Pertama-tama, yang bisa dilakukan Yuzuru adalah mendaftar ke klub memanah.

Ketua klub memanah adalah seorang anggota OSIS bernama Keito Hasumi, yang merupakan seorang kakak kelas. Setelah mendaftarkan diri, Yuzuru diminta untuk berkumpul di lokasi klub memanah setelah pulang sekolah untuk menunjukkan ketrampilan memanah Yuzuru kepada Keito. Sebelumnya, Yuzuru melaporkan bahwa dirinya hanya seorang pemula. Keito menerima laporan itu dengan serius dan penuh pengertian.

Keito juga berkata, "Jika kamu benar-benar tertarik dengan kegiatan memanah, maka terus berlatih dan tingkatkan ketrampilanmu,"

Yuzuru merasa bahwa dirinya bisa akur dengan Keito. Karena Yuzuru perlu tinggal disekolah lebih lama untuk kegiatan klub, Yuzuru mengirim pesan singkat kepada Tuan Muda, dengan isi yang menyatakan bahwa Tuan Muda boleh pulang terlebih dahulu. Yuzuru akan pulang ke rumah Tuan Muda nanti setelah kegitatan klubnya selesai. Mengenai transportasi ketika ditanyai Tuan Muda... Antara jalan kaki atau pakai angkutan umum.

「Tidak usah. Nanti telepon saja supirnya untuk menjemputmu」 balas Tuan Muda

「Terima kasih」 mendapat izin untuk memanggil jemputan, Yuzuru merasa tenang. Satu masalah selesai.


あんさんぶるスターズ!


Yuzuru tidak menyangka bahwa dirinya akan bertemu seseorang yang dikenalnya secepat ini. Sejujurnya, Yuzuru tidak tahu bahwa Tuan Muda dari keluarga Suou bernama Tsukasa telah mendaftarkan diri di sekolah swasta Yumenosaki.

"Kamu..." Tsukasa juga mengenal Yuzuru, seperti yang telah diperkiraan murid kelas 2-B ini

Sebelum Tsukasa menyebutkan jati dirinya yang sebenarnya, Yuzuru menggelengkan kepalanya, mendiamkan Tsukasa sejenak.

Sekarang, mereka berada di ruang ganti pakaian klub memanah. Selain mereka berdua, ada juga ketua klub memanah, Keito. Sebisa mungkin, Yuzuru ingin memenuhi harapan Tuan Muda Tori Himemiya yang tidak ingin orang lain mengetahui hubungan mereka berdua sebagai Tuan Muda dan sang Pelayan.

"Ada apa?" Keito yang telah selesai mengganti seragamnya dan sedang mempersiapkan perlengkapan untuk kedua calon anggota klub memanah itu melihat ke arah mereka

"Tidak ada apa-apa," Yuzuru menjawab sambil tersenyum

Keito melihat ke Tsukasa, yang telah berhenti berbicara tanpa melengkapi kalimat yang ingin diucapkannya. Seperti Yuzuru, Tsukasa mengatakan, "Tidak ada apa-apa,"

Walaupun curiga, Keito menganggap bahwa kedua calon anggota klub itu tidak bermaksud membuat masalah. Setelah memesan kepada kedua orang itu untuk tidak menyia-nyiakan waktu untuk berganti seragam, Keito keluar dari ruang ganti tersebut.

"Akan saya jelaskan nanti, Tuan Muda Suou," Yuzuru membisik, melanjutkan penukaran seragam sekolah ke seragam klub memanah yang dipinjamkan

Tsukasa mempercayai kata-kata Yuzuru yang menjanjikan penjelasan dan bergegas mengganti seragamnya juga. Setelah selesai, kedua orang itu menyusul Keito ke lapangan klub memanah.

Keito memulai dengan penjelasan mengenai kegiatan klub memanah. Dari data yang didapat, Yuzuru adalah seorang pemula sedangkan Tsukasa ahli dalam pemanahan berkuda. Asalkan mereka berniat dengan serius mengikuti kegiatan klub memanah, Keito tidak akan mempermasalahkan keahlian mereka. Sebab, keahlian dapat meningkat dengan latihan.

"Pertama-tama, pakai sarung tangan yugake yang tersedia," Keito membagikan sarung tangan yang dipakai khusus untuk kegiatan memanah kepada Yuzuru dan Tsukasa

Setelah menerima sarung tangan yugake, Yuzuru meniru cara Tsukasa memakai sarung tangan tersebut. Ketika diberikan busur, Yuzuru juga menerimanya dengan meniru Tsukasa maupun Keito untuk cara menggenggamnya.

Melihat Yuzuru yang meniru segala perilaku mereka, Tsukasa bertanya, "Apakah... Kak Fushimi seorang pemula?"

"Benar," Yuzuru mengaku tanpa merahasiakan hal itu

"Untuk sekarang, kamu boleh meniru kami," Keito memberitahu Yuzuru, "Akan tetapi, jangan terbiasa dengan imitasi,"

"Saya mengerti," Yuzuru menjawab dengan serius, berterima kasih atas nasihat Keito

Memulai kegiatan sebenarnya klub memanah, Keito memberitahukan kepada mereka, khususnya Yuzuru, bahwa, "Sebelum menarik panah, beri salam,"

Yuzuru mengamati gerak-gerik Keito, dari pemberian salam, persiapan panah, penarikan busur, dan pelepasan panah. Walaupun panah yang dilepaskan tersebut tidak menancap tepat ditengah sasaran, Yuzuru sadar, bahwa Keito ahli dalam memanah.

Berikutnya, sebagai seseorang yang lebih berpengalaman dalam memanah, Tsukasa diminta untuk maju. Dengan melaksanakan patokan gerak-gerik memanah, Tsukasa melepaskan panahnya yang menancap di sasaran yang tersedia, yang telah ditancap panah Keito. Tancapan panah Tsukasa tidak jauh dari tancapan panah Keito. Akan tetapi, masih jauh dari sasaran di tengah. Walaupun begitu...

"Bagus," ucap Keito, seolah memuji Tsukasa

"Terima kasih," dengan senyuman lebar, Tsukasa menundukkan kepalanya kepada Keito

"Sekarang, giliran Fushimi," Keito memberikan panah kepada Yuzuru yang mengambil posisi Tsukasa, menghadapi sasaran

Memberi salam, persiapan panah, penarikan busur, dan pelepasan panah... Yuzuru mengulangi gerak-gerik yang telah diamati dari kedua ahli memanah itu. Sayangnya, panah Yuzuru tidak sampai ke sasaran. Panah Yuzuru jatuh ditengah perjalan menuju sasaran.

"Kurang tenaga," Keito menduga itulah penyebab jatuhnya panah Yuzuru ditengah perjalanan. Sebab, dari yang dilihatnya, peniruan Yuzuru telah sempurna.

Tsukasa juga berpendapat sama, "Bagaimana kalau Kak Fushimi coba lagi dengan menambah tenaga? Aku rasa Kak Fushimi bisa sukses,"

Yuzuru menerima usulan mereka dan mencoba lagi. Kali ini, dengan menambah tenaga ketika melepaskan panah dari busur. Setelah kegagalan pertama... Yuzuru berhasil menancap panahnya di sasaran! Walaupun panah Yuzuru menancap di garis merah paling luar... Sebuah keberhasilan tetaplah sebuah keberhasilan!

"Bagaimana?" Keito bertanya kepada Yuzuru sambil tersenyum, setelah melihat reaksi Yuzuru yang sedang mengamati panah yang telah dilepaskannya ke sasaran

Yuzuru menghadap Keito sambil menundukkan kepalanya, "Tolong izinkan saya untuk menjadi anggota dan berlatih di sini,"

"Aku juga!" Tsukasa meniru Yuzuru untuk meminta diterima sebagai anggota klub memanah

Keito tertawa sedikit, "Tentu saja kalian diterima. Selamat datang di klub memanah,"