DONT HATE ME DADDY

Warning: fluff, typos, bahasa tidak baku, EYD berantakan

Rated: T/K+

Disclaimer: Expression (Storyline and storyboard) ARE MINE, no plagiarism is allowed. Idea triggered by another fanfiction. oh ada reviewers yang bilang ini miirip ffnya daddy don't cry, memang bener aku dulu baca itu sekali terus kepikiran buat ff ini, jadi bisa dibilang ide utamanya memang dari sana. Tapi alur ceritanya ku bikin beda xD

.PROMOSI.

#SORRY JUNMYEON I LOVE YOU# UDA TAMAT

#REWIND THE PAST AND START OVER AGAIN# (kalo yg demen hunho boleh baca)

.

~^^Happy Reading^^~

#DON'T BE SILENT PLEASE#

SELAMAT TAHUN BARU SEMUA! 3

.

.

#CHAPTER 3 STARTS!#

" mommy…"

tangan mungil itu menggapai-gapai perempuan yang berdiri tidak jauh darinya, wajah cantik yang ia kenal dan ia rindukan itu membuat Joonmyeon kecil memperlihatkan senyuman lebarnya. " mommy kenapa tidur lama sekali? Myeonnie rindu sama mommy~" lanjutnya lagi dengan penuh harap bila perempuan jelita itu akan memeluknya.

Kris menatap perempuan tersebut dengan pandangan bingung " mommy? Kamu ibunyaa?!"

Sungguh Kris tidak dapat mempercayai bahwa orang tua kandung Joonmyeon berada sungguh sangat dekat dengannya, satu universitas dengannya dan bahkan mencakup suster-mahasiswi di universitasnya, tidak aneh bila Kris sempat merasa familiar dengan wajah perempuan tersebut ketika ia melihat bandul yang berisikan foto Joonmyeon dan keluarganya, ia pasti pernah melihat perempuan itu beberapa kali ketika ia meminta obat sakit kepala atau plaster ketika ia mengalami cedera pas latihan basket. Sedangkan Sehun yang paling kebingungan diantara ketiganya itu tidak kalah paniknya, ia menatap wajah Kris kemudian perempuan itu, kemudian berbalik lagi pada wajah sahabatnya dengan tatapan bengong serta alis berkerut.

Halloow~ Bagaimana mungkin Kris yang mengaku sebagai daddy Joonmyeon tidak mengenal istrinya sendiri? xD

" a..aku? aku bukan ibunya… aku masih virgin asal kamu tahu!" jawab perempuan yang rupanya gampang panik itu tanpa disortir, ia lupa kalau ia sekarang sedang berbicara dengan lawan jenisnya, kini Kris yang salah tingkah mendengar jawabannya sedangkan Sehun bersiul menggoda, memberi rona merah pada kedua pipi perempuan yang kini menutup wajahnya dengan kedua tangannya malu, sungguh ia ingin menguburkan dirinya sendiri sekarang juga.

" tapi dia ..memanggilmu mommy… kau lihat bandul ini? Dia sangat mirip sekali denganmu, kamu tidak bisa mengelak lagi" tukas Kris sambil mengeluarkan bandul yang terpasang indah di leher bayinya kemudian membuka dan memperlihatkannya pada perempuan tersebut. Tatapan kaget adalah ekspresi pertama yang diberikan perempuan itu ketika ia melihat seseorang yang berwajah familiar pada foto yang terpampang di hadapannya, sangat mirip dan ia hampir tidak bisa membedakan perempuan yang ada di foto itu dengan dirinya selain panjang rambutnya, dimana ia memiliki rambut panjang hingga ke pinggangnya sedangkan perempuan di foto itu berambut boob dengan penjang sebahu. Bahkan wajah balita dalam gendongan Kris itu sungguh sangat mirip rupanya dengan wajah ibunya.

" memang dia sangat mirip denganku, tapi yang pastinya aku bukanlah dia… mungkin dia doppleganger ku? Aku baru 20 tahun, mana mungkin punya anak.. pacar saja belum ada" tolak perempuan itu agak kesal, dikembalikannya kembali bandul berwarna emas tersebut ke tangan Kris. Sudah sangat lazim fenomena mengenai adanya tujuh wajah atau bisa dikatakan kembaran berbeda kandungan yang tersebar di dunia dalam hampir satu period yang bersamaan, mungkin ibu daripada anak itulah yang merupakan dopplegangernya, karena itu tidak aneh bila anak kecil-yang kini menatapnya sedih karena tidak diindahkan seseorang yang ia kira ibunya—memanggilnya mommy meski mereka merupakan dua orang yang berbeda.

" myeonnie mau mommy… mommy… peluk! Myeonnie rindu mommy~" sifat manja itu keluar, anak kecil itu pantang menyerah sebelum mendapatkan mommynya dalam pelukannya. Kris sedikit bergelagat memberi isyarat body language supaya perempuan itu mau sedikit berakting sebagai mommynya, setidaknya untuk sekedar memeluknya hingga anak kecil itu puas.

Perempuan yang memang menyayangi anak kecil itu tentu dengan senang hati mengambil Joonmyeon dari pelukan Kris dan mengendongnya dengan kedua tangan " mommy juga rindu kamu sayang! Kamu tidak nakal kan? Sini, mommy obati lukamu" lakonnya dengan sangat baik.

Kris memberikan waktu bagi ibu-jadi-jadian itu dengan baby Myeonnienya, karena anak balita itu terlihat begitu bahagia bertemu dengan mommynya, mungkin sudah lama ia tidak bertemu dengan ibunya. Dapat Kris perhatikan, Joonmyeon terus memamerkan senyum angelic dengan sederetan gigi susunya yang rapi. Sedangkan perempuan yang lebih muda darinya setahun itu terlihat sudah pantas menjadi seorang ibu yang baik, ia sangat menjaga Joonmyeon, merawatnya dengan penuh hati-hati sesekali membalas celotehan imut Joonmyeon yang untungnya tidak menangis maupun menjerit ketika obat ditekan pada luka-lukanya, sepertinya hanya dengan menatap wajah ibunya saja Joonmyeon telah melupakan luka-luka pada sekujur tubuhnya.

Setelah perempuan itu usai mengobati luka-luka Joonmyeon, yang kini menatap plester bergambar bulbasaur, karakter pokemon yang paling disukainya, yang dilengketkan pada tangan kanannya itu dengan mata berbinar-binar. Kris baru saja hendak mengambil bayi nya dari lengan perempuan tersebut sebelum Joonmyeon mengeluarkan pout andalannya dengan alis mengerut " myeonnie masih mau disini sama mommyy~" ujar Joonmyeon memelas, jari-jari mungil itu menarik jas depan perempuan yang ia sangka ibunya itu dengan erat. Meski ia memang menyayangi daddynya, tapi bagaimana pun juga ia ingin bersama-sama dengan mommynya juga, ia merindukan senyuman indah mommynya, pelukan hangatnya, elusan pada kepalanya, serta ingin berbagi banyak cerita kepadanya.

Kris menghela nafas pasrah, feelingnya mengatakan untuk kali ini, Joonmyeon pasti tidak mudah untuk dimanipulasi dengan snack maupun coklat, mana mungkin anak itu mau menukarkan mommynya dengan tumpukan makanan manis " myeonnie, ayolah.. daddy masih banyak tugas yang mau diselesaikan" mohon Kris.

Lelaki itu membuka tangannya dengan senyum kaku,berharap anak kecil itu mau memikirkan kembali keinginannya dan merangkak kembali ke pelukannya, namun tentu saja itu hanya keinginan belaka, Joonmyeon hanya menatap lugu kedua tangan daddynya yang terbuka lebar menyambutnya, tidak sampai tiga detik ia kembali membalikkan tubuhnya dan menyembunyikan wajah imutnya pada bahu kanan mommynya yang masih menggendongnya itu.

Perempuan itu berusaha menahan tawanya karena lelaki tampan di hadapannya yang kebanyakan menampilkan wajah datarnya kini tanpa sadar memasang sebuah pout dengan tampang sedih, suatu ekspresi yang sangat tidak cocok diperlihatkan oleh seorang Kris tentu saja. " tidak apa-apa, myeonnie aku saja yang jaga. Apalagi kalian sibuk kan? kasihan Myeonnie tidak ada yang menemani… kalian boleh balik kesini kalau tugasnya sudah siap… aku akan tetap berada disini sampai jam 4 sore kok." Ujarnya dengan senyum ramah seraya menatap Kris dan Sehun secara bergantian.

" eh.. Tidak apa-apa nih…? nanti mengganggu lagi" tolak Kris secara halus, bagaimana pun ia masih sungkan pada perempuan asing di hadapannya. Apalagi setaunya, Joonmyeon adalah anak kecil yang lumayan aktif untuk seukuran anak seusianya, tentu saja akan membuat repot, ia tentu semakin sungkan untuk meminta bantuan pada perempuan tersebut.

" tidak apa-apa, lagipula aku tidak ada kerjaan disini.. banyak yang tidak masuk kuliah hari ini, karena itu aku akan lebih senang kalau ada anak kecil yang menemaniku" balas perempuan itu menenangkan, ia kembali menatap Joonmyeon, yang kini menatapnya polos dengan mata bulatnya yang agak kesayu-sayuan " myeonnie mau kan menemani mommy?"

Kedua mata Joonmyeon berkilat-kilat " UMH! Myeonnie mau sama mommy!" tukasnya langsung, sudah menjadi kebiasaannya untuk menaik turunkan pantatnya dengan semangat pada lengan pengendongnya bila ia mendapat sesuatu yang diinginkannya.

Kris lega mendengarnya " kami akan berada di tingkat 4 comlab 3, kalau kau membutuhkan sesuatu, bisa cari kami disitu.. mohon bantuannya ya"

Lelaki Chinese itu percaya perempuan di hadapannya ini merupakan orang yang dapat ia percaya, karena itu dia tidak takut menitipkan Joonmyeon kepadanya karena ia pasti menjaga bayinya dengan baik.

" kalau begitu… daddy mau buat tugas dulu ne? Myeonnie jangan nakal yah… jangan membuat mommy repot" ujar Kris mengacak sayang rambut poodle Joonmyeon.

Menyadari bahwa daddynya hendak meninggalkannya, anak kecil itu akhirnya mau beralih dari mommynya untuk membalas pelukan daddynya dengan erat. Setelah usai memeluk daddynya untuk melepas rindunya, ia menatap Kris dengan wajah imut yang serius, meski itu membuatnya semakin menggemaskan karena pipi gembul kemerahannya yang memelar unyu " paipai daddy~ kerja yang rajin ya~" nasihatnya sok dewasa kemudian mencium kedua pipi daddynya.

Kelakuan lucu tersebut malah membuat Kris semakin gemas, lelaki tampan itu membalas menghujani kedua pipi gembul yang paling menarik perhatiannya itu dengan kecupan-kecupan polos, membuat Joonmyeon kecil terkikik geli karenanya " baiklah anak daddy! Daddy pergi dulu… nanti daddy jemput dua jam lagi. Kalau myeonnie jadi anak yang baik, daddy kasih hadiah buat myeonnie~"

Sehun yang menatap Kris iri (maaf Sehun kamu terlupakan) mendekati ayah dan anak yang kini masih bermesra-mesraan itu kemudian ikut-ikutan memberanikan dirinya mencium pipi gembul tersebut " heh! Jangan coba-coba Hun!" larang Kris seraya memicingkan matanya.

Ia tidak akan membiarkan bayi kesayangannya itu disentuh sahabatnya seinchi pun, apalagi menyangkut cium menyium. Hanya dirinya yang boleh mencium baby Myeonienya, pikir Kris posesif. Apalagi Kris yakin Sehun yang sudah ia kenal baik itu tidak dapat menahan dirinya kalau sempat memegang bayinya, nanti malah dipeluk dan diremes erat pula seperti tadi pagi.

Akhirnya Kris yang tidak bisa berlama-lama dengan babynya mengembalikan Joonmyeon ke tangan perempuan tersebut kemudian segera menarik Sehun dari sana, yang ditarik itu pun keluar dengan tidak rela, sebelum ditarik lebih jauh Sehun merentangkan tangannya lebar " myeonnieee~~ hyung juga kerja dulu ne? mana poppo buat hyung?"

Joonmyeon menatap Sehun sebentar terus memalingkan mukanya, seperti kata pepatah, anak kecil pasti selalu jujur, demikianlah juga Joonmyeon, anak kecil itu seperti menyatakan ketidaksukaannya dengan Sehun melalui gesture tubuhnya.

Sehun sakit hati tentu saja " myeonnieee! Hyung masih punya coklat untuk myeonnie lohhh!"

" berhentilah menjerit Oh Sehun! Sekarang kita kerja atau kau kulempar dari jendela!"

.

.

.

Kedua lelaki rupawan itu baru menyelesaikan journal mereka dan mengirimkan journal tersebut ke dalam plagiarism test. Kris merenggangkan tubuhnya yang kaku seraya memijit pangkal hidungnya, duduk berjam-jam dengan punggung menurun tentu sangat melelahkan, belum lagi menguras tenaga otot mata serta otaknya yang sepertinya overheated. Beda lagi dengan Sehun yang sudah tumbang setengah jam yang lalu, dia berguling-guling galau di atas sofa dan malah tertidur disana meninggalkan Kris dengan segala kestressannya dan gundah gulananya.

Setelah menyadari dari layar computer bahwa waktu telah menunjukkan pukul 5.20, wajah Kris mendadak pucat, ia hampir melupakan Myeonnienya yang ia janji untuk titipkan hingga pukul 4. Segera ia berlari hingga ke lantai dasar, meninggalkan Sehun yang masih berada dalam alam mimpinya. Namja tampan itu perlahan membuka pintu UKS yang untungnya masih belum terkunci kemudian kedua matanya melirik kesana kemari hingga ia menemukan perempuan itu masih berada di dalamnya. Kris pun dengan ragu berjalan masuk ke dalam, hanya untuk menemukan perempuan itu beserta baby Myeonnienya telah tertidur lelap di atas ranjang UKS tersebut. Tangan kanan perempuan itu bahkan masih berada di atas tubuh mungil Joonmyeon, dari gelagat tangannya, kemungkinan besar perempuan itu tertidur setelah menepuk-nepuk pundak bayi itu demi menidurkannya.

Kris jadi merasa bersalah telah menyusahkan perempuan itu, ia menggaruk belakang kepalanya dengan bingung, batinnya berkecamuk diantara harus membangunkan perempuan itu atau tidak. Ketika ia akhirnya hendak membangunkannya, kaki jenjangnya malah tidak sengaja menyenggol ujung ranjang tersebut hingga ranjang yang ditiduri mereka berdecit dan bergoyang. Perlahan mata sayu perempuan itu terbuka, ia mengerjap-ngerjap sebentar sebelum duduk di atas ranjang tersebut. Berbeda dengan Joonmyeon, sepertinya goyangan itu tidak berpengaruh terhadapnya, anak balita itu hanya mengecap-ngecapkan bibir poutnya kemudian melanjutkan tidur lelapnya.

" maaf aku tidak sengaja membangunkanmu… terima kasih ya sudah menjaga Myeonnie" ucap Kris penuh penyesalan, ia menatap wajah perempuan itu lekat untuk melihat apakah ada gurat kekesalan di paras yang menurutnya lumayan cantik tersebut, namun perempuan yang agak terlihat bodoh karena tidurnya itu hanya menatap balik wajah Kris kemudian memamerkan sebuah senyum menenangkan.

" hehe.. tidak apa-apa.. aku yang khilaf, seharusnya aku tidak ketiduran saat menjaga bayi, untunglah myeonnie tidak terbangun terus malah menghilang." Perempuan itu merapikan rambutnya yang agak acak-acakkan " ngomong-ngomong sekarang sudah jam berapa ya?"

" umh.. sekarang sudah hampir jam 5.30" Kris tersenyum kaku lalu menangkupkan kedua tangannya di depan paras tampannya.

" maaf.. aku kelupaan waktu! Sebagai permintaan maaf aku akan mengantarkanmu pu… eh!" Kris menepuk jidatnya, bagaimana mungkin ia lupa kalau ia tidak membawa mobil, malah datang kemari bersama Sehun hanya dengan sepeda motor. " a.. aku akan menemanimu pulang ke rumahmu U_U, hari sudah gelap, bahaya kalau perempuan pulang sendirian" sambungnya pasrah namun masih berusaha terlihat gentleman.

Perempuan itu menggelengkan kepalanya panik, kasihan pada lelaki di hadapannya bila harus menemaninya menaiki subway dengan menggendong anak bayi " aniyoo.. tidak apa-apa, sungguh! Aku bisa pulang sendiri kok…. Umhh, maaf, siapa namamu?"

Kris baru mengingat bahwa mereka belum sempat berkenalan satu sama lain, pun mengulurkan tangan kanannya " Kris… Kris Wu, jurusan biotech tahun ke 3.. kalau kamu?"

Perempuan itu tidak ragu untuk menjabat tangan besar tersebut, dipolesnya senyum sopan " aku Kim Junhee, jurusan pharmacy tahun ke 2, sunbae… salam kenal"

" ahh.. kalau begitu Junhee-ssi, saya berharap kamu tidak menolakku setidaknya untuk menemanimu pulang. Oh iya kamu tidak sibuk kan? Bagaimana kalau kita pergi makan malam sebentar? Myeonnie juga belum makan…. Ku traktir deh, bagaimana pun tidak enak kalau berhutang budi padamu" ajak Kris dengan penuh harap, ya.. dia paling tidak suka berhutang budi kepada orang lain, terlebih kepada seseorang yang masih sangat asing dan baru dikenalnya.

Mau tidak mau, Junhee hanya dapat mengiyakan saja, ia tidak mungkin menolak bila Kris sudah memberikan alasan seperti itu, terlebih Junhee yang sebenarnya dari keluarga biasa-biasa saja tentu susah menolak "traktiran" tersebut, apalagi ia belum sempat membeli bahan makan malamnya untuk hari ini.

Kris tersenyum puas, ia mengetik sesuatu kepada Sehun yang ia yakin akan Sehun baca ketika ia bangun nanti, karena tentu saja Kris malas membangunkannya bila harus naik tangga lagi.

Line

To: OhSeh_gantengnyatumpahtumpah

Uii! Kalau sudah bangun ingat kirim jurnalnya ke dosen botak itu, botaktapikece . Sudah kutest plagiarismnya, harusnya sih lewat. Jangan lupa ya! Aku mau makan malam dulu sama myeonnie n junhee. Besok aku baru bawakan saja hardcopynya, THX!

Anggap saja ini keteledoran Sehun, kini Kris meninggalkannya seorang diri di universitas :P Setelah yakin chat tersebut sudah terkirim ia pun menutup kembali smartphonenya, Kris dapat membayangkan dengan jelas bagaimana omelan-omelan yang akan dilontarkan Sehun ketika ia membaca linenya nanti.

Digoyangkannya perlahan bayi kesayangannya tersebut " myeonnie.. ini daddy~ bangun sayang"

Setelah beberapa kali guncangan, Joonmyeon yang tidurnya diganggu itu akhirnya membuka matanya, ia mengerjap beberapa kali dengan alis tertaut, kurang lebih sedikit rengekan halus tanda kesal keluar dari bibir poutnya. Untung saja Joonmyeon memang bukanlah anak yang cengeng, maka dari itu ia tidak menangis ketika dibangunkan. Anak kecil itu mau-mau saja ketika Kris mengangkatnya langsung dari tempat tidur dan menyampirkan wajah kecilnya pada pundak lebarnya.

" daddy~ welcome home~" panggilnya manja pada telinga kanan Kris yang tepat di sampingnya, ditambah dengan sedikit imbuhan dengkuran halus pada tiap kata-katanya kemudian memeluk leher daddynya kencang.

" maaf ya lama menunggu sleeping prince~ myeonnie pasti sudah lapar kan? Kita pergi makan malam sekarang yuk" ajak Kris seraya menepuk pundak Joonmyeon, sedangkan anak yang tadinya mengantuk itu langsung memelekkan kedua matanya mendengar kata " makan", semangatnya langsung membara tentu saja.

" myeonnie mau makan enak daddy! Makannn~" Kris tersenyum geli, ia sudah dapat menerka kalau babynya yang pencinta makanan itu akan berkata seperti itu, Kris malah akan kebingungan kalau Joonmyeon malah menolak makan malam demi tidur.

Namja tampan itu berbalik kepada Junhee, yang sebenarnya terus terdiam awkward di samping sunbaenya, ia tidak tahu harus berkata apa melihat kedekatan sunbae dan anak asuhnya " junhee-ssi, kamu mau makan apa? Barat? Korea? Jepang? Atau makanan Chinese?"

" t…terserah sunbae saja" balasnya kaku, benar-benar awkward, Junhee sampai harus memeras otak akan apa yang harus dikatakannya, ia takut bila terlalu banyak bertanya ataupun berkata-kata, ia menjadi terkesan seperti "mendekati" sunbaenya tersebut.

Kris menaikkan sebelah alisnya " ayolah, aku kan yang mentraktir.. kalau aku mentraktir makanan yang tidak kamu sukai, aku akan merasa tidak enak hati."

" kalau begitu… makanan chinese saja" ujarnya dengan suara pelan, Junhee tanpa sadar menurunkan pandangannya, tidak berani menatap pada kedua mata Kris yang terlihat mengintimidasi.

Namun Junhee akan semakin salah tingkah ketika melihat senyum tipis Kris padanya

" ya sudah… kita berangkat sekarang yuk! Aku tahu restoran enak dekat sini"

.

.

.

Dengan begitulah, sekarang ketiganya kini berada pada sebuah restoran yang cukup apik, mereka memesan beragam jenis makanan dari xiao long bao, lamien hingga pudding dessert yang membuat Junhee enggan memakannya, menurutnya Kris terlalu banyak mentraktirnya sedangkan anak tunggal yang anak menjadi penerus perusahaan orang tuanya itu tentu tidak merasa apa yang dikeluarkannya itu berlebihan. Namun bila ia menolak tentu akan menyakiti perasaan lelaki yang kini mentraktirnya, karena itu Junhee dengan susah payah berjuang menghabiskan makanan yang tersaji di hadapannya. Sesekali hazel itu menatap ke depan, dimana seorang daddy seperti seni pahatan itu terlihat mengamit xiaolongbao dengan sumpitnya, menghembus-hembuskannya hingga menurutnya tidak panas lagi untuk ukuran anak kecil kemudian memasukkannya pada mulut Joonmyeon yang sudah bersiap-siap terbuka lebar menerima makanan tersebut.

Melihat adegan manis tersebut, mau tidak mau Junhee jadi berfikir bahwa mereka sekarang terlihat seperti suami istri muda yang membawa anaknya untuk makan malam.

" mommy~ kenapa mommy berhenti makan?" tanya Joonmyeon lugu ketika melihat sumpit mommynya berhenti mengudara.

Segera Junhee menggelengkan kepalanya untuk menepis fantasinya yang sempat berkeliaran, semburat malu dihasilkan pada wajah mulusya karena telah memikirkan yang tidak-tidak tentang sunbaenya. " m..mommy sudah kenyang myeonnie, hehe"

" loh.. masih banyak itu Junhee-ssi, makan saja… jangan malu-malu" Kris semakin mendorong beberapa nampan di depan wajah Junhee. Tidak sanggup menolak, perempuan itu akhirnya menghabiskan beberapa, sungguh Junhee tidak berani membayangkan berapa kilo yang ia dapat, timbangan pasti akan menjadi musuh besarnya setelah makan malam ini.

" oh yaaa daddy~ myeonnie ingat! Daddy tadi janji mau kasih sesuatu buat myeonnie.. myeonnie kan tidak nakal… ya kan mommy?" kedua mata berbinar itu menatap penuh pengharapan, kedua tangannya ia tangkupkan di hadapan daddynya, memperlihatkan jari-jari mungil yang bersiap menunggu hadiah dari daddynya tersebut.

" daddy tidak membawa hadiahnya sekaran myeonnie.. besok yah? Myeonnie mau apa? Akan daddy belikan besok."

Moncong khas Joonmyeon keluar lagi, merasa tidak puas dengan jawaban daddynya namun tangannya tetap mengetuk-ngetuk dagunya ala detektif, ia berfikir mau membeli boneka baru karena boneka cinammorolnya sudah lama hilang namun ia lebih menginginkan hal lain " myeonnie tidak mau hadiah, myeonnie mau ke… lotte world… bolehkan daddy?" pintanya ragu.

Wajah imut itu merenggut sedih " myeonnie cuma mau ke lotte world, tapi kalau daddy tidak mau juga tidak apa-apa kok.. daddy jangan marah ya", Joonmyeon teringat dulu saat ia meminta hal yang sama, ia menyangka daddynya malah kesal kepadanya kemudian meninggalkannya di tempat yang asing baginya, ia tidak ingin mengalami hal yang serupa lagi. Meski anak kecil itu begitu ingin pergi ke Lotte world yang tidak pernah sekalipun ia tapakkan kakinya, tapi ia akan menekan keinginannya asalkan daddynya tidak membencinya.

Kris yang tidak tahu menahu tentang kejadian yang pernah dialami Joonmyeon hanya menatap bayi kecilnya itu bingung, tidak biasanya anak kecil itu ragu dalam meminta sesuatu kepadanya " loh kenapa marah? boleh kok myeonnie, daddy akan mengajakmu main-main ke lotte world seharian besok"

Kedua mata yang sempat meredup itu menatap daddynya tidak percaya " benar daddy?" tanyanya dengan nada senang yang terlalu ketara.

" iyaa.. myeonnie ingin kesana kan?" Kris menggoyangkan tubuh kecil yang ia pangku itu kesana kemari dengan gemas. Bagaimana mungkin ia dapat menolak permintaan lugu babynya yang sangat ingin pergi ke taman hiburan itu.

Masih ragu, Joonmyeon menatap wajah daddynya untuk melihat apakah ada ekspresi kemarahan pada wajah tampan itu " Daddy tidak bohong kan? Daddy tidak akan tinggalin myeonnie di tempat seram lagi kan?"

" myeonnie tau kok.. daddy jadi benci myeonnie karena myeonnie mau ke lotte world. Myeonnie dari waktu itu ingin minta maaf sama daddy tapi myeonnie takut daddy marah lagi. Tapi daddy jangan pergi lagi ya? Kan hari ini myeonnie kan sudah jadi anak baik" pinta anak kecil itu dengan memelas seraya menggoyangkan lengan daddynya penuh harap.

Sedangkan Kris membatu mendengarnya, ia tidak menyangka Joonmyeon akan mengungkit kembali masa lalunya yang pahit. Hati lelaki itu berdesir panas, ia menggertakkan giginya kemudian memeluk erat tubuh kecil itu, marah bukan karena Joonmyeon, namun ia murka, ia ingin memaki dan memukul lelaki brengsek yang dengan tega meninggalkan balita dengan hati sebersih Joonmyeon, anak kecil itu tidak bersalah namun ia meminta maaf kepada daddynya atas kesalahan yang tidak ia perbuat. Kedua mata Kris berkaca-kaca karena terenyuh membayangkan penderitaan yang Joonmyeon lalui, dalam hatinya ia berjanji akan membahagiakan Joonmyeon, anak kecil itu terlalu baik untuk merasakan kepahitan hidup, ia memang kurang beruntung tapi Kris bertekad akan membuatnya menjadi anak yang paling bahagia di dunia " hmmm tentu saja baby… ayo ke lotte world! Ingat ya, apapun yang myeonnie lakukan, daddy tidak akan pernah membencimu… daddy sangat menyayangimu Myeonnie…"

" … jangan pernah lupakan itu ya…."

.

.

.

.

" oh.. jadi sunbae memungutnya di jalanan?"

Kris mengangguk seadanya, mereka telah lama meninggalkan restoran china tersebut dan Kris mengantarkan Junhee ke rumahnya. Anak adam dan hawa itu berjalan bersisi-sisian sesekali menikmati deru suara mobil dan angin dingin yang menghembus wajah mereka. Anak kecil yang sudah kelelahan itu tertidur lelap pada gendongan daddynya sehingga ia tidak mendengar lagi apa yang Kris katakan perihal dirinya. " begitulah… dia bersikeras mengikuti aku karena wajahku yang mirip dengan ayah kandungnya"

Junhee menatap Joonmyeon dengan tatapan iba, perempuan itu sempat menangis terharu juga tadi ketika ia mendengar penuturan Joonmyeon " kasihan… dia anak yang malang, kenapa bisa ya orang tuanya setega itu membuang anak selucu dan sebaik myeonnie?"

Junhee juga seperti dapat merasakan bagaimana sedihnya Joonmyeon yang masih sangat kecil dan tidak tahu menahu apa-apa, dengan pikiran lugunya berfikir mana letak kesalahannya sehingga dirinya ditinggal oleh orang tuanya. Namun untunglah anak kecil itu ditemukan tanpa kekurangan apapun.

Perlahan Junhee merubah fokusnya dari anak kecil yang tertidur pulas itu kepada wajah sunbae di sampingnya, lelaki itu tanpa lelah menatap myeonnie dalam gendongannya, menatap dengan seksama apabila anak yang digendongnya itu menampilkan ekspresi tidak nyaman. Junhee tersenyum kecil, dalam hatinya ia bersyukur Joonmyeon sekarang ditemukan oleh sunbaenya yang begitu perhatian kepadanya " tapi sunbae hebat ya… sunbae mau memungut dan merawat anak yang bukan anak kandung sunbae, tidak semua orang dapat melakukan hal seperti itu. Aku benar-benar kagum."

Kris menatap wajah perempuan tersebut, berkedip sebentar, kemudian memalingkan wajahnya malu, jarang-jarang iya dipuji seperti ini apalagi dipuji oleh seorang perempuan jelita membuatnya salah tingkah. " a..ahh tidak juga… kalau kamu yang menemukan myeonnie, aku yakin kamu juga akan melakukan hal yang sama Junhee-ssi"

Tidak lama kemudian mereka telah sampai pada tempat tujuannya. Kris menatap ke depan, pada sebuah bangunan rumah sewa yang agak kecil di hadapannya. Jemuran baju terpasang berantakkan di perkarangan tersebut, ada juga yang dipajang di balkon yang mungkin merupakan pemilik ruangan yang lain. " orang tuamu tidak akan marah kan kamu pulang selarut ini?"

Junhee menyengir kaku " sebenarnya cuma aku yang tinggal disini sunbae, mereka sudah lama meninggal makanya aku harus part-time menjadi suster supaya dapat menutup kebutuhan bulananku, hehee… sunbae jangan berwajah seperti itu"

Perempuan itu tidak ingin Kris merasa iba dengannya, yang seorang mahasiswi namun harus berjuang keras untuk hidup sendiri, meski dirinya agak malu juga mengakui kejelataannya pada sunbaenya yang sepertinya cukup kaya tersebut, dapat dilihat dari banyaknya menu yang dipesankan untuknya serta bagaimana Kris tidak ragu-ragu dalam membayar tagihannya. " selamat malam Kris sunbae, terima kasih sudah mengantarku ke rumah"

Kris sempat menahan perempuan yang sudah membungkukkan wajahnya itu sebelum memasuki rumah tersebut " e.. errr… d.. daritadi aku ragu menanyakannya, tapi.. a..apa besok kamu punya waktu? Aku ingin mengajakmu ke lotte world bersama, myeonnie pasti sedih kalau mommynya tidak ikut" ucap Kris terbata-bata, seumur hidupnya tidak pernah sekalipun ia mengajak seorang perempuan berkencan ( apa bisa dibilang seperti itu?) karena selama ini perempuan lainnya yang selalu berusaha mendekatinya, itu membuatnya risih. Namun Kris merasa nyaman dengan Junhee, juniornya yang satu ini tidak dengan aggresif mendekatinya terlebih ia cukup handal mengurus Joonmyeon, anak balita itu juga merasa sangat nyaman berada pada pelukan sang mommy.

"..ti..tidak mau yah?"

Junhee berfikir sejenak sebelum menerima ajakan tersebut, ia tidak ingin mengganggu waktu ayah anak tersebut tentunya. " apa aku tidak mengganggu waktu kalian sunbae? aku jadi merasa tidak enak hati"

Kris menggeleng keras " tidak, tentu saja tidak… myeonnie pasti senang kalau kamu ikut Junhee-ssi"

" ya sudah. Aku bisa kok kerja setengah hari saja" junhee mengiyakan, mupung belum ada banyak murid yang datang ke universitas, ia dapat meninggalkan pekerjaannya sehari karena ia yakin tidak akan ada orang yang mencarinya untuk berobat.

Pemuda yang tanpa sadar menahan nafasnya itu akhirnya menghela nafas leganya, ia juga tidak tahu mengapa dirinya menunjukkan sebuah ketertarikkan kepada Junhee, perempuan itu memang berbeda dengan perempuan lain yang pernah ia temui—Apa karena perempuan itu dapat membantunya mengurus joonmyeon? Terlebih junhee juga menunjukkan rasa sayang pada anak balita tersebut, ya pasti seperti itu—pikir Kris pendek. " kalau begitu besok aku akan drop ke uni, sekaligus mau submit jurnalku setelah itu kita pergi sama-sama"

" umh! Sampai jumpa besok sunbae!"

" sampai jumpa besok Junhee-ssi! Jangan lupa ya" Kris melambaikan tangannya hingga perempuan itu menghilang dibalik pintu.

.

.

.

" daddy… mommy mana?" tanya Joonmyeon yang terbangun karena guncangan daddynya yang kurang lembut menurunkannya ke atas tempat tidur. Joonmyeon menguap lebar kemudian mengencangkan pelukannya pada perut daddynya yang juga ikut berbaring bersisian dengannya.

" mommy capek sayang.. jadi dia pulang ke rumahnya untuk tidur. Besok myeonnie bakal ketemu mommy lagi kok terus kita ke lotte world bersama, myeonnie senang kan?" tanya Kris sambil mengelus-elus rambut Joonmyeon, membuat anak kecil yang masih mengantuk itu kembali memeremkan mata sayunya.

Anak kecil itu mendengung puas, senyum lebar terulas indah menghasilkan pipi putihnya yang membulat lucu " myeonnie senang daddy~ hehe" kedua tangan kecil itu mengerat pada baju daddynya kemudian seperti biasa, ia pun membenamkan wajahnya pada daddynya.

Keduanya sudah hampir tertidur pulas sebelum Kris menangkap suara mobil yang berdecit di depan rumahnya, kemudian disusul dengan suara kunci dan deritan pintu depan. Kedua mata elang itu langsung membulat, tubuh jangkung itu reflek terbangun dan sempat mondar-mandir tidak jelas di dalam kamarnya dengan panic, terlebih ketika ia menemukan Joonmyeon kecil masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya.

Suara jantung itu semakin memompa cepat, hampir keluar dari mulutnya ketika ia mendengar adanya suara berat yang paling ia kenal di dalam rumahnya

" Kris… aku pulang"

" Shit! Itu daddy!"

~TBC~

THANKS FOR ALL REVIEWERS

LUPHH YOUU GUYS XD

Banyak review yang lucu, ngakak, penuh ekspresi xD saya suka

HAPPY NEW YEAR~

Review again ne? welcome new reviewers^^

ngehehe tbcnya di saat yang tidak tepat ya :p puaskah dengan chapter ini? Yg SMTMS sama DTMC nyusul yaa~ xD adakah readers yang menebak kalau perempuan itu adalah junhee? Keknya tidak ada :'v semua readers pada kebakaran jenggot satu-satu pas kemarin aku nulisin mommy hahaha~