LIGHT ME UP
A Chanbaek Fanfiction
BoysLove. YAOI. MPreg. Shounen-ai.
Rate : M
Main Cast : Byun Baekhyun x Park Chanyeol
The Others : Oh Sehun. OC. Go find yourself!
— — —
Chanyeol dan Baekhyun adalah dua manusia yang tak bisa dipisahkan kapan pun dan dimana pun.
Baekhyun adalah anak tunggal. Dulu ketika Baekhyun berumur 3tahun, Baekhyun mendapati eommanya menangis dan berkata bahwa ayahnya telah beristirahat di dekat Tuhan dengan damai. Baekhyun yang saat itu masih kecil hanya ikut menangis dan memeluk eommanya dengan erat.
Tak lama setelahnya, Baekhyun harus menempati tempat tinggal dengan lingkungan yang baru. Tempat itu lebih kecil, namun terasa nyaman karena Baekhyun masih memiliki eommanya yang selalu tersenyum hangat padanya.
Di samping rumahnya, ada seorang pria sebayanya dengan tubuh gendut dan bertelinga lebar. Baekhyun gemas sekali dengannya, jadi ia selalu menjawil-jawil telinga lucu itu juga mencubiti pipinya yang tembam. Bocah itu tidak menangis atau memarahinya, malahan ia selalu mengelus rambut Baekhyun seolah ia menikmati hal itu. Seolah ia adalah adiknya.
Mereka selalu bermain bersama.
'Yeollie, dimana Ayahmu?'
'Eomma bilang aku tidak punya Appa.' Jawab bocah kecil itu dengan tak acuh selagi tangannya menarik mobil mainannya.
'Berarti kita sama, Yeollie!'
Karena anak mereka yang akrab dan rumah yang bersebelahan, juga di samping keadaan mereka yang sama, Ibu Baekhyun dan Ibu Chanyeol menjadi sangat dekat layaknya keluarga. Tak ada rahasia satu pun yang mereka sembunyikan, kecuali sesuatu yang memang tidak diketahui jika itu merupakan sebuah kebohongan.
Dan begitulah mereka tumbuh besar bersama hingga kini memiliki tempat tinggal masing-masing.
Awalnya Nyonya Park menyuruh mereka untuk tinggal bersama saja, lagipula dia dan Ibu Baekhyun juga telah sepakat untuk merestui hubungan keduanya. Namun Baekhyun menolaknya karena berkata ia ingin mandiri.
Padahal dalam hatinya ia hanya tak sanggup melayani kemesuman Park Bodoh itu yang tidak terkontrol.
Jadi, Baekhyun memutuskan untuk menyewa flat kecil untuk ia tinggali sendiri sementara eommanya kembali ke desa untuk mengelola kebun yang mereka miliki disana.
Sedangkan Chanyeol memilih menyewa apartemen karena tepat setelah ia lulus SMA, ia diterima sebagai manager di salah satu perusahaan besar. Itu adalah sebuah keajaiban karena bagaimana pun ia sama sekali tidak memiliki pengalaman kerja atau pendidikan yang memadai saat direkrut.
Tapi seolah tak peduli, ia tetap dipekerjakan oleh mereka. Ia didampingi oleh seseorang yang membantunya dari nol sampai sekarang ia bisa berjalan sendiri. Gajinya lumayan banyak. Ia kira ia sudah bisa menafkahi Baekhyun dengan uangnya yang lebih dari cukup, tapi lelaki itu menolaknya keras.
Seharusnya Chanyeol memang harus menikahi Baekhyun untuk bisa memberinya uang tanpa ditolak, tapi Chanyeol selalu menundanya. Selama ini ia juga sudah menabung untuk masa depannya, hanya saja ia masih takut tidak bisa membahagiakan kekasihnya itu dan ia masih terlalu sering mengecewakan Baekhyun.
Dan sekarang, dimana kesempatan itu ada, justru dia harus dihadapkan dengan masalah baru.
Baekhyunnya ada dalam bahaya.
Chanyeol tidak tahu apa motif penjahat itu untuk melukai anak mereka, bahkan Chanyeol bertanya-tanya, 'Siapa itu? Siapa orang jahat itu?'
Dia terus memutar otak untuk berfikir apakah ia dan Baekhyun memiliki seorang musuh, tapi Chanyeol berakhir buntu hanya dengan memikirkan bahwa mereka adalah seseorang yang ramah dan tidak pernah terlibat dalam geng atau segala bentuk persekutuan apa pun.
Lalu kenapa pula harus janin tak bersalah yang menjadi targetnya? Tidakkah orang itu pasti adalah orang yang kejam?
Chanyeol mengusak rambutnya frustasi. Dia tak sempat mengejar penjahat itu karena dia terlalu kalut dengan keadaan Baekhyun di dalam sana. Sudah 10menit ia menunggu dan ruangan itu masih saja tertutup rapat seolah tak akan terbuka dalam waktu dekat.
Sementara itu, Chanyeol mulai berfikir apa yang harus dilakukannya untuk menghindari kejadian ini terjadi lagi.
Meskipun gajinya banyak, tapi Chanyeol bukanlah seorang CEO atau anak chaebol yang memiliki harta berlimpah. Ia tak mungkin mampu untuk menyewa bodyguard untuk berjaga di depan ruangan.
Disamping itu, Chanyeol juga tidak mungkin bisa untuk menjaga Baekhyun selama 24jam penuh.
Dia telah meminta cuti untuk seminggu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan pernikahan itu harus rela ia tukar dengan menjaga Baekhyun. Chanyeol sama sekali tidak masalah, hanya saja apakah Baekhyun akan bisa keluar dari sini dalam kurun waktu kurang dari seminggu? Chanyeol berfikir untuk meminta cuti lagi sebagai jalan keluar sementara.
Kemudian Chanyeol berfikir hal lainnya lagi. Ia bukanlah seseorang yang memiliki jabatan penting di perusahaan, jadi apakah mungkin ia akan diperbolehkan mengambil cuti se-lama itu?
"Huh…" Chanyeol menghembuskan nafas berat. Kepalanya memusing bahkan hanya dengan memikirkannya.
Untuk sesaat ia hanya berdiam diri sambil mengingat apa hal penting yang sekiranya terlewatkan untuk dia pikirkan menyangkut Baekhyun.
Lalu ia teringat untuk menghubungi Ibu Baekhyun demi memberitahu keadaan Baekhyun yang memburuk. Chanyeol mencoba menimang apakah ia juga harus memberitahu tentang orang jahat itu atau tidak. Dan akhirnya ia memutuskan untuk menghilangkan bagian itu, karena pasti Baekhyun juga tidak akan suka jika membuat ibunya khawatir disana.
Nyonya Byun menjawab panggilannya pada dering ke-5.
'Ya, Chanyeol-ah?'
"Ah, eomma, apakah aku menganggu?"
'Tentu saja tidak, sayang. Apa ini tentang Baekhyun?'
"Hm… Ya—"
'Bagaimana keadaannya sekarang? Apa ia sudah tenang dengan kabar kehamilannya? '
"Sudah, eomma. Ketika bangun tadi, ia terlihat baik-baik saja dan menerima kondisinya yang istimewa. Tapi baru saja keadaannya menurun—"
'Kenapa? Apa yang terjadi, Chanyeol?' Seru Nyonya Byun yang terdengar panik. Chanyeol terdiam sebentar untuk mencari alibi yang masuk akal.
"Eum, Baekhyun hanya kelelahan karena morning sickness-nya. Sekarang dokter sedang membuat kondisinya stabil. Eomma tidak perlu terlalu khawatir, aku akan menjaganya dengan baik." Chanyeol tersenyum miris di akhir kalimat.
Apa dia pantas disebut 'menjaga baik' kalau kenyataannya Baekhyun sedang kritis karena kecerobohannya?
'Syukurlah, kupikir kenapa… Maafkan Eomma ya, sayang, karena tidak bisa membantumu menjaganya. Eomma janji beberapa hari lagi akan menuju kesana, kuusahakan agar secepatnya. Anak itu sungguh membuatku khawatir!'
"Tidak, Eomma, seharusnya aku yang meminta maaf karena telah membuatnya seperti ini—"
'Eyy, Eomma tidak yakin kau benar-benar meminta maaf. Kau bahkan terdengar sangat bahagia kemarin.' Suara kikikan itu menggoda Chanyeol hingga ia membalas dengan terkekeh kecil.
"Hehehe. Siapa yang tidak bahagia kalau mendapat kabar bahwa aku akan menjadi Ayah? Eomma juga sepertinya senang meskipun kemarin sempat memarahiku." Chanyeol lanjut terkekeh kecil.
'Tentu saja selagi itu anaknya denganmu. Hihihi. Oh iya, Chanyeol, bagaimana dengan rencana pernikahan kalian?'
Chanyeol menghentikan tawanya. Sebenarnya ia telah memiliki pertimbangan dan ia berniat mendiskusikannya dengan Ibu Baekhyun.
"Eomma, maafkan aku harus mengatakan ini. Tapi aku berfikir, mungkin lebih baik kalau pernikahan kami ditunda dulu. Baekhyun masih sangat lemah dan butuh pengawasanku secara penuh jadi kurasa akan sulit untukku mengatur segala keperluan dalam jangka waktu sebulan. Aku juga tidak ingin merepotkanmu dan Eomma Park. Aku juga tidak mungkin terus-terusan mengambil cuti karena jabatanku yang tidak memiliki wewenang untuk itu. Disamping itu, sangat sulit untukku meluangkan waktu di lain hari karena nanti akan banyak pekerjaan yang menunggu ku selesaikan karena telah mengambil cuti. Jadi apa tidak masalah jika kita menundanya sebentar, eomma? Aku berjanji itu tidak akan lama, hanya sampai kandungan Baekhyun menjadi lebih kuat saja."
Sebenarnya bukan karena lemahnya kandungan Baekhyun, tapi ini karna masalah racun itu. Chanyeol benar-benar tidak bisa memaksa otaknya untuk berfikir mengenai pernikahan sementara nyawa Baekhyun dan anaknya sedang terancam.
Terdengar helaan nafas prihatin dari sambungan telepon. 'Ya, Chanyeol. Eomma sama sekali tidak keberatan karena kesehatan Baekhyun adalah yang utama. Hanya jagalah mereka berdua agar tetap baik-baik saja, sayang. Masalah pernikahan pikirkan ketika semuanya telah membaik, aku yakin Baekhyun juga tak akan keberatan dengan itu.'
Chanyeol tersenyum lega mendengarnya. Baekhyun dan Ibunya memang benar-benar berhati malaikat.
"Terimakasih, eomma. Kau memang yang terbaik! Dan juga, sebenarnya eomma tidak perlu memaksakan diri untuk datang kemari secepatnya. Aku akan terus mengabarkan kondisinya kepada eomma setiap hari. Dan eomma bisa datang berkunjung ketika Baekhyun pulang dari rumah sakit nanti saja. Dokter berkata dia harus banyak istirahat dan aku tak mau eomma ikut sakit karena menjaganya di tempat yang tidak nyaman. Biarkan aku menjaganya sepenuhnya eomma…"
Chanyeol mengutuk dirinya yang terus saja berbohong dan mengatakan omong kosong. Dia bahkan tidak sempat memikirkan apa yang baru saja ia katakan. Chanyeol hanya berharap Nyonya Byun tidak curiga dengan alasannya yang aneh dan tidak masuk akal. Chanyeol hanya khawatir kalau penjahat itu datang lagi ketika disana ada Ibu Baekhyun.
Entahlah, Chanyeol merasa ia menjadi sangat was-was dalam jumlah yang berlebihan.
Setelah itu Nyonya Byun hanya diam seperti curiga, dan Chanyeol lagi-lagi dengan cepat memberikan penjelasan lain hingga akhirnya wanita itu setuju untuk tidak datang ke rumah sakit. Beliau juga berkata akan mengirimi Chanyeol sejumlah uang untuk biaya rumah sakit namun tentu saja langsung ditolak Chanyeol dengan cepat.
Baekhyun sudah menjadi tanggung jawabnya meskipun itu belum resmi.
Dan disitu pulalah kepalanya seakan ingin pecah.
Biaya pengobatan Baekhyun tidaklah sedikit. Mungkin awalnya tidak seberapa, tapi sekarang Chanyeol menyadari bahwa Baekhyun baru saja masuk ICU dan membutuhkan perawatan khusus dengan alat-alat medis yang banyak.
Chanyeol menghela nafasnya berulang kali. Bisa-bisanya dia memikirkan biaya ketika di dalam sana Baekhyunnya tengah berjuang dengan rasa sakitnya…
Ini sudah beberapa menit dan sepertinya dokter tidak akan selesai dalam waktu yang singkat.
Chanyeol menghembuskan nafas lelah dan memejamkan matanya. "Maafkan aku, Baekhyun-ah."
[The End of Chapter]
Maaf kalau semakin aneh dan time swing-nya jauh lebih aneh lagi wkwkwk Sebenernya saya sengaja ga ngasih prolog yang isinya perkenalan & latar belakang pemain karena itu bener-bener monoton dan sangat membosankan, baik posisi sebagai penulis juga bagi pembaca. Jadi sengaja diselipin di chapter tengah biar unyu(?) Unyu, ndasmu! Gak nyambung iya! WQWQ
Kasih kritik lagi dong biar lebih bisa memperbaiki tulisan saya yang gaje hehehe terimakasih dan see u next chap!
