Chapter 3: Mawar Spesial

.

.

Previous chapter:

"Hei Itachi." Ujar Konan tiba-tiba saat mereka kembali berjalan melewati lorong-lorong menuju ke kamar.

"Hn." Sahut Itachi ambigu.

"Aku penasaran dengan mawar spesial yang kau maksud itu ." ujarnya.

Itachi tersenyum tipis. "Kalau begitu, akan kubawakan padamu. Tapi kau masih harus menunggu." Sahu Itachi sambil berjalan mendahului Konan dan masuk ke kamarnya.

Konan menatap punggung Itachi yang menghilang dibalik pintu. "Baiklah." Sahutnya pelan.

.

.

.

.

Disclaimer: NARUTO by Masashi Kishimoto

Genre: Romance

Rate: T

Summary: Kau suka mawar?/ Ya./ Kenapa?/ Mawar itu indah dengan warnanya yang semerah darah./ Mawar merah ya, bagaimana kalau kuberi bunga mawar yang spesial untukmu?/ Apa maksudmu?/ Kau akan tau nanti/ CANON/ ItaKonan/

Pairing: Itachi x Konan

Warning: OOC, typo, EYD berantakan(?), CANON

.

.

.

.

'Mind'

"Talk"

.

.

.

.

Don't like, don't read

.

.

.

.

Happy reading

.

.

.

.

Suara nyanyian burung-burung kecil menjadi sebuah melodi indah di pagi hari. Bersamaan dengan sang surya yang mulai menampakkan dirinya untuk menyinari dunia, rutinitas pagi sudah di mulai di berbagai penjuru, bahkan para shinobi yang sedang dalam misi sudah kembali melanjutkan misinya yang sempat tertunda oleh tenggelamnya sang mentari. Tetapi tidak di markas Akatsuki, markas organisasi kriminal kelas S itu masih sunyi senyap. Kebanyakan anggota masih terlelap dalam dunia mimpinya masing-masing kecuali di kamar satu-satunya wanita anggota Akatsuki.

.

.

.

.

Konan's bedroom

Seorang gadis berambut biru pendek sepundak tampak sedang berdiri didepan jendela kamarnya yang terbuka lebar, menikmati udara pagi yang sejuk. Angin membelai wajahnya lembut, menerbangkan helaian rambut birunya yang indah. Ia menerawang menatap langit.

'Yahiko, apa kabar? Sudah hampir 7 tahun kau pergi dari sisi kami. Apa kau bahagia disana? Aku dan Nagato merindukanmu, Yahiko.' Air mata mengalir dari mata madu Konan.

'Yahiko, aku memang selalu melihat dirimu, tapi itu bukan kamu, itu hanyalah 'Pain'. Boneka yang dibuat Nagato menggunakan tubuhmu. Tapi saat aku melihatnya justru perasaanku menjadi sesak, karena itu justru mengingatkanku bahwa kamu telah pergi dan dia bukan kamu, Yahiko.' Air mata Konan mengalir semakin deras hingga bahunya bergetar.

Setelah puas menangis, Konan kembali memandang kearah luar jendela dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati seseorang yang tengah terduduk dibawah pohon momiji di halaman belakang markas tak jauh dari jendela kamarnya. Konan memperhatikan sosok itu dengan seksama karena hari masih pagi dan suatu hal langka mendapati anggota Akatsuki yang sudah bangun pagi-pagi.

'Itachi.' Batin Konan saat ia telah mengetahui sosok tersebut. Ia kembali menerawang ke arah langit. 'Tapi Yahiko, kini kau tidak perlu lagi khawatir kepadaku karena kini sudah ada seseorang yang bersedia menjagaku selain Nagato dan aku merasa nyaman saat bersamanya apa ini artinya aku jatuh cinta padanya' Konan tersenyum. 'Namanya Uchiha Itachi, dia memang dingin tapi dia baik dan perhatian.' Konan kembali memandang kearah Itachi. 'Terima kasih Yahiko, aku pergi dulu ya,'

Konan berjalan keluar meninggalkan kamarnya, bermaksud menghampiri Itachi di taman belakang markas Akatsuki.

Ceklek..

Konan membuka pintu kamarnya dan ia terkejut saat kakinya menyentuh sesuatu. Konan menundukkan kepalanya hendak melihat benda yang ada di bawah kakinya, dan seketika ia terbelalak. Disana tepat didepan pintu kamarnya terdapat sebuket bunga mawar biru yang indah. Konan membungkuk dan mengambil buket bunga tersebut. 'Harum' batinnya sambil mencium sebuket mawar biru itu. 'Apa ini?' Konan menarik sebuah kartu yang tersemat diantara mawar-mawar itu dan membacanya.

Mawar ini adalah mawar spesial yang kumaksud sebulan lalu,maaf membuatmu menunggu terlalu lama, semoga kau suka.

Itachi

Konan tersenyum membaca pesansingkat pada sebuket mawar biru yang ternyata dari Itachi itu. 'Kau menepati janjimu.' Batinnya. Konan kembali melangkah menuju tujuannya sebelumnya, taman belakang markas Akatsuki dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

.

.

.

.

Taman belakang markas Akatsuki

Dibawah sebuah pohon momiji terlihat seorang pemuda tampan berambut raven panjang yang sedang duduk dibawah pohon, matanya terpejam menikmati suasana pagi yang damai ini.

Tap.. tap..

Terdengar suara langkah pelan yang mendekat kearahnya, tapi ia tetap menutup mata seakan mengetahui bahwa yang datang itu bukan suatu ancaman baginya.

Tap.. tap..

Tap..

Suara langkah itu semakin mendekat ke arah Itachi dan berhenti tepat didepannya. Itachi merasakan ada tangan yang membelai pipinya lembut, ia membuka mata, menampilkan iris onyx sekelam malam tanpa sharingan disana. Ia memandang sosok gadis cantik berambut ungu dihadapannya, ia tersenyum tipis sambil menepuk-nepuk tanah disebelahnya, bermaksud menyuruh si gadis duduk.

Konan mengikuti perintah Itachi dan duduk disebelahnya. Ia memandang wajah tampan Itachi yang juga sedang memandangnya. Onyx bertemu madu. Semburat merah tipis menjalari pipi keduanya.

Konan menundukkan wajahnya, bermaksud menyembunyikan rona merah yang semakin menjalari pipi putihnya. Suasana hening hingga Konan membuka pembicaraan. "Itachi."

Itachi menoleh, kembali memandang ke arah Konan. "Hm?"

"Terima kasih."

"Untuk?"

"Mawarnya."

Itachi tersenyum tipis dan mengacak rambut Konan pelan. "Kau suka?"

Konan mengangguk singkat. "Uh-hum."

"Baiklah, nanti kuberikan lagi untukmu."

Konan tersenyum senang. "Benarkah?"

"Hn."

"Tapi Itachi, bagaimana cara kau mendapatkan bunga ini? Setahuku tidak ada mawar bewarna biru."

Itachi tersenyum tipis. "Ya, aku membuatnya sendiri."

Konan mengernyitkan alisnya, bingung. "Bagaimana caranya?"

Itachi tersenyum tipis. "Mawar biru itu awalnya hanyalah bunga mawar putih yang dicelupkan kedalam cairan bewarna biru hingga menghasilkan mawar biru."

Konan mengangguk paham. "Oh begitu, kau tahu darimana soal itu."

"Dulu ibuku yang memberitahunya." Ujar Itachi lirih.

Konan menepuk bahu Itachi pelan. "Sudahlah, aku yakin kau tidak melakukan pembantaian itu tanpa alasan, ibumu pasti mengerti."

"Ya."

"Dan aku juga tahu tentang kebenaranmu." Lanjut Konan

Itachi sempat terbelalak."Darimana kau tahu."

Konan tersenyum lebar. "Aku menguping pembicaraan Tobi dan Pain mengenai dirimu." Ujar Konan. "Tapi tenang saja, aku bisa jaga rahasia kok." Lanjut Konan.

"Hn. Terima kasih."

"Ya."

.

.

.

.

Suasana mendadak hening selepas percakapan mengenai 'mawar biru' dan 'pembantaian Uchiha'. Kedua insan berbeda gender itu saling terdiam, tidak menemukan topik pembicaraan yang cocok hingga akhirnya Itachi mengalihkan pandangannya kembali ke arah Konan.
"Konan." Panggilnya.

"Hm?" sahut Konan sambil menoleh kearah Itachi. "Ada apa?" tanyanya.

"Aku mencintaimu." Ujar Itachi to the point tanpa ada niat berbasa-basi.

Konan seketika terbelalak mendengar ucapan Itachi barusan. "Apa kau bilang, Itachi?"

Itachi menangkup kedua pipi Konan dengan lembut. "Aku mencintaimu Konan, maukah kau menjadi kekasihku?"

Konan terdiam sesaat dengan rona merah yang menjalati pipinya. Ia terdiam cukup Lama hingga akhirnya ia tersenyum dan memeluk tubuh Itachi erat. "Aku juga mencintaimu Itachi." Ujarnya.

Itachi tersenyum tipis dan balas memeluk Konan. "Jadi?".

"Jadi aku mau menjadi kekasihmu Itachi-kun, boleh ku panggil begitu?" ujar Konan sambil melepaskan pelukannya.

Itachi kembali menangkup pipi Konan. "Tentu saja Konan-chan. Terima kasih."

"Uh-hum."

Itachi masih menangkup pipi Konan. Mereka saling bertatapan, kembali onyx bertemu madu, dan kini mereka telah bersatu. Rona merah tipis menjalari pipi kedua insan tersebut.

Tanpa memperdulikan rona merah yang kian menjalari wajah rupawannya, Itachi mendekatkan wajahnya kearah Konan. Konan menyambutnya dengan ikut mendekatkan wajahnya. Jarak mereka semakin dekat, keduanya mulai menutup mata.

Itachi semakin mengeleminasi jarak diantara mereka hingga jarak tersebut terhapuskan oleh sebuah ciuman lembut keduanya.

.

.

.

.

Kini dua anak manusia itu berada pada tempat yang sama.

Dibawah pohon momiji yang sama

Mereka akhirnya telah menemukan separuh hatinya

Mereka bersatu

Tanpa terikat masa lalu dan latar belakang

Mereka telah mengucapkan janji

Ditemani oleh guguran daun-daun momiji yang bertebaran disekitar mereka

Dan jangan lupakan sebuket bunga mawar biru yang turut andil dalam kisah ini

.

.

.

.

Owari

.

.

.

.

Omake

Di ruang rapat Akatsuki, tepatnya di pinggir jendela besarnya.

"Mereka manis sekali, un. Ya kan Zetsu." Ujar seorang pemuda bersurai blonde panjang.

"Hn." Sahut tanaman venus flytrap bewarna hitam putih (?)

"Ternyata mereka bisa bersikap manis begitu, ya kan Kuzu." Ujar seorang pemuda berambut putih.

"Ya, aku tak menyangka. Dan jangan panggil aku seperti itu." Sahut seorang pria bercadar.

"Yayyy.. Itachi-senpai dan Konan-senpai jadian." Ujar seorang lolipop berjalan.

"Berisik Tobi, un." Ujar si blonde.

'Akhirnya kau menemukan pujaan hatimu yang sesungguhnya Konan.' Batin sang leader Akatsuki.

.

.

.

.

A/N:

Hai.. ketemu lagi sama Yuki...

Akhirnya Yuki bisa namatin fic Blue Rose ini

Semoga pada suka ya

Dan jangan lupa review

.

.

.

.

Balasan review:

ferry-san: ini udah update. Semoga suka ya, dan ini udah ending.

.

LavenMick Amanda: di chap ini udah kejawab kan. Yap mereka fall in love. Ini udah lanjut, semoga suka ya.

.

.

.

.

Special thanks to:

ferry-san

LavenMick Amanda

DevilishGrinJoker

Sasshi Ken

Ran supraba

Dan semua reader yang udah membaca dan mendukung fic ini

.

.

.

.

Akhir kata

.

.

.

.

Review please

.

.

.

.