Sepanjang hari baekhyun terus merasa menyesal karena telah meninggalkan kyungsoo. Padahal sudah ribuan kali kyungsoo katakan itu bukan salahnya baekhyun. Namun yeoja sipit itu sama sekali tidak memperdulikannya dan terus menyalahkan dirinya sendiri.

Hari ini baekhyun libur karena kris mengetahui bagaimana kondisi kyungsoo dan tidak mungkin baekhyun bisa meninggalkan sahabatnya itu.

"Kenapa kau bisa pingsan seperti itu kyungie?" tanya baekhyun sambil mengupas apel untuk kyungsoo.

Kyungsoo diam dan tidak mengatakan sepatah katapun. Pikirannya menjadi berputar kekejadian malam itu.

.

.

Kyungsoo sedang mempersiapkan jamuan makan malam untuk tamu 'special' begitulah yang diucapkan chanyeol. Sehingga semua karyawan disini harus bekerja ekstra untuk acara malam ini. setelah semuanya telah selesai dan ruangan café yang bernuansa clasic sekarang telah berubah menjadi ruangan yang sangat romantis dengan ribuan aksen bunga-bunga disetiap sudut ruangan. Dan tersisa sebuah meja dengan dua kursi yang sudah dihias sedemikian rupa. Dan terletak ditengah ruangan.

Kyungsoo tersenyum melihat pekerjaannya sudah selesai. Sesuai dengan permintaan pelanggan bahwa hanya boleh satu pelayan saja didalam acara ini. Dan entah kenapa chanyeol malah memilih dirinya. Kyungsoo juga merasa senang bahwa chanyeol mempercayainya untuk menjamu tamu sepecial itu.

"Dia adalah teman baikku" ucap chanyeol yang sekarang berada disamping kyungsoo sambil mencoba-coba gitar yang akan dimainkannya nanti.

Kyungsoo hanya mengangguk. Pantas saja chanyeol menyebut tamunya itu sebagai ORANG SPECIAL.

"Dan dia akan melamar kekasihnya hari ini dicafe kita"

Siang menjelang malam. Perasaan kyungsoo semakin tidak menentu. Tiba-tiba dia merasa gugup.

5 menit lagi tamu itu akan segera datang.

2 menit

1 menit

Dan

Kringg—

Degup jantung kyungsoo semakin menggila saat mendengar suara dentingan lonceng pintu.

Dengan gugup kyungsoo melihat siapa tamu spesial yang chanyeol maksudkan.

DEGH—

Degup jantung kyungsoo yang semulanya berdetak kencang berhenti mendadak saat melihat siapa tamu spesial itu.

"KAI?"

Jadi tamu itu adalah kai? Jadi?

Kyungsoo merasa tubuhnya begitu lemas menyadari ini. Dia tau kai bukan jongin. Tetapi perasaan ini seperti menolak kenyataan yang ada. kakinya mendadak lemas dan tidak bisa berdiri dengan tegak lagi.

Tapi dia sadar dia sedang bekerja sekarang. Dia tidak boleh mengecewakan chanyeol lagi. Selama ini dia tidak pernah memberikan yang terbaik kepada bos yang baru dia kenal itu.

Kyungsoo berusaha untuk tetap terlihat tegar. Dengan langkah berat kyungsoo berjalan mendekati meja kai dan juga jiyeon kekasih kai.

Dia harus melakukan semua yang sudah chanyeol katakan padanya.

Kyungsoo berjalan mendekati meja kai untuk memberikan pesanan yang sudah kai pesan sebelumnya.

"Ini pesanannya"

Dengan tangan gemetar kyungsoo menaruh sepiring Panna Cotta yang menjadi pesanan kai dan kekasihnya.

Rasanya air mata kyungsoo ingin segera mengalir. Dia tau yang sedang berada didepannya sekarang ini bukanlah jongin. Tapi dia tetap merasakan sakit dan menganggap bahwa kai adalah jongin.

Dengan segenap kekuatannya akhirnya kyungsoo bisa menyelesaikan tugasnya dimeja makan kai dan kekasihnya.

Dan akhir dari segala persiapan kejutan. Kyungsoo harus bernyanyi dan chanyeol harus bermain gitar di akhir acara tepat disaat kai akan melamar kekasihnya.

Awalnya kyungsoo sangat senang karena dia dapat bernyanyi kembali didalam café ini. namun semuanya sirna saat dia melihat wajah kai. Dia merasa kai adalah jonginya.

Pekerjaan adalah pekerjaan, mau tidak mau kyungsoo harus bisa menyelesaikan lagu itu.

Guardian Angel –Red Jumpsuit Apparatus kyungsoo nyanyikan dengan begitu apik juga merdu dan berakhir dengan petikan lembut dari gitar chanyeol.

Setelah semua acara berakhir kyungsoo dan semua karyawan memutuskan untuk segera pulang kerumah masing-masing.

"Kau yakin pulang sendirian kyung?" tanya chanyeol khawatir. Karena sejak tadi dia memperhatikan kyungsoo. Kyungsoo lebih banyak diam. Bahkan saat dia sedang berbicara terkadang kyungsoo tidak menyadarinya.

Kyungsoo hanya mengangguk. Dia merasa bahwa dia membutuhkan waktu untuk sendirian saat ini. mungkin baekhyun bisa menengangkannya jika dia sudah pulang kerumah dan menceritakan semua kepada baekhyun.

Sebelum pulang kerumah kyungsoo menyempatkan diri untuk mampir ketempat yang sering ia datangi bersama jongin dulu.

Kyungsoo mendatangi taman yang sering menjadi tempat untuk menghabiskan waktu bersama jongin.

Taman tersebut terlihat begitu sepi karena memang waktu tengah malam tidak memungkinkan untuk menghabiskan waktu bersama.

Kyungsoo menduduki ayunan tempat biasa dia duduki bersama jongin. Kenangan-kenangannya bersama jongin masih begitu segar diingatannya. Dia masih begitu mengingat hari dimana dia kehilangan anjing pemberian jongin dan dia menangis dengan begitu keras diayunan tersebut. Walaupun jong in sudah mengatakan tidak apa-apa dan berjanji akan membelikkan anjing baru kepada kyungsoo. Namun, perempuan kecil itu terus menangis dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga pemberian jong in.

Kyungsoo begitu merindukan kehadiran jong in. Dia merindukan tawa teduh pria tan itu. Dia merindukan sentuhan lembut jong in saat mengelus kepalanya. Dia juga merindukan saat dimana jong in melakukan hal-hal manis untuknya.

"Jong in, Appa. Kenapa kalian tidak membawaku bersama kalian saja? Kenapa kalian membiarkanku sendiri didunia ini? Apa kalian tidak mencintaiku? Kalian tidak menyayangiku sehingga kalian meninggalkanku sendiri didunia ini?"

Kyungsoo menangis sepuas-puasnya ditaman ini. tidak ada yang menyadari atau menatap aneh kyungsoo karena tidak ada seorangpun ditaman tersebut kecuali seorang pria jakung yang terus menatap kyungsoo dari kejauhan.

Kyungsoo berdiri dari duduknya. Perempuan itu memutuskan untuk segera pulang karena mendadak kepalanya menjadi pusing.

Kyungsoo berjalan dengan agak pelan. Seluruh tubuhnya terasa begitu lelah dan tidak bertenaga.

Sesampainya dirumah kyungsoo berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air minum. Saat dirinya baru saja akan meneguk air putih yang diambilnya. Keseimbangan kyungsoo mendadak hilang. Tubuh perempuan itu langsung tergeletak tidak berdaya dilantai yang terbuat dari kayu.

.

Kyungsoo terus memikirkan kenapa jong in bisa memiliki seseorang yang terlihat begitu mirip dengannya. Bagaimana bisa? Selama ini jong in tidak pernah menceritakan jika dia memiliki saudara kembar atau yang lainnya.

Jong in merupakan anak tunggal dari keluarga Kim. Tapi kai? Apa mungkin kai adalah kembaran jong in yang sangat jauh sehingga jong in juga tidak mengetahuinya?

Kai dan Jong in kedua pria itu terus berputar-putar dikepala kyungsoo. Membuat kyungsoo semakin pusing.

"Kyung.. Kyung" lama melamun dan terus berkutat dengan pikirannya. Kyungsoo sampai tidak menyadari kehadiran baekhyun disampingnya.

"Eungg.. baek?" kyungsoo merasa bersalah dengan baekhyun. Karena perempuan sipit itu terus menyalahkan dirinya sendiri. Padahal, baekhyun tidak ada salah apapun tentang hal ini. Kyungsoo ingin menceritakan segalanya kepada baekhyun. Tapi dia tidak berani. Jika baekhyun mengetahui jika dia sudah bekerja di café. Mungkin baekhyun akan langsung menyuruhnya untuk berhenti.

Dan jika dia menceritakan tentang kai kepada baekhyun apa mungkin baekhyun akan mempercayainya?

"Kau melamun lagi. Apa yang menganggu pikiranmu kyung?" tanya baekhyun. Dia begitu khawatir dengan keadaan kyungsoo sekarang. Karena selama ditinggal oleh jong in. Baekhyun tidak pernah melihat kyungsoo sampai pingsan seperti ini.

Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan menceritakan apapun kepada baekhyun hari ini. Mungkin dia akan memilih waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya kepada baekhyun.

.

.

Moonlight café

Chanyeol terus melihat jam yang bertengger didinding. Jam sudah menunjukkan pukul 09.45 dan kyungsoo masih belum muncul.

"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan kyungsoo semalam?" gumam chanyeol. Semalam karena terlalu khawatir dengan keadaan kyungsoo chanyeol mengikuti perempuan bermata besar itu pulang. Bahkan chanyeol sempat melihat kyungsoo yang menangis di taman.

"Sebenarnya ada apa dengan kyungsoo?" chanyeol benar-benar merasa khawatir dengan keadaan kyungsoo sekarang. Dia ingin menelepon kyungsoo. Tapi, dia tidak tau harus mengatakan apa. Dia adalah bos seorang café. Jika dia menelepon kyungsoo sekarang mungkin akan membuat kyungsoo berpikiran yang tidak-tidak dengannya.

"Aiihh,,, apa yang harus aku lakukan sekarang!"

PLAKKK!

Tiba-tiba sebuah pukulan mendarat dengan keras dikepala chanyeol membuat pria bertelinga besar itu mengaduh kesakitan.

"YA! KAI APA YANG KAU LAKUKAN? KAU INGIN MEMBUATKU GEGER OTAK DADAKAN?!" teriak chanyeol. Untung café sedang sepi sehingga teriakan chanyeol tidak menarik perhatian dari pengunjung.

"CK! Tidak perlu berteriak seperti itu bodoh" kai hanya menatap chanyeol dengan datar dan lebih memilih untuk duduk dari pada melihat sikap berlebihan chanyeol. Mata chanyeol yang besar berubah menjadi lebih besar lagi saat melihat ekspresi datar dari kai yang seakan tidak merasa bersalah atas perlakuannya kepada chanyeol.

"Sial!" umpat chanyeol. Chanyeol duduk disebelah kai yang sekarang sedang memesan coffe latte kesukaannya.

"Untuk apa kau datang kesini hitam" tanya chanyeol sengit. Kai merasa dipanggil hitam merasa tidak menerima langsung menatap tajam kearah chanyeol yang membuat pria tinggi itu langsung tersenyum lebar dan menampakkan gigi gigi rapinya.

"Mian. Aku hanya bercanda"

Kai mengangguk dengan malas. Kai melihat keseluruh ruangan. Sepertinya dia sedang mencari sesuatu.

"Dimana pelayan mata bulat itu?" seperti mengerti apa yang dimaksud kai chanyeol langsung menjawab.

"Dia tidak datang hari ini. Aku begitu khawatir mungkin terjadi sesuatu dengan dia"

"Terjadi sesuatu?"

Chanyeol menceritakan semua yang dilihatnya kepada kai.

"Dia menangis ditaman? Dan kau juga mengatakan bahwa kekasihnya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu?" chanyeol mengangguk.

"Semalam dia juga terlihat begitu aneh. Saat menatapku dari matanya terlihat seperti dia akan menangis dan aku tidak tau kenapa" ujar kai lagi.

Chanyeol menatap wajah kai dengan lekat. Sebenarnya wajah sahabatnya ini sangat mirip dengan seseorang. Namun, dia lupa siapa orang tersebut.

"Apa yang kau lihat?" tanya kai risih.

Chanyeol tidak memperdulikan pertanyaan risih kai dan terus menatap wajah pria yang lebih muda darinya itu. Kai yang merasa tidak nyaman dengan tatapan chanyeol mencoba untuk tidak peduli dengan sikap aneh sahabatnya. Dan meminum coffe lattenya dengan khidmat.

"Aku ingat!"

Kai terkejut dengan seruan mendadak dari chanyeol hampir tersedak oleh minumnya sendiri.

"Bisa tidak kau tidak berteriak mendadak seperti ini?"

"Aku ingat!"

"Ingat apa?!" sungguh kai semakin tidak mengerti bagaimana dia bisa bersahabat dengan orang yang aneh seperti chanyeol.

"Kau! Kau! Wajah kau begitu mirip dengan kekasih kyungsoo yang sudah meninggal itu" kai memandang wajah chanyeol yang tiba-tiba berubah menjadi begitu serius.

"Apa maksudmu?"

TBC