'air mata itu alat ukur paling tepat untuk mengetahui ketulusan seseorang'
•
•
2013? No, it's 1914
Naruto© Mashasi kishimoto
Story © Hikaroo Cherryn
WARNING
TYPO, OOC, AU, AT
•
•
"Kupikir kau mencintaiku?" (sorot matanya sangat tenang, walau sakit dihatinya benar benar menyesakkan)
...
"...Kau, tidak...aku memang mencintaimu!" (pemuda itu berbicara dengan nada yang menuntut)
...
...
...
"Kalau begitu relakan aku..." (raut wajah gadis itu berubah menjadi tegas walau kelihatannya yang ingin ia katakan berbalik arah dengan kata hatinya)
"...(pria berambut blonde itu menelan air liurnya dan menghembuskan nafas beratnya yang menyesakkan hatinya). Tidak!" (sebisa mungkin ia tidak akan berteriak didepan orang yang ia cintai)
...
...
(keadaan berubah menjadi sunyi seketika, tidak ada yang mampu berbicara)
"Tes...Tes...Tes" (langit pun mulai menghitam, angin angin yang bertiup dengan kencangnya diikuti tetesan air hujan yang jatuh dengan perlahan)
"Naruto, kita berbeda!...!" (air mata sang gadis mulai terjatuh bersamaan dengan jatuhnya air hujan)
"KALAU BEGITU AKU YANG AKAN MENGATASI PERBEDAANNYA!" (Naruto benar benar lepas kendali, ia tidak kuat lagi menahan sakit didadanya yang menyesakkan hatinya)
...
...
Gadis pink itu sedikit terkejut, tidak biasanya Naruto seperti ini.
"JANGAN KERAS KEPALA NARUTO, AKU...KITA TIDAK AKAN PERNAH BISA MELANJUTKANNYA!" ( gadis pink itu berteriak dengan kencangnya, walau nyatanya yang didengar Naruto itu hanya teriakkan penuh kesedihan yang lebih pelan bahkan sangat pelan dari biasa yang ia dengar)
Gadis bersurai pink itu berlari menerobos bulir bulir air yang jatuh membasahinya dan menjauhi Naruto sendirian diguyuri air hujan yang turun dengan derasnya.
...
"...Sa..kura..." (Naruto benar benar terpuruk, sangat terpuruk. Ia bahkan tidak beranjak dari tempatnya berdiri, ia terlalu sedih untuk melakukannya)
chapter 4
'Tears'
•
•
Ruangan kelas yang terlihat sunyi bahkan saat kalian memasukinya akan terasa aura aura membunuh dari para murid yang konsentrasinya diganggu. Tapi mungkin saat ini tidak berlaku untuk gadis seruling itu.
"Pssssttt!, Karin!"
"Ada apa?
"Aku punya ide bagus untuk mengerjai gadis pink itu!"
"Diamlah Tayuya,aku sedang-"
Kata kata Karin terputus, saat terdengar suara dari radio kelas yang benar benar nyaring. Dan terdengarlah suara cempreng dari sang penyiar radio yang menurut sebagian kecil para siswa laki laki Konoha High School errr...sexy?!
"Selamat pagi para siswa siswi, guru guru Konoha High School! gomenasai sudah mengganggu kegiatan belajar dan mengajar kalian"
Sebagian wajah para siswa laki laki bersemu merah saat mendengar suara sang penyiar radio.
"Akan diadakan program pertukaran kelas untuk teman baru kita ini!, jadi diminta untuk Haruno Sakura dan Sabaku No Gaara memasuki ruangan kepala sekolah sekarang juga!, sekian berita kilas dari Mei Terumi...Ganbatte minna!"
Para siswa laki laki mulai meneteskan air liur, ada yang bergumam sendiri dan juga ada yang tidur(?), ntah apa yang sedang mereka pikirkan.
•
•
"Huuuufftt, untung saja kata kataku tidak meleset tadi. Kalau ada sedikit saja, akan kubunuh kau Anko!"
"How stupid you Anko!"
"Go..gomen ne Tsunade sama, Mei chan..hehehehehehe!
•
•
Sakura POV/
Dasar sekolah ini membuatku kesal saja!, tapi bukankah ini yang aku harapkan? jauh jauh dari Karin...yaa mungkin harapanku memang terkabul. Akan tetapi bagaiman dengan Hinata? Kasihan kan dia sendiri!.
Aku memberesi alat alat tulisku, memasukkannya kedalam tas.
Aku menolehkan kepalaku kesamping dan tampak Hinata yang tersenyum lembut padaku, aku pun tersenyum balik padanya dan berjalan pergi meninggalkan Hinata melewati teman teman baruku yang menatap sinis kepadaku. Ini pasti karena hasutan nenek kacamata itu!.
Saat melewati tiga bangku, didepanku tampak seorang gadis berambut coklat yang dicepol dua membuat gerak gerik aneh dibangkunya, ia nampak ketakutan. Kakinya gemetaran, sesekali ia akan menoleh kebelakang. Atau jangan jangan...Karin memaksanya berbuat sesuatu?.
Kuhentikan langkahku, dan mundur beberapa langkah kebelakang, mengambil nafas dalam dalam, lalu berlari sekencang mungkin melewati bangku demi bangku.
Teman teman baruku menatapku bingung, dan sepertinya gadis bercepol itu nampak terkejut saat aku mundur tadi, mungkin ancaman Karin benar benar mampu meluluhkannya!, saat aku hampir melewatinya, ia mengeluarkan kakinya keluar. Dugaanku benar, gadis bercepol itu ingin membuatku terjatuh tadi, tanpa ambil pusing lagi aku mempercepat lariku. Bayangkan saja keadaan seperti slow motion sekarang.
...
Dan
...
"Aaaaawwwwwww!"
Kuinjak kakinya saat aku melewatinya.
"Ten Ten, ada apa?"
Sepertinya Kakashi sensei tidak sadar kalau aku berlari tadi.
"Tidak ada apa apa sensei, ta...tadi...aaa.."
"Sensei, aku permisi dulu!"
Karena tidak tega melihat kegelisahan Ten Ten(aku baru tahu saat Kakashi sensei yang mengatakannya tadi) aku memotong pembicaraannya dan membungkuk hormat padanya, saat sampai diambang pintu. Aku menolehkan kepalaku ketempat Ten Ten, ia tersenyum padaku dan lansung saja kusunggingkan bibirku lalu pergi keluar menuju ruang kepala sekolah.
Sakura POV end/
Ruangan itu tampak besar sekali, kira kira mampu menampung 37 orang dewasa dan 23 anak anak. Megah sekali bukan?, padahal yang menghuninya hanya satu orang saja.
Walau tampak seperti kamar tidur, tapi ruangan itu juga berfungsi sebagai ruangan kerja pribadi. Dan disana sudah berdiri dua pria yang saling menatap sinis, mereka yang berbeda pendapat dan sekarang mereka sedang mencoba untuk saling memahami diri masing masing.
"Aku tidak bisa melakukannya Sasuke"
"Kau tidak boleh egois Naruto!, pikirkan nasib klanmu. Kau tidak mau berakhir seperti klanku kan?"
...
...
"Aku...mencintainya!"
"Huh!, dasar keras kepala!, apa kau mau berakhir sepertku?"
"Hinata...tidak mati kan?, begitu juga Sakura. Dia tidak akan mati!"
"BUAAGHHH...BRAAK!"(Sasuke memukul Naruto hingga terpental menabrak pintu)
"Aaaahhhh, kenapa kau memukulku!"
"Sadarlah, posisi kita sama!"
"Aku, dulu..memahamimu, KENAPA SEKARANG KAU TIDAK MEMAHAMIKU!" (amarah Naruto yang meledak memicu bangkitnya monster yang tertanam pada diri Naruto. Perlahan lahan warna matanya pun berubah menjadi merah)
"...Naruto..."gawat,ini benar benar gawat!"(Sasuke yang terlihat begitu panik atas perubahan Naruto, bukan berarti ia takut atau tidak, tapi karena ia cemas Naruto akan lepas kendali)
...
...
...
...
...
"Sasuke...aku tidak mau melihatnya menangis lagi!"(Naruto yang sadar akan perubahannya, menekankan emosinya dan mencoba tenang didepan Sasuke yang nyatanya ekspresinya lebih tenang seperti biasanya)
"Kau tahu Naruto, kalau kau bersamanya...Maka yang menangis akan lebih banyak, bukan hanya sakura saja!"
...
...
"Aku mengerti!, aku akan melakukannya"
"Aku percaya padamu Naruto!"
...
...
...
"Hey, kau mau kemana Naruto!"
"Aku ingin sendiri, jangan ganggu aku"
"hnn, aku mengerti!"
Naruto POV/
Aku tidak tahu mau kemana, biar kakiku lah yang menentukannya. Aku benar benar lelah sekali, jika kalian melihat apa dan bagaimana yang kurasakan saat ini, mungkin kalian akan mengatakan kalau ini adalah 'Gejala Sakit Hati'. Yaa memang benar aku sakit hati, tidak bisa bersama dengan orang yang kucintai dan kenapa Sakura harus mengalah, itu membuat hatiku lebih sakit. Dan itu akan membuatnya lebih banyak menangis!
Aku tahu Sakura itu gadis yang sangat kuat, sangat kuat, dan dia pernah menghajar kelompok Yakuza yang bertugas melindungiku, tapi dia gadis cengeng.
Mungkin cukup lama aku bergumam, kakiku membawaku ke tempat dimana Sasuke dan petapa genit itu menemukanku hujan hujanan 3 jam yang lalu. Saat dimana aku bertemu untuk terakhir kalinya dengan Sakura.
"HA..HA..HA"
Mungkin kalau kalian mendengar tawaku, ini lebih bisa diartikan tawa kesedihan!
"Aku...akan merindukanmu..."
"Sakura chan!"
"Sakura chan!"
"ohhh, sumimasen Anko sensei, bisa diulang?"
"Dasar kau ini"
"Gomen ne, Tsunade sama dia sedang melamun!"
"Huh!. So Gaara, Sakura kelas kalian tertukar, you can go to your each class NOW!"
"Hai Tsunade sensei"
Sakura membungkukkan tubuhnya begitu juga Gaara(sebenarnya ia hanya meniru apa yang dilakukan Sakura dari tadi), mereka agak ketakutan saat mendengar nada bicara Tsunade yang terdengar akan memakan mereka hidup hidup.
"Gaara, kelasmu dimana, dan kau duduk dimana?"
"...Mungkin kau tahu, kelas yang dihuni oleh gadis berambut pirang pucat ekor kuda dengan mata biru, aku tidak tahu biru jenis apa itu, tapi dia sangat cerewet!
'Bukankah itu Ino, kalau Ino tahu apa yang akan dia lakukan yah?!' batin Sakura
"ohh dan aku duduk dengan laki laki beralis tebal, berwajah bulat dan bulu matanya yang mengerikan dihiasi rambut mangkok yang boleh kuakui cukup mengkilat yang sama dengan cengingiran khasnya"
"Hahaha, mungkin aku telah menyelamatkanmu dari alis tebal itu hahaha..."
"Huh, dan aku berterimakasih sekali denganmu!"
"Tapi Gaara, kau cukup beruntung!. Kau duduk dengan seorang gadis cantik nan lembut!"
"Hahhh, benarkah?"
"hmmm, tapi dikelas barumu itu dihuni seorang nenek sihir kacamata rambut merah cerewet dan angkuh!"
"Woooowww, kalau begitu aku akan memastikan kalau aku tidak akan terekena kutukan dari nenek kacamata itu Sakura san!"
"Hahahahaha, kalau begitu aku pergi dulu, kau tahu kan dimana kelasmu Gaara?"
"Huh, kau meremehkanku!, sebelah mataku bisa terbang"
"Hahahaha, leluconmu jelek lho, ok jaa ne Gaara!"
Sakura berlari dan belok ke kiri meninggalkan Gaara yang masih berjalan pelan lurus melewati koridor kelas yang cukup gelap.
"Padahal aku tidak berbohong" gumam Gaara.
•
•
"Psssttt...Naruto, hei Naruto!"
"Berisik, diamlah...Asuma sensei akan marah kalau kau berisik Kiba!"
"Aku tidak berisik?"
"Tapi kau menggangu!"
"...Aku hanya jalan jongkok, lalu berbisik kepadamu!"
"Dasar!, selesaikan urusanmu atau tidak..pergi!"
"Baik baik Naruto sama. Hey, aku ingin minta bantuanmu!"
"Apa, sepertinya mencurigakan sekali!"
"Hehehe, bisakah kau sembunyikan bungkusan ini ditempatmu Naruto?!"
"Hnnn, apa isinya?!"
"Kau tidak perlu tahu!"
"Kalau begitu, urusi dirimu sendiri. Suruh saja Lee!"
"Kau gila Naruto?! alis tebal itu pasti akan mengungkitnya didepan Gai sensei"
"Kalau begitu Ino saja!"
"Kau mau dia menghajarku HAAAHHH!"
"Kalau beg-"
"Aku mohon Naruto, Baik baik aku mengaku, ini video hentai!, dan aku minta tolong padamu untuk menyembunyikannya!"
"Memang kenapa harus denganku?"
"Dikelas ini kau siswa yang jarang buat ulah saat pelajaran, jadi kemungkinan kecil kau tidak akan diperiksa Naruto!"
...
...
...
...
"Aku mohon naruto!, Naruo Naruto Naruto aku mohon padamu, tanpamu aku tidak akan melewati hariku dengan bahagia!"
...
"Hehehe, aku sangat suka jika ada orang yang memohon padaku bahkan sampai memanggil namaku tiga kali, Baiklah aku akan mmbantumu!"
"Arigatou Naruto, Arigatou. Ini ambilah!"
...
"Aku percaya padamu Naruto!"
...
...
Naruto POV/
"Cih, apa bagusnya video ini!"
Aku benar benar kesal pada Kiba, laki laki di Konoha High School itu banyak sekali. Tidak akan ada yang menolaknya untuk membantu menyimpan video ini!
Lalu kenapa Ichibi itu pergi, aku sangat penasaran dengannya!
"Tok...Tok..."
Siapa lagi yang mengetuk pintu, menganggu saja!
Naruto POV end/
"Masuk!"
Asuma sensei mempersilahkan orang yang mngetuk itu masuk, sepertinya dia anak yang akan menggantikan ichibi itu!"
"Permisi!"
"Ohh rupanya kau, silahkan masuk, lalu perkenalkan dirimu Haruno san!"
Sakura berjalan masuk, seisi kelas hanya menatapnya dengan tatapan yang bisa diartikan 'siapa kau, kenapa kau ada disini, merepotkan saja, aku ingin berkenalan denganmu'
"Hai..sensei. Konnichiwa minna watashi no namae wa Sakura, Haruno Sakura. Yoroshiku"
"Sakuraaa, aku tahu itu kau!, hahahahahaha-"
Ino tiba tiba berdiri dan berteriak sekencang mungkin, membuat seisi kelas hanya geleng geleng saja.
"Tolong diam Yamanaka san!"
"Huh, baik sensei"
"sensei, bolehkah aku duduk?"
"Silahkan Haruno san!"
Sakura berjalan lurus, setelah Ino mengoceh tadi. Ia sudah menginvestigasi wajah wajah para siswa dikelas barunya. Dan ketemu..pria beralis tebal, sesuai dengan yang dikatakan Gaara tadi. Sakura berjalan lurus melewati teman teman barunya yang menatapnya takjub, ntah karena karin lagi atau menyukainya mungkin(?).
Sakura POV/
Saat aku sampai ditempat yang Gaara katakan aku menatap keajaiban didepanku atau bisa diartikan kemalangan didepanku. Alis tebal itu menatapku dengan wajah yang membuatku jijik(maaf atas pemikiran kata kataku yang kasar ini alis tebal, tapi otak dan hatiku berpendapat sama).
Alis tebal itu bersemu merah hebat, dan kalian tahu apa yang ia katakan?
"S..Sakura, aku b..boleh memanggiiilmu begitu kan?!"
Yaa ampun alis tebal ini gagapnya sama seperti Hinata tapi setidaknya Hinata lebih baik.
"Ten..tentu saja boleh..."
"Lee, Namaku Rock Lee. Panggil saja aku Lee Sakura!"
"B..baiklah Lee" (jawabku ragu ragu)
"Sakura, aku ingin bertanya padamu. A..aduh susah sekali?"
"?, apa yang ingin kau katakan Lee?" (kepalaku penuh dengan tanda tanya)
"Aaa..pa kau men..yukaiku"
Hahaha(hatiku tertawa histeris), pria ini gila, ingin rasanya kuhajar dia. Tapi itu tidak mungkin kan?
"A..Apa yang kau maksud lee?"
"So..soalnya, kau tidak bertanya dengan Asuma sensei mau duduk dimana tadi, dan kau langsung datang mendekatiku, kalau kau menyu-"
Belum selesai alis tebal itu melanjutkan kalimat menggelikannya yang membuatku ingin muntah, sudah kuhentikan dulu, yaa ampun..mimpi apa aku semalam!
"Gomen ne Lee, aku tadi bertanya dengan Gaara. Kata Gaara aku duduk disini, apa aku salah?"
Tiba tiba saja Lee jadi tidak bersemangat, dia menundukkan kepalanya. Bukannya aku cemas tapi..begitulah.
"Lee, Lee kau tidak apa apa?" (kataku sambil mengguncang tubuhnya)
...
...
...
...
...
...
Ohh, sudah cukup, alis tebal ini membuatku gila!
...
...
...
...
Seseorang tolong panggil Ambulance!
...
...
Ada apa dengan dia, kenapa diam diam saja HaaaaHHHH!
"...APA, GAARA KUN LAH YANG MENYEBABKAN INI SEMUA, DIA MEMBUAT SEMANGAT MASA MUDAKU INI BANGKIT, SUDAH KUPUTUSKAN MULAI SEKARANG DIA AKAN JADI RIVALKU!"
sontak seisi kelas termasuk aku terkejut dengannya. Lee berteriak dengan semangatnya, dan aku hanya terbengong bengong melihat mata Lee, aku tidak tahu kalau mataku punya kelainan atau sudah saatnya aku pakai kacamata sama seperti Karin atau tidak tapi, MATA LEE MENGELUARKAN API, APA INI NAMANYA SEMANGAT MASA MUDANYA?, aku menjerit dalam hatiku, kalau saja asuma sensei tidak meneriaki Lee untuk diam, mungkin aku akan pingsan ditempat. Ohh, Kami sama, apa dosaku sebegitu beratnya?!
Sakura POV end/
•
•
'Ice Cream'
•
•
Kushina baru saja pulang dari supermarket yang menjual sayuran setengah harga, kalian tahu butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Dan hasilnya benar benar memuaskan, Kushina membawa pulang dua kantong plastik besar penuh dengan makanan sehat lima sempurna dengan wajah yang berseri seri.
"Hahahaha, Naruto pasti akan menghabiskan tanpa tersisa lagi kare yang kubuat. Remaja memang hobi jual mahal hahaha-"
"Hiks...Hiks..."
Samar samar Kushina mendengar suara tangisan dijalan dekat taman, tapi dia tidak melihat siapa siapa, karena penasaran Kushina bergerak maju dengan cepat. Dan nampak seorang bocah tujuh tahun sedang menanggis sejadi jadinya didepan seorang wanita yang berpenampilan seperti nyonya besar tampak memarahi bocah tersebut sampai menangis dan terus menerus mengatakan maaf.
"Hiks...Ma maafkan a..ku, aku tidak sengaja nyonya...hiks"
Kushina sungguh iba melihatnya, saat Kushina ingin membela bocah itu, wanita yang memarahinya itu langsung pergi. Tanpa aba aba lagi Kushina langsung berlari mendekati bocah itu dan melepaskan belanjaanya lalu jongkok menyamai tinggi dengan bocah yang masih menangis itu.
"Hey, kau tidak apa apa?"
"Hiks...hiks...aku tida..k ap..a apa...hiks"
"Hey, sudah tiak apa apa kan? ayo jangan menangis lagi. Kita duduk dulu dikursi taman disitu!"
Bocah itu mengangguk lemah dan mengikuti Kushina yang berjalan menenteng belanjaannya lalu duduk bersama.
"Ini makanlah!"
Kushina menyodorkan es krim yang dibelinya untuk Minato, sebenarnya Minato yang meminta Kushina untuk membelinya. Tapi berbuat baik tidak masalah kan? Maaf yaa Minato.
"Arigatou"
Bocah itu tampak tenang saat Kushina menyodorkan es krim, anak anak memang begitu kan?
"Siapa namamu, apa yang terjadi tadi, kenapa sendirian?"
Kushina melayangkan bertubi tubi pertanyaan yang awalnya membuat bingung bocah itu, tapi ternyata tidak juga, daya tangkap bocah ini lumayan juga.
"Namaku Konohamaru, Aku tadi tidak sengaja menjatuhkan es krimku disepatu nyonya galak itu, lalu dia memarahiku sampai membuatku menangis, kakakku seorang dokter, dia sedang bekerja, tapi nee chan bilang akan menjemputku, mungkin telat.
Konohamaru menjawab pertanyaan Kushina tanpa jeda.
'jangan jangan orang tuanya sudah meninggal, makanya dia mengatakan kakaknya, hanya kakaknya' batin kushina.
"Obasan arigatou"
"eehhhkkk, untuk apa?" (bocah itu memanggilku seperti itu enak saja, wajahku ini seperti anak SMA tahu!)
"Untuk es krimnya, aku tadi sudah diberi satu rasanya enak dari seorang pria misterius lho, dan sekarang obasan yang memberi lagi, aku jadi punya dua es kri-"
Belum selesai Konohamaru berbicara, Kushina sudah menyetopnya dulu dan mungkin sebentar lagi bocah itu akan menangis.
"APA!...pria misterius, hey Konohamaru seharusnya kau tidak boleh menerima pemberian dari orang asing begitu mudahnya, kau itu masih ANAK ANAK!"
"Tapi bukankah obasan juga orang asing?"
Konohamaru membela diri dengan polosnya dan mendapat anggukan dari Kushina.
'Anak ini memang pintar' batinnya, dia mirip dengan seseorang tapi siapa yaa?
"KONOHAMARUUU..."
"Aaaohhh, nee chan!"
Konohamaru berlari dengan antusiasnya saat kakaknya mendekat, Kushina yang merasa bertanggung jawab atas kejadian tadi, akhrinya ikut mendekati kakak Konohamaru tidak lupa dengan belanjaannya juga.
"Arigatou waaaaahhhhh, Kushina sensei"
Teriakkan kakak perempuan Konohamaru suses membuat Konohamaru dan Kushina meloncat kaget.
"Apa aku mengenalmu?"
"Yaa ampun Kushina sensei. Aku ini murid Minato sensei, ingat Rin!"
...
...
"Ohhhh, Rin sudah lama kita tidak bertemu, pantas Konohamaru itu pintar, ternyata keturunanmu!" (aku beruntung, Rin tidak memanggilku Obasan seperti Konohamaru)
"Hehehehe iya yah sudah lama kita tidak bertemu tapi sensei terlalu memujiku, sekarang anda sudah terlihat lebih tua sedikit!"
(Tapi terlihat tua, aku pikir aku tambah muda? kakak dan adik sama saja)
"Rin, kau masih ingat kan dimana rumah sensei? Mampirlah kapan kapan, aku merindukan masa mudaku HAHAHAHAHA!"
"Tentu saja masih. Tapi gomen ne sensei, apa aku mengingatkanmu dengan masa mudamu?"
"Nee chan ayolah, kita pulang aku sudah lapar!"
Konohamaru yang merasa risih karena terabaikan akhirnya membuka mulut lalu menari narik lengan pakaian Rin yang sedang bercengkrama dengan Kushina.
"Rin, kau tahu Konohamaru itu sangat pintar. Jadi bawalah dia mampir kerumah sensei, Minato pasti akan senang juga"
"Hahahahaha, baikalah sensei tapi dia itu merepotkan lhoo, ohhh iya aku juga sudah lama tidak bertemu Naruto. Bagaimana dia sekarang yaa?"
"Haahahhaaha, tidak kalah merepotkannya dengan Konohamaru lhoo"
"hahahaha.."
Kushina dan Rin tertawa bersama sedangkan Konohamaru dia tambah risih karena terabaikan.
•
•
Rin dan Konohamaru berjalan beriringan lewat jalan setapak rumahnya yang sangat sepi, padahal masih pagi
"Nee chan, aku tadi diberi dua es krim dari dua orang lhoo"
"ohh yaa siapa? sudah mengatakan terimakasih kan?"
"Obasan sama gak tahu, ada dong aku bilang arigatou!"
"Hmmm, Konohamaru gak tahu itu siapa? Nee chan bingung"
"Gak tahu, tapi dia itu cowok, matanya warna hitam bajunya juga hitam, tapi sayang makai topeng. Jadi aku tidak bisa lihat dehhh"
'jangan jangan itu kau...Obito'
"apa nee chan bilang apa?"
"Ohhh, enggak. Nee chan bilang jangan lupa bilang terima kasih yaa"
...?
•
•
"Ooiiii topeng muter kemana saja kau"
"Ohhh, hallo senpai. Jalan jalan lagipula gak ada misi!"
"Hnnn, terserah!"
TBC
•
•
HC/N:
Mungkin, chap 4 ini lebih lama dari chap kemarin kemarin yaa?, benar... seorang manusia jika kerjaannya makin lama makin numpuk maka semakin lambat lah manusia itu bekerja#plaaak, oiii bohong tuhhh!
Hehehe, langsung keinti dehhh..(sambil ngelus ngelus pipi hikaroo yang mulus#plaaak, muntah aku!
Mungkin banyak yang nanya kenapa diBold, ini jawabannya...
Untuk membedakan mana Tahun 2013, mana tahun 1914#plaaak, How stupid you Hikaroo, kenapa dibocorin!
Jadi kalo ada kalimat yang diBold itu artinya tahun 2013, dan satu lagi...
Mungkin ada yang bingung apa hubungan antara Narusaku tahun 1914 dengan Narusaku tahun 2013, readers tabak tebak aja dulu dehhh yaa#plaaak, tebak aja sendiri!
Ohhh yaa, Tsunade disini cuman bisa bahasa Inggris, dia kepala sekolah nya Naruto dkk, Sedikit demi sedikit Tsunade bakal pintar bahasa daerahnya sendiri.
"Siapa sihhh, yang nampar aku dari tadi!"#kabuuuurrrr, jaa ne minna. Tunggu chap depan dari Hikaroo Cherryn dengan sabar lagi yaa.
special thanks to the read
^o^
special thanks to review
