DADDY, I MISS YOU!

.

AQUARYOUNG21

.

FAMILY, ROMANCE, DRAMA, HURT/COMFORT

.

CAST

SM FAMILY, GS for UKE

.

.

.

DADDY, I MISS YOU! CHAPTER 4

.

.

.

.

.

Sekedar ingetin aja, kalo dicetak miring itu berarti isi hati atau flashback-an tokohnya yaa~~

.

.

.

"ada hal lain yang ingin ku tanyakan, anakmu, Sehun, siapa dia?"

DEG

Joonmyeon membeku di tempatnya. Menantikan kalimat selanjutnya yang mungkin akan keluar dari bibir namja pirang itu.

"apa kau pernah menikah sebelumnya? Apa dia anak kandungmu?" Tanya Kris lagi kali ini lebih lembut. Joonmyeon menunduk dalam, berusaha menahan gemuruh emosi di dadanya itu.

"kenapa tiba tiba menanyakan hal itu? Wu aku memaafkanmu bukan berarti aku membiarkanmu mengetahui segalanya tentang ku. Berhenti mengganggu hidupku, aku tak suka"ucap Joonmyeon pelan namun terdengar sangat menusuk. Dan hal itu membuat Kris bangkit menghampiri yeoja itu dan menggenggam tangannya.

"kau belum sepenuhnya memaafkanku, haruskah aku bersujud? Kesulitan macam apa yang kau lalui saat aku tak ada sampai kau begitu membenciku Myeon?" Tanya Kris dengan nada memelas. Nada bicara yang paling tidak Joonmyeon sukai. Setahunya Kris tak pernah memelas seperti ini.

"Kris Wu lepas"ucap Joonmyeon berusaha melepas genggaman tangan Kris.

"aniyo.. sampai kau memaafkanku" ucap Kris pelan. Sementara beberapa pengunjung kafetaria sudah melihat ke arah mereka dan beberapa adalah rekan Joonmyeon dari divisi yang sama.

"Kris, lepas" ucap Joonmyeon pelan. Kris tak menggubrisnya. "Yifan.." Kris tetap diam membiarkan semua mata tertuju pada mereka. "fanfan.. jebal" ucap Joonmyeon dengan nada memohon. Kris tak melepaskannya malah membawa Joonmyeon pergi. Menuju mobilnya yang terparkir di depan kantor.

"bagaimana caranya mendapatkan maafmu?" Tanya Kris saat mereka sudah berada di mobil. Kris mengunci semua pintu agar Joonmyeon tak bisa keluar.

"kau tidak mengerti, kau membuatku sulit.. jangan ganggu aku ku mohon"ucap Joonmyeon yang kini sudah terisak.

"aku takkan mengganggumu asal kau jawab pertanyaanku, bagaimana caranya mendapatkan maafmu? Dan siapa Sehun?" ucap Kris sedikit memaksa. Dia mengguncang tubuh Joonmyeon yang bergetar itu. "jawab aku Myeon" ucap Kris lagi.

"jebal.. fanfan jebal, jangan paksa aku.. rasanya sangat sakit, aku tak ingin mengingatnya kembali, jangan paksa aku, aku mohon. Sehun bukan siapa siapa, dia anakku, kau puas?" ucap Joonmyeon. Terlihat dari wajahnya yang menahan kesakitan yang begitu dalam, membut Kris menyesal telah memaksa yeoja ini. Kris tak bisa menahan dirinya lagi, dia menarik Joonmyeon untuk masuk ke dalam pelukannya.

"mianhae, mian.. kau melalui masa yang sangat sulit mianhae, jeongmal.." ucap Kris pelan. Mengecupi puncak kepala Joonmyeon berulang kali. Mengulang sensasi 14 tahun lalu saat tangannya selalu berhasil mengelus surai lembut kecoklatan milik Joonmyeon.

.

.

Sejak hari itu, hari saat Sehun menemukan nona kecil, Kyungsoo, menangis di dalam kamar mandi seorang diri dengan suara menggema yang menyeramkan, mereka jadi terus berpapasan. Dan untungnya Kyungsoo sudah bisa tersenyum sekarang walaupun saat Luhan lewat dia tetap melayangkan pandangan ingin membunuh. Seperti hari ini Sehun dan Kyungsoo menghabiskan waktu istirahat bersama. Kyungsoo membawakan bekal untuk Sehun dan mereka memakannya bersama di bawah pohon rindang dekat dengan lapangan.

"darimana kau belajar masak?" Tanya Sehun seraya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

"dari sepupuku, dia sangat pandai memasak" ucap Kyungsoo pelan.

"belajarlah yang benar biar nanti kau bisa jadi koki" ucap Sehun santai lalu memakan makanannya lagi.

"ohya, apa kau masih menyukai Jongin?" Tanya Sehun. Kyungsoo meletakkan makanannya sedikit kasar. "waeyo? Aku salah bicara?" Tanya Sehun. Kyungsoo mengangguk keras. "apa salahku?" Tanya Sehun.

"kau, kenapa menanyakan perasaan ku untuk Jongin sunbae lagi eoh? Merusak mood saja!" ucap Kyungsoo sembari mem-pout-kan bibirnya. Sehun tersenyum melihatnya dan ia tak tahan untuk tidak mencubit pipi Kyungsoo yang memang chubby.

"kyeopta~~" ucap Sehun choding. Dia tersenyum lebar sekali sampai memunculkan eye smile nya.

"sunbae!" pekik Kyungsoo sebal dan jadilah aksi kejar-kejaran oleh mereka. Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka lekat dari kantin yang memang bersebrangan dengan lapangan. Tersirata tatapan tidak suka, kecewa? Ah entahlah, perasaan cemburu? Mungkin.

"Luhan, waeyo?" Tanya seorang namja tan di samping gadis boneka itu.

"a a-niyo, akhir kahir ini, Sehun dekat ya dengan Kyungsoo" ucap Luhan dengan senyum yang dipaksakan.

"mungkin Sehun menyukai Kyungsoo, ya tipikal Sehun memang yang seperti Kyungsoo, yang jago masak" ucap Jongin santai. Luhan segera menatapnya lekat.

"Kyungsoo jago masak? Dari mana kau tahu Jongin?" Tanya Luhan.

"ah itu, dulu Kyungsoo sering membawakan bekal untuk orang dan masakannya sangat enak,"

"oh.."

Luhan menelan kekecewaan, Jongin bilang masakan Kyungsoo enak. Dan Sehun nampaknya sangat nyaman bersama yeoja itu. Luhan sudah kalah sejak awal. Luhan kalah dari yeoja manis yang menjadi hoobae nya itu.

.

.

Joonmyeon termenung di meja kerjanya, siang ini ia kembali merasakan peluk hangat kekasih tampannya. Joonmyeon masih merasakan sesasi sengatan listrik itu. Joonmyeon merasakan kenyamanan dan keamanan yang nyata saat tubuhnya diregkuh pria pirang itu.

"fanfan.."

CKLEK

Pintunya terbuka dan menampakkan wajah tampan atasannya.

"kau belum mau pulang?" tanyanya. Lalu ia melangkah pelan memasuki ruangan Joonmyeon.

"eum.. aku sedang beres beres" ucap Joonmyeon.

"benarkah, sedari tadi aku melihatmu hanya melamun, melamunkan Sehun? Noona.."

"tidak, bukan. Emm.. bagaimana ya mengatakannya. Ah tak perlu aku masih bisa mengatasinya sendiri" potong Joonmyeon lalu segera bangkit dari kursinya. "ohya, kau akan mengantarku pulang kan?" Tanya Joonmyeon. Chanyeol mengerutkan dahinya.

"kenapa percaya diri sekali? Siapa juga yang mau mengantarmu?"ucap Chanyeol santai. Joonmyeon menghela nafas sebal.

"hhh.. seharusnya aku bawa mobilku hari ini, bukannya ikut denganmu. Bye, aku mau ke halte" ucap Joonmyeon melangkah pergi mendahului Chanyeol. Sementara Joonmyeon tak tahu kalau sedari tadi Chanyeol menahan tawanya melihat Joonmyeon menjadi kesal. Chanyeol pun akhirnya mengikuti Joonmyeon berjalan.

"yaa noona, karena kau terlanjur menanyakan aku antar deh" ucapnya tapi Joonmyeon tetap jalan tak menggubrisnya. "ya noona, Kim Joonmyeon, kau merajuk eoh?" goda Chanyeol, sedikit lagi berhasil meraih tangan yeoja manis itu. sedikit menariknya dan membawanya mendekat. "kau. ku antar."

BRUG

Mereka berdua menoleh dan mendapati nona Byun baru saja menjatuhkan tasnya.

"Baekhyun –ssi" ucap Joonmyeon kaget dan segera melepaskan genggaman tangan Chanyeol.

"a –ah, mianhae sajangnim, Joonmyeon –ssi. Hehe.. minahae" yeoja itu sedikit terbata dan membungkuk kaku. Wajahnya tampak shock. Kemudian ia segera berlari memasuki lift. Sementara Chanyeol menatapnya dengan ekspresi datar. Ia baru sadar kalau sekertarisnya itu kikuk sekali.

"dia kenapa?" Tanya Chanyeol. Joonmyeon tersenyum kaku ingin sekali memukul kepala Chanyeol.

"dia kaget melihat kau menggenggam tanganku di jarak sedekat ini! Pabbo" ucap Joonmyeon. Dan seperti biasa Chanyeol memunculkan cengiran bodohnya lagi.

"mianhae noona, kajja kita pulang"

.

.

Kyungsoo sedang menonton tv saat seseorang masuk ke rumah dengan menghentakkan kakinya. Sudah bisa dipastikan itu kakak sepupunya.

"yaa eonnie, jangan menghentakkan kaki mu berisik" ucap Kyungsoo. Namun suara itu makin kencang dan kini Kyungsoo malah melihat eonnie nya itu sedang berkutat di dapur.

TAK TAK TAK

Sedikit heran karena eonnienya terlihat sangat membara dalam acara masak makan malamnya.

"ada apa eoh?" Tanya Kyungsoo yang sudah duduk di kursi depan pantry.

"menyebalkan!"

TAK TAK TAK

Kyungsoo semakin tidak mengerti karena eonnienya itu menggumamkan kata kata entah mantra atau apa tapi yang jelas aura hitam menguar jelas dari tubuh eonnie imutnya itu.

TAK TAK TAK

"yak! Byun Baekhyun waeyo?!"pekik Kyungsoo sebal.

BRAK

Eonnie nya, Baekhyun, membanting pisaunya keras.

"bisakah kau untuk tidak menggangguku kali ini, Do Kyungsoo!"pekik Baekhyun tak kalah keras.

"pabbo! Kau ada masalah tapi jangan gila seperti itu apalagi kau memegang pisau, kalau kau terluka bagaimana?! Pabbo!" seru Kyungsoo tajam sekali dan seketika Baekhyun menjatuhkan dirinya dan menangis. Kyungsoo yang melihatnya kaget sendiri, yang tadinya eonnienya seperti setan yang terbakar kini malah menangis.

"yaaa~ waeyo eonnie? Uljimaa" bujuk Kyungsoo yang kini sudah berjongkok di hadapan eonnienya itu. tak ada kalimat yang keluar hanya sebuah pelukan yang Kyungsoo terima.

"yaa waeyo?"

"presdir Park~~" ucap eonnienya dengan isakan jelas seperti bocah yang tidak diberikan permen. Kyungsoo memutar bola matanya, jengah, selalu presdir itu yang membuat eonnienya menangis.

"pria itu kenapa lagi?"

"tadi aku melihatnya, berpegangan tangan dan hampir berpelukan dengan staff yang memang dekat dengannya, aku cemburu Kyungsoo –ya"

Lagi lagi, staff itu lagi. Kalau boleh jujur Kyungsoo malas mendengarkannya karena masalahnya selalu sama-_-

"eonnie, bersabar ya"

"kau selalu saja menyuruhku sabar, tak ada yang lain?"

Kyungsoo memutar bola matanya malas. Eonnienya ini benar benar menyebalkan!

.

.

Chanyeol menutup mata Joonmyeon saat mereka memasuki rumah Joonmyeon.

"yak, noona kau bisa buka matamu sekarang!"

1

2

3

"SAENGIL CHUKHAE HAMNIDA MOMMY!" seru Sehun kencang sekali seraya membawa sebuah kue ulang tahun. Hari ini tepat tanggal 22 Mei, hari ulang tahun Joonmyeon yang ke 33 tahun. "buat permohonan sehabis itu tiup lilinnya mommy!" ucap Sehun sangat antusias. Dia mengedipkan matanya ke Chanyeol yang berhasil membuat surprise untuk mommynya.

Aku harap semuanya akan baik –baik saja. Amin.

Fyuuuuhh

Joonmyeon meniup lilin berbentuk angka 33 itu.

"wah noonaku sudah tua ternyata"celetuk Jongdae yang langsung dihadiahi deathglare dari Joonmyeon.

"mommy ku tidak tua samchon, mommy ku dewasa dan manis" puji Sehun yang langsung mendapatkan pelukan dari Joonmyeon.

"gomawo chagi, kau selalu mengerti bagaimana membuat mommy bahagia"ucap Joonmyeon.

"ohya, eonnie, ini hadiahnya" ucap Minseok yang kebetulan hadir ditengah pesta kecil itu. sebuah kotak coklat yang dibalut pita merah.

"seharusnya tak perlu repot Seokkie-ah" ucap Joonmyeon, Minseok hanya tersenyum seraya menddekatkan dirinya ke Jongdae yang tak lain adalah kekasihnya. Jongdae juga memberikan hadiah, suplemen.

"ini baik untuk kesehatanmu noona" ucapnya, Joonmyeon menggeleng pelan. Dasar dokter, pikirnya.

"ini hadiah dari Sehun mommy!" ucap Sehun memberikan selembar kertas. Kertas ulangan matematika-nya yang baru saja dibagikan hari ini. Sebuah nilai A. "maaf mommy aku hanya bisa memberikan ini" ucap Sehun.

"ini lebih dari cukup sayang, gomapta" ucap Joonmyeon lagi. Tinggalah seorang di sana yang belum menyerahkan hadiah. Joonmyeon menatap lamat Chanyeol.

"kenapa noona?" Tanya Chanyeol yang sadar akan tatapan Joonmyeon.

"aniyo ku pikir kau menyiapkan sebuah kado" ucap Joonmyeon. Chanyeol terkekeh pelan.

"kau terlalu percaya diri noona" ucapnya. Joonmyeon mempoutkan bibirnya.

"arraseo, aku memang terlalu percaya diri! Kajja masuk dan aku akan siapkan kalian makan malam."

"uh eonnie, aku sudah menyiapkannya" ucap Minseok.

"aigooo seharusnya tak perlu repot!" ucap Joonmyeon tak enak hati namun Minseok hanya tersenyum lembut. Malam itu menjadi malam membahagiakan untuk Joonmyeon dan orang orang di sekitarnya. Namun tanpa mereka sadari seseorang tengah memperhatikan mereka dari luar. Matanya tajam menatap sendu rumah Joonmyeon. Berharap dia bisa larut dalam kebahagiaan yang sekarang Joonmyeon rasakan. Namun apa daya, justru melihat Joonmyeon dapat bahagia tanpa kehadirannya justru menyesakkan hatinya.

"Joonmyeona, saengil chukhaeyo"

.

.

Jessica bingung melihat ada 33 cupcakes di lemari pendinginnya. Setahunya tak ada yang makan cupcakes di rumah ini. Jessica tidak karena dia sedang diet kalori, apa mungkin Kris? Setahu Jessica Kris tak pernah menyukai makanan manis. Dan bagaimana bisa ada cupcakes sebanyak ini?

"yeobo ya~ kau yang membeli cupcakes ini?" tanyanya saat kebetulan Kris lewat. Kris hanya mendeham sebagai jawaban. Menyebalkan memang.

"sejak kapan kau menyukai manis?" Tanya Jessica mengambil salah satu cupcakes itu. Kris menatapnya, sekilas.

"sejak .. sejak hidupku berubah menjadi sangat pahit" ucap Kris datar namun Jessica malah tertawa.

"aigoo~ kau lucu sekali suamiku! Ah sepertinya satu cupcakes takkan terlalu berpengaruh pada bentuk tubuhku" ucap Jessica riang. Kris menatapnya lekat.

"kau mau makan itu? kalau sampai berat badanmu bertambah 1 gram saja, aku akan menceraikanmu Jess" ucap Kris sadis yang membuat Jessica tak berkutik di depannya.

Kris Wu sialan! pikir batin Jessica.

"arraseo! Aku takkan memakannya"ucap Jessica lalu pergi dari dapur. Sementara Kris mendekati cupcakes itu dan menaruhnya kembali ke kulkas.

"kau boleh memiliki semuanya Jess, tapi tidak cupcakes ini." Ucap Kris pelan sekali seperti berbisik. Berharap tak seorangpun mendengar lirihannya.

"saengil chukhae JoonMyeona"

.

.

Setelah acara makan malam dilanjutnya acara bermain video games dan Sehunlah yang paling antusias. Sesekali Sehun akan melompat gembira saat berhasil mengalahkan Jongdae ataupun Chanyeol. Di tengah kegembiraan itu, Joonmyeon memilih untuk duduk di taman belakang menikmati malam dengan langit yang bertaburkan bintang. Chanyeol yang melihatnya pun mengikuti langkahnya dan ikut duduk di samping yeoja manis itu.

"kenapa menyendiri?" Tanya Chanyeol. Joonmyeon tersenyum, manis sekali. Chanyeol sendiri tengah berkutat dengan debaran jantungnya yang menggila tatkala matanya menangkap senyuman malaikat milik Joonmyeon itu.

"hanya ingin merasakan udara segar, kau tidak ikut main bersama yang lain?" Tanya Joonmyeon. Chanyeol menggeleng.

"sudah cukup dikalahkan Sehun 5 kali"

Joonmyeon tertawa mendengarnya. Sejak kuliah Chanyeol sudah terkenal sebagai raja games dan selalu menang. Namun malam ini ia baru saja dikalahkan bocah 14 tahun yang tak lain Sehun, anak Joonmyeon.

"jawara games seperti mu kalah eoh?" Chanyeol mengangguk pelan dan membiarkan Joonmyeon menertawainya malam ini.

"eum, noona, aku punya sesuatu untukmu" ucap Chanyeol sembari merogoh saku dalam jasnya. Sebuah kotak yang tak terlalu besar dengan pita pink di atasnya.

"ige mwoya?" Tanya Joonmyeon bingung. Perlahan jari jari lentiknya itu membuka bungkusan itu yang berisi sebuah kotak beludru biru tua. Jonmyeon membukanya dan terlihatlah sebuah liontin cantik dari emas putih. "yeppeuda, untukku?" Tanya Joonmyeon. Chanyeol mengangguk.

"saengil chukhae noona"ucapnya.

"ini indah Chanyeol, tapi tunggu. Ini pasti mahal kan? Chan aku tak.." Chanyeol menahan tangan Joonmyeon yang berniat mengembalikan kotak itu. Joonmyeon mengerjap bingung.

"harga yang pantas untuk wanita hebat seperti mu noona, special dariku dan ini ulang tahunmu jadi kau pantas mendapatkan hadiah"ucap Chanyeol. Tapi Joonmyeon masih tak bisa menerimanya.

"tapi Chan.."

"aku tidak suka ditolak noona dan kau tahu itu, jja~ aku pakaikan"potong Chanyeol dan namja itu mengambil liontin dari kotaknya. Dia pun memakaikannya pada leher jenjang Joonmyeon yang begitu cantik. Setelahnya dia kembali kehadapan Joonmyeon dan tersenyum. Bukan senyuman bodoh melainkan senyuman penuh kharismanya. "liontin ini semakin terlihat cantik, sangat pas jika kau yang memakainya seperti yang ku bayangkan, saengil chukhae noona!"ucap Chanyeol lagi. Joonmyeon tak punya pilihan lain selain menerima.

"gomawo Chanyeol –ah, jeongmal"

"cheonmaneyo, eh ya, bagaimana kalau weekend ini kita jalan jalan?"

Sementara tak jauh dari mereka ada 3 pasang mata yang sedang mengintip mereka.

"kalian sedang apa?" Tanya Minseok bingung.

"sstt.. chagi, kami sedang mengintip" ucap Jongdae jujur sekali.

"oh, samchon, apa kau berpikir kalau Chanyeol ahjussi menyukai mommy?" ucap Sehun datar. Jongdae terkejut mendengar penuturan Sehun yang kelewat aneh itu. bagaimana dia berpikir Chanyeol menyukai Joonmyeon.

"darimana kau tahu itu babyHun?" Tanya Jongdae. Sehun menggeleng pelan.

"entalah, aku merasa cara Chanyeol ahjussi menatap mommy itu berbeda, seperti Jongin menatap Luhan. Jongin menyukai Luhan, makanya aku pikir Chanyeol ahjussi menyukai mommy" ucap Sehun polos sekali.

"tapi Jongdae-ah, yang dikatakan Sehun ada benarnya" celetuk Minseok. Jongdae mengernyitkan dahinya. Menatap noonanya juga Chanyeol yang kini tengah tertawa bersama. Mereka memang terlihat sangat dekat. Dan Jongdae tak percaya Chanyeol itu seumuran dengannya namun terlihat snagat cocok dengan noonanya.

"mollayo"

.

.

Pagi hari saat Joonmyeon memasuki ruangannya sudah ada sebuket mawar besar dan 3 kotak yang berbda beda ukurannya di meja. Dia mengernyit bingung dan mencoba mencari kartu pengirim atau apalah yang dapat menunjukkan siapa pengirim paket besar ini. Yah untung nya ada.

"uh, siapa yang kira kira mengirim ini semua"

Joonmyeon membuka amplop yang ada di antara 3 kotak itu dan membacanya perlahan.

Saengil chukhaeyo, Joonmyeona

Aku mengirimkan mawar jumlahnya 33 sesuai usiamu, karena aku tahu kau menyukai mawar sejak dulu. Lalu 3 kotak itu, coba buka dan lihat isinya aku harap kau juga akan menyukainya. Sekali lagi, saengil chukhae Myeona!

-f

Joonmyeon tau siapa pelakunya dan dia menghela nafas frutasi. Tapi ia juga sedikit penasaran dengan hadiah yang diberikan olehnya. Dia membuka kotak pertama berwarna ungu, warna kesukaan Joonmyeon. Kotak yang tak terlalu besar. dia membukanya dan berisikan sebuah parfum. Joonmyeon tau dari merk nya bukan parfum biasa. Parfum mahal, benar benar cita rasa seorang Kris Wu. Joonmyeon hafal sekali bagaimana Kris Wu's style itu. dia takkan sayang mengeluarkan uang sebanyak itu walau hanya untuk sebotol parfum. Lalu kotak kedua berwarna merah maroon sedikit lebih besar dari yang ungu dan juga sedikit berat. Sebuah kotak yang berisikan sepatu yang sangat cantik bermerk Jimmy Choo, Joonmyeon sendiri sudah ngeri membayangkan harganya. Sepertinya tak diragukan sekali, ini pasti kerjaan seorang Wu Yifan, pasti. Dan sebuah kotak lagi,terlihat sederhana dan paling kecil di antara kotak yang lain. Joonmyeon membukanya dengan hati hati dan terlihat sebuah cincin yang tidak terlalu mewah namun sangat manis. Dan sebuah surat lagi di dalamnya. Joonmyeon membacanya dalam diam

Hai. Aku menyiapkan ini sejak lama.

Niatnya aku ingin memberikannya pada malam 14 tahun lalu saat kita janjian bertemu di tepi sungai han. Tapi maaf aku malah meninggalkanmu tanpa pamit. Kau tahu apa yang paling menyakitkan? Aku harus berpisah darimu walau hanya untuk sekolah dan yang terbodoh adalah aku meninggalkanmu begitu saja tanpa pamit, tanpa ucapan 'selamat tinggal', tanpa mengucapkan janji 'aku akan kembali menjemputmu suatu hari nanti'dan membiarkanmu melalui kesulitan seorang diri. Aku menyadari kau memiliki alasan yang kuat untuk membenciku tapi Myeona, aku sangat menginginkan maafmu, aku berharap maaf yang kuterima adalah ketulusan dari hatimu. Mianhae, mianhae, mianhae.

-fanfan

Air mata itu sudah mengalir sejak pertama Joonmyeon membaca bait surat itu. Kris tak benar –benar bermaksud untuk meninggalkannya saat itu. tapi nasi sudah menjadi bubur dan Joonmyeon terlanjut sakit hati. Ah bukan sakit hati, kecewa. Kekecewaan pada sosok Kris sudah mengerak di dasar hatinya dan sulit untuk dihilangkan.

"aku memaafkanmu fan, aku sebenarnya ingin berterima kasih. Karena kau, aku bisa memliki Sehun, keajaiban terbesar dalam hidupku"

DEG

Joonmyeon tak menyadari seseorang mendengar ucapan pilunya itu.

.

.

Sebuah audi hitam terparkir manis di depan sebuah sekolah, SM Junior High School. Namja pengemudinya merupakan namja tampana berdarah cina –kanada dengan rambut blonde keemasannya. Dia sedari tadi memantau sekolah itu hingga tiba waktu pulang sekolah.

Kim Sehun

Bocah laki –laki yang dicarinya sejak tadi. Berbekal foto yang dia miliki hasil pencarian anak buahnya dia nekat mendatangi sekolah itu. mata elangnya terus mengawasi gerbang sekolah itu sampai dia menyadari anak yang dicarinya sudah keluar dari sekolah dan kini tengah berjalan bersama seorang gadis yang lebih pendek darinya.

"kim sehun" desisnya pelan. 2 bocah itu berjalan menuju sebuah kedai bubble tea dan mereka duduk di depan kedai itu. kris, namja blonde itu, hanya memperhatikan mereka dari mobilnya. Melihat perangai anak itu kris jadi teringat joonmyeon. Bahkan dari jauh saja kris percaya 100% kalau kim sehun adalah anak kandung joonmyeon, dan bukan anak adopsi seperti yang dia sangka sebelumnya. Tapi ayahnya? Seseorang bermarga kim pasti.

"ya Kris Wu, chukhaeyo kau berhasil mendapatkan dia" kris mengumbar seringaian tampannya. Hari ini, tepat satu hari setelah dia menyatakan perasaannya kepada seorang gadis berwajah damai yang disebut sebut sebagai malaikat yang tersesat di bumi. Namanya kim joonmyeon, seorang gadis yang lembut seperti namanya. Kemarin siang, mungkin bukan pernyataan cinta yang romantic malah terlihatnya kris sedikit memaksa tapi melihat cara joonmyeon mengangguk dengan blushing yang memenuhi pipi putih saljunya membuat kris tersenyum lagi. Bahagia.

"gomawo, sekarang jangan ganggu dia lagi" ucap kris. Namja yang berada di sebelahnya tertawa pelan.

"kau takut sekali aku menganggunya, tapi kris kalau kau lengah aku akan menjadikannya milikku, dan kau takkan bisa mendapatkannya kembali"

"tapi sayangnya kau takkan pernah dapat kesempatan semacam itu, karena sedetik pun aku takkan membiarkannya berada di luar pengawasanku" ucap kris yakin.

"yaa~ kita lihat saja, Kris Wu"

Kris mendeham pelan. Seketika saja bayangan masa lalunya kembali muncul.

"Kim, Kim.. Kim Jonghyun, mungkinkah dia anak joonmyeon dan jonghyun?"ucap kris tak yakin tapi saat dia menoleh lagi, kim sehun dan gadisnya sudah tak ada.

"ck, sial aku kehilangannya"

TBC

Anyyeong~~~ whoa aku balik lagi nih chingu! Mianhae ini bener bener ngaret updatenya soalnya aku uas seminggu full dan mumet banget :") mianhae yaa telat banget nge-updatenya aku gabis atepatin janji buat update cepet T.T mianhamnida~~~

Anyway by the way busway/? Makasih yaa bukan kamu kamu kamu yang udah ngereview di Chap. 3 mian aku belom bisa balesin review kamu kamu semua aku mumet banget soalnya gegara uas kemarin :") aku mau bilang makasih bangetttt buat kalian semua yang udah baca + review~~ makasih banyak yaa ^^

Ini update buat kalian semoga suka dan jangan lupa review~~ aku menunggu review kalian^^ gomawooo!

Big thanks for BLUEFIRE0805 EXOTICARMYsasha ruixi aoi lisnana1 LuBaekShipper rifdafairuzs indaaaaaahhh sendaljepit Mr. Jongin albino Arcan'sGirl Emmasuho exindira PikaaChuu KrisHo WonKyu aif harururu bellasung21 SMayanti kim jaerin littleXbetweenEO muthiapr Windeer Fixiaolu evirahmadani9 yongchan fuawaliyaah LynKim jimae407203 salsabilajum DeerIAM DiraLeeXiOh sayakanoicinoe zoldyk kikiikyujunmyun fallforhaehyuk gomawo chingu-ya~~^^ 33

Pyooongg *ilang bareng xiumin ge tercimidh tercintah*