Dipuja Setan
Cast: Kibum dan Kyuhyun
Genre: Romance
Rate: M
"Kibum hidup berumah tangga dengan hantu penjaga rumah yang bisa berubah wujud jadi namja ataupun yeoja"
Lupakan typo dan selamat membaca!
Bersenang-senang kemudian menghilang
Cinta selalu indah meski terkadang hasil akhirnya buruk. Cinta juga selalu benar meski jalan yang ditempuhnya salah. Dan cinta selalu jadi yang utama meski tengah membuat hidup seseorang berantakan karena mengalami pahit manis, senang sedih, ... nano-nanonya kehidupan pokoknya. Cinta yang seperti itu tengah dirasakan Kibum akhir-akhir ini. Berawal dari duda pindahan yang digoda hantu penjaga rumah setiap malam, lalu membuat perjanjian untuk jadi suami istri dengan si hantu. Kemudian merasakan indahnya hidup berumah tangga dengan istri yang bisa segalanya, termasuk berubah wujud dari namja ke yeoja, begitu juga sebaliknya. Lalu ditinggalkan si hantu karena kesalahan Kibum telah menghamili unknown yeoja sampai frustasi dan hampir bunuh diri. Dan sekarang kembali bisa merasakan indahnya berduaan dengan istrinya tersebut.
Kibum kedinginan meski baru saja menyelesaikan ronde keduanya bersama Kyuhyun. Bukan karena dia tak menyalakan penghangat ruangan, namun karena Kyuhyun terus memeluknya. Badan Kyuhyun dingin sekali, tak bisa ditolerir oleh badan Kibum sendiri. Biasanya, selain berhubungan, Kyuhyun akan mengingatkan Kibum untuk tak berlama-lama menempel padanya, sekarang malah Kyuhyun yang terus menempel pada Kibum. Angin apa yang membawa istrinya tiba-tiba kembali dari tugas menjagai wanita hamil itu? Minta mereka bermesraan pula.
Kyuhyun menarik dirinya hanya untuk menyuruh Kibum memakai selimut sebelum dia memeluknya lagi. "Aku tak akan pergi-pergi lagi," katanya sambil menempatkan tubuh telanjangnya di atas selimut Kibum. Kemudian mendekat dan memeluk suaminya lagi.
"Wanita itu?"
"Tidak ada harapan."
Perasaan Kyuhyun tidak enak. Ada hal yang akan terjadi padanya, tapi dia tidak bisa menjabarkan arti perasaan tidak enaknya itu. Bukan tentang Kibum, bukan tentang wanita yang sekarang sedang mengandung anaknya Kibum juga, tapi tentang dirinya sendiri. Jarang sekali Kyuhyun merasakan perasaan tidak enak seperti ini. Biasanya perasaan tidak enaknya berkaitan dengan hantu dari luar yang datang dan ingin ikut tinggal di rumah ini. Terkadang ada orang pintar membaca mantra pengusiran yang bukan membuatnya takut, namun malah membuatnya tak bisa istirahat semalaman karena berisik. Tapi yang kali ini perasaan tidak enak itu begitu kuat, seakan bisa merenggut eksistensinya di dunia ini.
Kyuhyun ketakutan. Dia tidak mau dipanggil Tuhan lebih cepat dari yang diperkirakannya. Kalau sampai itu terjadi, mau tak mau dia harus kehilangan Kibum. Kyuhyun tidak rela berpisah dari suaminya. Maka dari itu, dia memutuskan kembali ke rumah, menjadi hantu genit seperti pertama kali ketemu Kibum, lalu bercinta sampai Kibum puas.
"Tiba-tiba sekali... Kau bahkan berubah jadi genit lagi."
Tepat di kata genit, Kyuhyun menelusupkan tangannya ke balik selimut dan mengusap bawah perut Kibum. "Kita sudah tidak bercinta berapa lama?"
Mengingat-ingat sejenak, namun hanya beberapa minggu. Tepatnya dua minggu. Kyuhyun tak pernah lupa untuk mendatangi Kibum dan menawarkan bercinta setidaknya seminggu sekali. Jadi, tidak terlalu lama Kibum menganggur.
"Memangnya kenapa kau tanyakan soal itu?"
"Aku mau kita sering bercinta. 2-3 kali dalam seminggu." Kalau tiap hari, nanti Kibum tak cukup tenaga untuk bekerja dan melakukan hal-hal lain. Lagipula Kyuhyun hanya mau sperma kwalitas super yang masuk tubuhnya. Dan yang seperti itu tidak bisa diproduksi setiap hari. Makanya, dia mau ada jeda namun tidak terlalu lama. "Aku mau kau puas denganku."
"Aku tidak pernah merasa tidak puas denganmu." Kibum menelusupkan tangannya juga ke dalam selimut. Mencari tangan Kyuhyun dan mengososk bawah perutnya bersama-sama. "Tapi tumben sekali kau berubah pikiran dengan cepat. Tadinya keukeuh ingin menjaga wanita itu sampai anaknya lahir."
Kibum menutup matanya. Merasakan enaknya elusan di bawah sana. Dingin tapi lembut.
"Dia tidak akan melahirkan."
Lalu Kibum membuka matanya lagi.
"Wanita itu keguguran." Kyuhyun menggengam tangan Kibum, menurunkannya tepat di bagian pusat, lalu memberi servis. "Aku lengah sedikit, dia sudah kehilangan bayinya." Servisnya makin enak, membuat Kibum yang akan mempertanyakan soal hilangnya calon anaknya pun tertunda. "Tidak apa-apa kan dia keguguran?"
Dia menggeleng. "Aku belum butuh bayi itu," katanya lemah, lemas... Soalnya urutan Kyuhyun di bawah sana mengalahkan pemijat profesional. Kibum sampai tak bisa berfikir jauh selain menjawab dengan singkat, menghemat suaranya untuk mendesah keenakan. Dia juga segera menarik sebelah kakinya, melebar, agar pangkal pahanya pun bisa disentuh oleh Kyuhyun.
Sementara Kibum memejamkan mata, mendesah berkali-kali, menyebut nama Kyuhyun sambil terbaring pasrah, Kyuhyun sedang memikirkan bagaimana cara termudah membuat wanita itu kehilangan bayinya? Tentu saja Kyuhyun berbohong soal keguguran itu. Dialah yang merencanakan untuk menghilangan calon anak Kibum dari muka bumi ini. Toh kehamilan wanita itu masih muda, mudah dihilangkan.
Masalahnya Kyuhyun dalam mood yang buruk. Perasaan tak enaknya mempengaruhi semua hal termasuk rencananya membesarkan anak Kibum. Dari pada Kibum punya anak sementara dia tak bisa jadi ibunya karena lebih dulu dipanggil Tuhan, lebih baik Kibum tak punya anak. Digugurkan dengan cara dijatuhkan, ditabrakkan, atau dibunuh bersama ibunya saja enaknya? Lebih mudah membunuh ibunya, anaknya juga pasti ikut mati. Tapi... kalau wanita itu jadi hantu, lalu mencari Kibum untuk meminta tanggung jawab, bagaimana? Kibum pasti akan menikahi hantu wanita hamil itu seperti Kibum lakukan padanya sekarang? Ah, Kyuhyun tak rela ada hantu lain dinikahi Kibum.
"Kyu..."
"Hah?"
"Kenapa berhenti?"
Tangannya berhenti otomatis ketika membayangkan membunuh wanita itu, Kyuhyun tidak sadar. Kibum sudah tegang dan membesar, namun tak lagi mendesahkan namanya karena dia berhenti mendadak. Setelah sadar, tangan Kyuhyun bergerak lagi, tetapi Kibum sudah tidak merasakan hal enak yang sama seperti sebelumnya.
"Tidak bisa keluar?"
"Aku kehilangan momentum." Salah Kyuhyun yang berhenti tiba-tiba. "Tidak akan bisa keluar kalau pakai tangan lagi."
"Mau aku ke bawah?" tawar Kyuhyun sambil menunjuk mulut dan bagian bawah Kibum.
"Tidak usah. Kita lakukan seperti tadi, aku pasti bisa keluar."
Seperti tadi, maksudnya bercinta lagi seperti tadi. Kyuhyun jadi punya ide, seperti Kibum memasukkan bendanya padanya, seperti itulah yang akan dilakukan Kyuhyun pada wanita hamil itu. Bukan Kyuhyun ingin meniduri si wanita, tapi memasukkan obat peluruh kandungan pada makanan atau minuman wanita itu. Itu adalah cara yang paling mudah dan paling manjur.
Kibum membuka selimutnya, mempersilakan Kyuhyun masuk bersamanya. Setelah itu gantian Kibum yang memulurkan tangan untuk mengelus dan me-servis bawah pusar Kyuhyun. Tidak lama, karena Kyuhyun punya kemampuan hantu untuk membuat miliknya menegang dan membesar. Meski tanpa rasa, dia suka melakukan semua itu untuk Kibum. Dia bahkan bisa meng-copy gayanya orang keenakan saat disentuh suaminya. Seperti sekarang, ketika Kibum sangat dekat dengannya, menempel padanya lalu melakukan gerakan menggesek selangan mereka.
Mendesah dan memanggil nama Kibum dengan suara seksi.
Posisi mereka berubah dengan cepat. Atas bawah dengan kaki tertekuk dan melebar. Kemudian Kibum memulai prosesi tanam.
"Kibum, kuat berapa lama kau tidak bercinta?" tanyanya sebelum Kibum mulai bergerak.
Ditarik pelan, lalu dihujam keras sampai Kyuhyun seakan terlontar. "Sebulan mungkin."
Sejak mengenal hubungan badan, Kibum tidak pernah absen melakukannya. Minimal sebulan sekali untuk menjaga stamina tubuh dan otak agar bertahan seimbang. Di New York, dia biasa melakukannya dengan wanita yang baru dikenalnya. Lebih aman dan tidak membuat bosan. Di Korea, sebelum ketemu Kyuhyun, dia juga melakukannya dengan wanita-wanita yang baru di kenalnya. Semuanya wanita-wanita pendatang, karena sepengetahuan Kibum, meniduri wanita Korea bisa jadi dituntut untuk menikahinya juga. Kibum tidak siap menikahi wanita Korea yang baru dia kenal.
Ditarik, lalu dihujam keras. "Mau meninggalkaku lagi? Bukannya kau baru saja bilang kalau wanita itu keguguran, jadi tak perlu menjaganya?" lalu gerakannya tak lagi lambat. Cepat, namun tak begitu cepat.
Kyuhyun satu-satunya namja yang ditidurinya. Meski awalnya aneh melihat tubuh sesama namja telentang di hadapannya, namun lama-kelamaan jadi terbiasa. Yang terpenting inti bercintanya sama, masuk, bergerak, datang, lalu keluar. Sesimple itu.
"Tidak. Hanya tanya seberapa kuat kau menahan napsumu."
Kyuhyun terlontar lontar. Seperti naik motor di jalanan beraspal yang penuh lubang. Bagi hantu, itu gerakan yang aneh, tapi bagi manusia, itu adalah pemandangan yang indah. Kibum memelan sejenak untuk menundukkan badannya, melumat bibir Kyuhyun, dagu, lalu dadanya. Kemudian melupakan dada Kyuhyun untuk kembali bergerak cepat.
"Aku tidak bisa tahan sehari pun kalau kau yang ada di hadapanku."
Pembicaraan mereka berhenti, namun gerakannya lanjut.
OOO
Donghae melambaikan tangannya ketika Kibum baru memasuki pintu restoran. Kibum menghampiri meja Donghae, kemudian duduk di salah satu kursi di depan temannya itu.
"Kau sudah pesan makanan?"
"Belum. Aku juga baru datang." Dia mengangkat tangan, memberi kode pada pelayan resto. Setelah pelayan datang dan mengulurkan buku menu, mereka sama-sama memesan makan siang. "Ngomong-ngomong tumben sekali kau mengajakku makan siang. Dalam rangka apa?" tanyanya setelah proses pesan selesai dan pelayan meninggalkan mereka.
"Tidak ada. Hanya ingin membuktikan sesuatu."
Donghae menunjuk mukanya sendiri. "Membuktikan sesuatu tentang aku?"
Kibum balas menggeleng. "Tentang sesuatu yang akhir-akhir ini membuatku sedikit tidak nyaman."
Dalam seminggu ini Kibum merasa dibuntuti. Awalnya dia curiga kalau orang yang membuntutinya itu adalah suruhan lawan bisnis. Maklum saja, akhir-akhir ini banyak bisnis online bermunculan. Bisnis Kibum sendiri juga baru, namun berkembang cukup pesat karena memiliki strategi yang bagus, pendanaan yang lancar, dan partner-partner yang hebat. Fitur yang ditawarkan pun jauh lebih banyak dari yang lain, maka dari itu bisnisnya berjalan baik. Mungkin saja karena hal itu lawan bisnisnya ingin mencuri satu dua hal darinya, dengan mengirimkan mata-mata contohnya.
Namun kecurigaan Kibum tidak berlangsung lama. Ketika beberapa kali dia mengelabuhi si penguntit tapi tetap ketahuan keberadaannya, Kibum lebih curiga ke arah lain. Siapa orang yang bisa meloncati pagar tinggi, berlari dengan sangat cepat, serta bisa menembus tembok? Tentu saja tidak ada manusia yang bisa, kecuali hantu. Satu-satunya hantu yang dia kenal adalah istrinya sendiri. Dan karena Kyuhyun menyangkal telah menguntit Kibum dengan dalih macam-macam ketika ditanya, sekarang Kibum mau membuktikan kalau dugaannya benar.
"Aku dikuntit."
"Hah?" Donghae mengerutkan keningnya? "Segera lapor petugas keamanan. Kalau sampai penguntit itu menyerangmu saat tak ada orang yang bisa membantu, bisa celaka kau!"
"Tidak akan. Aku curiga Kyuhyun yang menguntitku."
Kerutan di dahi Donghae muncul lebih banyak lagi.
"Sekarang masalah apa lagi? Jangan-jangan penyakit posesifnya kambuh lagi?" Dia sampai tak habis pikir. Dalam hubungan Kibum dan Kyuhyun, yang pantas jadi posesif adalah Kibum. Secara, Kyuhyun cantik maksimal, badannya bagus, dan terlihat seperti wanita ningrat. Sedangkan Kibum hanya lelaki biasa. Lelaki sepertinya bisa dijumpai di mana pun. "Sekarang siapa yang dicurigainya punya hubungan denganmu?"
Kibum angkat bahu. "Aku sendiri tidak tahu." Dia menghembuskan nafas lelah. Seharian menghindar dari penguntit, tapi sama sekali tak berhasil. Mencoba menangkap peguntit itu seorang diri pun tak berhasil juga. "Kalau sudah bawaan dari lahir, posesifnya itu mana bisa sembuh?" Kibum ingin Donghae malakukan sesuatu, apa pun itu yang membuktikan kalau si penguntit adalah Kyuhyun. Kibum juga mau Donghae membantunya, bagaimana agar Kyuhyun percaya padanya tanpa ada embel-embel penguntitan segala.
Yang namanya dikuntit itu tidak enak. Kesannya dia jadi tidak dapat dipercaya. Tentu saja masalah cinta, Kibum sudah mengatakan kalau dia mencintai Kyuhyun. Tidak akan selingkuh juga sudah dijanjikannya beruang kali, Kyuhyun masih belum percaya. Memang dia tipe pria yang mudah selingkuh, tapi dia juga selalu menepati janji. Kalaupun Kibum sedang tertarik pada seseorang, tidak akan mendekati orang itu. Paling-paling langsung pulang dan melampiaskannya pada Kyuhyun. Harusnya penguntitan itu tidaklah perlu dilakukan. Kecuali...
"Apa dia ada di sekitar sini sekarang?"
"Aku rasa begitu."
Donghae celingak-celinguk ke sekeliling, namun tak mendapati wanita berbadan model dengan dada besar berada di sekitar mereka. Kalaupun menyamar menjadi orang lain, dia tetap bisa membedakan mana Kyuhyun meski berada di antara ribuan orang sekali pun. Menurut Donghae, ciri fisik Kyuhyun itu khas, tidak ada orang yang bisa menyamainya. Tidak menemukan Kyuhyun di dalam restoran ini, berarti Kyuhyun memang tidak ada di sini.
"Mencari sampai juling pun kau tak akan bisa menemukannya." Karena di mata temannya itu, Kyuhyun adalah wanita dengan properti 'wah' yang tak bisa disembunyikan oleh pakaian apa pun. Tetapi Kibum tahu persis siapa pasangannya itu. Dia bisa berada di sini tanpa perlu menampakkan diri. "Dia bisa menyamar dengan sangat baik. Properti mata-matanya sudah menyamai properti mata-mata sungguhan."
"Ya ampun Kibum, dia tak akan bisa menyembunyikannya..." Kalimat ambigunya itu diterangkan dengan membuat dua gundukan di dadanya sendiri.
"Kau suka memelototi dada istriku?" tuduh Kibum.
"Maaf, aku khilaf!" kata Donghae sambil tertawa senang.
"Jangan datang ke rumahku lagi!"
"Ah, kau ini. Bicara dengan Kyuhyun tidak lengkap kalau tidak melihat ke arah situ." Donghae tersenyum kemudian. "Lagipula Cuma melihat dari jauh, tidak bisa memilikinya." Kibum masih mau protes, tapi dengan lihainya Donghae mengalihkan pembicaraan. "Tidak usah membahas soal dadanya Kyuhyun. Aku janji tidak akan memperhatikannya lagi!" Janjinya sungguhan, hanya saja dia sering lupa. Jadi, harap maklum kalau perbuatannya sering terulang. "Aku punya cara jitu untuk membuat Kyuhyun keluar dari persembunyiaannya."
"Tidak usah diterangkan!" cegah Kibum saat Donghae akan menjelaskan rencananya. Karena Kyuhyun punya telinga yang maha dahsyat, takut didengar nantinya. "Lakukan saja seperti yang pikirkan."
Saat makanan datang, Donghae menelepon seseorang. Awalnya hanya menanyakan kabar dan keberadaan orang itu saat ini. Ketika didapati mereka berada di jarak yang tidak jauh, Donghae mengundang orang itu untuk makan siang bersama.
Mereka sedang menyeruput minuman masing-masing ketika seorang wanita tak kalah seksi dari Kyuhyun, hanya beda ukuran dada, berdiri di depan meja. Donghae menyambutnya dengan sangat gembira. Melakukan prosesi temu dengan teman lama, pelukan dan ciuman di pipi.
"Kau masih ingat Kibum?"
Kibum berdiri ikut meyambut.
"Kibum? Em..." Sambil memandang Kibum dia mengingat. "Kibum yang menikah dengan Stacy?" Lalu mengulurkan tangan untuk dijabat.
"Aku sudah lama bercerai dengannya." Kibum menjabat tangan itu. Halus, lentik, dan hangat. Beda sekali dengan Kyuhyun. Kemudian mendekatkan mukanya untuk mencium wanita itu di pipinya.
"Sudah kuduga hubungan kalian akan berakhir cepat."
"Dia sudah menikah lagi," tambah Donghae. "Ayo duduk!"
Kibum dengan gentle-nya menarikkan kursi untuk si wanita. Wanita itu berterima kasih, kemudian duduk. Donghae memanggil pelayan lagi, memesan makan untuk temannya itu.
"Kau menikah lagi?"
"Dengan wanita Korea?" Donghae yang menjawabnya lagi. "Sedikit darah Cina mungkin."
"Woow, seleramu berubah dari yang internasional jadi lokal." Dia tertawa kecil. "Yang lokal itu terjamin kwalitasnya."
"Tapi istrinya pecemburu," timpal Donghae sambil melirik Kibum. Dan orang yang diliriknya membenarkan dengan gerakan bola matanya. "Suka menguntit," tambahnya lirih.
"Ohhh benarkah? Bukankah cemburu tanda cinta?" Tapi setelah mentelaah kata-kata Donghae tentang istri Kibum yang suka menguntit, dia menarik kata-katanya. "Posesif. Aku tahu sekarang, dia pasti ada di sekitar sini, kan?"
Menunggu makanan si wanita datang, baru mereka mulai makan bersama. Si wanita mengiris dagingnya, memakannya dan menyuarakan enaknya makanan itu. Dia mengiris satu lagi, menusuknya dengan garpu, lalu mengulurkannya pada Kibum. Menyuruh Kibum mencobanya. Namun ketika Kibum mendekat dan hendak membuka mulutnya, sebuah tangan putih mulus merebut garpu itu, lalu mengembalikannya ke piring si wanita.
Kan, Kyuhyun datang. Mereka tahu ini akan terjadi, Kyuhyun keluar dari persembunyiaannya. Tapi kali ini terlalu cepat, sampai-sampai mereka tak bisa melihat dari mana datangnya. Tiba-tiba muncul saja di depan mereka. Si wanita bahkan sempat kaget, untungnya segera bisa menenangkan diri.
"Aku bertemu dengan temanku, kebetulan sekali melihat kalian makan di sini." Kyuhyun masih dengan badan sintal, dada besar, dan baju seksi yang sering dia perlihatkan saat jadi istrinya Kibum di depan teman-temannya. Tetapi melihat mukanya tidak seenak melihat tubuhnya, Donghae sampai mengalihkan pandang ke arah lain.
"Dia Kyuhyun, istriku." Kibum manarik kursi di sebelahnya, dan mempersilakan Kyuhyun duduk. "Kau mau makan apa?"
"Aku baru makan. Beruntung tidak muntah melihat kejadian suap-suapan barusan."
Satu sama lain saling lirik. Si wanita melirik Donghae, begitu pula sebaliknya. Tapi wanita itu tersenyum maklum. Kalau Kibum melirik Kyuhyun untuk memberinya kode, agar istrinya itu tidak mengatakan hal yang tidak perlu di depan teman-temannya.
"Jangan khawatir, aku tidak sedang merayu suamimu. Kita teman, sudah biasa berbagi makanan," terang si wanita.
"Oh ya? Tapi aku tidak terbiasa melihat suamiku diberi makanan dari piring orang lain."
"Aku minta maaf kalau begitu."
Si wanita tersenyum manis, tapi malah membuat Kyuhyun ingin menonjok mukanya.
OOO
Kyuhyun mengibaskan kedua tangannya ke kiri dan kanan, seluruh gorden di ruang tamunya tertutup. Setelah Kibum menutup pintu depan, ruangan itu jadi gelap gulita. Kyuhyun menjetikkan jari, beberapa lilin di ruangan menyala. Lalu dia siap dengan gaun transparannya, melayang-layang di hadapan Kibum. Dia mendekat dengan cepat, berhenti tepat ketika bibirnya jatuh ke bibir Kibum.
"Ada apa denganmu? Ini masih siang, Kyu?"
"Aku mau bercinta." Lalu meraih tas kerja Kibum dan melemparkannya. Menarik dasi, dan menjatuhkan Kibum di sofa. Dia naik ke atas tubuh Kibum, mencodongkan tubuh untuk menciumi muka suaminya. Namun kemudian berhenti. "Sebenarnya tidak ingin juga," tambahnya saat dia selesai berpikir sejenak. Tubuh perempuannya berubah jadi Kyuhyun yang sesungguhnya.
Kibum bangkit dan duduk di sebelah Kyuhyun.
"Aku sangat cemas."
"Hantu bisa cemas juga?"
"Tentu saja. Aku bisa merasakan bahagia saat akan bertemu denganmu, merasakan khawatir saat kau akan selingkuh. Dan sekarang aku cemas."
"Cemas karena takut aku selingkuh?"
Kyuhyun menggeleng.
"Cemas karena takut aku meninggalkanmu?"
Kyuhyun menggeleng lagi.
"Lalu cemas karena apa sampai kau menguntitku beberapa hari ini?"
Kyuhyun sudah mengakui kalau dia memang menguntit Kibum. Dia memang bersikap ketus ketika bicara dengan wanita teman Donghae tadi, tapi bukan kerana cemburu seperti yang mereka pikirkan. Kyuhyun menyimpan hal lain yang tidak bisa dikatakan di depan teman-teman Kibum. Lagipula dia masih bingung dengan perasaan itu.
"Aku takut kalau aku dipanggil Tuhan sebelum puas bersamamu," katanya tapi tidak begitu yakin. "Perasaanku mengatakan kalau aku akan pergi lebih cepat dari perkiraan. Jadi, aku tidak mau jauh darimu saat waktu pemanggilanku makin dekat."
Maka dari itu rencana mengugurkan anak Kibum di kandungan wanita sundal itu juga dipercepat. Awalnya Kyuhyun menundanya karena terlalu asyik berumah tangga dengan Kibum, namun makin ke sini perasaan tak nyaman itu makin menjadi-jadi. Pagi tadi Kyuhyun melancarkan aksinya. Wanita itu diberi obat, tak lama kemudian keguguran. Dia tak lupa menambahkan uang cash di tabungan wanita itu, biar digunakan untuk pembersihan rahim dan untuk hidup beberapa waktu sebelum wanita itu pulih benar. Masalah satu itu dianggap selesai.
Masalah terbesarnya adalah dia belum mau berpisah dengan Kibum. Dia mau berumah tangga dengan lelaki itu sampai beberapa kali. Sampai Kibum mati, renkarnasi, mati, renkarnasi, berulang-ulang. Tapi sekarang bersama baru beberapa bulan saja, masa dia yang harus pergi duluan. Kyuhyun belum puas.
"Kau ini bicara apa? Bukankah hantu hidupnya abadi?" Kibum ditanggapi dengan gelengan. "Ya aku tahu kau akan dipanggil Tuhan untuk mempertanggungjawabkan semua yang kau lakukan di dunia ini. Kalau beruntung akan renkarnasi. Tapi kau pernah bilang kalau urusanmu belum selesai, kau tidak bisa pergi ke alam baka."
Ingat bagian itu, makanya Kyuhyun merasa janggal kenapa Tuhan memberinya perasaan tidak enak yang mengkodekannya untuk segera kembali.
"Memangnya urusanmu denganku sudah selesai?"
Kyuhyun menggeleng. "Aku tidak tahu!"
"Jangan-jangan urusanmu sesungguhnya bukan berkaitan denganku, tapi berkaitan dengan sesuatu yang sebenarnya sudah selesai saat kita bersama."
"Apa?"
Kibum menggendikkan bahu. "Coba kau pikirkan lagi?"
"Tidak ada," jawab Kyuhyuh cepat. "Aku tertahan jadi hantu selama ini jelas-jelas hanya untuk menunggumu. Hanya untuk hidup bersamamu sampai aku puas."
"Nyatanya kau merasa akan dipanggil Tuhan saat kita baru beberapa bulan bersama."
Kyuhyun tidak tahu dan tidak mau tahu. Yang terpenting sekarang adalah bersama Kibum selama sisa waktunya. Kalaupun perasaan itu tidak nyata, ya syukur. Tapi kalau memang perasaan tidak enaknya itu benar-benar pertanda, setidaknya waktunya habis ketika berada di samping Kibum.
Kyuhyun tak mau memikirkannya lagi. Meski dia sudah jadi hantu, dia belum lupa rasanya stres karena terus memikirkan sesuatu. Maka dari itu, dia berusaha melupakannya.
"Pokoknya jangan berada jauh dariku selama perasaan tak enakku ini belum hilang," pintanya sambil menyandarkan kepala di bahu Kibum. "Aku akan ikut kemana pun kau pergi. Mengawasimu dari tempat yang tak bisa terlihat."
Kibum harus maklum, hantu satu ini punya perasaan katanya. Meski sebenarnya dia tak percaya, setidaknya ada usaha untuk berbaik hati pada Kyuhyun.
Dia meraih kepala Kyuhyun, mengelusnya, kemudian mencium keningnya. "Terserah kau saja, yang penting kau senang." Lalu meraih tubuh Kyuhyun dan memeluknya.
.
.
Pagi yang aneh.
Pagi yang... entahlah, Kyuhyun tiba-tiba bisa merasakan enaknya bercinta dengan Kibum. Kibum berada di dalamnya, bergerak, keluar, menghangat dari bawah sana sampai hatinya pun ikutan hangat. Ciuman Kibum yang kasar membuat jantungnya berdebar. Sentuhannya yang ambigu membuat kulit tubuhnya meremang. Dan dia bisa mengekpresikan kenikmatan itu lewat desahan-desahan yang tidak dibuat-buat. Kyuhyun berhasil memanggil nama Kibum ketika dia, untuk yang pertama kalinya, datang saat bercinta dengan Kibum. Dia tidak lagi terasa dingin.
Kyuhyun juga tidak merasakan perasaan tidak enak seperti sebelumnya. Hanya nyaman saja. Nyaman yang luar biasa, seakan perasaan tidak enaknya itu adalah pertanda kalau dia menjadi lebih manusiawi. Atau jangan-jangan Tuhan mau mengubahnya jadi manusia betulan setelah melihat keromantisannya dengan Kibum.
"Morning sex yang luar biasa!" celetuk Kibum.
Kyuhyun tersenyum. Dalam senyumnya, dia merasakan panas di kedua pipinya. Kemungkinan pipinya memerah. Kyuhyun merasakan malu.
"Kau hampir seperti manusia sungguhan." Tangannya memulur, melingkar di leher Kyuhyun. "Dan tubuhmu hangat." Dan meletakkan mukanya di perpotongan leher itu. "Kau membuatku tak ingin beranjak dari sini."
"Aku sudah tidak apa-apa."
Kibum memberi ciuman di leher Kyuhyun.
"Perasaan tak enaknya sudah hilang."
"Lalu?"
"Lalu aku tidak perlu menguntitmu kemana-mana lagi."
Dikuntit Kyuhyun tidak buruk juga. Saat Kibum butuh apa-apa yang tidak bisa dijangkau tangannya, dia menyuarkan itu. Kyuhyun secara tiba-tiba muncul dan membawakan apa yang diinginkannya. Begitu juga ketika Kibum sedang bosan dengan pekerjaannya, panggil Kyuhyun, kemudian mereka bisa bermesraan.
"Lalu aku hanya bisa bertemu denganmu ketika berada di rumah?"
Kyuhyun beringsut. Memutar tubuhnya menghadapi Kibum. "Kibum..." dia menarik lengan lelaki itu untuk dilingkarkan ke tubuhnya sendiri. "...meski aku tidak mengikutimu saat di luar rumah, aku akan tahu kalau ada apa-apa denganmu. Kau tidak punya rencana kabur dengan orang lain, kan?" Kibum menjawabnya dengan gelengan. "Maka dari itu aku percaya padamu."
Dia memeluk Kibum dengan erat, seakan kalau sudah menempelkan tubuh, mereka tidak akan terpisah lagi. Kyuhyun menyembunyikan wajahnya di dada telanjang Kibum. Menghirup aroma lelaki dari sana, dan mengecupi dada itu kemudian.
Menjadi lebih manusiawi ternyata berjuta rasanya. Bisa merasakan jantungnya berdetak kencang, merasa malu-malu, merasa bahagia, dan juga merasakan cinta. Saat ini perasaan Kyuhyun seperti itu, rasa senangnya membludak, tumpah ruah saat mendapat perlakuan manis dari Kibum. Dia seakan terlahir kembali. Entah setelah ini akan jadi manusia seutuhnya atau jadi manusia setengah hantu, yang penting dia tetap bersama Kibum.
"Tidak sia-sia penantianku selama ini. Aku bisa bertemu dan berumah tangga denganmu. Senang rasanya, Kibum!"
"Aku juga senang kalau kau senang," balas Kibum. "Tapi sesenang apa pun saat bisa hidup bersama, tak akan lengkap kalau tidak punya keturunan. Kau masih ingin merawat anakku, kan. Kita buat program itu dari sekarang."
"Mood-ku sudah membaik kau malam membicarakan soal itu lagi." Kyuhyun langsung melepaskan diri dari Kibum. "Kau tak punya perasaan!" Meski dia sendiri hantu yang juga tidak punya perasaan, setidaknya lebih baik dari pada Kibum yang suka menyakiti hati pasangan.
"Dengar dulu!" Kibum menariknya kembali, menyatukan tubuh mereka di bawah selimut yang sama. "Kita cuma butuh anak, masalah kapan, dengan wanita mana, dengan cara apa, kuserahkan semua itu padamu." Dia mengecup dahi Kyuhyun sekilas. "Aku tidak akan ikut campur. Mau tahu beres saja."
"Harus anak biologis?"
Kibum mengangguk.
"Ada cara membuat wanita hamil tanpa menidurinya," Kyuhyun menungu reaksi Kibum, tapi lelaki itu sepertinya setuju-setuju saja. "Bayi tabung. Cari wanita yang tepat, suntikkan spermamu, lalu dia akan hamil. Kita harus temui dokter yang ahli agar penyutikan bisa dilakukan dengan benar, dan wanita itu bisa hamil tanpa harus melakukan proses suntik berulang-ulang." Nampaknya Kibum curiga dengan kata suntik berulang-ulang, maka dari itu Kyuhyun segera menjelaskan. "Aku tak suka berbagi dengan orang lain. Wanita itu tak boleh dapat banyak benih darimu!"
Kibum tertawa. "Dasar posesif!" celetuknya.
OOO
Berjalan ke arah ruangannya, Kibum disambut oleh sekertarisnya. Muka wanita itu masih cantik seperti biasanya, namun mimik mukanya tidak tampak senang. Dia ketakutan, lebih tepatnya mengkhawatirkan sesuatu. Tangannya meremat satu sama lain sampai-sampai berkeringat dan tampak jelas oleh Kibum.
"Bos...," panggilnya agak canggung dan takut.
"Kenapa denganmu?"
"Server kita down."
Kibum menyunggingkan senyum. Bukan kali pertama server perusahaannya down. Biasanya timnya bisa menangani masalah sepele seperti ini dalam hitungan menit. Kali ini agak mengkhawatirkan tampaknya, namun dia masih tenang. Dia percaya setelah menemui timnya, memberi semangat, mereka akan menyelesaikan masalah ini dalam waktu singkat juga. Seperti biasanya.
"Masalahanya, Bos, beberapa komputer kita mati setelah tidak sengaja membuka virus dari link jebakan yang mereka kirim."
"Hm.. agak fatal rupanya," celetuk Kibum, belum mau terlalu khawatir.
"Bukan hanya agak fatal, namun memang fatal." Si sekertaris khawatir sungguhan, namun bosnya malah senyum-senyum dari tadi. Mimpi apa dia bekerja pada bos yang bisa berubah total hanya dalam waktu beberapa hari. Beberapa bulan sebelumnya, bosnya dikenal sebagai lelaki minim ekspresi, tiba-tiba saja jadi ceria. Itu agak mengherankan baginya. "Bos, pelanggan banyak yang komplain. Mereka menulis komentar yang buruk-buruk tentang laman kita."
"Kau seperti tidak pernah mendapati komentar yang pedas dari pelanggan saja," jawab Kibum enteng. "Tulis saja permintaan maaf di sosial media. Jelaskan juga tentang keadaan yang menimpa laman kita saat ini. Kalau mereka memang pelanggan setia, tidak akan pindah ke market place lain," tambahnya.
Kibum melenggang santai ke ruangannya, sedangkan sekertarisnya tergesa-gesa mengikutinya. Setelah meletakkan tas kerja dan duduk di kursi empuknya, Kibum mendapati wajah sekertarisnya makin ditekuk.
"Ada apa lagi?"
"Kau perlu menemui tim sekarang, mereka akan tambah kacau kalau kau tak segera ke sana."
Sambil menyamankan diri di kursi, Kibum mengangguk-angguk paham. Anggukannya itu mendapat decakan tidak sabar dari sekertarisnya. Dia maklum, sebagian pegawainya adalah orang yang baru mengenalnya, sedikit banyak tidak tahu cara kerja Kibum yang sesungguhnya. Kibum memang akan mengkhawatirkan apa pun kalau itu menyangkut kelangsungan usaha yang dirintisnya, namun bukan berarti dia akan panik. Dia punya banyak cara untuk mengatasi masalah. Kalau dia sendiri tidak mampu menanganinya, ada banyak teman yang bisa dipercayanya untuk membantu.
Kibum menarik handphone dari saku kemejanya. Mendial nomor, kemudian meletakkan ponsel pintar itu di telinganya. "Kau tidak usah panik begitu, aku akan ke sana sebentar lagi."
Sekertaris itu harusnya keluar ruangan secepatnya, namun dia bertahan hanya untuk memastikan bosnya benar-benar akan menemui tim yang sekarang sedang bekerja membenahi sistem mereka.
"Aku sedang menelepon temanku. Dia akan membenahi sistem kita dalam waktu kurang dari sejam," terang Kibum memberi tahu sedikit agar sekertarisnya merasa lebih lega. "Dia ini hacker nomor 3 dunia, kalau kau perlu tahu. Dapat lisensi dari aliansi hacker, dia tidak akan merusak apa pun di laman kita. Malah akan memproteksi." Kemudian teleponnya tersambung. "Xian, kau sedang sibuk?" Dengan gerakan tangannya Kibum terpaksa mengusir sekertarisnya dari ruangan.
.
.
Sekertaris Kibum datang lagi. Sejam tepat setelah berita fatal yang dibawanya tadi. Wanita itu senyum-senyum persis seperti senyum bosnya tadi. Dengan nampan berisi camilan dan kopi panas di tangannya. Dia meletakkan camilan dan kopi itu di meja, tepat di hadapan bosnya.
"Seperti yang kau bilang, Bos. Sistem kita kembali berjalan dalam waktu kurang dari sejam."
Kibum mengangguk. Dia lebih fokus pada katalog produk perusahaan yang baru bergabung dengannya. Perusahaan makanan kalengan yang bisa dipasarkan sampai ke beberapa negara. Ini peluang bagus untuk merambah negara tetangga.
"Laman kita juga jadi lebih ringan. Ukuran mobile aplikasi kita juga lebih kecil dan mudah dibuka. Aku sudah memberitahukan hal ini ke pelanggan lewat media sosial. Kuharap mereka segera belanja lagi lewat marker place kita."
Kibum mengangguk lagi. Kali ini sebentar saja dia memberi atensi pada sekertarisnya. Wanita itu masih tersenyum seperti saat dia baru masuk ruangan ini tadi. Suasana hatinya memang sedang baik setelah bencana berlalu dengan cepat.
"Oh ya, Bos, sebagai ucapan maaf pada pelanggan aku sudah menyuruh tim menyebar kode kupon. 10% untuk pembeli biasa lewat media sosial dan 30% untuk member lewat email mereka, seperti yang kau katakan kemarin-kemarin. Tapi apa tidak apa-apa diskon 30% untuk semua jenis barang?"
"Tidak apa-apa. Kode itu sifatnya sementara."
"Iya, hanya tiga hari."
"Itu cukup. Tidak akan membuat kita rugi."
Si sekertaris puas sekarang. Pekerjaan lancar, aman terkendali. Saatnya dia kembali ke posnya. "Bos, aku akan ke mejaku. Dimakan ya, camilannya. Ini kubeli sendiri dari mini market di seberang jalan. Rendah lemak, rendah gula, bagus untuk menjaga berat badan."
Itu adalah camilan bagi orang-orang yang sedang diet. Karena tadinya dia tidak tahu apa yang biasanya dimakan bosnya, dia ambil saja camilan itu. Dia beli banyak, sebagian untuk tim yang tadi sudah bekerja keras, sebagian lagi untuknya sendiri. Kata timnya, camilan itu tidak enak. Ya, namanya juga camilan diet. Semoga saja bosnya berpikiran berbeda.
Ngomong-ngomong soal diet, dia mau tubuhnya sebagus istri bosnya. Wanita itu pernah datang beberapa kali ke kantor. Cantik dan luar biasa seksi. Waktu tanya tips agar jadi seksi, istri bosnya bilang untuk jaga pola makan dan olahraga, makanya dia terinspirasi.
"Bos," Setelah Kibum fokus padanya, dia melanjutkan, "...istrimu barusan menelepon. Dia berpesan agar kau membunyikan handphone-mu meski sedang bekerja."
"Dia meneleponku?" Kibum segera mengambil handphone-nya. Dari nomor rumahnya memanggil beberapa kali. "Aku akan meneleponnya."
"Ok, kalau begitu aku keluar sekarang!"
OOO
Kyuhyun menyuruhnya pulang sekarang, maka dari itu Kibum pulang sekarang juga. Mengebut, sampai rumah hanya butuh waktu setengah dari perjalanan biasanya.
Kibum melempar tas kerja dan jasnya di sofa depan, berlari ke kamarnya untuk menemui istrinya itu. Tadi saat ditelepon, Kyuhyun terdengar sangat gelisah. Kyuhyun bilang, dia sedang cemas bukan main. Perasaan tak enaknya datang kembali, dua kali lipat lebih tak enak dari yang waktu itu. Lalu dia sendiri tak bisa merasakan pudarnya eksistensinya di dunia. Tak bisa merasakan kekuatannya sendiri sebagai hantu, dan seakan waktunya telah habis untuk bersenang-senang dengan Kibum. Kyuhyun tak yakin Tuhan akan mengijinkannya tinggal lebih lama dengan Kibum, maka dari itu dia menyuruh Kibum pulang. Setidaknya dia bersama Kibum sebelum ditarik kebali ke asalnya.
Kyuhyun sempat meneriakkan kata cinta, 'Kibum, aku mencintaimu!' sebelum kemudian telepon ditutup oleh Kyuhyun. Kibum langsung mengemasi barang-barang dan berlari keluar kantor untuk pulang. Seperti sekarang, dia tengah berlari ke kamarnya, melihat apa yang terjadi dengan istrinya. Namun sampai di kamar, tidak ada siapa-siapa di sana.
"Kyu..."
Tidak ada jawaban.
"Kyu..."
Masih tidak ada jawaban.
"Kyuhyun!"
Kalau ketiga kalinya dipanggil dan Kyuhyun tidak muncul, berarti memang Kyuhyun telah pergi. Seperti yang dikatakan Kyuhyun setelah peristiwa wanita hamil itu, kalau dia dipanggil sampai tiga kali tidak muncul atau tidak menjawab, berarti dia telah pergi untuk selamnya. Kibum tidak percaya saat itu, namun Kyuhyun memang selalu datang sebelum panggilan ke tiga. Sekarang sudah tiga kali, Kyuhyun kemungkinan tidak akan muncul di panggilan selanjutnya. Namun demikian Kibum mencoba...
"Kyuhyun... kau di mana?"
Dan memang tidak ada jawaban. Kalau tidak ada jawaban, berarti Kyuhyun tidak ada di sekitar sini lagi. Mungkinkah Kyuhyun dipangil Tuhan lebih cepat, seperti yang dikatakan hantu itu? Atau ada seseorang yang telah membawa atau menyesatkan rohnya?
Kibum butuh seseorang yang bisa menjelaskan soal ini. Dia langsung menghubungi temannya. "Hae, kau tahu paranormal yang hebat di sini, tidak?"
Kibum akan mencari Kyuhyun sampai ketemu, karena ada urusan yang belum selesai dengan istrinya itu. Masalah kepuasan dalam berumah tangga yang belum tercapai.
To be continue
See you soon!
