My All Is In You

.

.

KyuMin

.

.

Warning!

Yaoi! BL! Fict abal! DLDR! Typo(s)! Alur kecepetan

.

.

NO FLAME PLEASE

.

.

IF YOU DON'T LIKE MY PICT, PLEASE OUT!

.

.

Happy Reading

Kyuhyun masih diam. Otak jeniusnya tiba tiba tidak dapat bekerja. Tampangnya seperti orang bodoh. Sedangkan yeoja tadi—Seohyun, masih menikmati ciumannya secara sepihak. Dia masih memejamkan matanya seolah menghayati ciuman tersebut.

Kyuhyun mengerjap ngerjap pelan. Tampak mulai tersadar, mungkin tadi ia shock dengan apa yang terjadi. Setelah sadar dengan apa yang terjadi dia langsung mendorong kasar yeoja itu. Entahlah itu refleks atau bukan. Seohyun meringis, dia terjatuh dengan tidak elitnya. Apalagi dia harus menanggung malu dilihat oleh murid murid lain. Ternyata dorongan Kyuhyun sangat kencang sampai membuatnya jatuh.

"Aishhh .. Oppa, kenapa kau mendorongku?" Seohyun kesal tentu saja. Apalagi dia dipermalukan di depan umum seperti ini.

"Cih! Yeoja menjijikkan" ucapan pedas itu sangat lancar dikeluarkan dari mulut Kyuhyun.

Kyuhyun tampak melirik ke arah bangku yang tadi di dudukkinya. "Kemana Sungmin?" gumam Kyuhyun.

Tiba tiba dia teringat oleh Sungmin. "SUNGMIN HYUNG!" dia berteriak, tersadar bahwa Sungmin sudah tidak berada di kantin. Dia segera berlari keluar kantin.

"Aishh, kenapa aku tidak ingat padanya? Pasti dia salah paham" Kyuhyun berdecak kesal.

Seohyun? Dia masih pada posisi tidak elitnya itu. Menendang nenadang udara dengan gigi yang bergemelutuk. "AWAS KAU, OPPA!" Dia berteriak kesal tanpa memperdulikan tatapan orang orang yang menatapnya iba.

.

.

Kyuhyun mengitari sekolah. Masih mencari keberadaan Sungmin. Semua perjuru sekolah sudah ia jelajahi bahkan dorm mereka, kecuali—

"Koridor itu!" Kyuhyun bersorak senang. Ya, hanya tempat itu yang belum didatanginya. Koridor dimana ia menabrak Sungmin. Memang, koridor itu jarang sekali dilewati para guru ataupun murid. Hanya orang orang penguasa sekolah lah yang sering melewatinya. Kyuhyun terus berlari tanpa peduli ia sudah menabrak beberapa orang. Entahlah, ia yakin kalau Sungmin ada disana.

Dia memperlambat langkahnya saat sudah sampai di koridor itu. Matanya melihat siluet tubuh Sungmin yang sedang duduk di bangku koridor terpejam. Kyuhyun memelankan langkah kakinya lagi, sehingga ketukan sepatunya tidak terdengar. Dia duduk disamping Sungmin tanpa disadari oleh Sungmin sendiri.

"Kenapa kau pergi, hyung?" Suara Kyuhyun mengagetkan Sungmin. Dia menengok kesampingnya, ada Kyuhyun yang tengah duduk disebelahnya. Karena kaget,dia langsung membuang mukanya kearah lain agar tidak bertatapan dengan namja disebelahnya. Dia tidak ingin Kyuhyun melihat wajahnya yang tampak kacau.

Kyuhyun terkejut. Jelas saja terkejut, saat Sungmin menengok tadi, yang ia lihat adalah mata Sungmin yang merah dan berair. Pinggiran matanya pun terlihat mengkilap, bukan karena keringat, tapi karena air mata. Sepertinya percuma Sungmin menyembunyikan wajahnya.

"Sungmin hyung! Kau menangis?" Kyuhyun bertanya khawatir. Sungmin hanya menggeleng. Kyuhyun tahu itu bohong. Jelas sekali masih ada jejak air mata yang tertinggal di pipinya.

"Sungmin hyung"

Sungmin masih diam, menunduk.

"Sungmin hyung"

Kyuhyun memanggil kembali.

"Sungmin hyung"

Kyuhyun tampak jengah. Dia menarik pundak Sungmin agar menghadap padanya.

"Sungmin hyung, jawab aku!" pinta Kyuhyun. Dia berkata dengan lembut.

Sungmin akhirnya mengangkat wajahnya menghadap wajah Kyuhyun. Wajah tampan itu membuat hatinya bertambah sakit. Entahlah, ia juga tidak tahu kenapa hatinya sakit hanya karena melihat wajah Kyuhyun.

"Maafkan aku" tiba tiba Kyuhyun meminta maaf.

"Untuk apa?" Sungmin menjawab. Suaranya serak dan lirih.

"Aku hanya merasa karena aku, kau menangis"

Sungmin menundukkan kepalanya lagi.

TES

Air mata itu jatuh lagi.

"Kau tidak perlu meminta maaf, semua bukan salahmu"

"Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau yeoja sialan itu akan datang dan tiba tiba—" Kyuhyun menghentikkan kalimatnya.

"menciumku" Kyuhyun memelankan intonasi suaranya pada kata terakhirnya.

"Lalu apa peduliku?" Sungmin berkata dingin. Wajahnya mencoba membuat ekspresi datar, walaupun itu adalah topeng agar ia tidak menangis lagi. Dia kembali teringat kilasan demi kilasan adegan di kantin tadi. Rasanya ia ingin kembali menangis. Hatinya sangat sakit karena kejadian tadi, tapi dia sendiri tidak tahu kenapa ia menangis.

"Sungmin hyung" Kyuhyun memanggil namanya dengan lirih. Kyuhyun sangat kaget dengan jawaban Sungmin tadi. Bukan jawaban itu yang ingin ia dapatkan.

"Wae? Pergilah. Pasti yeoja tadi menunggumu. Aku tidak apa apa. Tinggalkan aku" pinta Sungmin. Sebenarnya ia tidak rela membiarkan Kyuhyun pergi.

"Sungmin—"

"KYUHYUN OPPA!" lagi. Suara nyaring khas yeoja membahana di koridor itu. Untung saja hanya ada dua namja yang ada di koridor itu. Kyuhyun dan Sungmin sama sama terkejut. Kyuhyun dan Sungmin sama sama menengok ke sumber suara.

"Astaga, kenapa dia ada dimana mana?" Kyuhyun mengumpat kesal karena kedatangan yeoja itu yang selalu tiba tiba.

"KYUHYUN OPPA, KAU DIMANA?" Suara itu menggelegar lagi.

"Aishh. Kajja Sungminhyung. Aku tidak mau yeoja gila itu menemukanku!"

Sungmin? Dia masih terdiam dengan kata kata Kyuhyun.

"Ya! Hyung!"

'Yeoja gila? Yeoja yang mana? Apa yeoja yang ta—'

Melihat hyung manisnya tidak bergeming, dia langsung menarik tangan Sungmin berdiri dan berlari.

"Eh?" Sungmin baru sadar setelah tangannya digenggam oleh Kyuhyun.

.

.

Atap sekolah. Itulah tempat yang menjadi tempat persebunyian Kyuhyun dan Sungmin. Mereka berdua terdiam, berdiri di dekat pagar pembatas atap. Kyuhyun masih asik memenjamkan mata menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. Senyum kecil menghias wajah tampannya. Berbeda lagi dengan Sungmin. Dia tampak gelisah, seperti memikirkan sesuatu. Terkadang menghela nafas, entah karena apa. Mereka sudah seperti itu sejak satu jamlalu menginjakkan kakinya di lantai atap ini. Tidak ada yang mau memulai perbincangan lebih dulu.

"Kyuhyun-ah" Setelah mengambil nafas dalam akhirnya Sungmin memanggil Kyuhyun.

"Hmmm?" namja yang dipanggil Sungmin masih setia memejamkan matanya.

"Bo-boleh aku berta-tanya sesesuatu?" Sungmin bertanya dengan terbata. Entah kenapa dia menjadi gugup.

"Bertanya apa?"

"Sebenernya, si-siapa yeo-yeoja tadi?" Sungmin menundukkan kepalanya. Sebenarnya dia takut dengan jawaban yang akan diberikan Kyuhyun.

Kyuhyun membuka kelopak matanya. Wajahnya tampak memasang ekspresi datar. Walaupun sebenernya didalam hatinya dia sudah menyeringai senang.

"Memangnya kenapa?" Kyuhyun datar.

'Jangan bilang kalau dia—'

Matanya melirik ke wajah Sungmin. Sungmin tengah memejamkan matanya kuat dan mengigit bibirnya. 'Menggemaskan' pikirnya.

"Dia hanya teman saat aku masih bersekolah di sekolah yang dulu. Entahlah dia bisa disebut teman atau teman. Mungkin lebih baik menggunakan kata 'orang yang satu sekolah denganku dulu'. Mungkin begitu lebih baik" Kyuhyun sedikit di akhir kalimatnya. Dia menerawang menatap langit seolah mengenang masa masa saat di sekolah yang dulu.

Sungmin yang ada disampingnya menghembuskan nafas lega. Entah kenapa dia lega karena jawaban Kyuhyun tadi.

"Wae? Apa itu membuatmua lega?" Kyuhyun menyeringai ke arah Sungmin.

Sungmin hanya menundukkan kepala makin dalam. Panas menjalar ke arah pipinya. Dia sudah tahu pasti kalau wajahnya sudah merah padam. Dia yakin Kyuhyun sedang menertawakannya sekarang.

"Kyu, le-lebih baik se-sekarang kita ke ke-kelas" Sungmin mencoba mengalihkan pembicaraan. Tidak tahan dengan situasi yang memalukan baginya.

GREP

Sungmin membulatkan matanya. Ketika dirasa sepasang lengan dengan lancangnya melingkar dipunggungnya dan seseorang menaruh kepalanya di bahunya.

"Kita disini saja, hyung. Hari ini cukup melelahkan" Kyuhyun berbisik tepat ditelinga Sungmin.

.

.

Kini mereka tengah berjalan di koridor dorm dengan canggung. Mereka baru saja pergi dari kelas setelah mengambil tas karena beberapa jam pelajaran tidak mereka ikuti—bolos.

"Sungmin hyung, mau ku ceritakan sesuatu?" Kyuhyun memulai percakapan.

"Apa itu?" Sungmin menjawab dengan antusias.

"Kau tahu yeoja tadi kan?"

"Oh, kenapa?"

Mendengar Kyuhyun menyebut yeoja tersebut, ekspresi Sungmin berubah. Tidak tampak lagi binar binar antusias yang tadi ia perlihatkan.

Kyuhyun pun menyadari perubahan nada bicara dan raut muka Sungmin.

"Hey, kenapa nada bicaramu berubah? Aku tahu kau cemburu, benar kan" Sungminnie~?" Kyuhyun mengedipkan matanya genit diakhir kalimatnya.

"Aniyo! Siapa yang bilang begitu?" Sungmin kembali merona akibat godaan Kyuhyun. Dia kembali gugup.

"Baiklah, baiklah. Kita bahas itu nanti. Sekarang kembali ke topik"

"Kau tahu kan yeoja yang tadi? Sebenarnya dia adalah salah satu orang yang menyatakan cinta padaku. Entah sudah berapa kali ia mengatakan 'Oppa, saranghae' tapi aku tidak pernah menganggapnya" Kyuhyun menirukan suara Seohyun dan mengingat ingat bagaimana ekspresi Seohyun saat menyatakan cinta. Dia bergidik ngerti sendiri membayangkannya.

"Lalu?"

"Lalu, saat mendengar aku akan pindah sekolah, dia datang kerumah ku. Dia datang dengan membawa kertas yang bertuliskan 'Kyuhyun oppa, jika kau tetap pindah sekolah aku akan melamarmu sekarang'."

"Omo, lalu? Apakah dia benar benar melamarmu?"

"Tentu saja tidak, Sungmin hyung. Aku sudah tahu dia tidak akan berbuat nekad seperti itu. Tapi tetap saja, itu mempermalukanku. Orang orang sekomplek pun menertawakan aku. Aku tidak habis pikir dengan yeoja itu" Kyuhyun tampak tersenyum tipis saat melihat Sungmin tampak menahan tawa.

"Tertawalah, Sungmin hyung. Kali ini aku tidak akan marah"

Seketika suara tawa Sungmin pecah. Dia tidak memperdulikkan ekspresi Kyuhyun yang sebenarnya kesal. Tapi seperti janji Kyuhyun tadi, ia tidak akan marah. Sebenarnya pun Kyuhyun tidak menyangka tawa Sungmin akan sekeras ini. Bahkan sekarang Sungmin memegangi perutnya yang sakit akibat reaksi tertawa terlalu berlebihan.

Kyuhyun sendiri pun senang. Dia tidak pernah melihat Sungmin hyung-nya tertawa lepas seperti ini. Setidaknya tawa Sungmin ini membuatnya juga bahagia.

Akhirnya tawa Sungmin berhenti.

"Mianhae Kyu, aku kelepasan. Aku tidak bisa membayangkan wajahmu saat ditertawai tetangga tetanggamu" Sungmin masih sedikit terkikik di sela sela kalimatnya.

"Ne ne, aku sudah berjanji tidak akan marah padamu—kali ini."

Kyuhyun pun menautkan jari jarinya pada Sungmin. Sungmin pun tidak keberatan dengan hal itu. Walaupun wajahnya memerah karena tangan hangat Kyuhyun yang membuatnya nyaman.

"Kajja, Sungmin hyung" Kyuhyun tersenyum manis kearah Sungmin

"KYUHYUN OPPA!" dan teriakkan itu kembali terdengar

TBC

Ada yang nunggu FF ini?

Kalo ada angkat tangan '-')/

Chap ini pendek ya?

Menurut aku sih uda panjang.

Maaf kalo FF ini ga maksimal, aku ngetik ini juga pas lagi sakit demi readers tercintahhh~ :*

Alurnya masih kecepetan ga? Aku uda usahain biar ga terlalu cepet.

Dan seperti biasa, ada Q&A:

Q: Lama banget updatenya

A: Mian, otak lagi mumet, sekolah sibuk dan sekarang lagi sakit. Jadi ga sempet ngetik. Ini juga update pas lagi puyeng.

Q: leukimia bisa mucul lagi?

A: Dicerita ini sih aku ga bikin kambuh lagi. Kalo masalah Sungmin sakit itu karena dia kecapean.

Q: Kyumin feel nya kurang dapet?

A: gimana dengan chap ini? Aku uda banyakkin Kyumin momentnya loh ._.

Q: chap 3 kependekkan

A: Iya aku tau, sebenernya pengen dibikin panjang tapi kayanya bikin TBC pas nya disitu deh. Biar pada penasaran .. kekeke

Sekian deh ya.

Jgn lupa review :*

Walaupun kata 'lanjut' aku udah seneng banget loh

Promosi dikit. Baca FF aku yang kedua ya, judulnya Bittersweet ._. itu FF pertama buatan aku, tapi baru berani publish karena menurut aku jelek -_-

Kasih kritik dan saran ya ;)

Gomawo :D