Nyahahahahahahaha #tendanged. Maaf, klo updatenya agak telat. Soalnya habis Try Out *kagak penting -"*. Arigatou buat para reviewer sebelumnya karena udah mau riviuw fic gaje ini ^sujud sungkem^. Okeeh, tanpa banyak bacot lagi. Langsung saja….

Disclaimer:

Masashi Kishimoto

Summary:

Sasuke dan Sakura. Mereka hanya akrab melalui pesan singkat yaitu sms, tetapi saat bertemu mereka tampak tak saling kenal. Lalu, apakah yang akan Sasuke lakukan setelah mengetahui bahwa Sakura mengidap sebuah penyakit berbahaya?

Rated:

T

Warning:

AU ,Tidak masuk akal, gaje, sedikit OOC, agak OC, straight, DMBL

Don't Like, Don't Read.

.

Keesokan Harinya, pukul 04:37

"Huuaaah!" Seorang gadis berambut pink menguap cukup lebar sambil mengucek-ngucek mata emeraldnya yang kini sudah agak dibasahi dengan air mata. Bukan karena menangis. Dia sekarang sedang berada di sebuah kamar. Kamar yang author akui cukup mewah. Dan sudah lama diketahui kalau gadis tersebut bernama Sakura Haruno.

"Ada sms?" batinnya mengambil handphone yang berada di meja sebelah kasur yang ia duduki sekarang.

From: Sasuke

Hn. Ohayou~

.

Saukra sedikit menaikkan sebelah alisnya. Terlihat sedikit senyuman menghiasi bibirnya.

To: Sasuke

Ohayou~ aku tak sabar lagi menunggu hari esok. .

.

From: Sasuke

Hn. Aku juga, lagi ngapain?

.

To: Sasuke

Belum sempat ngapa-ngapain, baru aja aku bangun tidur. Kamu?

.

From: Sasuke

Aku lagi duduk-duduk gaje, sambil minum minum gaje pula

.

To: Sasuke

Minum apa?

.

From: Sasuke

Hn. Jus Tomat kesukaanku.

.

To: Sasuke

Jus Tomat yah?

Hmm…

.

From: Sasuke

Memangnya kenapa?

.

To: Sasuke

Tidak apa-apa, oh iya! Ada yang ingin ku tanyakan

.

-oOo-

Di tempat lain… Pukul 05:57!

From: Sakura

Hahag, kau lucu juga yah? Aku kira selera humormu rendah

.

To: Sakura

Hn. Aku tak merasa demikian, tapi… selera humorku ini sangat tinggi, saking tingginya sampai-sampai kau tak akan bisa memahaminya

.

From: Sakura

-Sweatdrop- Hahaha, hey, sebentar lagi sekolah!

.

To: Sakura

Ya. Sudah dulu yah. Aku mau mandi, see you~

.

From: Sakura

Haik!

.

Sasuke bangkit dari kursi yang sedari tadi menemaninya duduk. Sambil melemaskan seleruh tubuh yang agak kaku. Lalu, mengambil handuk untuk segera mandi. Tetapi…

"Oh tidak! Karena terlalu asyik smsan aku jadi lupa mandi. Sial, harus antri," batin Sasuke melihat Naruto, Shikamaru, dan Kiba yang berjejer di depan kamar mandi.

"Sepertinya, aku terlambat!" kata Sasuke yang berhasil mengejutkan Kiba.

"Eeh ayam ayam ayam… Eh, Sasuke! Haha, yaa, guru agama sedang mandi tuh. Semoga sebentar lagi selesai," kata Kiba sambil tersenyum simpul. Diselingi Shikamaru yang berkata, "mendokusai~

-oOo-

"Sasuke!" kata Kiba agak berteriak kepada Sasuke yang ada didepannya. Seperti biasa, responnya, "hn."

"Heh, dingin seperti biasa. Aku rasa kau akan mendapatkan ranking pertama lagi, seperti semester lalu, haha.." Kiba tertawa. Mereka berdua kini menyosori ruangan demi ruangan yang berada di SMAN7 itu. Secara gaje tentunya, tanpa tujuan yang jelas.

"Hn. Memangnya aku peduli?" ujar Sasuke tambah ingin. Kiba sweatdrop. "Naruto?" lanjutnya.

"Hahay, akhirnya kita bertemu lagi.. Hahaha," kata Naruto yang datang menghampiri Kiba dan Sasuke.

"Kenapa aku harus bertemu denganmu lagi! Sudah hampir setiap hari aku melihat tampang cengo mu itu! Oh kami-sama, berikanlah aku waktu meskipun hanya satu hari untuk tidak melihat wajah gila Naruto," kata Kiba alay dan lebay. Hal itu sontak membuat Naruto swt, sedangkan Sasuke masih tetap keren.

"Hey, Sakura. Menurutmu, besok kau mendapatkan peringkat berapa?" ujar Ino kepada Sakura. Ya, mereka berdua kini sedang berjalan menuju kantin. Untuk membeli makanan tentunya.

"Entahlah, terserah aku mau peringkat berapa," ucap Sakura sambil tersenyum manis. "Oh iya… Baru ingat, ada sesuatu yang tertinggal di laci mejaku! Aku ambil sebentar yah," lanjutnya agak panik membuat Ino mengerutkan dahinya.

"Dasar, jidat lebar!" gumam Ino pelan sambil melihat gadis pink kawannya itu semakin jauh meninggalkannya. Sementara itu…

"Hahahaha… Itu benar sekali!" tawa laknat Naruto menggema keseluruh penjuru ruangan yang mengakibatkan mereka (Sasuke, Kiba, Naruto) menjadi pusat perhatian para siswa-siswa disana. Kiba menggetok kepala Naruto agak keras.

"Auw."

"Bisakah kau tenang sedikit, dasar durian Bangkok!" bisik Kiba dengan nada agak sedikit kasar. Tetapi hal itu dibalas Naruto dengan getokan supernya. Kiba pun kembali membalas, dan akhirnya terjadi acara getok-menggetok diantara mereka berdua.

"Hn. Aku mau ketempat biasa," ujar Sasuke nyambung meninggalkan kedua temannya yang sedang asyik ber-getok-ria. Sepertinya perkataannya kali ini tidak didengarkan oleh Kiba dan Naruto.

Sasuke kembali menyusuri ruangan sekolahnya yang diakui cukup mewah dan luias. Rasa syukur selalu ia ucapkan setiap hari karena bisa mendapatkan beasiswa untuk bersekolah disini. Tak lama setelah beberapa langkah berjalan, mata onyx miliknya kini menangkap seorang gadis bermata emerald yang tengah berada dihadapannya. Sang gadis sekarang sedang menuju kemari, mungkin.

"Itu, Sakura. Eeng!" batin Sasuke kacau. Melihat sang gadis semakin dekat dengannya.

Tinggal beberapa meter lagi mereka berdua akan bertemu. Ingin sekali rasanya bagi Sasuke untuk menyapanya. Memanggil nama gadis tersebut. Tetapi, entah mengapa bibirnya terasa kaku. Terasa sulit untuk mengucapkan, "hay Sakura" atau semacamnya. Tinggal beberapa meter lagi atau mungkin tak sampai satu meter. Sasuke menatap kearah bawah, seperti mempersiapkan segalanya. Tak tau mengapa ia menjadi seperti ini….

Set..

Sakura melewati Sasuke tanpa sepatah kata apapun, dan tanpa sedikitpun menatapnya. Onyx tak sempat bertemu kembali dengan Emerald. Dan itu sangat disayangkan. Sakura sekarang sudah jauh meninggalkan Sasuke.

"Hay, Sa-Sakura," gumam Sasuke pelan menatap Sakura yang semakin jauh darinya. Terlambat. Pasti sekarang dia sudah sangat menyesal. "Hn," lanjutnya yang kemudian kembali berjalan ketempat asal tujuannya. Berusaha melupakan kejadian yang barusan terjadi.

Sakura terus berjalan, melewati siswa-siswi yang menghalangi dengan sekuat tenaga (?). Dan akhirnya sampailah ia ketempat tujuan. 10-4, ruangan kelasnya saat ini. Ini adalah hari terakhir ia belajar di ruangan ini. Mungkin. Gadis pink tersebut berjalan menuju meja tempat duduknya. Segera memasukkan sebagian tangan kanan kebawah laci meja. Mengambil sesuatu, kemudian melepaskan tas yang dipakainya pelan. Lalu, memasukkan 'sesuatu yang ia ambil tadi kedalam tasnya.

"Sebentar lagi," gumamnya sedang melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Kemudian segera berjalan meninggalkan ruangan kelas yang ia tempati sekarang.

-oOo-

Sasuke merebahkan pantat ayamnya *maksudnya kepalanya* ke sebuah kasur untuk sedikit mengistirahatkan dirinya yang sangat lelah. Jelas saja, dia harus membantu si nenek sihir *baca: Tsunade* mengangkatkan barang belanjaannya yang super banyak itu, ditambah lagi jarak yang ditempuh juga cukup/sangat jauh. Yaah, ini mungkin imbalan karena Tsunade sudah mau mengambil rapot milik Sasuke yang seharusnya diambil oleh orang tuanya. Tetapi karena orang tua Sasuke sudah… sudah…. Eeng… Meninggal, jadi yaa (?)

"Huuh," keluhnya sambil mengambil hanphone yang berada di meja sebelah kasur tempat dia beristirahat sekarang. Sembari mengutak-atiknya. Ternyata sekarang dia berniat untuk mengsms Sakura.

To: Sakura

Kur, lagi ngapain?

.

Tak lama menunggu ternyata balasan yang telah dinantikan datang juga.

From: Sakura

Kar Kur Kar Kur, emang nya apa?

Hahaha

Nggak lagi ngapa-ngapain, duduk termenung seperti biasa

.

Sasuke agak sedikit berfikir, entah kenapa. Setelah itu kembali tangan mungilnya mengetik keypad di handphone nya dengan secepat petir.

To: Sakura

Lha?

Katanya nggak ngapa-ngapain, duduk termenung itu berarti kau ngapa-ingapain!

Dan oh iya, km ranking brapa?

.

From: Sakura

Haha, iya iya. Aku ngapa-ngapain. Puas?

Yaa, 2, kau?

.

Mata kiri Sasuke sedikit membulat setelah membaca sms dari Sakura, "ranking 2? Waaw, ternyata dia gadis yang cukup pintar. Eeng… mungkin bukan cukup, tetapi pintar saja."

To: Sakura

Belum belum

Hn, aku..

Ranking 32,

.

From: sakura

Trus?

==" Serius wooyy,!

.

Terukir sedikit senyuman di wajah pria berbokong ayam tersebut. Tapi, sesuatu mengganggunya.

"Sasuke! Cepat kemari, gawat!"

Suaru itu, tak asing dan tak bukan itu adalah suara teriakan gaje dari Naruto. Dengan malas-malasan sasuke bangkit dari kasurnya dan segera mendatangi asal suara tersebut.

"Hn, ada apa?" ucap Sasuke dengan tampang lebih malas dari tadi.

"A-aku," Naruto sedikit bersemu merah *loh?*, juga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sasuke mengangkat sebelah alisnya.

"Hn?"

"Boleh aku pinjam uangmu? Please, aku sangat perlu!" kata Naruto dengan puppy eyesnya yang sukses membuat Sasuke nosebleed ^ralat^ maksudnya Sweatdroop.

"Memangnya untuk apa?" tanya Sasuke.

"Untuk, membeli komik berjudul 'NARUTO'.. Hahay, aku suka ceritanya!" Naruto mengepalkan tangannya bersemangat.

"Waah, ternyata kau sekarang menyukai komik itu yah? Baiklah, terserah. Tapi, ingat! Hanya kupinjami," jelas Sasuke sambil berlalu meninggalkan Naruto yang sedang nyengir menuju kamarnya. Setelah sampai, ia membuka sebuah laci dan mengambil sebuah dompet berwarna coklat tua. Tak lama kemudian, beliau (?) keluar dari kamar dan segera datang menunggu pria duren yang telah menunggu kedatangannya.

"Ini," kata Sasuke singkat padat dan jelas sambil menyerahkan sejumlah uang kearah Naruto.

"Hahay, arigatou gozaimashitta, Sasu-kun! Kau memang sahabatku yang paling baik sedunia!" kata Naruto yang langsung memeluk erat-erat sahabatnya tersebut (baca: Sasuke), yang dipeluk hanya bisa pasrah.

"Huuaah, apa yang terjadi disini?"

Seseorang berhasil mengejutkan si dobe-teme. Pria tersebut mempunyai rambut yang cukup besar dan hampir menyerupai nanas. Ia datang sambil menguap yang menandakan pria ini sangatlah pemalas. Tak lain tak bukan pria tersebut adalah Shikamaru Nara. Teman kost-an nya NaruSasu.

"Ck, dasar pemalas!" gumam Naruto pelan, berharap agak tak didengar oleh Shikamaru. "Nggak ada apa-apa, lebih baik kau mencuci pakaian saja," lanjut Naruto sudah agak keras.

"Huuh. Mendokusai, lebih baik aku tidur saja. Sudah dulu yah, aku ngantuk," gerutu Shikamaru yang sekarang bergegas meninggalkan NaruSasu.

"Hmm… Sudah dulu ya Sas. Aku mau ke toko buku dulu, jaa~" Naruto ngacir meninggalkan Sasuke yang sedang berdiri terpalu (?)

Dengan malas-malasan Sasuke kembali menuju kekamar nya. Ya, untuk membalas sms Sakura tadi. Setelah sampai, dia kembali merebahkan tubuhnya dan mengutak-atik handphone kesayangannya. Mata sedikit terbelalak setelah melihat ada satu pesan belum terbaca.

From: Sakura

Sas,?

.

To: Sakura

Hn, maaf, tadi ada gangguan sedikit dari si kepala durian

Tadi kita mendebatkan tentang apa?

.

From: Sakura

Oh~

Kita nggak berdebat tadi, aku Cuma nanya km ranking berapa?

.

To: Sakura

1

.

From: Sakura

Apanya?

.

To: Sakura

Aku ranking 1

.

From: Sakura

Serius?

.

To: Sakura

Klo nggak percaya ya udah

.

From: Sakura

Ya udah deh, aku percaya…

Wiih, km ternyata orangnya pintar yah!

.

To: Sakura

Tidak, aku cuma orang biasa yang biasa-biasa , iya. Katanya saat liburan ini kelas kita mau pergi ke PU^^A^. Kau ikut?

.

Lama menunggu masih tak ada jawaban datang dari Sakura. Sasuke sekarang terlihat sangatlah bosan. Ingin rasanya ia terlelap sekarang, mengistirahatkan seluruh tubuhnya yang telah lelah beraktivitas hari ini. Tetapi sebelum itu terjadi, handphonenya kembali berdering.

From: Sakura

Mbb

Hmm… sepertinya aku ikut.. Kau?

.

To: Sakura

Mbb? Apa itu?

Sepertinya aku juga ikut, itu masih perkiraan. Bisa saja ada urusan mendadak..

.

From: Sakura

Hahaha

Mbb itu artinya Maaf baru balas, masa kau tak tau?

Urusan mendadak? Contohnya?

.

To: Sakura

Hn, ternyata itu yah. Aku benar-benar tak tau, jelas saja. Aku orangnya tak terlalu mengikuti trend masa kini

Contohnya..

Misalkan Tsunade-sama menyuruhku untuk menemaninya membeli sesuatu atau menemaninya pergi kesuatu tempat untuk melakukan suatu urusan bisnis.

.

From: Sakura

Hahag, aku tak yakin

Membeli itu kan cuma sebentar, tak akan lama. Lalu, bisnis apa?

Dan lagi, siapa itu Tsunade-sama?

Ibumu yah?

.

Deg..

Sasuke sedikit tercekat setelah membaca kata ibu di pesan yang dikirim Sakura kepadanya. Sekarang, tiba-tiba saja ia tertunduk lesu. Kembali teringat dalam benaknya, kematian ibunya. Membuatnya hampir meneteskan air mata. Itu cuma hampir, dia adalah seorang laki-laki. Laki-laki tak boleh cengeng bukan? Yaah, wajar saja. Karena dulu, dia harus melihat sendiri detik-detik kematian ibunya. Terlebih lagi dia masih tergolong lugu saat itu karena masih berumur 10 tahun.

To: Sakura

Tak yakin, kenapa?

Kau tak tau, Tsunade-sama itu bila belanja tak bisa kurang dari 3 jam. Pasti lebih dari itu, dan bila aku menolak permintaan untuk menemaninya belanja, glek!

Tsunade-sama itu pemilik kost tempat aku dan Naruto tinggal. Jadi, dia bukan ibuku..

Ibuku sudah meninggal sejak 6 tahun yang lalu

.

From: Sakura

Sudahlah, lupakan

Ouwh, lalu bisnis?

Eeng… Gomen, aku tak bermaksud untuk membuatmu sedih

.

To: Sakura

Baiklah…

Bisnis, hmm. Pokoknya bisnis, kau tak perlu tau

Sudahlah, tak apa-apa

.

From: Sakura

Gomen sekali lagi

.

-oOo-

" Naruto, hati-hati. Nanti adonannya rusak!" kata Kiba dengan nada agak sedikit marah kepada Naruto yang sedang mengepal-ngepalkan segumpal adonan ditangannya.

"Iya iya, gomen deh. Kau juga harus hati-hati!" gerutu Naruto sedikit kesal, lalu meletakkan adonan tadi disebuah nampan agak besar. Tiba-tiba seseorang datang.

"Kalian bisa lebih cepat sedikit? Pesanan kita banyak," ucap seseorang dengan nada yang sengaja dibuat tidak terlalu kasar. Pria tersebut memiliki rambut putih panjang, dan terlihat agak tua atau bisa dibilang sangat tua?

"Okeh, Jiraiya-sama," kata Naruto sambil mengacungkan ibu jarinya. Hal itu membuat orang yang dipanggil Jiraiya-sama tadi tersenyum simpul.

"Baiklah, semuanya kembali bekerja," teriak Jiraiya kepada semua orang ditempat tersebut.

Sasuke yang baru saja datang dengan membawa sebuah nampan menaikkan sebelah alisnya. Kemudian, dia meletakkan nampan yang ia pegang memakai sarung tangan tadi di sebuah meja. Terlihat sangat hati-hati.

"Naruto, boleh aku bertanya sesuatu?"tanya Sasuke kepada Naruto.

"Hn," ujar Naruto menirukan cirri khas dari Sasuke.

"Apa kau akan hadir liburan ke P^N^^K bersama teman-teman sekelas kita satu minggu lagi?"

Naruto nampak berfikir sebentar.

"Mungkin, akan kuusahakan bisa hadir. Bagaimana dengan mu? Dan kau Kiba?" tanya Naruto balik. Kiba menoleh sedikit, masih tak berhenti membolak-balik kan adonan.

"Sepertinya, bisa!" kata Kiba.

"Kalau aku…"

"Hey, Sasuke. Cepat kemari," seseorang berteriak memanggil Sasuke agak keras menyebabkan yang dipanggil kaget bukan kepalang.

"Iya iya, sebentar Hidan-san!" jawab Sasuke dengan tampang malas-malasan segera berjalan menuju suara panggilan tadi. Naruto dan Kiba terkikik pelan.

T.B.C

Waaaaduuuh, gomen gomen. Kyaknya chapter ini nggak memuaskan yah? Gomen lagi ^sujud sujud^. Yaah, maaf buat para peripiuw karena saya cuma bisa ucapkan terima kasih yang sebanyak banyak banyak banyaknya… Terima kasih juga buat yang udah mau baca fic gaje plus nggak bermutu ini –smirk-. Nyahaha, akhir kata, riviuw yah buat nambah semangat..

Yosh!

REVIEW'S, please!