk dan mengikuti Sungmin yang sudah terlebih dahulu berjalan ke arah ruang makan.

"Malam ini aku menyiapkan wine kesukaanmu. Spesial." Sungmin membuka gabus botol wine tersebut, dan menuangkan isinya ke dalam gelas Kyuhyun. Namja itu sudah duduk di kursinya.

"Minumlah." Titah Sungmin.

Kyuhyun menelan ludah nya kelu. Saat ia menengok ke arah lain, tidak sengaja ia melihat sebuah botol berisi cairan deterjen di sebuah nakas di dekat ruang makan.

Namun ia pun memberanikan diri untuk meminum wine tersebut saat Sungmin sudah menghabisi setengah wine yang berada dalam gelasnya. Dan tidak terjadi apa-apa.

"Aku memasakkan kebab untukmu." Sungmin mengambil sebilah pisau dengan cara yang menurut Kyuhyun agak –menyeramkan.

Kyuhyun pun segera berdiri dan menghampiri Sungmin. "Ah, bukan begitu caranya." Namja itu menggenggam tangan Sungmin yang sedang memegang pisau.

Suasanan pun menjadi canggung.

"Biar aku saja." Kata Kyuhyun pada akhirnya. Sungmin pun melepaskan genggaman itu dan membiarkan Kyuhyun memotong daging.

Saat Kyuhyun sedang memotong daging sambil sesekali melirik istrinya,ternyata Sungmin mengeluarkan sebuah pisau lagi dan memotong buah-buahan –untuk makanan pencuci mulut.

Setelah selesai, Kyuhyun memindahkan daging yang sudah diirisnya ke piring Sungmin dan juga ke piring nya. Kemudian duduk kembali.

Kyuhyun menusuk daging itu dengan garpu nya dan bersiap memasukkan daging kebab itu ke mulutnya, namun gerakannya terhenti saat melihat botol berisi racun tikus di meja dapur. Sementara itu, Sungmin mengamati Kyuhyun sambil tersenyum.

"Ayo dimakan." Kata Sungmin sambil ikut memakan kebab nya.

Dengan perlahan Kyuhyun memasukkan daging itu ke mulutnya. Mengunyahnya perlahan sampai terdengar bunyi 'glekk' saat Kyuhyun menelan makanannya. "Sangat enak." Komentarnya.

Sungmin hanya tersenyum dan kembali melanjutkan makannya.

Kyuhyun melihat gelas Sungmin yang sudah kosong. "Kau ingin tambah lagi?" Tanya Kyuhyun sambil mengangkat botol wine.

"Ya,boleh." Jawab Sungmin.

Lalu Kyuhyun berdiri dan berjalan menghampiri Sungmin. Ia pun menuangkan wine tersebut sambil menatap Sungmin yang juga sedang menatapnya sambil tersenyum.

Setelah selesai, Kyuhyun menjatuhkan botol wine itu tepat di samping Sungmin. Dengan reflek yeoja itu menangkap botol tersebut sebelum jatuh kelantai.

Kejadian itu membuat Kyuhyun dan Sungmin terdiam sambil bertatapan. Sungmin merasa ada yang tidak beres. Dan yeoja itu pun melepaskan botol tersebut sehingga isinya tumbah mengotori lantai.

"Aku akan membersihkannya."

"Aku akan mengambil serbet."

Mereka berdua pun segera berlari. Kyuhyun berlari ke arah kamar nya, dan Sungmin berlari ke arah luar rumah.

Dengan tergesa Kyuhyun mengambil pistol yang ia simpan di lemari pakaiannya, dan bergegas kembali ke ruang makan. Saat tiba di ruang makan, ia tidak menemukan Sungmin disana.

Ia pun mendengar bunyi deru mesin mobil dari luar rumah, dan tersadar bahwa itu adalah Sungmin.

Dengan segera Kyuhyun keluar dari rumah tepat pada saat mobil Sungmin keluar dari halaman rumah. Tanpa buang waktu Kyuhyun mengejar mobil itu sambil memanggilnya.

"Sungmin. Berhenti!" Sambil berteriak Kyuhyun mengejar mobil Sungmin.

Sungmin pun tidak menggubris panggilan Kyuhyun, ia tetap melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.

Kyuhyun berbelok ke kiri dan menerobos halaman rumah tetangganya –jalan pintas. Ia terus berlari tanpa memperhatikan apa yang ada di depannya, pagar, tanaman, semak-semak, semuanya ia terobos. Hingga pada akhirnya ia pun melihat mobil Sungmin.

Namja itu pun mengambil ancang-ancang untuk melompati sebuah pagar. Namun pada saat ia hendak melompat, ia tersandung, dan menimpah pagar itu sampai rubuh.

Dorr …

Satu tembakan lolos dari pistol yang di pegang Kyuhyun.

Sungmin terkejut dan segera menginjak remnya dengan mendadak. Kyuhyun lebih terkejut lagi saat ternyata tembakan itu mengenai kaca depan mobil Sungmin sampai berlubang.

Dengan panik Kyuhyun berdiri dan berjalan menghampiri mobil Sungmin. "Sayang. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud…."

Kyuhyun semakin panik saat melihat wajah kesal Sungmin. Dan semakin panik saat Sungmin kembali menjalankan mobil nya. Hei, apa yeoja itu ingin menabraknya. Kyuhyun kini berada di depan mobil itu.

"Sungmin. Tidak sayang. Maafkan aku. Aku benar benar tidak sengaja." Ucap Kyuhyun mencoba membujuk Sungmin. Namun sepertinya gagal karena Sungmin tidak juga menghentikan laju mobilnya.

Dukk ..

Kyuhyun pun tertabrak dan berguling ke atap mobil Sungmin. Ia meringis saat merasakan sakit dilututnya. Ia pun mencari pegangan agar tidak terjatuh dari atas situ.

" mobil nya!" Titah Kyuhyun. Namun bukannya berhenti, Sungmin malah semakin mempercepat laju mobilnya sambil memukul langit-langit mobilnya.

"Go!" Teriak Sungmin.

"Tidak Sayang. Hentikan mobilnya. Now !" Kyuhyun pun berteriak lebih kencang. Namun Sungmin tidak menggubrisnya. Kyuhyun pun mendobrak kaca samping mobil Sungmin.

Prang ...

Kaca itu pun pecah dan Kyuhyun berhasil masuk kedalam nya. Namun sesaat setelah Kyuhyun masuk, Sungmin membuka pintu mobil nya dan keluar, ia berguling di jalanan.

"Sayang. Dengarkan aku ….." Namja itu bingung saat tidak melihat Sungmin, namun mobil itu tetap berjalan. Ia pun mengalihkan pandangannya ke belakang. Dan melihat Sungmin sedang berguling dijalanan.

"Sungmin. Kita harus bicara …"

Suara Kyuhyun menghilang saat mobil itu menabrak semak-semak dan menghilang dari pandangan Sungmin.

Sungmin mengatur nafasnya yang terengah. Pelipisnya berdarah, siku nya dan lututnya pun berdarah. Sungmin pun memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu.

"Brengsek!"

.

.

.

.

.

"Omo! Jadi ternyata orang yang menggagalkan misi kita waktu itu adalah suami mu?" Kibum terkejut saat mendengar cerita Sungmin tentang kejadian yang dia alami tadi.

Sungmin pun mengangguk. Luka-luka Sungmin kini sedang di obati oleh Kibum.

"Tapi bukan kah kau bilang …."

"Berhentilah berbicara. Kepalaku serasa mau pecah." Sungmin pun memejamkan matanya sejenak.

Kibum pun bungkam. Ia lebih memilih melanjutkan aktifitasnya –mengobati luka Sungmin.

"Argh. Bisakah kau mengobati nya dengan benar?" Sungmin meringis saat merasakan perih pada lukanya di bagian lutut saat Kibum memberikan obat merah di atas luka itu.

"Cih! Kau ini Agen terbaik. Masa luka seperti ini saja kau merintih." Cibir Kibum.

"Terserahmu saja." Ucap Sungmin acuh.

"Sudah selesai! Sebaiknya kau beristirahat. Aku tinggal dulu." Kibum pun segera meninggalkan kamar tamu itu setelah Sungmin mengangguk.

Setelah kejadian tadi, Sungmin tidak mau kembali ke rumah. Ia lebih memilih ke apartemen sahabatnya, Kibum.

Yeoja itu berjalan ke arah jendela. Pemandangan di luar sana sangat menakjubkan pada saat malam hari. Apatemen Kibum berada di lantai 37, membuat pemandangannya lebih menarik. Sungmin menghela nafasnya sejenak sambil menerawang jauh ke luar sana.

.

.

.

.

.

Ttokk ttokk ttookk …

Kyuhyun mengetuk pintu itu untuk yang ke sekian kalinya. Ya, karena ia tidak tau harus kemana. Ia pun memutuskan untuk ke apartemen temannya,Donghae. Sesaat kemudian Donghae pun membuka pintu.

"Kyuhyun. Ada ap…oh ya ampun, apa yang terjadi padamu?"

Kyuhyun langsung menerobos masuk tanpa menjawab pertanyaan Donghae.

"Apa kau ingin tau siapa yang menggagalkan misiku kemarin?" Kyuhyun baru saja ingin duduk di sofa yang ada di ruang tamu apartemen Donghae, namun Donghae segera mencegahnya.

"Jangan duduk disitu!" Teriak Donghae dengan heboh. Kyuhyun pun mengurungkan niatnya untuk duduk dan menatap Donghae dengan raut bingung. "Kau… penuh dengan lumpur. Sebaiknya kau mandi dulu."

Kyuhyun pun hanya pasrah dan segera bergegas menuju kamar mandi.

.

.

Tidak lama kemudian, Kyuhyun pun telah selesai membersihkan dirinya dan mengenakan baju Donghae. Namja itu pun menghampiri Donghae yang sedang duduk di ruang tamu.

"Jadi siapa orang itu?" Tanya Donghae saat Kyuhyun sudah duduk di sampingnya.

"Istriku." Ucap Kyuhyun.

"What? Istrimu? Ah, kau pasti bercanda." Donghae pun menggelengkan kepalanya, tidak percaya.

"Terserah jika kau tidak percaya. Tapi aku serius." Kyuhyun mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang ia dapat di kamar mandi tadi. Kemudian Kyuhyun pun menceritakan kejadian tadi kepada Donghae.

"Apa kau masih menyimpan rongsokan itu?" Tanya Kyuhyun.

"Ya ada di gudang." Jawab Donghae.

"Ada yang ingin ku periksa."

.

.

Disinilah mereka sekarang. Di gudang apartemen Donghae. "Sebenarnya apa yang kau cari dari rongsokan tak berguna itu?" Donghae mulai jengah.

Sejak tiga puluh menit yang lalu, Kyuhyun terus saja membongkar rongsokan yang Kyuhyun bawa dari Mesir, dari tenda Sungmin.

"Ketemu." Ucap Kyuhyun.

Donghae pun melirik apa yang Kyuhyun temukan. Sebuah kertas? Untuk apa?

"Kau lihat ini." Kyuhyun pun menunjukan kertas itu. Donghae mengernyit tidak mengerti membaca isi kertas itu. 'Blue Corp' . Apa maksudnya?

"Aku yakin, aku akan menemukan istriku disana."

Lagi-lagi seringaian itu muncul di wajah Kyuhyun. Seringaian yang tidak seorang pun mengetahui maksudnya.

.

.

.

.

.

Blue Corp

Disinilah Kyuhyun saat ini. Berdiri menatap bangunan setengah jadi itu. Sebagai seorang 'arsitek', bukan hal sulit baginya untuk mendapatkan izin memasuki tempat tersebut.

Sambil memperhatikan keadaan sekitarnya, namja itu berjalan memasuki bangunan itu. Bagian yang sudah selesai dari bangunan ini adalah lift nya. Tentu saja, karena dengan adanya lift, pekerjaan para buruh itu akan lebih mudah.

Saat memasuki lift tersebut, Kyuhyun meletakkan tas nya di sudut lift. Hanya ada dirinya di dalam lift. Tiba-tiba lift itu berhenti di tengah jalan.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun pun menatap sebuah CCTV yang berada di salah satu sudut atas lift.

"Apa itu kau, sayang?" Kyuhyun tau betul siapa yang melakukan ini semua.

'Ya. Ini aku, sayang. Apa kau merasa takut?' Terdengar suara Sungmin yang memenuhi kotak persegi itu.

"Takut kepada kelinci nakal sepertimu? Tidak ada dalam kamus ku, sayang." Kyuhyun menyunggingkan senyum miringnya.

'Tutup mulut sialan mu itu.'

Kyuhyun terkekeh sebentar.

"Apa lagi yang akan kau lakukan padaku? Apakah yang kemarin itu belum cukup, sweety?" Kyuhyun bertanya dengan nada yang sangat lembut.

'Sepertinya meledakkan dirimu didalam lift itu bukanlah ide yang buruk.'

Kyuhyun kembali tersenyum miring.

.

.

'Apa kau berani melakukannya?'

Pertanyaan dari Kyuhyun itu membuat Sungmin terdiam.

Apakah ia berani melakukannya? Tentu saja ia berani. Tapi melakukannya kepada Kyuhyun? Sungmin melamun. Ia mengingat kejadian kemarin.

"Tentu saja aku berani." Ucap Sungmin kemudian.

'Coba saja lakukan jika kau bisa, sayang.' Tantang Kyuhyun.

Sungmin terdiam sebentar. "Baiklah aku akan menghitung mundur. Lima …. Empat …"

"Tiga…apa kau sudah siap sayang?" Tanya Sungmin saat tidak mendengar suara Kyuhyun. Namun namja itu tetap tidak bersuara. "Aku akan meledakkannya saat kau sudah siap."

'Aku sudah siap. Apa kau sudah siap sayang?'

"Aku …."

Ucapan Sungmin terhenti saat ia mendengar sebuah ledakan dibarengi dengan kamera CCTV yang buram. Bukankah itu berarti, lift itu sudah …meledak?

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sungmin dengan nada suara yang ditinggikan kepada temannya yang mengendalikan peledak itu.

"Kau bilang ledakkan setelah dia siap." Ucapnya.

"Ck!"

Sungmin pun segera berlari keluar dari dalam sebuah mobil yang terparkir di luar bangunan setengah jadi itu.

Ia menatap lama kerusuhan yang terjadi di dalam bangunan tersebut. Sebuah lift yang meledak dan jatuh. Apakah Kyuhyun benar ada disana? Apa dia mati?

"Sungmin, ayo kita pergi." Kibum pun memegang bahu Sungmin. Yeoja itu menoleh dan mengangguk, lalu mengikuti Kibum untuk pergi dari tempat itu.

.

.

.

.

.

Kini yeoja seksi bergigi kelinci itu sedang duduk sendirian di sebuah restoran bergaya klasik. Gaun hitam selutut yang ia kenakan, membuat penampilannya kini sangat elegan dan seksi disaat yang bersamaan.

Sambil memegang gelas berisi wine –minuman kesukaannya, yeoja itu melamun. Tanpa sadar, setetes air mata jatuh dari mata foxy yeoja itu. Entah apa yang ia pikirkan, namun gurat kesedihan terlihat jelas di wajah manis nya itu.

Tiba-tiba seseorang menggenggam tangan Sungmin yang sedang memegang gelas. "Apa kau ingin tambah, Nonya?" Tanpa menunggu jawaban Sungmin, orang itu menuangkan wine ke dalam gelas Sungmin.

Sungmin tersenyum simpul saat mengetahui orang tersebut.

"Tidak baik,yeoja seksi sepertimu minum alkohol sendirian." Ucap orang itu saat sudah duduk disebuah kursi di depan Sungmin.

"Apa peduli mu." Sungmin menyesap wine yang di tuangkan oleh Kyuhyun. Ya, orang tersebut adalah Kyuhyun. Namja itu menggunakan tuxedo berwarna hitam, senada dengan gaun Sungmin.

"Kau pikir bisa membunuh ku begitu saja, hm?" Kyuhyun menyunggingkan senyum miring nya.

"Apa mau mu?" Tanya Sungmin dengan ketus.

"Mau berdansa?" Tawar Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya kehadapan Sungmin.

Sesaat kemudian Sungmin pun menerima uluran tangan tersebut. "Dengan senang hati."

Kyuhyun menarik Sungmin ke lantai dansa. Disana banyak pasangan-pasangan yang sudah terlebih dahulu berdansa diiringi musik romantis.

"Aw!" Sungmin meringis saat tangannya di remas oleh Kyuhyun dan di tarik dengan kasar. Namun ia hanya mengumpat dalam hati.

Kyuhyun pun menarik dengan kasar pinggang Sungmin. Tangan kanan nya memeluk pinggang yeoja itu, sementara tangan kiri nya menggenggam tangan Sungmin. Sedangkan tangan kiri Sungmin berada di bahu Kyuhyun.

"Jadi selama ini kau adalah seorang Agen, hm?" Tanya Kyuhyun sambil menggoyangkan tubuh nya,berdansa mengikuti alunan musik.

"Kau pun seorang Agen. Jangan lupakan itu." Jawab Sungmin.

Kyuhyun menarik pinggang Sungmin, membuat tubuh mereka makin merapat.

"Jadi, apakah kau menikah denganku hanya untuk kelangsungan misimu?" Kyuhyun mengusap pinggang ramping Sungmin.

"Dan itu hampir berhasil, bukan?" Ucap Sungmin sambil berbisik tepat di telinga Kyuhyun.

"Aku tidak akan pernah membiarkan mu berhasil."

Kyuhyun menarik belakang lutut Sungmin, mengangkatnya, dan menyusupkan tangannya ke gaun Sungmin. Menyusuri paha mulus Sungmin dan mengambil sebuah pisau kecil yang di sembunyikan oleh Sungmin di pahanya.

"Kau tidak akan pernah berhasil melawan ku." Di lemparnya pisau itu sampai menancap di sebuah dinding. Setelah itu, Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin dengan kedua tangannya.

"Bagaimana denganmu? Kau juga memanfaatkanku." Sungmin melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun, menekan tengkuk nya. Membuat wajah mereka sangat dekat, dan bibir mereka hampir bersentuhan.

"Seperti yang kau lakukan."

Sungmin pun turun dan berjongkok. Dengan cepat yeoja itu mengambil pistol yang tersembunyi di dalam kaus kaki Kyuhyun. Hey, bagaimana mereka berdua bisa mngetahui tempat persembunyian senjata-senjata itu?

Setelah melempar pistol Kyuhyun entah kemana, Sungmin pun kembali memeluk leher Kyuhyun.

"Aku pikir kau wanita baik-baik."

Ucapan Kyuhyun membuat Sungmin terdiam. Yeoja itu melepas pelukannya dengan perlahan. Sedangkan Kyuhyun menatap yeoja itu dengan pandangan yang sulit di artikan.

Sungmin mundur beberapa langkah, lalu ia menjauh dari Kyuhyun. Menaiki tangga menuju ruangan yang ada di lantai dua. Kyuhyun pun terus memperhatikan yeoja itu. Hingga beberapa saat kemudian semua orang yang ada di ruangan di lantai dua, berhamburan keluar, mereka ketakutan.

Boom….

Terdengar bunyi ledakan dari ruangan tersebut. Kyuhyun terkejut. Tanpa buang waktu namja itu berlari kesana. Bukan kah Sungmin ada di ruangan itu?

Kyuhyun memutar pandangannya mencari Sungmin di tengah kerumunan orang-orang yang panik itu. Kemudian pandangannya tertuju pada wanita yang sedang berjalan ke arah pintu keluar.

"Shit!"

Dengan tergesa Kyuhyun berjalan menuju pintu keluar. Saat sudah berada di luar, Kyuhyun melihat mobil Sungmin sudah berlalu dari tempat itu.

"Sungmin! Tunggu!" Kyuhyun mengejar mobil Sungmin, namun itu hanya hal yang sia-sia. Saat melihat mobil yang terparkir di depan gedung itu, Kyuhyun membuka pintu nya dan menarik keluar orang yang berada di mobil tersebut dengan kasar.

"Hey, itu mobilku."

Kyuhyun tidak memperdulikan teriakan orang tersebut. Namja itu menginjak pedal gas nya dengan kuat. Berusaha mengejar mobil Sungmin.

Dua mobil itu kini sedang kejar-kejaran di tengah hiruk pikuk jalanan kota Seoul yang sangat padat.

Sungmin melajukan mobil nya semakin kencang saat melihat Kyuhyun mengejarnya.

Drrttt drrttt…

Ponsel Sungmin pun bergetar. Yeoja itu mengenakan earphone dan menjawab telpon tersebut.

'Mau kabur , sayang?' Sapa seseorang yang sudah dipastikan bahwa itu adalah Kyuhyun.

"Tutup mulut mu. Kita selesaikan dirumah." Jawab Sungmin.

'Aku ingin bertanya padamu. Apakah ….apakah kau …mencintaiku?'

Pertanyaan yang terlalu sulit untuk Sungmin jawab. Apa benar yeoja itu mencintai Kyuhyun, suaminya? Sungmin pun tidak yakin dengan hal itu.

"Aku ….. tidak." Jawab Sungmin pada akhirnya.

'Ah. Tidak? Baiklah '

"Benar. Baiklah." Sungmin pun mematikan ponsel nya. Lalu kembali melajukan mobil nya.

Entah lah apa yang akan terjadi nanti dirumah mereka.


.

.

.

TBC

.

.

.


Annyeong ^^

Aku kembali membawa chapter 4 ~ Lama gak? Mian kalau lama nunggu :p

Terimakasih banyak buat review dari kalian. Lumayan banyak yang berminat dengan FF abal ini . Aku senang ^^

Keep Review ya ^^

Special Thanks To:

Kyuxmine , abilhikmah , Rinda Cho Joyer, Cho Hyun Ah Sparkins 137 , Heldamagnae , Cho MeiHwa , imSMl3424 , Popysalang137 , Frostbee , danactebh , TiffyTiffanyLee , PumpkinEvil , Kim Jihae , Lilin Sarang Kyumin , Hanamizuki137 , VitaJoy13 , .7 , Gyeomindo , Pinzame , ShinJiWoo920202 , hanna , dewi. , 1004hoteuk , Cywelf , Rly. , parkhyun , ai siti fatimah , , KimRyeona19 , Cho hyena , , kikiwp16 , Love Kyumin 137 , 99 , fariny , kyumin sefi , Nuralrasyid , mrs. jang , ChoJimin137 , cloudswan , miadevi137 , Lee mingma and Guest. (Yang di cetak tebal yang udah review di chapter 3 ^^)

AND BIG BIG THANKS FOR MY NOONA-NIM sjming86 :*

REVIEW PLEASE ^^