Pilot, My Husband

Pairing : Kaihun, Krishan

Genre : Romance, Humor

Summary : "Kau terpilih menjadi tim inti di tim penerbanganku."

Rated : M (Maunya...)

.

Happy Reading!

.


"Eungh.." Sehun membuka matanya. Ia mengerjap, berusaha membiasakan dengan cahaya lampu.

"Taem hyung, dia bangun.."

"Ssst...kau berisik Soo, diamlah.: Sehun samar mendengar obrolan di sebelah kanannya.

"Aku dimana?" Sehun berusaha bangun, tapi kepalanya sedikit pusing.

"Ini di rumah Kkamjong hyung, temanmu kan? Oh, ya, kenalkan aku Kim Taemin imnida, dan ini adikku Kim Kyungsoo,"

"Kai hyung." Kyungsoo membenarkan.

"Jangan ganggu Sehun dulu, ia perlu istirahat." Kai keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit di pinggang. Sontak dandanan Kai membuat dua adiknya bertepuk tangan, dengan Sehun yang memerah.

"Wah, hyung! Perutmu kotak-kotak!" Kyungsoo menatap polos Kai, berbeda dengan Kyungsoo, reaksi Taemin...

"Kau seksi, sekali hyung! Apa tadi Sehun hyung juga melihatmu seperti ini?" Taemin mengacungkan jempol, tapi sejenak kemudian...

"Yak! Hyung! Kalau habis mandi ganti baju sekalian di kamar mandi dong! Kan malu diliatin orang, jangan niat pamer absmu hyung! Sama sekali tidak seksi! Kau lupa kalau hyung-manis-putih-mulus ini sedang ada di kamarmu? Kalau Kkamjong hyung seperti tadi bagaimana?" Kai memutar bola matanya malas, adiknya terlalu melankolis.

"Aku mau pulang..."

"Eh?" tiga kakak beradik itu menatap Sehun.

"Di jam dua pagi hyung? Nanti kalau kau terluka seperti tadi bagaimana?" Taemin berusaha menahan Sehun supaya tidak turun dari ranjang terlebih dahulu.

"Ah.." Sehun terjatuh, untung ia masih sempat ditangkap oleh Kai.

"Gwaenchana?" Taemin dan Kyungsoo melongo, bagaimana bisa, kakaknya yang selalu memproklamirkan untuk tidak memikirkan pacaran untuk anak seusia mereka, melakukan adegan plus-plus di depannya? Kita definisikan posisi Kaihun sekarang. Sehun yang hampir terjatuh sekarang berada di dalam pelukan Kai, dan Kai yang menatap Sehun penuh arti, cieeee.

"Biar kuantar, tubuhmu masih lemah..."

"Suit...Suit...ayo pergi Soo, kita tidak boleh mengganggu." Taemin menggendong Kyungsoo yang masih menatap intens mereka berdua, tak lama kemudian ia menangis.

"Eh, waeyo?" tangisan Kyungsoo membuat Sehun dan Kai langsung melepaskan rangkulannya.

"Itu...seperti...Kim Tan...dan...Cha...Eun...Sang...di..The...Heirs..." ucapan Kyungsoo membuat Taemin menurunkan Kyungsoo, dan menatapnya sejenak, hingga...

"KAMI KAIHUN HARD SHIPPER! CEPAT NIKAH, YAH!"

"Hah?"

.

Pilot, My Husband

.

Luhan terbangun dengan sedikit nyeri di belakang tubuhnya akibat kegiatan rutinnya dengan Kris. Ia menengok ke samping, tidak mendapat Kris yang sedang tidur, tapi, sejenak kemudian, ia mendengar suara keyboard yang ditekan, seperti orang yang sedang mengetik, Luhan cukup jelas mendengarnya, karena malam ini suasananya cukup sepi, ia menoleh ke balkon yang tidak ditutup tirainya, ia tersenyum melihat bulan sabit yang bersinar dengan indah ditemani bintang.

Kaki jenjangnya ia paksa untuk berdiri, sekedar mengecek Hanyoung atau Sehun, ia bangkit dan mengambil kemeja putih tipisnya tanpa memakai dalam apapun, setidaknya itu bisa menutupi tubuh nakednya itu. Dengan perlahan, ia membuka pintu kamar pelan-pelan. Dilihatnya lampu ruang kerja Kris masih menyala, dan Luhan mengambil kesimpulan ia belum tidur.

"Luhan? Kau belum tidur?" suar Kris menginstrupsinya, ia menoleh ke arah pintu yang sudah terbuka. Kris berdiri dengan kacamata bertengger di hidungnya. Sejenak, Luhan tertegun melihat tubuh Kris yang makin kurus, dengan kantung mata menghitam dibawah obsidian yang selalu memandangnya hangat. Luhan yang melihat itu langsung memeluk suaminya itu.

"Waeyo? Kau tidak bisa tidur, hmm?" Kris mengusap bahu isterinya yang mulai bergetar, Kris langsung melepas pelukannya dan menatap Luhan.

"Ada apa?" pertanyaan Kris dihiraukan oleh Luhan, ia kembali melesakkan tubuhnya di pelukkan Kris.

"Ceritakan kalau kau ada masalah, aku pasti akan membantumu, chagi." Kris membiarkan kaosnya basah, biarlah rusa kecilnya itu menangis sampai puas dulu, mungkin dengan mengeluarkan emosinya ia menjadi lebih rileks.

"Maafkan aku, Kris..." Kris mengerutkan dahinya mendengar kata maaf dari Luhan, ia tetap diam, sembari tangannnya mengelus punggung Luhan, memberi ketenangan.

"Ada apa sebenarnya...hm? ceritalah apa yang membuatmu terbebani." Ucapan Kris itu malah membuat Luhan mengeratkan pelukkannya dan mencengkeram kaos Kris.

"Kau...seharusnya...huks...tidak...memforsir tenagamu...hiks...kau...menjadi...hiks...kurus...sekali..." Kris hampir tertawa, tapi ia tidak tega melihat Luhan seperti itu, paling tidak istrinya itu sampai menangis seperti ini. Kris mengusap lembut pucuk kepala Luhan.

"Aku tidak apa-apa, seharusnya kau yang istirahat. Kau tahu? Aku dapat kabar dari Jessica noona kalau kau ngebut mengkoreksi nilai murid-murid kan? Aku tidak membayangkan jumlah murid tingkat satu kan ada sembilan ratus lebih, tanganmu tak pegal?" candanya. Dengan sigap, Kris menggendong Luhan ala bridal dan membawanya ke kamar.

"Kris, bisakah untuk malam ini kau bersamaku? Tidak dengan kertas-kertas itu?" Kris tertawa, tapi, sejenak kemudian, ia mengangguk dan melepas semua bajunya.

"Ya! Kau mau apa?" Luhan menatap Kris horor, tapi karena ia mengantuk, ya ia membiarkan saja.

"Aku ingin kita tidur tanpa penghalang apapun." Kris melepas kemeja putih transparan yang dipakai Luhan ia lepas, dan menarik dengan lembut tangan halus istrinya itu. Luhan tersenyum dalam rangkulan Luhan sementara Kris mengusap punggung Luhan yang tak terbalut apapun.

"Lu, kenapa akhir-akhir ini kau sering mengeluh sakit di perut bawahmu setelah 'aktivitas' kita?" Kris meniup-niup mata Luhan, tangannya turun menuju pinggang rampingnya. Luhan menikmati sentuhan Kris, ia tersenyum, lalu membuka matanya.

"Kau akan punya anak, Tuan Wu." Luhan kembali menyamankan posisinya, tidak peduli jika Kris menatapnya intens.

"Luhan...kau?" Luhan mendongak, menatap mata tajam suaminya itu. Ia tersenyum sangat manis.

"Lu...apa...kau..hamil?" Kris menatap Luhan tak percaya, tapi sentuhan tangan luhan di bahunya meyakinkannya.

"Hmm." Mendengar itu, Kris langsung memeluk Luhan, ia menenggelamkan tubuh istrinya di dekapannya.

"Gomawo...jeongmal gomawo, chagi." Kris mengecup pelan kening Luhan, ia harus memastikan Luhan sudah tidur dengan nyenyak baru bisa melanjutkan pekerjaannya, kalau tidak, kakaknya yang sangat cerewet itu (read: Jessica) akan mengamuk besok pagi tanpa mengenal tempat, dan ia tidak ingin rahasianya terbogkar, cukup.

Hati Luhan masih rapuh walau ia sudah berusaha tegar dengan perceraian kedua orang tuanya, tapi bagaimana reaksi Luhan jika ia tahu identitas Kris yang asli? Apalagi sekarang kakaknya itu dekat dengan Luhan, tak mungkin ia mengecewakan banyak orang. Kita tinggal dulu Kris yang masih dilema dengan posisinya, kita intip Kaihun saja...

.

Pilot, My Husband

.

Dua remaja itu berjalan dalam keramaia Seoul malam hari dalam diam. Kai yang ingin menjelaskan kejadian ehm, you-know-what-i-mean itu kepada Sehun. Tapi, melihat Sehun yang dari tadi diam saja dan terlihat terkantuk-kantuk membuatnya mengurungkan niatnya untuk bicara. Ia masih tidak percaya jika kesucian Sehun sudah ia renggut, dan sekarang, masalahnya apakah saat ia dan Sehun melakukannya, Sehun dalam keadaan sadar atau dalam pengaruh obat perangsang?

"Uhm..Kai sunbae.." Kai menengok ke arah Sehun yang menundukkan kepalanya.

"Ada apa?" Sehun meraba lehernya, seperti ada yang janggal.

"Kenapa leherku sepertinya ada yang aneh.." Sehun terus meraba lehernya dan menemukan seperti bekas gigitan, atau ciuman. OMG! Sehun kau tidak tahu kalau di chap sebelumnya ka di nc-in Kai? Ckckckck.

"Molla, coba kau cek saja di rumah." Jawab Kai acuh, mendengar kalimat yang tidak bersahabat dari Kai, membuat Sehun menundukkan kepala. Dan kenapa bagian belakang tubuhnya serasa pegal sekali. Entahlah, seperti ada yang baru saja memasukinya, sakit bukan main. Sehun merapatkan sweater dari Kai, ia menggosok hidungnya yang memerah.

"HATCHIY!" Sehun menggigil kedinginan.

"Pakailah ini." Kai dengan cepat melepas jaketnya dan memakaikannya ke Sehun, membiarkan angin februari yang dingin menerpa tubuhnya yang sekarang hanya berbalut kaos tipis.

"Kamsahamnida, Kai sunbae." Wajah Sehun semakin memerah dengan bibir sedikit membiru, ia sudah sangat kedinginan. Terbukti dengan ucapannya yang bergetar.

"Panggil saja aku Kai, kita sekelas kan?" senyum tipis terpapar di wajah tampan Kai membuat Sehun memiliki sedikit alasan untuk tersenyum atas nama Kai.

"Ini rumahku, terima kasih sudah mengantar. Dan ini jaketmu, soal sweater, akan kukembalikan besok sekalian kucuci. Terima kasih dan maaf merepotkan." Sehun tersenyum, hingga eyesmilenya terlihat.

"Cheonma." Kai berbalik, saat baru beberapa langkah, ia membalikkan tubuhnya lagi dan...

CUP!

"Istirahat yang cukup, kelasku besok cukup berat, jas almameter dan celanamu serta dasi masih bagus kan? Kau bisa ganti dalamannya dengan kemeja lain." Kai pergi meninggalkan Sehun yang mematung karena ciuman di dahinya itu. Namun, ia mengendikkan bahu dan masuk kerumah, tanpa mempedulikan jantungnya yang berdebar kencang.

.

Pilot, My Husband

.

Sehun perlahan memanjat tangga yang memang ia sediakan di dekat kamar Hanyoung karena adiknya itu tidak bisa tidur jika terlalu panas. Padahal, udara malam ini saja sangat dingin. Saat melewati kamar Krishan, terdengar suara ketikan keyboard laptop yang Sehun tahu tanpa melihat orangnya.

"Kris hyung belum tidur. Sepertinya usahaku untuk masuk rumah lumayan susah." Sehun menaiki tangga pelan-pelan, sampai di sepan kamar Hanyoung, ia membuka jendela putih itu perlahan.

CKLEK! GLEG!

Dengan bantuan tahan nafas karena Hanyoung yang mengingau, Sehun juga menutupnya pelan-pelan, ia berjingkat keluar dari kamar adiknya itu, sambil memperhatikan Hanyoung saat tidur supaya tidak terbangun.

"Siapa disana?!" Sehun menegang, ia menoleh mendapati Hanyoung masih tidur, dengan tergesa ia keluar kamar dan berlari menuju kamarnya. Saat berada di depan kamar Krishan, Sehun kembali berjingkat seperti tadi namun...

CKLEK!

"Apa yang kau lakukan di depan kamarku, Sehun?" Kris menatap heran.

"Eh, tidak kok hyung, aku masuk dulu." Sehun berniat akan lari, tapi tangannya ditahan. Perlahan, Sehun membalikkan tubuhnya mendapati Kris menyeringai seperti Iblis. Kris memerangkap Sehun ke arah dinding, dengan mata tajamnya terus mengarah ke Sehun.

"Jelaskan! Kau pulang pukul 2 pagi, dengan memakai sweater orang, pipi lebam, bibir seperti habis dicium? Katakan alasanmu secara logis!" Sehun menelan ludahnya, kenapa Kris hyung bisa tahu? Eh, tunggu. Apa tadi ia bilang bibir habis dicium?

"I...itu.."

"Oppa!" Hanyoung keluar dengan wajah kusut.

"Kau memanjat tangga lagi? Dan membiarkan jendelaku terbuka? Aku kedinginan!" ups! Rupanya Sehun tertangkap basah.

"Xi Sehun..." Kris dan Hanyoung mendesis berbahaya.

"Ada apa? Kok ribut sekali?" Luhan berjalan ke arah tiga orang yang sedang bersitegang.

"Sehun? Sweater siapa itu? Kau baru pulang? Ganti baju dulu, kubuatkan cokelat panas, uh, suhu tubuhmu agak tinggi." Luhan langsung menarik Sehun ke lantai bawah.

"Fiuh.."

"Kali ini kau lepas Hun.."-Kris

"Kali ini kau lepas Oppa..."-Hanyoung

.

Pilot, My Husband

.

Sekolah...

Sehun berjalan pelan sekali. Kepalanya terasa sangat pusing. Udara februari membuatnya harus merapatkan syal, apalagi karena semalam udara dinginnya sangat menusuk membuat ia harus terkena flu.

"Sehun!" Yeosob mendekati Sehun.

"Hai, waeyo?" kepalanya sangat pusing, benar-benar tidak bisa diajak kompromi.

"Eh? Gwaenchanayo?" Yeosob memeriksa kening Sehun, dan tangannya seperti tersengat listrik ketika menyentuh kening sahabatnya.

"OMO! Kau panas, Hun-ah. Ikut aku, kita ke ruang kesehatan. Disana ada Seohyun, teman sekelasmu kan? Ia yang mengurus badan kesehatan." Baru saja Yeosob akan menarik tangan Sehun, Sehun dengan cepat menampiknya.

"Aku tidak mau! Kau tahu kan aku benci aroma antiseptik?" Yeosob hanya menghela nafas, sahabatnya ini memang keras kepala!

"Huh, baiklah, tapi kau harus bawa ginseng hangatku. Ini lebih baik. Kau jaga diri ya, aku pergi dulu. Hati-hati, Hun." Sehun hanya menganggukkan kepala.

.

Pilot, My Husband

.

Kai sedang sibuk menyiapkan bahan untuk praktek nanti. Ia ingin menjadi penerus Wu Yifan, pilot utama yang mendapat banyak penghargaan. Yang dia tahu, sekarang ia menikah dengan Luhan, dan Luhan kakak Sehun, dan Sehun orang yang sudah ia gagahi tadi malam, eh?

"Ya Tuhan! Tadi malam aku kenapa bisa melakukan hal seperti itu, ya?" Kai menepuk pipinya, tidak. Ia harus fokus pada ujian praktek ini.

"Hei! Kau gila? Senyum-senyum sendiri?" Sooyoung bergidik melihat teman seperjuangannya seperti itu.

"Tidak, ah lupakan. Kau sudah menyiapkan materi untuk praktek hari ini?" tanya Kai.

"Bahan Isolator dan Konduktor dalam pesawat kan?" jawab Sooyoung santai.

"Jangan lupakan tentang listrik. Soalnya dari Cho saem." Kai mengusap miniatur pesawat di depannya, mereka berdua berada di ruang khusus praktek. Jika praktek bisa di lakukan di dalam ruangan, ya di dalam ruangan, tapi jika tidak bisa, ya dilapangan.

"Kau sedang jatuh cinta yah?" ucapan Sooyoung yang tiba-tiba membuatnya reflek menolehkan kepala.

"Eh? Hehehe."

"Dengan siapa? Jangan bilang pada Sehun?!" telunjuk Sooyoung tepat mengacung di dada Kai.

"Hah?"

"Seohyun dan Minho sangat menyayangi Sehun. Mengingat kau pernah menjadi bad boy, mendekati Sehun sepertinya agak sulit." Sooyoung menepuk bahu Kai dan keluar dari ruangan. Meninggalkan Kai yang masih terdiam.

"Lebih baik aku fokus ke praktek lah.."

.

.

TBC


Haloha! Aku update...hah...kilat...khan...? Okeh...aku...mauh...ucapinh...teh...rih...mah..kah...sih!

Mungkin karena aku terlalu semangat membuat, atau memang sekolah minim tugas. Mungkin ada beberapa ff yang ku kebut, jadi waktu ada apa-apa sudah I'am FREE! Oh,ya setelah baca review, banyak yang bingung ya tentang plot cerita? Eh, gini. Luhan, Sehun dan Hanyoung itu kakak adik yang tinggal bersama. Nah, Luhan dah nikah dengan Kris. Kai punya adik dua, Taemin dan Kyungsoo. Entah kenapa aku gak tega kalau Kyungsoo jadi peran antagonis karena dia kan member EXO paling kalem, yah, kujadikan adik saja!

Nah, untuk chapter 5, aku bakal fokuskan ke perjuangan Kai dan Sehun saat latihan untuk upacara penyambutan, rahasia Kris yang mulai terlihat Luhan karena masalah biaya kelas aksel Sehun, dan perseteruan Taemin-Hanyoung yang memperebutkan Sehun. Tunggu aja!

Thank's to:

EXOPlanet/ Ayupadma28/ Fujoshii G/ windywiwi/ daddykaimommysehun/ Wlyn Xyln/ wereyeolves/ urikaihun/ kahunxo/ SehunBubbleTea1294/ sayangsemuamembersuju/ utsukushii02/ KaiHunnie/ jung yeojin/ sehunnoona/ nin nina/

Fanfic All My Love For You itu bagusnya Sho-ai atau brothership? Minta saran ya...

Mind to review?