Chapter 4: Bond of Fairy
Pagi itu Wendy dan Chelia tengah bersiap untuk bekerja, Charla belum terlihat, sembari menunggu Charla datang, Wendy pun duduk dibar guild sembari mengajak Chelia berbincang.
"Chelia kau sudah siap?"
"Tentu saja Wendy, pekerjaan ini lumayan menyenangkan juga, akan banyak anak seumuran dan kita akan membantu mereka."ujar Chelia bersemangat
Tiba-tiba suatu perasaan kembali mengusik Wendy, "Perasaan ini lagi?"
Wendy merasakan bahwa akan ada hal yang mengejutkan, tapi apa? Serangan musuh? Atau apa? Ia benar-benar bingung sekarang, selain itu perasaan itu tak kunjung hilang, sepertinya perasaan itu telah terikat cukup lama dengan dirinya.
"Kenapa perasaan ini terus muncul?"batin Wendy
"Wendy?"panggil Chelia membuyarkan lamunannya
"A-ah y-ya, aku juga sudah siap, tapi Charla sepertinya masih belum."ucap Wendy sedikit gelagapan
"Kau yakin? Aku sudah siap tahu!"
"Charla!?"
Natsu x Lucy
Fairy Tail © Hiro Mashima
Cruel Destiny © KatouMiyako-san
(A/N: Kemarin aku pake nama asli ku hihi, itu karena aku terburu-buru upload, tapi abaikan saja xD yang penting kan ceritanya hehe)
Sementara Team Natsu plus Juvia sudah tiba di Magnolia beberapa jam yang lalu dan kini mereka sudah tiba di apartemen Lucy, perkataan Natsu masih terngiang-ngiang dibenak dan pikiran mereka. Mengembalikan Fairy Tail? Apa akan semudah itu? Sudah dua tahun berlalu, semua bisa saja berubah. Terutama Makarov telah menghilang dan Laxus entah berada dibelahan bumi mana.
Namun Natsu dengan tekadnya yang kuat meyakinkan teman-temannya, untuk mengembalikan Fairy Tail bersama-sama, yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh mereka semua terkecuali Lucy.
"Hei Natsu, kau tetap ingin menjalankan rencanamu itu?"tanya Erza
"Aku yakin dan sangat yakin, kita harus mengembalikan Fairy Tail!"ucap Natsu menegaskan keinginannya
"Aku juga ingin melakukan itu tapi kau tau bukan, ini sudah dua tahun sejak Fairy Tail dibubarkan, dan Wendy saja sudah bergabung dengan Lamia Scale, bagaimana jika yang lain juga sama seperti Wendy?"tanya Gray
"Kau tau bukan? Seseorang yang sudah pernah menjadi peri akan selalu terikat dengan peri lainnya, kita jemput mereka semua! Kita berpencar dan berpetualang untuk mencari mereka. Bukankah kau ingin kita kembali bersama, Gray?"tanya Natsu balik
"Iya, tapi.."
"Selama mereka masih berada di Fiore, Juvia tidak keberatan."sela Juvia
Erza yang tadi sempat terdiam pun akhirnya bersuara, "Kalau aku, dimanapun mereka aku akan mencari mereka, aku ikut denganmu Natsu!"ujar Erza
"Kau Luce?"tanya Natsu
"Tentu saja aku ikut, baka. Aku sudah memikirkan hal ini bahkan semenjak kau belum kembali."ujar Lucy lalu tersenyum
"Yosh! Baiklah semuanya sudah setuju.."Natsu mengepal tangannya penuh semangat
"Bagaimana denganmu, Gray?"tanya Natsu
Gray menghela nafasnya, menatap teman-temannya yang berada bersamanya saat ini, senyuman mereka, dan mata mereka, seperti api yang membara, mereka benar-benar serius dalam hal ini, dan ia rasa mungkin ia memang harus bangkit dan ikut.
"Aku ikut."jawab Gray mantap
Dan Natsu dapat tersenyum lebih lega sekarang, semuanya telah setuju. Akhirnya mereka pun menyusun rencana pembagian wilayah yang akan dijelajah, karena Lucy pernah menjadi Reporter dan sedikit demi sedikit mengetahui kabar para nakama, juga perkiraan para nakama mereka berada dimana, tentu saja itu menguntungkan bagi mereka yang tidak perlu susah payah untuk melakukan pembagian wilayah jelajah.
Setelah diputuskan, Natsu bersama Lucy dan Happy akan menjemput Wendy dikota Margaret dan seterusnya mencari nakama lain yang letaknya berada di Fiore bagian dimana kota Margaret terletak yaitu Fiore Selatan. Gray ke Fiore Barat, Erza ke Fiore Utara dimana ada perkiraan bahwa Strauss siblings berada disana, lalu Juvia ke Fiore Timur yang berkemungkinan dapat menemukan Gajeel juga Pantherlily.
"Hei, dasar curang! Kenapa kau bertiga dengan Lucy dan Happy!?"protes Gray
"Mudah saja, karena aku tak ingin terjadi apa-apa dengan Lucy jadi aku tidak perlu khawatir jika Lucy bersamaku."jawab Natsu santai
"Lalu Happy!?"tanya Gray masih tidak terima
"Karena Happy itu patnerku, tentu saja ia bersamaku."jawab Natsu lagi
"NANI!? Tapi kami semua sendiri dan kau bertiga dengan Lucy dan Natsu, apa ini adil!?"protes Gray lagi
"Sudahlah terima saja Gray, mengertilah bahwa Natsu dan Lucy bersama sekarang, dan siapa yang mau orang yang dicintainya terluka?"ucap Erza dengan bijaknya yang membuat Gray langsung mendengus kesal karena tak bisa menjawab apa-apa, sekaligus membuat Lucy dan Natsu tersipu
"Jika Gray-sama mau, Juvia bersedia mendampingi Gray-sama."ucap Juvia, seperti biasa yang ia lakukan jika mendekati Gray dulu
"Tidak bisa Juvia. Kau ke Fiore Selatan."ucap Erza plus dengan deathglare mautnya
Juvia hanya tertawa seperti orang yang habis tertangkap basah mencuri, "A-ah, gomen Gray-sama."
"Cih. Lagipula sendiripun tidak masalah.", Gray pun memalingkan wajahnya
"Tsundere.."celetuk Natsu
"Hey aku tidak!"
"Kau iya!"
"Tidak!"
Dan terjadilah pertengkaran bodoh antara Natsu dan Gray lagi, tapi sepertinya Erza tidak ingin menghentikannya karena pertengkaran mereka sungguh mengundang tawa.
"Kau Ice-boxer!"
"Kau mata sipit!"
"Kau-"
"Hentikan! Gray! Natsu!"seru Erza tiba-tiba
"A-aye!"
"Baiklah, kita akan memulai penjelajahan 2 hari lagi, pergunakan waktu itu untuk bersiap-siap dan mempersiapkan kebutuhan."jelas Erza
"AYE SIR!"
Dan begitulah rencana mereka untuk mengembalikan para nakama kembali pulang ke satu jalan yang sama, yaitu Fairy Tail. Dalam dua hari lagi, mereka akan melakukan petualangan yang mengesankan.
Dua hari kemudian…
"Yosh! Petualangan yang baru, kami datang!"seru Natsu bersemangat
"Jangan terlalu bersemangat begitu, kau yakin tidak akan mabuk dalam perjalanan nanti?"sinis Gray
"Heeeh tentu saja tidak, karena aku tidak akan naik kendaraan apapun!"jawab Natsu
"Kau gila? Kota Margaret itu jauh tahu!"sahut Lucy tiba-tiba
"Aku yang memimpin disini Luce, aku tidak mau naik kendaraan, titik."tegas Natsu
"Kau mau membunuhku ya? Kalau begitu aku akan marah padamu dan ikut bersama Erza, Gray atau Juvia, jika kau tidak mau naik kendaraan!"ancam Lucy
"Eh? Jangan begitu Luce, aku tidak rela jika kau pergi bersama Ice-Princess, bagaimana jika ia tidak bisa menjagamu? Lalu Juvia? Bagaimana jika ia terlalu serius saat menggunakan sihir airnya, lalu Erza? Bagaimana jika dia-"
"Kau terlalu berlebihan Natsu."sela Erza
"Jadi, masih mau berencana membunuhku dengan berjalan kaki kesana?"tanya Lucy sedikit sinis
"B-baiklah, kita naik kendaraan."ucap Natsu pasrah yang membuat Lucy akhirnya tersenyum penuh kemenangan
"Ayo, kita lanjutkan perjalanan."ajak Erza
Tapi tiba-tiba..
"MATTEYO!"teriak seseorang ah atau lebih tepatnya beberapa orang
Tentu Natsu dan Teamnya beserta Juvia menoleh dan alangkah terkejutnya mereka melihat Levy, Jet dan Droy yang berlari kearah mereka.
"Levy-san/-chan!?"
"Jet?"
"DROY!?"
Tanpa babibu, Levy langsung memeluk Erza dan Juvia secara bersamaan, "Erza, Juvia, aku merindukan kalian.."ucap Levy
"Levy? Bagaimana bisa kau berada disini?"tanya Erza yang masih terkejut
Levy pun melepaskan pelukannya, "Aku masih tinggal disini, bersama Lu-chan juga Jet dan Droy."ujar Levy, ia terlihat sangat senang karena belum terlambat untuk bertemu dengan Erza dan Juvia
"Ah ya, aku lupa bercerita pada kalian berdua, Erza, Juvia."ucap Lucy lalu tertawa kecil
"Levy-san hishashiburi."sapa Juvia
"Juvia, bagaimana kabarmu?"
"Juvia baik-baik saja Levy-san, seperti yang Levy-san lihat."
Sementara Droy dan Jet kini sudah memeluk Gray dengan erat hingga Gray tidak bisa bernafas karena badan Droy yang gemuk itu, "H-hei, aku sesak nafas."
"Kami merindukanmu Gray!"seru Jet dan Droy masih memeluk erat Gray
"Tapi bisakah kalian lepaskan aku!?"
Natsu dan Happy hanya tertawa melihat Gray, sementara Levy, Juvia, Erza juga Lucy masih mengobrolkan banyak hal yang sedikit membuat kepergian mereka tertunda.
"Ngomong-ngomong kalian akan kemana? Kalian akan pergi lagi? Kami baru saja tidak sengaja melihat kalian dan bertemu kalian."tanya Levy sedikit sedih melihat barang bawaan Team Natsu plus Juvia yang terlihat sangat banyak
"Ya, apa kalian akan pergi lagi? Dan Lucy, kau akan ikut mereka?", Droy juga terlihat sedih
"Kita baru saja bertemu."ujar Jet lalu menghela nafasnya
Natsu hanya tersenyum melihat teman-temannya itu, "Kami akan menjemput nakama-nakama kita."ujar Natsu
"Ya, dan kami akan kembali kesini, membawa Fairy Tail untuk kalian!"timpal Lucy
"Kalian hanya perlu menunggu dan menjaga kota ini selama kami pergi."ucap Erza lalu tersenyum
Levy dan teman-temannya itu tertegun mendengar ucapan Natsu beserta Lucy dan Erza. Mengembalikan Fairy Tail? Apa mungkin? Sementara sudah dua tahun sejak guild dibubarkan. Itulah yang ada dipikiran Levy juga Jet dan Droy.
"Kalian tidak perlu memikirkannya, kami janji akan membawa kembali Fairy Tail. Dan kita akan kembali bersama."ucap Gray
"Ya! Juvia akan mengembalikan Fairy Tail untuk kalian!"seru Juvia lalu mengepalkan tangannya tanda ia sangat bersemangat
Tak terasa airmata terbendung dipelupuk mata Levy beserta Jet dan Droy, mereka tidak pernah mengira kalau teman-temannya ini bertujuan untuk mewujudkan mimpi mereka sejak dulu. "Mengembalikan Fairy Tail", mimpi mereka yang bagi mereka tidak mungkin, dan kini mereka semua akan mewujudkannya.
"Kalian..", Levy, Jet dan Droy mulai terhanyut dalam haru
"Kami janji!"seru Lucy lalu tersenyum dan mengangkat tangan kanannya dengan jari berbentuk 'V'
Gray melihat ke langit, sebelum senja mereka harus pergi, "Kami tidak bisa berlama-lama, kami harus pergi."ujar Gray
Levy pun dengan berat hati berkata, "Ya, berhati-hatilah kalian."
"Kami berangkat!"pamit mereka serentak lalu mulai berjalan pergi
Team Shadow Gear itu hanya melambai-lambaikan tangannya kepada Team Natsu beserta Juvia itu, menghantarkan kepergian mereka dengan haru, "Jaga Magnolia ya!"teriak Juvia sembari melambaikan tangan pada mereka
"Ya, jaga diri kalian!"teriak Levy yang juga melambaikan tangan
"Levy-chan, tolong jaga apartemenku!"teriak Lucy
"Serahkan saja pada kami!"teriak Levy lagi
Dan begitulah pertemuan mereka yang diakhiri dengan perpisahan yang mengharukan dengan Team Shadow Gear, petualangan baru kini berada didepan mereka, dan dengan semangat mereka melangkahkan kakinya keluar dari kota Magnolia, berpisah sesuai rencana mereka menjelajah bagian-bagian Fiore yang sudah ditentukan, demi membawa kembali para nakama yang berharga bagi mereka.
Dan bisa dibilang, petualangan dimulai.
«««Cruel Destiny»»»
Kini mari kita lihat Natsu dan Lucy beserta Happy yang sudah berada di kota Margaret, tempat dimana Wendy dan Charla berada.
"Kau yakin ini tempatnya Luce?", tanya Natsu yang wajahnya masih sedikit biru karena efek naik kendaraan
"Tentu saja, aku kan bawa peta."Jawab Lucy lalu memasukkan peta kedalam tasnya
"Jadi sebentar lagi aku akan bertemu Charla?"tanya Happy sambil meloncat-loncat
"Iya, ayo kita jalan lagi. Mabuk kendaraanmu sudah hilangkan, Natsu?"tanya Lucy
"Sedikit, tapi biarkan aku istirahat sebentar."pinta Natsu yang masih duduk didekat bebatuan, wajahnya yang biru itu belum kembali seperti semula.
"Astaga, kau ini."
Setelah beberapa saat Natsu beristirahat dan sudah kembali normal, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju guild Lamia Scale. Happy sudah sangat bersemangat karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan Charla. Dan tidak butuh waktu lama, mereka sampai di guild tempat si salah satu dari 10 penyihir suci berada.
"Jadi ini Lamia Scale?"tanya Natsu yang masih memandangi bangunan guild Lamia Scale itu
"Iya, bukankah kita pernah kesini dulu? Ayolah kita masuk!"ajak Lucy lalu mulai membuka pintu guild Lamia Scale itu
Natsu dan Happy pun mengikuti Lucy masuk kedalam guild itu, Natsu memang pernah kesini, tapi bukan Natsu namanya jika tidak cepat lupa, iyakan? Natsu terhenti sejenak. Manik hitamnya terus memandangi bangunan dalam guild milik Ooba Babasama itu, hidungnya juga tak berhenti mencium sesuatu. Ya, bau Wendy!
"Natsu sedang apa kau disitu? Ayo kita cari Lyon atau siapapun disini!"panggil Lucy yang sudah agak jauh dari Lucy
Natsu hanya diam dan terus mengikuti Lucy, sementara Lucy tengah memberi salam kepada anggota Lamia Scale yang lain.
"Oh, Lucy-san? Kau Lucy-san yang ikut Grand Magic Games dua tahun lalu itu?"
"Selamat datang! Hei lihat dia juga bersama kucing biru milik Natsu Dragneel!"
"Kucing biru itu namanya Happy kan? Temannya Charla-san?"
"Kenapa ia tidak bersama Natsu Dragneel?"
Sementara itu Natsu mulai menyusul Lucy yang sudah sampai keruang dalam guild Lamia Scale, seluruh penghuni guild itupun menjadi heboh sendiri dibuatnya.
"Hei, lihat itu Natsu Dragneel!"
"Sudah kuduga kalo dia pasti bersama Lucy-san dan kucing biru itu."
Lucy hanya sweatdrop mendengar para anggota guild itu membicarakan kehadirannya, sepertinya mereka bertiga sudah terkenal sekali hingga sering dibicarakan, atau mungkin memang Lucy yang percaya diri sekali kalau ia terkenal?
Lucy pun mulai untuk mengucapkan maksud dan tujuan mereka datang kesini, "Gomen, aku kesini ingin bertanya apakah ada-"
"Dimana Wendy?"tanya seseorang tiba-tiba yang memotong perkataan Lucy
Semua orang diam, tentu mereka tidak bisa berkata apa-apa, harus menjawab ataukah tidak, sebagian dari mereka tahu bahwa Wendy pernah jadi bagian dari Fairy Tail, dan mungkin saja Natsu dan Happy beserta Lucy datang untuk menjemput Wendy.
"Kutanya dimana Wendy?"ulang Natsu serius
Lucy hanya melotot kearah Natsu, "Bisakah kau sopan sedikit?"bisik Lucy kesal
Natsu tidak menghiraukan Lucy, suasana jadi tegang sekarang, Natsu mencium bau Wendy disini, ia yakin Wendy pasti ada disini.
"Oh, sudah kuduga kalian akan datang, Natsu, Lucy."ucap seseorang yang tentu saja langsung membuat mereka bertiga termasuk seluruh orang yang ada di guild itu menoleh
"Lyon-san."
"Lyon-sama."
"LYON!?"
~/~
"Wendy, kenapa kau terus diam? Kau sakit?", kini terlihat Wendy bersama Chelia juga Charla yang baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka dan tengah berjalan pulang
"Aku tidak apa-apa Chelia, hanya sedikit lelah, meskipun pekerjaan ini menyenangkan."ujar Wendy lalu tersenyum
"Kita bisa beristirahat sebentar."ucap Chelia menawarkan
"Kita sebentar lagi akan sampai di Guild, jadi lebih baik kita langsung pulang saja."tolak Wendy halus
"Kau yakin? Lebih baik kau duluan bersama Charla. Charla, kau masih bisa membawa Wendy terbang kan?"tanya Chelia pada Wendy kemudian Charla
"Uh? Aku? Tentu saja masih, lagipula dengan sihir transformasi milikku, aku bisa lebih lama menggunakan sihir Aera."ujar Charla
"Kalau begitu, bawa Wendy pergi lebih dahulu ke guild, aku tidak apa-apa kok."ujar Chelia lalu tersenyum
"Tidak, aku tetap ingin pulang bersamamu Chelia, jika kita berangkat bersama, maka kita harus pulang bersama-sama."ucap Wendy menolak, lalu menggenggam tangan kiri Chelia
Chelia hanya tersenyum, "Keras kepala."
"Lagi-lagi perasaan ini.."
Dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke guild.
«««Cruel Destiny»»»
Lucy meminum teh yang baru saja disuguhkan oleh Yuka, sementara Natsu dan Happy dengan lahap memakan makanan yang juga disuguhkan oleh Yuka, ternyata Lyon dan yang lain memang sangat menyambut kedatangan Natsu beserta Lucy dan Happy, dan sepertinya memang Lyon sudah mengetahui maksud kedatangan mereka.
"Jadi bagaimana kabar kalian?"tanya Lyon tanpa menghilangkan sedikitpun senyum diwajah tampannya itu
"Ya bisa kau lihat sekarang, kami baik, lalu bagaimana dengan kalian?"tanya Lucy kemudian juga tersenyum
"Seperti yang kau lihat, kami semua baik. Sherry sudah meninggalkan guild dan menikah dengan Ren, Jura-san juga meninggalkan guild karena kini ia menjadi pemimpin Dewan Sihir."tutur Yuka
"Wendy juga baik!"seru Toby
"Hey jangan marah-marah."celetuk Yuka
Natsu yang mendengar itu pun menghentikan kegiatan makannya, "Jadi dimana Wendy sekarang?"tanya Natsu to the point
Lyon hanya tersenyum, "Ia belum pulang, kami tidak akan menghalangi kalian untuk menjemput Wendy kok. Kami sudah tau dari awal, bahwa lambat laun kalian pasti datang."
Natsu terdiam, sementara itu suasana menjadi tegang lagi, ini tekadnya untuk mengembalikan Fairy Tail, tapi ia bisa saja melukai perasaan teman-teman Wendy di Lamia Scale.
"Tadaima!"seru beberapa orang yang baru saja tiba diruangan tempat Natsu beserta yang lain berada
"Oh kalian sudah kembali.."sambut Lyon
"Wendy, Charla, Chelia."
"Kalian!?"seru Chelia terkejut
"Charla!?"seru Happy kemudian menoleh, dan ia melihat Charla yang bersosok manusia
"Kucing jantan!? Ah maksudku, Happy!?"
"Ah ya, kalian lihatkan siapa yang datang?", Lyon tersenyum
"Yo!"sapa Natsu
"Hishashiburi, Wendy!"sapa Lucy
"Natsu-san, Lucy-san!"seru Wendy kaget bercampur senang, lalu iapun langsung berlari menghampiri Natsu juga Lucy
"Bagaimana kabarmu, eh? Kau makin tinggi!"ujar Natsu sambil menepuk-nepuk kepala Wendy pelan
"Bagaimana denganmu sendiri Natsu-san? Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat."jawab Wendy senang
"Charla jadi ini kau?"ucap Happy sambil memandangi Charla yang sekarang tengah berwujud manusia
POOF! "Hanya sihir transformasi."ujar Charla yang sudah berubah kembali menjadi wujudnya yang asli
"Syukurlah kau lebih manis jika seperti ini."gumam Happy
"Kalau begitu, ayo kita pergi!", Natsu pun langsung mengangkat tubuh Wendy
"NATSU!"teriak Lucy
"E-eh Natsu-san turunkan aku!"pekik Wendy
Natsu pun menurunkan Wendy dan tertawa, "Baiklah, ayo kita pergi!", Natsu tersenyum lebar lalu memegang pergelangan tangan Wendy dan mulai mengajak Wendy untuk berjalan
"Apa maksudmu dengan 'pergi', Natsu-san?"tanya Wendy
"Apa yang kau bicarakan? Aku datang kesini untuk menjemputmu dan mengembalikan Fairy Tail."ujar Natsu
"Gomen. Tapi aku menolak.."ujar Wendy lalu menghela nafasnya
"Nani!?"
"Aku adalah bagian dari Lamia Scale sekarang."lanjutnya lalu tersenyum tipis, "Mereka telah merawatku selama satu tahun ini."
"Tapi kita akan kembalikan Fairy Tail!"
"Jangan paksa dia Natsu, ini pilihannya."ucap Charla sedikit sinis
Natsu terdiam seketika, begitupun Lucy dan Happy yang tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah begini. Natsu terus terdiam lalu memandangi satu-persatu anggota guild Lamia Scale yang berada dibelakang Wendy, Charla maupun Chelia.
"Baiklah, ini pilihanmu. Kurasa kami akan pergi sekarang."ucap Natsu datar lalu membalikkan badannya
"Jaga dirimu baik-baik, semoga kau bahagia bersama guild barumu. Kami pergi."pamit Natsu tanpa menoleh sedikitpun lalu mulai berjalan keluar guild
"Wendy kami pergi."ucap Lucy sedikit sedih, lalu menyusul Natsu
"Aku akan menemuimu lagi Charla.", dan begitupun Happy yang langsung menyusul Natsu juga Lucy
Charla hanya memalingkan mukanya, sementara Wendy juga para anggota Lamia Scale yang lain hanya memandangi punggung Natsu, Lucy juga Happy yang mulai menjauh. Terutama Natsu yang pergi tanpa menoleh sedikitpun. Ah ia hanya tidak mengerti bagaimana bimbangnya perasaan Wendy saat ini.
"Jadi ini maksud dari perasaan yang sejak kemarin menggangguku?"
Dan kini Charla terlihat tengah berpikir, sementara Wendy menundukkan kepalanya, ia sedih. Ia bingung apakah ia salah atau tidak menolak ajakan Natsu. Ia hanya bimbang, ia ingin kembali pada Fairy Tail, namun Lamia Scale juga Chelia, ia tak bisa meninggalkannya semudah itu.
"Kenapa kau tidak ikut dengan mereka, Wendy?"tanya Lyon
"Lyon-san? Aku-"
"Mereka jauh-jauh datang kesini hanya untukmu."ujar Lyon
Wendy kembali menundukkan kepalanya, "Kalian terlalu baik padaku, aku tidak bisa meninggalkan kalian, terutama Chelia."
"Ada apa denganku? Aku baik-baik saja kok."ujar Chelia lalu tersenyum
"Chelia, aku tidak bisa meninggalkanmu, bukankah kau akan sendirian, jika kami pergi?"tanya Wendy, matanya sudah berkaca-kaca
"Tidak juga, kan ada Lyon, Yuka, Toby, Ooba Babasama, dan yang lainnya. Sherry dan aku juga masih sering berkomunikasi."ujar Chelia tanpa menghilangkan sedikit senyum diwajahnya
"Kau seharusnya ikut dengan mereka."ucap seseorang yang muncul tiba-tiba
"Baba?"
"Tapi aku-"
"Yah, aku ingin sekali memutar si Makarov jika kita bertemu. Jadi pergilah dengan mereka, Wendy."ucap Ooba Babasama
"Lagipula kami menerimamu disini dengan satu syarat kau tahu?"
"S-syarat?"
"Hanya aku yang tau, gomen Wendy."sahut Charla
"Kami akan merawatmu disini sampai Fairy Tail kembali."ucap Lyon
"Kami tau kau sangat ingin pergi bukan?"tanya Yuka lalu tersenyum
"Yuka-san..", Wendy memandang orang-orang didepannya yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri sekarang
Lalu kemudian ia melihat Chelia yang tengah murung sekarang, "Chelia?"
Chelia pun langsung memeluk Wendy dengan sangat erat, seperti benar-benar tak mau dipisahkan oleh apapun, "Jaga dirimu baik-baik ya."ucap Chelia sedikit parau
"Ch-chelia, kau menangis?", bola mata Wendy pun juga mulai berkaca-kaca
"Tidak kok, aku hanya ingin kau menjaga dirimu."
Wendy pun mulai menangis, "Hiks.. hiks.. kau pasti akan kesepian."isak Wendy
"Ayolah, jangan cengeng. Sudah kubilang disini ada banyak orang.", Chelia tersenyum lebar lalu melepaskan pelukannya dari Wendy dan memegang bahu Wendy.
"Aku tidak akan kesepian kok."
Wendy terus menatap Chelia, ia tau bahwa Chelia berbohong, "Sekarang pergilah, kejar Natsu dan Lucy. Hapus airmatamu itu, kita masih bisa bertemu kok."ucap Chelia meyakinkan
"Chelia..", Wendy terdiam sejenak, namun kemudian ia menghapus airmatanya dan tersenyum
"Pergilah Wendy."ucap semuanya
"Ya sebelum aku berubah pikiran!"seru Toby yang sudah menangis
"Hei jangan marah."ucap Yuka
Wendy pun mengambil barang-barangnya dan mulai berpamitan pada mereka semua, kemudian berjalan keluar dari guild Lamia Scale. Dengan ajaib seketika lambang Lamia Scale dibahunya berubah kembali menjadi lambang Fairy Tail. Dan punggung Wendy yang semakin jauh terus dipandangi oleh Chelia, ia memang tak pernah menyangka bahwa Wendy sahabatnya, yang sudah ia anggap seperti saudara akan dijemput secepat ini, tapi ia yakin bahwa jika Wendy bersama Fairy Tail, akan lebih baik.
"Kau melakukan hal yang baik."ucap Lyon lalu tersenyum dan meletakkan tangannya dikepala Chelia
"Ya, itu karena aku menyayanginya.", Chelia tersenyum, benar-benar tulus dari hatinya
«««Cruel Destiny»»»
Sementara kini terlihat Natsu yang masih diam bahkan tak menghiraukan Lucy juga Happy yang terus berusaha menghiburnya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Wendy akan menolak untuk kembali bergabung bersamanya.
"Natsu, sudahlah, kupikir Wendy akan baik-baik saja bersama mereka."hibur Lucy
"Aye."sahut Happy
"…", Natsu menghela nafasnya dan memejamkan matanya sesaat kemudian kembali membukanya, "Aku hanya tidak menyangka bahwa Wendy tidak memikirkan Fairy Tail sama sekali."
"Bukan seperti itu mungkin, Tapi Lamia Scale sudah setahun bersamanya."ucap Lucy
"Ya, aku tahu.."jawab Natsu datar, "Sekarang kita harus mencari yang lain."
Natsu dan Lucy beserta Happy kembali melangkahkan kaki mereka menuju tujuan mereka selanjutnya, Lucy sudah menandai beberapa tempat yang sekitar 70% benar-benar tempat para nakama mereka berada. Namun siapa yang menyangka bahwa langkah mereka akan terhenti karena sebuah panggilan dari seseorang.
"NATSU-SAN! LUCY-SAN!"
Natsu dan Lucy juga Happy menoleh dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat seorang gadis remaja berambut biru tua bersama kucingnya, yang baru saja mereka bicarakan tadi tengah membawa banyak barang dan berusaha mengejar mereka.
"WENDY!?"
Wendy menghampiri mereka dan kemudian terhenti sejenak karena kelelahan, "Hh.. hh.. syukurlah kalian belum jauh."
"Kenapa kau kesini?"tanya Natsu
Gadis berambut biru tua itu tersenyum, "Aku akan ikut dengan kalian."
.
Jadi itulah ikatan para peri yang membuat semua peri tak bisa menolak untuk kembali pada jalan yang sama.
TBC
Halo lagi minna-san^^ setelah absen beberapa hari, aku bawa chapter 4. Hihi ceritanya aku sedikit ngikut chapter 420 juga, tapi tentunya pertarungannya aku tiadakan.-. Semakin kedepan aku kehabisan ide:( jadi mungkin chapter 5 bakal update agak lama, dan karena kehabisan ide juga, chapter 4 jadi begini._. tapi panjang ya/?, hehe oke dari pada banyak pidato/? aku mau bales review aja ^^
.
blackshool: Arigatou^^ pantengin terus ya cerita ini, arigatou juga udah review^^
ReviKrd-san: tentu ini sudah dilanjut hehe, maaf kalo rada kurang jelasxD, thanks mau review Revi-san
Anonim chap3: hihi arigatou gozaimasu, arigatou juga udah mau review^^
Momo Katsuhira-Chan: Hihi aku sedikit ngikutin manga, dan kayanya kalo Wendy gamasuk Lamia itu kurang greget gimana gitu.-., mungkin Natsu sempet kepentok apa gitu makanya jadi ngerti cinta pas pulang ke MagnoliaxD. Erza gak agresif tuh hmm, gak sesuatu xD, Thanks for Review Katsuhira-chan^^
.
Arigatou sudah review minna ^^, dan karena para chara kecapean karena chapter yang lebih panjang ini, jadi mereka gak bisa nongol dulu xD, oke sekali lagi arigato, sampai ketemu di chap 5^^
