Chapter 3
PAIR: SHIKA~ NARU
Rate: T ato K == a entahlah yang pasti aku belum berani M XDa
Minna-chan genki? Ahh rasanya seneng bisa lanjut fic abal banyak typo ini. Apa ceritanya agak membingungkan? Hontouni gomennasai, .a aku ga masud begitu . sesuai dengan janji di chapter sebelumnya disini, banyak cerita naru sama shika. Jadi kubahas satu-satu Cuma garis besarnya. Dan hal hal yang sangat di kenang shika mengenai naru juga ku bahas disini
Ada kejadian lucu romantic menyedihkan ya pokoknya begitulah XD doain ya readers supa ini fanfic tamat dengan sempurna
Mungkin kejadian-kejadian manis itu akan kuterusin di chapter berikutnya jadi di chapter ini ku post hanya 2 kejadian. ^^a yaa biar ga lama apdet.. #plaaakkk
Ahh disini ada kejutan ==a kalau minna-san menyadarinya XDa saat membaca nyahahah pokoknya keep reading my abal fic yoo XD
~so here we go…
~the last 3 word for you~
Sudah 4 hari kegiatan shika hanya membaca buku milik naruto. Tak ada niatan untuk mengerjakan pekerjaan lain. Neji maupun Kiba memaklumi hal itu, karena mereka tahu orang yang paling terpukul karena Naruto tiada adalah Shikamaru. Mereka memutuskan untuk membiarkan Shikamaru, hingga ia benar-benar tenang.
Dan hari ini Shika masih mengurung diri di rumahnya. Ia benar-benar tidak keluar dari rumah 2 minggu setelah naru tiada. Rasa bersalah selalu menusuk hatinya, selalu berfikir, kalau naru pergi dan tersiksa adalah kesalahannya. Salahnyalah yang terlalu bodoh menyadari perasaannya. Ia benci dengan keegoisannya. Karena keegoisannya ini, Naruto meninggal dengan membawa luka.
Perlahan Shika beranjak dari sofa ruang tamu, mengambil segelas air putih dari dapur dan meminumnya, berharap otaknya kembali jernih hari ini. Rumahnya memang biasa sunyi, tapi 2 tahun ini rumahnya selalu berisik karena ada Naruto yang sering seenaknya keluar masuk ke rumahnya. Ahh ya, naru sering ke rumahnya jika ada senggang. Pikirnya.
Ia melihat ke sekeliling rumahnya. ' ahh.. naruto sering sekali duduk di kursi itu…'
Shika melangkahkan kakinya ke sebuah kursi yang berada di pojokkan ruangan, disini. Naru sering sekali ketiduran sembari menulis buku notenya. Setiap hari ia tidak akan lepas dari buku yang saat ini tengah dipegang oleh Shika. Dulu Shika me-masa-bodohkan saja kegiatan Naruto yang satu itu, karena menurutnya itu adalah privasi Naruto, walau pemandangan lelaki menulis note itu sangat jarang sekali.
"jika saat itu.. aku membaca buku ini , apa kauu akan tidur dengan bahagia Naru? Jika aku membaca buku ini saat itu, apa aku akan lebih cepat menyadari perasaanku? Apa aku akan berada di sisimu saat kau pergi pada detik-detik terakhirmu? " Shika memutuskan untuk duduk di kursi itu sembari meneruskan membaca buku Naru.
"tanggal 3 maret XXXX hari ini seperti biasa aku …"
Aku pergi ke tempat kerjaku dengan semangat yang menggebu-gebu tapi sesampainya aku disana, aku terbengong-bengong melihat suasana kafe yang sepi dan hanya ada Shika saja di café. Dan betapa bodohnya aku ! aku lupa kalau hari ini kakashi-san sedang ada acara jalan-jalan orang tua dan anak di sekolah anaknya, tapi ada hikmahnya juga. Seharian itu aku menghabiskan waktu bersama Shika. Hanya berdua !, aku mimpi pasti. Tidak ! ini nyata.. aku bisa menghabiskan waktu bersama tadi shika bilang ia senang jika aku cerewet seperti ini, katanya kicauanku itu hal yang dia suka dari diriku, aku makin senang ! sepertinya aku mencintainya tapi tapi itu pasti tidak mungkin sangat tidak mungkin. Lagipula tadi Shika mengatakan hal yang sangat menyakitkan untukku "kita sama sama lelaki…" kalimat itu membuatku kembali menyadari.., aku lelaki bukan perempuan, dan aku harus segera menghapus perasaan ini.
Flashback
"AKU LUPAAA ! HARI INI KAN KAKASHI-SAN ADA ACARA DI SEKOLAH ANAKNYA…" teriak Naruto. Shika hanya menghela nafas malas. Yap gara-gara kepikunan Naruto juga ia ada disini. Karena tidak ada yang member itahu pagi ini Shika bela-belain berangkat pagi-pagi.
"hei kau masih muda kenapa pikunmu itu bisa dikategorikan pikun berat." Ejek Shika
"ya jangan salahkan aku dong.. salahkan otakku.. ahh menyebalkan."
"haaah.. yasudahlah…. " shika melangkah keluar toko dan Naru masih menggerutu diam.
"hei bocah… mau ikut atau kutinggal.." ujar Shika
"EHH TUNGGU AKU !"
Kota konoha di hari senin, benar-benar padat. Yap maklum namanya juga hari senin gitu loh. Hari yang paling di benci se-antero dunia. Apalagi untuk Shikamaru si rusa pemalas. Ia lebih memilih bermalas-malasan di kasurnya yang nyaman ketimbang bekerja, yaa meski nge-band adalah aktifitas yang ia sukai selain bermalas-malasan. Naruto berjalan disampingnya, ia terlihat sangat antusias memandangi area Naruto tertuju ke sebuah toko kaset, ia langsung berlari masuk ke toko itu, dan meninggalkan Shika yang terbengong-bengong.
"HUWAAA… DVD LIVE CONCERT LARUKU AT MADISON SQUARE.. SUDAH KELUAR..!" teriak naru dengan antusias ia mengambil dvd itu dan memandanginya penuh rasa haru.
"ckk.. hei… jangan bertingkah memalukan… seperti itu.. ingat umur." ujar Shika yang baru masuk ke toko itu.
"shi~ka~ ini… live concert laruku yang di Madison.. square huwee… akhirnya ini keluar juga… akhirnya akhirnya.. aku mendapatkanya juga." Ujar naru masih terharu nangis-nangis memeluk dvd itu.
"yasudah cepat bayar… kau daritadi dipandangi terus.. !"
"ha'I aku bayar dulu ya.. Shika tunggu saja diluar."
Setelah menunggu beberapa menit di luar toko, Naruto akhirnya keluar dari toko itu dengan wajah yang sumringah.
" kita jalan lagi."
Mereka kembali melanjutkan perjalanan entah kemana merekapun tidak tahu. Saat melihat sebuah taman kota, Shika memutuskan untuk duduk disana.
"huaah.. akhirnya bisa duduk" ujar naruto me-rilekskan badannya di sebuah bangku taman dekat air mancur di tengah taman kota itu. Shika membuka tas selempangnya, dan mengambil sebuah buku yang naruto tidak tahu apa isinya.
"Shika itu apa?"
"buku kuliahku, minggu depan aku ada UTS."
"HAH ? shika kuliah? Aku baru tahu itu" ujar Naruto heran, Shika yang begitu malas bisa melakukan aktifitas yang merepotkan itu? Wow. Naru sangat heran.
"sebegitu keajaibannya kah, aku kuliah… jangan norak woi.." shika menjitak pelan kepala naru tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya.
"ittai…~ hehehe gomennasai. Kalau aku memang tidak ingin kuliah lagi."
Buat apa juga toh aku akan cepat pergi dari dunia ini
"kalau ibuku tak se-cerewet itu. Aku juga tidak mau kuliah."
"tapi kaukan jenius, hal kecil macam kuliah .. itu pasti bisa kau lewati dengan mudah"
"kecil ini besar tahu !" naru kembali nyengir 5 jari. Dia senang Shika banyak berbicara padanya, ia senang selain dengan teman se-bandnya Shika juga banyak mengeluarkan kata-kata jika bersama naru. Dan tidak terasa sudaah 2 bulan mereka berteman. Eh tunggu dulu teman ya? Mengingat kata teman Naruto kembali bingung dengan perasaannya.
"kenapa kau berhenti berkicau, naru?" Tanya Shika lagi-lagi masih memperhatikan bukunya.
"aku tidak mau mengganggu Shika, Shika-kan sedang belajar."
"ckk.. merepotkan. Kicauanmu itu hal yang kusuka darimu " pipi Naruto langsung memerah layaknya kepiting rebus seketika. Lagi-lagi reaksi ini, dadanya berdegup kencang sekali.
"IEEE… JANGAN JANGAN KAU MENYUKAIKU…?" canda naru.
"sepertinya." Ujar shika acuh. Naruto langsung jawdrop. Ahh mungkin dia sedang bercanda. Pikir naru.
"hahahaha… aku Cuma bercanda bodoh.., mana mungkin aku menyukaimu, kita sama-sama laki-laki."perkataan Shika menohok hati Naruto. Ia mana mungkin kami-kan sama-sama lelaki. Ahh sepertinya aku benar-benar menyukai shika. Aku harus menghapus perasaan ini. Ujar naru dalam hati.
"hmm mana mungkin… hehehe XDa aku juga Cuma bercanda." Dan hari itu Naruto menyadari bahwa perasaannya pada shika lebih dari sekedar teman.
End of flashback~
Shika mengurut keningnya, kepalanya tiba-tiba pusing mengingat perkataannya pada Naruto. Semua ini berawal dari dirinya. Ia membalik lembar selanjutnya.
"tanggal 7 -3 xxxx hari ini hari yang menyebalkan sangat-sangat menyebalkan.."
Kakashi-san mengerjaiku ! mentang-mentang mereka bilang aku manis, ia menyuruh sakura untuk mendandaniku menjadi maido, seharian penuh. INI MENYEBALKAN! Kalau aku tidak mau, ia akan memotong gajiku sebulan. INI TIDAK ADIL. Akhirnya aku meng-iyakan dengan terpaksa. sangat-sangat terpaksa ! . T.T huweee aku benar-benar di dandani seperti perempuan, dan aku bingung kenapa café itu memiliki kostum maido dan wig pirang panjang seperti ini. Jangan-jangan aku curiga kakashi-san mempunyai hobby mengerikan, yang kami tidak tahu. Kata Sakura aku sangat manis, apalagi wig pirang yang kukenakan di kuncir 2 seperti ini. Huwaahh aku malu sekali, apalagi saat Kiba dan Neji melihatku. MEREKA SAMPAI TENGANNGA SEPERTI ITU, shika? Jangan Tanya reaksinya ! akh aku makin malu saat Shikamaru melihat penampilanku. Pipinya merah sekali dan tiba-tiba langsung pergi entah kemana apai dia jijik dengan penampilanku. Ahh andai saja aku perempuan aku pasti sudah menyatakan cintaku dengan penampilan yang manis seperti ini, sayangnya… yaah sayangnya..
Flashback
"IEEEE ! AKU TIDAK MAU ! POKOKNYA TIDAK MAU !" teriak si rambut pirang a.k.a naruto.
Kakashi-san dan Sakura tersenyum sembari menyodorkan seragam maid beserta nekomimi berwarna putih pada Naruto.
"ayolah Naruto, kau itu sangat pantas memakai seragam ini. Lagipula… banyak request dari pengunjung-pengunjung perempuan, kalau mereka ingin sekali melihatmu memakai kostum maid ini." Ucap kakashi-san masih dengan senyum yang tak ter-definisikan
"iyaa Naruto.. sekali saja kok, lagipula ini juga permintaan dari para pengunjung café."kata Sakura
"POKOKNYA AKU TIDAK MAU ! " teriak naru lagi.
"Narutoo.. apa kau ingin gajimu ku-potong sebulan.., ahh apa 2 bulan saja ya.." Aura-aura menusuk menguar dari tubuh Kakashi . semua yang berada diruangan staff (*yaa hanya sakura kakashi dan naruto sih) merinding dengan aura ini apalagi naruto.
"JAHATNYA ! akukan tidak jahat padamu kakashi-san kenapa kau licik sekali." Naruto menangis-nangis gaje di pojok ruangan.
"naruto ingat aku.. bosnya..hohoho"
Dan AKHIRNYA SAUDARA-SAUDARA SEBANGSA DAN SETANAH AIR, Naruto mau juga memakai kostum maid itu.
"KYAAA….. KAWAIII DESUU~ NARU-CHAN …. Jika aku lelaki , aku pasti akan tertipu mentah-mentah melihat penampilanmu." Puji sakura.
"sakura-san , rok ini terlalu pendek." Ucap naruto
"tidak .. itu sudah pas kok.. sudah tidak usah malu kau itu anis sekali tahu Naru ! lihat… Kakashi-san saja sampai terbengong-bengong" pandangan Naruto langsung beralih kea rah kakashi-san, dan benar saja kakashi-san sampai terpana seperti itu.
"kyaaa… kiba dan yang lainnya harus melihat ini" sakura menyeret naru keluar dari ruangan staff.
"EHHH… SAKURA-SAN JANGAN… LEPASKAN AKU..AKU MALU !"
"braak" pintu ruangan staffpun terbuka. Untungnya hari ini café buka agak siang dari biasanya, jadi saat ini yang berada di dalam café hanya Kiba,Neji,dan Shikamaru.
"HEII KALIANN LIHATT SIAPA YANG KUBAWA…" teriak sakura masih menyeret Naru, namun hasilnya nihil si ke 3 orang itu masih tetap diam dengan aktifitasnya.
Neji sedang membaca majalah Shoxx , Kiba masih meng-otak-atik handphonenya, dan Shika, tentu saja ia tidur. Tidur adalah hal yang sangat berharga baginya.
"heii… jika kalian tidak melihat siapa yang aku bawa ini.. aku bersumpah kalian akan sangat menyesal." Ujar Sakura agak kesal karena tidak di-respon
"ckk..apa.. ap.." Kiba terpana saat mengalihkan pandangannya ke Sakura eh tepatnya ke belakang sakura. Neji yang sedang hikmat-hikmatnya membaca mengalihkan sedikit pandangannya dari majalah itu, dan alhasil matanya membulat dengan sempurna.
"NARUTO !" teriak mereka dengan bersamaan.
"ini benar kau? Astaga… kukira kau siapa… i..i..ini sangat … kawaii" pipi Kiba dan Neji lmerona dengan HEBAT. Gyaahh makhluk cantik yang berada di depan mereka benar-benar Naruto. Semakin naruto tersipu-sipu malu itu semakin menabah kemanisan dari dirinya.
"SUDAH MEMANGNYA AKU INI APA DI LIHAT-LIHAT TERUS !"
"hahaha naru semakin kau marah semakin kawaii loh .." puji neji .
"shika-shika HEI SHIKA CEPAT BANGUN.. HEI LIHAT INI.." Kiba mengguncang-guncang bada shika yang tidur dengan posisi duduk di kursi.
"CKK apa… kenapa kalian berisik… se.." yap alhasil reaksi Shika tidak jauh-jauh dari reaksi neji-kiba dan Kakashi-san, terpana dan pipinya merona dengan sempurna
'cantiknya…apa benar ia naruto..' ujar Shika dalam hati.
"GRAAAKK" dengan tiba-tiba Shika bangun dari tempat duduknya dan keluar dari café tanpa alas an yang jelas.
Shikamaru POV
Itu terlalu manis, aku tidak bisa melihatnya terlalu lama. Benarkah itu naruto ? dia.. tampak cantik dan manis dengan kostum maid itu. Akhhh kenapa aku harus lari juga. Bodohnya kau Shika.
"ckkk merepotkan saja… haaah.. kenapa mimisan pula." Aku menge-lap darah yang keluar dari hidungku. Astaga se-hebat itukah kemanisan naruto.
"oke… aku harus kembali lagi kesana, sepertinya aku harus menghindari tatapan langsung dari naruto"
End of Shikamaru POV
Naruto benar-benar full time dengan kostum maidnya. Banyak pelanggan siswi siswi SMA yang gemas melihatnya dan berlomba-lomba ber-foto dengan Naruto. Naruto hanya pasrah saja, dan lebih memilih untuk tersenyum. Sebenarnya ia masih tidak enak dengan Shikamaru, sejak tadi Shikamaru selalu buang muka jika bertemu atau bertatapan langsung dengan Naruto.
'apakah ia benar-benar jijik denganku? Ahh seandainya aku perempuan aku mungkin sudah berani menyatakan cintaku dengan kostum yang manis seperti ini.' Keluh naru didalam hati
Ahh Naru andai saja kau tahu.. kalau Shika hanya malu melihat penampilan manismu.. ahahah Naruto.. Naruto XD.
End of flashback~
Shika sedikit tersenyum mmengingat kejadian itu, yaa masih teringat sangat jelas semburat malu-malu di pipi Naruto. Ia mengakui, kalau itu adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. Ahh seharusnya ia tahu, jika ia memang menyukai Naru dari awal ia bertemu. Ahh andai ia tidak membohongi perasaanya ini, apa ia akan membahagiakan naru?
TBC~
Akhirnya aku apdet kilat astaga XDDD ini rekor minnasan XDDD gimana ? gimanaa? Ada yang udah sadar apa surepricenya XD? Mhiihihihi mau liat gambar naru pake kostum Maid ? mhihihihi XDD
Ayoo review kritik dan sarannya, request juga boleh #plaakk minna.. nanti di chapter depan ku selipin gambar naru-chan pake kostum maid .d nyan nyan bonus dengan nekomiminya pula XD mhihihihi… okelahh
JAA~ NEE minna-chan
