Found You

Cast:DB5K+T.O.P

Pair:Yunjae,Yoosu,Changkyu

Summary:Jaejoong yang tengah frustasi karena Seunghyun tak juga menikahinya akhirnya membuat sebuah pendaftaran bagi siapa pun, dan Yunho yang tanpa sengaja lewat didepannya pun ikut terseret. Dari awalnya sebuah permainan dan berakhir menjadi rasa cinta.

Author:Fabia Kim/Kinomoto Fabia

Length:3/-

Genre:Humor,Romance,Comfort

Warning:yaoi ^^

Disc:This story is MINE ^^,but the cast not mine

Disclaimer:This fict is pure mine. Dibuat pas lagi frustasi. Tidak diplagiat dari siapa pun dan mohon jangan di plagiat readers baik ^^

FOUND YOU Chapter 4

Dari sebuah jendela apartemen sederhana, terlihat cahaya putih dilangitluar sana diiringi suara gemuruh petir.

Sementara itu, disebuah apartemen sederhana, terlihat seorang namja yang meringkuk ketakutan diatas sebuah sofa tua. Dipeluknya dirinya erat. Wajahnya ia sembunyikan diantara kedua lututnya dan ditutupnya rapat-rapat telinganya agar tak mendengar suara gemuruh petir diluar sana sambil sesekali cherry lipsnya berkomat-kamit memanjatkan doa agar hujan ini segera berhenti. Namun sepertinya kali ini kemalangan sedang menghampirinya jadi permintaannya sia-sia saja karena buktinya hujan malah turun semakin deras. Belum lagi ditambah suara-suara aneh yang berasal entah dari mana.

JDUARRRR…..JDUARRRR….

Suara petir yang memekakkan telinga terdengar begitu keras, bahkan saking kerasnya hingga jendela apartemen Yunho ikut bergetar. Jaejoong yang sudah tidak tahan dan ketakutan setengah mati segera berlari ke pintu kamar Yunho dan menggedor-gedornya.

"Hiks….Yunho! Buka pintunya, kumohon! Jung Yunho, buka pintunya! Hiks….Yunho!" teriak Jaejoong disela-sela isak tangisnya. Cukup memalukan memang mengingat usianya yang sudah dewasa tapi mau bagaimana lagi, bukankah disaat ketakutan sedewasa apa pun orang itu, mereka pasti akan menangis kan?

DORRR….DORR….DORR…..

Jaejoong masih terus menggedor-gedor pintu kamar Yunho saking ketakutannya. Namun pintu itu tidak juga terbuka meski Jaejoong sudah menggedor-gedor sekuat tenaga. Dan gedoran pintunya semakin keras tatkala dia melihat sekelebat bayangan hitam yang melintas didepannya. Oh! Demi apa Jaejoong tak tau kalau Yunho itu ketiduran atau memang tega membiarkannya mati ketakutan?! Saking takutnya namja cantik itu bahkan tak lagi menggedor pintu dengan tangannya, melainkan sudah menggunakan kakinya. Namun beruntunglah bagi Jaejoong karena sebelum ia sempat menendang pintunya, pintu tersebut sudah terbuka dan alih-alih tendangannya mengenai pintu malah mengenai selangkangan Yunho, tepat dibagian 'itu'nya.

"AAAAA!" teriak seorang namja bermata musang yang baru saja menjadi korban kesadisan Kim Jaejoong.

XoXoXoXo

Tak sampai setengah jam kemudian, hujan kini sudah reda, digantikan dengan gerimis kecil. Namun berbeda dengan namja bermata musang yang tengah duduk di kursi meja makan sambil mengompres juniornya yang menjadi korban keganasan Kim Jaejoong menggunakan es batu. Ah, tidak. Bagi Yunho disbanding keganasan hal ini lebih pantas disebut kesadisan dan kesemena-menaan. Yah! Mana ada orang yang menggedor-gedor pintu kamar orang ditengah malam buta?! Dan lagi, lihatlah akibat perbuatan Jaejoong sekarang. Oh, malangnya kau, Jung! Ah dan bagi kalian para readers berpikiran mesum, jangan bayangkan jika Yunho disini half naked, dia masih memakai celana tidurnya xD

"Apa lihat-lihat?!" ujar Yunho marah setengah mati pada namja cantik didepannya yang dari tadi tengah memandangi dirinya dengan pandangan memelas. "Ouch…." Yunho meringis kesakitan ketika ia bergerak pelan.

"M–mian. A–aku tidak bermaksud untuk melakukannya" ujar Jaejoong tanpa berani memandang Yunho dan memilih menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Huh! Apa maumu sih mengganggu tidur orang malam-malam?! Kau ini sudah gila ya?" omel Yunho panjang lebar. Namun ia kembali melenguh kesakitan setiap kali ia bicara dengan nada tinggi.

"A –ani. Bukan maksudku begitu. Tadi aku terlalu takut mendengar suara petir jadi aku…."

"Cih! Sudah umur 25 tahun masih saja takut petir" potong Yunho yang langsung mendapat hadiah gratis dari Jaejoong.

BLUK!

Sebuah bantal sofa yang sedari tadi dipeluk Jaejoong untuk menyalurkan ketakutannya akan amarah Yunho kini melayang mengenai kepala namja didepannya. Yunho yang tidak siap langsung oleng. Beruntung dia cepat-cepat menggapai tepian meja. Kalau tidak pasti namja bermata musang itu makin babak belur saja.

"Ya! Apa-apaan kau! Kau sengaja mau membunuhku?!" omel Jung Yunho kesal setengah mati. Sepertinya kali ini dia benar-benar menjadi korban kesadisan Jaejoong. Yunho jadi ragu jangan-jangan pemberitaan yang mengatakan kalau Jaejoong selama ini bersikap baik dan lemah lembut itu hanyalah hoax ==a

"Mwo?! Kenapa menyalahkan aku, hah?! Lagi pula ini bukan sepenuhnya salahku! Kalau kau tidak banyak protes waktu latihan aku pasti bisa pulang lebih awal dan tidak perlu terkurung ditempat setan ini!" repet Jaejoong yang saat ini tak kalah emosinya dari Yunho.

"Ya! Memangnya aku saja yang salah? Bukannya tadi kau lebih banyak protes dan mengeluh? Lagi pula siapa yang tadi minta istirahat 10 menit?!" teriak Yunho yang kini mulai bangkit dan menghampiri Jaejoong meski ia harus berjalan dengan susah payah.

"Tapi tetap saja ini semua SALAHMU!" ujar Jaejoong yang kini mulai menunjuk-nunjuk wajah Yunho yang hanya berjarak beberapa senti didepannya. "Kalau kau cepat membukakan pintu, semua ini pasti tak akan menimpamu, moron!" ujar Jaejoong tak kalah kolotnya. #PS:Moron artinya idiot.

Yunho melempar handuk yang berisi es batu yang ia gunakan untuk mengompres ke meja. Dengan berjalan tertatih-tatih, ia kembali kea rah kamarnya. Namun baru setengah jalan ia mendengar suara teriakan Kim Jaejoong.

"Mau kemana?" Tanya Jaejoong cepat.

"Kamar" jawab Yunho dengan nada datar dan cuek.

"Tunggu!" pekik Jaejoong yang langsung berlari dan memeluk lengan Yunho ketika mendengar suara gemuruh petir. Firasatnya mengatakan kalau akan hujan besar. Dan benar saja, tak lama setelah itu hujan lebat kembali turun.

"Apalagi? Kau mau merengek-rengek minta tidur dikamarku?" tebak Yunho yang sudah kesal setengah mati. Sementara Jaejoong yang sudah ketakutan setengah mati, mengangguk cepat-cepat dan menatap Yunho dengan tatapan memelas. "Tidak akan!" ujar Yunho yang langsung berusaha melepaskan diri dari Jaejoong.

"Pokoknya aku tidak mau tidur diluar sendirian!" ujar Jaejoong yang makin mengeratkan pelukannya pada lengan Yunho.

"Ya!"

"Apa?! Aku ketakutan, bodoh! Pokoknya aku mau tidur dikamarmu!" ujar Jaejoong yang kali ini langsung berlari dan melempar diirinya ke atas kasur Yunho.

Yunho hanya dapat mengacak rambutnya frustasi melihat kelakuan Jaejoong. "Haish! Terserahlah!" Namun firasatnya mengatakan kalau mala mini dia tidak bisa tidur dengan tenang.

XoXoXoXo

Dan benar saja prediksinya, buktinya meski ini sudah hampir jam setengah dua pagi, Yunho belum dapat memejamkan matanya. Yah bagaimana bisa ia memejamkan matanya kalau disampingnya ada seorang namja cantik yang tengah menangis sambil memanggil-manggil nama eommanya?

Haish! Bisa tidak sih dia diam?!, batin Yunho frustasi. Ditutupnya kedua telinganya erat-erat menggunakan bantal. Namun tetap saja suara isakan Jaejoong terdengar dengan Yunho, namja cantik itu menangis dalam tidur karena setelah Yunho membalikkan badannya dia dapat melihat kedua mata Jaejoong yang terpejam erat dan badannya yang bergetar hebat.

Entah kenapa, tiba-tiba saja Yunho membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuh Jaejoong namun tiba-tiba saja ia sadar jika Jaejoong lah yang telah mengakibatkan 'bencana' malam ini di apartemennya. Dia pun kembali mengurungkan niatnya. Lagi pula ia tak yakin kalau ia masih akan selamat setelah Jaejoong menyadari jika ia memeluk namja cantik itu. Yunho kembali membalikkan badannya, memunggungi Jaejoong. Namun ketika mendengar isakan namja cantik itu tak kunjung berhenti entah kenapa ada sebagian dari dirinya yang merasa terusik, tak tenang. Akhirnya dengan berat hati ia membalikkan badannya dan memeluk Jaejoong. Meski begitu, dia menyadari ada perasaan aneh ketika ia memeluk Jaejoong, perasaan yang membuat hatinya terasa hangat dan tenang.

XoXoXoXo

Mentari bersinar dengan cerah dipagi hari, membagikan sinarnya ke seuluruh penjuru negeri Ginseng dengan suka rela, tak terkecuali kepada sebuah apartemen 'horror' yang letaknya sedikit tersembunyi di Seoul, seolah menyembunyikan dirinya dari hiruk pikuk keramaian kota dan memberi ketenangan bagi siapa pun yang tinggal disana. Ya, siapa pun. Tak terkecuali pada pasangan yang setiap hari hobinya bertengkar, melebihi intensitas pertengkaran Tom and Jerry xD. Yah meski begitu setidaknya suasana kali ini jauh lebih tenang meski mereka berdua sedang bersama, bahkan satu ranjang. Bagaimana tidak tenang jika keduanya masih berada di dunia mimpi?

Namun itu tak berlangsung lama karena kini salah satu dari mereka, tepatnya Kim Jaejoong, telah membuka matanya perlahan tatkala merasakan sinar matahari yang cerah menusuk-nusuk matanya, seolah menyuruhnya untuk cepat-cepat terbangun. Namun ia merasa ada yang aneh. Kenapa pinggangnya tiba-tiba saja terasa berat? Dan saat kesadarannya telah terkumpul sepenuhnya, matanya melirik kea rah seorang pemuda tampan –ehem –yang tengah tertidur sambil memeluk pinggangnya. Layaknya di film-film romantic dengan kepala Jaejoong yang berada di dada Yunho.

Aih, aih, ingin rasanya Jaejoong berteriak saking senangnya. Entahlah, ia sendiri juga heran mengapa ia bisa merasa sangat senang hanya dengan mengetahui Yunho memeluknya tanpa diminta untuk pertama kalinya. Yah meski menurut Jaejoong mungkin saja itu terjadi karena ketidaksengajaan. Ah, malang sekali kau Jaejoongie, andai saja kau tau yang sebenarnya TToTT

Meski begitu, sepertinya Jaejoong masih memilih untuk cari aman saja dan langsung melepaskan diri dari pelukan Yunho. Meski Yunho yang masih tertidur dengan pulasnya tanpa sadar berkali-kali kembali mengeratkan pelukannya pada Jaejoong saat pemuda cantik itu hendak melepaskan dirinya. Yah, bagaimana pun Jaejoong tidak mau bertengkar pagi-pagi dengan Yunho. Cukuplah semalam ^^.

Dilangkahkannya kakinya menuju ruang tamu. Jaejoong berprinsip lebih cepat pulang lebih baik. Meski ia tau jika itu sangat tidak sopan, pergi tanpa pamit. Tapi mau bagaimana lagi, Jaejoong dikejar jadwal. Jam delapan ia sudah harus berada di lokasi syuting untuk variety show yang akan dihadirinya sebagai bintang tamu dan sekarang sudah hampir jam tujuh.

Dengan terburu-buru, dipakainya sepatunya dan diambilnya dompet beserta handphonenya yang ia telantarkan di meja malam sejak kemarin sore. Namun baru saja ia selesai memakai sepatunya, tiba-tiba pintu kamar Yunho terbuka dan menampakkan wajah sang pemiliknya. Keduanya langsung membeku dan terdiam ditempat saat mata mereka tanpa sengaja bertemu pandang. Yunho membeku karena mengetahui Jaejoong telah bangun duluan, 'dia sadar kejadian tadi malam tidak yah? Semoga saja dia tidak sadar dan tidak mengingatnya',batin Yunho. Lain Yunho lain pula Jaejoong yang malah membatin bingung dengan sikap Yunho, 'dia kenapa? Apa gara-gara pelukan tadi? Tapi bisa saja kan dia tidak sadar melakukannya?', batin Jaejoong.

"Eung….kau mau pulang?" ujar Yunho yang mendadak berubah menjadi sangat manis sikapnya.

Jaejoong memelototkan matanya mendengar ucapa Yunho. Apa pria itu langsung gegar otaknya gara-gara 'tendangan' semalam?, pikir Jaejoong. "Tumben sekali kau bersikap manis padaku. Mengerikan" ujar Jaejoong seperti biasa, angkuh dan dengan segala sikap soknya. Padahal sebenarnya dia mau saja membalas ucapan Yunho dengan nada biasa saja, namun tentu saja dia tak mau dianggap remeh oleh Yunho.

"Ya sudah sana pulang. Jangan kembali. Hush….hush….." usir Yunho layaknya mengusir anak kucing yang nyasar ke apartemennya ==a

"Ya! Tak bisakah kau bersikap baik padaku sedikit saja?" ujar Jaejoong yang mulai kesal.

"Memangnya untuk apa aku harus bersikap baik padamu?" ujar Yunho dengan santainya melangkahkan kakinya menuju dapur. Sepertinya ia sudah sembuh, buktinya ia bisa berjalan dlengan normal. "Kau ini bukan siapa-siapaku jadi untuk apa aku harus bersikap baik padamu. Gara-gara kau malah hidupku yang tenang jadi berantakkan. Apa-apaan itu tau-tau menyuruhku menjadi kekasihmu. Cih. Kau kira aku apa? Kau kira kau bisa berbuat seenak jidat pada orang lain?" ujar Yunho dengan santainya tanpa menyadari jika Jaejoong sedari tadi mengekorinya dari belakang. Tanpa sengaja mata musangnya bertemu pandang dengan doe eyes milik Jaejoong yang memancarkan tatapan terluka meski raut wajah pemiliknya terlihat tenang. Cepat-cepat dilemparkannya pandangan matanya kea rah lain. Entah kenapa ia merasa menjadi sedikit tak tega melihat tatapan mata itu. Namun, sepertinya harga diri Yunho terlalu tinggi jadi bukannya meminta maaf atau bagaimana dia malah diam saja dan menganggap Jaejoong tidak ada. Yah memang begitu kan kenyataannya? Jaejoong bukan siapa-siapaku, batin Yunho tetap pada pendiriannya.

"Apa? Cepat pergi sana. Dasar benalu" ujar Yunho ketika menyadari Jaejoong tak beranjak dari tempatnya sedikit pun.

BRUK

Yunho menolehkan pandangannya kea rah Jaejoong begitu mendengar suara debam akibat Jaejoong yang tiba-tiba menjatuhkan dirinya. Ditatapnya Jaejoong yang kini tengah berlutut dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Jung Yunho….." mulai Jaejoong yang kini mulai menatap wajah Yunho yang masih stay cool. "Terserah kau mau menganggapku apa, terserah juga kalau kau selama ini menganggapku tak ada dan hanya sebagai benalu, tapi kumohon kali ini saja bantulah aku agar aku bisa terlepas dari Choi Seunghyun. Aku akan memberikan apapun yang kau minta, sebutkan saja apa yang kau inginkan. Kumohon Yun…." Ujar Jaejoong dengan nada lirih. Dia sudah pasrah dan tak tau harus bagaimana lagi untuk menaklukan Yunho dan mengubah sikap dingin namja itu.

"Cih. Aku tidak butuh uang atau kekayaanmu. Aku sudah punya semuanya" ujar Yunho yang kini mulai meneguk susu vanillanya, ia hanya melirik sekilas kea rah Jaejoong.

Masih dengan berlutut, Jaejoong berjalan menghampiri Yunho dan memeluk kaki jenjang namja didepannya itu. "Yun….kumohon bantulah aku kali ini saja. Aku rela memberikan apa pun untukmu" ujar Jaejoong.

"Apa pun?" ujar Yunho, sebuah seringai muncul di wajah tampannya tanpa disadari oleh Jaejoong.

"Nde. Apa pun" ujar Jaejoong mantap. Oh! Tak sadarkah ia jika ia seolah berada di kandang musuh sekrarang?

"Baiklah" seringai Yunho makin lebar, matanya yang tadinya memancarkan pandangan dingin kini tiba-tiba saja berkilat penuh gairah, "Bagaimana jika tubuhmu?"

XoXoXoXo

Sementara itu, di Incheon International Airport terlihat seorang yeoja cantik berambut panjang dengan dressnya yang berwarna ungu muda tengah berjalan sambil menyeret kopernya. Pandangan matanya tak lepas dari handphone touch screennya yang kini berada di genggaman tangannya. Sesekali ia tersenyum tak jelas membayangkan wajah seseorang yang akan senang karena kehadirannya yang tiba-tiba yang dianggapnya sebagai sebuah kejutan.

Sayang saja dia belum sadar jika seseorang itu sudah mulai melupakannya, perlahan namun pasti hal itu akan terjadi. Karena kesalahan yeoja itu sendiri dan tentunya karena seseorang itu akan menemukan cintanya yang baru.

TBC

Hellooo epelione xD. Balik lagi. Kayaknya ini chapter singkat banget ya? Sebenarnya ini alur sengaja saya munculkan karena bingung mau diisi adegan lovey dovey apa, kalo setelah ini sih saya udah punya gambaran kira-kira gimana YunJae bakal berlovey dovey. Dengan sedikit kekocakan tentunya.

Ah ya, mau ngucapi terima kasih buat semuanya yang udah review,follow dan facourite cerita ini di chapter sebelumnya. Love you all dah readers,sider juga thenKYU ^^ #tebar kissue YunJae

Gak mau banyak bicara lagi, review ya kalau masih mau lanjut!

No kacang, no sider!

Sign

Kim Fabia